Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Banyak orang tidak menyadari pentingnya fungsi tulang dalam
hidup, yaitu memberi bentuk tubuh, sebagai melekatnya otot, serta
memberikan perlindungan pada organ dibawahnya. Tulang manusia
mengalami puncaknya pada kurun waktu umur 20-40 tahun, sampai terjadi
proses penuaan dimana tulang mulai kehilangan kekuatannya. Selain itu
juga banyak kondisi yang dapat mempercepat proses berkurangnya massa
tulang. Dengan rendahnya massa tulang dapat menimbulkan pengeroposan
tulang atau osteoporosis. Hal ini dapat menyebabkan pergerakan tulang
sangat terbatas, timbul rasa nyeri, bentuk tubuh atau anggota badan
berubah dan kemampuan fisik menurun. Komplikasi yang berakibat fatal
adalah terjadinya patah tulang panggul, yang merupakan penyebab
kecelakaan yang membawa maut apabila tidak ditangani dengan serius.
Insiden osteoporosis pada wanita lebih tinggi dibandingkan pria.
Satu dari tiga wanita mempunyai kecenderungan terkena osteoporosis
yang biasanya terjadi pada wanita pasca menopause, sedangkan pada pria
insidennya lebih kecil yaitu 1 dari 7 pria. Osteoporosis menjangkit pada
usia di atas 45 tahun. Namun berdasarkan penelitian lain, wanita usia
muda yaitu 23 tahun juga beresiko mengalami osteoporosis.
Penyebab osteoporosis di pengaruhi berbagai faktor dan pada
individu bersifat multifaktor seperti gaya hidup tidak sehat (maerokok,
minum alkohol, soft drink, kopi, mengkonsumsi nutrisi dengan kadar
lemak yang tinggi), kurang gerak atau tidak berolahraga serta pengetahuan
mencegah osteoporosis yang kurang yaitu kurangnya mengkonsumsi
kalsiaum dan vitamin D. Vitamin D secara alami bisa kita dapatkan dari
sinar matahari.

Menurut Menteri Kesehatan RI tahun 2004, osteoporosis sering
disebut sebagai “silent killer diseases”, seperti penyakit kronik lainnya

LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 1

osteoporosis tidak menunjukkan gejala awal dan tidak dapat terdiagnosa,
hingga terjadinya patah tulang. Perubahan massa tulang dapat dideteksi
dengan pemeriksaan kalsium dalam darah. Dengan kemajuan teknologi
osteoporosis dapat dideteksi dengan cara yang mudah yaitu dengan
menggunakan alat Bone Densito Metry (BDM), bagian yang diukur adalah
lengan bawah, tulang punggung atau tulang panggul. Dari hasil
pemeriksaan tersebut akan menginformasikan kandungan mineral tulang,
densitas tulang dan presentasi massa tulang, sehingga resiko
berkembangnya patah tulang dari penderita dapat dideteksi terlebih
dahulu.

LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 2

Terminologi 1. Secara teratur tulang mengalami turn over yang dilaksanakan melalui 2 proses yaitu. Diagnosis pada skenario tersebut? D. M sudah menopause sejak usia 50 tahun. Ny. Sehari-hari Ny. TB: 155 cm. M bekerja sebagai tukang jahit di rumahnya. B. Interpretasi keluhan dan pemeriksaan fisik pada skenario? 3. C. M mengaku tidak suka minum susu dan jarang berolahrag. pada keadaan normal jumlah tulang LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 3 . Pembahasan 1. Sejak kecil Ny. Menopause disebabkan oleh menurunnya kadar hormon pada tubuh. Umumnya menopause terjadi pada usia 50 tahun. Dokter menyarankan dilakukan pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis. M merasa heran karena sebelum menopause tinggi badannya 160cm. karena panggul kiri terasa nyeri setelah jatuh dengan posisi duduk di kamar mandi. Ny. Permasalahan 1. Perubahan anatomi sistem muskuloskeletal pada lansia? 2. Menopause. M bungkuk. BB: 45 kg. Skenario TULANGKU SAKIT Seorang perempuan berinisial Ny. modeling dan remodeling. Perubahan anatomi sistem muskuloskeletal pada lansia? Massa tulang kontinu sampai mencapai puncak pada usia 30-35 tahun setelah itu akan menurun karena disebabkan berkurangnya aktivitas osteoblast sedangkan aktivitas osteoklast tetap normal. didapatkan punggung Ny. BAB II PEMBAHASAN A. Dari pemeriksaan fisik. dan tungkai kiri lebih panjang dari tungkai kanan. M berusia 60 tahun dibawa ke RS UNIZAR. keadaan dimana seorang wanita sudah kehilangan masa subur yang ditandai dengan berhentinya masa menstruasi. Faktor-faktor yang sering menyebabkan jatuh pada lansia? 4.

