Anda di halaman 1dari 31

11

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

A. Tinjauan Pustaka

1. Tinjauan Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa Latin yang merupakan jamak dari kata

“medium” yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar.Media ialah

pembawa pesan yang berasal dari suatu sumber pesan (yang dapat berupa

orang atau benda) kepada penerima pesan. Menurut Sanjaya (2006) menyatakan

bahwa media bukan hanya alat perantara seperti TV, radio, slide, bahan cetakan,

akan tetapi meliputi seseorang sebagai sumber belajar yang dikondisikan untuk

memperoleh pengetahuan dan wawasan, mengubah sikap seseorang serta

menambah keterampilan.

Menurut Arsyad (2011), penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar

mengajar memiliki beberapa manfaat sebagai berikut:

1. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu

bersifat verbalitas (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka)

sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga.

2. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya

indera, misalnya:Objek yang terlalu besar, bisa digantikan dengan gambar

11

12

atau model.Objek yang kecil, dapat dibantu dengan penggunan proyektor atau

gambar.Kejadian atau peristiwa dimasa lalu dapat ditampilkan lagi lewat

rekaman film atau video.

3. Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat

diatasi sikap pasif dan Dalam hal ini media pendidikan berguna

untuk:Menimbulkan motivasi belajar peserta didik , Memungkinkan interaksi

yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan,

memungkinkan anak didik belajar sendiri menurut kemampuan dan minatnya.

4. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih di pahami

oleh peserta didik, dan memungkinkan peserta didik menguasai tujuan

pengajaran lebih baik.

5. Media pembelajaran memberikan informasi/kesamaan dalam pengamatan

kepada peserta didik tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta

memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan

lingkungannya misalnya karyawisata, kunjungan-kunjungan ke museum atau

kebun binatang.

Menurut pendapat dari Sardiman (2007) Media adalah komponen

komunikasi yang berfungsi sebagai perantara/pembawa pesan dari pengirim

ke penerima. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan

untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat menarik

perhatian, minat, pikiran dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk

mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Hal ini juga didukung oleh pendapat

13

Uno (2008) menyatakan bahwa media dalam pembelajaran adalah segala bentuk

alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dari

sumber (guru) ke peserta didik (siswa) yang bertujuan menarik mereka untuk

mengikuti kegiatan pembelajaran. Media selain digunakan untuk menyampaikan

materi pembelajaran dan dapat dimanfaatkan untuk memberikan penguatan

maupun memotivasi di dalam kegiatan belajar mengajar.

Menurut Arsyad (2011) Media merupakan suatu alat yang dapat

digunakan untuk menyampaikan isi suatu materi pelajaran yang disampaikan oleh

guru yang berguna untuk memotivasi belajar peserta didik. Dari beberapa definisi

tentang media pembelajaran diatas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran

merupakan segala komponen dalam lingkungan belajar peserta didik yang

dipergunakan oleh pengajar agar pembelajaran berlangsung lebih efektif.

Sehingga pesan atau informasi dapat berupa pengetahuan, keahlian, skill, ide,

pengalaman dan sebagainya spada saat proses penyampaian informasi dari guru

ke peserta didik dapat berjalan lancar.

Dari beberapa definisi tentang media pembelajaran diatas, dapat

disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan segala komponen dalam

lingkungan belajar peserta didik yang dipergunakan oleh pengajar agar

pembelajaran berlangsung lebih efektif. Sehingga pesan atau informasi dapat

berupa pengetahuan, keahlian, ide, pengalaman dan sebagainya pada saat proses

penyampaian informasi dari guru ke peserta didik dapat berjalan lancar.

Pembelajaran ialah membelajarkan peserta didik menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah. dimana pengajar mentransfer konsep langsung kepada peserta didik. dari makna ini jelas terlihat bahwa pembelajaran merupakan interaksi dua arah dari seorang guru dan peserta didik dimana keduanya terjadi (transfer) yang intens dan menuju kepada target yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam konteks inilah kemudian diperlukan kurikulum atau pengetahuan apa yang diinginkan oleh pelaku pendidikan dan bagaimana cara efektif untuk mendapatkannya. Penyataan tersebut menurut Trianto (2010). yang sepenuhnya tidak dapat dijelaskan. melainkan juga mengarahkan dan . mengajar dilakukan oleh pihak guru dan belajar dilakukan oleh siswa (peserta didik). Peranan guru bukan semata mata memberikan informasi. konsep. Pembelajaran sekedar hanya menyampaikan fakta. pembelajaran secara simpel dapat diartikan sebagai produk interaksi dan pengalaman hidup. dalam makna yang selanjutnya yang lebih kompleks pembelajaran hakikatnya adalah usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan peserta didik (mengarahkan interaksi peserta didik dengan sumber belajar lainnya) dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. dan prinsip kepada peserta didik. Dewasa ini sebagian besar pola pembelajaran masih bersifat konvensional. 14 Pembelajaran merupakan aspek kegiatan yang sangat kompleks. Dalam pandangan ini peserta didik secara pasif menyerap struktur pengetahuan yang diberikan guru atau yang terdapat dalam buku pelajaran.

