Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DIFTERI
DI DESA PEMATANG DANAU

Topik : Difteri
Sub Topik : Mengenal dan Memahami tentang Difteri
Sasaran : Warga Desa Pematang Danau
Tempat : Wilayah Kerja Puskesmas Pematang Danau
Hari/Tanggal : 16 Februari 2013
Penyuluh : Haryana, SKM., M.M.Kes

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
1. Topik
“Difteri (Batuk Rejan)”
2. Sub Topik
“Menngenal dan Memahami Tentanng Difteri”
3. Tujuan
a. Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama +30 menit diharapkan peserta
mampu memahami tentang Difteri.
b. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan peserta mampu:
1) Menjelaskan Pengertian Difteri.
2) Menjelaskan Penyebab Difteri .
3) Menyebutkan Penyebaran Difteri.
4) Menyebutka Tanda Gejala Difteri.
5) Menyebutkan Komplikasi Difteri.
6) Menjelaskan Pencegahan Difteri.
4. Tempat
Balai Desa Pematang Danau

5. Waktu
Kegiatan penyuluhan dilakukan pada :
Hari/tanggal : 16 Februari 2013
Waktu : Pukul 16.00 WITA
6. Sasaran
a. Peserta : Warga di Desa Pematang Danau
b. Jumlah : 15 orang
7. Metode
Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi.
8. Media
Media yang digunakan adalah leaflet dan power point. Alat yang digunakan
adalah LCD dan leptop
9. Pengorganisasian :
Penyuluh : Haryana, SKM., M.M.Kes
Irfan Hefni
Helda Fitrina
Ryski Afrian.R

SAP_Difteri Page 1

Menjelaskan 1. Mendengarkan dan menjawab pertanyaan memperhartikan 3. Menyebutka Tanda memperhatikan Gejala Difteri. Menjelaskan 4. memperhatikan 2. Menjawab apakah ada yang sudah tahu pertanyaan yang atau belum tentang Difteri diajukan penyaji (Batuk Rejan). Memberikan penjelasan 2. f. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan 3. Mendengarkan Leaflet dan memperhatikan 2. Penyuluhan Leaflet a. Mendengarkan dan 4. Mendengarkan mengenai topik penyuluhan dan kepada peserta memperhatikan 3. Menanyakan kepada peserta 3. pertanyaan 2. Memperkenalkan diri 1. 2. 3. Memberikan reinforcement kepada peserta yang 2. memperhatikan b. Menyebutkan memperhatikan Penyebaran Difteri. Mendengarkan dan memperhatikan SAP_Difteri Page 2 . Menyebutkan Komplikasi Difteri. e. Kegiatan penyuluhan Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Media Kegiatan Pendahuluan 5 menit 1. Mendengarkan dan Pencegahan Difteri. Melakukan evaluasi dengan 1.10. Diskusi dan tanya jawab Penutup 10 menit 1. Penyajian 15 menit 1. Menjelaskan Penyebab Difteri . Mendengarkan dan Pengertian Difteri. Memperhatikan Leaflet cara menanyakan kepada dan menjawab peserta mengenai Difteri. Mendengarkan dan d. Mengakhiri kegiatan dengan memperhatikan salam 4. Mendengarkan dan c.

Kriteria Evaluasi g. Tanda dan gejala biasanya mulai muncul 2-5 hari setelah seseorang menjadi terinfeksi. baik sebagai penderita maupun sebagai carier. yang biasanya mempengaruhi selaput lendir dan tenggorokan. nyeri saat menelan. Menjelaskan Pengertian Difteri. Menjelaskan Penyebab Difteri . Penyuluhan dimulai tepat waktu.11. Sumber penularan penyakit difteri ini adalah manusia. Menyebutkan Komplikasi Difteri. c. Evaluasi hasil : 1) Peseta dapat memahami tentang Difteri. pembengkakan kelenjar (kelenjar getah bening membesar) di leher. Difteri umumnya menyebabkan sakit tenggorokan. Menyebutka Tanda Gejala Difteri. dan terbentuknya sebuah membran tebal abu-abu menutupi tenggorokan dan amandel. Peserta telah siap untuk dilaksanakannya penkes. demam. h. Peserta antusias mendengarkan materi penkes dan menjawab pertanyaan yang diajukan penyaji. Orang yang terinfeksi C. sulit bernapas atau napas cepat. e. i. ginjal dan sistem saraf. kelenjar tonsil (amandel) bengkak. 2) Peserta dapat mengajukan pertanyaan dan mampu menjawab pertanyaan yang diajukan penyaji. Diphtheria seringkali tidak merasakan sesuatu atau tidak ada tanda-tanda dan gejala sama sekali. Materi Penyuluhan : DIFTERI   Pengertian Difteri Difteri adalah infeksi bakteri yang bersumber dari Corynebacterium diphtheriae. 12. Evaluasi struktur : penyuluh datang sebelum waktu yang ditetapkan untuk mempersiapkan kegiatan penkes. sakit tenggorokan dan suara serak. Kondisi seperti itu pada akhirnya bisa berakibat sangat fatal dan berujung pada kematian. manusia yang kurang memilki sistem kekebalan tubuh terutama yang tidak mendapatkan suntikan imunisasi lengkap saat masih kecil atau kanak-kanak mudah terserang bakteri ini. Menjelaskan Pencegahan Difteri. Dalam tahap lanjut. 3) 80% pertanyaan yang diajukan dapat dijawab dengan benar oleh peserta. dan menggigil. Menyebutkan Penyebaran Difteri. Orang yang terinfeksi namun tidak menyadarinya dikenal sebagai carier (pembawa) difteri. difteri bisa menyebabkan kerusakan pada jantung. karena bakteri mengeluarkan racun yang mengganggu fungsi organ-organ yang mengalami kerusakan tersebut. Evaluasi proses : Pelaksanaan penyuluhan berjalan sesuai rencana.  Tanda dan gejala Tanda dan gejala difteri meliputi. b. Pertanyaan yang akan diajukan berupa : a. d. f. SAP_Gizi Ibu Hamil Page 3 . dan lemas. demam.

