Anda di halaman 1dari 6

PEMBAHASAN

Pendahuluan
Karsinoma mammae berasal dari sel epitel yang membatasi unit lobular duktus
terminalis. Sel–sel kanker yang tetap melekat pada membrane basalis dari elemen duktus
terminalis dan duktus drainase disebut in situ atau non invasive. Sedangkan kanker disebut
invasif jika terjadi pemisahan dari sel-sel kanker diluar membrane basalis dari duktus dan
lobulus, serta menyusup ke jaringan normal di sekitarnya.

Insidensi dan Epidemiologi
Karsinoma mammae pada wanita menduduki tempat nomor 2 setelah karsinoma serviks
uteri. Kurva insidensi – usia bergerak naik terus sejak usia 30 tahun. Kanker ini jarang sekali
ditemukan pada wanita usia dibawah 20 tahun. Angka tertinggi terdapat pada usia 45 – 66
tahun.

Faktor Resiko
Keluarga. Kemungkinan untuk menderita kanker mammae 2 – 3 kali lebih besar pada wanita
yang ibunya atau saudara kandungnya menderita kanker payudara. Kemungkinan ini lebih
besar bila ibu atau saudara kandung itu menderita kanker bilateral atau kanker pada
premenopause.

Usia. Insiden menurut usia naik sejalan dengan bertambahnya usia.

Hormon. Pertumbuhan karsinoma mammae sering dipengaruhi oleh perubahan keseimbangan
hormone. Misalnya, pada wanita yang diangkat ovariumnya di usia muda lebih jarang
ditemukan karsinoma mammae. Akan tetapi, hal itu tidak membuktikan hormone seperti
estrogen dapat menyebabkan karsinoma mammae pada manusia. Selain itu, menarche yang
cepat dan menopause yang lambat ternyata meninggikan resiko terhadap terjadinya karsinoma
mammae. Resiko terhadap karsinoma mammae lebih rendah pada wanita yang melahirkan
anak pertama pada usia lebih muda. Kemungkinan resiko meninggi terhadap adanya karsinoma
mammae pada wanita yang memakan pil KB dapat disangkal berdasarkan penelitian terdahulu.

M1 Correlation of UICC (1987) and TNM classifications of tumours . T4. bisa terdapat pada T1. retraksi papilla. and satellite nodules) T4c T4a dan T4b T4d Inflammatory cancer N0 No regional node metastases N1 Palpable mobile involved ipsilateral axillary nodes N2 Fixed involved ipsilateral axillary nodes N3 Ipsilateral internal mammary node involvement (rarely clinically detectable) M0 No evidence of metastasis M1 Distant metastasis (includes ipsilateral supraclavicular nodes) Keterangan : Lekukan pada kulit. M0 IV any T. T2 atau T3 tanpa mengubah klasifikasi. M0. peau d'orange. any N. direct infiltration. tanpa otot pektoralis. any N.5 cm. T1c >1-2 cm) T2 >2 cm-5 cm T3 >5 cm T4a Involvement of chest wall T4b Involvement of skin (includes ulceration.5-1 . otot interkostal dan m. T3. N0.serratus anterior. T2. M0. Dinding thoraks adalah iga. N2-3. UICC stage TNM classification I T1. T1b >0. atau perubahan lain pada kulit. N0-1. M0 II T1.Klasifikasi TNM dari Karsinoma mammae Tis Cancer in situ T1 2 cm (T1a 0. kecuali yang terdapat pada T4. N1. M0 III any T. any N. M0.

tonjolan. tanda adanya infiltrasi. retraksi. dan bila benjolannya besar serta seluruhnya melekat pada kulit.Gejala Klinis dan Diagnostik Pada karsinoma mammae. Palpasi dilakukan pada pasien yang berbaring dengan bantal tipis di punggung. Payudara dibagi 4 kwadran dengan 1 sentral. lateral bawah. yakni : 1. Kwadran lateral atas. pada mulanya benjolan sama seperti jinak. ulkus dan benjolan. darah atau nanah. Dengan memijat halus putting susu dapat diketahui adanya pengeluaran cairan. medial atas dan medial bawah 2. benjolan tersebut akan mulai tidak mudah digerakkan dari sekitarnya. Sentral (sekitar putting susu) Pada inspeksi dinilai bentuk kedua payudara. lekukan. warna kulit. Cairan yang keluar . dengan menggunakan telapak jari tangan yang digerakkan perlahan-lahan tanpa tekanan pada setiap kuadran payudara. maka akan tampak lekukan. seperti kulit jeruk. Bila menginfiltrasi ke kulit. tetapi bila membesar. maka kulit tersebut akan tampak seperti kulit jeruk. disertai dengan tanda-tanda peradangan pada saluran limfe kulit. adanya kulit berbintik.

