Anda di halaman 1dari 13

3.

2 METODA P/Z

Dua tipe reservoir panasbumi yang dikembangkan secara komersial untuk
pembangkit energi listrik yaitu reservoir dominasi uap dan reservoir dominasi air.
Reservoir dominasi air memproduksikan air panas yang dilepaskan dipermukaan,
sedangkan uap yang terproduksi digunakan untuk menggerakkan generator.
Reservoir dominasi uap fluidanya dalam keadaan sedikit superheated sehingga
hampir semua fluida yang diproduksinya adalah uap dan sedikit gas inert. Belum
terdapat teori yang pasti yang dapat menggambarkan kondisi sebenarnya yang
terjadi dalam suatu reservoir dominasi uap. Asumsi umum yang berkembang saat
ini adalah reservoir ini terdapat uap di bagian atas dan tidak menutup
kemungkinan adanya air yang mendidih pada kedalaman yang lebih dalam.
Menurut Bringham and Morrow (1977) ada dua kemungkinan yang dapat terjadi
di dalam reservoir apabila zona uap diproduksikan, yaitu:
• Kemungkinan pertama adalah sistim sepenuhnya berisi uap (tidak ada air).
• Kemungkinan kedua adalah air akan menguap dan menggantikan volume
pori-pori di zona uap, sedangkan permukaan air akan menurun (falling
liquid level).
• Kemungkinan ketiga adalah air akan menguap dan menggantikan volume
pori-pori di zona uap, akan tetapi permukaan air tidak berubah (constant
liquid level).

Ketiga metoda ini mengasumsikan bahwa besarnya fluida yang masuk ke dalam
reservoir diabaikan. Meskipun dalam kenyataannya pada saat fluida
diproduksikan dari reservoir maka akan ada fluida yang masuk ke dalam
reservoir. Namun demikian asumsi ini tetap beralasan mengingat jumlah fluida
yang masuk ke dalam reservoir relatif kecil dibandingkan dengan jumlah masa
yang diproduksikan terutama pada sistem reservoir dominasi uap.

Dalam hal terjadi kemungkinan pertama, yaitu sistim sepenuhnya berisi
uap, sebagaimana digambarkan dalam Model-1 dibawah ini, maka reservoir ini
dapat diperlakukan seperti halnya reservoir gas kering pada kondisi isotermal.
Asumsi isothermal diambil karena perbedaan yang sangat besar antara kapasitas
panas batuan terhadap uap dan juga antara massa uap terhadap massa batuan,
dengan demikian pada saat uap diproduksikan tidak terjadi penurunan temperatur
yang berarti di dalam reservoir.

Kinerja reservoir uap kering ini akan berupa garis lurus jika dibuat plot antara P/Z
terhadap fraksi kumulatif massa uap (jumlah uap yang sudah diproduksikan),
sehingga dengan ekstrapolasikan plot tersebut menuju titik P/z = 0 akan dapat
diketahui besarnya massa uap yang terdapat dalam reservoir.

Estimasi Cadangan III-1

z i pf .4 0.8 0.5 0. z f mgi mgf h no water no water present present Sumber Sumber Panas Panas Dry Steam 40 35 30 25 P/z 20 15 10 5 0 0 0. Model-1: ∆mg Sistim sepenuhnya berisi uap (tidak ada air) Steam Reservoir Steam Reservoir pi .1 Kinerja Reservoir Uap Kering Estimasi Cadangan III-2 .1 0.7 0.2 0.6 0.9 1 fraksi massa uap terproduksi terhadap massa uap awal Gambar 4.3 0.

