Anda di halaman 1dari 3

PATHWAY CHF

Konsumsi makanan Hiperlipidemia Timbul endapan lemak (beta-lipoprotein) dalam Endapan lemak diliputi
tinggi kolesterol tunika intima dan tunika media bagian dalam plak fibrosa timbul

beban kerja Tahanan vaskuler Timbul atheroma / kompleks plak arterossklerosis yang terdiri dari
ventrikel perifer & sitemik lemak jaringan fibrosa, kolagen, kalium, debris seluler dan kapiler

Ginjal
Hipertrofi Penyempitan Penurunan Penurunan cardiak perfusi
mengsekresi Angiotensin I
ventrikel ruang ventrikel stroke volume output dan TD renal
renin

Angiotensin II
Penurunan perfusi Hipertensi
arteri koronaria pulmonal/sistemik;
Virus, Bakteri, Penyakit Alkohol, vasokontriksi
Hipertensi
Jamur, Parasit, miokardium narkotika, obat
Hipoksia
Penyakit peradangan degeneratif kemoterapi Perfusi renal
miokardium After Load

Miokarditis
Iskemia Kerja jantung
miokardium

Metabolisme
kardiomiopati Infark
Merusak otot jantung COP an aerob di
miokardium
miokardium

Penyakit jantung lain


Penurunan kontraktilitas
(Stenosis katub semiluner, stenosis Penumpukan
miokardium
katub AV, insufisiensi katub AV), TOF asam laktat di
miokardium
Penurunan daya kembang
Tercetusnya ruang jantung
Nyeri Dada
KEMATIAN aktivitas
Aritmia
MENDADAK (after potensial), GAGAL JANTUNG
ventrikular
otomatisasi &
Re-entry
Gagal jantung kiri

Dilatasi
dekompensasi Penurunan kemampuan
ventrikel PENURUNAN COP
ventrikel kiri untuk
mengosongkan diri

Backward Failure Foward Failure

Peningkatan volume sisa Bunyi Penurunan volume sekuncup


ventrikel / volume akhirsistolik S4
(End Systolic Volume/ ESV) Curah jantung & TD
Makrovaskular

Peningkatan tekanan jantung


sebelah kiri
Mikrovaskular
Serebral Jantung
Tekanan jantung sebelah kiri Jaringan
disalurkan ke vena pulmonalis Suplai darah dan Respon saraf
(peningkatan tekanan vaskuler O2 ke serebral simpatis Suplai darah dan
paru-paru)
O2 ke jaringan
Hipoksia serebral
Peningkatan tekanan Takikardi Palpitasi
Metabolisme
hidrostatik kapiler paru-paru Iskemia lobus an aerob
serebral
Tekanan hidrostatik kapiler
Kelemahan
paru-paru > tekanan onkotik Infark lobus
vaskuler Akral dingin
serebral
INTOLERANSI
AKTIVITAS
Terjadi transudasi cairan ke fungsi neuron Sianosis
dalam ruang interstitial

SNH KETIDAKEFEKTIFAN
Perembesan cairan PERFUSI JARINGAN
Ke dalam alveolus KETIDAKEFEKTIFAN PERIFER
PERFUSI JARINGAN
Edema paru EFUSI CEREBRAL

PLEURA
Hepar Gastrointestinal Pulmonal Ginjal

Suplai darah dan Suplai darah dan Suplai darah dan Renal Flow
O2 ke Hepar O2 ke GI O2 ke Pulmonal

RAA

Iskemia Hepar CO2 Gangguan difusi


O2 & CO2 Aldosteron RESIKO
Disfungsi Hepar KETIDAK
HCL
ADH EFEKTIFAN
Oksigenasi arteri
PERFUSI
KETIDAKEFEKTIFAN
Mual GINJAL
PERFUSI CO2 dalam Retensi Na & H2O
GASTROINTESTINAL pulmonal
NUTRISI KURANG Edema Gagal Ginjal
DARI KEBUTUHAN anasar
RESIKO KETIDAKEFEKTIFAN RR
TUBUH ka
PERFUSI GASTROINTESTINAL KETIDAKEFEKTIFAN