m. Bedah radikal yang diubah (mastektomi radikal yang “modified”) adalah bedah radikal yang tetap mempertahankan m. operasi diselesaikan. Tumor disebut operable jika dengan tindakan bedah radikal. sehingga tindakan ini dapat dianggap sebagai tindakan pertama pada pembedahan mammae.dari kedua puting susu harus selalu dibandingkan. bedah radikal yang diubah. Terapi Untuk mendapat diagnosis histology.pektoralis mayor dan minor. jika otot tersebut jelas bebas dari tumor mammae. Pengeluaran cairan dari putting diluar masa laktasi dapat disebabkan oleh beberapa kelainan seperti karsinoma. Dengan sediaan baku. Bila pemeriksaan menunjukkan tanda tumor jinak. hasil histopatologi dapat diselesaikan dalam waktu 15 menit.pektoralis mayor dan minor. yaitu bedah radikal. Bedah radikal (mastektomi radikal) meliputi pengangkatan payudara dengan sebagian besar kulitnya. biasanya dilakukan biopsy. seluruh tumor dan penyebarannya di kelenjar limfe dapat dikeluarkan. bedah konservatif. Akan tetapi pada hasil yang menunjukkan tumor ganas. atau infiltrasi dari kelenjar limfe ke struktur sekitarnya. dan tidak ada infiltrasi ke dinding dada dan kulit mammae. dan semua kelenjar ketiak sekaligus. yaitu eksisi tumor luas. Terapi kuratif dilakukan jika tumor terbatas pada payudara. operasi dapat dilanjutkan dengan tindakan bedah kuratif. .

Akan tetapi penyulitnya adalah pembengkakan lengan karena limfoedema akibat rusaknya kelenjar ketiak supraklavikular. Pada benjolan mammae yang inoperable. Raditerapi lebih berguna sebagai terapi tambahan untuk tujuan kuratif pada tumor yang relative besar. Radioterapi Untuk kanker payudara berperan sebagai terapi kuratif dengan mempertahankan mammae dan sebagai terapi tambahan atau terapi paliatif. Obat yang diberikan adalah kombinasi siklofosfamid. N2/N3. T2 dengan N0. tumor mammae yang dapat dilakukan bedah konservatif adalah tumor mammae dengan :  lesi tunggal secara klinis dan mammography  tumor dengan diameter ≤ 4cm  berdasarkan klasifikasi TNM termasuk T1. dan 5-fluorouracyl selama 6 bulan pada pasien premenopause. Biasanya seluruh payudara dan kelenjar aksila dan kelenjar supraklavikula. Tumor mammae disebut inoperable jika seluruh tumor telah melekat pada kulit atau adanya kelenjar-kelenjar supraklavikuler atau adanya limfangitis karsinomatosa atau kelenjar-kelenjar aksila sudah melekat. ditambah diseksi aksila dan radioterapi pada sisa payudara tersebut. Sedangkan radioterapi paliatif berhasil baik untuk waktu yang terbatas. dilakukan radiasi pada mammae atau kemoterapi adjuvant. Menurut Sainsbury. M1. sedangkan pada pasien paskamenopause diberikan terapi adjuvant hormonal berupa obat pil anti estrogen. Tujuannya untuk menghancurkan mikrometastasis. Bedah konservatif adalah biopsy eksisi luas (dengan batas 1 cm dari jaringan normal) atau eksisi yang lebih luas yaitu seluruh kwadran (quadrantectomy). bila tumor sudah inoperable secara local. Kemoterapi adjuvant diberikan pada pasien yang pada pemeriksaan histopatologis paska bedah mastektomi ditemukan metastasis di sebuah atau beberapa kelenjar. maka di tempat-tempat lain kemungkinan besar sudah ada mikrometastasis. Kemoterapi Kemoterapi merupakan terapi sistemik yang digunakan bila ada penyebaran sistemik dan sebagai terapi adjuvant. atau ada metastase jauh. atau ada ulserasi atau pada klasifikasi TNM yaitu tumor yang tergolong T4. . atau edema pada lengan.N1 atau M0  Tumor > 4cm pada payudara yang besar. metotreksat. di mana bila terdapat kelenjar aksila yang mengandung metastasis.

atau 5-fluorouracyl. Prognosis “Survival rate” bergantung kepada stadium pada waktu pasien dilakukan pengobatan dan jenis tumor. sehingga perlu diawasi keadaan umum pasien serta kadar Hb. leukosit dan trombosit. Obat yang harus diberikan secara kombinasi antara lain adalah 5-fluorouracyl. Residif lokal dapat terjadi setelah bedah konservatif. Kemoterapi bersifat toksis. namun dapat dihindarkan bila teknik operasinya baik dan penentuan indikasi operasi yang tepat. adriamycin dan siklofosfamid. atau vincristin dan adriamycin. Kemoterapi paliatif dapat diberikan pada pasien yang telah menderita metastasis sistemik. .