Anda di halaman 1dari 12

BUDGET BRIEF

September 2012

REFORMASI
PENGANGGARAN
DI INDONESIA

Pengantar

S
SEKRETARIAT NASIONAL
Forum Indonesia untuk ebagai salah satu instrumen ekonomi yang penting, anggaran
Transparansi Anggaran memiliki peran utama untuk menyejahterakan rakyat. Tata
Jl. Kalibata Utara II No. 78 kelola anggaran yang baik menentu­kan arah kebijakan
Jakarta Selatan, 12740 anggaran dalam mencapai tujuan bernegara. Oleh karenanya, sebagai
Telefax: penanda mengembalikan anggaran ke tujuannya, Pemerintah pasca
(021) 7947608, reformasi membuat Undang-undang Keuangan Negara atau dikenal
e-mail:
dengan UU No. 17 tahun 2003. Ini adalah UU keuangan negara yang
sekretariat@seknasfitra.org
Website: pertama yang dibuat pemerintah Indonesia sejak kemerdekaan 1945.
www.seknasfitra.org Sebelumnya Indonesia menganut sistem keuangan peninggalan
Hindia Belanda yaitu, Indische Comptabiliteitswet atau yang lebih
dikenal dengan ICW.

Setelah hampir satu dasawarsa berlakunya UU ini, tata kelola
DAFTAR ISI anggaran negara belum sepenuhnya mampu menjadi instrumen
••Pengantar distribusi anggaran yang efektif. Selain persoalan pada tataran
••Amanat Konstitusi Belum Terjabarkan
kebijakan dan prosedur, pada tataran implementasi juga ditemukan
dalam UU Keuangan Negara
••Formalitas paripurna—Ruang Gelap berbagai persoalan. Budget brief ini hadir atas refleksi FITRA dalam
Pembahasan Anggaran melakukan advokasi anggaran selama ini. Oleh karena itu, kehadiran
••Tidak Ada Pengaturan Optimalisasi
budget brief ini bukan dengan maksud untuk menjawab semua
Anggaran—
Rawan Politisasi persoalan penganggaran yang terjadi saat ini. Setidak-tidaknya ini
••Tanda Bintang anggaran Makanan bisa menjadi salah satu bahan pemicu reformasi tata kelola APBN ke
Pemburu RenteReward-Punishment dan
Realisasi Tidak Transparan —Penyebab
depan, baik sebagai usul perubahan kebijakan maupun instrumen
Penyerapan Lamban teknis dalam praktek penganggaran.
••Setengah Hati Transparansi Anggaran—
Terbuka Saat Jadi UU Sebagai salah satu negara yang menjadi inisiator Open Governement
••Disintegrasi Sistem Informasi Rencana—
Anggaran— Realisasi
Partnership reformasi penganggaran di Indonesia merupakan
••Salah Kaprah Penghematan Anggaran agenda utama yang perlu didorong bersama untuk meningkatkan
••Anggaran Berbasis Kinerja “Setengah Hati”, derajat transparansi, partisipasi dan akuntabilitas penganggaran di
Detail di Perencanaan, Admisnistratif di
Pertanggungjawaban Indonesia1.
••Daftar Rujukan 1
Salah satu prasyarat dan agenda dari open government partnership (OGP) adalah
••Matrik Ringkasan adanya trans­paransi dan partisipasi dalam penganggaran. Lebih jauh mengenai
OGP dan Open Government Indonesia dapat dilihat pada link berikuthttp://www.
opengovpartnership.org/dan http://opengov indonesia.org/