pengurangan tulang lebih mengenai bagian trabekula dibanding dengan kortek. Selain penurunan masa otot juga dijumpai berkurangnya rasio otot dan jaringan lemak. 2. Pengurangan ini lebih nyata pada wanita. yang dibentuk remodeling sebanding dengan tulang yang dirusak. elastisitas dan mobilitas hilang sehingga sendi kaku. Bila tulang yang dirusak lebih banyak terjadi kehilangan masa tulang ini disebut negatively coupled yang terjadi pada usia lanjut. Erosi tulang rawan hialin menyebabkan pembentukan kista di rongga sub kondral. kesulitan dalam gerak yang rumit Perubahan yang jelas pada sistem otot adalah berkurangnya masa otot terutama mengenai serabut otot tipe II. Interpretasi keluhan dan pemeriksaan fisik pada skenario? Mekanisme nyeri panggul kiri Nyeri panggul pada kasus ini disebabkan oleh karena fraktur yang terjadi akibat jatuh terduduk sehingga menyebabkan kompresi pada LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 4 . tulang yang hilang kurang lebih 0. Pada sinofial sendi terjadi perubahan berupa tidak ratanya permukaan sendi terjadi celah dan lekukan dipermukaan tulang rawan. Otot menjadi mudah lelah dan kecepatan laju kontraksi melambat. Ligamen dan jaringan peri artikuler mengalami degenerasi Semuanya ini menyebabkan penurunan fungsi sendi. Selama kehidupan laki-laki kehilangan 20-30% dan wanita 30-40% dari puncak massa tulang. Pada pemeriksaan histologi wanita pasca menopouse dengan osteoporosis spinal hanya mempunyai trabekula kurang dari 14%.5 sampai 1% per tahun dari berat tulang pada wanita pasca menopouse dan pada pria diatas 80 tahun. Perubahan ini menyebabkan laju metabolik basal dan laju komsumsi oksigen maksimal berkurang. Dengan bertambahnya usia terdapat penurunan masa tulang secara linier yang disebabkan kenaikan turn over pada tulang sehingga tulang lebih pourus. Penurunan ini disebabkan karena atropi dan kehilangan serabut otot. Ini disebut positively coupled jadi masa tulang yang hilang nol.