SAP_Gizi Ibu Hamil Page 4 . Kalau sudah seperti itu.  Komplikasi Jika tidak diobati. dan bengkak yang khas terkait dengan infeksi bakteri kulit lainnya. difteri dapat menyebabkan: * Gangguan pernapasan C. seperti otot jantung. sehingga menyebabkan komplikasi seperti radang pada otot jantung (miokarditis). difteri menyebar melalui barang-barang rumah tangga yang biasanya dipakai secara bersamaan. Bahkan saraf pada lengan dan kaki juga bisa meradang yang menyebabkan otot menjadi lemah. Kerusakan jantung akibat miokarditis muncul sebagai kelainan ringan pada elektrokardiogram yang menyebabkan gagal jantung kongestif dan kematian mendadak. karena telah mewajibkan imunisasi pada anak-anak selama beberapa dekade. Namun. * Kerusakan jantung Toksin (racun) difteri dapat menyebar melalui aliran darah dan merusak jaringan lain dalam tubuh Anda. seperti handuk atau mainan. mereka akan melepaskan uap air yang terkontaminasi dan memungkinkan orang di sekitarnya terpapar bakteri tersebut. Diphtheriae dapat menghasilkan racun yang menginfeksi jaringan di daerah hidung dan tenggorokan. Jika racun ini merusak otot-otot kontrol yang digunakan untuk bernapas. maka diperlukan alat bantu napas. infeksi difteri juga mempengaruhi mata. menyebabkan nyeri kemerahan.diphtheriae dapat menyebar melalui tiga rute: * Bersin: Ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk. Membran ini dapat menghambat pernapasan.  Siapapun yang bepergian ke tempat atau daerah endemik difteri Difteri jarang terjadi di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa. Orang yang telah terinfeksi bakteri difteri dan belum diobati dapat menginfeksi orang nonimmunized selama enam minggu . difteri masih sering ditemukan pada negara-negara berkembang di mana tingkat imunisasinya masih rendah seperti halnya yang saat ini terjadi di Jawa timur.Tipe kedua dari difteri dapat mempengaruhi kulit. Infeksi tersebut menghasilkan membaran putih keabu- abuan (psedomembrane) terdiri dari membran sel-sel mati.  Faktor risiko Orang-orang yang berada pada risiko tertular difteri meliputi:  Anak-anak dan orang dewasa yang tidak mendapatkan imunisasi terbaru  Orang yang hidup dalam kondisi tempat tingal penuh sesak atau tidak sehat  Orang yang memiliki gangguan sistem kekebalan. bakteri dan zat lainnya. * Kerusakan saraf Toksin juga dapat menyebabkan kerusakan saraf khususnya pada tenggorokan. di mana konduksi saraf yang buruk dapat menyebabkan kesulitan menelan. * Kontaminasi barang pribadi: Penularan difteri bisa berasal dari barang-barang pribadi seperti gelas yang belum dicuci. Anda juga dapat terkontaminasi bakteri berbahaya tersebut apabila menyentuh luka orang yang sudah terinfeksi. maka otot-otot ini dapat menjadi lumpuh.bahkan jika mereka tidak menunjukkan gejala apapun.  Cara Penularan Bakteri C. Sementara itu pada kasus yang jarang. * Barang rumah tangga: Dalam kasus yang jarang. Selain itu.