Selain itu. cepat dan dengan hasil yang akurat. 15 memberikan informasi. Tinjauan Media Power Point Media Power Point adalah alat bantu presentasi. dengan demikian dapat menjadi sumber belajar bagi seorang peserta . Kegiatan pembelajaran yang diprogramkan guru merupakan kegiatan integralistik antara pendidik denganpeserta didik. Sehingga pembaca dapat lebih mudah memahami penjelasan kita melalui visualisasi yang terangkum di dalam slide. 2. filmstrip. Melainkan juga mengarahkan dan memberikan fasilitas agar proses belajar lebih memadai. Media komputer adalah salah satu media interaktif yang memiliki peran utama untuk memproses informasi secara cermat. Dengan Media Power Point diharapakan semua materi yang disampiakan guru bisa diterima oleh peserta didik. biasanya digunakan untuk menjelaskan suatu hal yang dirangkum dan dikemas dalam slide Power Point. Media Power Point memiliki keunggulan/ kelebihan Power Point yaitu salah satu fitur menyediakan kemampuan untuk membuat presentasi yang meliputi musik yang memainkan seluruh presentasi atau efek suara untuk slide tertentu. dan kaset video) dan komputer. televisi. Hamalik (2008) menyebutkan bahwa jenis teknologi yang digunakan dalam pengajaran terdiri dari media audiovisual (film. Sebagai sebuah media pembelajaran komputer dapat membangkitkan minat dan perhatian peserta didik terhadap mata pelajaran tertentu. komputer sendiri dapat berfungsi sebagai salah satu sumber informasi.

cepat rusak. kurang dukungan dari pimpinan dan lain sebagainya. 16 didik beberapa bagian utama dalam pembelajaran yang menggunakan media komputer. Daryanto (2006:31) mengatakan stand aloneadalah pola penyajian MicrosoftOffice Power Point yang dirancang khusus untuk pembelajaran individual yang bersifat interaktif. Setiap sekolah memiliki fasilitas berbeda. keterbatasan dana. peserta didik dapat belajar sesuai dengan kemampuannya sehingga penggunaan MicrosoftOffice Power Point dengan pola penyajian stand alone diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. seorang guru dapat mempresentasikan materi ajar kepada peserta didik bisa lebih mudah dalam mentransformasikan ilmunya melalui presentasi yang diberikan oleh seorang guru kepada anak didiknya di kelas. Keterbatasan akan adanya media seperti perangkat presentasi yang diperlukan sebagai alat yang mampu menampilkan informasi yang terdapat pada MicrosoftOffice Power Point dapat diatasi dengan menggunakan pola penyajian stand alone. Setiap peserta didik dapat mempelajari materi pelajaran secara individual. Disamping memudahkan seorang guru . Dengan bantuan media powerpoint. Keterbatasan akan media tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu sulitnya memperoleh media yang sesuai dengan materi yang sedang diajarkan kepada peserta didik. Ketersedian media yang dapat menunjang proses belajar mengajar antara sekolah yang satu dengan sekolah lain berbeda.

presentasi elektronika. movie. Power Point merupakan program untuk membantu mempresentasikan dan menampilkan presentasi dalam bentuk tulisan. Menurut Sanaky(2009). biasanya digunakan untuk menjelaskan suatu hal yang dirangkum dan dikemas dalam slide Power Point. Menurut Jelita (2010) Microsoft Power Point adalah suatu software yang akan membantu dalam menyusun sebuah presentasi yang efektif. gambar. Media Power Point bisa membantu sebuah gagasan menjadi lebih menarik dan jelas tujuannya jika dipresentasikan karena Media Power Point akan membantu dalam pembuatan slide. Kelebihan microsoft powerpoint antara lain: Keunggulan/ kelebihan power point yaitu salah satu fitur menyediakan kemampuan untuk membuat presentasi yang meliputi musik yang memainkan seluruh presentasi atau efek suara untuk slide tertentu. Power Point adalah alat bantu presentasi. clipart. menampilkan slide yang dinamis. Selain kemampuan untuk menambahkan file . Microsoft powerpoint memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan adalah sebagai berikut: 1. dan juga mudah. outline presentasi. atau video yang dimainkan pada saat presentasi (Purnomo. Sehingga pembaca dapat lebih mudah memahami penjelasan kita melalui visualisasi yang terangkum di dalam slide. termasuk clipart yang menarik. 17 menguasai kelas dan membantu anak-anak didik untuk tetap fokus dengan apa yang diterangkan oleh seorang guru. yang semuanya itu mudah ditampilkan di layar monitor komputer. grafik. suara. profesional. objek. 2010).

Pengadaannya mahal dan tidak semua sekolah dapat memiliki 2. Memerlukan persiapan yang matang. presentasi dapat dirancang untuk berjalan. 18 suara. Memberikan kemungkinan tatap muka dan mengamati respons peserta didik. 3. Membutuhkan keterampilan khusus untuk menuangkan pesan atau ide- ide yang baik pada desain program komputer microsoft powerpoint sehingga mudah dicerna oleh penerima pesan 4. Microsoft juga menawarkan kemampuan untuk menyiarkan presentasi untuk pengguna tertentu melalui link dan Windows Live. Praktis. Memiliki variasi teknik penyajian yang menarik dan tidak membosankan 4. bila menggunakan teknik-teknik penyajian (animasi) yang kompleks. animasi dan suara sehingga membuat siswa lebih tertarik 5. warna. . sendiri. PowerPoint memungkinkan pengguna untuk merekam slide show dengan narasi dan laser pointer. picture. 1. Pengguna dapat menyesuaikan tampilan slide untuk menampilkan slide dalam urutan yang berbeda dari awalnya dirancang dan memiliki slide muncul beberapa kali. dapat dipergunakan untuk semua ukuran kelas 2. seperti film. Dan kelebihan yang lain dari power pointadalah sebagai berikut. Dapat menyajikan berbagai kombinasi clipart. Dapat dipergunakan berulang-ulang Kelemahan power point diantaranya adalah: 1. Tidak semua materi dapat disajikan dengan menggunakan powerpoint 3.