34) Mg f Zf M g i Zi Jika luas (A). Volume (V). maka persamaan gas ideal : PV = z n RT ……………………………………………(3. temperatur (T).31) p nRT = ……………………………………………(3.38) zf zi m gi Estimasi Cadangan III-3 .32) z V Jika fluida dianggap semua uap. kedalaman (h). dimana volume(V) merupakan volume pori total. dan R adalah konstanta gas. sedangkan volume spesifik berbanding terbalik dengan densitas (ρ).36) Jumlah uap yang diproduksi dari reservoir: ∆mg = m g i − m gf …………………………………………(3. porositas (φ) dan densitas (ρ) maka jumlah massa uap di reservoir awal : M vi = A × h × φ × ρ vi …………………………………………(3. massa uap yang ada dalam reservoir kondisi awal (M gi ) dan (M gf ) didapat persamaan: Pf Pi = …………………………………………(3. jumlah mol (n).37) Persamaan kesetimbangan energi di reservoir uap: Pf Pi (m gi − ∆m g ) = …………………………………………(3. Kinerja reservoir uap kering tersebut dapat dijelaskan berdasarkan pendekatan matematis sebagai berikut: Apabila tekanan (P). dan jumlah mol (n) merupakan perbandingan antara massa dengan massa atom relatif maka persamaan diatas dapat ditulis sebagai berikut : p mRT = ……………………………………………(3.35) dan massa uap akhir M vf = A × h × f × ρ vf …………………………………………(3.33) z VMr Dengan harga temperatur relatif konstan dan berada dalam ruang tertutup sehingga volumenya konstan.

Estimasi Cadangan III-4 . zf mgi mgf h no water no water present present Sumber Sumber Panas Panas pi mgi RT pf mgf RT = = zi VM zf VM pf  p  mgf  pf  p  ( mgi − ∆mg )  =  i   =  i   m    zf  i  gi  z zf  i  z m gi  3. zi pf . KEADAAN AWAL KEADAAN AKHIR ∆mg = mgi − mgf Steam Reservoir Steam Reservoir pi . sedangkan permukaan air akan menurun (falling liquid level).3 METODA FALLING LIQUID LEVEL Kemungkinan lain yang dapat terjadi dalam reservoir apabila zona uap diproduksikan adalah air akan mendidih dan menguap dan menggantikan volume pori-pori di zona uap.

Pada saat awal penurunan tekanan. volume pori terisi seluruhnya oleh akhir akan tetapi pada akhir penurunan tekanan volume pori ini akan terisi air dan uap sehingga panas dari batuan ini akan ditransfer kedalam zona air dan juga kedalam zona uap. perlu dibuat kesetimbangan energi thermodinamik secara lengkap. Untuk memudahkan penurunan persamaan maka diasumsikan bahwa volume pori terisi penuh oleh air pada saat awal penurunan tekanan.φ) A Hi mrf = ρr (1 . Sedangkan energi output yang terjadi adalah berupa massa uap yang diproduksikan dikalikan dengan entalpinya Estimasi Cadangan III-5 . Input = mrf c pr (Ti − T f ) + (mri − mrf )c pr (Ti − T *) T* adalah temperatur rata-rata dari volume pori yang terbentuk selama penurunan tekanan. volume pori akan terisi oleh uap dan air.T* mLi Uap & air Hi wate mri Hf r m Lf Sumber cpr Sumber Panas Pana mrf cpr mri = ρr (1 .φ) A Hf mLi = A Hi φ ρLi mLf = A Hf φ ρLi Untuk menganalisa sistem ini.Tf Steam Reservoir Steam Reservoir h h water mgf . Berikut ini akan ditunjukkan persamaan kesetimbangan yang terjadi dalam sistem falling liquid level ini: Input – Output = Final – Initial Satu-satunya energi input adalah panas yang ditransfer dari batuan sebagai akibat adanya penurunan temperatur (konsekuensi dari setiap penurunan tekanan akan terjadi juga penurunan temperatur sesuai dengan hubungan tekanan-temperatur air pada kondisi saturasi). Pada saat akhir penurunan tekanan. Model-2: Suatu sistim panasbumi dimana reservoir uap terletak diatas zona air apabila zona uap diproduksikan adalah air akan mendidih dan menguap dan menggantikan volume pori-pori di zona uap. sedangkan permukaan air akan menurun ∆mg .hg Pi .T** .Ti pf .

