Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN REPRODUKSI

DENGAN KISTOMA OVARI PADA NY. I DIRUANG BOUGENVILE

RSUD AMBARAWA

Nama : Rochma Pratiwi Sri S Tanggal Pengkajian : 4 Juni 2015 pukul 14.30

NIM : P17420613071 Ruang / RS : Bougenvile / RSUD AMBARAWA

A. Data Umum Klien
1. Initial Klien : Ny. I
2. Usia : 34 tahun
3. Status perkawinan : Menikah
4. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
5. Alamat : Pakis, Bringin

1. Initial Suami : Tn D
2. Usia : 36 tahun
3. Pekerjaan : Sopir
4. Pendidikan terakhir : SMA

B. Riwayat Kesehatan
1. Riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu
No Tahun Jenis Persalinan Penolong Jenis Keadaan bayi Masalah
Kelamin waktu lahir kehamilan
1. 1998 Lahir Bidan Perempu Bayi lahir sehat. Tidak ada
pervaginam an Warna kulit masalah
kemerahan, nadi kehamilan
<100 x/menit,
bayi menangis
kuat

Tanda Vital : TD : 135/89 mmHg .57 di ruang nifas bangsal Bougenville RSUD Ambarawa. 5. 2. 4. Serta menstruasi yang tidak teratur dan menstruasi yang awalnya hanya 6-7 hari sekarang menjadi ± 15 hari dan terkadang menstruasi satu bulan dua kali. Data Umum Kesehatan Saat Ini : 1. Hipertensi. hasilnya terdapat gumpalan darah didaerah perut yang menyebabkan pasien merasa kesakitan. Riwayat Keperawatan Dahulu Pasien pernah dirawat dirumah sakit ± 3 tahun yang lalu dengan riwayat gangguan fungsi hati . Pasien tanggal 28 Mei 2015 memeriksakan diri kembali di poliklinik kandungan RSUD Ambarawa dengan dokter Hary. Pasien masuk rawat inap pada tanggal 3 Juni 2015 pukul 15. Status Obstetri : P1 A0 2. 3. Keluhan Utama : Nyeri pada daerah perut kiri bawah. TBC. Riwayat Keperawatan Keluarga Tidak ada keluarga yang mempunyai sakit yang sama seperti pasien. dan hasilnya tidak ada kelainan. Karena keluhan ini pasien lalu memeriksakan diri ke Dokter. karena merasakan nyeri perut yang semakin bertambah saat menstruasi pasien memeriksakan diri ke pengobatan alternatif. setelah ddilakukan USG ditemukan kista ovarium dengan diameter 14 cm. tidak ada penyakit menurun dan menular dari keluarga pasien seperti DM. Keadaan Umum : Kesadaran : Komposmentis 3. Akhirnya pasien disuruh rawat inap. HIV/AIDS C. Riwayat Keperawatan Sekarang : Semenjak dua tahun terakhir pasine merasakan nyeri diperut kiri bawah tetepai pasien berfikiran hanya nyeri biasa dan dibelikan obat di apotek serta minum kiranti untuk meredakan rasa sakit. Tetapi ± 2 bulan terakhir pasien merasakan nyeri yang hebat di perut kiri bawah skala 9 sampai pasien mengalami pingsan.

A : bising usus 8 x/menit P : terdapat nyeri tekan pada bagian perut kiri bawah Pe : timpani 7. Kepala : rambut bersih. tidak ada masalah menyusui pada kehamilan pertama 6. tidak terdapat polip e. simetris. Pa : Iktus kordis teraba pada inter kosta 5-6 A : Bunyi suara jantung 1 dan 2 normal. Payudara Bersih. Paru I : Pergerakan dada simetris Pe : Redup pada paru bagian kiri Pa : Kekutan traktil fremitrus simetris A : Tidak terdengar suara ronkhi di lapang paru sebelah kiri. Genetalia : Bersih. Telinga : telinga bersih. Leher : tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid b. tidak terdapat stomatitis. sclera tidak ikterik d. Kepala : a. putting susu menonjol. Mata : bersih. konjungtiva tidak anemis. c. sedikit rontok. tidak ada suara tambahan. mukosa tampak kering f. Jantung I : Iktus kordis terlihat pada ruang interkosta 4-5 Pe : Redup pada batas jantung sebelah kanan. tidak terdapat edema dan hemoroid 8. tidak ada benjolan 5. Mulut : gigi bersih. Dada : a. b. Abdomen : I : perut bersih. Hidung : bersih. Nadi : 90 x/menit Suhu : 365 C Pernapasan : 24 x/ menit 4. c. Ekstermitas .