Reformasi Penganggaran di Indonesia 1

maka Mahkamah publik terhadap dokumen anggaran Konstitusi juga perlu membuat tidak dijamin dalam UU ini. oleh International Budget Partnership Namun dibandingkan dengan ayat lain (IBP). yang paling minim penjabarannya dalam seperti digambarkan dalam Tabel 12.Amanat Konstitusi Belum Terjabarkan dalam UU Keuangan Negara Situasi. Perubahan UU Keuangan Negara harus mengatur lebih jelas para­­meter anggaran untuk sebesar- besarnya kemakmuran rakyat. seperti batasan belanja birokrasi untuk lebih efisien dan efektif.org/what-we-do/ anggaran bisa merujuk pada hak-hak open-budget-survey/ 2 Budget Brief . UU juga perlu memberikan ruang bagi publik Memang transparansi merupakan salah melakukan uji publik terhadap UU satu prinsip keuangan negara yang diatur APBN sebelum diberlakukan. Salah satu dasar yang diperguna­ rakyat yang dijamin dalam konstitusi kan pada UU No. perlunya peran serta sama sekali tidak mengatur penjabaran masyarakat dalam proses penyusunan ataupun membuat parameter yang jelas anggaran di Pemerintah dan DPR. Bahkan UU Keuangan Negara Selain itu. 17 tahun 2003 tentang untuk dipenuhi dalam anggaran”. negara “Anggaran pendapatan dan belanja negara sebagai wujud dari pengelolaan UU juga harus menjamin keterbukaan anggaran negara ditetapkan setiap tahun informasi bagi publik terhadap seluruh dengan undang-undang dan dilaksanakan proses dan dokumen anggaran. Menurut secara terbuka dan bertanggungjawab untuk Open Budget Index (OBI) yang dirilis sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. juga kurang Untuk memastikan anggaran yang mendapatkan penjabaran yang memadai disusun setiap tahun memiliki semangat dalam UU. Parameter “sebesar- 2 Lebih jauh mengenai Open Budget Index dapat dilihat pada link berikut http:// besarnya kemakmuran rakyat” dalam internationalbudget. apabila MK mengabulkan dan meminta adanya perubahan pada UU APBN. UU ini batasan waktu bagi warga negara yang masih sebatas mengatur prosedur proses mengajukan uji materi terhadap UU penganggaran. Rekomendasi. konstitusional. terdapat 8 dokumen kunci ang­ pada pasal 23. keuangan negara untuk sebesar-besarnya sehingga memudahkan bagi Pemerintah kemakmuran rakyat. Mangigat dalam pasal 3. Untuk itu. namun tidak substansi APBN. kemakmuran rakyat”. ayat ini dapat dikatakan garan yang harus tersedia bagi publik. sebelum tahun anggaran berjalan. namun penjabarannya UU APBN bersifat terbatas berlaku dalam proses termasuk penegasan akses selama setahun. UU ini. Kata terbuka dalam pengelolaan anggaran negara. Agar Keuangan Negara adalah pasal 23 ayat (1) anggaran dialokasikan lebih besar untuk UUD 1945 yang mengatur soal keuangan kemakmuran rakyat. serta dari kalimat “sebesar-besarnya untuk audit yang dilakukan BPK.

1 triliun pada APBN Perubahan 2010. tidak lagi dapat memantau. Pada menganggap pembahasan RAPBN telah tataran praktek. Presiden (Perpres) rincian pejabaran Kasus blangko kosong dana optimalisasi APBN. program. bentuk data pokok APBN dan Peraturan seperti digambarkan pada tabel berikut. melainkan hanya pasal- sebenarnya pemabahasan RAPBN masih pasal. unit. disetujui DPR terinci sampai dengan Pada tahap itu publik termasuk media unit. sebesar Rp1. anggaran sesuai dengan rincian anggaran Tabel 2. APBN yang ditetapkan menjadi landasan dalam penetapan dalam UU tidak memuat rincian belanja APBN oleh DPR.02/2011 : 16 Agustus 2011 APBN 2012 28 Oktober 2011 SE-01/MK. dan jenis belanja”. fungsi. karena kegiatan. 17 Pembahasan rincian anggaran pasca tahun 2003. Paripurna penetapan menurut jenis.02/2010: 12 November 2010 APBNP 2011 22 Juli 2011 SE-442/MK. Delapan Dokumen Kunci Anggaran yang Harus Terbuka Bagi Publik No.2/2011 : 14 November 2011 Reformasi Penganggaran di Indonesia 3 . organisasi. RAPBN. program APBN masih bersifat formalitas. RKA-KL beserta dokumen pendukung lainnya 4 Enacted Budget UU APBN dan DIPA 5 In-Year Reports Laporan realisasi anggaran bulanan atau tiga bulanan 6 Mid Year Review Laporan semester anggaran 7 Year End Report Laporan Akhir Anggaran atau LKPP 8 Audit Report Laporan Hasil Audit BPK Formalitas Paripurna—Ruang Gelap Pembahasan Anggaran Situasi. menyatakan “APBN yang paripurna merupakan ruang gelap. Ayat (5) pasal 15 UU No. yang dibagikan pada Rekomendasi. fungsi. Rapat Paripurna Pengesahan APBN dan Waktu Penyelesaian Pembahasan Rapat Paripurna Batas Waktu Penyelesaian Tahun Anggaran Pengesahan APBN Pembahasan Rincian Anggaran APBNP 2010 03 Mei 2010 Pasal 16c UU No APBNP 2011 : 15 Mei 2010 APBN 2011 26 Oktober 2010 SE-676/MK. Tabel 1. Rapat paripurna APBN setiap komisi untuk dibahas bersama harus menjadi keputusan final penetapan mitra kerjanya pasca paripurna APBN. Selain itu. karena dan kegiatan. pasal 15 ini tidak selesai. Rincian belanja terpisah dalam berlangsung pasca paripurna RAPBN. Dokumen Keterangan 1 Pre Budget Statement Berisi proyeksi anggaran dan indikator ekonomi makro atau dikenal dengan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal dan Ekonomi Makro 2 Citizen Budget Versi sederhana dari RAPBN dan APBN untuk memudahkan publik membaca 3 Executive’s Budget Proposal Nota Keuangan.

