Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sistem bilangan yang sudah dikenal sebelumnya adalah sistem bilangan
real, tetapi sistem bilangan real ternyata masih belum cukup untuk menyelesaikan
semua bentuk permasalahan dalam berbagai operasi dan persamaan dalam
matematika. Oleh karena itu, diperlukan sistem bilangan baru yaitu sistem
bilangan kompleks. Sistem bilangan kompleks terdiri dari bilangan kompleks,
fungsi analitik, fungsi elementer, integral fungsi kompleks, deret kompleks, dan
metode pengintegralan residu. Dalam sistem bilangan kompleks fungsi elementer
sangat penting dan sebagai penunjang untuk mempelajari sistem bilangan
kompleks yang lainnya. Fungsi elementer diantaranya, fungsi linear, fungsi
bilinear, fungsi eksponensial, fungsi logaritma, fungsi trigonometri, fungsi
hiperbolik dan fungsi balikan. Pemahaman tentang fungsi elementer sendiri sangat
diperlukan dalam menganalisis suatu kurva secara geometris. Dalam makalah ini
akan dibahas tentang Fungsi Elementer pada sistem bilangan kompleks.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa saja macam-macam fungsi elementer dalam sistem bilangan
kompleks?
2. Bagaimana bukti dari sifat pada macam-macam fungsi elementer
dalam sistem bilangan kompleks?
3. Bagaimana bentuk penyelesaian persamaan pada fungsi elementer
dalam sistem bilangan kompleks?
1.3 Tujuan
1. Untuk memahami macam-macam fungsi elementer pada sistem
bilangan kompleks.
2. Untuk membuktikan sifat-sifat dari macam-macam fungsi elementer
pada sistem bilangan kompleks.
3. Menyelesaikan persamaan dari macam-macam fungsi elementer pada
sistem bilangan kompleks.

1

𝑦) dan 𝑢(𝑟. Dengan demikian. 𝑦) + 𝑖𝑣(𝑥. fungsi f merupakan transformasi yang memetakan titik di bidang-z ke bidang-w. Jawab : Misalkan 𝑧 = 𝑥 + 𝑦𝑖 → 𝑤 = (𝑥 + 𝑦𝑖)2 + 1 = 𝑥 2 − 𝑦 2 + 2𝑥𝑦𝑖 + 1 𝑤 = (𝑥 2 − 𝑦 2 + 1) + (2𝑥𝑦)𝑖 Misalkan 𝑧 = 𝑟(cos 𝑡 + 𝑖 sin 𝑡) → 𝑤 = 𝑟 2 (cos 𝑡 + 𝑖 sin 𝑡) 2 + 1 = 𝑟 2 (𝑐𝑜𝑠 2 𝑡 − 𝑠𝑖𝑛2 𝑡 + 𝑖 2 cos 𝑡 sin 𝑡) + 1 = (𝑟 2 (𝑐𝑜𝑠 2 𝑡 − 𝑠𝑖𝑛2 𝑡) + 1) + 𝑖 (𝑟 2 sin 2𝑡) 𝑤 = (𝑟 2 cos 2𝑡 + 1) + 𝑖 ( 𝑟 2 sin 2𝑡) 2 . fungsi kompleks dapat dipandang sebagai fungsi dari ℝ2 ke ℝ2 yang memetakan (x. BAB II PEMBAHASAN FUNGSI KOMPLEKS ELEMENTER Pada bab ini dibahas berbagai fungsi elementer yang memetakan suatu titik di ℂ menjadi suatu titik di ℂ pula. fungsi kompleks f adalah suatu aturan yang memetakan atau mentransformasikan suatu bilangan 𝑧 = 𝑥 + 𝑦𝑖 ∈ ℂ menjadi suatu bilangan kompleks 𝑤 = 𝑢 + 𝑣𝑖 ∈ ℂ sehingga fungsi kompleks disebut pula sebagai transformasi. 𝑦) + 𝑖𝑣(𝑥. 𝑦) Secara geometris. Contoh : Nyatakan 𝑤 = 𝑧 2 + 1 dalam bentuk 𝑢(𝑥. maka fungsi 𝑤 = 𝑓(𝑧) dapat pula dinyatakan dalam bentuk : 𝑤 = 𝑢(𝑥. 𝑡). 𝑡) + 𝑖𝑣(𝑟. Karena z dapat dinyatakan sebagai 𝑥 + 𝑦𝑖 atau 𝑟 𝑐𝑖𝑠 𝑡 dalam koordinat kutub. y) menjadi (u. v). Analog dengan pendefinisian fungsi real.