BB : 60 kg TB : 168 cm b. pagi. warna kekuningan. turgor kulit : bagus. Pola Fungsinal Gordon 1. Sebelum sakit BAB : 1x sehari pada pagi hari. Pasien minum ± 6-8 gelas/hari ± 2 L/hari. Feses : konsistensi padat. Urin : warna kuning jernih. terpasang infus tangan kiri Bawah : tidak terdapat edema dan varises D. Sebelum sakit Makan 3x sehari. terdapat protein missal telur atau tempe. kembali kurang dari 2 detik . warna kekuningan. Setelah sakit BAB : Pasien bisa BAB 2x sejak masuk rumah sakit 3 hari dari tanggal 3 Juni 2015. Manajemen kesehatan Menurut Pasien dan keluarga kesehatan merupakan hal yang penting. Setelah sakit . Eliminasi a. Feses : konsistensi padat. Jika ada keluarganya yang sakit dia segera membawa ke tempat pelayanan kesehatan yang terdekat. diameter kista adalah 14 cm. Nutrisi dan Cairan a. bau khas 3. bau khas BAK : Pasien buang air kecil 5-6 x/hari. bau khas b. Selain itu ia juga selalu mepertahankan kondisi kesehatannya supaya tetap stabil dengan aktivitas jalan-jalan setiap pagi hari. Atas : tidak terdapat edema. misalnya ketika kondisi tubuhnya kurang baik seperti saat ini pasien segera pergi kerumah sakit untuk mendapatkan layanan kesehatan. 2. siang dan malam. Makan sayuran setiap hari. Urin : warna kuning jernih. Pasien mengatakan sedikit kesulitan BAB. bau khas BAK : 4-5 x/hari.

8 C : Rambut sedikit rontok.57)2 Nilai normal pengukuran Antropometri Kurang ideal : < 20 Ideal : 20 -25 Obesitas : < 25 B : Biochemical Hb : 9. Pasien minum ± 5-7 gelas/hari ± 1. tetapi pasien kadang makan makanan ringan untuk mengurangi mual. tetapi makanan yang disediakan dari rumah sakit tidak dihabiskan karena pasien mengalami mual setalah diberi makan.57 m 𝐵𝐵 (𝑘𝑔) 55 IMT = (𝑇𝐵)2 (𝑚) = = 19. Pasien lebih banyak menghabiskan waktu untuk beristirahat di rumah sakit. Pasien sering tidur di siang hari. turgor kulit dapat kembali kurang dari dua detik D : Tidak ada diet khusus dari rumah sakit.48 (1. . b.5 L/hari. tidak ada alergi serta tidak ada pantangan makanan 4. Sebelum sakit Pola tidur teratur. Setelah sakit Pola tidur terganggu karena rasa nyeri di perut. BB : 55 kg TB : 157 cm Pengukuran Kebutuhan Nutrisi A : Antropometri BB : 55 kg TB : 157 cm = 1. Istirahat Tidur a. bibir mukosa terlihat kering. tidak ada gangguan tidur biasanya tidur 1 jam disiang hari dan 7 jam di malam hari. Makan 3x sehari.