Apabila PTH meningkat maka kalsium di dalam darah juga akan meningkat. dan saraf. dan bila duduk dengan posisi batang tubuh membungkuk tekanannya mencapai 200. Ketika organ–organ ini membutuhkan kalsium. Posisi duduk meningkatkan tekanan pada diskus intervertebralis sebesar 30%. mereka mengambilnya dari tempat penyimpanan mineral di tulang. Kita memerlukan kadar kalsium yang stabil dalam darah karna banyak organ. Susu mengandung kalsium dimana kalsium itu sangat penting bagi pertumbuhan dan pembentukan tulang. Disini pasien kekurangan asupan kalsium yang akan membuat terjadinya LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 5 . Ketika sebuah tekanan mengenai tulang dan kekuatan tersebut tidak dapat diabsorbsi oleh tulang. Sebagaimana diketahui ligamentum longitudinalis posterior memiliki lapisan paling tipis setinggi L2-L5. Hubungan pekerjaan sebagai tukang jahit dengan keluhan. Hubungan tidak suka minum susu dan jarang berolahraga. bergantung pada kalsium. Keadaan ini mengakibatkan daerah tersebut lebih sering terjadi gangguan. Seiring berjalannya waktu tulang jadi rapuh karna persediaan kalsium dalam tulang semakin menipis. Kadar kalsium sangat dipengaruhi oleh hormone paratiroid (PTH). tendon dan otot maka terjadi fraktur. Tulang merupakan kumpulan dari 2 mineral kalsium dan fosfor. Menurut teori tekanan diskus intervertebralis pada saat duduk tegak mencapai 175. terutama jantung. Dikarenakan terjadinya fraktur yang menyebabkan produksi tulang kortikal dan trabekular berkurang yang fungsinya sebagai perlindungan terhadap beban gerakan rotasi lengkungan. tubuh tidak sanggup membangun kembali sel–sel tulang baru selama proses remodeling tulang. tulang vertebrae.. otot. Makin lama seseorang duduk maka ketegangan otot dan keregangan ligamentum khususnya ligamentum longitudinalis posterior makin bertambah. khususnya dengan duduk membungkuk. begitu pula sebaliknya. Tanpa kalsium. Duduk yang lama menyebabkan beban yang berlebihan dan kerusakan jaringan pada vertebra lumbal.

Penurunan tinggi badan. Karena osteoblas yang merupakan sel-sel yang menghasilkan tulang. Dalam hal remodeling tulang kurangnya estrogen meningkatkan kemampuan osteoklas menyerap tulang. Bila estrogen yang hilang tidak diganti. Dimana otot yang kendor akan mempercepat menurunnya kekuatan tulang. Menopause ditandai dengan hilangnya produksi estrogen oleh indung telur. Hubungan usia dan menopause dengan keluhan. Menopause dapat mendatangkan malapetaka pada tulang.Bertambahnya umur maka sel Osteoblast lebih cepat mati karena sel osteoblast menjadi aktif sehingga tulang tidak dapat diganti dengan baik maka massa tulang akan menurun. hipokalsemia. tidak dapat memproduksi tulang lebih. Hormone paratiroid bekerja meningkatkan kalsium dalam darah dengan cara meningkatkan resorpsi kalsium dalam tulang yang akan memperburuk keadaan tulang. Hilangnya estrogen ini mempercepat kehilangan tulang untuk jangka waktu berkisar antara 5 sampai 8 tahun. Semakin bertambahnya usia fungsi organ semakin menurun dan peluang untuk kehilangan tulang juga akan semakin meningkat. Hal ini pula akan memicu peningkatan hormone paratiroid sebagai kompensasi. Hal ini dapat terjadi dengan cara alami atau dengan operasi pengangkatan kedua indung telur. osteoklas menang dan tulang lebih banyak hilang daripada yang diproduksi. Seseorang yang kurang gerak atau kurang aktivitas maka otot– ototnya tidak terlatih dan mudah kendor. tulang bisa menjadi tipis dan rapuh dengan cepat. Inilah LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 6 . Saat penuaan jumlah masa otot semakin berkurang maka tinggi badan secara progersif berkurang karena terjadi penyempitan diskus intervertebral dan terjadi penekan pada columna vertebralis sehingga bisa menyebabkan bungkuk.