Tinjauan Minat Belajar Minat adalah kecenderungan jiwa yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas atau kegiatan (Slameto. Begitu juga dengan media powerpoint juga memiliki kelebihan dan kelemahan. Salah satu kelemahan media powerpoint adalah tidak semua materi pembelajaran dapat disajikan dengan menggunakan media powerpoint. yang dirasa atau tidak dirasakan atau keinginan hal tertentu. Minat dapat diartikan kecenderungan untuk . dan kemampuan (konatif) untuk mencapai suatu objek. Tetapi disisi lain media powerpoint memiliki kelebihan peserta didik menjadi tertarik dan termotivasi dalam kegiatan pembelajaran. emosional) yang didalamnya terdapat elemen- elemen efektif (emosi) yang kuat. Minat juga berkaitan dengan kepribadian. 3. minat merupakan kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu yang timbul karena kebutuhan. Jadi pada minat terdapat unsur-unsur pengenalan (kognitif). 1995). minat merupakan moment-moment dari kecenderungan jiwa yang terarah secara intensif kepada suatu obyek yang dianggap paling efektif (perasaan. Menurut Kartono (1995). 1985) Menurut Hardjana (1994). emosi (afektif). Seseorang yang berminat terhadap suatu aktivitas dan memperhatikan itu secara konsisten dengan rasa senang. seseorang suatu soal atau suatu situasi yang bersangkutan dengan diri pribadi (Buchori. 19 Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa masing- masing media mempunyai kelemahan dan kelebihan.

Minat dapat menjadi sebab sesuatu kegiatan dan sebagai hasil dari keikutsertaan dalam suatu kegiatan. Dengan demikian. Proses belajar akan berjalan lancar bila disertai minat. tertarik. Minat berhubungan erat dengan motivasi. 1994). begitu juga minat. Karena itu minat belajar adalah kecenderungan hati untuk belajar untuk mendapatkan informasi. pengetahuan. 1994). sehingga tepatlah bila minat merupakan alat motivasi. peserta didik yang berminat terhadap biologi akan mempelajari biologi dengan sungguh-sungguh seperti rajin belajar. Motivasi muncul karena adanya kebutuhan. Minat berarti sibuk. Minat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. merasa senang mengikuti penyajian pelajaran biologi. kecakapan melalui usaha. Menurut Gie (1998). minat belajar adalah keterlibatan sepenuhnya seorang peserta didik dengan segenap kegiatan pikiran secara penuh perhatian untuk memperoleh pengetahuan dan mencapai pemahaman tentang pengetahuan ilmiah yang dituntutnya di sekolah. peserta didik akan mudah menghafal pelajaran yang menarik minatnya. dan bahkan dapat menemukan kesulitan–kesulitan dalam belajar menyelesaikan soal- soal latihan dan praktikum karena adanya daya tarik yang diperoleh dengan mempelajari biologi. pengajaran atau pengalaman (Hardjana. 20 dapat tertarik atau terdorong untuk memperhatikan seseorang sesuatu barang atau kegiatan dalam bidang-bidang tertentu (Lockmono. . atau terlihat sepenuhnya dengan sesuatu kegiatan karena menyadari pentingnya kegiatan itu.

Minat melahirkan perhatian yang serta merta. 1994). Minat merupakan salah satu faktor pokok untuk meraih sukses dalam studi. 1998). 21 Oleh karena itu. orang lain tidak bisa . Itu berarti bahwa minat sebagai suatu aspek kejiwaan melahirkan daya tarik tersendiri untuk memperhatikan suatu obyek tertentu. Penelitian-penelitian di Amerika Serikat mengenai salah satu sebab utama dari kegagalan studi para pelajar menunjukkan bahwa penyebabnya adalah kekurangan minat (Gie. bahkan dapat melahirkan sikap penolakan kepada guru (Slameto. 2. guru perlu membangkitkan minat peserta didik agar pelajaran yang diberikan mudah dimengerti (Hasnawiyah. Menurut Gie (1998). arti penting minat dalam kaitannya dengan pelaksanaan studi adalah 1. 3. Minat memudahnya terciptanya konsentrasi. Minat memperkuat melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan. minat merupakan landasan bagi konsentrasi. Minat melahirkan perhatian spontan yang memungkinkan terciptanya konsentrasi untuk waktu yang lama dengan demikian. 1995). Minat bersifat sangat pribadi. 5. Minat mencegah gangguan dari luar 4.Berdasarkan hasil penelitian psikologi menunjukkan bahwa kurangnya minat belajar dapat mengakibatkan kurangnya rasa ketertarikan pada suatu bidang tertentu. Kondisi kejiwaan sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Minat memperkecil kebosanan belajar belajar dalam diri sendiri.

