Anda di halaman 1dari 11

BAB 1 PENDAHULAN

1.1 Latar belakang

Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa kita sadari terjadi situasi yang mengharuskan kita
melobi dengan orang lain atas nama pribadi tetapi juga dengan pihak yang kita wakili. Hal
yang terpenting dalam proses lobi adalah membaca sasaran lobi. Kita mampu merasakan,
pikiran dan harapan dari sasaran lobi. Selama manusia itu melakukan proses komunikasi
dengan orang lain maka disitulah kegiatan lobby itu terjadi dan kadang kala kita juga
melakukannya tanpa kita sadari.Seperti halnya dalam komunikasi, maka dalam lobby juga
terdapat unsur-unsur utama yaitu sumber (source),pesan (message),saluran(channel),
penerima (receiver) dan efek (effect) serta umpan balik (feed back).

Dalam lingkungan kehidupan organisasi kemasyarakatan, baik sosial,ekonomi
maupun politik, upaya untuk mencapai sasaran dengan menggunakan kekerasan atau
berdasarkan kekuatan otot belaka sudah bukan jamannya. Dalam menyelesaikan suatu
perbedaan/pertentangan maupun perbedaan kepentingan diperlukan dialog dan musyawarah
melalui lobi dan negosiasi, meskipun adakalanya berlangsung alot dan membutuhkan waktu
relatif lama.

Dewasa ini upaya melobi bukan lagi monopoli dunia politik dan diplomasi, tetapi juga
banyak dilakukan para pelaku bisnis, selebritis dan pihak-pihak lain termasuk PNS. Istilah
Lobi yang berarti teras atau serambi ataupun ruang depan yang terdapat pada suatu bangunan
atau hotel-hotelyang dijadikan sebagai tempat duduk tamu-tamu.

Lobi memiliki beberapa karakteristik yaitu bersifat informal dalam berbagai bentuk,
pelakunya juga beragam, dapat melibatkan pihak ketiga sebagai perantara, tempat dan waktu
fleksibel dengan pendekatan satu arah oleh pelobi.

1.2 Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud lobi dalam teknik atau metode advokasi?
2. Apa saja fungsi lobi dalam teknik atau metode advokasi?
3. Apa mafaat dari lobi dalam teknik atau metode advokasi?
4. Apa saja kemampuan dan karakteristik lobi dalam teknik atau metode advokasi?
5. Apa stategi untuk melakukan lobi dalam teknik atau metode advokasi?
6. Apa saja teknik untuk melakukan lobi?
7. Bagaimana langkah langkah dalam melakukan teknik lobi?

Untuk mengetahui fungsi lobi dalam teknik atau metode advokasi 3. Untuk mengetahui kemampuan dan karakteristik lobi dalam teknik atau metode advokasi 5. Untuk mengetahui teknik untuk melakukan lobi 7. Mahasiswa dapat mengetahui strategi melakukan lobi dalam teknik atau metode advokasi 6. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian lobi dalam teknik atau metode advokasi 2. Untuk mengetahui strategi melakukan lobi dalam teknik atau metode advokasi 6.1. Mahasiswa dapat mengetahui mafaat dari lobi dalam teknik atau metode advokasi 4. Mahasiswa dapat mengetahui kemampuan dan karakteristik lobi dalam teknik atau metode advokasi 5.4 Manfaat 1.3 Tujuan 1. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi lobi dalam teknik atau metode advokasi 3. Untuk mengetahui pengertian lobi dalam teknik atau metode advokasi 2. Mahasiswa dapat mengetahui langkah langkah dalam melakukan teknik lobi . Untuk mengetahui langkah langkah dalam melakukan teknik lobi 1. Mahasiswa dapat mengetahui teknik untuk melakukan lobi 7. Untuk mengetahui manfaat dari lobi dalam teknik atau metode advokasi 4.