Hipotensi sesudah makan d. Gabungan antara lingkungan yang jelek dengan kelainan- kelainan akibat proses menua misalnya karena mata kurang awas. 1987). Brocklehurs. Alkohol LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 7 . Tinetti. Sedativa . a. 1992. Hipovilemia / curah jantung rendah . 1987. Antidepresen trisiklik . Obat-obat hipoglikemia . 1994. Faktor-faktor yang bisa menyebabkan jatuh pada lansia? Penyebab jatuh pada lansia biasanya merupakan gabungan beberapa faktor. 1996. Antipsikotik . tersandung// . Diuretik/antihipertensi . Penurunan kembalinya darah vena ke jantung . lalu jatuh b. Pengaruh obat-obat hipotensi . Reuben . Murni kecelakaan misalnya terpeleset. Kecelakaan : merupakan penyebab jatuh yang utama (30-50% kasus jatuh lansia) . Disfungsi otonom . antara lain: (Kane. Nyeri kepala dan atau vertigo c. Hipotensi orthostatic . campbell. 3. Terlalu lama berbaring . Menopause dini (sebelum usia 40) dan setiap waktu yang lama di mana kadar hormon rendah dan periode menstruasi jarang atau tidak terjadi dapat menyebabkan hilangnya massa tulang. hubungan langsung antara kurangnya estrogen selama masa pra- menopause dan menopause dengan osteoporosis. Obat-obatan . benda-benda yang ada di rumah tertabrak.

Aktivitas Sebagian besar jatuh terjadi pada saat lansia melakukan aktivitas biasa seperti berjalan. . Lantai yang licin atau basah. TIA. serangan kejang. Neurologi. keset yang tebal / menekuk pinggirnya. Lantai yang tidak datar baik ada trapnya atau menurun. tempat berpegangan yang tidak kuat / tidak mudah dipegang . naik atau turun tangga. berat. atau tergeletak di bawah b. Kardiovaskuler. Sinkope : kehilangan kesadaransecara tiba-tiba . Penyakit serebelum f. tidak stabil. 1987) a. Karpet yang tidak dilem dengan baik. stroke. Hanya sedikit sekali (5%). Drop attack (serangan roboh) . e. 1996. . . stenosis aorta. jatuh terjadi pada saat lansia LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 8 . Kompresi saraf spinal karena spondilosis. mengganti posisi. Alat bantu jalan yang tidak tepat ukuran. alat-alat atau perlengkapan rumah tangga yang sudah tua. maupun cara penggunaannya FAKTOR-FAKTOR SITUASIONAL YANG MUNGKIN MEMPRESIPITASI JATUH ANTARA LAIN: (Reuben. Proses penyakit yang spesifik Penyakit-penyakit akut seperti: . tempat tidur atau WC yang rendah / jongkok c. Penerangan yang tidak baik (kurang atau menyilaukan). Parkinson. . Penurunan darah ke otak secara tiba-tiba FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN YANG SERING DIHUBUNGKAN DENGAN KECELAKAAN DENGAN LANSIA a. dan benda-benda alas lantai yang licin atau mudah tergeser. . Campbell. Idiopatik (tak jelas sebabnya) g. aritmia.

Eksaserbasi akut dari penyakit kronik yang diderita lansia juga sering menyebabkan jatuh. Diagnosa a. 10% terjadi di tangga. misalnya sesak nafas akut pada penderita penyakit paru obstruktif menahun. mungkin disebabkan oleh kelelahan atau terpapar bahaya yang lebih banyak. dan lain-lain. Osteoporosis sering disebut “silent disease” karena kehilangan tulang terjadi tanpa gejala pada awalnya. Penyakit Akut Dizzines dan syncope. Lingkungan Sekitar 70% jatuh pada lansia terjadi di rumah. yang lainnya terjadi karena tersandung / menabrak benda perlengkapan rumah tangga. Jatuh juga sering terjadi pada lansia yang imobil (jarang bergerak) ketika tiba-tiba dia ingin pindah tempat atau mengambil sesuatu tanpa pertolongan. 4. melakukan aktivitas berbahaya seperti mendaki gunung atau olahraga berat. lantai yang licin atau tak rata. sering menyebabkan jatuh. b. Jatuh juga sering terjadi pada lansia dengan banyak kegiatan dan olahraga. Orang mungkin tidak tahu bahwa mereka memiliki osteoporosis sampai tulang mereka menjadi begitu lemah hingga sebuah LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 9 . OSTEOPOROSIS 1) Definisi Osteoporosis adalah penyakit sistemik pada tulang yang ditandai dengan masa tulang yang rendah dan gangguan mikro arsitektur tulang dengan konsekuensi meningkatnya kerapuhan tulang dan memudahkan terjadinya patah tulang. penerangan ruang yang kurang c. nyeri dada tiba-tiba pada penderita penyakit jantung iskenmik. dengan kejadian jatuh saat turun tangga lebih banyak dibanding saat naik.

