Anda di halaman 1dari 4
REVOLUSI PEDAS SANG PRESIDEN MAICIH Gramedia Pustaka Utama 2012 Fadzal Ikhtiar 5115134316 Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta 2016 REVOLUSI PEDAS SANG PRESIDEN MAICIH Keripik singkong sering dianggap sebagai makanan tradisional yang tidak berkelas. Namun di tangan Reza Nurhilman, keripik singkong berubah menjadi sesuatu yang dicari- cari dan produk bergengsi yang sukses menembus pasar internasional. Reza Nurhilman merupakan seorang miliarder dan pengusaha muda. Pria yang lahir di Bandung pada tanggal 29 September 1987 ini merupakan founder dan brand owner keripik Maicih. Sejak kecil, ia tinggal bersama orang tua angkat, karena orang tuanya telah berpisah. Mamanya, Amanda Ike Herrdany, merupakan seorang perkerja keras. Bakat inilah yang diturunkan kepada Reza, atau yang akrab disapa ‘Axl’. Sejak kecil, Axl telah dididik menjadi pribadi mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab. Keterpaksaannya meninggalkan bangku kuliah karena terhimpit masalah ekonomi membuatnya banting setir menjadi pengusaha kecil-kecilan. Setelah lulus SMA, Reza menjalankan bisnis dari kesenangannya pada kucing. Awalnya ia memiliki seekor kucing yang ia kawinkan dan menghasilkan enam anak. Anak kucing tersebut dijual masing-masing seharga sama dengan ketika membeli kucing yang pertama. Uang hasil penjualan kucing ini digunakan untuk membeli kucing lain dan selanjutnya dijual lagi. Bisnis ini berjalan sekitar 1,5 tahun. Setelah bisnis kucingnya, ia melirik bisnis pupuk di Kalimantan. Proyeksinya saat itu, proyek pupuk di Kalimantan dapat menghasilkan untung Rp 250 juta per bulan. Akan tetapi, saat penandatangan kontrak, ia ditipu oleh penghubungnya dengan koperasi perhimpunan petani itu. Kegagalan ini membuatnya terpukul. Ia ditinggal orang-orang terdekat dan mendapat banyak cacian. Ia pun mencoba bisnis baru. Mulai dari bisnis baju, handphone, sepatu kanvas lukis, jam tangan, serta parfum. Akan tetapi, lagi-lagi ia bertemu dengan kegagalan. Dari berbagai bisnis tersebut, ia mendapat keuntungan berupa uang, pengalaman, serta pembelajaran. Pelajaran yang paling penting yaitu tidak mudah menyerah, terus mencari peluang, dan terus beraksi. Sebagai penggemar dan penikmat keripik singkong pedas, Reza menemukan sebuah ide bisnis brilian. Pada tahun 2010, ia mulai mencoba menawarkan beberapa bungkus keripik ke teman-temannya pada setiap momen. Keripik itu diberi nama Maicih. Maicih adalah dompet kecil yang biasa dibawa ibu-ibu ke pasar. Maicih melambangkan kesederhanaan, begitu pula keripik merupakan jajanan sederhana yang disukai beberapa kalangan. Untuk mengakomodasi selera semua orang, Reza mendapat ide untuk membuat beberapa level kepedasan keripik singkong pedas buatannya. Popularitas Maicih tak terlepas dari strategi marketing yang dijalankan oleh sang pemilik. Reza memanfaatkan sosial media seperti Twitter dan Facebook sebagai sarana meraup keuntungan. Ia tidak membuka toko seperti layaknya penjual makanan, namun menggunakan jejaring sosial untuk memberitahu konsumen lokasi dimana para jenderal (agen) keripik ini menjajakan dagangannya. Keunikan Maicih juga terlihat dari penggunaan jargon khusus ketika berkomunikasi melalui jejaring sosial. Konsumen akan mendapati kata “Emak” sebagai istilah bagi pembuat keripik Maicih dan “cucu” untuk pelanggan. Reza juga memberikan sebutan “Jenderal” bagi para agen penjual, “Ichiers” untuk penggemar keripik pedas, “Republik Maicih” untuk manajemen perusahaan, dan “tericih-icih” untuk menggambarkan ketagihan akan pedasnya produk. Kunci sukses pada bisnis yang dilakukan Reza adalah terletak pada bagaimana cara dia berpikir “out of the box”. Hal ini ternyata ampuh dilakukannya dan terbukti dengan usaha yang dia jalani sekarang telah menjadi bahan perbincangan di kalangan anak muda. Orang penasaran ingin mencoba apa itu maicih, yang digembar-gemborkan orang di twitter dan facebook. Reza sengaja membuat produknya eksklusif agar orang penasaran. Dia tidak membuka toko seperti layaknya kebanyakan penjual, namun dijual dengan memanfaatkan media twitter sebagai informasi lokasi di mana para Jenderal (agen) Maicih menjajakan dagangannya. Melalui jaringan kekerabatan, Reza mencoba menciptakan isu atau word of mouth (WOM). Salah satunya, dengan tingkat kepedasan keripik Maicih tersebut. Reza sukses karena berkat ketekunan dan keyakinannya mengenai bisnis yang dia jalankan. Dalam proses penerimaan para jenderal sebagai agen penjualan Maicih, Reza dan rekan-rekan manajemennya pun tidak