Anda di halaman 1dari 6

BAB I

LANDASAN TEORI

1 . 1 Pengertian iklan
Iklan adalah informasi yang isinya membujuk khalayak banyak atau orang banyak supaya
tertarik kepada barang atau jasa yang ditawarkan.

Dengan kata lain, iklan memberitahu kepada banyak orang mengenai barang dan jasa yang
dijual, dipasang di media massa seperti kran dan majalah atau di tempat-tempat umum.

Kata Iklan berasal dari kata Yunani yang artinya menggiring orang-orang kepada gagasan.
Pengertian iklan secara lengkap yaitu semua wujud aktivitas untuk mendatangkan dan
menawarkan penemu/ide, barang dan/atau jasa secara bukan personal yang dibayarkan oleh
sponsor tertentu.

Secara umum, iklan berwujud penyajian informasi nonpersonal tentang suatu produk, merek,
perusahaan, atau toko yang dijalankan dengan kompensasi biaya tertentu. Maka dari itu, iklan
berupa proses komunikasi yang memiliki tujuan membujuk atau menarik orang banyak untuk
mengambil tindakan yang menguntungkan pihak yang membuat iklan.

1 . 2 ciri - ciri Iklan

Komunikatif
Informatif
Bahasanya mudah dimengerti dan diingat masyarakat
Menarik perhatian dan bersifat mengajak penonton/pembaca untuk
membeli/menggunakan barang atau jasa yang telah diiklankan

1 . 3 Syarat - syarat Iklan

Kata dan bahasanya tertata dan tidak memiliki tafsir ganda.


Bahasa yang dipakai menarik dan mudah diingat-ingat oleh masyarakat.
Tidak boleh merendahkan atau menghina produk sejenis dari perusahaan lain.
Tidak boleh berbohong, harus apa adanya.
Iklan harus dibuat dengan memperhatikan tata bahasa, etika, sopan santun, target
pasar, dan lain-lain.
1 . 4 Manfaat Iklan

Seperti yang kita tahu, iklan sangat berperan dalam aktivitas bisnis. Adapun manfaat iklan yaitu
:

Produk menjadi lebih terkenal di mata masyarakat


Keuntungan yang diperoleh dalam bisnis dapat melonjak naik karena produk
dipromosikan
BAB II

ANALISIS

Iklan ini membuat saya tersenyum-senyum sendiri karena merasa sedang disindir oleh
Pepsodent. Tema yang dipilih oleh Pepsodent sangat menarik. Kehidupan sehari-hari yang
membuat kita yang belum pernah mendengarnya akan merasa tertarik untuk mendengarnya.
Tema kehidupan sehari-hari apalagi yang sifatnya faktual membuat kita memiliki koneksi dan
keterkaitan dengan sebuah upaya komunikasi. Saya selalu menyukai iklan-iklan yang
disampaikan dengan menggunakan pendekatan soft sale. Dan iklan Pepsodent Ayah Sudah
Sikat Gigi adalah salah satu yang menurut saya dieksekusi dengan sangat baik.

Sudah begitu disampaikan oleh anak-anak pula, menjadikan iklan ini mengeksploitasi
(dalam konteks positif tentu saja) unsur emosi seorang ayah. Figur ayah yang harus menjadi
teladan dalam hal terkecil dan terkesan remeh sekalipun. Pendekatan ini terasa begitu humanis
karena menyentuh aspek psikologis manusia yang positif.

Sebuah iklan yang tidak bersifat hard sale memang terasa lebih mengena dengan
mendorong unsur perasaan. Secara tidak langsung, iklan ini seperti mendorong pola konsumsi
Pepsodent. Tentu jika ayah dan ibu sikat gigi 2 kali sehari dan anak-anaknya juga melakukan hal
yang sama, maka Pepsodent akan menjadi cepat habis untuk dikonsumsi. Karena Pepsodent
cepat habis di konsumsi, tentunya anda akan melakukan konsumsi secara berulang bukan?

Selain itu iklan ini juga terkesan begitu sosial kemasyarakatan karena Pepsodent sebagai
produk kesehatan yakni kesehatan gigi memahami betul budaya masyarakat Indonesia
khususnya para orang tua yang ternyata tidak melakukan sikat gigi secara optimal 2 kali sehari.
Pesan komunikasi yang mengajak orang untuk ingat akan pentingnya sikat gigi 2 kali sehari
adalah pesan komunikasi yang sangat positif, terlepas dari adanya tujuan bisnis dari iklan
sebuah produk. Pesan tersebut juga disampaikan dengan cara yang sangat positif dan tidak
menakuti dengan adanya tampilan gambar gigi berlubang seperti yang dilakukan oleh produsen
odol (termasuk Pepsodent pernah melakukan hal serupa).
2 . 1 Bauran Komunikasi Pemasaran

1. Iklan, yaitu semua bentuk terbayar dari presentasi non personal dan promosi ide, barang atau jasa
melalui sponsor yang jelas.

2. Promosi penjualan, berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong percoba an atau pembelian
produk atau jasa.

3. Acara dan pengalaman, kegiatan dan program yang diseponsori perusahaan yang dirancang untuk
menciptakan interaksi harian atau interaksi yang berhubungan dengan merek tertentu.

4. Hubungan masyarakat dan publisitas, beragam program yang dirancang untuk mempromosikan atau
melindungi citra perusahaan atau produk individunya.

5. Pemasaran langsung,penggunaan surat, telepon, facsimile, e-mail, atau internet untuk


berkomunikasi secara langsung dengan atau memintan respons atau dialog dari pelanggan dan prospek
tertentu.

6. Pemasaran interaktif, kegiatan dan program online yang dirancang untuk melibatkan pelanggan atau
prospek secara langsung atau tidak langsung meningkatkan kesadaran, memperbaiki citra, atau
menciptakan penjualan produk dan jasa.