𝑏 ∈ 𝐶. Untuk mempelajari bagaimana fungsi linear mentransformasikan suatu titik z dibidang -z menjadi w di bidang z. 3 . dengan 𝑎. titik z mengalami penskalaan sebesar |a|. jika di misalkan 𝑏 = 𝑏1 + 𝑖 𝑏2 maka 𝑤1 mengalami pergeseran horizontal sejauh 𝑏1 dilanjutkan pergeseran vertikal sejauh 𝑏2 untuk menghasilkan 𝑤 = 𝑤1 + 𝑏. Jika |a| < 1 maka modulus z memendek. perhatikan bahwa fungsi linear dapat dipandang sebagai komposisi dua transformasi.1 Fungsi Linear Fungsi linear memiliki bentuk umum 𝑤 = 𝑓(𝑧) = 𝑎𝑧 + 𝑏. rotasi sejauh arg a dan pergeseran sejauh b. dan modulus z tetap jika |a| = 1. yaitu : 𝑤1 = 𝑎𝑧 dan 𝑤 = 𝑤1 + 𝑏 = 𝑎𝑧 + 𝑏. Hal tersebut dapat diartikan bahwa transformasi 𝑤1 mengakibatkan modulus z memanjang atau memendek dengan faktor |a| dan z terotasi sejauh arg a. 2. Oleh karena itu. Jika a = 1 dan b = 0 maka fungsi linear merupakan fungsi identitas. jika |a| > 1 maka modulus z memanjang. Selanjutnya. transformasi 𝑤1 = 𝑎𝑧 menghasilkan |𝑤1 | = |𝑎| |𝑧| dan arg 𝑤1 = 𝑎𝑟𝑔 𝑎 + 𝑎𝑟𝑔 𝑧. Misalkan 𝑧 = 𝑟 𝑐𝑖𝑠 𝑡 = |𝑧|𝑐𝑖𝑠 𝑎𝑟𝑔 𝑧 dan 𝑎 = 𝜌 𝑐𝑖𝑠 𝜃 = |𝑎| 𝑐𝑖𝑠 𝑎𝑟𝑔 𝑎 maka 𝑤1 = 𝑎𝑧 = 𝑟 𝜌 𝑐𝑖𝑠 (𝑡 + 𝜃) = |𝑎| |𝑧| 𝑐𝑖𝑠(𝑎𝑟𝑔 𝑎 + 𝑎𝑟𝑔 𝑧). Jadi oleh transformasi linear 𝑤 = 𝑎𝑧 + 𝑏. Jika a = 0 maka fungsi linear berubah menjadi fungsi konstan.

 Jika 𝑎 = 0. (kecuali 𝑧 = 0) dengan bidang w (kecuali 𝑤 = 0). kita gunakan “titik di tak berhingga” yang dapat ditulis ∞. dan 𝑤 = 0.2 Fungsi Balikan 1 Definisi : Suatu fungsi 𝑓 dengan 𝑓(𝑧) = 𝑧 dinamakan fungsi balikan. Fungsi balikan merupakan fungsi satu-satu antara bidang 𝑧. 2. Titik di tak berhingga adalah titik ideal yang mempunyai sifat |𝑧| < ∞.  Fungsi linear 𝑤 = 𝑎𝑧 + 𝑏 dapat dituliskan sebagai komposisi 𝑓∘ 𝑔(𝑧) dengan 𝑔(𝑧) = 𝑎𝑧 dan 𝑓(𝑧) = 𝑧 + 𝑏. Turunan f diberikan oleh 1 𝑓 ′ (𝑧) = − 𝑧2 dan turunan itu ada untuk semua 𝑧 ≠ 0. Komposisi ini akan mempermudah kita dalam menentukan daerah hasil pemetaan dan membuat sketsa grafik daerah hasil pemetaan di bidang w. yang tidak mempunyai pembayang.  Jika 𝑎 ≠ 0 maka f adalah fungsi satu-satu. hubungan inversi 1 𝑏 𝑧= 𝑤− 𝑎 𝑎 juga merupakan fungsi linier. Jadi fungsi kebalikannya analitik pada seluruh bidang kecuali pada pusat koordinat. 𝑓 ′ (𝑧) = 𝑎 di defenisikan pada setiap z. yang tidak mempunyai bayangan di bawah fungsi kebalikan. jadi f adalah fungsi menyeluruh.Sifat-Sifat Fungsi Linear  Turunannya.  Untuk 𝑎 ≠ 0 . maka f berubah menjadi fungsi konstan : 𝑓(𝑧) = 𝑏. yang dapat dipikirkan sebagai pemetaan dari bidang w “kembali” kebidang z. 4 . jadi 𝑓(𝑧1 ) ≠ 𝑓(𝑧2 ). Akhirnya jika a = 1 dan b = 0. ∀𝑧. maka fungsi linier berubah menjadi fungsi identitas 𝑓(𝑧) = 𝑧. karena 𝑧1 ≠ 𝑧2 berakibat 𝑎𝑧1 + 𝑏 ≠ 𝑎𝑧2 + 𝑏 . Untuk titik 𝑧 = 0. untuk memudahkan. sehingga w dapat dinyatakan sebagai 𝑤 = 𝑎𝑧 + 𝑏 = 𝑓 ∘ 𝑔(𝑧).

