Anda di halaman 1dari 39

Kuliah-1b

Eksploitasi Panas Bumi
(2 SKS)
Definisi & Konsep Dasar Geothermal

Dosen : Ir. Andry Halim, MM
STT MIGAS, Balikpapan
2016

Objective/Sasaran
• Konsep Dasar Geothermal
• Sistem Panas Bumi

Indonesia – ring of fire

Indonesia – ring of fire .

Geothermal .

.

.

Kulit Bumi (Crust) Selubung Bumi (Mantle) Inti Bumi (Core) Inti bumi (core) : 3450 km Kulit bumi  Dibawah daratan : 35 km Dibawah lautan : 5 km Selubung bumi (mantel) : 2900 km .

300 km .200 km) Astenosfer: 200 . Litosfir (kulit bumi dan bagian atas selubung bumi) Astenosfir (bagian tengah selubung bumi) Selubung Bumi (Mantle) Inti Bumi (Core) Litosfir: 80 .

R-bumi = 2890 + 2260 + 1215 = 6365 km .

.

.

PERPINDAHAN PANAS • Secara konduktif • Secara konvektif Permukaan Perpindahan Panas Zona Air Secara Konveksi Perpindahan Panas Secara Konduksi Sumber Panas .

.

.

• Area tidak panas (non-thermal area) Gradien temperatur 10-40oC/km • Area panas (thermal area)  Area semi thermal Gradien temperatur 70-8OoC/km  Area hyperthermal Gradien temperatur .

.

.

TERJADINYA SUMBER ENERGI PANASBUMI DI INDONESIA EURASIAN PLATE PASIFIC PLATE INDO-AUSTRALIAN PLATE .

.

.

.

Geothermal Energy Development Activities in Australia ~ 30 active companies 23 Source AGEG .

9 mPJ • Equivalent to 26.1mPJ 24 .4mPJ • Natural gas 0.9mPJ • Brown coal 0. Geothermal Prospects in Australia • Average temperature at 5 km >150oC • Combined HDR resource: 2.000 years of Australia’s electricity needs (at current base load) • Black coal 0.

SISTIM HIDROTHERMAL • Sistim satu fasa • Sistim Dua fasa • Sistim dominasi air • Sistim dominasi uap .

.

TRACER TEST DI PANASBUMI .

MODEL SISTIM PANASBUMI .

.

Kamojang .

Wairakei .

Rotorua .

& EKSPL . SISTIM PANASBUMI Jenis Reservoir ? Geothermal Resources ? Kedalaman Reservoir ? Recoverable Reserve ? Zona Produksi ? Electricity Potential ? Ketebalan Reservoir ? Kemampuan Produksi Sumur ? Batas Reservoir ? Kinerja reservoir ? Luas Reservoir ? Tekanan dan Temperatur ? Sifat Batuan & Fluida ? KEGIATAN EKSP.

AKIBAT SISTIM PENUJAMAN YANG BERBEDA JAWA SUMATERA reservoir panas bumi umumnya reservoir panas bumi terdapat di lebih dalam dan menempati dalam batuan sedimen dan ditemukan batuan volkanik pada kedalaman yang lebih dangkal Litologi andesit-basaltik Litologi riolitik-andesitik Patahan lokal Patahan regional .

AKIBAT SISTIM PENUJAMAN YANG BERBEDA JAWA SUMATERA • Proses magmatisasi lebih dalam • Proses magmatisasi lebih dangkal • magma yang dihasilkan akan lebih bersifat basa dan lebih cair dengan kandungan gas magmatik yang lebih tinggi erupsi gunung api yang lebih kuat endapan vulkanik yang lebih tebal dan terhampar luas reservoir panas bumi terdapat di dalam batuan sedimen dan ditemukan pada kedalaman yang lebih dangkal reservoir panas bumi umumnya lebih dalam dan menempati Batuan volkanik tipis batuan volkanik .

JAWA SUMATERA • Berkaitan dengan kegiatan • Berkaitan dengan kegiatan vulkanik bersifat andesitis. Litologi andesit-basaltikc Litologi riolitik-andesitik . yang bersifat lebih asam dan lebih kental. gunung api andesitis-riolitis yang basaltis dengan sumber magma disebabkan oleh sumber magma yang lebih cair.

Patahan regional Patahan lokal . AKIBAT SISTIM PENUJAMAN YANG BERBEDA JAWA SUMATERA menghasilkan sesar regional yang memanjang sepanjang Pulau Sumatera sistim panas bumi lebih dikontrol sistim panas buminya lebih oleh sistim patahan regional yang dikontrol oleh sistim pensesaran terkait dengan sistim sesar yang bersifat lokal dan oleh sistim Sumatera depresi kaldera.

QUESTIONS ? .

Sebutkan jenis Geothermal Energy ! 3. Jelaskan secara singkat ! . Sebutkan jenis-jenis Reservoir geothermal yang anda ketahui 2. Apa perbedaan Sistem geothermal di Jawa dan Sumatra. PR-1 1.