Dalam praktek­ infrastruktur yang merupakanhasil dari nya. DPR menyisakan dan fungsi anggaran DPR untuk mengusulkan Rp1. Ayat (3) Pasal 15 UU No 17/2003 dana optimalisasi ini. karena Peraturan seluruh dokumen pendukung rincian APBD di daerah. maka K/L dilakukan oleh Kementerian Keuangan tidak bisa mencairkan anggarannya. Biasanya. Tanda Bintang Anggaran Makanan Pemburu Rente Situasi. kuat. harus Tidak Ada Pengaturan Optimalisasi Anggaran— Rawan Politisasi Situasi. atau DPR. DPRD dan mengurangi defisit anggaran.101 belanja faktor belum lengkapnya persyaratan pemerintah pusat diblokir dengan nilai dokumen anggaran seperti TOR. selama ini dalam bentuk Perpres. Sepanjang anggaran masih diberi Rp63. Pemberian tanda bintang tanda bintang atau diblokir. Data APBD hingga terinci menurut kegiatan Pokok APBN dan rincian APBN yang dan objek belanja. tidak tepat bahasan ini menghasilkan sejumlah sasaran dan rawan korupsi. Hasil pem­ dana ini rawan dipolitisasi. terdapat 6.4 triliun. menjadi komponen pada usulan anggaran belanja yang baru dalam dana perimbangan dan diaju­kan oleh eksekutif karena DPR tidak menyuburkan praktek mafia anggaran memiliki argumen dan kapasitas yang yang menjerat anggota badan anggaran.disebabkan oleh APBN 2011. sehingga DPD (MD3) tidak mengatur mekanisme Pemerintah tidak perlu menambah utang baru. Akibatnya. Hal ini bukan tidak anggaran pasca paripurna APBN. DPR. Dan. anggaran hanya bisa dialokasikan untuk 27/2009 tentang MPR. UU MD3 ataupun Tata melakukan efisiensi atau pemotongan Tertib DPR harus mengatur dengan tegas belanja yang diusulkan. Pada APBN-P tentang Keuangan Negara. pada sisi mekanisme pengalokasian anggaran dari pendapatan. sulit bagi DPR melakukan perubahan dana optimalisasi. pemberian tanda Berdasarkan penelusuran FITRA pada bintang oleh Kemenkeu. Oleh karena anggaran yang biasa disebut dengan dana itu. yang dimaksud dalam pasal 15. belum 4 Budget Brief . Tidak menjadi lampiran yang tidak terpisahkan diperkenankan ada pembahasan rincian dalam UU APBN.1 triliun untuk dibahas kemudian perubahan jumlah penerimaan dan pada sebelas komisi dengan masing- pengeluaran RAPBN atau perubahan masing jatah Rp100 miliar per komisi. dengan menekan untuk hasil optimalisasi pembahasan karena meningkatkan pendapatan. sepanjang tidak berakibat Begitu pula dengan dana penyesuaian pada peningkatan defisit. yang kerap terjadi pada sisi belanja. dan mungkindilakukan. dana optimalisasi hasil pembahasan optimalisasi. memuat lampiran APBN seperti Nota Keuangan. pada RAPBN. Sayangnya baik UU No. DPR melakukan dengan Rekomendasi. menjamin 2010 misalnya.

