Anda di halaman 1dari 27

PRAKTIKUM I

STRUKTUR ANATOMI JANTUNG MAMALIA

Oleh
Kelompok 5
Oktavia Permata Sari (14222127)
Riska Sari (14222150)
Rizki Suhertini (14222153)
Rolla Efthita (14222156)

Dosen Pembimbing
Dr. Rismala Kesuma, M. Kes

PROGRAM STUDI PEDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) RADEN FATAH
PALEMBANG
2016
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Jantung (bahasa latin, cor) adalah sebuah rongga, organ berotot yang
memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang
berulang. Istilah cardiac berarti berhubungan dengan jantung, dari Yunani
cardia untuk jantung. Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan
tangan seorang laki-laki dewasa. Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri
dari lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam rongga thoracic, dibalik
tulang dada atau sternum. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke
arah kiri (Ethel, 2003).
Dalam proses perkembangannya, makhluk hidup sangat tergantung pada
berfungsinya sistem kardiovaskuler secara optimal dan kelainan yang terjadi
pada sistem ini akan menyebabkan konsekuensi klinik serius. Jantung sangat
berperan penting bagi kehidupan manusia karena jantung memiliki fungsi
vital yaitu untuk memompakan darah ke seluruh tubuh atau jaringan tubuh.
Darah yang dipompa menghantarkan nutrisi dan O2 ke jaringan untuk
kelangsungan hidupnya, sehingga jaringan dapat hidup dan menjalankan
fungsi sebagaimana mestinya. Pembuluh darah adalah suatu saluran yang
berfungsi untuk mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh dan dari
seluruh tubuh kembali ke jantung. Ada 3 macam pembuluh darah yaitu
pembuluh nadi (arteri), pembuluh balik (vena), dan pembuluh kapiler.
Pembuluh nadi (arteri) adalah semua pembuluh darah yang arahnya
meninggalkan jantung (mengalirkan darah dari jantung) sehingga darah yang
dibawanya kaya akan oksigen, kecuali pembuluh arteri pulmonalis (pembuluh
arteri yang membawa darah dari jantung menuju paru-paru) (Kartolo, 1990).
Pembuluh balik (vena) adalah pembuluh darah yang mengalirkan darah
kembali ke jantung dari jaringan tubuh atau mengalirkan darah menuju
jantung sehingga darah yang dibawanya miskin oksigen, kecuali pembuluh
vena pulmonalis (pembuluh vena yang membawa darah dari paru-paru
menuju jantung). Pembuluh kapiler adalah pembuluh darah yang sangat halus
berupa cabang pembuluh darah terkecil yang menyebar keseluruh jaringan
(Ethel, 2003).
Adapun yang melatar belakangi praktikum Struktur Anatomi Jantung
Mamalia adalah untuk mengetahaui lebih jelas bagian-bagian dari jantung
beserta fungsinya baik secara anatomi maupun morfologi.

B. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum Struktur Anatomi Jantung Mamalia yang
dilakukan diantaranya adalah :
1. Memahami struktur anatomi makroskopis jantung mamalia.
2. Menjelaskan bagian-bagian jantung mamalia.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Jantung
Jantung adalah organ berotot berongga dengan ukuran sekepalan tangan.
Jantung terletak di rongga dada sekitar garis tengah antara sternum di sebelah
anterior dan vertebra di sebelah posterior. Jantung memiliki pangkal yang
lebar disebelah atas dan meruncing membentuk ujung yang disebut apeks
dasar. Jantung membentuk sudut terhadap sternum, sehingga pangkalnya
terutama berada di kanan dan apeks di kiri sternum. Sewaktu jantung
berdenyut, terutama sewaktu berkontraksi secara kuat, apeks sebenarnya
membentuk bagian dalam dinding dada di sebelah kiri. Walaupun secara
anatomis jantung adalah satu organ, sisi kanan dan kiri jantung berfungsi
sebagai dua pompa yang terpisah. Jantung dibagi menjadi separuh kanan dan
kiri serta memiliki empat bilik, bilik bagian atas dan bawah di kedua
belahanya (Ethel, 2003).
Jantung adalah organ berongga yang memiliki empat ruang, terletak
diantara kedua paru-paru di bagian tengah rongga toraks. Dua pertiga jantung
terletak di sebelah kiri garis midsternal (bagian dalam) dan dilindungi
mediastinum. Jantung berukuran sebesar kepalan tanggan pemiliknya,
bentuknya seperti kerucut tumpul, diujung atas melebar mengarah ke bahu
kanan, sedangkan ujung bawah mengarahkan ke punggul kiri (Syaifuddin,
2009).

Gambar 1. Jantung Mamalia (Ethel, 2003)