. dan apa yang dimaksudkan tersebut berada di bawah kontrol atau pengaruh pihak lain (individu maupun lembaga). Menurut A. Lobi merupakan bagian dari aktivitas komunikasi. 3. 4. kelompok. Menurut Anwar (1997) definisi yang lebih luas adalah suatu upaya informal dan persuasif yang dilakukan oleh satu pihak (perorangan. Menurut Pramono (1997) lobi merupakan suatu pressure group yang mempraktekkan kiat-kiat untuk mempengaruhi orang-orang dan berupaya mendapatkan relasi yang bermanfaat. Lingkup komunikasi yang luas menyebabkan aktivitas lobi juga sama luasnya. Pola ini lebih menekankan bahwa Lobi untuk membangun koalisi dengan organisasi.B Susanto. Digunakan pula untuk membangun akses guna mengumpulkan informasi dalam isu-isu penting dan melakukan kontak dengan individu yang berpengaruh.1 Pengertian Lobi Pengetian lobi menurut beberapa ahli : 1. Swasta. yang dikutip oleh Zainal Abidin Partao (2006). Lobi ditujukan untuk memperoleh sesuatu yang menjadi tujuan atau target seseorang atau organisasi. sehingga target yang diinginkan tercapai. Pendekatan secara persuasif menurut pendapat ini lebih dikemukakan pada pihak pelobi dengan demikian dibutuhkan keaktifan untuk pelobi untuk menunjang kegiatan tersebut 2. pemerintah) yang memiliki kepentingan tertentu untuk menarik dukungan dari pihak pihak yang dianggap memiliki pengaruh atau wewenang. melobi pada dasarnya suatu usaha yang dilaksanakan untuk mempengaruhi pihak-pihak yang menjadi sasaran agar terbentuk sudut pandang positif terhadap topic lobi.organisasi lain dengan berbagai tujuan dan kepentingan untuk melakukan usaha bersama. salah seorang konsultan manajemen. PEMBAHASAN 2. Maschab (1997) lebih menekankan bahwa Lobi adalah segala bentuk upaya yang dilakukan oleh suatu pihak untuk menarik atau memperoleh dukungan pihak lain. BAB 2.

3 Manfaat Lobi 1.2 Fungsi Lobi Menurut Grunig dan Hunt (1984). Meyakinkan para pembuat keputusan bahwa pelaksanaan peraturan membutuhkan waktu untuk perizinan. dan wakil-wakil dari agensi yang menyatu. Lobi juga berfungsi untuk menafsirkan opini pejabat pemerintah yang kemudian diterjemahkan dalam kebijakan perusahaan. e) Memusatkan debat pada isi kunci. 5. .2. Mempengaruhi keputusan atau kebijakan pihak lain sehingga baik keputusan maupun kebijakan yang diambil akan menguntungkan pelobi. d) Mempersiapkan pengamat dan pembicara ahli untuk mewakili posisi organisasi terhadap legislator. Mempengaruhi pengambil keputusan agar keputusannya tidak merugikan para pelobi dari organisasi atau lembaga bisnis. fakta. berbagai kepentingan dan tujuan-tujuan untuk melakukan usaha bersama dalam memengaruhi wakil-wakil legislatif. Memprediksi apa yang akan terjadi secara hukum dan memberirekomendasi pada perusahaan agar dapat menyesuaikan diri dengan ketentuan baru dan memanfaatkan ketentuan baru tersebut. b) Mengumpulkan informasi dan mempersiapkan laporan untuk legislator yang mewakili posisi organisasi dalam isu-isu kunci. organisasi ataupun pelobi. 2. c) Melakukan kontak dengan individu-individu yang berpengaruh. organisasi atau kelompok masyarakat tertentu. 3. kegiatan melobi meliputi: a) Membangun koalisi dengan organisasi-organisasi lain. 2. 4. dan bukti-bukti yang mendukung posisi organisasi. Menyampaikan informasi tentang bagaimana sesuatu kesatuan dirasakan oleh perusahaan.