Pasalnya. Berdasarkan catatan dihapuskan. dan reward bersangkutan. melihat kondisi penyerapan anggaran laporan realisasi anggaran tahun berjalan pada tahun sebelumnya. UU APBN mulai menerapkan anggaran atau reward untuk menyerap mekanisme reward punishmentuntuk anggaran. Pemberian atau Parlement Budget Officesehingga tanda bintang oleh DPR ini sama tidak diperlukan kembali membahas sekali tidak diatur pada UU Keuangan pembukaan tanda bintang saat anggaran Negara.5 triliun RKA-KL yang hanya bersifat administratif. untuk mendukung peran persetujuan pimpinan komisi dan DPR dalam membahas proposal anggota Badan Anggaran pada Komisi anggaran pemerintah berkaitan yang bersangkutan. Sementara. pemblokiran hanya bisa Dirjen Anggaran per 6 Januari 2012. oleh DPR tidak diperkenankan Pemblokiran ini membuka peluang diberikan tanda bintang. Alih-alih. Persoalannya reward ini diberikan Anggaran (DIPA) maka rendahnya pada saat perubahan anggaran. dapat diusulkan dan dibahas kembali karena lobby yang dilakukan berada pada pada saat perubahan anggaran. reward yang mendorong kinerja penyerapan diberikan menjadi pendorong untuk anggaran Kementerian/Lembaga (K/L). dilakukan oleh Menteri Keuangan dan terdapat Rp 78. Pemblokiran seharusnya. Reward-Punishment dan Realisasi Anggaran Tidak Transparan—Penyebab Penyerapan Lamban Situasi. tidak ada lagi pembahasan oleh DPR. Sehinga tidak sesuai standar biaya. sehingga terjadi dapat mendukung fungsi anggarannya kesepakatan secara tertutup. dan melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan. melainkan terjadinya praktek mafia anggaran. Oleh proses tertutup. dan cukup mendapat karenanya. Sebagai contoh kasus dengan efisiensi dan efektivitas. belum disetujui oleh mitra komisi atau badan anggaran. Pemberian tanda bintang memerlukan proses pembahasan dan atau blokir anggaran oleh DPR harus penjelasan ke DPR. Praktis. setelah penyerapan tidak perlu terjadi. Sebenarnya jika saja setiap berupa penambahan anggaran bagi K/L mematuhi cashflow yang tercantum K/L yang memiliki kinerja penyerapan dalam Dokumen Isian Pernyataan baik. bagi K/L yang mendapat tambahan Reformasi Penganggaran di Indonesia 5 . ia justru akan memperburuk anggaran akan diberipunishment berupa kinerja penyerapan anggaran K/L yang pemotongan anggaran. dilakukan pembebasan lahan untuk menyatakan DPR menetapkan APBN pembangunan gedung atau anggaran terinci sampai program kegiatan. artinya nomenklatur anggaran anggaran yang diberikan tanda bintang pada Kementerian tersebut masih pasca paripurna penetapan anggaran. sehingga masih Rekomendasi. belum mendapatkan persetujuan atau jika ada anggaran yang belum disetujui diblokir oleh komisi terkait di DPR. waktu tidak pernah dipublikasikan secara yang tersisa kurang dari enam bulan berkala (bulanan atau quarterly report). meningkatkan kinerja penyerapan K/L yang tidak mampu menyerap K/L. DPR Wisma Atlet yang merupakan salah satu memerlukan unit kantor anggaran yang anggaran yang diblokir.