Struktur internal jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi dua
belah bagian, dari atas ke bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini sejak
lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri dari dua rongga yang
dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan bahwa jantung
terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan bilik kanan & kiri.
Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena bilik harus
melawan gaya gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas dan
memerlukan gaya yang lebih besar untuk mensuplai peredaran darah besar,
khususnya pembuluh aorta, untuk memompa ke seluruh bagian tubuh yang
memiliki pembuluh darah. Tiap serambi dan bilik pada masing-masing
belahan jantung disambungkan oleh sebuah katup. Katup di antara serambi
kanan dan bilik kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga.
Sedangkan katup yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri disebut katup
mitralis atau katup bikuspidalis (katup berdaun dua), kontraksi ventrikel akan
menutup katup trikuspidialis tersebut, tetapi akan membuka katup pulmoner
yang terletak pada lubang masuk arteri pulmoner. Darah masuk ke arteri
pulmoner yang langsung bercabang-cabang menjadi cabang kanan dan kiri
yang masing-masing menuju paru-paru kanan dan paru-paru kiri, arteri-arteri
ini bercabang-cabang pula sampai membentuk arteriol. Arteriol-arteriol
memberi darah ke anyaman kapiler di dalam paru-paru. Disinilah darah
melepaskan karbondioksida dan mengambil persediaan oksigen segar
(Syarifah, 2015).
Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung
merupakan jaringan istimewa karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya
sama dengan otot serat lintang, tetapi cara bekerjanya menyerupai otot polos
yaitu di luar sadar (dipengaruhi oleh susunan saraf otonom). Bentuk jantung
menyerupai jantung pisang, bagian atasnya tumpul (pangkal jantung) dan
disebut juga basis kordis. Di sebelah bawah agak runcing yang disebut dengan
apeks kordis. Letak jantung didalam rongga dada sebelah depan (kavum
mediastinum anterior ), sebelah kiri bawah dari pertengahan rongga dada di
atas diafragma dan pangkalnya terdapat di belakang kiri antara kosta V dan VI
dua jari dibawah papila mamae. Pada tempat ini teraba adanya denyutan
jantung yang disebut iktus kordis. Ukuranya lebih kurang sebesar genggaman
tangan kanan dan beratnya kira-kira 250-300 gram (Isnaeni, 2006).
Menurut Ethel (2003), katup-katup pada jantung terbagi menjadi empat.
Diantara serambi (atrium) kanan dan bilik (ventrikel) kanan ada katup yang
memisahkan keduanya yaitu katup (valvula) trikuspidalis, sedangkan pada
serambi (atrium) kiri dan bilik (ventrikel) kiri juga mempunyai katup yang
disebut dengan katup mitral atau bikuspidalis. Kedua katup ini berfungsi
sebagai pembatas yang dapat terbuka dan tertutup pada saat darah masuk dari
serambi ke bilik.
1. Katup Trikuspid
Katup trikuspid berada diantara serambi (atrium) dan bilik (ventrikel)
kanan serta terdiri atas tiga daun katup. Bila katup ini terbuka, maka darah
akan mengalir dari serambi kanan menuju bilik kanan. Katup trikuspid
berfungsi mencegah kembalinya darah menuju serambi kanan dengan
cara menutup pada saat kontraksi bilik (ventrikel).
2. Katup Pulmonal
Setelah katup trikuspidalis tertutup, darah akan mengalir dari dalam
bilik (ventrikel) kanan melalui trunkus pulmonalis. Pada pangkal trunkus
pulmonalis terdapat katup pulmonalis yang terdiri dari tiga daun katup
yang akan terbuka bila bilik kanan bertkontraksi dan menutup bila bilik
kanan relaksasi, sehingga memungkinkan darah mengalir dari bilik kanan
menuju arteri pulmonalis.
3. Katup Bikuspid
Katup bikuspid dikenal juga dengan sebutan katup mitral dan terdiri
dari dua daun katup. Katup ini berperan dalam pengaturan aliran darah
dari serambi kiri menuju bilik kiri. Sama halnya dengan katup
trikuspidalis, katup ini akan menutup saat bilik (ventrikel) berkontraksi.
4. Katup Aorta
Katup aorta terdiri dari tiga daun katup yang terdapat pada pangkal
aorta. Ketika bilik (ventrikel) kiri berkontraksi maka katup ini akan
membuka, sehingga darah akan mengalir ke seluruh tubuh. Sebaliknya
katup akan menutup saat bilik (ventrikel) kiri relaksasi, sehingga
mencegah darah masuk kembali ke dalam bilik (ventrikel) kiri.
Empat katup di dalam jantung mencegah aliran kembali darah dan
menjaga agar darah bergerak ke arah yang benar. Terbuat dari kelepak-
kelepak jaringan ikat, katup-katup tersebut membuka ketika terdorong dari
satu sisi dan menutup ketika terdorong dari sisi lain, katup atrioventrikular
(atrioventricular valveu atau AV) terletak di antara setiap atrium dengan
ventrikel. Katup AV di tambahkan oleh sekat-sekat kokoh yang mencegah
katub tersebut terbalik. Tekanan yang dihasilkan oleh kontraksi ventrikel yang
kuat menutup katup AV, menjaga agar darah tidak mengalir kembali ke dalam
atrium, katup semilunar terletak di kedua jalan keluar jantung tempat aorta
meninggalkan ventrikel kiri dan tempat arteri pulmoner meninggalkan
ventrikel kanan. Katup-katup ini terdorong hingga terbuka oleh tekanan yang
dihasilkan selama kontraksi ventrikel-ventrikel. Ketika ventrikel-ventrikel
tersebut berelaksasi, tekanan yang terkumpul di dalam aorta menutup katup-
katup semilunar dan mencegah aliran kembali yang besar. Jika darah
menyemprot mundur melalui katup yang cacat, hal tersebut dapat
menghasilkan bunyi abnormal yang disebut desir jantung (heart murmur).
Beberapa orang terlahir dengan desir jantung pada orang-orang yang lain,
katup jantung mungkin rusak akibat infeksi (akibat demam rematik, misanya).
Ketika cacat katup cukup parah sehingga membahayakan kesehatan
(Campbell, 2008).

Gambar 2. Katup pada Jantung (Ethel, 2003)

Menurut Isnaeni (2006), lapisan pada jantung ada tiga diatanya yaitu,
lapisan endoskardium, miokardium dan pericardium.
1. Lapisan endokardium merupakan lapisan jantung yang terdapat di sebalah
dalam sekali yang terdiri dari jaringan endotel atau selaput lender yang
melapisi permukaan rongga.
2. Lapisan miokardium merupakan lapisan inti dari jantung yang terdiri dari
otot-otot jantung, otot jantung yang terdiri dari otot-otot jantung, otot
jantung ini membentuk bundalan-bundalan otot yaitu :
a. Bundalan otot atrina yang terdapat di bagian kiri atau kanan dan basis
kordis yang membentuk serambi atau aurikula kordis.
b. Bundalan otot ventrikel yang membentuk bilik jantung dimulai dari
cincin atrioventrikuler sampai apeks jantung.
3. Lapisan pericardium, lapisan jantung sebelah luar yang merupakan selaput
pembungkus terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan parietal dan vesceral
yang bertemu dipangkal jantung membentuk kantung jantung.