pada fungsi kebalikan. 𝑎 = 3𝑧 + 1 maka fungsi kebalikan dari 𝑎 dapat dinyatakan sebagai berikut : 1 𝑓(𝑎) = 𝑎 1 𝑓(3𝑧 + 1) = 3𝑧 + 1 5 . Bilangan z yang ditambah dengan titik ideal ini dinamakan bidang kompleks perluasan. |𝑤| “menuju tak berhingga”. 𝑧 Contoh : 1. ∀𝑧. Meskipun kita menggunakan titik ∞ untuk menyatakan “titik 𝑧 = ∞” tetapi titik ∞ bukan suatu bilangan melainkan titik ideal yang sifatnya hanya kita ketahui pada fungsi balikan yang nilainya lebih besar dari bilangan manapun. yaitu |𝑧| < ∞. Nyatakanlah apakah 𝑎 = 3𝑧 + 1 merupakan fungsi balikan atau bukan. kita sekarang dapat mengatakan bahwa. bayangan 𝑧 = 0 adalah 𝑤 = ∞. Jawab : Misalkan 𝑎 ∈ ℂ. yaitu |𝑧| < ∞. Bilangan z yang ditambah dengan titik ideal ini dinamakan bidang kompleks perluasan. Dengan menggunakan titik ditak berhingga. Definisi titik di tak berhingga di atas didukung oleh kenyataan bahwa. maka w yang bersesuaian akan menjadi bilangan yang modulusnya besar tak terbatas. Kita dapat memperhitungkan secara umum tingkah laku suatu fungsi yang diberikan pada titik 𝑧 = ∞ jika memenuhi kesepakatan bahwa: Tingkah laku suatu fungsi 𝑓(𝑧) pada 𝑧 = ∞ akan disamakan dengan tingkah 1 ′ laku 𝑓 (𝑧) untuk titik 𝑧 = 0. jika 𝑧 → 0. Meskipun kita menggunakan titik ∞ untuk menyatakan “titik 𝑧 = ∞” tetapi titik∞ bukan suatu bilangan melainkan titik ideal yang sifatnya hanya kita ketahui pada funngsi kebalikan yang nilainya lebih besar dari bilangan manapun. Kesepakatan ini didukung oleh limit yang sama yaitu 1 → 0 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑧 → ∞. di 1 bawah fungsi 𝑓 = 𝑧 . ∀𝑧. dan sebaliknya. dan pembayang 𝑤 = 0 adalah 𝑧 = ∞. jadi untuk 𝑧 → 0.