Runtuhnya tulang belakang awalnya mungkin dirasakan atau dilihat dalam bentuk sakit punggung yang parah. atau jatuh mendadak menyebabkan patah tulang atau runtuhnya tulang belakang. atau kelainan bentuk tulang belakang seperti postur membungkuk. kehilangan tinggi badan. LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 10 . benturan. tegangan.

Walaupun demikian telah terbukti bahwa ada interaksi panting antara faktor mekanis dengan faktor nutrisi hormonal. Sebagai contoh. Jadi seseorang yang mempunyai tulang kuat biasanya jarang terserang osteoporosis. orang kulit hitam pada umumnya mempunyai struktur tulang lebih kuat dan berat dari pada bangsa kulit putih. 2) Etiologi Faktor-faktor Resiko Penyebab Osteoporosis : 1. Jenis Kelamin Osrteoporosis tiga kali lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. d. massa tulang tersebut pasti akan menurun dengan bertambahnya usia. Pada umumnya aktivitas fisis akan menurun dengan bertambahnya usia. Faktor Mekanis Atau Usia Lanjut Faktor mekanis merupakan faktor yang terpenting dalarn proses penurunan massa tulang sehubungan dengan lanjutnya usia. Faktor Resiko Yang Tidak Dapat Di Ubah a. perbedaan ini disebabkan oleh faktor hormonal dan rangka tulang yang lebih kecil. b. pada keluarga yang LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 11 . Faktor Genetik Perbedaan genetik mempunyai pengaruh terhadap derajat kepadatan tulang. Beberapa orang mempunyai tulang yang cukup besar dan yang lain kecil. Riwayat Keluarga Atau Keturunan Riwayat keluarga juga mempengaruhi penyakit osteoporosis. dan karena massa tulang merupakan fungsi beban mekanis. c.

Keadaan ini terutama terjadi pada wanita antara usia 50-60 tahun dengan identitas tulang yang rendah dan di atas usia 70 tahun dengan keadaan tubuh yng tidak ideal. Kalsium. pada wanita dalam masa menopause keseimbangan kalsiumnya akan terganggu akibat masukan serta absorbsinya kurang dan ekskresi melalui urin yang bertambah dapat menyebabkan kekurangan atau kehilangan estrogen serta pergeseran keseimbangan kalsium sejumlah 25 mg per sehari pada masa menopause. anak-anak yang dilahirkannya cenderung mempunyai penyakit yang sama. dengan masukan kalsiumnya rendah dan absorbsinya tidak baik. terutama pada wanita post menopause. akan mengakibatkan keseimbangan kalsiumnya menjadi berkurang maka kemungkinan terjadinya osteoporosis ada. merupakan nutrisi yang sangat penting. Faktor Resiko Yang Dapat Di Ubah a. e. b. Protein LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 12 . wanita- wanita pada masa pascamenopause. Kalsium Faktor makanan ternyata memegang peranan penting dalam proses penurunan massa tulang sehubungan dengan bertambahnya uisia. mempunyai riwayat osteoporosis. Bentuk Tubuh Kerangka tubuh dan skoliosis vertebra yang lemah juga dapat menyebabkan penyakit osteoporesis. 2.