B. Bagian Anatomi Jantung


Menurut Isnaeni (2006), anatomi jantung diantaranya yaitu aota, vena
kava superior, arteri pulomonalis, katup aorta, atrium, vena pulmonalis, katub
trukuspidalis, katup mitral, ventrikel, vena kava inferior, katup
atrioventrikular dan dinding jantung.
1. Aorta merupakan arteri terbesar dalam tubuh, letaknya dibagian atas
jantung yang berfungsi untuk membawa darah yang mengandung
oksigen dari ventrikel kiri ke seluruh tubuh.
2. Vena kava superior merupakan vena besar dalam tubuh yang letaknya
juga dibagian atas jantung dan berfungsi untuk membawa kembali darah
kaya karbon dioksida dari seluruh bagian ke atas jantung.
3. Arteri pulmonaris merupakan arteri yang mengangkut darah dari jantung
ke paru-paru dengan fungsi untuk mengganti karbon dioksida dan uap air
yang ada di dalam darah dengan oksigen.
4. Katup aorta merupakan katup yang memisahkan ventrikel kiri dengan
aorta, perubahan tekanan darah pada kedua sisi katup menyebabkan
katup dapat terbuka dan tertutup dengan fungsi aorta yang mencegah
darah mengalir ke arah yang salah.
5. Atrium terbentuk dari atria yang sama artinya yang sama artinya dengan
serambi.
6. Vena pulmonalis adalah vena yang membawa darah kaya oksigen dari
paru-paru ke jantung tepatnya di atrium kiri, fungsi vena pulmonalis
adalah untuk membawa darah kaya oksigen kembali ke jantung untuk
kemudian di edarkan ke seluruh tibih.
7. Katup trikuspidalis merupakan katup yang terdiri dari tiga daun katup.
8. Katup mitralis (bikuspidalis) adalah katup yang memisahkan atrium kiri
dan ventrikel kanan dengan fungsi katup untuk mencegah darah yang
telah berada di ventrikel kiri kembali ke atrium kiri.
9. Ventikel adalah dua ruang kosong dibagian bawah jantung, ventrikel juga
disebut bilik, fungsi ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan
membawanya keseluruh tubuh, sedangkan fungsi ventrikel kanan adalah
menerima darah dari atrium kanan dan membawahnya ke paru-paru.
10. Vena kava inferior adalah vena terbesar dalam tubuh manusia, dengan
fungsi membawa darah dari bagian bawah tubuh ke atrium kanan
jantung.
11. Katup atrioventrikuler adalah katup yang terletak diantara atrium dan
ventrikel dengan fungsi untuk membuat darah hanya dapat mengalir dari
atrium ke ventrikel.
12. Dinding jantung merupakan bagian terluar yang melapisi jantung, fungsi
dinding janutng untuk membuat jantung berdetak dan mencegah supaya
jantung tidak bocor.

Gambar 3. Morfologi dan Anatomi Jantung (Ethel, 2003)


Menurut Katolo (1990), jantung memiliki beberapa fungsi diantaranya :
1. Mempompa darah melalui pembuluh darah.
2. Memompa darah ke paru-paru untuk mengambil oksigen.
3. Menerima darah dari seluruh tubuh.
4. Menerima darah beroksigen dari paru-paru.
5. Mencegah bercampurnya darah miskin oksigen dengan darah yang kaya
oksigen.
6. Membantu membuang limbah sisa metabolisme.
7. Membantu mengujkur jumlah darah yang dipompa dengan menghitung
jumlah denyut jantung per menit.

