Anda di halaman 1dari 10

CASE REPORT SESSION

Idiopathic Ductal Carcinoma Mammae

PRESEPTOR :

R. Yohana, dr., Sp.B(K)-ONK

SUB BAGIAN ILMU BEDAH ONKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN
RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN
2017

1

Keluhan skin dimpling disangkal. N Usia : 47 tahun Jenis kelamin : Perempuan Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Tanggal Pemeriksaan : 2 Juni 2017 Anamnesis Keluhan utama : benjolan pada payudara kiri Sejak 1 tahun SMRS. Keluhan pada payudara kanan disangkal. Selanjutnya pasien dirujuk ke RSHS dengan tumor ganas pada payudara. Keluhan benjolan disertai dengan penurunan berat badan sebesar 17 kg dalam 1 tahun. Karena keluhan benjolan tersebut penderita dibawa ke puskesmas lalu dirujuk ke RS Indramayu. Di RS Indramayu. Keluhan benjolan tidak disertai dengan benjolan pada ketiak. Penderita memiliki 3 anak dan diberikan ASI eksklusif. penderita mengeluh teraba benjolan pada payudara kiri. keras dan bisa digerakkan. STATUS PASIEN Identitas Pasien Nama : Ny. penderita dirawat selama 3 hari dan dilakukan pengambilan sampel. Keluhan serupa pada keluarga disangkal. Benjolan awalnya hanya sebesar telur puyuh. Pemeriksaan fisik Status generalis Kesadaran : Compos mentis Tensi : 120/80 mmHg Nadi : 68 x/m Suhu : Afebris Pernafasan : 16x / menit Kepala : Simetris. Keluhan benjolan disertai dengan keluar cairan berwarna kuning dari puting dan sering disertai perdarahan. lalu semakin lama semakin membesar. berwarna merah. Konjungtiva tidak anemis dan sklera tidak ikterik Leher : JVP tidak meningkat 2 . Benjolan terasa nyeri.

Biopsi Insisi Diagnosa akhir Invasive ductal carcinoma mammae sinistra Tata laksana . ronchi (-). Quo ad functionam : admalam 3 . Quo ad vitam : adbonam . Simple mastektomi Prognosis . Dada : Bentuk dan gerak simetris Paru-paru : VBS kanan = kiri. immobile. tidak nyeri Usulan Pemeriksaan -Rontgen Thorax PA -USG Mammae -USG Hepar . wheezing (-) Jantung : Murni regular Perut : Datar lembut Hati : Tidak teraba Ekstremitas atas & bawah: Akral hangat Status lokalis ar Mammae Sinistra Terdapat benjolan ukuran 3x2x2 cm.

Kemungkinan untuk menderita kanker mammae 2 – 3 kali lebih besar pada wanita yang ibunya atau saudara kandungnya menderita kanker payudara. menarche yang cepat dan menopause yang lambat ternyata meninggikan resiko terhadap terjadinya karsinoma mammae. Sedangkan kanker disebut invasif jika terjadi pemisahan dari sel-sel kanker diluar membrane basalis dari duktus dan lobulus. pada wanita yang diangkat ovariumnya di usia muda lebih jarang ditemukan karsinoma mammae. Kemungkinan resiko meninggi terhadap adanya karsinoma mammae pada wanita yang memakan pil KB dapat disangkal berdasarkan penelitian terdahulu. Hormon. serta menyusup ke jaringan normal di sekitarnya. PEMBAHASAN Pendahuluan Karsinoma mammae berasal dari sel epitel yang membatasi unit lobular duktus terminalis. Pertumbuhan karsinoma mammae sering dipengaruhi oleh perubahan keseimbangan hormone. Misalnya. Akan tetapi. Usia. Kemungkinan ini lebih besar bila ibu atau saudara kandung itu menderita kanker bilateral atau kanker pada premenopause. Faktor Resiko Keluarga. 4 . Insiden menurut usia naik sejalan dengan bertambahnya usia. Selain itu. Kurva insidensi – usia bergerak naik terus sejak usia 30 tahun. Kanker ini jarang sekali ditemukan pada wanita usia dibawah 20 tahun. Sel–sel kanker yang tetap melekat pada membrane basalis dari elemen duktus terminalis dan duktus drainase disebut in situ atau non invasive. hal itu tidak membuktikan hormone seperti estrogen dapat menyebabkan karsinoma mammae pada manusia. Insidensi dan Epidemiologi Karsinoma mammae pada wanita menduduki tempat nomor 2 setelah karsinoma serviks uteri. Angka tertinggi terdapat pada usia 45 – 66 tahun. Resiko terhadap karsinoma mammae lebih rendah pada wanita yang melahirkan anak pertama pada usia lebih muda.