maka pemetaan bilinear menjadi fungsi linear. 2. Karena merupakan fungsi rasional yang analitik dimana-mana kecuali di 𝑑 𝑧 = − 𝑐 jika 𝑐 = 0 . 𝑑 Untuk titik 𝑧 = − 𝑐 6 . Jadi. Periksalah tingkah laku fungsi 𝑓(𝑧) = 𝑧 2 +1 pada 𝑧 = ∞! Jawab : Sesuai dengan kesepakatan diatas. menghasilkan 𝑤 = 0. (𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 ≠ 0) yang memetakan bidang z perluasan ke bidang w perluasan. 𝑧−1 2. 𝑎𝑛 adalah konstanta kompleks maka fungsi P (z) = 𝑎0 + 𝑎1 𝑧 + 𝑎2 𝑧 2 + ⋯ + 𝑎𝑛 𝑧 𝑛 dinamakan fungsi menyeluruh. kita akan memeriksa tingkah laku 1 𝑓 (𝑧) 𝑑𝑖 𝑧 = 0 dan diperoleh 1 1 −1 𝑓( ) = 𝑧 2 𝑧 1 (𝑧 ) + 1 1−𝑧 1 𝑓( ) = 𝑧 2 𝑧 1+𝑧 𝑧2 1 (1 − 𝑧)𝑧 𝑓( ) = 𝑧 1 + 𝑧2 yang pada 𝑧 = 0. pada 𝑧 = ∞. 𝑝(𝑧) Misalkan dan adalah dua fungsi menyeluruh . 1 Tetapi fungsi 𝑓(𝑧) = 𝑧+1 bukan suatu fungsi balikan karena tidak sesuai 1 dengan defenisi yang menyatakan 𝑓(𝑧) = 𝑧. 𝑎1 . (𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 ≠ 0) dinamakan fungsi bilinear. fungsi F(z)=𝑄(𝑧) dengan Q(z)≠ 0 . 𝑎𝑧+𝑏 Fungsi yang berbentuk 𝑓(𝑧) = 𝑐𝑧+𝑑 .3 Fungsi Bilinear Jika n bilangan bulat tak negatif dan 𝑎0 . Persamaan 𝑎𝑧+𝑏 𝑓(𝑧) = 𝑐𝑧+𝑑 . merupakan fungsi rasional analitik yang penyebutnya tidak sama dengan nol. fungsi yang diberikan diberi nilai 0.

𝑓(𝑧) = 𝑐 .  Jika S dan T masing masing fungsi bilinear maka fungsi komposisinya juga fungsi bilinear .digunakan tingkah fungsi 𝑓(𝑧) pada 𝑧 = ∞ yang akan disamakan 1 dengan tingkahlaku 𝑓(𝑧) pada titik 𝑧 = 0 yang terdapat pada fungsi balikan . Bukti : 𝑎𝑧 + 𝑏 𝑓(𝑧) = 𝑐𝑧 + 𝑑 𝑎𝑧 + 𝑏 𝑓(𝑧) = 𝑤 = 𝑐𝑧 + 𝑑 𝑤(𝑐𝑧 + 𝑑) = 𝑎𝑧 + 𝑏 𝑤𝑐𝑧 + 𝑤𝑑 = 𝑎𝑧 + 𝑏 𝑤𝑐𝑧 − 𝑎𝑧 = −𝑤𝑑 + 𝑏 𝑧(𝑐𝑤 − 𝑎) = −𝑤𝑑 + 𝑏 −𝑤𝑑 + 𝑏 𝑧= . 𝑑 𝑎𝑑 𝑑 𝑎(− )+𝑏 − +𝑏 𝑐 𝑐 𝑓 (− 𝑐 ) = 𝑑 = tidak terdefenisi 𝑐(− )+𝑑 0 𝑐 sehingga dipetakan ke titik 𝑤 = ∞ dan untuk 𝑧 = ∞ . Untuk mencari solusinya. −𝑑𝑤+𝑏  Jika𝑓(𝑧) adalah fungsi biinear maka invers fungsi 𝑓(𝑧) adalah juga 𝑐𝑤−𝑎 bilinear . Bukti : 7 . pada 𝑧 = ∞ . 𝑎𝑧+𝑏 sebagai berikut 𝑓(𝑧) = 𝑐𝑧+𝑑 1 𝑎 + 𝑏𝑧 1 𝑎(𝑧 ) + 𝑏 𝑎 + 𝑏𝑧 𝑓( ) = = 𝑧 = 𝑧 1 𝑐 + 𝑑𝑧 𝑐 + 𝑑𝑧 𝑐(𝑧 ) + 𝑑 𝑧 1 𝑎 Karena 𝑧 = 0 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑓 (𝑧) = 𝑐 𝑎 Jadi . (𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 ≠ 0 𝑑𝑎𝑛 𝑐 ≠ 0) 𝑐𝑤 − 𝑎 Jadi invers fungsinya merupakan fungsi bilinear.