C. Sirkulasi Jantung Mamalia


Pengataran O2 yang tepat waktu ke organ-organ tubuh sangatlah penting,
sel-sel otak misalanya, mati hanya dalam beberapa menit jika suplai O 2
terganggu. Kontraksi ventrikel kanan memompa darah ke paru-paru melalui
arteri pulmoner, saat mengalir melalui bantalan-bantalan kapiler di dalam
paru-paru kiri dan kanan darah mengambil O2 dan melepaskan CO2 darah
kaya akan oksigen kembali dari paru-paru melalui vena pulmoner ke atrium
kiri jantung. Selanjutnya, darah kaya oksigen mengalir ke dalam ventrikel kiri
yang memompa darah kaya oksigen keluar jaringan-jaringan tubuh melalui
aorta yang mengantarkan darah ke arteri-arteri yang menuju ke seluruh tubuh.
Cabang-cabang pertama dari aorta adalah arteri koroner yang menyuplai
darah ke otot jantung itu sendiri, cabang-cabang kemudian mengarah
kebantalan-bantalan kapiler di dalam kepala dan lengan (tungkai depan).
Aorta kemudian turun ke dalam abdomen, menyuplai darah kaya oksigen ke
arteri-arteri yang menuju bantalan kapiler di dalam organ-organ abdominal
dan kaki (tungkai belakang) di dalam kapiler, terjadi difusi neto O 2 dari darah
ke jaringan-jaringan dan CO2 yang dihasilkan oleh respirasi seluler ke dalam
darah. Kapiler-kapiler bergabung kembali membentuk venula-venula yang
menghantarkan darah ke vena (Campbell, 2008).
Gambar 4. Sistem kardiovaskular mamalia (Campbell, 2008)
Menuurt Ethel (2003), siklus jantung mencakup periode dari akhir
kontraksi (sistole) dan relaksasi (diastole) jantung sampai akhir sistole dan
diastole berikutnya. Kontraksi jantung mengakibatkan perubahan tekanan dan
volume darah dalam jantung dan pembuluh utama yang mengatur pembukaan
dan penutupan katup jantung serta aliran darah yang melalui ruang-ruang dan
masuk ke arteri. Peristiwa mekanik dalam siklus jantung :
1. Selama masa diastole (relaksasi), tekanan dalam atrium dan ventrikel
sama-sama rendah, tetapi tekanan atrium lebih besar dari tekanan
ventrikel.
a. Atrium secara pasif terus-menerus menerima darah dari vena (vena
cava superior dan inferior, vena pulmonar).
b. Darah mengalir dari atrium menuju ventrikel melalui katup A-V yang
terbuka.
c. Tekanan ventrikular mulai meningkat saat ventrikel mengembang
untuk menerima darah yang masuk.
d. Katup semilunar aorta dan pulmonar menutup karena tekanan dalam
pembuluh-pembuluh lebih besar dari pada tekanan dalam ventrikel.
e. Sekitar 70% pengisian ventrikular berlangsung sebelum sistole atrial.
2. Akhir diastole ventrikular, nodus S-A melepas impuls, atrium
berkontraksi dan peningkatan tekanan dalam atrium mendorong tambahan
darah sebanyak 30% ke dalam ventrikel.
3. Sistole ventrikular, aktivitas listrik menjalar ke ventrikel yang mulai
berkontraksi. Tekanan dalam ventrikel meningkat dengan cepat dan
mendorong katup A-V untuk segera menutup.
4. Ejeksi darah ventrikular ke dalam arteri
a. Tidak semua darah ventrikular dikeluarkan saat kontraksi. Volume
sistolik akhir darah yang tersisa pada akhir sistole adalah sekitar 50
ml.
b. Isi sekuncup (70 ml) adalah perbedaan volume diastole akhir (120 ml)
dan volume sistole akhir (50 ml).
5. Diastole ventricular
a. Ventrikel berepolarisasi dan berhenti berkontraksi. Tekanan dalam
ventrikel menurun tiba-tiba sampai di bawah tekanan aorta dan
trunkus pulmonari, sehingga katup semilunar menutup (bunyi jantung
kedua).
b. Adanya peningkatan tekanan aorta singkat akibat penutupan katup
semilunar aorta.
c. Ventrikel kembali menjadi rongga tertutup dalam periode relaksasi
isovolumetrik karena katup masuk dan katup keluar menutup. Jika
tekanan dalam ventrikel menurun tajam dari 100 mm/Hg sampai
mendekati 0 (nol), jauh di bawah tekanan atrium, katup A-V
membuka dan siklus jantung dimulai kembali.
Sirkulasi jantung pada manusia dewasa saat beristirahatt dengan laju
detak jantung sekitar 72 detik per menit, satu sirkulasi jantung yang lengkap
memakan waktu sekitat 0,8 detik selama fase relaksasi (semua atrium dan
ventrikel dalam kondisi distol), darah yang kembali dari vena besar mengalir
ke dalam atrium dan ventrikel melalui kutub AV. Periode sistol atrium yang
singkat kemudian mendorong semua darah yang tersisa di dalam atrium ke
dalam ventrikel, selama fase siklus sistol ventrikel memompa darah ke dalam
arteri-arteri besar melalui katup-katup semilunar, sepanjang waktu kecuali 0,1
detik dari siklus jantung atrium bereaksi dan terisi oleh darah yang kembali
melalui vena (Campbell, 2008).
Menurut Isnaeni (2006), sistem sirkulasi terbuka tidak memungkinkan
timbulnya tekanan yyang tinggi dan kontinu dalam pembuluh darah, seperti
pada sistem tertutup. Oleh karena itu, sistem sirkulasi terbuka biasanya
dimiliki oleh hewan yang berukuran kecil yang aktivitasnya sangat terbatas,
seperti kebanyakan Molusca, akan tetapi Octopus, suatu jenis Molusca yang
berukuran besar dan aktif ternyata memiliki sistem sirkulasi tertutup. Hal ini
agak berbeda dengan yang ditemukan pada serangga yang umumnya
berukuran tubuh kecil dan mempunyai aktivitas sanggat tinggi, terutama
serangga dapat terbang. Serangga memiliki sistem sirkulasi terbuka dan hal
ini bearti tekanan dalam pembuluh darahnya relatif rendah, jantung yang
berorongga ditemukan pada hewan vertebrata, jantung ini merupakan organ
berotot yang mampu mendorong darah ke berbagai bagian tubuh.
Menurut Syaifuddin (2009), bila sel di rangsang akan terjadi perubahan,
muatan dalam sel berubah menjadi positif, sedangkan di luar sel menjadi
negatif. Proses terjadinya perubahan muatan akibat rangsangan dinamakan
depolarisasi. Kemudian setelah rangsangan sel berusaha kembali pada
keadaan muatan semula, proses ini dinamanakn repolarisasi. Seluruh proses
tersebut dinamakan aksi potensial. Aksi potensial terjadi disebabkan
rangsangan listrik, kimia, mekanik, dan tematik
Aksi potensial terbagi menjadi lima fase yaitu:
1. Fase istirahat, bagian luar sel jantung bermuatan positif dan bagian dalam
sel bermuatan negatif.
2. Fase depolarisasi, peningkatan permeabilitas membran terhadap natrium
sehingga natrum mengalir keluar.
3. Fase polarisasi parsial, segera terjadi epolarisasi, terhadap sedikit
perubahan masuknya kalsium ke dalam sel.
4. Fase plato, fase depolarisasi diikuti keadaan stabil yang agak lama dimana
keseimbangan ion positif masuk dan keluar.
5. Fase repolarisasi (cepat), muatan kalsium dan natrium secara berangsur-
angsur meningkat sehingga kalium keluar dari sel dengan cepat.
Jantung bertanggung jawab untuk mempertahankan aliran darah dengan
bantuan sejumlah klep yang melengkapinya untuk menjamin kelangsungan
sirkulasi, jantung berkontraksi secara periodik (Isnaeni, 2006).