. Secara sosial-politik ada 4 kemampuan yang harus dikuasai: 1.4 Kemampuan dan Karakteristik Lobi Secara teknis pada dasarnya ada 6 kemampuan dasar yang perlu dimiliki supaya sukses melakukan lobi. gagasan atau kepentingan. 4. 2. jaringan kolegial. Kemampuan memformulasikan insentif politik yang bisa ditawarkan kepada pihak yang mau diajak lobi atau negosiasi. Waktu yang dipilih atau dipergunakan dapat mendukung dan menciptakan suasan yang menyenangkan. 2. Karakteristik Lobi Dalam Melakukan teknik lobi ada beberapa karakteristiknya yaitu sebagai berikut : 1. Kemampuan mengidentifikasi dan mengenali dengan baik pihak yang mau dilobi atau dinegosiasi. sehingga orang dapat bersikap rileks dan. kekerabatan dan sebagainya. Kemampaun mendengarkan. pertemanan. 3. 6. Kemampuan membaca teks dan konteks. Bersifat tidak resmi atau informal dapat dilakukan diluar forum atau perundingan yang secara resmi disepakati. 3. Kemampuan mempresentasikan pendapat. 5. berpakaian. 2. bahasa tubuh. negosiasi dan dengar pendapat.2. atau dengan surat. Kemampuan berkomunikasi (gesture. Waktu dan tempat dapat kapan dan dimana saja sebatas dalam kondisi wajar atau suasana memungkinkan. Kemampuan mengenali prosedur tetap (tata cara) kelembagaan/kebiasaan personal pihak yang mau dilobi maupun dinegosiasi. diksi dan sebagainya). 3. 4. Bentuk dapat beragam dapat berupa obrolan yang dimulai dengan tegursapa. Kemampuan menulis. Kemampuan berbahasa (termasuk didalamnya kemampuan berargumen dan mengartikulasikan pendapat dengan baik). antara lain : 1. Kemampuan membangun jaringan kerja (network).

4. aktifis LSM.5 Strategi Lobi 1. ketika mengirim pesan sehingga mereka menyimak dengan baik pesan yang diterima. Arah pendekatan dapat bersifat satu arah pihak yang melobi harus aktif mendekati pihak yang dilobi. b. tokoh masyarakat atau ormas. 6. pihak legislatif.6 Teknik dalam Melakukan Lobi Terdapat 4 (empat) macam cara melobi : 1. Kenali objek yang dituju. Pelaku atau aktor atau pihak yang melakukan Lobi dapat beragam dan siapa saja yakni pihak yang berkepentinga. Tidak Langsung a. dan dapat pihak eksekutif atau pemerintahan. agar dapat diterima dengan jelas dan dipahami. Pelobi diharapkan tidak bersikap pasif atau menunggu pihak lain sehingga terkesan kurang perhatian. Berupaya menarik perhatian pendengar. kalangan bisnis. Bila dibutuhkan dapat melibatkan pihak ketiga untuk perantara. 5. 2. Pendekatan itu bisa dilakukan dengan perantaraan pihak lain (terutama yang dianggap punya akses atau mempunyai hubungan yang dekat dengan pihak yang di Lobi). bahan apa yang akan disampaikan harus dipersiapkan dengan lengkap. 5. 3. 2. Lobi bisa dilakukan dengan cara tidak langsung hal ini mengandung pengertian tidak harus satu pihak atau satu orang yang berkepentingan menghubungi mendekati sendiri pihak lain yang mau diLobi. Persiapan diri.beluk objek yang akan dituju. Tutup pembicaraan dan lobi dengan memberi kesan yang menyenangkan dan bila ada kelanjutan mereka tetap antusias. 2. . segala sesuatu harus dipersiapkan baik mental dan kepercayaan diri agar tidak gugup ketika melakukan lobi. 6. 4. atau pihak lain yang terkait pada objek Lobi. Sajikan pengiriman pesan itu dengan jelas. sehingga mengetahui seluk. Persiapan informasi.