Kalau seorang peserta didik mempunyai minat pada pelajaran tertentu dia akan memperhatikannya.1995). bila seseorang menaruh perhatian secara kontinyu baik secara sadar maupun tidak pada objek tertentu. Demikian juga dengan peserta didik yang tidak menaruh perhatian yang pada mata pelajaran yang diajarkan. Minat tidak dibawa sejak lahir melainkan diperoleh kemudian. tidak dapat memelihara dan mengembangkan minat itu. dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Sebaliknya. Namun sebaliknya jika peserta didik tidak berminat. biasanya dapat membangkitkan minat pada objek tersebut. 1995). peserta didik yang memiliki minat terhadap subjek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar.Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya. Seseorang yang menaruh minat pada mata pelajaran tertentu. 22 menumbuhkannya dalam diri peserta didik. Minat . Hal ini tentu mempengaruhi hasil belajarnya (Kartono. biasanya cenderung untuk memperhatikan mata pelajaran tersebut. serta tidak mungkin berminat terhadap sesuatu hal sebagai wakil dari masing-masing peserta didik (Gie. Minat dan perhatian dalam belajar mempunyai hubungan yang erat sekali. maka perhatian pada mata pelajaran yang sedang diajarkan biasanya dia malas untuk mengerjakannya. maka sukarlah diharapkan peserta didik tersebut dapat belajar dengan baik. Minat terhadap sesuatu dipelajari sejak lahir melainkan diperoleh kemudian.

23 terhadap sesuatu dipelajari dan mempengaruhi belajar selanjutnya serta mempengaruhi penerimaan minat baru. utamanya dengan yang berkaitan dengan bidang studi biologi.Mengembangkan minat terhadap sesuatu pada dasarnya adalah membantu peserta didik melihat bagaimana hubungan antara materi yang diharapkan untuk dipelajarinya dengan dirinya sendiri sebagai individu. Minat belajar dapat diingatkan melalui latihan konsentrasi. . Karena itu minat sifatnya berubah-ubah dan sangat tergantung pada individunya. Proses ini berarti menunjukkan pada peserta didik bagaimana pengetahuan atau kecakapan tertentu mempengaruhi dirinya. Jadi minat terhadap sesuatu merupakan hasil belajar dan menyokong belajar selanjutnya walaupun minat terhadap sesuatu hal tidak merupakan hal yang hakiki untuk dapat mempelajari hal tersebut.Dengan demikian perlu adanya usaha-usaha atau pemikiran yang dapat memberikan solusi terhadap peningkatan minat belajar peserta didik. melainkan kondisi yang terbentuk setelah dipengaruhi oleh lingkungan. memuaskan kebutuhan-kebutuhannya. Konsentrasi merupakan aktivitas jiwa untuk memperhatikan suatu objek secara mendalam. Bila peserta didik menyadari bahwa belajar merupakan suatu alat untuk mencapai beberapa tujuan yang dianggapnya penting dan bila peserta didik melihat bahwa dari hasil dari pengalaman belajarnya akan membawa kemajuan pada dirinya. melayani tujuan- tujuannya. Minat sebagai aspek kewajiban bukan aspek bawaan. kemungkinan besar peserta didik akan berminat dan bermotivasi untuk mempelajarinya.

Penyajian materi yang dirancang secara sistematis. 2. Kondisi tersebut amat penting sehingga konsentrasi yang baik akan melahirkan sikap pemusatan perhatian yang tinggi terhadap objek yang sedang dipelajari. kepuasan. demikian pula sebaliknya merupakan kondisi psikologis yang sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar di sekolah.1995). Memepertahankan cita-cita dan aspirasi peserta didik. Faktor luar tersebut dapat berupa kelengkapan sarana dan prasarana. . lebih praktis dan penyajiannya lebih berserni. 24 Dapat dikatakan bahwa konsentrasi itu muncul jika seseorang menaruh minat pada suatu objek. pergaulan dengan orang tua dan persepsi masyarakat terhadap suatu objek serta latar belakang sosial budaya (Slameto. Minat sebagai salah satu aspek psikologis dipengaruhi oleh beberapa faktor. Meningkatkan kondisi fisik peserta didik. Menurut Slameto (1995). minat dipengaruhi oleh cita-cita. 5. Memberikan rangsangan kepada peserta didik agar menaruh perhatian yang tinggi terhadap bidang studi yang sedang diajarkan. Sedangkan bila dilihat dari faktor luarnya minat sifatnya tidak menetap melainkan dapat berubah sesuai dengan kondisi lingkungan. Dilihat dari dalam diri peserta didik. Mengembangkan kebiasaan yang teratur 4. bakat dan kebiasaan. 3. baik yang sifatnya dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal). faktor-faktor yang berpengaruh di atas dapat diatasi oleh guru di sekolah dengan cara: 1. kebutuhan.

