Anda di halaman 1dari 5
KERANGKA ACUAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DESA SIAGA UPT PUSKESMAS BALUNG Nomor : 440/KAK:......../311.27/2017 I. LATAR BELAKANG Seiring dengan perkembangan dan kemajuan jaman maka permasalahan kesehatan yang terjadi pada saat ini juga semakin kompleks, berbagai wabah penyakit seperti demam berdarah, diare, difteri saat ini kerap terjadi yang mana hal tersebut memberikan dampak yang sangat besar terhadap derajat kesehatan masyarakat. Tingkat kematian yang tinggi serta incident rate yang tinggi kerap kali terjadi jika suatu wabah / KLB sedang melanda suatu wilayah. Munculnya permasalahan tersebut tidak serta merta murni hanya disebabkan oleh aspek kesehatan namun terkait erat dengan berbagai aspek yang lain yaitu aspek ekonomi (masih tingginya angka kemiskinan masyarakat sehingga mereka tinggal di lingkungan yang kumuh dan kotor), aspek pendidikan (masih rendahnya pemahaman masyarakat akan pentingnya kesehatan), aspek sosial budaya (rendahnya kesadaran hidup bersih dan sehat masyarakat). Berbagai aspek tersebut sangat berperan terhadap semakin kompleksnya permasalahan kesehatan yang terjadi saat ini. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak jika hanya ditangani oleh institusi kesehatan saja maka tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Peran serta masyarakat sangat penting sebab mereka sendiri yang paling paham dan mengerti kondisi lingkungan serta berbagai masalah yang terjadi di tempat tersebut termasuk masalah kesehatan. Untuk itu perlu dilakukan upaya pemberdayaan masyarakat untuk mendukung kinerja dari institusi kesehatan dalam mengatasi masalah kesehatan yang semakin kompleks tersebut. Desa siaga adalah yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri. Konsep Desa siaga merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut, dimana masyarakat telah dibekali dengan berbagai pengetahuan dan ketrampilan tentang masalah kesehatan sehingga mereka nantinya diharapkan akan mampu mengidentifikasi / menggali berbagai masalah kesehatan yang terjadi di daerahnya serta mampu untuk melakukan upaya penanganan pertama terhadap masalah kesehatan tersebut. Untuk itulah diterapkan konsep Desa siaga di Kecamatan Balung dimana terdiri dari 3 Desa . Kader telah dilatih dengan berbagai ilmu dan pengetahuan tentang kesehatan dasar yang mencakup masalah sanitasi, gizi, P4K, serta Survey Mawas Diri untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang terjadi di wilayah kelurahan masing-masing. Hasil dari survei inilah yang nantinya dijadikan acuan untuk mencari pemecahan masalah dalam musyawarah mufakat Desa yang dinamakan Musyawarah Masyarakat Desa. Musyawarah ini dihadiri oleh perwakilan masyarakat (FMD) untuk membahas masalah-masalah Kesehatan (terutama yang erat kaitannya dengan kemungkinan KLB, Kegawat-daruratan & Bencana) yang ada di desa dan merencanakan penanggulanggannya. Desa Siaga Aktif merupakan salah satu indikator dalam Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten dan Kota. Target yang harus dicapai pada tahun 2016 adalah 80% desa dan kelurahan yang ada di Indonesia telah menjadi Desa dan Kelurahan Siaga Aktif. Pelaksanaan Desa siaga di Kecamatan Balung diwujudkan dalam 5 pokja yaitu pokja Gerakan Sayang Ibu, pokja PHBS dan Kadarzi, pokja Kesehatan Lingkungan, pokja Surveilans dan pokja Kegawatdaruratan Bencana. Berbagai kegiatan dalam penerapan konsep Desa siaga telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kab Jember , untuk itulah perlu dilakukan pelaporan berkaitan dengan hasil kegiatan tersebut. Sehingga diharapkan dari laporan tersebut dapat dilakukan evaluasi dan monitoring untuk kesempurnaan dari pelaksanaan konsep Desa siaga di Kab Jember dan Kecamatan Balung . II. TUJUAN 1. Tujuan Umum Untuk menjadikan semua Desa di Kec Balung menjadi Desa Siaga Aktif. 