Jadi . 𝑇𝑜𝑆 merupakan fungsi bilinear. Sehingga fungsi komposisi merupakan fungsi bilinear . 2.4 Fungsi Eksponen 8 . Jadi . 𝑎𝑧+𝑏 𝑎𝑧+𝑏 𝑒( )+𝑓  𝑇𝑜𝑆 = 𝑇(𝑆(𝑧)) = 𝑇 (𝑐𝑧+𝑑 ) = 𝑐𝑧+𝑑 𝑎𝑧+𝑏 𝑔( )+ℎ 𝑐𝑧+𝑑 𝑎𝑒𝑧 +𝑒𝑏 ( )+𝑓 𝑐𝑧+𝑑 = 𝑔𝑎𝑧+𝑔𝑏 ( )+ℎ 𝑐𝑧+𝑑 𝑎𝑒𝑧 + 𝑒𝑏 + 𝑓(𝑐𝑧 + 𝑑) = 𝑔𝑎𝑧 + 𝑔𝑏 + ℎ (𝑐𝑧 + 𝑑 ) 𝑎𝑒𝑧 + 𝑒𝑏 + 𝑓𝑐𝑧 + 𝑓𝑑 = 𝑔𝑎𝑧 + 𝑔𝑏 + ℎ𝑐𝑧 + ℎ𝑑 (𝑎𝑒 + 𝑓𝑐)𝑧 + (𝑒𝑏 + 𝑓𝑑) = (𝑔𝑎 + ℎ𝑐)𝑧 + (𝑔𝑏 + ℎ𝑑) Dengan (𝑎𝑒 + 𝑓𝑐)(𝑔𝑏 + ℎ𝑑) − (𝑒𝑏 + 𝑓𝑑)(𝑔𝑎 + ℎ𝑐) ≠ 0. 𝑆𝑜𝑇 merupakan fungsi bilinear . 𝑎𝑧+𝑏 𝑒𝑧+𝑓 Misalkan 𝑆(𝑧) = 𝑐𝑧+𝑑 dan 𝑇(𝑧) = 𝑔𝑧+ℎ 𝑒𝑧+𝑓 𝑒𝑧+𝑓 𝑎( )+𝑏 𝑔𝑧+ℎ  SoT = 𝑆(𝑇(𝑧)) = 𝑆 (𝑔𝑧+ℎ) = 𝑒𝑧+𝑓 𝑐( )+𝑑 𝑔𝑧+ℎ 𝑎𝑒𝑧 +𝑎𝑓 ( )+𝑏 𝑔𝑧+ℎ = 𝑐𝑒𝑧+𝑐𝑓 ( )+𝑑 𝑔𝑧+ℎ 𝑎𝑒𝑧 + 𝑎𝑓 + 𝑏(𝑔𝑧 + ℎ) = 𝑐𝑒𝑧 + 𝑐𝑓 + 𝑑(𝑔𝑧 + ℎ) 𝑎𝑒𝑧 + 𝑎𝑓 + 𝑏𝑔𝑧 + 𝑏ℎ = 𝑐𝑒𝑧 + 𝑐𝑓 + 𝑑𝑔𝑧 + 𝑑ℎ (𝑎𝑒 + 𝑏𝑔)𝑧 + (𝑎𝑓 + 𝑏ℎ) = (𝑐𝑒 + 𝑑𝑔)𝑧 + (𝑐𝑓 + 𝑑ℎ) Dengan (𝑎𝑒 + 𝑏𝑔)(𝑐𝑓 + 𝑑ℎ) − (𝑎𝑓 + 𝑏ℎ)(𝑐𝑒 + 𝑑𝑔) ≠ 0.

w ∈ ℂ berlaku : (1) 𝑒 𝑧 . Apabila dihubungkan dengan koordinat kutub. cos (y + 2𝜋) + sin (y + 2𝜋)𝑖 = 𝑒 𝑥 (cos y + i sin y) = 𝑒 𝑥 . rumusnya f(z) = ez. dengan memisalkan 𝑒 𝑧 = r cis t. 𝑒 𝑦𝑖 = 𝑒 𝑥+𝑦𝑖 = 𝑒 𝑧 (terbukti) Contoh: 9 . 𝑒 𝑦𝑖 = 𝑒 𝑥 (cos y + i sin y) = 𝑒 𝑥 (cos y + iexsiny) Dari persamaan terakhir ini diperoleh : Re (ez) = ex cos y dan Im (ez) = ex sin y. maka akan diperoleh 𝑒 𝑥 cis y = r cis t yang menghasilkan : 𝑒𝑥= r dan y = t + 2k𝜋 . maka : 𝑒 𝑧+2𝜋𝑖 = 𝑒 𝑥+𝑦𝑖+2𝜋𝑖 = 𝑒 𝑥+(𝑦+2𝜋)𝑖 = 𝑒 𝑥 . Untuk z = x + iy akan menghasilkan : 𝑒 𝑧 = 𝑒 𝑥+𝑖𝑦 = 𝑒 𝑥 . 𝑒 𝑤 = 𝑒 𝑧+𝑤 𝑒𝑧 (2) = 𝑒 𝑧−𝑤 𝑒𝑤 (3) (𝑒 𝑧 )n = 𝑒 𝑛𝑧 . 𝑛 ∈ N (4) 𝑒 𝑧+2𝜋𝑖 = 𝑒 𝑧 Bukti (4) : Misalkan z = x + yi. k ∈ Z atau |𝑒 𝑧 | = 𝑒 𝑥 dan Arg (𝑒 𝑧 ) = y Beberapa sifat fungsi eksponen : ∀z. Fungsi f yang mengaitkan z ke ez disebut fungsi eksponen.