Persepsi dan sensori dan kognitif Pasien merasakan ketidaknyamanan dengan nyeri yang dirasakannya karena kistoma ovari yang di di alaminya. membereskan rumah sendiri tanpa bantuan. mandi dan membersihkan badannya secara mandiri. Setelah sakit Pasien dapat berpakaian. dan nyeri berkurang apabila pasien beristirahat  Quality : nyeri seperti di tusuk-tusuk jarum  Region : nyeri pada perut sebelah kiri bawah (satu hari terakhir menjalar hingga pinggang)  Saverity : nyeri berat ( skala nyeri 8)  Time : nyeri ketika bergerak lebih. siklus menstruasi selama 28 hari lama menstruasi 6-7 hari. Warna darah merah segar tidak ada gumpalan darah. Sebelum sakit Pasien pertama kali menstruasi umur 12 tahun. Sebelum sakit Pasien dapat melakukan aktivitas seperti memasak. Mobilisasi dan latihan a. b. Pasien mengganti pembalut ± 3-4 x/hari. tetapi nyeri haid tidak tertahankan ± 2 bulan terakhir) 7. makan. b. 5. Dengan pengkajian nyeri :  Paliatif & Provocatif : nyeri bertambah ketika pasien menstruasi. Pasien menikah umur 18 tahun pada tahun 1998 dan sudah dikarunia anak perempuan umur 15 tahun. Tidur siang selama dua jam dan istirahat tidur malam selama 7-8 jam. Pola seksual dan reproduksi a. hilang timbul (Pasien merasakan nyeri haid sejak ± 2 tahun terakhir. Setelah sakit . Suasana rumah sakit tidak bising. menyapu. melakukan BAB/BAK. 6.

. Identitas Pasien merupakan seorang perempuan berumur 34 tahun. Pasien mengganti pembalut ± 4-5 x/hari. peran nya digantikan sementara oleh suaminya. sementara pasie di rawat. dan sudah menikah. pasien mengatakan tidak mempunyai permasalahan untuk menjalankan ibadahnya selama dirinya sakit. warna darah merah segar dan tidak ada gumpalan-gumpalan darah. Konsep diri a. Dan pasien yakin akan segera sembuh keluarga yang mendukung akan kesembuhannya e. b. b. 8. Pasien mengalami menstruasi selama 15 hari. Peran Pasien mengatakan tidak sabar ingin menjalankan perannya sebagai ibu. 10. d. Hubungan dan peran a. Pasien tidak melakukan hubungan intim selama sakit. 9. Sebelum sakit Pasien pernah bekerja di Pabrik setelah itu keluar dan menjadi Ibu Rumah Tangga. Pasien memiliki hubungan yang baik dengan keluarganya. Ideal Diri Pasien mengatakan menerima diri dengan kondisinya sekarang. Spiritual : Pasien beragama Islam dan taat ibadah. Harga Diri Pasien tetap merasa percaya diri meskipun kondisinya sakit seperti saat ini. Setelah sakit Pasien sebagai Ibu Rumah Tangga mengurus satu orang anak. Terkadang pasien mengalami menstruasi satu bulan dua kali. c. Gambaran Diri Pasien optimis dan memahami kondisinya saat ini dan menerima apa yang harus dilakukan untuk pemulihannya.

5 1.0 32-36 RDW 13.0 Granulosit 5.9 2-4 Limposit % 27.9 25-40 Monosit % 5.9 10-18 MPV 7.7-13.3 2-8 Granulosit % 66.4 L 12.1 APTT 30.5 L 35-47 MCV 81.5 -15.4 Hematokrit 34.6 7-11 Limposit 2.313 0.5 0.8 –5.2 10-16 Trombosit 412 150.2 82-98 MCH 26.5 Leukosit 8.8 >= 27 MCHC 33. Terapi Obat Parenteral Regumen 3x1 .2 9.400 PDW 14.5 PTT 11.2-0.9 23.9 4-10 Eritrosit 4.0-4.25 3.5 Monosit 0.9-39.2-1.8 INR 1.04 F.8 50-80 PCT 0.E. Pemeriksaan Penunjang : 1. Laboratorium tanggal Pemriksaan Hasil Nilai hematologi rujukan Hemoglobin 11.

.