ahli dalam salah satu ilmu. Suatu hasrat untuk memperoleh nilai-nilai yang lebih baik dalam semua mata pelajaran. mengemukakan 5 butir motif yang penting yang dapat dijadikan alasan untuk mendorong tumbuhnya minat belajar dalam diri seorang peserta didik yiatu : 1. 1994). Loekmono (1994). . Dengan demikian minat belajar tidak perlu berangkat dari nilai atau motivasi yang muluk-muluk. memenuhi rasa ingin tahu mendapatkan gelar atau memperoleh pekerjaan. Misalnya belajar agar lulus ujian. Minat berkaitan dengan nilai-nilai tertentu. minat belajar harus ditumbuhkan sendiri oleh masing-masing peserta didik. Pihak lainnya hanya memperkuat dan menumbuhkan minat atau untuk memelihara minat yang telah dimiliki seseorang (Loekmono. menjadi juara. Oleh karena itu. Minat belajar membentuk sikap akademik tertentu yang bersifat sangat pribadi pada setiap peserta didik. 25 6. Oleh karena itu. Suatu dorongan batin untuk memuaskan rasa ingin tahu dalam satu atau lain bidang studi. 1994). Menyediakan sarana penunjang yang memadai. Bila minat belajar didapatkan pada gilirannya akan menumbuhkan konsentrasi atau kesungguhan dalam belajar (Sudarmono. merenungkan nilai-nilai dalam aktivitas belajar sangat berguna untuk membangkitkan minat. 2.

1994). Melatih kebebasan emosi selama belajar. 3. 4. Tinjauan aktivitas belajar Aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun mental. 5. yaitu : 1. Merencanakan aktivitas belajar dan mengikuti rencana itu. Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana (2010:24) menjelaskan bahwa aktivitas belajar dapat memberikan nilai tambah (added value) bagi peserta didik.berarti anak itu tidak berfikir (Sardiman. Dapatkan kepuasan setelah menyelesaikan jadwal belajar. 5. 2. Mengenai unsur-unsur permainan dalam aktivitas belajar. Pastikan tujuan belajar saat itu misalnya. Mengarahkan perhatian pada tujuan yang hendak dicapai. 4. 7. Hasrat siswa untuk meningkatkan siswa dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi. Lebih lanjut lagi piaget menerangkan dalam buku Sardiman bahwa jika seorang anak berfikir tanpa berbuat sesuatu. 4.2011:100). guru atau teman-teman. Bersikaplah positif di dalam menghadapi kegiatan belajar. Dalam proses belajar kedua aktivitas itu harus saling berkaitan. menyelesaikan PR atau laporan. berupa hal-hal berikut ini: . 6. Beberapa langkah untuk menimbulkan minat belajar menurut (Sudarnono. 26 3. Hasrat siswa untuk menerima pujian dari orang tua. Gambaran diri dimasa mendatang untuk meraih sukses dalam suatu bidang khusus tertentu.

hal ini juga akan mempengaruhi hasil belajar peserta didik di sekolah. Peserta didik belajar dengan menurut minat dan kemampuannya. sejalan dan serasi dengan kehidupan di masyarakat di sekitarnya. 6. Dari pemaparan diatas menunjukkan bahwa aktivitas di sekolah cukup kompleks dan bervariasi. Peserta didik mencari pengalaman dan langsung mengalami sendiri. Menumbuh kembangkan sikap disiplin dan suasana belajar yang demokratis di kalangan peserta didik. 4. yang dapat memberikan dampak terhadap pembentukan pribadi yang integral. Pembelajaran dilaksanakan secara konkret sehingga dapat menumbuh kembangkan pemahaman dan berfikir kritis serta menghindarkan terjadinya verbalisme. Diedrich yang dikutip dalam Nanang hanafiah dan Cucu suhana (2010:24) menyatakan. 27 1. 5. 3. 2. Menurut Paul B. pastilah sekolah-sekolah akan lebih dinamis. Jika kegiatan-kegiatan tersebut dapat tercipta di sekolah. tidak membosankan dan benar-benar menjadi pusat aktivitas belajar yang maksimal. Menumbuh kembangkan sikap kooperatif dikalangan peserta didik sehingga sekolah menjadi hidup. Aktivitas belajar dibagi ke dalam delapan kelompok. yaitu sebagai berikut: . Peserta didik memiliki kesadaran (awareness) untuk belajar sebagai wujud adanya motivasi internal untuk belajar sejati.

yaitu minat. merasa bosan dan gugup. membedakan. Kegiatan-kegiatan motorik (motor activities). membuat outline atau rangkuman. yaitu menulis cerita. dan membuat keputusan. 28 1. memecahkan masalah. yaitu melakukan percobaan. 8. tenang. memeriksa karangan. 7. menghubungkan suatu kejadian mengajukan pertanyaan. 2. pameran dan mengamati orang lain bekerja atau bermain. Kegiatan-kegiatan visual (visual activities). mengamati eksperimen. dan mengerjakan tes serta mengisi angket. 6. Kegiatan-kegiatan emosional (emotional activities). Kegiatan-kegiatan lisan (oral activities). 4. Kegiatan-kegiatan mental (mental activities). diagram. Kegiatan-kegiatan menulis (writing activities). yaitu mengemukakan suatu fakta atau prinsip. yaitu membaca. Kegiatan-kegiatan mendengarkan ( listening activities). yaitu mendengarkan penyajian bahan. membuat grafik. melihat hubungan-hubungan. atau mendengarkan radio. berwawancara diskusi dan interupsi 3. menyelenggarakan permainan. melihat gambar- gambar. 5. peta dan pola. menulis laporan. yaitu menggambar. melaksanakan pameran. menganalisa faktor-faktor. mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok. demonstrasi. bahan-bahan copy. yaitu merenungkan mengingat. memilih alat-alat. mengemukakan pendapat. berani. memberi saran. serta menari dan berkebun. membuat model. . Kegiatan-kegiatan menggambar (drawing activities).