Yang dimaksud lobi dengan cara tertutup adalah apabila lobi dilakukan secara diam diam agar tidak diketahui oleh pihak lain apalagi masyarakat . Kendala lain jangan sampai gara gara lobi yang dilakukan dengan menggunakan jasa pihak lain (pihak ketiga) justru merusak hubungan yang sudah ada. Kesan terhadap pribadi tidak selalu sama dengan dengan kesan terhadap lembaga. karena kesalahan atau ulah pihak ketiga tersebut. tetapi kalaupun diketahui masyarakat bukan merupakan masalah.Tertutup a. b. 4. Dalam hal seperti ini maka satu hal yang sangat penting diperhatikan oleh pihak yang melobi adalah kepercayaan atau kredibilitas pihak ketiga yang dijadikan perantara atau penghubung tersebut. Langsung Berbeda dengan cara tidak langsung maka disini pihak yang berkepentingan (berusaha) harus bisa bertemu atau berkomunikasi secara langsung dengan pihak yang dilobi dengan kata lain pihak pihak yang terlibat bertemu atau berkomunikasi secara langsung tidak menggunakan perantara atau pihak ketiga cara langsung ini jelas lebih baik dari pada cara tidak langsung tetapi kendalanya adalah bahwa : a. Kendala lain dalam menggunakan cara tidak langsung adalah pihak ketiga atau perantara tersebut tidak selalu menguasai atau mengerti permasalahan atau obyek yang jadi sasaran. d. Lobi dengan cara terbuka ini biasanya dilakukan oleh dan diantara kelompok misalnya pendekatan yang dilakukan oleh OPP atau partai politik tertentu pada salah satu Organisasi Massa atau sebaliknya dan antara suatu Ormas pada Ormas yang lain. c. Tidak semua orang mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan baik c. e. 2. Terbuka a. Disamping itu apabila obyek yang jadi sasaran bersifat rahasia maka akan membuka kemungkinan bagi kebocoran terhadap rahasia tersebut. Pihak pihak yang terlibat tidak selalu saling mengenal b. Cara terbuka adalah lobi yang dilakukan tanpa ketakutan untuk diketahui orang lain Lobi yang dilakukan secara terbuka memang tidak harus berarti dengan sengaja diekspose atau diberitahukan kepada khalayak. 3.

sikap dan pandangan bahkan mungkin perilaku orang (orang-orang) yang akan dilobby. sehingga menimbulkan kesan yang positif bagi pihak yang dilobby. Situasi dan kondisi yang ada atau melingkupi suasana lobbying harus diperhatikan oleh pelobby.Untuk mencapai keberhasilan yang optimal. Pengenalan ini diperlukan agar bisa ditentukan cara pendekatan yang akan dilakukan.7 Langkah-Langkah dalam Melakukan Lobi Agar lobbying yang dilakukan berhasil dengan baik atau sekurang kurangnya tidak menimbulkan penolakan yang mungkin keras atau sikap antipati maka perlu kiranya diperhatikan beberapa petunjuk teknis sebagai berikut: 1. . 3. tetapi juga kepribadian dan intelektualita. Perlu mengenal/mengindentifikasi target lobby dengan baik. demikian pula perubahan-perubahan yang terjadi. tentu sangat berbeda. b. Mendekati orang yang mudah tersinggung dan selalu serius dengan mendekati orang yang penyabar dan suka bercanda.Penampilan diri ini tidak berarti semata-mata hannya bersifat fisik (lahiriah) seperti pakaian dan sebagainya. Hal ini sangat perlu karena teknik yang akan dipergunakan tergantung dari siapa yang akan dilobby. Lobi dengan cara ini biasanya bersifat perorangan yaitu yang dilakukan secara pribadi atau oleh seseorang pada orang tertentu Lobi cara ini dilakukan karena apabila sampai diketahui oleh pihak lain maka bisa berakibat negatif atau merugikan pihakyang melakukan lobi tersebut maupun pihak yang dilobi 2. Memperhatikan situasi dan kondisi. Seorang pelobby harus mampu menampilkan diri dengan baik.atau pemilihan teknik komunikasi yang akan dipergunakan.Kekeliruan atas hal ini akan berakibat fatal. maka pelobby harus memahami atau mengenal dengan baik sifat. Perfomance /Penampilan diri yang baik. Hal ini terutama sangat penting dalam penggunaan cara menyampaikan pesan. 2.

