Anda di halaman 1dari 7

PEMERINTAH KOTA PALEMBANG

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS KAMPUS
Jln. Golf Blok G-5 Kampus Palembang
Alamat email : puskesmaskampus@yahoo.co.id

KEPUTUSAN
KEPALA PUSKESMAS KAMPUS
Nomor : A440/ /UKP/SK/III/ 2017

TENTANG :
LAYANAN KLINIS DI PUSKESMAS KAMPUS

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


KEPALA PUSKESMAS KAMPUS,

Menimbang : a. bahwa Puskesmas sebagai penyedia pelayanan kesehatan dasar


diharapkan dapat memberikan pelayanan klinis kesehatan dasar
yang dibutuhkan oleh masyarakat;
b. bahwa Layanan Klinis yang diberikan oleh puskesmas
sebagaimana dalam huruf a tersebut diatas perlu ditetapkan
dengan Surat Keputusan Kepala Puskesmas.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;


2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014 tentang
Pedoman Pelaksanan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat;
3. Peraturan menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang
Pusat Kesehatan Masyarakat;
4. Peraturan Walikota Palembang Nomor 74 Tahun 2015 tentang
Perubahan atas peraturan Walikota Palembang Nomor 82 Tahun
2011 tentang Biaya Jasa pelayanan Kesehatan pada Pusat
Kesehatan Masyarakat;
5. Keputusan Walikota Palembang Nomor 52 Tahun 2014 tentang
Puskesmas dengan Pelayanan Kesehatan Tradisional Alternatif
dan komplementer di Kota Palembang.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS KAMPUS TENTANG


KEBIJAKAN LAYANAN KLINIS YANG BERLAKU DI
PUSKESMAS KAMPUS

KESATU : Kebijakan layanan klinis adalah rangkaian pelayanan yang


dilakukan di Puskesmas Kampus yang dimulai dari proses
pendaftaran sampai pasien pulang dan rujukan;
KEDUA : Penjelasan tentang layanan klinis yang dimaksud pada diktum
kesatu adalah seperti terlampir dan menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari keputusan ini;

KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan


ketentuan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan
akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya

Ditetapkan di Palembang
Pada tanggal : Januari 2017

Plt.KEPALA PUSKESMAS KAMPUS,

YULIARNI
Lampiran 1 . Keputusan Kepala Puskesmas Kampus
Nomor : 440/ /UKP/SK/VII/2017
Tentang : Kebijakan Layanan Klinis di Puskesmas
Kampus

A. PENDAFTARAN PASIEN

1. Pendaftaran Pasien harus dipandu dengan Prosedur yang jelas. B.


Pendaftaran dilakukan oleh Petugas yang kompenten dan mudah bersosialisasi dengan
2.
pasien.
Pendaftaran Pasien memperhatikan Keselamatan Pasien.
3. Identitas Pasien dipastikan minimal dengan dua cara dari cara identifikasi sebagai
4. berikut:
Nama Pasien, Tanggal Lahir Pasien, Alamat Tempat Tinggal, Jenis Kelamin, Nomor
Rekam Medis, Nomor BPJS/KTP,
Informasi tentang jenis Layanan Klinis yang tersedia dan informasi lain yang
dibutuhkan masyarakat yang meliputi Tarif, Jenis Pelayanan, Jadwal Pelayanan, Alur
5.
Pelayanan, Informasi pendaftaran dan syarat rujukan,dan rumah sakit rujukan yang
bekerjasama dengan BPJS/ Jamsoskes
Hak dan Kewajiban pasien harus diperhatikan pada keseluruhan proses pelayanan
yang dimulai dari Pendaftaran
Kendala fisik bahasa dan budaya serta penghalang lain wajib diidentifikasi dan
6.
ditindaklanjuti.