Pada umumnya protein tidak dimakan secara tersendiri. Mekanisme pengaruh merokok terhadap penurunan massa tulang tidak diketahui. Estrogen Berkurangnya estrogen dari dalam tubuh akan mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan kalsium. maka fosfor tersebut akan mengurangi ekskresi kalsium melalui urin. Makanan yang kaya protein akan mengakibatkan ekskresi asam amino yang mengandung sulfat melalui urin. Hasil akhir dari makanan yang mengandung protein berlebihan akan mengakibatkan kecenderungan untuk terjadi keseimbangan kalsium yang negatif. Rokok Dan Kopi Merokok dan minum kopi dalam jumlah banyak cenderung akan mengakibatkan penurunan massa tulang. Apabila makanan tersebut mengandung fosfor. c. lebih-lebih bila disertai masukan kalsium yang rendah. Hal ini disebabkan oleh karena menurunnya efesiensi absorbsi kalsium dari makanan dan juga menurunnya konservasi kalsium di ginjal. tetapi bersama makanan lain. Protein juga merupakan faktor yang penting dalam mempengaruhi penurunan massa tulang. Sayangnya fosfor tersebut akan mengubah pengeluaran kalsium melalui tinja. akan tetapi kafein dapat LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 13 . hal ini akan meningkatkan ekskresi kalsium. d.

Alkohol Alkoholi merupakan masalah yang sering ditemukan. disebabkan oleh gangguan absorpi kalsium di usus sehingga menyebabkan hiperparatiroidisme sekunder yang mengakibatkan timbulnya osteoporosis b. e. disertai dengan ekskresi lewat urin yang meningkat. disebabkan oleh defisiensi estrogen akibat menopause. memperbanyak ekskresi kalsium melalui urin maupun tinja. Individu dengan pengguna alkohol mempunyai kecenderungan masukan kalsium rendah. Gaya hidup. Osteoporosis tipe II disebut juga osteoporosis senilis. Beban fisik yang terintegrasi merupakan penentu dari puncak massa tulang. dibagi menjadi dua kelompok yakni : osteoporosis tipe I dan tipe II Osteoporosis tipe I disebut juga osteoporosis pasca menopause. f. 3) Klasifikasi Osteoporosis dibagi menjadi 2 yaitu : a. Mekanisme yang jelas belum diketahui dengan pasti tentang pengguna alkohol. Aktifitas fisik yang kurang dan imobilisasi dengan penurunan penyangga berat badan merupakan stimulus penting bagi resorpsi tulang. Osteoporosis Sekunder LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 14 . Osteoporosis Primer ( involusional ) Yaitu osteoporosis yang tidak diketahui penyebabnya.

Efek tidak langsungnya meliputi estrogen terhadap tulang berhubungan dengan homeostatis kalsium yang meliputi regulasi absorpsi kalsium di usus. Patogenesis dari Osteoporosis tipe I : Pasca menopause terjadi penurunan estrogen yang menyebabkan produksi sitokin seperti IL-1.hipertiroidisme. c. yang apabila aktifitas osteoklas maka akan terjadi meningkatan resorbsi tulang sehingga dapat menyebabkan osteoporosis karena terjadi LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 15 .hiperparatiroidism) dan akibat obat-obatan yang toksik untuk tulang (misalnya glukokortikoid). Yaitu osteoporosis yang diketahui sebabnya. Efek langsung dari estrogen meningkatkan formasi tulang dan menghambat resorpsi tulang oleh esteoklas. modulasi 1. IL-6 dan TNF-α yang meningkatkan kerja osteoklas sehingga menyebabkan aktifitas osteoklas meningkat. dapat disebabkan oleh penyakit- penyakit tulang erosif (misalnya mieloma multiple. Estrogen memiliki efek langsung dan tidak langsung pada tulang. Usia remaja (adolesen) . Pria usia pertengahan. Osteoporosis Idiopatik Idiopatik adalah osteoporosis yang tidak di ketahui penyebabnya dan di temukan pada : usia kanak-kanak juvenile .25 (OH)2D. 4) Patofisiologi Peran estrogen pada tulang : Estrogen merupakan regulator pertumbuhan dan homeostatis tulang yang penting. Jenis ini ditemukan pada kurang lebih 2-3 juta klien. ekskresi Ca di ginjal dan sekresi hormone paratioid.