00 Pucat ovarium : Kistoma WIB  TD : 135/89 mmHg  Nadi : 90 x/menit  Suhu : 365 C  Pernapasan : 24 x/ menit  Pasien meringis kesakitan sambil meraba area yang sakit  Paliatif & Provocatif : nyeri bertambah ketika pasien menstruasi. A. b. hilang timbul (Pasien . dan nyeri berkurang apabila pasien beristirahat  Quality : nyeri seperti di tusuk-tusuk jarum  Region : nyeri pada perut sebelah kiri bawah (satu hari terakhir menjalar hingga pinggang)  Saverity : nyeri berat ( skala nyeri 8)  Time : nyeri ketika bergerak lebih. DAFTAR MASALAH Tgl No Tgl/Jam Data Fokus DP teratasi TTD 1 5 Juni DS : Pasien mengatakan nyeri Gangguan rasa nyeri 2015 pada perut kiri bawah.d pembesaran 15.

d mual perut terasa sakit sebah : Kistoma . merasakan nyeri haid sejak ± 2 tahun terakhir. tetapi nyeri haid tidak tertahankan ± 2 bulan terakhir) 2 05 Juni DS : Perubahan nutrisi 2015 .57)2 19. Pasien mengatakan kurang dari kebutuhan 15.57 m 𝐵𝐵 (𝑘𝑔) 55 IMT = (𝑇𝐵)2 (𝑚) = = (1.48 Nilai normal pengukuran Antropometri Kurang ideal : < 20 Ideal : 20 -25 Obesitas : < 25 B : Biochemical Hb : 9. Pasien mengatakan badannya semakin kurus . bibir mukosa terlihat kering.30 mengalami mual semenjak b.8 C : Rambut sedikit rontok. turgor kulit dapat kembali kurang dari dua detik D : Tidak ada diet khusus dari . Dokter mengatakan diameter kista sudah 14 cm DO : A : Antropometri BB : 55 kg TB : 157 cm = 1.

tidak ada alergi serta tidak ada pantangan makanan B. Rencana laparastomi normal pada tanggal 6 Juni 2015 TD : 110/70 mmHg – pukul 10. NCP (NURSING CARE PLAN) N O TGL DP TUJUAN INTERVENSI TTD 1 5 Gangguan rasa Gangguan rasa nyeri 1. Tidak ada penurunan spesifikkan porsi 0 Kistoma berat badan makanan yang 2. Lakukan teknik relaksasi ovarium : 1. b. Skala nyeri 3 4. TTV dalam rentang 6. Ekspresi wajah rileks mungkin 0 3. Monitor intake nutrisi.20x/menit 2.0 Kistoma 2. 05 Perubahan Gangguan rasa nyeri 4. 3. rumah sakit.d tindakan selam 2x24 jam terjadinya nyeri 5 pembesaran dengan kriteria hasil : 3. Jelaskan tentang proses 201 ) b. Tentukan BB ideal Juni nutrisi kurang teratasi setelah dilakukan menurut usia dan tinggi 2015 dari kebutuhan tindakan selam 2x24 jam badan. Anjurkan kompres WIB menahan nyeri hangat 4. Atur posisi senyaman 16. Mengkaji nyeri Juni nyaman (nyeri teratasi setelah dilakukan 2. Pasien tidak mual dimakan. Membrane mukosa 6. Kaji adanya alergi .3 terasa sebah : 1.00 menunggu 120/80 mmHg haid yang masih keluar N : 60 – 100 x/mnt diberikan obat Regumen RR : 16 . Tidak terlihat 5. 17.d mual perut dengan kriteria hasil : 5.

Anjurkan makan sedikit demi sedikit dan makan makanan selagi hangat 8. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Tgl / No Dx Tindakan Keperawatan Respon TTD Jam 1 5 Juni Gangguan rasa 1. lembab makanan. Anjurkan untuk menjaga kebersihan mulut 9. anjurkan untuk mengkonsumsi makanan kesukaan. Mengkaji nyeri yang  Paliatif & Provocatif 2015 nyaman (nyeri ) dirasakan pasien : nyeri bertambah 16. dan nyeri Kistoma berkurang apabila pasien beristirahat  Quality : nyeri seperti di tusuk-tusuk jarum  Region : nyeri pada perut sebelah kiri bawah  Saverity : nyeri berat ( skala nyeri . Jika pasien muntah. C. 7.d pembesaran ketika pasien WIB ovarium : menstruasi.00 b.