PENGKAJIAN , KEPUTUSAN DAN RENCANA LAYANAN


1. Kajian Awal dilakukan secara paripurna dilakukan oleh tenaga yang kompeten melakukan
pengkajian
Kajian awal meliputi kajian medis, kajian keperawatan, kajian kebidanan dan kajian lain
2.
oleh tenaga profesi kesehatan sesuai dengan kebutuhan
Proses kajian dilakukan mengacu standar profesi dan standar asuhan
3. Proses kajian dilakukan dengan memperhatikan tidak terjadinya pengulangan yang tidak
4. perlu
Informasi kajian baik medis, keperawatan, kebidanan, dan profesi kesehatan lain wajib
diidentifikasi dan dicatat dalam rekam medis
5.
Proses kajian dilkukan sesuai dengan langkah- langkah SOAP
Pasien dengan kondisi gawat atau darurat harus diprioritaskan dalam pelayanan
Kajian dan perencanaan asuhan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan professional yang
6.
kompeten.
7.
JIka dilakukan pelayan secara tim, tim kesehatan antar profesi harus tersedia.
8. Pendelegasian wewenang baik dalam kajian maupun keputusan layanan harus dilakukan
melalui proses pendelegasian wewenang.
Pendelegasian wewenang diberikan kepada tenaga kesehatan professional yang memenuhi
9.
persyaratan.
10.
Proses kajian, perencanaan, dan pelaksanaan layanan dilakukan dengan peralatan dan
tempat yang memadai
11. Peralatan dan tempat layanan wajib menjamin keamanan pasien dan petugas.
Rencana layanan dan pelaksanaan layanan dipandu oleh prosedur klinis yang dibakukan.
Jika dibutuhkan rencana layanan terpadu, maka kajian awal, rencana layanan, dan
12. pelaksanaan layanan disusun secara kolaboratif dalam tim layanan yang terpadu.
Rencana layanan disusun untuk tiap pasien, dan melibatkan pasien.
Penyusunan rencana layanan mempertimbangkan kebutuhan biologis, psikologis, sosial,
13.
spiritual dan memperhatikan tata nilai budaya pasien.
14. Rencana layanan disusun dengan hasil dan waktu yang jelas dengan memperhatikan
15. efisiensi sumber daya.
Risiko yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan layanan harus diidentifikasi.
Efek samping dan resiko pelaksanaan layanan dan pengobatan harus diinformasikan kepada
16.
pasien, misalnya ( resiko jatuh, resiko alergi obat,dll)
17. Rencana layanan harus dicatat dalam rekam medis.
Rencana layanan harus memuat Pendidikan/ penyuluhan pasien.

18.

19.
20.

21.
22.

C. PELAKSANAAN LAYANAN

1. Pelaksanaan layanan dipandu dengan pedoman dan prosedur pelayanan klinis


Pedoman dan prosedur pelayanan klinis meliputi pelayanan medis, keperawatan,
2.
kebidanan, dan pelayanan profesi kesehatan yang lain
Pelaksanaan layanan dilakukan sesuai rencana layanan
3. Pelaksanaan layanan dan perkembangan pasien harus dicatat dalam rekam medis
Jika dilakukan perubahan rencana layanan harus dicatat dalam rekam medis
4.
Tindakan medis pengobatan yang berisiko wajib diinformasikan pada pasien sebelum
5.
mendapatkan persetujuan
6. Pemberian informasi dan persetujuan pasien (informed consent) wajib didokumentasikan
Pelaksanaan layanan klinis harus dimonitor, dievalusi, dan ditindak lanjut
Evaluasi harus dilakukan terhadap evaluasi dan tindak lanjut
7. Kasus-kasus gawat darurat harus diprioritaskan dan dilaksanakan sesuai prosedur
8. pelayanan pasien gawat darurat. Dengan adanya triase pada pasien menggunakan kalung
9. dengan 4 warna yaitu :
Warna Hitam untuk pasien yang meninggal dunia
10.
Warna merah untuk gangguan jantung, gangguan pernafasan, syok oleh berbagai
penyebab, trauma kepala dengan pupil anisokor, perdarahan eksternal masif, luka bakar
> 50% atau luka bakar didaerah thorak, tension pneumothorak
Warna kuning untuk
Warna hijau untuk
Kasus-kasus beresiko tinggi harus ditangani sesuai dengan prosedur pelayanan kasus
beresiko tinggi
Kasus-kasus yang perlu kewaspadaan universal terhadap terjadinya infeksi harus ditangani
dengan memperhatikan prosedur pencegahan (kewaspadaan universal)
Pemberian obat/cairan intravena harus dilaksanakan dengan prosedur pemberian
obat/cairan intravena yang baku dan mengikuti prosedur aseptic
Kinerja pelayanan klinis harus di monitor dan dievaluasi dengan indicator yang jelas.
11. Hak dan kebutuhan pasien harus diperhatikan pemberian palayanan.
Keluhan pasien/keluarga wajib diidentifikasi, didokumentasikan, dan ditindak lanjuti.
Pelaksanaan layanan dilaksanakan secara tepat dan terencana untuk menghindari
12.
pengulangan yang tidak perlu.
Pelayanan mulai dari pendaftaran, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, perencanaan
13. layanan, pelaksanaan layanan, pemberian obat/tindakan, sampai dengan pasien pulang/
dirujuk, harus dijamin kesinambungannya.
Pasien berhak utk menolak pengobatan.
14.
Pasien berhak utk menolk jika dirujuk ke sarana kesehatn lain.
15. Penolakan utk melanjutkan pengobatan maupun rujukan dipandu oleh prosedur yang baku.
Jika pasien menolak utk pengobatan atau rujukan, wajib diberikan informs tentang hak
16.
pasien utk membuat keputusan akibat dari keputusan dan tanggungjawab mereka berkenaan
17.
dg keputusan tsb.
Pelayanan anestesi dan pembedahan harus dipandu dg prosedur baku
18. Pelayanan anestesi dan pembedahan harus dilaksanakan oleh petugas yg kompeten.
Sebelum melakukan anestesi dan pembedahna harus mendapat informed consent.
Status pasien wajib di monitor setelah pemberian anestesi dan pembedahan.
Pendidikan penyuluhan kesehatan pada pasien dilakukan sesuai dg rencana layanan.
19.
20.
21.
22.