2 . 2 Ekuitas Merek

1. Kesadaran Merek (Brand Awareness). Kesadaran merek adalah kemampuan pelanggan


untuk mengenali atau mengingat kembali sebuah merek dan mengaitkannya dengan
satu kategori produk tertentu.
2. Persepsi Kualitas (Perceived Quality). Persepsi kualitas terhadap merek menggambarkan
respons keseluruhan pelanggan terhadap kualitas dan keunggulan yang ditawarkan
merek.
3. Asosiasi Merek (Brand Associations). Asosiasi merek berkenaan dengan segala sesuatu
yang terkait dalam memori pelanggan terhadap sebuah merek.
4. Loyalitas Merek (Brand Loyalty). Loyalitas merek adalah komitmen kuat dalam
berlangganan atau membeli kembali suatu merek secara konsisten di masa mendatang.

2 . 3 Model Proses Komunikasi Makro

Pengirim ( sender ) : Iklan memberikan pesan yang baik dimuat dalam produk pepsodent
tersebut kepada masyarakat

Penyandian (encoding) : Penyadian bahasa yang digunakan iklan pepsodent seperti " action 1 2
3 gigi tampak putih, mencegah gigi berlubang dan nafas segar ".
Pesan Media : Proses komunikasi pada iklan pepsodent memiliki peran yang penting dalam
rangka meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan gigi berlubang dan nafas segar yang
disampaikan oleh iklan pepsodent

Pengartian (decoding) : artinya dari bahasa penyandian yang digunakan dalam iklan pepsodent
tersebut menggambarkan bahwa pepsodent tersebut dapat memberikan suatu manfaat yang
baik sehingga akan menjadi gigi tidak berlubang dan nafas segar

Penerima (receiver) : masyarakat telah menerima iklan produk pepsodent yang dimuat pada
produsen iklan

Respon (response) : respon masyarakat sangat baik dengan adanya iklan pepsodent tersebut,
bahwasanya produk tersebut dapat menjadi acuan untuk memberikan perlindungan terbaik
untuk gigi masyarakat.

umpan-balik (feedback) : suatu iklan yang memberikan pesan yang baik dengan produk yang
disampaikan

gangguan (noise) : terdapat pengartian yang salah dari bagian iklan yang telah disampaikan
sehingga masyarakat kurang memahami maksud dan tujuan iklan tersebut

2.4 Model Proses Komunikasi Mikro (Model AIDA)

Atensi/perhatian : iklan yang disampaikan memberikan perhatian baik untuk para konsumen
Minat : minat dari para konsumen yang tinggi untuk memperkenalkan kepada keluarganya
pepsodent yang memiliki kandungan tinggi untuk mencegah gigi berlubang dan membuat nafas
segar
Keinginan : dari iklan pepsodent tersebut konsumen sangat menginginkan melengkapi
kebutuhan kalsium gigi untuk keluarga dengan baik sehingga iklan ini memberikan pengaruh
yang sangat jelas bagi keluarga
Tindakan : iklan tersebut terus memberikan pengaruh yang baik untuk para konsumen agar
kedepannya produk pepsodent dapat terus menjadi acuan bagi keluarga yang ingin berkembang
dengan cepat
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
iklan berwujud penyajian informasi nonpersonal tentang suatu produk, merek,
perusahaan, atau toko yang dijalankan dengan kompensasi biaya tertentu. Maka dari
itu, iklan berupa proses komunikasi yang memiliki tujuan membujuk atau menarik orang
banyak untuk mengambil tindakan yang menguntungkan pihak yang membuat iklan.

Sebuah iklan yang tidak bersifat hard sale memang terasa lebih mengena dengan
mendorong unsur perasaan. Secara tidak langsung, iklan ini seperti mendorong pola
konsumsi Pepsodent. Tentu jika ayah dan ibu sikat gigi 2 kali sehari dan anak-anaknya
juga melakukan hal yang sama, maka Pepsodent akan menjadi cepat habis untuk
dikonsumsi. Karena Pepsodent cepat habis di konsumsi, tentunya anda akan melakukan
konsumsi secara berulang bukan?

Selain itu iklan ini juga terkesan begitu sosial kemasyarakatan karena Pepsodent
sebagai produk kesehatan yakni kesehatan gigi memahami betul budaya masyarakat
Indonesia khususnya para orang tua yang ternyata tidak melakukan sikat gigi secara
optimal 2 kali sehari. Pesan komunikasi yang mengajak orang untuk ingat akan
pentingnya sikat gigi 2 kali sehari adalah pesan komunikasi yang sangat positif, terlepas
dari adanya tujuan bisnis dari iklan sebuah produk. Pesan tersebut juga disampaikan
dengan cara yang sangat positif dan tidak menakuti dengan adanya tampilan gambar
gigi berlubang seperti yang dilakukan oleh produsen odol (termasuk Pepsodent pernah
melakukan hal serupa).

3.2 Saran

Pepsodent sebagai produk kesehatan yakni kesehatan gigi memahami betul


budaya masyarakat Indonesia khususnya para orang tua yang ternyata tidak melakukan
sikat gigi secara optimal 2 kali sehari. Pesan komunikasi yang mengajak orang untuk ingat
akan pentingnya sikat gigi 2 kali sehari adalah pesan komunikasi yang sangat positif,
terlepas dari adanya tujuan bisnis dari iklan sebuah produk. Pesan tersebut juga
disampaikan dengan cara yang sangat positif dan tidak menakuti dengan adanya tampilan
gambar gigi berlubang seperti yang dilakukan oleh produsen odol (termasuk Pepsodent
pernah melakukan hal serupa).