30 mengompres area hangat sekitar perut 6. hilang timbul 2.30 seperti di tusuk-tusuk WIB jarum  Region : nyeri pada perut sebelah kiri bawah  Saverity : nyeri skala .20 miring ke kiri ke daerah senyaman mungkin yang sakit 5.10 3. 8)  Time : nyeri ketika bergerak lebih. Mengatur posisi 16.00 1.40 tanggal 6 Juni 2015 keluarnya darah dari vagina pukul 10. Mengajarkan teknik Mengajarkan teknik tarik relaksasi nafas dalam 16. Menjelaskan pada Penyebab nyeri adalah ibu penyebab nyeri pembesaran ovarium Klien terbiasa tidur posisi 4. Mengajarkan ibu Klien kompres dengan air 16. Merencanakan Diberikan obat regumen laparastomi pada untuk mengurangi 16. dan nyeri berkurang apabila 6 Juni pasien beristirahat 2015  Quality : nyeri 16. Mengkaji nyeri yang  Paliatif & Provocatif : dirasakan pasien nyeri bertambah ketika pasien menstruasi.

45 (normal 20-25) 2. Tentukan BB ideal Berat badan ideal adalah Juni nutrisi kurang menurut usia dan BB : 60 kg 2015 dari kebutuhan tinggi badan. Pemberian obat Untuk mengurangi darah 16.40 dalam dan mengatur posisi yang paling nyaman 3. alergi makanan tertentu 4. spesifikkan rumah sakit dan camilan porsi makanan yang ringan dimakan 3. Kaji adanya alergi Pasien tidak mepunyai 17.50 dan makan makanan .d mual perut 𝐵𝐵 (𝑘𝑔) 60 IMT = (𝑇𝐵)2 (𝑚) = (1. Monitor intake Pasien makan ½ porsi nutrisi. Anjurkan makan Pasien mempraktekannya sedikit demi sedikit untuk makan malam 17.30 b.40 makanan. Melanjutkan teknik Pasien melakukan relaksasi relaksasi nafas secara mandiri 16. TB : 157 cm = 1.50 regumen menstruasi sehingga nyeri berkurang 2 05 Perubahan 1.57 m 17. 5  Time : nyeri hilang timbul 2.57)2 terasa sebah : Kistoma = 21.

Anjurkan untuk Pasien selalu menggosok menjaga kebersihan gigi dua kali sehari 18.00 mulut 6.d pembesaran O : skala nyeri 5 . ringan anjurkan untuk 18. CATATAN PERKEMBANGAN No Tgl / Jam DP Catatan Perkembangan TTD 6 Juni Gangguan rasa S : Pasien mengatakan nyeri sedikit 1 2015 nyaman (nyeri ) berkurang 18. Jika pasien mual dan Pasien menyukai camilan ingin muntah. Menjaga kebersihan Pasien menggosok gigi 2 17. hangat 5.00 b. Tetap Pasien makan teratur sedikit 06 menganjurkan demi sedikit dan sering Juni makan sedikit demi diselingi camilan 2015 sedikit dan makan 17.00 makanan hangat 2.10 mulut kali sehari D.10 selagi mengkonsumsi makanan kesukaan 1.

Laparastomi diundur tanggal 7 Juni karena masih terdapat flek 7 Juni Perubahan S : Pasien mengatakan sudah tidak 2015 nutrisi kurang mual 20. Turgor kulit dapat kembali kurang dari dua detik A : Masalah teratasi . Bibir mukosa lembab .d mual perut . Tidak ada penurunan berat 2 terasa sebah : badan Kistoma .30 dari kebutuhan O: WIB b. WIB ovarium : A : Masalah teratasi sebagian Kistoma P : Lanjutkan intervensi .