Anda di halaman 1dari 13

TUGAS PPML

PENGATURAN KECEPATAN MOTOR AC SATU PHASE MENGGUNAKAN
CASCADED H-BRIDGE IVERTER

Disusun Oleh :
Rizal Ermiazis Kesuma (F1B014085/2014)

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MATARAM
2017

Untuk mengatasi demerits ini. Latar Belakang Di berbagai perindustrian pada saat ini banyak sekali penggunaan mesin-mesin listrik seperti motor induksi dengan sumber tiga phasa ataupun satu phasa yang digunakan untuk membantu proses produksi di suatu pabrik. Pada dasarnya Inverter adalah perangkat yang mengubah daya DC menjadi listrik AC pada voltase dan frekuensi keluaran yang diinginkan. Namun. biaya tinggi. Inverter kapasitor terbang dan inverter multi level bertingkat. Inverter multi level terutama diklasifikasikan sebagai Diode dijepit. Pada saat sekarang ini sistem kontrol di industri yang banyak digunakan adalah PLC (Programmable Logic Control) yang merupakan perangkat keras untuk mengatur atau memerintah sebuah sistem kontrol dan inti dari PLC tersebut adalah sebuah Mikrokontroler sebagai otak pengolah data yang dimasukan ke dalamnya. Harmoni Selektif Eliminasi PWM dan SPWM. PLC merupakan peralatan kontrol yang cukup mahal harganya karena PLC dibuat satu set beserta komponen-komponennya. Diantara metode PWM inilah SPWM yang paling banyak . Inverter bertingkat riam pertama kali diusulkan pada tahun 1975. Konsep konverter bertingkat telah diperkenalkan sejak tahun 1975. kerutinitasan. Untuk frekuensi perpindahan tinggi diklasifikasikan sebagai vektor ruang PWM. Tegangan inverter output inferior menghasilkan bentuk gelombang output tangga. harmonisa berkurang menjadi nilai tegangan output menjadi nol. maka dicobalah untuk membuat sistem kontrol untuk pengaturan kecepatan putaran motor induksi dengan mikrokontroler. BAB I. Mengetahui hal itu. Tegangan output inverter bertingkat memiliki jumlah harmonisa yang sedikit dibandingkan dengan tegangan keluaran inverter bipolar konvensional. Mengetahui hal tersebut. kita akan melakukan multilevel inverter. Sehingga tidak terlalu efektif. bahwa inti dari PLC adalah sebuah mikrokontroler. bentuk gelombang ini terlihat seperti bentuk gelombang sinusoidal. Demerits inverter kurang efisiensi. digunakan untuk penggerak Mesin Conveyor. Istilah Multilevel dimulai dengan konverter tingkat tiga. terutama dalam hal untuk memindah- mindahkan kecepatan. Salah satunya adalah frekuensi switching yang mendasar dan satu lagi adalah frekuensi switching yang tinggi. Metode kontrol bertingkat bertingkat sangat mudah bila dibandingkan dengan inverter bertingkat lainnya karena tidak memerlukan dioda penjepit dan kapasitor terbang. Jika output inverter bertingkat meningkat ke tingkat N. maka upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan alat kontrol yang dapat mengatur sistem secara keseluruhan dan diharapkan dapat mempermudah pekerjaan yang dilakukan manusia. Diantaranya. mesin-mesin di industri tersebut masih ada yang mempergunakan cara-cara manual. PENDAHULUAN 1. karena mesin-mesin tersebut dibutuhkan untuk jenis pekerjaan yang menuntut suatu ketelitian. kekuatan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan dalam waktu yang lama. Dalam beberapa tahun terakhir inverter multi level digunakan dengan aplikasi high power dan high voltage. Namun demikian. Ada dua metode PWM yang terutama digunakan dalam strategi pengendalian inverter bertingkat. Mesin conveyor adalah mesin yang berfungsi untuk memindahkan barang dalam skala banyak secara continue yang dapat diatur kecepatannnya sesuai dengan kebutuhan dan beban yang berbeda-beda. dan kerugian switching tinggi.