D. Cara Kerja Jantung


Jantung merupakan komponen penyusun sistem sirkulasi yang berfungsi
sebagai pompa pergerakan cairan tubuh atau darah di sepanjang pembuluh.
Aliran darah dalam pembuluh merupakan proses dinamis. Dinamikanya
sangat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti viskositas darah, tekanan
hidrostatik, energi, tekanan darah dan tekanan pada dinding pembuluh darah.
Jantung pada hewan dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu jantung
tubuler atau vaskuler dan jantung berongga. Jantung pada vertebrata termasuk
jenis jantung berongga, jenis jantung ini juga ditemukan pada invertebrata
contohnya hewan Moluska yang mempunyai 1 atau 2 aurikel atau serambi
dan 1 ventrikel atau bilik. Susunan jantung berongga pada siput dan ikan
trout, jantung tubuler bekerja dengan cara menghasilkan kontraksi peristaltik
sehingga sering disebut sebagai jantung peristaltik. Jantung peristaltik dapat
ditemukan pada kebanyakan invertebrata. Salah satu contohnya jantung yang
dimiliki hewan tunikata, yang mempunyai sistem sirkulasi terbuka, jantung
tubuler pada hewan ini masih sederhana, tidak mempunyai klep, dan
kontraksi peristaltik yang ditimbulkannya akan mendorong darah ke satu arah
tertentu untuk beberapa detik (pada Thalia democratica proses tersebut
berlangsung sekitar 20 detik, pada suhu 17 0C) (Isnaeni, 2006).

Gambar 5. Cara Kerja Jantung (Kartolo, 1990).


Apabila hal tersebut sudah terselenggara selanjutnya akan terjadi
peristaltik yang merupakan kebalikan dari peristaltik yang pertama sehingga
darah akan mengalir ke arah yang berlawanan (Isnaeni, 2006).
Pada saat berdenyut setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah
(disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah
keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan
berkontraksi secara bersamaan dan kedua bilik juga mengendur dan
berkontraksi secara bersamaan. Darah yang kehabisan oksigen dan
mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh
mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam serambi
kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam
bilik kanan. Darah dari bilik kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke
dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui
pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di
paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang
selanjutnya dihembuskan. Darah yang kaya akan oksigen (darah bersih)
mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke serambi kiri. Peredaran darah
di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi
pulmoner. Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri, yang
selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke
dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan
untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru (Pearce, 2000).
Menurut Syaifuddin (2009), periode kerja jantung diantaranya :
1. Periode sistol, jantung bagian ventrikel mengucup, katup bikus dan
trikuspidialis dalam keadaan tertutup, valvula semilunar aorta dan
semilunaris arteri pulmonalis terbuka sehingga darah dari ventrikel
dekstar mengalir ke arteri pulmonalis, masuk ke dalam paru-paru. Darah
dari ventrikel sinistra mengalir ke aorta dan keseluruh tubuh.
2. Periode distol, jantung mengembang, katup bikus dan trikuspidialis
dalam keadaan terbuka darah dari atrium sinistra masuk ke ventrikel
sinistra dan darah dari atrium dekstra mauk ke ventrikel dekstra.
Selanjutnya darah yang datang dari paru-paru melalui vena pulmonalis
masuk ke atrium sinistra. Darah dari seluruh tubuh melalui vena kava
superior dan inferior masuk ke atrium dekstra.
3. Periode istirahat, waktu antara priode diastole dengan priode mana
jantung berhenti sekitar 1 per 10 detik.
Menurut Endang (2010), cara kerja jantung, bila bagian atas (serambi)
mengempis, maka bagian bilik mengembang. Sebaliknya bila bagian bawah
(bilik) , mengempis maka bagian atas (serambi) mengembang. Di saat bilik
mengempis darah memompa keluar jantung, dan bagian serambi menerima
darah. Darah di bilik kiri akan keluar ke seluruh tubuh, sedangkan darah di
bilik kanan akan keluar menuju paru-paru. Sedangkan serambi kanan akan
menerima darah dari paru-paru.
Menurut Hull (1993), ada beberapa macam penyakit jantung
diantaranya adalah :
1. Atrosklerosis, merupakan penyebab yang primer dari penyakit
kardiovaskular (penyakit jantung dan stroke). Atrosklerosis merupakan
bentuk dari pengerasan arteri, ditandai dengan penimbunan lemak yang
progresif lambat pada dinding-dinding arteri yang disebut plek yang
mengurangi atau memblokir sama sekali aliran darah ke jaringan.

Gambar 6. Proses ateroskklerosis pada jantung dan bentuk kelainan pada jantung
(Ethel, 2003).

2. Hearth faulure, istilah yang lebih familiar lagi dengan sebutan gagal
jantung atau awamnya dIsebut dengan serangan jantung, kelainan ini
disebabkan karena jantung kesulitan memenuhi pasokan aliran darah
sehingga cenderung menjadi sangat beresiko terhadap kematian. Ciri
khas yang dapat dilihat salah satunya perubahan berat badan yang drastis
(tubuh membengkak tapi bukan disebabkan karena lemak).

Gambar 7. Contoh kelainan jantung yang disebut dengan hearth faulure (dok, Ethel, 2003).
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat


Praktikum ini dilakukan pada hari Senin tanggal 31 Oktober 2016, ppukul
13:20 WIB di Laboratorium Biologi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden
Fatah Palembang.

