Anda di halaman 1dari 8

TUGAS MATA KULIAH BATUAN KARBONAT

Klasifikasi Batuan Karbonat
Embry & Klovan (1971)

Oleh :

WAHYU PRATOMO
141.101.086
KELAS A

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2016

Nama yang mereka berikan adalah rudstone untuk component- supported dan floatstone untuk matrix supported. yaitu batuan sedimen dengan komposisi yang dominan (lebih dari 50%) terdiri dari mineral karbonat. Klasifikasi Batuan Karbonat Embry & Klovan (1971) Embry dan Klovan (1971) mengembangkan klasifikasi Dunham (1962 dengan membagi batugamping menjadi dua kelompok besar yaitu autochtonous limestone dan allochtonous limestone berupa batugamping yang komponen- komponen penyusunnya tidak terikat secara organis selama proses deposisi. Pembagian allochtonous dan autochtonous limestone oleh Embry dan Klovan (1971) telah dilakukan oleh Dunham hanya saja tidak terperinci. Batuan karbonat adalah batuan denga tekstur yang beraneka ragam. berdasarkan atas komponen utama terumbu yang berfungsi sebagai perangkap sedimen.dan bafflestone. struktur serta fosil. Embry dan Klovan (1971) membagi lagi boundstone menjadi tiga kelompok yaitu framestone. meliputi batugamping dan dolomit. Selain itu juga ditambahkan nama kelompok batuan yang mengandung komponen berukuran lebih besar dari 2 cm > 10 %. wackestone. Dunham hanya memakainya sebagai dasar penglasifikasiannya saja antara batugamping yang tidak terikat (packstone. mudstone. bindstone. Batuan sedimen yang diklasifikasikan oleh Embry & Klovan pada tahun 1971 adalah batuan sedimen karbonat. grainstone) dan terikat (boundstone) ditegaskan. Hal tersebut dapat menginformasikan beberapa hal penting .

Namun perlu diketahui bahwa sebelum Embry & Klovan mengklasifikasikan batuan karbonat. kondisi paleoekologi. jika batuaan memiliki fabrik grain supported maka batuan terbentuk pada energi yang cukup tinggi sehingga hanya material-material berukuran besar yang dapat mengendap. yaitu autochtonus limestone dan allochtonus limestone berupa batugamping yang . serta evolusi bentuk dari organisme laut. Klasifikasi Dunham ini kemudian dikembangkan oleh Embry & Klovan pada tahun 1971 dengan membagi batugamping menjadi 2 kelompok besar. Dunham pada tahun 1962 dan Folk pada tahun 1959 dan sebenarnya pengklasifikasian batuan karbonat yang dilakukan oleh Embry & Klovan merupakan pengembangan dari klasifikasi batuan karbonat oleh Dunham (1962). Dalam klasifikasi batuan karbonat yang dilakukan oleh Embry & Klovan. Sebaliknya. lumpur karbonat hanya terbentuk pada lingkungan yang berarus tenang. Dunham (1962) mengklasifikasikan batuan karbonat berdasarkan pada struktur deposisi dari batugamping. Jika batuan memiliki fabrik mud supported dapat diinterpretasikan bahwa batuan ini terbentuk pada energi pengendapan yang relatif kecil karena menurut Dunham.mengenai lingkungan laut purba. akan terjadi kesalahan jika tidak membicarakan mengenai Klasfikasi Dunham. sebelum membicarakan mengenai Klasifikasi Batuan Karbonat oleh Embry & Klovan. tekstur batuan yang terbentuk saat pengendapanlah yang menjadi dasar pengklasifikasian. Untuk itu. Dasar yang dipakai oleh Dunham dalam menentukan tingkat energi adalah fabrik batuan.

yaitu framestone. grainstone) dan terikat (boundstone). berdasarkan atas komponen utama terumbu yang berfungsi sebagai perangkap sedimen.komponen-komponen penyusunnya tidak terikat secara organis selama proses deposisi. dan bafflestone. Selain itu juga ditambahkan nama kelompok batuan yang mengandung komponen berukuran lebih dari 2 mm sebanyak 10%. Nama batuannya adalah rudstone dan floatsone. Gambar 1 : klasifikasi Embry & Klovan (1971) . wackestone. Dunham hanya memakainya sebagai dasar pengklasifikasiannya saja antara batugamping yang tidak terikat (packstone. Sedangkan Embry & Klovan membagi lagi boundstone menjadi 3 kelompok. bindstone. mudstone. namun Dunham tidak mengklasifikasikannya secara terperinci. Sebenarnya Dunham telah menggunakan allohtonus dan autochtonus sebagai dasar klasifikasi.