Final = m Lf u Lf + m gf [ug(T*)] Dimana ug(T*) adalah Energi Dalam uap pada temperatur rata-rata T*. Jika perubahan temperatur kecil maka dapat diasumsikan T* = T** = (T i + T f )/2 Sehingga m gf h g (T**) di sebelah kiri persamaan dan m gf h g (T*) di sebelah kanan saling meniadakan sehingga Input – Output = Final – Initial (Ti − T f ) [ mrf c pr (Ti − T f ) + (mri − mrf )c pr ]. Output = ∆m g h g (T**) = (m Li .[m Li h Li ] Estimasi Cadangan III-6 .m Li p i v Li Final = m Lf u Lf + m gf u g @T* = m Lf h Lf .m Lf p f v Lf + m gf h g @T*.m gf p f v g @T* sehingga mrf c pr (Ti − T f ) + (mri − mrf )c pr (Ti − T *) − (mLi − mLf − mgf )(hg (T * *)) = mLf hLf − mLf p f vLf + mgf (hg (T *)) − mgf p f (vg (T *)) − mLi hLi + mLi pi vLi suku mpv pada bagian kanan dari persamaan diatas jika dijumlahkan maka akan sama dengan volume pori total dari sistem dikalikan dengan perubahan tekanan yang terjadi.m Lf -m gf ) h g (T*) 2 = [m Lf h Lf + m gf h g @T*] . Jika disubstitusikan u = h – pv maka Initial = m Li u Li = m Li h Li . Energi Initial adalah Energi Dalam air yang ada dalam sistem pada saat awal Initial = m Li u Li Sedangkan Energi Final adalah energi dari air dan uap in place pada saat akhir dari penurunan tekanan.m Lf .(m Li . Kontribusi mpv dibandingkan dengan suku-suku yang lain dalam persamaan ini sangat kecil sehingga dapat diabaikan.m gf ) h g (T**) H g (T**) adalah entalpi uap pada saat T** dimana T** adalah temperatur rata-rata pada saat uap meninggalkan sistem.

2 0. Kapasitas panas batuan.mLf ) hg (T**) + ((m ri − mrf )c pr (Ti − T f ) / 2 ) = mLfhLf – mLihLi + mLi hg (T**) i. Temperatur reservoir awal. Luas area reservoir.8 0. ρ r 6.mLihLi atau mrf c pr (Ti − T f ) = mLfhLf – mLihLi + (mLi. T i 7.6 0.3 0.(mLi. Densitas batuan. h ri 3. c pr 4.Apabila disederhanakan menjadi: mrf c pr (Ti − T f ) + (mri − mrf )c pr (Ti − T f ) / 2 .5 0.4 0. Porositas batuan.7 0. Tekanan awal reservoir. φ 5.1 0.mLf hg (T**) + ((m ri − mrf )c pr (Ti − T f ) / 2 ) Falling Liquid Level 40 dry steam porositas 10% 35 porositas 5% porositas 20% 30 25 P/z 20 15 10 5 0 0 0.9 1 fraksi massa uap terproduksi terhadap massa uap awal Gambar p/z vs Fraksi Massa Uap Terproduksi pada Sistem Falling Liquid Level Prosedur Perhitungan Data yang perlu disiapkan: 1. Ketebalan reservoir. Pi sebagai fungsi dari tekanan saturasi (T i ) Estimasi Cadangan III-7 .mLf ) hg (T*) = mLfhLf . A 2.

14. Hitung besarnya persamaan pada bagian kiri (Ti − T f ) mrf c pr (Ti − T f ) + (mri − mrf )c pr . 1. Hitung massa air mula-mula yang ada dalam reservoir Mi M i = A x h ri x φ/v Li Dimana v Li adalah volume spesifik air pada T i didapat dari steam table. Hitung tekanan final (p f ) sebagai fungsi dari T f pada kondisi saturasi.φ) x ρ r 7. 5. teruskan ke langkah no. Jika kiri = kanan. 3 dengan asumsi ∆T yang baru. 15.φ) x ρ r 8. Hitung massa batuan initial.(m Li . Hitung besarnya persamaan pada bagian kanan m Lf h Lf . Hitung massa batuan final. m Lf m Lf = A x h f x φ / v Lf 10. entalpi air pada T f dan entalpi air pada T i . mri m ri = A x h ri x (1 . hitung h rf h rf = h ri .∆T 4. 11.∆h 3.m Lf ) h g (T*) 2 12. 9. Hitung kumulatif massa gas yang telah terproduksi (m gprod ) Estimasi Cadangan III-8 . 14 jika tidak kembali ke langkah no. didapat pada steam table pada temperatur initial T i . m rf m rf = A x h rf x (1 . Hitung massa liquid final. Hitung massa uap final kumulatif (m gfkum ) 16. m Li m Li = A x h i x φ / v Li v Li adalah volume spesifik air pada kondisi saturasi. Asumsikan perubahan ketebalan reservoir (∆h). Cari pada steam table besarnya hg pada T*. Hitung T* T* = (T i + T f )/2 6. Asumsikan perubahan temperatur ∆t dan hitung temperatur final.m Li h Li 13. T f T f = T i . Hitung total massa tersisa dalam reservoir (m sisa ) m sisa = m gfkum + m Lf 17. Hitung massa uap final (m gf ) m gf = A x (h i – h f ) x φ / v gf v gf adalah volume spesifik uap pada T f didapat dari steam table. 2. Hitung massa liquid initial.