maka kadar PTH akan meningkat karena tejadi pengaturan kadar ion Ca dalam jaringan sehingga didapatkan peningkatan kadar kalsium dalam serum. Defisiensi kalsium dan vitamin D terjadi karena asupannya berkurang sehingga terjadi hiperparatiroidisme sekunder yang persisten sehingga akan semakin meningkatakan resorpsi tulang dan kehilangan massa tulang. Selain itu juga terjadi penurunan sekresi GH LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 16 . dimana resorpsi tulang meningkat. Selain itu. menopause juga meningkatkan eksresi kalsium di ginjal sehinga terjadi reabsorpsi kalsium di ginjal sehingga timbul keseimbangan negatife kalsium akibat menopause. sedangkan formasi tulang tidak berubah atau menurun. terutama pada decade ke- delapan dan kesembilan kehidupannya terjadi ketidakseimbangan remodeling tulang. Patogenesis Osteoporosis tipe II : Lebih disebabkan oleh usia lanjut. penurunan densitas tulang terutama pada tulang trabekuler.

LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 17 . misalnya fraktur kolum femoris pada osteoporosis. penurunan sekresi estrogen yang menyebabkan terganggunya fungsi oesteoblas dan peningkatan turnover tulang yang memicu terjadinya osteoporosis. dan IGF-1. penurunan aktifitas fisik. 6) Pemeriksaan dan Diagnosis Anamnesis : Anamnesis diperlukan karena keluhan utama dapat langsung mengarah ke pada diagnosis. punggung yang semakin membungkuk. hilangnya tinggi badan dan nyeri punggung. 5) Gejala klinis Penyakit osteoporosis sering disebut sebagai silent disease karena proses kepadatan tulang berkurang secara perlahan (terutama pada penderita osteoporosis senilis) dan berlangsung secara progresif selama bertahun-tahun tanpa kita sadari dan tanpa disertai adanya gejala. Gejala-gejala baru timbul pada tahap osteoporosis lanjut. seperti: patah tulang. yang padat menimbulkan fraktur apabila terjadi trauma ringan.

kalsium urin. nyeri spinal. Pemeriksaan Fisik : Tinggi badan dan berat badan harus diukur pada apsien osteoporosis. Osteoporosis berat <-2. kesemutan dan rasa kebal disekitar mulut.5 (tanpa fraktur) . perbandingan hasil densitas mineral tulang. sering ditemukannya kifosis dorsal atau gibbus dan penurunan tinggi badan Pemeriksaan Biokimia Tulang : Pemeriksaan ini dilakukan prediksi kehilangan massa tulang. ion kalsium. alcohol. merokok. Dual Energy X-Ray Absorptimetry : (DXA) DXA merupakan metode yang paling sering digunakan dalm diagnosis osteoporosis karena mempunyai tingkat akurasi dan presisi yang tinggi. Hasil pengukurannya berupad densitas mineral tulang. Single-Photon Absorptimetry (SPA) : SPA digunakan unsure radioisotope I yang mempunyai energy photon rendah dan digunakan hanya pada LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 18 . Meliputi hitung kalsium total kalsium dalam serum. Sumber energinya bukan dari sinar X tapi enerigi yang dihasilkan dari tabung sinar X. kadar fosfor dalam serum. gaya berjalan. Katagori Diagnostiknya Normal untuk T-score >-1 . pengaruh obat-obtan. evaluasi efektivitas terapi. Osteopenia <-1 . Osteopororsis <-2. kandungan mineral. fosfat urin Pemeriksaan Radiologis : . immobilisasi yang lama.5 (dengan fraktur). prediksi fraktur. .