Dengan demikian maka ada kalanya memang sulit merubah sikap tersebut. .sehingga bisa mengerti dan memahami apa yang diinginkan dan pada gilirannya dapat menerima dan ahirnya mendukung. dia harus memiliki optimisme. Mengemas pesan. Jangan takut gagal Lobbying dilakukan untuk membuat atau mengubah pihak atau orang yang semula tidak suka menjadi suka. Oleh karena itu maka dukungan yang diharapkan tidak selalu bisa diperoleh berulangkali. sehingga tidak perlu mudah mengalah kmeskipun dalam akal dan hatinya mengakuinya. 5. yang semula menolak menjadi menerima dan dan yang menentang menjadi mendukung. Sama halnya dalam masyarakat kita memberikan sesuatu dengan tangan kanan dengan tangan kiri pasti akan menimbulkan kesan yang berbeda. Dalam keadaan tetentu merupakan hal yang biasa apabila orang cenderung menjaga gengsi. Dalam melakukan lobbying seorang pelobby harus bisa menyampaikan atau menyajikan pesan yang dibawanya kepada pihak yang dilobby agar tertarik dan kemudian memperhatikan . Dengan demikian maka pelobby tidak boleh takut gagal. telaten. sabar. gigih dan fleksibel. Seeorang akan mudah tertarik bila menyaksikan sessuatu dikemas atau diatur dengan rapi sebagaimana misalnya makanan yang disajikan dimeja makan yang ditata rapi dan indah tentu akan menimbulkan selera yang berbeda apabila hanya disajikan dalam bungkusan atau kotak. apalagi kalau sikap semula yang ditunjukan keras.4.

1 Maret 2017 ." ujar Fadli. Kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un itu tewas dibunuh di Bandara Kuala Lumpur. di Kuala Lumpur. Malaysia. Senayan.8 Kasus DPR Siap Bantu Lobi Malaysia Terkait Kasus Siti Aisyah Kiswondari Rabu. ya dibebaskan. warga negara Indonesia yang dituduh terlibat kasus pembunuhan Kim Jong-nam. Tapi kalau tidak bersalah. "Kita ingin melihat keadilan. . JAKARTA .2.19:26 WIB Paspor Siti Aisyah. Fadli menduga Siti Aisyah hanya dimanfaatkan sebagai alat kepentingan dengan tujuan tertentu. "Kalau ada pihak keluarga yang meminta bantuan. wanita asal Serang yang jadi tersangka pembunuhan Kim Jong-nam. Kalau memang bersalah mestinya dihukum. kakak tiri diktator Korut Kim Jong-un." ujar politikus Partai Gerindra ini. "Dalam hal ini seperti kepentingan penguasa Korea Utara sendiri.DPR menegaskan siap membantu pemerintah melobi Malaysia untuk memberikan pendampingan hukum kepada Siti Aisyah. Kalau dihukum pun. Jakarta. pemerintah harus memberikan bantuan hukum. 13 Februari 2017." kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Gedung DPR. Rabu (1/3/2017). Dia pun mendesak Pemerintah Indonesia memberikan perlindungan kepada Siti Aisyah. Malaysia. kita juga bisa melakukan diplomasi kepada Malaysia.

ac. wikipedia. Mei 8). Lobi. Dipetik Mei 8. PT INDEKS. dari http://id. dari http:// yenniechempluk.50 https://dinarjamaudin07.. April 10). 2015. Maret 5). html Wikipedia. Lobi dan Negosiasi. Usman.com/2014/01/11/diplomasi-lobby-negosiasi-dalam-public- relations/ diakses pada tanggal 14 maret 2015 pada jam 15. Dipetik Mei 8. 2007. 2015. (2014. Teknik Lobi. Teknik Lobi dan Diplomasi Untuk Insan Public Relations . dari http:// hasri2 jujurteknikloby.2007.blogspot. Hlm 12 https://dinarjamaudin07. html Unhas.id /bitstream/handle/123456789/842/06.wordpress.com/2014/04/tugas-lobi-dan-negosiasi. (2014. Teknik Lobi dan Diplomasi Untuk Insan Public Relations . Jakarta. DAFTAR PUSTAKA https://dinarjamaudin07.%20Skripsi. PT INDEKS.com/2014/01/11/diplomasi-lobby-negosiasi-dalam-public- relations/ Zainal Abidin Partao. Y.com/2014/03/makalah-dan-materi-teknik-lobby. 2015. April 7). Partao Abidin Zainal. Lobi. H.50 Suryani.pdf?sequence=5. (2014.unhas. (2013.com/2014/01/11/diplomasi-lobby-negosiasi-dalam-public- relations/ diakses pada tanggal 14 maret 2015 pada jam 15.wordpress.com/2014/01/11/diplomasi-lobby-negosiasi-dalam-public- relations/ diakses pada tanggal 14 maret 2015 pada jam 15. Dipetik Mei 8.wordpress. Jakarta. org/wiki/Lobi .50 https://dinarjamaudin07.wordpress. 2015.blogspot. Dipetik Mei 8. dari http://repository.