z ≠ 0 .w ∈ ℂ berlaku : (1) Log (z. TEOREMA ∀ z. z ≠ 0. n ∈ Q 2. Sedangkan nilai utama atau cabang utama dari log z didefenisikan sebagai : Log z = ln |𝑧| + i arg z . Contoh Jika z = 1 + i .5 Fungsi Logaritma Fungsi logaritma dalam variabel kompleks z didefenisikan sebagai : Log z = ln |𝑧| + i arg z . z ≠ 0 . w ≠ 0 𝑧 (2) log𝑤 = log z – log w . z ≠ 0 (5) Log 𝑧 𝑛 = n log z . k ∈ Z.w) = log z + log w . 2. -𝜋 ≤ arg z ≤ 𝜋 Perhatikan dalam hal ini bahwa log z bernilai banyak dan log z bernilai tunggal. k∈ Z 𝜋 Log z = ln √2 + i 4 . yang disebut sebagai nilai utama dari log z. tentukan log z Jawab : Log z = ln |𝑧| + i arg z 𝜋 = ln √2 + i ( 4 + 2k𝜋) .Tentukan nilai z yang memenuhi 𝑒 𝑧 = 1 + i√3 Jawab: Misalkan z = x + yi 𝜋 Karena 𝑒 𝑧 = 𝑒 𝑥+𝑦𝑖 = 𝑒 𝑥 cis y dan 1 + i√3 = 2 cis 3 𝜋 Maka diperoleh 𝑒 𝑥 cis y = 2 cis 3 yang menghasilkan : 𝑒𝑥 = 2 𝜋 x = ln 2 dan y = 3 + 2k𝜋 .6 Fungsi Trigonometri 10 . sehingga : 𝜋 z = ln 2 + ( 3 + 2𝑘𝜋 )i . k ∈ Z . z ≠ 0 . w ≠ 0 (3) log 𝑒 𝑧 = z (4) 𝑒 log 𝑧 = z .

Dengan menggunakan rumus euler 𝑒 𝑖𝑥 = cos 𝑥 + 𝑖 sin 𝑥 . 2) Dua persamaan berikut kita eliminasi.. sin 𝑥 = 2 𝑖(𝑒 𝑖𝑥 − 𝑒 −𝑖𝑥 ) Dengan cara serupa. 𝑒 𝑖𝑥 = cos 𝑥 + 𝑖 sin 𝑥 .Untuk fungsi kompleks trigonometri. didefinisikan dengan mengganti x (pada fungsi nyata trigonometri di atas) dengan z . Dari kedua persamaan diatas dapat di defenisikan : 1 𝑖𝑧 −𝑖𝑧 sin 𝑧 2 𝑖(𝑒 − 𝑒 ) 𝑖 (𝑒 𝑖𝑧 − 𝑒 −𝑖𝑧 ) tan 𝑧 = = = cos 𝑧 1 𝑖𝑧 𝑒 𝑖𝑧 + 𝑒 −𝑖𝑧 (𝑒 + 𝑒 −𝑖𝑧 ) 2 1 𝑖𝑧 −𝑖𝑧 cos 𝑧 2 (𝑒 + 𝑒 ) 𝑒 𝑖𝑧 + 𝑒 −𝑖𝑧 cot 𝑧 = = = sin 𝑧 1 𝑖(𝑒 𝑖𝑧 − 𝑒 −𝑖𝑧 ) 𝑖 (𝑒 𝑖𝑧 − 𝑒 −𝑖𝑧 ) 2 1 1 2 sec 𝑧 = = = 𝑖𝑧 cos 𝑧 1 (𝑒 𝑖𝑧 + 𝑒 −𝑖𝑧 ) 𝑒 + 𝑒 −𝑖𝑧 2 1 1 2 csc 𝑧 = = = sin 𝑧 1 𝑖𝑧 −𝑖𝑧 ) 𝑖 (𝑒 𝑖𝑧 − 𝑒 −𝑖𝑧 ) 2 𝑖(𝑒 − 𝑒 Sifat-sifat fungsi trigonometri : 11 . 2) Diperoleh : 𝑒 𝑖𝑥 − 𝑒 −𝑖𝑥 = 2𝑖 sin 𝑥 1 Maka .. diperoleh 1 cos 𝑥 = (𝑒 𝑖𝑥 + 𝑒 −𝑖𝑥 ) 2 Kedua rumus tersebut dapat dikatakan mewakili bentuk kompleks fungsi nyata sinus dan cosinus... 𝑒 −𝑖𝑥 = 𝑒 𝑖(−𝑥) = cos(−𝑥) + 𝑖 sin(−𝑥) = cos 𝑥 − 𝑖 sin 𝑥 .1) Maka. yaitu 1 1 sin 𝑧 = 2 𝑖(𝑒 𝑖𝑧 − 𝑒 −𝑖𝑧 ) dan cos 𝑧 = 2 (𝑒 𝑖𝑧 + 𝑒 −𝑖𝑧 ) untuk semua bilangan kompleks z.... 1) 𝑒 −𝑖𝑥 = cos 𝑥 − 𝑖 sin 𝑥 ..