Hitung besarnya p/z 21.hg Pi . 22.6 METODA CONSTANT LIQUID LEVEL Kemungkinan lain yang dapat terjadi dalam reservoir apabila zona uap diproduksikan adalah air akan menguap dan menggantikan volume pori-pori di zona uap. Besarnya energi yang ditransfer ke dalam reservoir oleh batuan yang mempunyai masa awal (m ri ). Hitung fraksi massa gas yang telah terproduksi (m gprod ) terhadap massa air mula-mula yang ada dalam reservoir (M i ) Fraksi = m gprod / M i 19. m gprod = M i – m sisa 18. Selama produksi hanya uapnya saja yang mengalir keluar dari sistem. Energi panas input berasal dari batuan yang mengalir ke semua zona dengan temperatur sama. temperatur akhir (T f ) adalah Estimasi Cadangan III-9 .15) × 1000 dimana Mr adalah berat molekul relatif dari air = 18 20. akan tetapi permukaan air tidak berubah (constant liquid level).Tf mf h Steam Reservoir h Steam Reservoir Sumber Sumber Panas Panas Dalam sistem ini dianggap adanya air saturasi yang terdistribusi merata dalam pori-pori. Buatlah plot antara fraksi vs p/z 3. kapasitas panas batuan (c pr ). sedangkan permukaan air tidak berubah ∆mg .T** . Kembali ke langkah no. 2 untuk ∆h selanjutnya dimana h i baru = h f lama. Model-3: Suatu sistim panasbumi dimana reservoir uap terletak diatas zona air apabila zona uap diproduksikan adalah air akan mendidih dan menguap dan menggantikan volume pori-pori di zona uap. Hitung besarnya z p f × 10 5 × Mr × υ gf z= 8.3145 × (T f + 273. Kesetimbangan energi sangat diperlukan untuk menghitung kelakuan produksi dan penurunan tekanan.Ti mi pf . temperatur awal (T i ).

p i v] dimana mpv adalah volume pori total dikalikan dengan perubahan tekanan sehingga Estimasi Cadangan III-10 . spesifik entalpi rata-rata uap yang meninggalkan reservoir (h g (T*)). temperatur rata-rata saat uap meninggalkan reservoir (T*).p f v] – M i [h Li + x i (h g i – h Li ) . input = mr i × C pr × (Ti − T f ) Apabila massa uap yang diproduksikan (∆m g ). maka besarnya energi uap yang diproduksikan dapat ditulis dalam persamaan : Output = ∆m g h g (T*) Jika massa awal fluida (M i ) dan masa akhir fluida (M f ) persamaan diatas dapat ditulis : Output = (M i – M f ) h g (T*) Energi initial yang terdapat dalam reservoir adalah initial = M i (u li + xi (u gi − u li )) Pada saat belum terjadi depletion maka kondisi awal reservoir hanya berisi air sehingga initial = M i u i Setelah terjadi depletion maka pori-pori reservoir akan terisi oleh uap dan air sehingga besarnya energi yang ada dalam reservoir (energi final) adalah final = M f (u lf + x f (u gf − u lf )) Dengan menggunakan hubungan termodinamika u = h – pv maka [ final = M f (hlf + x f (hgf − hlf )) − p f v ] dan [ initial = M i (hli + xi (hgi − hli )) − pi v ] sehingga kesetimbangan energi secara keseluruhan akan menjadi Input − Output = Final − initial M ri C pr (T i – T f ) – (M i – M f ) [h g (T*)] = M f [h Lf + x f (h gf –h Lf ) .