3. Inverter bertingkat memiliki empat keunggulan utama dibandingkan inverter konvensional bipolar : 1. 4. Distorsi harmonis. Oleh karena itu. Setiap tingkat dapat menghasilkan lima keluaran tegangan berbeda + 2Vdc. Inverter bertingkat ini dapat menghasilkan tegangan gelombang sinusoidal hampir dari beberapa sumber dc terpisah. Kapasitor ultra. digunakan untuk inverter bertingkat. Prinsip Kerja Sebuah inverter bertingkat bertingkat yang tersusun dari inverter jembatan tunggal yang terhubung satu seri. dan lain-lain. Tegangan output dari inverter tingkat-M adalah jumlah semua keluaran inverter individual. Tegangan tegangan pada masing-masing saklar menurun karena hubungan seri dari Switch. Konverter jenis ini tidak memerlukan transformator atau clamping dioda atau kapasitor terbang. . Kebisingan akustik yang lebih rendah dan gangguan elektromagnetik (EMI) diperoleh. Berkurang karena tingkat output yang lebih banyak. + vdc. 2. baterai . Berikut macam-macam Cascaded H-Bridge Inverter : 2. karena sudah sangat sederhana dan mudah diimplementasikan. tegangan pengenal dan akibatnya daya total inverter dapat meningkat dengan aman. Mengingat kesederhanaan rangkaian dan kelebihannya. sel bahan bakar. Setiap perangkat aktif H-Bridge hanya aktif pada frekuensi dasar. Tingkat perubahan voltase (dv / dt) berkurang karena ayunan voltase yang lebih rendah dari setiap siklus switching. setiap perangkat switching selalu melakukan 180˚ (atau setengah siklus) terlepas dari Lebar pulsa dari gelombang kuasi-kuadrat sehingga metode switching ini menghasilkan penyejajaran tegangan arus pada setiap perangkat aktif. dan masing-masing Unit H-Bridge menghasilkan bentuk gelombang kuasi- kuadrat dengan mengubah fasa gerak kaki fase positif dan negatifnya. yang dapat diperoleh dari sel surya. Topologi inverter ini cocok untuk pembalikan daya tinggi dan daya tinggi karena kemampuannya untuk mensintesis bentuk gelombang dengan harmonik yang lebih baik. 0. Spektrum dan frekuensi switching rendah. masing-masing dengan bus dc terisolasi mereka sendiri. topologi jembatan H-Bridge dipilih untuk pekerjaan yang dipresentasikan. -2Vdc dan -vdc dengan menghubungkan dc Sumber ke sisi output ac dengan kombinasi yang berbeda dari empat switch. Selanjutnya.

-Vdc dengan memperhatikan tingkat sumber DC ke tingkat keluaran AC Dengan kombinasi empat power switch yang berbeda adalah S1. Setiap fase tunggal Sel H- Bridge menghasilkan tiga level voltase + VDC. CHBI menggunakan dua sumber DC yang terpisah Per fase dan menghasilkan tingkat tegangan output dengan Tiga level. . Tegangan output AC yang ditimbulkan disinkronkan Dengan akumulasi level tegangan yang dihasilkan oleh Sel tipe H-Bridge yang berbeda. S3 dan S4. 0. S2.

BAB II. dimana gambar rangkaiannya berbentuk seperti berikut. n adalah banyaknya Sumber DC yang terpisah Dalam simulasi ini. saya menggunakan Five Switches and Two Sources. Secara umum. Banyaknya output dari phase tegangan level m didefinisikan sebagai berikut : m = (2n+1) Dimana. Ini adalah ide dasar untuk menghubungkan seri antara inverter H- Bridge fase tunggal dan beberapa suplai DC terisolasi untuk membuat bentuk gelombang bertingkat. PEMODELAN MOTOR 1. Cascaded H-Bridge The Cascaded H-Bridge Inverter pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990 untuk menstabilkan plasma. terdiri dari inverter H-Bridge fase tunggal dengan sumber DC khusus. masing-masing berisi inverter H-Bridge sendiri dan sumber DC yang terisolasi. Dengan kata lain. Misalnya. topologi ini dibentuk sehubungan dengan rangkaian n sel individual. . dalam inverter bertingkat fivelevel ada dua sel individual. konverter kaskade dengan sel inverter jembatan n-full dapat mensintesis tingkat tegangan m pada tegangan keluaran setiap struktur fasa.