23.
24.
25.
26
27.
D. RUJUKAN

1. Rujukan di Puskesmas Kampus terbagi dua yaitu, rujukan internal dan rujukan eksternal.
2. Rujukan internal adalah proses transfer pasien dari satu unit pelayanan ke unit pelayanan
lain dalam puskesmas Kampus.
3. Rujukan eksternal adalah proses transfer pasien dari puskesmas Kampus ke rumah sakit
yang menjadi jejaring puskesmas.
4. Proses distribusi dokumen rekam medis dari unit pelayanan pendaftran ke unit pelayanan
kesehatan lainnya di dalam puskesmas Kampus disebut distribusi dokumen rekam medis.
5. Bila pasien tidak dapat dilayani dipuskesmas maka pasien dapat dirujuk kefasilitas
kesehatan rujukan tingkat lanjut.
6. Umpan balik dari fasilitas rujukan wajib ditindaklajuti oleh dokter yang menangani.
7. Jika pasien tidak mungkin dirujuk puskesmas wajib memberikan alternatif layanan.
8. Rujukan pasien disertai resume klinis.
9. Resume klinis meliputi : nama pasien, kondisi klinis, prosedur atau tindakan yang telah
dilkukan, dan kebutuhan akan tindak lajut.
10. Pasien diberi informasi tentang hak untuk memilih tempat rujukan.
11. Pasien dengan kebutuhan khusus perlu didampingi petugas yang kompeten.
12. Kriteria pasien meliputi : merlukan tindakan lebih lanjut alat dan saran tidak tersedia dll.

Lampiran 1 . Keputusan Kepala Puskesmas Kampus


Nomor : 440/ /UKP/SK/VII/2017
Tentang : Kebijakan Layanan Klinis

ALUR PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN


PUSKESMAS KAMPUS PALEMBANG

PELAYANAN DOTS
PASIEN
Menyampaikan GAWAT DARURAT
informasi tentang hak DATANG
dan kewajiban pasien
Menanyakan
kelengkapan
administrasi pasien BAGIAN INFORMASI RUANG TINDAKAN
Memberikan nomor
antrian ke loket
pendaftaran LOKET PENDAFTARAN
(BPJS Kesehatan, Jamsoskes,
Umum) TINDAKAN

BAGIAN REKAM MEDIS

PELAYANAN PELAYANAN PELAYANAN PELAYANAN PELAYANAN


GIGI MTBS KIA/KB UMUM LANSIA

RUJUK
GRIYA SEHAT

KONSELING LABORATORIUM
GIZI

KONSELING SANITASI

APOTIK
KONSELING REMAJA

PULANG

Keterangan :

: kegiatan yang berkoordinasi dengan unit lain

: alur kegiatan