sembarangan dan melalui proses seleksi yang ketat. Reza dan manajemen Maicih berhasil membangun misi menciptakan gengsi profesi seorang jenderal yaitu dengan membuat batch untuk tiap-tiap pembelian yang dilakukan oleh para jenderal. Untuk batch pertama, nilai pembelanjaan para jendral minimal Rp5 juta per minggunya. Batch dua, nilai pembelanjaan produk Maicih minimal Rp10 juta per minggunya. Sementara batch tiga, kategori baru, nilai pembelanjaan minimal Rp100 juta per minggunya. Para jenderal pun dibebaskan untuk berinovasi dalam memasarkan produk Maicih. Selain itu, calon jenderal harus diwawancara di Bandung kemudian lulus Akademi Jenderal Maicih (Axl Academy) yang diisi dengan materi seputar team work, inovasi, character building, dansoft skill lainnya. hasilnya, banyak para jenderal sesuai dengan areanya masing-masing melakukan banyak inovasi dalam proses penjualan Maicih yang kemudian mendongkrak penjualan Maicih. Dari gambaran mengenai proses para jenderal tersebut, dapat kita lihat pemikiran “out of the box” Reza dalam bidang pemberdayaan sumber daya manusia yang lain dari pada yang lain. Reza tidak hanya melihat bahwa yang terpenting adalah penjualan Maicih yang signifikan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia-nya pun harus ditingkatkan. Keberhasilan Reza dalam membangun brand Maicih kemudian turut menciptakan banyak kompetitor dengan varian dan level keripik yang sama. Reza beserta manajemen kemudian melakukan inovasi baru yakni menciptakan varian baru Maicih dan re- packaging kemasan. Selain itu, Republik Maicih jauh lebih agresif menjadi pembicara di acara seminar atau workshop, menjadi narasumber di media elektronik, cetak, maupun online, hingga menggelar program corporate social responsibility. Bahkan, untuk menunjukkan bahwa Maicih adalah sang pionir, Republik Maicih sengaja memasang reklame Maicih di papan billboard akbar di wilayah Bandung. Selain itu juga, dalam waktu dekat Republik Maicih akan mengeluarkan merchandise dan wardrobe Maicih karena ambisi Reza menjadikan Maicih sebagai jajanan khas Bandung. Dan juga kedepannya Maicih tidak hanya dipasarkan di dalam negeri saja tetapi juga merambah hingga ke pasar international. Reza sukses karena berkat ketekunan dan keyakinannya mengenai bisnis yang dia jalankan. Keberhasilan Reza Nurhilman mengawali merk Maicih dari yang semula bukan siapa-siapa hingga tembus ke omset fantastis miliaran per bulan merupakan bukti nyata bahwa kreativitas dan kerja keras adalah kunci kesuksesan.Semua kesuksesan tidak datang dengan sendirinya, tetapi juga tidak diperlukan rumusan yang rumit. Tiga kunci sederhana kesuksesan adalah sikap, keyakinan, dan totalitas. Pertama adalah sikap. Untuk mencapai keberhasilan, sikap dan impian merupakan bagian tak terpisahkan. Impian adalah faktor utama, tapi tanpa sikap, impian akan menjadi percuma. Ibaratnya impian adalah sesuatu yang jauh di depan, dan sikap adalah disini, saat ini. Walaupun impian belum terwujud, kita bisa bersikap seakan sudah mencapainya. Itulah bentuk dari sikap terhadap impian dan diri sendiri. Selain sikap pada diri sendiri, yang perlu diperhatikan adalah sikap terhadap orang lain. Menghadapi orang-orang, jangan sekalipun menunjukkan sikap negatif. Saat orang mencaci maki atau menjelek-jelekkan, tanggapi dengan senyuman. Terakhir, tidak kalah penting adalah sikap terhadap kegagalan. Ketika menghadapi kegagalan, seharusnya kita senang jangan mengeluh, merasa down, bahkan menjelek-jelekkan diri sendiri. Sesungguhnya, semakin banyak kegagalan yang diterima, semakin dekat dengan kesuksesan. Kunci sederhana kesuksesan selanjutnya adalah keyakinan. Yakinkan diri pada Yang Maha Kuasa bahwa hal yang terbaik akan diberikan kepada kita. Jangan lupa bekerja keras dan berdoa. Yakinkan pula pada diri sendiri, apapun bentuk usaha yang dilakukan, bahwa kesuksesan bisa didapat. Kunci ketiga adalah totalitas. Berikan pelayanan secara total karena Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memantau kita. Tuhan pasti menganugerahkan kesuksesan pada waktunya. Bila kita melakukan suatu pekerjaan atas dasar kecintaan, maka tentu kita akan total dalam melaksanakan pekerjaan tersebut. Sikap pantang menyerah, kerja keras, dan totalitas dalam mengejar mimpi berhasil membawa Reza menjadi miliarder di usia muda. Perubahan drastis dari seorang pemberontak menjadi seseorang dengan visi yang besar. Dari jatuh bangun perjalanan bisnisnya, Reza mampu menciptakan gagasan-gagasan baru dalam setiap kegagalan yang dijumpai denga penuh semangat.