UU. Pemerintah dan DPR Kementerian Keuangan hanya mencakup wajib mempublikasikan dokumen RKA nota keuangan. dari RKA-KL sampai dengan Laporan Kumpulan RKA K/L (Rencana Kerja Realisasi Anggaran. sebagai bahan yang diajukan oleh sehingga bisa dipergunakan kembali atau eksekutif dan dibahas oleh DPR. sepenuhnya. maupun DPR yang menyatakan anggaran masyarakat yang akan melakukan riset sudah terbuka masih belum berjalan atau memberikan masukan. Sementara masyarakat untuk turut memberikan dokumen penting yang seharusnya dapat masukan terhadap rancangan anggaran. Selain itu. Keterbukaan dokumen anggaran melalui publikasi pada website Rekomendasi.Reward and punishment tidak Namun demikian. Untuk mempercepat dengan berakhirnya semester pertama. RUU APBN dan pada K/L. Rekomendasi. penyerapan anggaran.sehinggadari awalsudah dapat Anggaran. justru dianalisis. serta pendapat dengan kelompok-kelompok Perpres Rincian Anggaran. fungsi anggaran DPR menjadi dan memberikan masukan untuk lebih optimal dan memperkuat posisi rancangan anggaran sebelum menjadi tawar DPR terhadap Pemerintah.data. Kebanyakan data anggaran yang termasuk membangun legitimasi publik. publik bisa turut mengkritisi demikian. Padahal tinggi maupun masyarakat sipil yang dengan dipublikasikannya dokumen akan memberikan masukan3. Setengah Hati Transparansi Anggaran— Terbuka Saat Jadi UU Situasi. upaya ini tidak bersifat hanya dilakukan dengan pemotongan sementara.gov/opendatasites/ 6 Budget Brief . penyerapan tidak mencapai 50 persen. sebelumnya. mulai tahun 2012. seperti disajikan dalam link berikut http://www. DPR juga perlu melakukan dengar saat telah ditetapkan menjadi UU. baik oleh peneliti perguruan tidak dapat diakses publik. Hal ini harus dilakukan dalam bottleneck persoalan. seharusnya juga Anggaran) yang merupakan bahan dari dalam bentuk format yang terbuka. membuka ruang keterlibatan publik. untuk selanjutnya Pemerintah anggaran program K/L tersebut. Klaim Pemerintah maupun sehingga menyulitkan peneliti. dipublikasikan pemerintah juga dalam 3 Inisiatif global untukmenyajikan data dalambentuk bentuk format yang tidak bisa diolah/ format yang terbuka dan dapat digunakan sudah banyak analisis. seluruh data anggaran mulai justru masih belum dipublikasikan. Pemerintah membentuk TEPPA (Tim maka perlu diberipunishment dengan Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan memotong anggaran berdasarkan Anggaran) dan mulai mempublikasikan kemampuan penyerapan pada enam bulan realisasi anggaran pada setiap 3 bulanan. penjabaran rincian APBN dan DIPA. dalam bentuk data row atau data sheet. Dengan ini. namun harus mempublikasikanseluruh justru menerapkanpemotongan pada serapan anggaran K/L tiga bulan remunerasi para Kuasa Pengguna sekali. Reward berupa tambahan didentifikasi K/L yang lamban anggaran diberikan pada awal tahun penyerapannya dan menemukan anggaran. Jika sampai konteks reformasi birokrasi yang tidak terpisahkan. terjadidi berbagai negara. seperti dalam bentuk PDF.

bulanan dan Laporan Realisasi Anggaran Dirjen Anggaran aplikasi RKA-K/L serta Laporan Keuangan Pemerintah dan DIPA. Publik ataupun perencanaan nasional. apakah hilang atau berkurang atau hingga realisasi tiga bulanan termasuk bertambahnya anggaran terjadi pada saat capaian kinerja dan realisasi akhir tahun. Sementara di Kementerian target kinerjanya. anggaran suatu kegiatan yang mengurus RKA K/L dan DIPA berkurang namun target kinerjanya (Daftar Isian Pernyataan Anggaran). usulan yang muncul dan Kementerian Keuangan. Rekomendasi. Disintegrasi Sistem Informasi Rencana— Anggaran—Realisasi Situasi. direncanakan. Terpisahnya aplikasi ini aplikasi perencanaan penganggaran ini. dapat dicegah sejak di hulu. Bappenas tiba-tiba saat pembahasan anggaran di bertanggungjawab terhadap tersusunnya DPR?. Dua institusi yang RKA-K/L? atau pada saat pembahasan bertanggungjawab dalam perencanaan anggaran di DPR? atau saat menjadi penganggaran terdiri dari Bappenas DIPA? Ataupun. Blondal. Sistem informasi dan anggaran. DPR tidak dapat mengetahui apakah negara OECD fungsi perencanaan dan anggaran yang telah direalisasikan penganggaran terintegrasi pada satu konsisten mulai dari perencanaan dan kantor anggaran dan tidak terpisah telah mencapai targetnya. Renja K/L. RKA-K/L. Hawkesworth dan Coi (2009). di negara. ataupun publik untuk mengevaluasi mengungkapkan sistem perencanaan efektivitas alokasi anggaran suatu di Indonesia berbeda dari tipikal model program atau kegiatan. Sistem informasi dan Persoalannya. ketiga institusi ini aplikasi mulai dari penyusunan RKP. Realisasi tiga Bappenas dengan Aplikasi Renja K/L. on Budgeting. Dengan dipublikasikannya RKA K/L praktik pemborosan anggaran ataupun bersamaan dengan penyerahan dokumen upaya merencanakan anggaran agar bisa ini oleh Pemerintah ke DPR. terdapat Dirjen Anggaran terjadi. Tidak adanya sistem Dirjen Perbendaharaan untuk pencatatan informasi anggaran yang terintergrasi ini realisasi anggaran sekaligus pelaporan. DIPA. Sistem informasi ini juga harus bersifat 4 Jon R. terjadinya dikorupsi. merupakan kesatuan yang dengan aplikasi realisasi dan laporan tidak terpisahkan. Ian Hawkeswothdan Hyun-Deok Choi. dibahas pada tingkat DPR. berimplikasi dengan sistem informasi juga perlu memuat informasi sejarah atau perencanaan penganggaran yang asal-usul maupun proses suatu program tidak terintegrasi. Budgeting in Indonesia. juga menyulitkan pengambil kebijakan Blondal. Reformasi Penganggaran di Indonesia 7 . Sangat mungkin Keuangan. Termasuk konsekuensi ketika Rencana Kerja Pemerintah (RKP) anggaran berkurang yang seharusnya dan Rencana Kerja Kementerian/ diikuti dengan implikasi perubahan Lembaga. seperti di Indonesia4. 2009. OECD Jurnal terbuka dan dapat diakses oleh publik. sehingga sulit untuk kegiatan beserta anggaran mulai dari menelusuri asal-usul suatu program. memiliki aplikasi yang berbeda-beda. serta Dirjen Perbedaharaan Pusat (LKPP). dan tidak disesuaikan.