Penggunaan Klasifikasi Embry & Klovan (1971) Klasifikasi Embry & Klovan (1971) sebenarnya lebih cocok digunakan pada saat pengamatan langsung di lapangan dengan menggunakan lup. a. Berikut adalah penjelasan penggunaan klasifikasinya : Perlu diketahui sebelumnya arti atau maksud dari allochtonus dan autochtonus. Allochtonus berarti jika komponen atau material terlihat terikat secara organis tidak selama proses deposisi. Dan pada batuan mengandung material-material yang berukuran lebih dari 2 mm sebanyak lebih dari 10%.Matrix supported Yaitu jika batuan mengandung material-material yang berukuran lebih dari 2 mm namun masih bersifat matrix supported atau antar butiran fragmen tidak saling bersinggungan. nama batuannya adalah Floatsone Gambar 2 : Floatstone . sedangkan autochtonus merupakan material- material yang terikat secara organis selama proses deposisi. Allochtonus Allochtonus berarti jika komponen atau material terlihat terikat secara organis tidak selama proses deposisi. yaitu : . Selanjutnya. batuan yang bersifat allochtonus oleh Embry & Klovan (1971) dibagi lagi menjadi 2.

Bafflestone adalah tekstur batuan karbonat yang terdiri dari organisme penyusun yang cara hidupnya menadah sedimen yang jatuh pada organisme tersebut.Component supported Yaitu jika batuan mengandung material-material yang berukuran lebih dari 2 mm lebih dari 10% dan bersifat somponent supported atau antar butiran fragmennya saling bersinggungan. Autochtonus merupakan material-material yang terikat secara organis selama proses deposisi.By organism that acts as baffle Oleh Embry & Klovan (1971). . Tekstur ini dijumpai pada daerah dengan energi sedang. nama batuannya adalah Rudstone Gambar 3: Sayatan dari Rudstone b. batuan ini biasanya terdiri .Berdasarkan sifat pengikat batuan oleh aktivitas organisme dibedakan menjadi 3 macam antara lain : . Selanjutnya. Hal ini lebih dikarenakan adanya aktivitas organisme pada saat proses deposisi sedimen yang mengakibatkan material-material terikat dan terkompaksi menjadi batuan. Autochtonus Berbeda dengan allochtonus. batuan ini merupakan batuan yang material-materialnya terikat selama proses deposisi oleh perilaku organisme yang berperan sebagai baffle atau bersifat seperti dinding yang mengikat komponen-komponen batuan yang lain. Nama batuannya adalah Bafflestone.

By organism that encrust and bind Batuan ini merupakan batuan yang material-materialnya terikat selama proses deposisi oleh perilaku organisme yang terjebak dan terjepit selama proses deposisi. dan ganggang dalam matriks yang kurang dari 10% atau bahkan tanpa matriks.Bindstone adalah organisme yang menyusun batuan karbonat dimana cara hidupnya mengikat sedimen yang terakumulasi pada organisme tersebut. dari kerangka koral yang sedang dalam posisi tumbuh (branching and growth position of coral) dan diselimuti oleh lumpur karbonat. . Penyusun batuan ini adalah koral.By organisms that build a rigid framework Batuan ini merupakan batuan yang material-materialnya terikat selama proses deposisi oleh perilaku organisme yang membentuk kerangka keras atau rigid framework. Nama batuannya adalah Bindstone. tetapi telah diikat kembali oleh kerak lapisan-lapisan gamping (encrustion) yang dikeluarkan oleh ganggang merah. Batuan ini tersusun atas organisme-organisme yang hidup pada daerah dengan energi tinggi sehingga tahan terhadap gelombang dan arus. . bryozoa. nama batuan ini adalah Framestone. . Organisme yang seperti ini biasanya hidup dan berkembang di daerah berenergi sedang – tinggi. Oleh Embry & Klovan (1971). bryozoa. Batuan ini umumnya terdiri dari kerangka ataupun pecahan-pecahan kerangka organik seperti koral. dll.

Gamb Gambar 4. Penampang melintang kompleks terumbu yang menggambarkan perbedaan zona dan batuan penyusun setiap zona menurut Embry & Klovan (1971) .