Pada air susu ibu (ASI) ditemukan virus (partikel) yang sama dengan yang terdapat pada air susu tikus yang menderita karsinoma mammae.serratus anterior. and satellite nodules) T4c T4a dan T4b T4d Inflammatory cancer N0 No regional node metastases N1 Palpable mobile involved ipsilateral axillary nodes N2 Fixed involved ipsilateral axillary nodes N3 Ipsilateral internal mammary node involvement (rarely clinically detectable) M0 No evidence of metastasis M1 Distant metastasis (includes ipsilateral supraclavicular nodes) Keterangan : Lekukan pada kulit.Virus. atau perubahan lain pada kulit.5-1 . Akan tetapi peranannya sebagai faktor penyebab pada manusia belum dapat dipastikan. retraksi papilla. T2 atau T3 tanpa mengubah klasifikasi. 5 . Dari penelitian epidemiologi setelah ledakan bom atom atau penelitian pada orang setelah pajanan sinar Rontgen. bisa terdapat pada T1. T1c >1-2 cm) T2 >2 cm-5 cm T3 >5 cm T4a Involvement of chest wall T4b Involvement of skin (includes ulceration. otot interkostal dan m. Sinar ionisasi. kecuali yang terdapat pada T4.5 cm. peranan sinar ionisasi sebagai faktor penyebab pada manusia menjadi lebih jelas. direct infiltration. T1b >0. tanpa otot pektoralis. Dinding thoraks adalah iga. Klasifikasi TNM dari Karsinoma mammae Tis Cancer in situ T1 2 cm (T1a 0. peau d'orange.

N0-1. M1 Correlation of UICC (1987) and TNM classifications of tumours Gejala Klinis dan Diagnostik Pada karsinoma mammae. tetapi bila membesar. any N. M0 II T1. tanda adanya infiltrasi. N0. N1. T4. UICC stage TNM classification I T1. maka kulit tersebut akan tampak seperti kulit jeruk. M0 IV any T. any N. disertai dengan tanda-tanda peradangan pada saluran limfe kulit. M0. any N. T2. 6 . M0 III any T. N2-3. T3. M0. dan bila benjolannya besar serta seluruhnya melekat pada kulit. Bila menginfiltrasi ke kulit. pada mulanya benjolan sama seperti jinak. benjolan tersebut akan mulai tidak mudah digerakkan dari sekitarnya. maka akan tampak lekukan. M0.

Payudara dibagi 4 kwadran dengan 1 sentral. darah atau nanah. ulkus dan benjolan. sehingga tindakan ini dapat dianggap sebagai tindakan pertama pada pembedahan mammae. lateral bawah. Dengan memijat halus putting susu dapat diketahui adanya pengeluaran cairan. seperti kulit jeruk. Sentral (sekitar putting susu) Pada inspeksi dinilai bentuk kedua payudara. retraksi. warna kulit. lekukan. Kwadran lateral atas. Bila pemeriksaan menunjukkan tanda tumor jinak. Dengan sediaan baku. Terapi Untuk mendapat diagnosis histology. yakni : 1. adanya kulit berbintik. medial atas dan medial bawah 2. tonjolan. hasil histopatologi dapat diselesaikan dalam waktu 15 menit. biasanya dilakukan biopsy. Cairan yang keluar dari kedua puting susu harus selalu dibandingkan. Palpasi dilakukan pada pasien yang berbaring dengan bantal tipis di punggung. operasi diselesaikan. Pengeluaran cairan dari putting diluar masa laktasi dapat disebabkan oleh beberapa kelainan seperti karsinoma. Akan tetapi pada hasil yang 7 . dengan menggunakan telapak jari tangan yang digerakkan perlahan-lahan tanpa tekanan pada setiap kuadran payudara.