Secara ringkas informasi yang termuat merupakan dokumen yang lazim pada dalam sistem aplikasi tersebut. Dalam Inpres ini. alasan anggaran diblokir •  Realisasi setiap 3 bulan dan progres capaian kinerja Realisasi 3 bulan •  Informasi alasan hambatan realisasi anggaran •  Informasi yang selama ini pada LRA Laporan Realisasi •  Realisasi capaian kinerja dan alasasn jika tidak tercapai atau tidak terserap Salah Kaprah Penghematan Anggaran Situasi. Dengan adanya dokumen ini. apa alasannya. dilakukan pada saat tahun anggaran 8 Budget Brief . seperti perjalanan dinas dan pertemuan K/L yang mendapat realokasi kucuran di hotel. semua K/L mengeluarkan Inpres No. •  Informasi mengapa program penting/dibutuhkan. Hasil Inpres ini sebenarnya merupakan penghematan ini direalokasi pada reaksi terhadap borosnya belanja K/L saat anggaran perubahan. siapa anggota transaksi anggaran untuk kepentingan DPR yang mengusulkan perubahan politik tertentu. dilakukan dalam membahas RAPBN. Namun. sebesar 10 persen dari pagunya. mata transparan dan meminimalisir terjadinya anggaran apa yang berubah. Dokumentasi ini betul memperjuangkan anggaran untuk rakyat.pdf. 7 tahun diminta melakukan penghematan 2011 tentang Penghematan Anggaran. karena salah Praktis anggaran perubahan hanya tersisa kaprah memahami penghematan yang enam bulan kurang. seperti parlemen uni eropa sebagaimana dalam digambarkan dalam Bagan 1.europa. dan seperti wakil-wakilnya di legislative yang betul- apa perubahannya. dan prakiraan maju •  Informasi yang selama ini termuat dalam RKA RKA K/L •  Informasi dan alasan apakah pagu serta target kinerja berubah saat diajukan ke Dirjen Anggaran •  Informasi yang selama ini termuat dalam DIPA DIPA •  Informasi dan alasan apakah pagu serta target kinerja berubah saat pembahasan DPR. Publik juga bisa menilai anggaran. lokasi. Akibatnya. penyerapan anggaran.europarl. link berikut http://www. Tahun 2011 Presiden berjalan. Inpres ini justru anggaran harus bekerja keras menyerap menjadi salah satu penyebab rendahnya anggaran dalam waktu yang terbatas. akan menjamin politik anggaran yang Dokumentasi itu mencakup. eu/document/activities/cont/201109/2 DPR juga perlu membuat dokumentasi 0110928ATT27791/20110928ATT2779 yang memadai atas fungsi anggaran yang 1EN. target Renja K/L kinerja. pagu.