Lebih lanjut dapat dijelaskan indikator keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran adalah : 1. 3. Peserta didik lebih banyak mengajukan pendapat terhadap informasi yang disampaikan oleh guru atau Peserta didik lain. Peserta didik banyak mengajukan pertanyaan baik kepada guru maupun kepada Peserta didik lainnya. mencatat. 4. 5. Peserta didik membuat kesimpulan pelajaran dengan bahasanya sendiri. Peserta didik memanfaatkan sumber belajar atau lingkungan belajar yang ada disekitarnya secara optimal. . Peserta didik berkesempatan melakukan penilaian sendiri terhadap hasil pekerjaannya. 7. oral. Peserta didik memberikan respon yang nyata terhadap stimulus belajar yang dilakukan guru. bergerak. Peserta didik tidak hanya menerima informasi tetapi lebih banyak mencari dan memberikan informasi. 2. mendengarkan. mental dan aktivitas emosional. 29 Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas yang terdiri dari aktivitas jasmani dan rohani menyangkut aktivitas atau kegiatan siswa dalam belajar sebagaimana kegiatan siswa pada umumnya. menggambar. sekaligus memperbiki dan menyempurnakan hasil pekerjaan yang belum sempurna. yaitu aktivitas visual. 6.

Membuat ikhtisar atau ringkasan 7. 30 Dapat disimpulkan indikator keaktifan peserta didik yang dikemukakan oleh Sudjana meliputi peserta didik lebih banyak mencari informasi tentang pelajaran. Mengamati tabel-tabel. Memandang 3. menurut Ngalim Purwanto terdiri atas dua bagian. Menyusun paper atau kertas keja 9. Bertolak dari beberapa teori tentang aktivitas di atas. Latihan atau praktek. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas pada diri seseorang. dan bagan-bagan 8. memecahkan permasalahan sendiri serta membuat ringkasan pelajaran dengan bahasa sendiri yang dipahaminya.maka dapat dikemukakan aktivitas belajar mencakup beberapa aspek yaitu : 1. Mendengarkan 2. dan mencicipi/mengecap 4. Secara rinci kedua faktor tersebut akan dijelaskan sebagai berikut: . Menulis atau mencatat 5. Mengingat 10. membau. Berfikir 11. Membaca 6. Meraba. diagram. yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

bakat dan motif. Fisik yang sehat akan mempengaruhi seluruh jaringan tubuh sehingga aktivitas belajar tidak rendah. Oleh karena itu agar seseorang dapat belajar dengan baik maka harus mengusahakan kesehatan dirinya. kurang bersemangat. b) Aspek Psikhis (Psikologi) Menurut Sardiman A. tanggapan. Secara rinci faktor-faktor tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : (1) Perhatian Perhatian adalah keaktipan jiwa yang diarahkan kepada sesuatu obyek. fantasi. sedikitnya ada delapan faktor psikologis yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan aktivitas belajar. Keadaan sakit pada pisik/tubuh mengakibatkan cepat lemah. ingatan. baik aspek fisiologis (fisik) maupun aspek psikologis (psikhis). baik didalam maupun di luar dirinya. berfikir.M. mudah pusing dan sebagainya. Makin sempurna perhatian yang menyertai aktivitas maka akan semakin sukseslah aktivitas belajar itu. Oleh karena itu. pengamatan. Faktor-faktor itu adalah perhatian. guru seharusnya selalu . a) Aspek Fisik (Fisiologis) Orang yang belajar membutuhkan fisik yang sehat. Faktor Internal Faktor internal adalah seluruh aspek yang terdapat dalam diri individu yang belajar. 31 1.

Jadi. Karena fungsi pengamatan sangat sentral. dan hanya tinggal kesan-kesannya saja. (4) Fantasi Fantasi adalah sebagai kemampuan jiwa untuk membentuk membentuk tanggapan- tanggapan atau bayangan-bayangan baru. (2) Pengamatan Pengamatan adalah cara mengenal duia riil. 2008:45) (3) Tanggapan Tanggapan adalah gambaran ingatan dari pengamatan. maka alat- alat pengamatan yaitu panca indera perlu mendapatkan perhatian yang optimal dari pendidik. sebab tidak berfungsinya panca indera akan berakibat terhadap jalannya usaha pendidikan pada anak didik. dalam mana obyek yang telah diamati tidak lagi berada dalam ruang dan waktu pengamatan. jika prosese pengamatan sudah berhenti. baik dirinya sendiri maupun lingkungan dengan segenap panca indera. keadaan- keadaan yang akan mendatang. maka dalam belajar akan . Dengan kekuatan fantasi manusia dapat melepaskan diri dari keadaan yang dihadapinya dan menjangkau ke depan. Dengan pantasi ini. Panca indera dibutuhkan dalam melakukan aktivitas belajar (Sardiman. 32 berusaha untuk menarik perhatian anak didiknya agar aktivitas belajar mereka turut berhasil.