B. Alat dan Bahan


1. Alat
a. Skalpel
b. Pinset
c. Penusuk
d. Gunting
e. Bak parafin
2. Bahan
a. Jantung Kambing (Capra aegagris hircus).

C. Cara Kerja
Adapun cara kerja yang akan dilakukan pada praktikum kali ini adalah
sebagai berikut :
1. Siapkan jantung kambing (Capra aegagris hircus) yang akan diamati
dalam bak parafin.
2. Amatilah bagian-bagian jantung tersebut secara seksama dari bagian luar
terlebih dahulu kemudian lanjut ke bagian-bagian dalam.
3. Lakukan pengirisan melalui bagian median jantung kemudian amati
bagian-bagian dalamnya.
4. Amati perbedaan struktur otot atrium dan ventrikel, otot ventrikel kiri dan
ventrikel kanan, dinding arteri dan vena, valvula biskuspidalis dan
trikuspidalis.
5. Gambar struktur anatomi jantung tersebut.
BAB VI
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
Tabel 1.1. Hasil Pengamatan Morfologi Jantung Kambing (Capra aegagris
hircus)
Gambar Keterangan
1. Aorta
2. Arteri pulmonalis kIri
3. Atrium kiri
4. Vena pulmonalis kiri
5. Ventrikel kiri
6. Ventrikel kanan
7. Vena cava inferior
8. Atrium kanan
9. Vena pulmonalis kanan
10. Vena cava superior

1. Aorta.
2. Arteri pulmonalis kri
3. Atrium kiri
4. Vena pulmonalis kiri
1 5. Ventrikel kiri
6. Ventrikel kanan
10 2 7. Vena cava inferior
8. Atrium kanan
9 3 9. Vena pulmonalis kanan
10. Vena cava superior
4
8
7 5
6
Pakai gambar praktikum.
Tabel 1.2. Hasil Pengamatan Anatomi Jantung Kambing (Capra aegagrus
hircus)
Gambar Keterangan
1. Aorta
2. Arteri pulmonalis kiri
3. Vena pulmonalis kiri
4. Atrium kiri
5. Katup aorta
6. Katup biskuspidialis
7. Ventrikel kiri
8. Interventrikular septum
9. Descending aorta
10. Vena cava inferior
11. Ventrikel kanan
12. Katup trikuspidialis
13. Atrium kanan
14. Vena pulmonalis kanan
15. Arteri pulminalis kanan
16. Vena cava superior
17. Katup pulmonalis
18. Pulmonalis trunk
1. Aorta
2. Arteri pulmonalis kiri
3. Vena pulmonalis kiri
18 4. Atrium kiri
1 5. Katup aorta
17 6. Katup biskuspidialis
16 7. Ventrikel kiri
2 8. Interventrikular septum
15 9. Descending aorta
3 10. Vena cava inferior
11. Ventrikel kanan
14
12. Katup trikuspidialis
4
13. Atrium kanan
13 14. Vena pulmonalis kanan
5 15. Arteri pulminalis kanan
6
12 16. Vena cava superior
17. Katup pulmonalis
11 7 18. Pulmonalis trunk

10
8

9
Kaaaa, ini pakek gambar praktikum ee bukan
gambar yang ini.

B. Pembahasan
Praktikum kali ini dilakukan untuk mengamati struktur anatomi
makroskopis jantung mamalia dan menjelaskan bagian-bagian jantung
mamalia. Sampel jantung mamalia yang diambil adalah sampel jantung
kambing (Capra aegagrus hircus).
Dimana telah kita ketahui, secara umum jantung merupakan organ penting
atau pun pusat kehidupan manusia karena jantung sendiri merupakan sebuah
rongga organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh
kontraksi berirama yang berulanG dan pada umumnya jantung memiliki berat
antara 200-400 gram dengan panjang 12 cm, lebar antara 8-9 cm dan tebalnya
6 cm, selain itu jantung juga berfungsi sebagai alat untuk mempompa darah
melalui pembuluh darah, memompa darah ke paru-paru untuk mengambil
oksigen, menerima darah dari seluruh tubuh dan menerima darah beroksigen
dari paru-paru (Peace, 2000).
Pada praktikum ini pengamatan dimulai dari bagian luar atau bagian
morfologinya. Dari pengamatan yang dilakukan maka dapat diketahui secara
morfologi jantung terdapat beberapa bagian diantaranya perikardium
merupakan lapisan terluar dari jantung, diluar jatung juga terdapat selaput atau
lendir yang berfungsi sebagai pelindung jantung dari gesekan atau guncangan,
apeks merupakan bagian bawah jantung yang berbentuk rucing, aorta
pembuluh darah tunggal dan paling besar, arteri pulmonalis merupakan
pembuluh darah transfortasi oksigen dari ventrikel ke paru-paru, atrium kanan,
menerima darah yang kaya CO2 dari seluruh tubuh dan membawahnya menuju
ke ventrikel kanan, atrium kiri berfungsi sebagai penerima oksigen dari paru-
paru dan membawanya menuju ventrikel kiri, dan ventrikel kiri berfungsi
sebagai penerima darah mengandung oksigen.
Kemudian bagian ventrikel kanan berfungsi sebagai penerima darah, vena
cava inferior merupakan pembuluh darah darah bilik besar bawah yang
bertugas menerima darah dari seluruh tubuh sarah yang dibawah banyak
mengandung CO2, vena cava inferior berfungsi membawah darah yang banyak
karbondioksida dari seluruh tubuh bagian bawah menuju atrium kanan di
jantung. Vena cava superior berfungsi untuk membawa darah yang kaya
karbondioksia dari seluruh tubuh bagian atas jantung ke menuju atrium kanan
jantung.
Menurut Peace (2000), secara morfologi jantung terdiri dari aorta
merupakan arteri terbesar dalam tubuh letaknya dibagian atas jantung
berfungsi untuk membawa darah yang mengandung oksigen dari ventrikel kiri
ke seluruh tubuh. Vena kava superior merupakan vena besar dalam tubuh
letaknya juga dibagian atas jantung berfungsi vena kava superior untuk
membawa kembali darah kaya karbon dioksida dari seluruh bagian ke atas
jantung. Arteri pulmonaris merupakan arteri yang mengangkut darah dari
jantung ke paru-paru dengan fungsi untuk menganti karbon dioksida dan uap
air yang ada di dalam darah dengan oksigen. Katub aorta merupakan katub
yang memisahkan ventrikel kiri dengan aorta, perubahan tekanan darah pada
kedua sisi katup menyebabkan katup dapat terbuka dan tertutup yang berfungsi
aorta yang mencegah darah mengalir ke arah yang salah. Atrium terbentuk dari
atria yang sama artinya dengan serambi, vena pilmonalis, vena yang membawa
darah kaya oksigen dari paru-paru ke jantung tepatnya di atrium kiri, fungsi
vena pulmonalis adalah untuk membawa darah kaya oksigen kembali ke
jantung untuk kemudian di edarkan ke seluruh tubuh.