Seharusnya. namun juga pada LK- dalam tahap pelaporan. Pada RAPBN 2013. tambahan pada perubahan anggaran karena realokasi anggaran tersebut belum sudah dapat diantisipasi sejak anggaran tentu dibutuhkan oleh K/L bersangkutan. Memang Dinas daerah (SKPD). Pemerintah sepakat untuk melakukan sehinggaanggaran yang berpotensi penghematan anggaran khususnya boros. Admisnistratif di Pertanggungjawaban Situasi. Dengan anggaran menurut jenis dan organisasi demikian. Penganggaran berbasis yang akan dicapai. 17/2003 khususnya meng­ “setengah hati” hanya dilakukan pada atur mandat pendekatan kinerja yang tahap penyusunan. sehingga antara kinerja yang telah dicapai dari anggaran anggaran yang direalisasikan dengan yang telah direalisasikan. Ini mencerminkan kinerja tidak hanya pada dengan pen­ setiap anggaran yang dialokasikan catuman capaian indikator kinerja berdasarkan prestasi kerja yang dicapai. penghematan ditetapkan. sejak awal sudah diantisipasi perjalanan dinas pada saat pembahasan dan direalokasi ke K/L atau program RAPBN. namun menyusun Rencana Kerja dan Anggaran persoalannya ini bagian yang terpisah Kementerian/Lembaga (RKA-KL). setiap program kegiatan mencantumkan target indikator kinerja Rekomendasi. Laporan KL. maupun anggaran belanja yang disusun di atas standar biaya yang telah Rekomendasi. setiap Kementerian/Lembaga Kinerja Instansi Pemerintah). anggaran yang berpotensi modal pada K/L bersangkutan. penghematan lain yang lebih membutuhkan. realisasi serapan diidentifikasi efektifivitasnya. capaian kinerja dengan mengadopsi K/L) sama sekali tidak mencatumkan format pada RKA-KL. anggaran berbasis kinerja masih pada UU No. tidak hanya pada saat dokumen RKA Namun hal ini. memang DPR dan ditetapkan atau sejak anggaran disusun. berbeda sama sekali K/L dan DIPA. juga pada laporan K/L dan tahap pertanggungjawaban. dijalankan dengan melakukan perubahan Artinya. Sulit tidak terserap karena mendapatkan menyatakan upaya ini dapat efektif. Detail di Perencanaan. Dalam melakukan perencanaan dalam LAKIP (Laporan Akuntabilitas anggaran. K/L tidak perlu menyusun sehingga tidak dapat diketahui apakah laporan kinerja yang terpisah mengenai realisasi anggaran tersebut sudah capaian kinerjanya. ditetapkan. dihemat. dalam RKA K/L. LK-K/L hanya capaian kinerja dapat dengan mudah bersifat administratif. Rekomendasi ini bisa mencapai kinerja yang ditargetkan. Hal ini membutuhkan Hal ini juga menggambarkan pola kemampuanDirjen Anggaranuntuk penganggaran yang masih berorientasi melakukan penyisiran pada belanja- pada input atau tergantung dari anggaran belanja yang berpotensi boros dan bisa yang dialokasikan. justru dilakukan sebelum anggaran Anggaran Berbasis Kinerja “Setengah Hati”. LK-KL perlu menyajikan realisasi Keuangan Kementerian/Lembaga (LK. Dengan tersebut kembali direalokasi pada belanja demikian. selama ini Laporan Kinerja dicantumkan Reformasi Penganggaran di Indonesia 9 . Di dari realisasi anggaran. Persoalannya. namun tidak pada diterapkan.

Blondal.gov/opendatasites/ Budgeting in Indonesia. Ian Hawkeswothdan www.anggaran.id Hyun-Deok Choi.id tentang Keuangan Negara 10 Budget Brief .data.europarl.depkeu.go.ukp. Status Per do/open-budget-survey/ Triwulan II-2012.eu/committees/ Jurnal on Budgeting.org/www.opengovpartnership. Aktivitas www. 2009.go.id www.org/ Undang-Undang Dasar 1945 www.Daftar Rujukan Jon R.europa. en/budg/publications. OECD www. www.opengovindonesia.internationalbudget. Tim Evaluasi Pengawasan dan Penyerapan html?id=BUDG00003#menuzone Anggaran (TEPPA).org/what-we- APBN dan APBD. www. Undang-undang No 17 tahun 2003 perbendaharaan.go.