aplikasi ini dipakai untuk menilai tulang trabekula melalui dua langkah yaitu T2 sumsum tulang dapat digunakan untuk menilai densitas serta kualitas jaringan tulang trabekula dan kedua untuk menilai arsitektur trabekula. Semua wanita. bagian tulang yang mempunyai jaringan lunak yang tidak tebal seperti distal radius dan kalkaneus. terutama jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tubuhnya tidak menyerap kalsium dalam jumlah yang mencukupi. Wanita pasca menopause yang menderita osteoporosis juga bisa mendapatkan estrogen (biasanya bersama dengan progesteron) atau alendronat. . harus mengkonsumsi kalsium dan vitamin D dalam jumlah yang mencukupi. Jika kadar testosteronnya rendah. Bifosfonat juga digunakan untuk mengobati osteoporosis. dipasang supportive LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 19 . Patah tulang karena osteoporosis harus diobati. Pria yang menderita osteoporosis biasanya mendapatkan kalsium dan tambahan vitamin D. bisa diberikan testosteron. 7) Tatalaksana dan pencegahan Tatalaksana : Tujuan pengobatan adalah meningkatkan kepadatan tulang. yang bisa memperlambat atau menghentikan penyakitnya. Patah tulang pergelangan biasanya digips atau diperbaiki dengan pembedahan. Magnetic Resonance Imaging (MRI) : Metode ini mempunyai kelebihan berupa tidak menggunakan radiasi. terutama yang menderita osteoporosis. diberikan obat pereda nyeri. Pada kolaps tulang belakang disertai nyeri punggung yang hebat.

Pencegahan osteoporosis meliputi : . 8) Komplikasi dan prognosis LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 20 . . Mengkonsumsi obat (untuk beberapa orang tertentu) Estrogen membantu mempertahankan kepadatan tulang pada wanita dan sering diminum bersamaan dengan progesteron. Olah raga beban (misalnya berjalan dan menaiki tangga) akan meningkatkan kepadatan tulang. Mempertahankan atau meningkatkan kepadatan tulang dengan mengkonsumsi kalsium yang cukup . Pemberian kalsium dosis tinggi . Melakukan olah raga dengan beban . Terapi sulih estrogen paling efektif dimulai dalam 4-6 tahun setelah menopause. Diet . . masih bisa memperlambat kerapuhan tulang dan mengurangi resiko patah tulang. Pemberian vitamin D dosis tinggi . tetapi jika baru dimulai lebih dari 6 tahun setelah menopause. Pemasangan penyangga tulang belakang (spina brace) untuk mengurangi nyeri punggung. back brace dan dilakukan terapi fisik. Penanganan yang dapat di lakukan pada klien osteoporosis meliputi : .

aktivitas fisik. asupan. Komplikasi : Dapat terjadi fraktur pada penderita. dan pada masa menopause pemenuhan hormone estrogen. nutrisi. LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 21 . karena terjadinya trauma-trauma ringan karena osteoporosis menyebabkan berkurangnya densitas massa tulang. Prognosis : Tergantung dengan tindak pencegahan dini osteoporosis saat masih masa pertumbuhan sesuai pemenuhan kalsium tubuh.

Pencegahan meliputi olahraga dengan beban. makan-makanan bergizi empat sehat lima sempurna. edukasi pada penderita. LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 22 . BAB III PENUTUP Kesimpulan Dari hasil diskusi kelompok kami. pasien skenario diatas mengalami osteoporosis. Osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai oleh penurunan densitas massa tulang dan perburukan mikroarsitektur tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Gejala dari osteoporosis adalah nyeri akut yang berlangsung lama berbulan-bulan kemudian apabila terjadi trauma ringan gampang terjadi fraktur.

Makassar: Bintang Lamumpatue. Hal : 145-150 LBM 2-TULANGKU SAKIT Page 23 .Pp.Pp1-11 Rasjad C. Buku Ajar Patologi II. Buku Ajar Ilmu Bedah. Fraktur vetebrae dalam Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. Sjamsuhidajat. Kumar. 2005. DAFTAR PUSTAKA De Jong. 2005. Hayes. Stanley L. 144-149 Robbins. R. Sendi dan Infeksi.3 jilid 1. Ed. Bone density studies : dual-energy x-ray absorptiometry (DEXA). 2005. 2004. 2005. pp 463-4. Sudoyo S. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.II. Tulang. pp 907-10. et al.WS. Wim. Ed. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Vinay. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. FKUI. Jakarta.