Selanjutnya mengamati bagian dalamnya (anatomi) dengan cara


membelahnya atau mengirisnya menjadi dua bagaian yang dimulai dari median
jantung, pada bagian anatomi jantung terdapat beberapa bagaian diantaranya
aota, vena kava superior, arteri pulomonalis, katup aorta, atrium, vena
pulmonalis, katub trukuspidalis, katup mitral, ventrikel, vena kava inferior,
katup atrioventrikular, dan dinding jantung, dimana bagian-bagian jantung
tesebut memiliki fungsi masing-masing diantaranya. Aorta merupakan arteri
terbesar dalam tubuh letaknya dibagian atas jantung berfungsi untuk membawa
darah yang mengandung oksigen dari ventrikel kiri ke seluruh tubuh.
Pada bagian vena kava superior berfungsi untuk membawa kembali darah
kaya karbon dioksida dari seluruh bagian ke atas jantung. Arteri pulmonaris
berfungsi untuk menganti karbon dioksida dan uap air yang ada di dalam
darah dengan oksigen. Katub aorta yang mencegah darah mengalir ke arah
yang salah, atrium bentuk dari atria yang sama artinya yang sama artinya
dengan serambi, vena pilmonalis, vena yang membawa darah kaya oksigen
dari paru-paru ke jantung tepatnya di atrium kiri, fungsi vena pulmonalis
adalah untuk membawa darah kaya oksigen kembali ke jantung untuk
kemudian di edarkan ke seluruh tubuh.
Kemudian selanjutnya pada bagian katup trikuspidalis, katup yang terdiri
dari tiga daun katup, katup ini dinamakan katup berdaun tiga karena apabila
pada irisannya disatuhkan kembali maka akan berbentuk menyerupai daun
tiga. Katup mitral katup yang berfungsi untuk mencegah darah yang telah
berada di ventrikel kiri kembali ke atrium kiri. Ventrikel kanan adalah
menerima darah dari atrium kanan dan membawahnya ke paru-paru. Vena
kava inferior dengan fungsi membawa darah dari bagian bawah tubuh ke
atrium kanan jantung, katup atrioventrikuler, katup yang terletak diantara
atrium dan ventrikel dengan fungsi untuk membuat darah hanya dapat
mengalir dari atrium ke ventrikel dan dinding jantung yang memiliki fungsi
sebagai dinding janutng untuk membuat jantung berdetak dan mencegah
supaya jantung tidak bocor.
Menurut Isnaeni (2006), anatomi jantung diantaranya yaitu aorta,
merupakan arteri terbesar dalam tubuh letaknya dibagian atas jantung
berfungsi untuk membawa darah yang mengandung oksigen dari ventrikel
kiri ke seluruh tubuh membawa darah kaya oksigen kembali ke jantung untuk
kemudian di edarkan ke seluruh tubuh.
Katup trikuspidalis, katup yang terdiri dari tiga daun katup. Kontraksi
ventrikel kanan memompa darah ke paru-paru melalui arteri pulmoner, saat
mengalir melalui bantalan-bantalan kapiler di dalam paru-paru kiri dan kanan
darah mengambil O2 dan melepaskan CO2 darah kaya akan oksigen kembali
dari paru-paru melalui vena pulmoner ke atrium kiri jantung. Selanjutnya,
darah kaya oksigen mengalir ke dalam ventrikel kiri yang memompa darah
kaya oksigen keluar jaringan-jaringan tubuh melalui aorta yang mengantarkan
darah ke arteri-arteri yang menuju ke seluruh tubuh (Isnaeni, 2006).
Cabang-cabang pertama dari aorta adalah arteri koroner yang menyuplai
darah ke otot jantung itu sendiri, cabang-cabang kemudian mengarah
kebantalan-bantalan kapiler di dalam kepala dan lengan (tungkai depan).
Aorta kemudian turun ke dalam abdomen, menyuplai darah kaya oksigen ke
arteri-arteri yang menuju bantalan kapiler di dalam organ-organ abdominal
dan kaki (tungkai belakang) di dalam kapiler, terjadi difusi neto O 2 dari darah
ke jaringan-jaringan dan CO2 yang dihasilkan oleh respirasi seluler ke dalam
darah. Kapiler-kapiler bergabung kembali membentuk venula-venula yang
menghantarkan darah ke vena (Campbell, 2008).
Menurut Isnaeni (2006), katup mitral adalah katup yang memisahkan
atrium kiri dan ventrikel kanan berfungsi untuk mencegah darah yang telah
berada di ventrikel kiri kembali ke atrium kiri.
Ventikel atau dua ruang kosong dibagian bawah jantung disebut juga bilik,
fungsi ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan membawanya ke
seluruh tubuh. Sedangkan fungsi ventrikel kanan adalah menerima darah dari
atrium kanan dan membawanya ke paru-paru. Vena kava inferior adalah vena
terbesar dalam tubuh manusia berfungsi membawa darah dari bagian bawah
tubuh ke atrium kanan jantung, katup atrioventrikuler, katup yang terletak
diantara atrium dan ventrikel dengan fungsi untuk membuat darah hanya
dapat mengalir dari atrium ke ventrikel dan dinding jantung bagian terluar
yang melapisi jantung berfungsi untuk membuat jantung berdetak dan
mencegah supaya jantung tidak bocor (Isnaeni, 2006).
Menurut Campbell (2008), satu rangkaian pemompa dan pengisian
jantung yang lengkap disebut sirkulasi jantung (cardiac cyle), dimana
terdapat dua fase yaitu, pada saat berdenyut setiap ruang jantung mengendur
dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan
memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Tambahi
penjelasan ttg sistol sm distol be. Cakmano prosesnyo ye.
Jantung pada umumnya berdenyut kira-kira 70 kali per menit, tetapi pada
saat aktif melakukan kegiatan, denyut jantung dapat meningkat hingga lebih
dari dua kalinya (isnaeni, 2006).
Menurut Campbell (2008), arteri yang menghantarkan darah sedemikian
banyak kapiler sehingga luas irisan melintang total jauh lebih besar dalam
bantalan kapiler dari pada di dalam arteri atau bagian mana pun dari sistem
sirkulasi, hasilnya darah mengalir 500 kali lebih lambat di dalam kapiler
(sekitar 0,1 cm perdetik) dari pada di dalam aorta (sekitar 4 cm perdetik).
#bener dak itu cm ?
Menurut Peace (2000), jika seseorang dalam keadaan istirahat setiap
menitnya jantung akan memompa 4 sampai 6 liter darah, selama bekerja berat
jantung mungkin perlu memompa darah sebanyak 4 sampai 7 kali dari jumlah
ini.
Menurut Hull (1993), ada beberapa macam penyakit jantung diantaranya
adalah atrosklerosis merupakan penyebab yang primer dari penyakit
kardiovaskular (penyakit jantung dan stroke). Atrosklerosis merupakan
bentuk dari pengerasan arteri, ditandai dengan penimbunan lemak yang
progresif lambat pada dinding-dinding arteri yang disebut plek yang
mengurangi atau memblokir sama sekali aliran darah ke jaringan.
Hearth faulure, istilah yang lebih familiar lagi dengan sebutan gagal
jantung atau awamnya desebut dengan serangan jantung, kelainan ini
disebabkan karena jantung kesulitan memenuhi pasokan aliran darah
sehingga cenderung menjadi sangat beresiko terhadap kematian. Ciri khas
yang dapat dilihat salah satunya perubahan berat badan yang drastis (tubuh
membengkak tapi bukan disebabkan karena lemak) (Hull, 1993).
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa jantung adalah organ berotot berongga dengan
ukuran sekepalan. Jantung terletak di rongga dada sekitar garis tengah antara
sternum di sebelah anterior dan vertebra di sebelah posterior dan memiliki
struktur anatomi makroskopis jantung kambing yang berhasil diamati pada
bagian luarnya yang terdiri atas beberapa bagian diantaranya aorta, arteri
pulmonalis kiri, atrium kiri, vena pulmonalis kiri, ventrikel kiri, ventrikel
kanan, vena cava inferior, atrium kanan, vena pulmonalis kanan, vena cava
superior dan juga apeks
Secara anatomi jantung memeiliki beberapa bagian diantaranya yaitu aorta,
arteri pulmonalis kiri, vena pulmonalis kiri, atrium kiri, katup aorta, katup
biskuspidialis, ventrikel kiri, interventrikular septum, descending aorta, vena
cava inferior, ventrikel kanan, katup trikuspidialis, atrium kanan, vena
pulmonalis kanan, arteri pulminalis kanan, vena cava superior, katup
pulmonalis dan pulmonalis trunk.