Matrik Ringkasan No. sebelum tahun rakyat belum diterjemahkan dalam anggaran anggaran berjalan 2 Formalitas paripurna penetapan APBN: • Paripurna penetapan APBN keputusan final atas rincian • Komisi dan Mitra K/L masih membahas rincian anggaran anggaran pasca paripurna penetapan anggaran • Seluruh dokumen pendukung anggaran (data pokok. sehingga membahas RAPBN dapat digunakan kembali (reuse). • Menyediakan sistem informasi yang dapat ditelusuri penyusunan dan realisasi tidak tersedia perubahan anggaran dan indikator kinerja • Masing-masing K/L mengisi ke dalam aplikasi • Dokumentasi perubahan anggaran saat pembahasan terpisah-pisah anggaran DPR • Tidak ada informasi jika terjadi perubahan anggaran dan penyesuaiannya terhadap indikator Reformasi Penganggaran di Indonesia 11 . • Melanggar UU Keuangan Negara: DPR menyetujui nota keuangan dan Perpres rincian APBN) menjadi APBN terinci menurut program kegiatan lampiran yang tidak terpisahkan pada UU APBN 3 Tidak ada pengaturan dana optimalisasi: • Dana optimalisasi hasil pembahasan hanya digunakan • Penggunaan dana optimalisasi rawan penyimpangan untuk menutup defisit anggaran dan tidak efektif 4 Blokir atau Tanda Bintang Anggaran oleh DPR: • Tidak diperkenankan pemberian tanda bintang oleh • Tidak ada dalam pengaturan DPR • Ruang gelap pembahasan anggaran • Blokir anggaran hanya bisa dilakukan Menkeu dan • Memperlambat penyerapan anggaran bersifat kelengkapan adminsitratif • Anggaran yang belum disetujui DPR dibahas saat perubahan APBN • Dukungan Unit Analisis Anggaran untuk DPR (Parlement Budget Office) 5 Reward and Punishment anggaran tidak efektif – realisasi • Transparansi realisasi anggaran tiga bulanan tidak transparan: • Pemberian reward pada awal tahun anggaran • Reward diberikan saat perubahan anggaran • Pemberian punihsment dilakukan saat perubahan • Penyerapan anggaran lamban anggaran • Pemberian punihsment berlaku pada remunerasi kuasa pengguna anggaran 6 Setengah hati transparansi anggaran: • Pemerintah mempublikasikan RKA-KL bersama dengan Rincian APBN hanya terbuka saat jadi UU penyerahan dokumen ke DPR • RKA-KL yang dibahas DPR tidak dipublikasikan • Seluruh dokumen anggaran yang dipublikasikan dalam • DPR tidak melakukan dengar pendapat publik dalam website harus dalam bentuk open format. • Komisi-komisi DPR melakukan dengar pendapat dalam membahas anggaran 7 Disintegrasi aplikasi sistim informasi perencanaan • Mengintegrasikan seluruh aplikasi sistem informasi penganggaran: rencana. anggaran dan realisasi • Informasi usulan kegiatan mulai dari rencana. Persoalan dan Implikasi Rekomendasi 1 Amanat Konstitusi belum diterjemahkan dalam • Pengaturan parameter “sebesar-besarnya kemakmuran Kebijakan Anggaran: rakyat” dalam perubahan UU Keuangan Negara • Anggaran sebesar-besarnya untuk kemakmuran • Ada tenggat waktu uji materi APBN.

Persoalan dan Implikasi Rekomendasi 8 Salah kaprah penghematan anggaran: • Penghematan anggaran dilakukan pada saat • Pemborosan anggaran terjadi saat anggaran disusun penyusunan anggaran • Penghematan dilakukan pada saat anggaran berjalan • Hasil penghematan direalokasi pada saat anggaran • Hasil penghematan direalokasi saat perubahan disusun anggaran • Kemenkeu harus memiliki sistem yang dapat menyisir • Penyerapan anggaran lamban potensi pemborosan anggaran 9 Setengah hati penerapan anggaran berbasis kinerja: • Capaian kinerja ditampilkan pada laporan realisasi • Indikator target kinerja hanya diterapkan saat anggaran menyusun anggaran • Mengintegrasikan LAKIP dengan laporan realisasi • Tidak dapat teridentifikasi capaian kinerja dari anggaran anggaran yang dialokasikan pada laporan realisasi • LAKIP dokumen terpisah dan tidak mencantumkan rincian alokasi anggaran 12 Budget Brief .Matrik Ringkasan No.