Anda di halaman 1dari 6

1.

Serum

Serum yaitu darah yang dalam tabung setelah membeku akan

mengalami retraksi bekuan dengan akibat terperasnya cairan dalam

bekuan tersebut atau darah dalam tabung yang disentrifuge dengan

kecepatan dan waktu tertentu sehingga akan terbentuk tiga bagian yaitu

serum, buffycoat dan eritrosit. Dalam serum terdapat zat antibodi untuk

membinasakan protein asing (antigen, artinya zat yang merangsang

pembentukan zat antibodi) yang masuk dalam tubuh.

Serum didapat dengan cara membiarkan darah dalam tabung reaksi

tanpa antikoagulan membeku dan kemudian di sentrifuge dengan

kecepatan tinggi untuk mengendapkan semua sel-selnya. Cairan

diatasnya yang berwarna kuning jernih disebut serum.

Pada proses pembekuan darah fibrinogen diubah menjadi fibrin

maka serum tidak mengandung fibrinogen lagi tetapi zat-zat lainnya masih

tetap terdapat di dalamnya (Santoso, 1989). Fibrinogen adalah protein

dalam plasma darah yang berubah menjadi fibrin sehingga menimbulkan

pembekuan darah. Menurut Widmann (1995) serum pada hakikatnya

mempunyai susunan yang sama seperti plasma, kecuali fibrinogen dan

faktor pembekuan II, V, VIII, XIII yang sudah tidak ada.

serta mengandung serotinin tinggi oleh karena perusakan platelete. Plasma Plasma adalah darah dalam tabung yang berisi antikoagulan lalu disetrifuge dalam waktu dan kecepatan tertentu. karena disebabkan penambahan antikoagulan yang mencegah terjadinya pembekuan darah tersebut. Serum dan plasma sama susunannya kecuali fibrinogen dan beberapa faktor koagulasi yang tidak ada dalam serum. sehingga terpisah plasma dan bagian yang lainnya. Menurut widman (1995 : 250) Plasma yakni. . Menurut Santoso (1989) plasma masih mengandung fibrinogen. Setelah darah membeku tetap ada cairan yang bernama serum. Plasma masih mengandung fibrinogen. mengandung fibrinogen yang sangat besar molekulnya (berat molekul 340. cairan ekstra sel dari darah beredar. tidak mengandung faktor-faktor pembekuan antara lain : faktor ll.000 dalton) dan yang berubah menjadi fibrin bila darah membeku.2. faktor V dan faktor Vlll.

Perbedaan serum dan plasma Bedasarkan pernyataan diatas yaitu tentang serum dan plasma. Tabel 1 ciri-ciri plasma dan serum (Sadikin. 3. Perbedeaan tersebut dapat dilihat pada gambar 2 di bawah ini. Serum dan Plasma Serum Plasma Rangkuman pemisahan cairan darah menjadi plasma dan serum diringkaskan dalam Tabel 1. Maka dapat disimpulkan bahwa serum dan plasma diperoleh dengan cara pemisahan yang berbeda. Ciri-ciri Plasma Serum Warna Agak kuning dan Agak kuning dan Kekeruhan Lebih kental dari air Lebih kental dari air Fibrinogen jernih ada Masih jernih ada lagi Tidak Antikoagula Pakai Tidak pakai Serat fibrin Tidak ada Ada dalam gumpalan n Pemisahan Pemusingan Penggumpalan Sel Endapan (sedimen) Gumpalan sel spontan terkumpul Suspensi Dapat Tidak dapat didalam kembali Dari tabel 1 tampak bahwa sel-sel yang terpisah dalam proses sel . Gambar 2. 2001).

Pemisahan tersebut dapat dilakukan dengan alat pemusing (sentrifuge) dengan kecepatan 6000 rpm selama 10 menit. Darah biasanya sudah membeku dalam jangka waktu 10 menit dan pembekuan sempurna terjadi dalam waktu 24 jam (Depkes RI). Perbedaan itu terjadi karena cara pemisahan cairan yang berbeda. . Sedangkan plasma menurut Depkes RI dipisahkan dengan cara menambahkan antikoagulan secukupnya pada wadah misalnya tabung yang kemudian di isi sejumlah volume darah lalu diputar (sentrifuge) dengan kecepatan 3000 rpm selama 10 menit. Serum dipisahkan dengan cara membiarkan darah beberapa lama dalam tabung kemudian darah tersebut akan membeku dan selanjutnya akan mengalami penggumpalan dengan akibat terperasnya cairan dari dalam bekuan.pembuatan pasma atau serum berada dalam keadaan berbeda.

seperti pengendapan suspensi partikel lain. Sitrat. Secara garis besar. Sel-sel darah dengan cara ini akan terpisah menjadi lapisan eritrosit atau sel darah merah yang merupakan lapisan yang tebal yang dapat mencapai hampir separuh volume darah.serat fibrin. darah dapat tetap cair dengan mengeluarkan fibrinogen atau menambahkan antikougulan. sebaliknya. Bahkan dengan jelas sekali pengendapan sel-sel darah pada pembuatan plasma tersebut menghasilkan pemisahan sel berdasarkan masa jenis menjadi 2 bagian. ada pula lapisan yang tipis dan putih diatas lapisan eritrosit. sel-sel darah menggumpal secara baur dan terjebak dalam suatu anyaman yang luas dan kontraktif dari jaring serat. Yang terdiri atas sel-sel leukosit dan sejumlah trombosit atau keeping darah (Flatelete). dalam penyiapan plasma. yang sebagian besar mencegah kougulasi dengan mengelasi atau menyingkirkan ion-ion kalsium. dan EDTA (Etylene . plasma atau serum terdiri atas air pelarut dan berbagai bahan terlarut yang ada di dalamnya. Menurut Sacher (2004:168) Perbandingan antara plasma dan serum yaitu plasma adalah bagian cair dari darah.Menurut Sadikin (2001:6) Dalam pembuatan serum. sel-sel darah terendapkan dengan jelas didasar tabung. Selain itu. Diluar sistem vaskuler. oksalat.

. Sedangkan serum adalah cairan yang tersisa setelah darah menggumpal atau membeku. Koagulasi mengubah semua fibrinogen menjadi fibrin yang padat.Diamene Tetra Acetat) adalah anti koagulan dari golongan kelasi. Plasma yang baru diambil mengandung semua protein yang terdapat di dalam darah yang bersirkulasi. Serum normal tidak mangandung fibrinogen dan beberapa faktor koagulasi lainnya.