N. Arun. maka didapatkan hasil sebagai berikut . ISSN: 2278-1676 Volume 2.Dengan metode berdasarkan tabel berikut Berikut adalah gambaran simulasi yang digunakan untuk rangkaian cascaded h-bridge Didapatkan dari jurnal IOSR Journal of Electrical and Electronics Engineering (IOSR- JEEE). Arunkumar. Gokulnath. PP 26-36 M. A. Issue 6 (Sep-Oct. S. 2012). Kavitha.

Rangkaian Simulasi dan Analisa Blok Dengan menggunakan referensi berdasarkan beberapa jurnal maka dibuatlah simulasi demikian untuk mengontrol kecepatan Motor AC 1 Phasa dengan menggunakan Cascaded H-Bridge dengan 5 Switch dan 2 Sumber DC terpisah. atau MOSFET dan diode antiparalel. GTO. dimana digunakan sebagai switch yang berperan penting sebagai penyearah (inverter). Berikut keterangan dari tiap blok yang ada pada simulasi. = Sumber Tegangan DC yang diberikan sebanyak 2 terpisah dengan besar 45 V berdasarkan pemodelan dari Shahrouz Ebrahimpanah dengan parameter sebagai berikut = Implementasi ideal dari IGBT. HASIL DAN ANALISA 1. BAB II. . digunakan sebanyak 5 switch. Dimana penulis menggunakan Software MatlabR2009a (simulink).

= Blok Step memberi langkah antara dua tingkat yang dapat ditentukan pada waktu yang ditentukan. = Dinamika model mesin asynchronous fase tunggal dengan rotor sangkar-tupai. merupakan bagian blok yang mengatur pulsa-pulsa untuk mengendalikan perangkat switch untuk berfungsi atau tidak = Sama seperti IGBT/Diode. dapat disimulasikan fase split. = Untuk mengukur arus yang di-inputkan dengan dua buah polaritas positif dan negatif yang terhubung seri sehingga hasil pengukurannya dapat dilihat dengan bentuk sinyal disktrit melalui Scope. = Pulse Generation. Jika waktu simulasi kurang dari nilai parameter Step time. Mesin ini memiliki dua gulungan: primer dan pelengkap. namun diode berfungsi sebagai resistor variabel yang hanya bisa meneruskan tegangan tertentu. Untuk waktu simulasi lebih besar dari atau sama dengan waktu Langkah. = Untuk mengukur tegangan yang di-inputkan dengan dua buah polaritas positif dan negatif yang terhubung paralel sehingga hasil pengukurannya dapat dilihat dengan bentuk sinyal disktrit melalui Scope. hasilnya adalah nilai parameter nilai akhir. mode operasi kapasitor-start-kapasitor-run. Mesin ini merupakan pemodelan daripada Motor AC 1 Phasa. Dengan model ini. . output blok adalah nilai parameter nilai awal. dan main & auxiliary windings. kapasitor-start.

Hasil dan Analisa a. Hasil Keluaran dari Motor AC 1 Phase yang telah dikendalikan dengan cascaded H-Bridge Berdasarkan grafik diatas dapat dianalisa bahwa putaran motor berputar searah jarum jam selama beberapa saat dan kemudian arah gerakan rotor diawal masih belum stabil. hal ini besar kemungkinannya akibat starting motor yang membutuhkan arus tinggi sehingga kecepatan motor serta arah putaran rotor masih belum stabil.95) = Untuk melihat bentuk sinyal keluaran baik berbentuk gelombang kontinyu maupun disktrit 2. . Arus Referensi 0. Induktansi 15 mH. = Untuk memberikan beban pada rangkaian cascaded h-bridge dengan parameter yang telah diatur (Resistansi 47 Ohm.