B. Saran
Praktikum kali ini sudah berjalan dengan lancar akan tetapi waktu yang
diberikan terlalu singkat sehingga untuk mengamati bagian-bagian anatomi
pada jantung sedikit mengalami kesulitan. Oleh karena itu, ada baiknya jika
diberikan waktu yang lebih sehingga dapat mengamati lebih jelas lagi.
DAFTAR PUSTAKA

Alison, Hull. 1993, Penyakit Jantung. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Campbell, Nail A. 2008. Biologi Edisi 8 jilid 3. Jakarta : Erlangga.

Evelyn, Ethel. 2003. Fisiologi manusia. Malang : FMIPA UNM.

Pearce. 2000. Anatomi Fisiologi Untuk Paramedis. Jakarta : Gramedia.

Syaifuddin. 2009. Fisiologi Tubuh Manusia Untuk Mahasiswa Keperawatan.


Jakarta : Salembang Medika.

Syarifah. 2015. Panduan Praktikum Fisiologi Hewan. Palembang : UIN Raden


Fatah

Isnaeni, Wiwi. 2006. Fisiologi Hewan. Yogyakarta : PT. Kasinus.

Wiwik, Endang. 2010. Mengenal Tubuh Manusia. Bekasi : Mitra Utama.

Kartolo, Wulangi. 1990. Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan. Jakarta : Erlangga.


LAMPIRAN GAMBAR

Gambar 1. Morfologi Jantung Gambar 2. Anatomi Jantung


Kambing (Capra aegagrus hiscus) Kambing (Capra aegagrus hiscus)