Dyspnea PERFUSI GINJAL


BB

GANGGUAN
PENURUNAN
VENTILASI SPONTAN*
CURAH JANTUNG*

Gangguan difusi O2 & CO2 Tekanan pada batang Ekspansi paru


bronkus
Asidosis metabolik Hiperventilasi

Ronkhi basah
GANGGUAN RR
PERTUKARAN GAS *
Hemoptoe
Dispnea

KETIDAKEFEKTIFAN
BERSIHAN JALAN GANGGUAN

NAFAS VENTILASI SPONTAN*

Beban ventrikel kanan

Volume sisa ventrikel kanan

Peningkatan preload

Beban atrium kanan meningkat

GAGAL JANTUNG KANAN

Kemampuan pengosongan atrium kanan

Bunyi
Peningkatan End Diastolic Volume
S3
KETIDAKEFEKTIFAN
Tekanan jantung sebelah kanan PERFUSI JARINGAN
SEREBRAL

Tekanan jantung sebelah kanan RESIKO


disalurkan ke vena sistemik Peningkatan Jugular KETIDAKEFEKTIFAN
Venous Pressure (JVP) PERFUSI JARINGAN
SEREBRAL
Congesti Heart Failure (CHF)
Pelebaran vena jugularis
Tekanan vena sistemik (Distensi Vena Jugularis)

Kongesti vena sistemik Kongesti vena cava superior

Kongesti vena cava inferior


Tekanan hidrostatik Kongesti Kongesti Kongesti
intravaskuler (vena) vena Lien vena Hepatika vena Abdomen

Transudasi cairan ke Splenomegali Hepatomegali Statis vena dalam


ruang interstitial rongga abdomen
Tekanan
pembuluh
Edema ekstremitas Redistribusi NYERI Tekanan hidrostatik
portal
bawah cairan dan AKUT* intravaskuler (vena)
reabsorpsi
pada waktu Cairan terdorong
Pitting edema (+) Transudasi cairan ke
malam hari keluar rongga ruang interstitial
abdomen abdomen (peritoneum)
Penurunan Curah
Jantung Nokturia

Mendesak diafragma Asites

GANGGUAN
Ekspansi paru
CITRA TUBUH*

Hiperventilasi

RR

Dispnea

GANGGUAN
Kesulitan mempertahankan VENTILASI
oksigenasi yang adekuat SPONTAN*

Dispnea nokturna paroksimal


(Kesulitan bernafas beberapa jam
setelah mengambil posisi berbaring)

Orthopnea
(Gangguan pernafasan
dalam posisi berbaring)

Sulit tidur Gelisah

GANGGUAN ANSIETAS
Made by: gemma@2014
POLA TIDUR
Stikes Elisabeth Semarang

Kelas I : Minimal (Aktifitas berat Sesak nafas)


Tidak terdapat keterbatasan
Aktivitas yang biasa tidak menimbulkan rasa
lelah yang abnormal, dispneu, palpitasi, ataupun
angina
Kelas II : Ringan (Aktifitas sedang Sesak nafas)
Aktivitas fisik mengalami keterbatasan tingkat
ringan
Pasien merasa nyaman ketika beristirahat
Aktivitas fisik yang biasa menimbulkan rasa
lelah, palpitasi, dispneu, atau angina
Kelas III : Sedang (ADL Sesak nafas)
Aktivitas fisik mengalami keterbatasan yang
nyata
Pasien merasa nyaman ketika beristirahat
Keluhan dan gejala sudah mncul kendati
aktivitas pasien lebih ringan daripada aktivitas
fisik biasa
KLASIFIKASI GAGAL JANTUNG New York Heart Association (NYHA) Kelas IV : Berat (Istirahat Sesak nafas)
Tidak mampu melakukan aktivitas fisik tanpa
Klasifikasi dari New York Heart Association merupakan panduan
gangguan rasa nyaman
universal yang digunakan untuk mengukur intensitas gagal jantung
Gejala angina dan gejala insufisiensi jantung
berdasarkan keterbatasan fisik
dapat terjadi saat isstirahat