Hal ini dekat dengan persoalan intelegensia yang merupakan struktur mental yang melahirkan :kemampuan” untuk memahami sesuatu. ialah : menerima kesan-kesan. (7) Berfikir Berfikir adalah merupakan aktivitas mental untuk dapat merumuskan pengertian. mensintesis dan menarik kesimpulan. (6) Bakat Bakat adalah salah satu kemampuan manusia untuk melakukan suatu kegiatan dan sudah ada sejak manusia itu ada. dan mereproduksikan. Jadi ada tiga unsur dalam perbuatan ingatan. Dengan adanya kemampuan untuk mengingat pada manusia ini berarti ada suatu indikasi bahwa manusia mampu untuk menyimpan dan menimbulkan kembali dari sesuatu yang pernah dialami. capacity dan aptitude (Sardiman. menyimpan dan memproduksi kesan-kesan. 33 memiliki wawasan yang lebih longgar karena dididik untuk memahami diri atau pihak lain. . (5) Ingatan Ingatan (memori) ialah kekuatan jiwa untuk menerima. 2008:46). menyimpan. Kemampuan itu menyangkut: achievement.

Apabila aktivitas belajar itu didorong oleh suatu motif dari dalam diri siswa. keadaan ekonomi. Faktor Eksternal Menurut Ngalim Purwanto. b) guru dan cara mengajar . 34 (8) Motif Motif adalah keadaan dalam pribadi orang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan. suasana di lingkungan keluarga. cara orang tua mendidik. 1. Pengaruh pendidikan di lingkungan keluarga. pengertian orang tua terhadap pendidikan anak dan hal-hal laainnya di dalam keluarga turut memberikan karakteristik tertentu dan mengakibatkan aktif dan pasifnya anak dalam mengikuti kegiatan tertentu. faktor eksternal yang mempengaruhi aktivitas belajar seseorang adalah sebagai berikut : a) keadaan keluarga Seseorang sebagai peserta didik di lembaga formal (sekolah) sebelumnya telah mendapatkan pendidikan di lingkungan keluarga. maka keberhasilan belajar itu akan mudah diraih dalam waktu yang relative tidak cukup lama. hubungan antar anaggota keluarga. Di keluargalah setiap orang pertama kali mendapatkan pendidikan.

d) motivasi sosial Dalam proses pendidikan timbul kondisi-kondisi yang di luar tanggung jawab sekolah. c) alat-alat pelajaran Sekolah yang cukup memiliki alat-alat dan perlengkapan yang diperlukan untuk belajar ditambah dengan cara mengajar yang baik dari guru-gurunya. Oleh karena itu corak hidup suatu lingkungan masyarakat tertentu dapat mendorong seseorang untuk aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar atau sebaliknya. dimana dalam lingkungan ini peserta didik mengikuti kegiatan belajar mengajar. e) lingkungan dan kesempatan . seperti bagaimana guru menyampaikan materi. tetapi berkaitan erat dengan corak kehidupan lingkungan masyarakat atau bersumber pada lingkungan alam. pergaulan dengan temannya dan lain-lain turut mempengaruhi tinggi rendahnya kadar aktivitas peserta didik dalam proses belajar mengajar. 35 Lingkungan sekolah. akan mempermudah dan mempercepat belajar anak-anak. dengan segala unsur yang terlibat di dalamnya. metode. kecakapan guru dalam menggunakan alat-alat itu.

Demikian pula hasil belajar dapat diartikan sebagai hasil pengungkapan belajar yang meliputi ranah cipta (kognitif). dan evaluasi. meliputi analisis. Hasil belajar merupakan suatu hal yang sangat penting artinya dari proses pembelajaran karena merupakan indikator keberhasilan belajar. pemahaman. sehingga memerlukan kendaraan yang cukup lama yang pada akhirnya dapat melelahkan peserta didik itu sendiri. dan ranah karsa (psikomotor) (Hamalik. misalnya jarak antara rumah dan sekolah yang terlalu jauh. pemahaman. aplikasi. sintesis. dan evaluasi. kesempatan yang disebabkan oleh sibuknya pekerjaan setiap hari. 2005). ranah rasa (afektif). Faktor lingkungan dan kesempatan ini lebih-lebih lagi berlaku bagi cara belajar pada orang-orang dewasa. Hasil belajar kognitif menurut Bloom (1979) dapat dibedakan atas enam ranah yaitu: pengetahuan. Membagi tingkah laku kognitif menjadi dua yaitu: (1) kognitif rendah. yang meliputi pengetahuan. 36 Lingkungan. . dimana peserta didik tinggal akan mempengaruhi perkembangan belajar peserta didik. aplikasi (2) kognitif tinggi. analisis. yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran atau penilaian. 5. sintesis. Selain itu. pengaruh lingkungan yang buruk dan negatif serta faktor-faktor lain terjadi di luar kemampuannya. Tinjauan Hasil Belajar Hasil belajar adalah hasil pelajaran yang diperoleh dari kegiatan belajar di sekolah atau di perguruan tinggi.