54308 2 2 2 𝑒 2. sin 𝑧 = 0 jika dan hanya jika 𝑧 = 𝑘𝜋. cos 𝑧 = 0 jika dan hanya jika 𝑧 = 2 + 𝑘𝜋. maka diperoleh 1 4=𝑆+ 𝑆 4𝑆 = 𝑆 2 + 1 𝑆 2 − 4𝑆 + 1 = 0 Menggunakan rumus abc. sin(−𝑧) = − sin 𝑧 d. cos(−𝑧) = cos 𝑧 e.𝑖 ) = (𝑒 −1 + 𝑒 1 ) = ( + 𝑒) ≈ 1. a. 𝑘 ∈ ℤ c. Jawab : Dengan menggunakan defenisi. 1 1 1 1 cos 𝑖 = (𝑒 𝑖. diperoleh 4 ± √16 − 4 𝑆= 2 4 ± √12 = 2 𝑆 = 2 ± √3 12 . 𝑘 ∈ ℤ 𝜋 b. cos(𝑧 + 𝑤) = cos 𝑧 cos 𝑤 − sin 𝑤 sin 𝑧 Contoh : 1. Tentukan nilai cos 𝑖. Jawab : Dengan menggunakan defenisi. 1 cos 𝑧 = (𝑒 𝑖𝑧 + 𝑒 −𝑖𝑧 ) 2 1 2 = (𝑒 𝑖𝑧 + 𝑒 −𝑖𝑧 ) 2 4 = 𝑒 𝑖𝑧 + 𝑒 −𝑖𝑧 Misalkan 𝑆 = 𝑒 𝑖𝑧 . sin(𝑧 + 𝑤) = sin 𝑧 cos 𝑤 + sin 𝑤 cos 𝑧 g.𝑖 + 𝑒 −𝑖. Tentukan z yang memenuhi cos 𝑧 = 2. sin2 𝑧 + cos 2 𝑧 = 1 f.

Gunakanlah defenisi fungsi kompleks untuk menuliskan bilangan-bilangan cos 𝜋 dalam bentuk 𝐴 + 𝑖𝐵. identitas euler yaitu 𝑒 𝑖𝜋 = −1.Maka. sehingga 1 cos 𝜋 = (𝑒 𝑖𝜋 + 𝑒 −𝑖𝜋 ) 2 1 1 cos 𝜋 = (𝑒 𝑖𝜋 + 𝑖𝜋 ) 2 𝑒 1 1 = (−1 + ( )) 2 −1 1 = (−2) 2 cos 𝜋 = −1 Dalam bentuk yang diinginkan.7 Fungsi Hiperbolik Fungsi hiperbolik dalam variabel real x adalah 1 Cosh x = 2 (𝑒 𝑥 + 𝑒 𝑥 ) 1 Sinh x = (𝑒 𝑥 + 𝑒 𝑥) 2 Sedangkan fungsi hiperbolik dalam variabel kompleks z didefenisikan sebagai berikut 1 Cosh z = 2 (𝑒 𝑧 + 𝑒 −𝑧 ) 1 Sinh z = (𝑒 𝑧 − 𝑒 −𝑧 ) 2 13 . 𝑆 = 2 + √3 atau 𝑆 = 2 − √3 𝑒 𝑖𝑧 = 2 + √3 atau 𝑒 𝑖𝑧 = 2 − √3 𝑖𝑧 = ln(2 + √3) atau 𝑖𝑧 = ln(2 − √3) 𝑧 = (ln(2 + √3))/𝑖 atau 𝑧 = (ln(2 − √3))/𝑖 Diperoleh solusinya yaitu 𝑧 = (ln(2 + √3))/𝑖 atau 𝑧 = (ln(2 − √3))/𝑖 3. Jawab : 1 Menurut defenisi : cos 𝜋 = 2 (𝑒 𝑖𝜋 + 𝑒 −𝑖𝜋 ) Ingat. maka cos 𝜋 = −1 + 0𝑖 2.

