Anda di halaman 1dari 4

Syarat Busana Muslimah

1. Menutup seluruh badan


2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan


Artinya:Danjanganlahmerekamenampakkanperhiasanya
Secara umum kandungan ayat ini juga mencakup pakaian yang biasa, jika dihiasi dengan
sesuatu, yang menyebabkan laki-laki melirik pandangan kepadanya.
3. Kainnya harus tebal, tidak tipis
Rasulullah SAW bersabda;
, ,
Artinya: Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun
(hakekatnya) telanjang. Diatas kepala mereka seperti terdapat bongkol (punuk) onta.
Kutuklahmerekakarenasebenarnyamerekaituadalahkaumwanitayangterkutuk.
Didalam hadits lain terdapat tambahan :
,
Artinya: Mereka tidak akan masuk syurga dan juga tidak adan memperoleh baunya,
padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan (jarak) sekian dan sekian (500
tahun).
4. Harus longgar tidak ketat, sehingga tidak dapat menggambarkan sesuatu dari tubuhnya
DalamhaditsRasulullahsalallohialaihiwasalambersabda;
: , ,
, ,
Artinya: Adadua golonganpendudukneraka yang adaditengah-tengah umatku, tetapi
aku belum melihat keduanya : Wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang; yang
berlenggak-lenggok dan memiringkan kepala mereka seperti punuk onta. Juga
sekelompok laki-laki yang membawa cemeti seperti seekor sapi, yang mereka gunakan
untuk memukuli hamba-hamba Allah.
5. Tidak diberi wewangian atau parfum
Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasanya ia berkata; Rasulullah salallohialaihi wasalam
bersabda :
,
Artinya: Siapapun perempuan yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-
lakiagarmerekamendapatkanbaunya,makaiaadalahpezina.
: , : !
: . : : . : :
, , .
Artinya: Dari Abu Hurairah Rodiaullohuanhu berkata; Bahwa seorang wanita
berpapasan dengannya dan bau wanginya menerpa tercium semerbak. Maka Abu
Hurairahberkata;WahaihambaAllah!Apakahkamuhendakke masjid?iamenjawab;
Ya! Kemudian Abu Hurairah berkata lagi ; Pulanglah saja lalu mandilah! Karena
sesungguhnya aku mendengar Raasulullah saw bersabda : Jika seorang wanita keluar
menuju masjid sedangkan bau wewangiannya menghembus maka Alloh tidak menerima
sholatnya.Akhirnya wanita itu pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi-sebagaimana
mandi besar- (barukemudianiasholatkemasjid).HRAbuDauddanIbnuMajah.
6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
: ,
. .
Artinya:Dari Abu Hurairah berkata: Rosulullohsalallohualaihiwasalammelaknatpria
yang memakai pakaian wanita dan wanitayangmemakaipakainpria.HR. Abu Daud.
Dari Abdullah bin Umar ia berkata,Rasulullahsalallohualaihiwasalambersabda;
: , , .
Artinya: TigagolonganyangtidakakanmasuksurgadanAllohtidakakanmemandang
mereka pada hari kiamat Orang yang durhaka kepada orang tuanya, wanita yang
bertingkah kelaki-lakian dan menyerupai diri dengan laki-laki, dan dayyuts ( orang yang
tidakmemilikirasacemburu).
7. Bukan pakaian syuhrah
Berdasarkan hadits Ibnu Umar yang berkata ; Rasulullah salallahualaihi wasalam
bersabda

:






: {

} .
.
Artinya: Barang siapa mengenakan pakaian syuhroh( untuk mencari popularitas) di
dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat,
kemudianmembakarnyadenganapineraka.HR.Ahmad,AbuDaud,IbnuMajah.
Libas syuhroh adalah setiap pakaian yang di pakai dengan tujuan meraih
popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakaian itu mahal, yang dipakai oleh
seseorang untuk berbangga di dunia dan perhiasannya, maupun pakaian yang bernilai
rendah, yang dipakai oleh seseorang untuk menampakkan kezuhudannya dengan tujuan
riya.
Ibnul Atsir berkata: Syuhroh artinya terlihatnya sesuatu. Maksud dari libas
syuhroh adalah pakaiannya terkenal di kalangan orang-orang, hingga mengangkat
pandangan mereka kepadanya. Ia berbangga terhadap orang lain dengan sikap angkuh
dan sombong.
8. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir
Sebab, dalam syariat islam telah ditetapkan bahwa kaum muslimin baik laki-laki
maupun perempuan- tidak boleh bertasyabuh kepada orang-orang kafir, baik dalam
ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakaian khas mereka. Kepada siapakah wanita
boleh menampakkan Aurotnya?
Sebagaimana yang kita ketahui dalam surat Annuur ayat 31 dan Annisa ayat 23,
maka bisa disimpulkan bahwa diperbolehkannya wanita menampakkan aurot kepada
mahromnya;
1) Suami
2) Mahrom karena hubungan keturunan
a) Saudara kandung
b) Anak kandung
c) Keponakan dari saudara kandung
d) Saudara-saudara kandung dari ibu dan bapak
e) Saudara sesusu
3) Mahrom karena hubungan pernikahan
a) Mertua
b) Anak tiri istri yang sudah digauli, termasuk juga cucu dari anak tiri
c) Menantu, termasuk juga menantu dari cucu
d) Istri dari bapak
e) Wanita-wanita muslimah
f) Budak-budak yang dimiliki
g) Orang tua yang sudah tidak memiliki keinginan uantuk menikah
h) Anak kecil yang belum mengerti dengan aurot wanita.