Hasil Keluaran Tegangan dan Arus Berdasarkan grafik diatas dimana bagian atas adalah Arusnya. .25 detik terakhir. Grafik diatas merupakan sampling di 0.5 detik diawal akibat besarnya arus awal ketika motor dijalankan.5 dan kemudian stabil. Kemudian mulai ada getaran gelombang ketika sekitar detik ke 1. memiliki nilai yang melonjak tinggi ketika 0. Kemudian dalam jangka waktu 10 detik maka putarannya akan semakin cepat hingga berputar berlawanan arah jarum jam dimana kecepatannya mencapai hingga sekitar 2750 rpm. sedangkan yang dibawah adalah tegangannya. Sehingga arus dan tegangannya tinggi. b.

Untuk melihatnya lebih detail maka dapat dilihat bentuk gelombang yang didapatkan membentuk kotak-kotak. . Grafik diatas merupakan hasil daripada sampling yang diambil dari 0.25 detik terakhir dimana dapat dilihat pola sinyal output yang dihasilkan motor membentuk pola tertentu. yang nilai amplitudonya berubah-ubah.

dan lainnya yang masih belum dipahami sehingga hasil yang didapatkan belum sesuai. sehingga kedepannya masukan untuk pemodelan sistem yang lebih baik lagi sangat dibutuhkan. tegangan. b. Putaran Motor semakin lama semakin memutar cepat namun belum dapat dikontrol sesuai dengan yang dimodelkan. b. hal ini dikarenakan penulis masih belum begitu ahli menggunakan software tersebut sehingga banyak parameter. blok. KESIMPULAN 1. 2. Simulasi masih belum sempurna. Saran Berdasarkan hasil yang didapatkan dari simulasi dan pemodelan yang telah dibuat oleh penulis masih banyak kekurangan yang ada diantaranya : a. serta putaran yang didapatkan adalah sebagai berikut : a. karena penulis hanya menggunakan rujukan jurnal dan lainnya sebagai acuan parameter dan bentuk rangkaiannya. BAB IV. Kesimpulan Berdasarkan hasil yang didapatkan dengan pemodelan serta tinjauan pustaka maka besarnya arus. Sehingga perlu masukan lagi mengenai penggunaan software simulink matlab. c. Tegangan yang didapatkan berbentuk kotak dimana output daripada Cascaded H- Bridge membentuk sinyal kotak namun amplitudonya masih belum stabil. . Arus yang didapatkan berbentuk kotak dimana output daripada Cascaded H-Bridge membentuk sinyal kotak namun amplitudonya masih belum stabil. Pemodelan sistem masih belum sempurna.

“THD Analysis of Induction Motor Using Solid State Switching Devices”. Sravanthi. Issue 6( Version 5). pp. Arunkumar . 2015. 2012. A. Vol.C Int. IOSR Journal of Electrical and Electronics Engineering (IOSR-JEEE).C. Boilla. “Modelling of Five-Level Inverter for Renewable Power Source”. Vol. “New Cascaded H-Bridge Multilevel Inverter Topology with Reduced Number of Switches and Sources”. ISSN: 2278-1676 Volume 2. Arun. Telangana. Kavitha. India. 2014. International Journal of Advanced Research in Electrical. S. Vinayaka B. Bulletin de la Société Royale des Sciences de Liège. Nagendra Prasad. 2016. R. 2016. S. Vol. Arjun College of Tech &Science. Gokulnath . ISO 3297: 2007. 4. “Modeling and Design of Five Level Cascaded H-Bridge Multilevel Inverter with DC/DC Boost Converter”. p. N. DAFTAR PUSTAKA Ebrahimpanah. P. Electronics and Instrumentation Engineering. Umar Farooq Siddiqui. Issue 1. 79 – 95. Issue 6 (Sep-Oct. SSRG International Journal of Electrical and Electronics Engineering (SSRG- IJEEE) – volume 1 Issue.85.Varunkrishna. M.50-55. PP 26-36. Vinayaka B. “Five-level Cascaded H-Bridge Inverter with Predictive Current Control”. Pallavi Bondriya. 2012).R. . Shahrouz.Dist. Journal of Engineering Research and Applications. 2014. 4.