dan pembelajaran dan tugas rumah (Slameto. menerapkan. dan mencipta. meringkas (summarizing). menganalisis. memahami. evaluasi. 37 Selanjutnya dalam perkembangannya. 1. . Memahami (understand) Ranah ini meliputi aktivitas kognitif : menginterpretasi (interpreting). Menerapkan (apply) Ranah ini meliputi aktivitas kognitif: melakukan (executing). Mengingat (remember) Ranah ini meliputi aktivitas kognitif: mengetahui (recognizing). Hasil belajar ranah kognitif menurut Bloom yang direvisi oleh Anderson dan Krathwohl seperti yang dipaparkan di atas meliputi : mengingat. aplikasi. 2001). Prosedur tertulis dipakai untuk mengukur hasil belajar yang sifatnya kognitif dan afektif. pengukuran secara tertulis.menunjukkan (exemplifying). membandingkan (comparing). 2003). sub-sub ranah kognitif menurut Bloom itu direvisi menjadi mengingat. dan menyebutkan (recalling). menginferensi (inferring). secara lisan dan melalui observasi. mengklasifikasikan (classifying). 2. dan mencipta (Anderson & Krathwohl. mengevaluasi. Ada beberapa prosedur pengukuran hasil belajar. pemahaman. dan menjelaskan (explaining). Dalam pembelajaran biologi prosedur yang banyak digunakan adalah prosedur tertulis dan prosedur observasi. Secara singkat dideskripsikan pada masing-msing ranah sebagai berikut. analisis. 3.

Hal ini tentunya akan berdampak pada rendahnya hasil .atas dasar masalah tersebut penulis berusaha mencari penyebab dan solusi agar tidak terjadi lagi proses – proses yang menghambat bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang di dunia pendidikan.jurnal ilmiah . Penelitian Terdahulu Penelitian ini dilakukan karena timbulnya sebuah masalah dalam proses belajar mengajar yang menjadi penyebab kurangnya minat. maupun thesis pendidikan dan dijadikan sebagai bahan referensi untuk melakukan penelitian ilmiah. Kerangka Pikir Media pembelajaran yang biasa digunakan guru sangat beragam dan bervariasi. Akan tetapi hanya sebagian kecil guru yang mau dan mampu menggunakan media pembelajaran yang tersedia. B. Kegiatan belajar mengajar kurang efektif apabila didalamnya tidak dibarengi dengan adanya media sebagai pendukug proses kegiatan tersebut. Karena media pembelajaran merupakan alat untuk menyampaikan materi-materi kepada siswa dan mempermudah dalam proses pembelajaran. 38 sedangkan prosedur observasi digunakan untuk mengukur hasil belajar yang sifatnya psikomotor. 6. Oleh karena itu penulis berusaha mencari sumber – sumber penelitian terdahulu yang disadur dari artikel –artikel pendidikan . aktivitas dan hasil belajar peserta didik khususnya di sekolah menengah atas negeri 19 Bulukumba.

terutama bagi siswa yang memiliki kemampuan rendah. Salah satu media pembelajaran yang efektif digunakan adalah media pembelajaran Microsoft office power point. Media power point diartikan sebagai suatu media yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (message). dan melalui penggunaan struktur penghargaan aktivitas belajar siswa.hasil belajar peserta didik juga dapat ditingkatkan jika minat dan aktivitas belajar peserta didik sudah terlaksana. Pembelajaran dengan media pembelajaran power point akan memberi peluang kepada siswa untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki bukan saja kemampuan atau keterampilan akademik tetapi juga keterampilan lain seperti pengembangan keterampilan sosial. 39 belajar atau prestasi akademik siswa. Penggunaan media pembelajaran yang tepat diharapkan mampu mengoptimalisasi prestasi akademik peserta didik. Bentuk-bentuk media digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar agar menjadi lebih konkret. Dalam usaha menumbuhkan minat dan aktivitas belajar dalam proses pembelajaran biologi maka guru seharusnya lebih kreatif dalam memanfaatkan media pengajaran yang ada. perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar. keterampilan mendengarkan dan mengamati serta penerimaan perbedaan yang berlatar belakang dan kondisi berbeda untuk saling bergantung satu sama lain atas tugas- tugas bersama. merangsang pikiran. Pengajaran menggunakan power point tidak hanya sekedar . perasaan.

aktivitas. 40 menggunakan kata-kata (simbol verbal). dan hasil belajar peserta didik Salah satu alternatif solusi dengan penggunaan media power point Penggunaan media power point pada materi sistem pencernaan makananyang diharapakan dapat meningkatkan minat Aktivitas Hasil belajar belajar belajar peserta peserta peserta didik didik didik Gambar 2.1 meningkat Bagan Kerangka Pikir Penelitian . Pembelajaran dengan power point merupakan proses pembelajaran di mana penyampaian materi. Secara skematis kerangka berpikir yang telah dipaparkan tersebut di atas dituangkan dalam bentuk bagan sebagai berikut : Ada masalah dalam pembelajaran biologi di SMA Negeri 19 Bulukumba Kurangnya minat. diskusi dan kegiatan pembelajaran lain dilakukan melalui slide dan suara di komputer.

Hipotesis Penelitian Hipotesis merupakan dugaan sementara yang selanjutnya diuji kebenarannya sesuai dengan model dan analisis yang cocok. Ada pengaruh penggunaan media power point terhadap aktivitas belajar peserta didik 3. maka diajukan hipotesis yaitu : 1. 41 C. Ada pengaruh penggunaan media power point terhadap hasil belajar peserta didik . Ada pengaruh penggunaan media power point terhadap minat belajar peserta didik 2. Dengan beberapa uraian masalah pokok yang telah dikemukakan .