Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) BRONKOPNEUMONIA

Disusun guna memenuhi tugas praktik
profesi keperawatan anak

oleh
KELOMPOK 1A

Anggota:
Myta Kirana D., S.Kep NIM 122311101056
Wanda Yudhi Putra P., S.Kep NIM 092311101056
Anton Suprayogi, S.Kep NIM 112311101055
Ervi Fitri F.,S.Kep NIM 122311101001
Amanda Putri A.,S.Kep NIM 122311101065

PROGRAM PROFESI NERS
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2017

Leaflet G. Standar Kompetensi Setelah diberikan pendidikan kesehatan. C.30 WIB (1x30 menit) Hari/Tgl : Jumat. Landasan Teori : Konstruktivisme c. & Ervi Fitri F. Pokok Bahasan Bronkopneumonia. Membuat keputusan nilai personal 3. 7 Juni 2017 Tempat : Ruang Aster RSD dr. Kompetensi dasar Setelah diberikan pendidikan kesehatan. Memberi komentar 5. Pengorganisasian 1. Jenis model pembelajaran : demonstrasi b. pasien dan keluarganya dapat menerapkan pengetahuannya tentang Bronkopneumonia. Menciptakan suasana yang baik 2. Penanggung jawab : Myta Kirana Dewi 2. Menetapkan tindak lanjut H. Moderator : Anton S. Soebandi Jember A. D. Mengidentifikasi pilihan tindakan 4. Penyaji : Wanda Yudhi & Amanda Putri 3. Landasan Pokok : 1. . Bahan / Alat yang digunakan a. B.00-12. Model Pembelajaran a. pasien dan keluarganya dapat mengetahui Bronkopneumonia. SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Topik/materi : Bronkopneumonia Sasaran : Pasien dan keluarganya Waktu : 11. diharapkan.

1) Menanyakan kepada Memperhatikan keluarga dan audiens lain Memberikan mengenai materi yang baru pertanyaan disampaikan. Mendengarkan 2 menit memperkenalkan diri. dan dan menjawab membuka pendidikan kesehatan. Menjelaskan materi secara umum Memperhatikan dan manfaat pasien dan keluarganya. 2) Mendiskusikan bersama Memperhatikan jawaban yang diberikan. salam 2. Menjelaskan pengertian Memperhatikan 15 menit Bronkopneumonia. Menjelaskan tanda dan gejala dan memberi 1) Menanyakan kepada tanggapan keluarga dan audiens lain Memperhatikan mengenai materi yang baru disampaiakan. Menjelaskan penyebab tanggapan bronkopneumonia. Memperhatikan 3. 2) Mendiskusikan bersama jawaban yang diberikan. Menjelaskan tujuan umum dan tujuan khusus pendidikan kesehatan. Memberikan salam. Proses Kegiatan Tindakan Proses Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Pendahuluan 1. . dan memberi b. Penyajian a. 1) Menanyakan kepada keluarga Memberikan dan audiens lain mengenai pertanyaan materi yang baru disampaiakan.I. Memperhatikan c.

Memperhatikan Memberikan . jawaban 2) Mendiskusikan bersama Memperhatikan jawaban yang diberikan. Menjelaskan pencegahan Memperhatikan bronkopneumina dan memberi 1) Menanyakan kepada tanggapan keluarga dan audiens lain mengenai mengenai materi yang baru pembahasan disampaiakan. Menjelaskan penanganan di pertanyaan rumah 1) Menanyakan kepada keluarga dan audiens lain mengenai materi yang baru Memperhatikan disampaiakan. dan memberi 2) Mendiskusikan bersama tanggapan jawaban yang diberikan. Memberikan pertanyaan d. Menjelaskan faktor yang Memperhatikan mempengaruhi 1) Menanyakan kepada dan memberi keluarga dan audiens lain tanggapan mengenai materi yang baru Memperhatikan disampaiakan. 2) Mendiskusikan bersama jawaban yang diberikan. Memberikan e. 2) Mendiskusikan bersama Memberikan jawaban yang diberikan. pertanyaan c.

pertanyaan Memperhatikan dan memberi tanggapan mengenai pembahasan Penutup 1. Evaluasi Hasil . Mendiskusikan bersama Memberi jawaban dari pertanyaan yang 10 menit komentar dan telah diberikan. Soebandi Jember. 2) Penyelenggaraan pendidikan kesehatan Bronkopneumonia di ruang Aster RSUD dr. Evaluasi Proses 1) Pasien dan Keluarganya antusias terhadap kegiatan yang dilakukan. menjawab pertanyaan 4. Menutup pertemuan dengan Menjawab 3 menit memberi kesimpulan dari materi pertanyaan yang yang disampaikan. b. 3) Pengorganisasian penyelenggaraan kegiatan dilakukan sebelum pelaksanaan. 2) Pasien dan Keluarganya berpartisipasi dalam kegiatan. 3. Menutup pertemuan dan bersama memberikan salam. c. Evaluasi a. diajukan pemateri 2. Evaluasi Struktur 1) Pasien dan keluarganya berada di tempat pertemuan sesuai kontrak. Mengajukan pertanyaan kepada Memberi saran pasien dan keluarganya lain. Memperhatikan dan membalas salam J.

