Anda di halaman 1dari 2

Resistensi obat antimikroba merupakan masalah yang dapat terjadi karena

penggunaan obat antibiotik yang kurang tepat. Mekanisme resistesi tersebut
adalah dengan menghasilkan enzim yang merusak aktivitas obat, mengubah
permeabilitas, dan mengubah struktur sasaran obat (Katzung dan Bertram, 1998).

Di negara berkembang angka kematiannya mencapai 39,5 juta, lebih dari 25% disebabkan oleh
penyakit infeksi dan parasit (Dwiprahasto, 2005). Prevalensi penyakit infeksi belum
menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun. Beberapa faktor yang menyebabkan tingginya
kasus infeksi diantaranya gizi buruk, sanitasi yang kurang memadai dan pemakaian antibiotika
yang telah resisten. Penggunaan antibiotika yang berulang pada beberapa strain bakteri tertentu
dapat menyebabkan terjadinya resistensi, karena pada bakteri terjadi mekanisme pertahanan diri
agar tetap survive di alam (Soleha et al., 2009).

Penyakit infeksi merupakan penyebab paling utama tingginya angka kesakitan (mordibity) dan
angka kematian (mortality) terutama pada negaranegara berkembang seperti halnya Indonesia.
Penyakit infeksi merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena adanya mikroba patogen
(Darmadi, 2008). Salah satu penyebab penyakit infeksi adalah bakteri (Radji, 2011). Bakteri
yang dapat menyebabkan terjadiya infeksi contohnya Escherichia coli dan Bacillus subtilis.
Escherichia coli merupakan flora normal yang terdapat dalam usus dan dapat menyebabkan
penyakit serta bersifat patogen (Pratiwi, 2008). Penyakit infeksi yang disebabkan karena
Escherichia coli seperti infeksi sistem saluran kencing dan diare. Tanda dan gejala infeksi
saluran kencing meliputi frekuensi kencing, disuria, hematuria dan piuria (Jawetz et al., 2005).

Escherichia coli merupakan salah satu bakteri golongan enterobakter yang sering menyebabkan
infeksi pada saluran kemih. Uropathogenic E. coli (UPEC) berperan atas 90% kasus infeksi
saluran kemih pada wanita muda (Jawetz et al., 2005). Selain infeksi saluran kemih, Escherichia
coli juga menjadi penyebab terjadinya kasus sepsis neonatorum, meningitis pada bayi serta diare.
Berdasarkan sifat virulensinya, Escherichia coli penyebab diare terdiri dari Enteropatogenik E.
coli (EPEC), Enterotoksigenik E. coli (ETEC), Enterohemoragik E. coli (EHEC), Enteroinvasif
E. coli (EIEC) dan Enteroagregatif E. coli (EAEC) (Velasco et al., 2006).

.Timbulnya berbagai penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri mendorong untuk terus dilakukannya penelitian baru yang mampu menghasilkan antibiotik baru serta memiliki efikasi yang optimal untuk mengobati penyakit infeksi.