3 0. akan tetapi berdasarkan kesetimbangan volume dapat diturunkan persamaan sbb Vi V i =M f [v Lf + x f (v gf – v Lf )] atau M f = v Lf + x f (v gf − v Lf ) Sehingga akan diperoleh persamaan akhir yang lebih sederhana yaitu Vi × f (hg (T *) − hLf ) − ( A − B − C )v Lf xf = ( A − B − C )(v gf − v Lf ) − Vi × f (hgf − hLf ) dimana A= M ri C pr (T i – T f ) B= M i [h g (T*) – (h Li + x i (h gi – h Li )] C=V i φ (p i – p f ) Constant Liquid Level 40 dry steam porosity 5% 35 porosity 10% porosity 20% 30 25 P/z 20 15 10 5 0 0 0.4 0.8 0. M ri C pr (T i – T f ) – (M i – M f ) [h g (T*)] = M f [h lf + x f (h gf –h lf )] + V i (pi – p f ) – M i [h li + x i (h gi – h li )] Ada dua variable yang tidak diketahui dalam persamaan ini yaitu M f dan x f .7 0.1 0.6 0.9 1 fraksi massa uap terproduksi terhadap massa uap awal Gambar p/z vs Fraksi Massa Uap Terproduksi pada Sistem Contant Liquid Level Estimasi Cadangan III-11 .5 0.2 0.

v g (T f ) dan h L (T i ). ρ r 6.v Li )) Dimana v Li dan v gi adalah volume spesifik air dan uap pada T i didapat dari steam table. x i 1. Kapasitas panas batuan. 9. Hitung massa fluida mula-mula yang ada dalam reservoir M i M i = V i φ / (v Li + x i (v gi . 4. T i 7. Densitas batuan.Prosedur Perhitungan Data yang perlu disiapkan: 1. Hitung massa fluida mula-mula yang ada dalam reservoir M M = V i φ / (v Li + x i (v gi . Dapatkan temperatur final (T f ) sebagai fungsi dari p f pada kondisi saturasi. A 2. hitung tekanan reservoir final p f p f = p i . Ketebalan reservoir. Porositas batuan.v Li )) Dimana v Li dan v gi adalah volume spesifik air dan uap pada T i didapat dari steam table. Hitung T* T* = (T i + T f )/2 7. Luas area reservoir.∆p 5. Fraksi uap initial. P i sebagai fungsi dari tekanan saturasi (T i ) 8. Cari pada steam table besarnya h g (T*). h g (T f ). h ri 3. Hitung volume pori initial. V i V i = A x h ri x φr 2. Temperatur reservoir awal. 8. m ri m ri = V i x (1 . c pr 4. v L (T f ). h L (T i ). Hitung besarnya A. φ 5. h g (T i ). Asumsikan perubahan tekanan reservoir (∆p). B dan C A= M ri C pr (T i – T f ) B= M i [h g (T*) – (h Li + x i (h gi – h Li )] C=V i φ (p i – p f ) Estimasi Cadangan III-12 . Tekanan awal reservoir. 6. Hitung massa batuan initial.φ) x ρ r 3.

Hitung besarnya z p f × 10 5 × Mr × υ gf z= 8. 7 13. 4 untuk ∆p selanjutnya dimana p i baru = p f time step sebelumnya. 3) Fraksi = m gprod / M 15. Kembali ke langkah no.v Lf )) Dimana v Lf dan v gf adalah volume spesifik air dan uap pada T f didapat dari steam table. M i baru = M f time step sebelumnya. Hitung fraksi massa uap yang telah terproduksi (m gprod ) terhadap massa air mula-mula yang ada dalam reservoir sebelum diproduksikan (M yang didapat dari langkah no. T i baru = T f time step sebelumnya. Hitung massa uap terproduksi kumulatif (m gkum ) 14. Hitung massa uap yang terproduksi (m gprod ) m gprod = M i – M f M i didapat dari langkah no.15) × 1000 dimana Mr adalah berat molekul relatif dari air = 18 16. x i baru = x f time step sebelumnya.3145 × (T f + 273. 12. Buatlah plot antara fraksi vs p/z Estimasi Cadangan III-13 . Hitung besarnya x f Vi × f (hg (T *) − hLf ) − ( A − B − C )v Lf xf = ( A − B − C )(v gf − v Lf ) − Vi × f (hgf − hLf ) 11. 18. 10. Hitung massa fluida akhir pada (time step saat ini) yang ada dalam reservoir M f M f = V i φ / (v Lf + x f (v gf . Hitung besarnya p/z 17.