2000 Misbach. Jakarta: Badan Penerbit FKUI Muttaqin. Jakarta : EGC . Patofisiologi. Fransisca B. Arif. Doengoes. Brenda G. EGC. Jakarta: Salemba Medika Smeltzer. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Pernafasan. a) Pengertian b) Penyebab c) Tanda dan gejala d) Faktor yang mempengaruhi e) Pencegahan f) Penanganan di rumah DAFTAR PUSTAKA Batticaca. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Pernafasan. 2000. BUKU AJAR Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8. Edisi 3. 2008. Rencana Asuhan Keperawatan. 2011. Manajemen. Jusuf. Jakarta: Salemba Medika Marilynn E. 2008. 1) Pasien dan Keluarganya dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri terkait penyuluhan bronkopneumonia yaitu meliputi. 2002. Jakarta. Suzanne C dan Bare. Bronkopneumonia.

Juni 2017 Mengetahui. DAN PENDIDIKAN TINGGI RI UNIVERSITAS JEMBER PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN BERITA ACARA Pada hari ini. Soebandi Jember telah dilaksanakan kegiatan Pendidikan Bronkopneumonia oleh Mahasiswa Profesi Ners PSIK Universitas Jember. tanggal 7 Juni 2017 jam s/d WIB bertempat ruang aster RSD dr.Lampiran 1 KEMENTERIAN RISET. Kegiatan ini diikuti oleh orang (daftar hadir terlampir). Kepala Ruang Aster . Jember. TEKNOLOGI.

3 3. Jember. TEKNOLOGI. 15 15. DAN PENDIDIKAN TINGGI RI UNIVERSITAS JEMBER PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN DAFTAR HADIR Kegiatan : Pendidikan Kesehatan Bronkopneumonia Waktu : Pukul WIB – selesai Tempat: Ruang Aster dr. Kepala Ruang Aster . 9 9. 4 4. Juni 2017 Mengetahui. 5 5. 11 11. 7 7. 10 10. 8 8. 14 14.Lampiran 2 KEMENTERIAN RISET. 6 6. 12 12. 2 2. Nama Alamat Tanda Tangan 1 1. 13 13. Soebandi Jember No.

Bronkopneumonia suatu cadangan pada parenkim paru yang meluas sampai bronkioli atau dengan kata lain peradangan yang terjadi pada jaringan paru melalui cara penyebaran langsung melalui saluran pernafasan atau melalui hematogen sampai ke bronkus (Bennete. 2002). yang disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri. . Menurut Misnadiarly (2008) bronkopneumonia juga disebut pneumonia lobularis merupakan peradangan yang terjadi pada percabangan bronkus yang ditandai dengan bercak-bercak pada paru yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Materi MATERI A. jamur. teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi didalam bronchi dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan disekitarnya (smeltzer& suzanne. Bronkopneumonia adalah peradangan pada parenkim paru yang disebabkan oleh bakteri. Menurut Djojodibroto (2009) bronkopneumonia adalah peradangan pada paru yang menyebabkan konsolidasi subsegmental atau konsolidasi lobus yang nampak pada lapang paru bagian bawah. virus. 2013). 2008). Tanda dan Gejala a. virus. ronki. kemudian menjadi hilang b. Bunyi nafas di atas area yang menglami konsolidasi a Mengecil. jamur ataupun benda asing (Hidayat. B.Lampiran 3. Krekels. Nyeri pleuritik b. Kesulitan dan sakit pada saat pernafasan a. Nafas dangkal dan mendengkur c. Takipnea b. Kesimpulan dari pernyataan diatas bronkopneumonia disebut juga pneumonia lobularis yaitu suatu peradangan pada parenkim paru yang menyerang bronkiolus dan juga mengenai alveolus yang sering terjadi pada anak-anak dan balita. Pengertian Bronkopneumoni adalah salah satu jenis pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berbercak.

Batuk kental. Menggigil dan demam 38. Buka jendela rumah setiap hari 6. Bila dahak susah dikeluarkan dengan cara dibatukkan. Berikan kompres hangat pada ketiak dan leher jika anak demam . Anak ditidurkan dengan posisi setengah duduk/diganjal dengan 3 bantal 2. Pencegahan 1. Usahakan agar rumah bagian dalam tersinari matahari 5. Berikan minuman ASI yang cukup 6. segera periksakan ke puskesmas atau dokter terdekat 3. Bujuk agar anak mau makan 5. Cara Menangani Bronkopneumonia di Rumah 1.1°C. Malaise h. Anoreksia g.8 ° C sampai 41. Jika anak menderita flu. c. Bila anak batuk berdahak. Gelisah C. suruh anak mengeluarkan dahaknya dengan cara dibatukkan 3. keluarkan dahak dengan cara tepukan pada punggung 4. delirium e. Rumah harus bebas dari debu 4. Gerakan dada tidak simetris d. Jika anak tersedak minuman segera periksakan ke puskesmas atau klinik setempat D. Cegah anak terkena udara dingin 2. produktif Sputum kuning kehijauan kemudian berubah menjadi kemerahan atau berkarat i. Diafoesis f.