atau ada ulserasi atau pada klasifikasi TNM yaitu tumor yang tergolong T4. dan semua kelenjar ketiak sekaligus. seluruh tumor dan penyebarannya di kelenjar limfe dapat dikeluarkan. dan tidak ada infiltrasi ke dinding dada dan kulit mammae. yaitu bedah radikal. Bedah konservatif adalah biopsy eksisi luas (dengan batas 1 cm dari jaringan normal) atau eksisi yang lebih luas yaitu seluruh kwadran (quadrantectomy). Bedah radikal (mastektomi radikal) menurut Halsted. Tumor mammae disebut inoperable jika seluruh tumor telah melekat pada kulit atau adanya kelenjar-kelenjar supraklavikuler atau adanya limfangitis karsinomatosa atau kelenjar-kelenjar aksila sudah melekat. Terapi kuratif dilakukan jika tumor terbatas pada payudara. ditambah diseksi aksila dan radioterapi pada sisa payudara tersebut. 8 . Radioterapi lebih berguna sebagai terapi tambahan untuk tujuan kuratif pada tumor yang relative besar. Menurut Sainsbury. atau edema pada lengan. dilakukan radiasi pada mammae atau kemoterapi adjuvant. M1.menunjukkan tumor ganas. Pada benjolan mammae yang inoperable. Bedah radikal yang diubah (mastektomi radikal yang “modified”) adalah bedah radikal yang tetap mempertahankan m. operasi dapat dilanjutkan dengan tindakan bedah kuratif. Sedangkan radioterapi paliatif berhasil baik untuk waktu yang terbatas. jika otot tersebut jelas bebas dari tumor mammae.N1 atau M0  Tumor > 4cm pada payudara yang besar.pektoralis mayor dan minor. tumor mammae yang dapat dilakukan bedah konservatif adalah tumor mammae dengan :  lesi tunggal secara klinis dan mammography  tumor dengan diameter ≤ 4cm  berdasarkan klasifikasi TNM termasuk T1. bila tumor sudah inoperable secara local. yaitu eksisi tumor luas. atau infiltrasi dari kelenjar limfe ke struktur sekitarnya. Tumor disebut operable jika dengan tindakan bedah radikal.pektoralis mayor dan minor. bedah konservatif. atau ada metastase jauh. m. bedah radikal yang diubah. T2 dengan N0. Radioterapi Untuk kanker payudara berperan sebagai terapi kuratif dengan mempertahankan mammae dan sebagai terapi tambahan atau terapi paliatif. N2/N3. meliputi pengangkatan payudara dengan sebagian besar kulitnya.

Terapi hormonal paliatif dapat dilakukan pada penderita yang premenopause dengan cara ovarektomi bilateral atau dengan pemberian antiestrogen. Terapi hormonal ini diberikan sebagai adjuvant pada pasien paskamenopause yang uji reseptor estrogennya positif dan pada pemeriksaan histopatologik ditemukan kelenjar aksila yang berisi metastasis. sedangkan pada pasien paskamenopause diberikan terapi adjuvant hormonal berupa obat pil anti estrogen. Biasanya seluruh payudara dan kelenjar aksila dan kelenjar supraklavikula. adriamycin dan siklofosfamid. Kemoterapi Kemoterapi merupakan terapi sistemik yang digunakan bila ada penyebaran sistemik dan sebagai terapi adjuvant. Tujuannya untuk menghancurkan mikrometastasis. Penderita yang diharapkan memberi respon yang baik dapat diketahui dari “uji reseptor estrogen” pada jaringan tumor. maka di tempat- tempat lain kemungkinan besar sudah ada mikrometastasis. atau 5-fluorouracyl. sehingga perlu diawasi keadaan umum pasien serta kadar Hb. metotreksat. atau vincristin dan adriamycin. Obat yang harus diberikan secara kombinasi antara lain adalah 5-fluorouracyl. Obat yang diberikan adalah kombinasi siklofosfamid. leukosit dan trombosit. dan 5-fluorouracyl selama 6 bulan pada pasien premenopause. kadang menghasilkan remisi selama beberapa tahun. Terapi hormonal biasanya diberikan secara paliatif sebelum kemoterapi karena efek paliatifnya lebih lama dan efek sampingnya lebih kurang. seperti tamoksifen atau aminoglutetimid. Estrogen tidak dapat diberikan karena efek samping terlalu berat. Kemoterapi paliatif dapat diberikan pada pasien yang telah menderita metastasis sistemik. tetapi residif. Obat yang dipakai adalah sediaan antiestrogen tamoksifen. di mana menurut Bonnadonna bila terdapat kelenjar aksila yang mengandung metastasis. Terapi hormonal Indikasi pemberian terapi hormonal adalah bila terjadi metastasis jauh atau sudah pernah mendapat radiasi sebelumnya. Kemoterapi adjuvant diberikan pada pasien yang pada pemeriksaan histopatologis paska bedah mastektomi ditemukan metastasis di sebuah atau beberapa kelenjar. 9 . Kemoterapi bersifat toksis. Akan tetapi penyulitnya adalah pembengkakan lengan karena limfoedema akibat rusaknya kelenjar ketiak supraklavikular. Tidak semua karsinoma mammae peka terhadap terapi hormonal.

10 . namun dapat dihindarkan bila teknik operasinya baik dan penentuan indikasi operasi yang tepat.Prognosis “Survival rate” bergantung kepada stadium pada waktu pasien dilakukan pengobatan dan jenis tumor. Residif lokal dapat terjadi setelah bedah konservatif.