Cosh2 z – sinh2 z = 1 e.sinh z terbukti 2 2 1 1 b. 1 a. 1. Dari kedua defenisi diatas dapat didefenisikan 1 𝑧 sin 𝑧 (𝑒 −𝑒 −𝑧 ) 𝑒 𝑧 −𝑒 −𝑧 2 tan z = cos 𝑧 = 1 𝑧 = 𝑒 𝑧 +𝑒 −𝑧 (𝑒 +𝑒 −𝑧 ) 2 1 𝑧 cos 𝑧 (𝑒 +𝑒 −𝑧 ) 𝑒 𝑧 +𝑒 −𝑧 2 cot z = sin 𝑧 = 1 𝑧 = 𝑒 𝑧 −𝑒 −𝑧 (𝑒 −𝑒 −𝑧 ) 2 1 1 2 sec z = cos 𝑧 = 1 𝑧 = 𝑒 𝑧 +𝑒 −𝑧 (𝑒 +𝑒 −𝑧 ) 2 1 1 2 csc z = sin 𝑧 = 1 𝑧 = 𝑒 𝑧−𝑒 −𝑧 (𝑒 −𝑒 −𝑧 ) 2 Teorema: a. Cosh (-z) = cosh z c.2 (𝑒 𝑧 − 𝑒 −𝑧 ) = . Sinh (z + w) = sinh z cos w + cosh w sinh z h. Cosh (z + w) = cosh z cos w + sinh w sinh z Bukti. Sinh z = (𝑒 𝑧 − 𝑒 −𝑧 ) 2 1 Sin h (-z) = 2 (𝑒 −𝑧 − 𝑒 −(−𝑧) ) 1 = (𝑒 −𝑧 − 𝑒 𝑧) 2 1 = . Cosh2 z – sinh2 z = (2 (𝑒 𝑧 + 𝑒 −𝑧 )) − (2 (𝑒 𝑧 + 𝑒 −𝑧 )) 1 1 =4 (𝑒 2𝑧 + 𝑒 −2𝑧 + 2) − 4 (𝑒 2𝑧 − 𝑒 −2𝑧 − 2) = 1 (terbukti). Coth2 z -1 = csch2 z g. Sinh(-z) = -sinh z b. 14 . Tanh (-z) = tanh z d.tanh2 z = sech2 z f.

Terkadang hal itu tak mungkin. dan dibagi seperti bilangan real. yaitu mencari pangkat dari suatu bilangan pokok hingga hasilnya sesuai dengan yang telah diketahui. dikali. Sebuah bilangan kompleks dapat digambarkan pada bidang kompleks dengan sumbu x sebagai sumbu real dan sumbu sebagai sumbu real dan sumbu y sebagai sumbu khayal. Bilangan kompleks dapat ditambah. Dan persamaan eksponen adalah persamaan yang didalamnya terdapat pangkat yang berbentuk fungsi dalam x (x sebagai peubah). dikurang. Orang menulis eksponen dengan indeks diatas yang akan terlihat sebaai berikut : xy. Logaritma adalah invers dari bentuk eksponen (pangkat). Kemudian orang menulis eksponen dengan tanda ^: 2^3 berarti 23. 15 . BAB III PENUTUP Kesimpulan Bilangan kompleks adalah bilangan yang terbentuk : a + bi atau a + ib dapat ditulis (a. Eksponen adalah perkalian yang diulang-ulang. b). a dan b bilangan real dan i2 = -1.

DAFTAR PUSTAKA Panjaitan Binur. Pematangsiantar 16 . 2014. Analisa Kompleks.