2. Tujuan Khusus a. Terwujudnya masyarakat Desa yang sehat, peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya. b. Mengenal masalah kesehatan di wilayah Desa oleh tokoh masyarakat dan kader setempat dibawah bimbingan petugas kesehatan di Desa / bidan di Desa. c. Mengumpulkan masalah kesehatan di wilayah Desa oleh tokoh masyarakat dan kader setempat dibawah bimbingan petugas kesehatan di Desa / bidan di Desa. d. Mengkaji masalah kesehatan di wilayah Desa oleh tokoh masyarakat dan kader setempat dibawah bimbingan petugas kesehatan di Desa/ bidan di Desa. e. Agar masyarakat mengenal masalah kesehatan yang dihadapi dan dirasakan diwilayahnya f. Agar masyarakat sepakat untuk bersama-sama menanggulangi masalah kesehatan yang dihadapi dan dirasakan diwilayahnya g. Tersusunnya rencana kerja untuk penanggulangan masalah kesehatan diwilayahnya yang disepakati bersama III. SASARAN Kelurahan Siaga : 6 (lima) Kader Desa Siaga Survei Mawas Diri : masyarakat 3 Desa di wilayah kerja Puskesmas Balung Musyawarah Masyarakat Desa : 1. Para kader pelaksana SMD 2. Kades & Perangkat Desa 3. Tokoh Masyarakat setempat formal & non-Formal 4. PKK 5. Karang Taruna 6. Beberapa KK yg di SMD 7. Pimpinan Puskesmas & staf 8. Sektor tk.Kecamatan 9. Ketua Organisasi Masyarakat (NU, Muhammadiyah, Perempuan, Pemuda, Partai) 10. Pembinaan Desa Siaga : Bidan Kelurahan dan kader Desi (bagas) IV. WAKTU Pertemuan Kelurahan Siaga : Januari – Desember 2017 Survei Mawas Diri : 1 (satu) kali dalam setahun Musyawarah Masyarakat Desa : 4 (empat) kali dalam tahun 2017 Pembinaan Kelurahan Siaga : setiap 6 bulan V. TEMPAT Desa Balung kulon,Balung lor , Balung kidul VI. TENAGA PELAKSANA 1. Desa Siaga : bagas ( kader Desa siaga ) 2. Survei Mawas Diri : petugas kesehatan puskesmas / bidan kelurahan / bagas ( kader Desa siaga ) / tokoh masyarakat / masyarakat sendiri. 3. MMD : petugas kesehatan puskesmas / bidan kelurahan / bagas ( kader kelurahan siaga ) / tokoh masyarakat / masyarakat sendiri. 4. Pembinaan Desa Siaga : petugas kesehatan puskesmas VII. MEKANISME PELAKSANAAN 1. Desa Siaga Kader Desa Siaga membantu dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan desa siaga. 2. Survei Mawas Diri a. Persiapan 1) Menyusun daftar pertanyaan - Sesuai dengan masalah yang ditemui - Pertanyaan harus jelas,singkat - Pertanyaan tidak bersifat mempengaruhi responden 2) Menyusun lembar pengamatan, untuk pengamatan rumah, halaman rumah, lingkungan sekitarnya 3) Menentukan jumlah yang akan diamati dan diwawancarai 4) Menentukan jumlah yang melakukan Survei b. Pelaksanaan : Observasi ; wawancara kunjungan rumah. Tindak lanjut 1) Merangkum, mengolah data yang telah dikumpulkan 2) Susun masalah yang ditemukan berdasarkan prioritas 3) Menyusun laporan hasil survei sebagai bahan untuk melakukan musyawarah 3. Musyawarah Masyarakat Desa a. Pembukaan menguraikan maksud tujuan MMD dipimpin oleh Kades. b. Penyajian hasil SMD oleh Tim / kelompok SMD c. Perumusan dan penentuan prioritas masalah kesehatan atas dasar pengenalan masalah dari hasil SMD dg didampingi oleh petugas kesehatan ( bidan di Desa) untuk membantuk dalam pengkajian dari aspek teknis. d. Penyusunan rencana penanggulangan masalah kesehatan atau rencana tindak lanjut dipimpin oleh Kades. e. Penutup 4. Pembinaan Kelurahan Siaga Petugas Puskesmas (kepala puskesmas atau koordinator promkes atau bidan koordinator) sebagai petugas pembina memeriksa register pemetaan (phbs, kadarzi, bumil, bumil risti, gizi buruk, sarkes dan UKBM, rumah sehat, rawan bencana ), jadwal buka, ambulan desa. Mencatat permasalahan dan memberikan solusi pemecahan. VIII. PEMBIAYAAN Pertemuan Kelurahan Siaga : swadaya masyarakat SMD, MMD : APBD Tk II . Mengetahui, Plt. Kepala UPT Puskesmas Balung Penanggung Jawab Program dr. YAYAK HENDARINI WIGATI NIP. 19710331 200112 2 003 NIP. 19760410 200701 2 013