rewel. 2 bulan. Pemberian vaksinasi sudah dapat dilakukan saat masih bayi dengan lima tahapan yakni. yang dikenal sebagai vaksin difteri. segeralah pergi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Vaksin difteri sangat efektif untuk mencegah difteri. anak yang terinfeksi atau orang dewasa harus menerima suatu antitoksin. Sebelum memberikan antitoksin. Dokter awalnya akan memberikan dosis kecil dari antitoksin dan kemudian secara bertahap meningkatkan dosisnya. mengantuk atau nyeri pasca pemberian vaksin. Para ahli di Mayo Clinic. dokter mungkin melakukan tes alergi kulit untuk memastikan bahwa orang yang terinfeksi tidak memiliki alergi terhadap antitoksin. Tapi pada beberapa anak mungkin akan mengalami efek samping seperti demam. Tetanus dengan cara memasukkan kuman difteri. ada beberapa upaya pengobatan yang dapat dilakukan diantaranya: * Pemberian antitoksin: Setelah dokter memastikan diagnosa awal difteri. seperti penisilin atau eritromisin. memaparkan. Vaksin difteri biasanya dikombinasikan dengan vaksin untuk tetanus dan difteri.  Penanganan Difteri adalah penyakit yang serius. tetanus dan difteri (DTP). * Antibiotik: Difteri juga dapat diobati dengan antibiotik. Penyakit ini tidak hanya dapat diobati tetapi juga dapat dicegah dengan vaksin. 12-18 bulan dan 4-6 tahun. difteri. Pemberian antibiotik juga diperlukan bagi mereka yang diketahui sebagai carrier (pembawa) difteri. Pemberian vaksin DTP pada anak jarang menyebabkan komplikasi serius. Antibiotik membantu membunuh bakteri di dalam tubuh dan membersihkan infeksi. Imunisasi DPT adalah upaya untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit Diferi.Dengan pengobatan. Di samping juga pemberian vaksin difteri dengan dosis yang lebih banyak. namun pemulihannya akan berjalan lama. kejang atau shock.tidak dapat menerima vaksin DTP. Anak-anak dan orang dewasa yang telah terinfeksi difteri dianjurkan untuk menjalani perawatan di rumah sakit untuk perawatan. 4 bulan.  Manfaat Imunisasi DPT Dasar SAP_Gizi Ibu Hamil Page 5 .  Pencegahan Jika Anda telah terpapar orang yang terinfeksi difteri. 6 bulan. Difteri. seperti reaksi alergi (gatal-gatal atau ruam berkembang hanya dalam beberapa menit pasca injeksi). Untuk beberapa anak dengan gangguan otak progresif . tetanus yang telah dilemahkan dan dimatikan kedalam tubuh sehingga tubuh dapat menghasilkan zat anti yang pada saatnya nanti digunakan tubuh untuk melawan kuman atau bibit ketiga penyakit tersebut. Antitoksin itu disuntikkan ke pembuluh darah atau otot untuk menetralkan toksin difteri yang sudah terkontaminasi dalam tubuh. Dokter mungkin akan memberi Anda resep antibiotik untuk mencegah infeksi penyakit itu. Mereka mungkin akan diisolasi di unit perawatan intensif karena difteri dapat menyebar dengan mudah ke orang sekitar terutama yang tidak mendapatkan imunisasi penyakit ini. kebanyakan orang dengan difteri dapat bertahan dari komplikasi ini.Versi terbaru dari vaksin ini dikenal sebagai vaksin DTP untuk anak-anak dan vaksin Tdap untuk remaja dan dewasa. Difteri adalah penyakit yang umum pada anak-anak.

Jakarta: Kanisius. 2000. 1996. Jakarta: Gramedia.  Evaluasi Hasil : Diharapkan sasaran mengerti tentang penanganan dan pencegahan difteri Referensi Cooper. Jadi tujuan imunisasi DPT adalah membuat anak kebal terhadap penyakit Difteri. b. akan jauh lebih ringan dibanding terkena penyakit secara alami. Suryana. tetanus. Suharjo. sehingga anak tersebut kebal terhadap penyakit. Cahyono. J. Jakarta: EGC. Keperawatan Anak Untuk Siswa SPK. Selain itu manfaat pemberian imunisasi DPT adalah : a.B dan B.  Evaluasi proses : Diharapkan peserta sasaran mengikuti sampai kegiatan selesai dilaksanakan. Ilmu Kesehatan Anak. 1996. Analisis Hayati. Maksum. SAP_Gizi Ibu Hamil Page 6 . Robert B. Tetanus. Evaluasi :  Evaluasi Struktur : Diharapkan penyuluhan berjalan sesuai dengan struktur yang telah dibuat. b. Difteri. Segala Sesuatu yang Perlu Anda Ketahui “Penyakit”. Behrman Klirgman. Apabila terjadi penyakit tersebut. 2010. 2008. Untuk menimbulkan kekebalan aktif dalam waktu yang bersamaan terhadap penyakit difteri.Salah satu upaya agar anak-anak jangan sampai menderita suatu penyakit adalah dengan jalan memberikan imunisasi. Vaksinasi. Dengan imunisasi ini tubuh akan membuat zat anti dalam jumlah banyak. difteri (batuk rejan). Jakarta: Gramedia Arvin. Radji dan Harmita. Jakarta: EGC.