Anda di halaman 1dari 6

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Defenisi Irigasi Kandung Kemih Terbuka


Irigasi kandung kemih terbuka suatu sistem aliran irigasi secara terbuka
yang dialirkan kedalam kandung kemih dengan menggunakan larutan irigasi yang
steril pada pasien pasca operasi genitourinarius.
Irigasi kandung kemih sistem tertutup suatu sistem aliran irigasi yang
tertutup yang dialirkan kedalam kandung kemih secara kontinyu atau intermiten
dengan menggunakan cairan irigasi yang steril pada pasien pasca operasi
genitourinarius. untuk membilas kandung kemih dengan menggunakan cairan
irigasi.masuknya larutan steril yang diprogramkan oleh dokter akan
membersihkan selang dari materi yang terakumulasi didalamnya. untuk klien yang
mengalami infeksi kandung kemih dokter dapat memprogramkan irigasi kandung
kemh yang larutannya terdiri dari larutan antiseptik atau antibiotik untuk
membersihkan kandung kemih atau mengobati infeksi lokal. (Suharyanto 2009)

2.2 Tujuan
Menurut Suharyanto ( 2009) tujuan irigasi kandung kemih terbuka :
1. Mengeluarkan bekuan darah,sedimen atau mukosa
2. Mempertahankaan patensi atau kateter uretra
3. Mencegah terjadinya infeksi
Irigasi kandung kemih sistem tertutup
1. Mempertahankan patensi kateter urine
2. Menjamin sterilitas irigasi daan sistem irigasi
3. Mencegah terjadinya infeksi

1
2.3 Indikasi
Menurut Suharyanto ( 2009) indikasi irigasi kandung kemih terbuka pada
klien setelah menjalani pembedahan dimaana kateter urinnya tersumbat oleh
bekuan darah sedimen atau mukosa.
Menurut Suharyanto ( 2009) indikasi irigasi kandung kemih sistem tertutup :
a) Klien setelah menjalani operasi genitourinarius karena berisiko
mengalami bekuan darah kecil dan fragmen mukus yang dapat
menghambat kateter urine.
b) Klien pasca TURP atau open prostatektomi
c) Klien dengan perdarahan kandung kemih

2.4 Persiapan Alat


1. Irigasi kandung kemih terbuka :
a) Spuit disposble ( ukuran 20 cc)
b) Cairan irigasi ( aquades atau NACL ) pada tempatnya
c) Sarung tangan steril
d) Kapas alkohol pada tempatnya
e) Perlak dan pengalasnya
f) Bengkok atau baskom pengumpul
Irigasi kandung kemih tertutup :
a) Larutan irigasi steril ( aqudes 1 liter )
b) Standar infus
c) Infus set
d) Sarung tangan
e) Ember tempat urine atau penampungan irigasi

2. Irigasi kandung kemih terbuka :


1. Perawat cuci tangan
2. Ucapkan salam
3. Jelaskan pada pasien maksud dan tujuan tindakan yang akan dilakukan
4. Jaga prifasi klien dengan menutup tirai dan pintu kamar pasien

2
5. Dekatkan peralatan kesisi tempat tidur pasien
6. Pastikan bahwa selang kateter tersumbat
7. Pasang perlak dan pengalasnya dibawah bokong, letakkan bengkok
didekat area genitourinarius
8. Lepaskan fiksasi kateter pada paha klien
9. Siapkan cairan irigasi
10. Gunakan sarung tangan steril
11. Buka spuit disposible kemudian isi dengan cairan irigasi
12. Lepaskn kateter dari selang drainase sehingga urine dapat mengalir ke
dalam bengkok. Tutup ujung selang drainase dengan penutup pelindung
yang steril . letakkan selang ini padaa tempat yang aman.
13. Masukkan ujung spuit( tanpa jarum ) kedalam lumen kateter dan masukan
larutan irigasi secara perlahan- lahan.
14. Lepaskan spuit kemudian rendahkan kateter dan biarkan cairan irigasi
mengalur kedalam bengkok
15. Ulangi memasukkan cairan irigasi dan keluarkan lagi beberapa kali sampai
cairan drainase jernih dan mengalir dengan lancar.
16. Apabila cairan tidak keluar, minta klien untuk berbaring miring dengan
posisi tubuh menghadap perawat. Apabila upaya tidak berhasil masukkan
kembali spuit dan lakukan aspirasi cairan secara perlahan-lahan.
17. Setelah irigasi selesai dilakukan lepaskan penutup pelindung selang,
bersihkan ujungnya dengan menggunakan kapas alkohol dan sambungkan
kembali dengan kateter.
18. Fiksassi kembali kateter dengan plester.
19. Bereskan alat dan atur posisi yang nyaman.
20. Lepas sarung tangan dan cuci tangan
21. Dokumentasikan : warna, konsistemsi urine, adanya bekuan darah,
mukosa atau sedimen, bahan irigasi, jumlah drainase.

3
3. Irigasi kandung kemih tertutup :
1. Perawat cuci tangan
2. Ucapkan slam
3. Jelaskan tujuan tindakan yang akan dilakukan.
4. Jaga privasi klien dengan menutup tirai.
5. Dekatkan peralatan kesisi tempat tidur pasien.
6. Bantu klien dalam posisi yang nyaman.
7. Kaji daerah suprapubik terhadap tanda distensi kandung kemih.
8. Gunakan sarung tangan.
9. Masukkan ujung selag irigasi steril kedalam kantung yang bersi cairan
irigasi dengan teknik aseptik.
10. Sambungka cairan irigasi dengan kateter
11. Buka klem dan biarkan mengalir melalui selang.
12. Observasi warna urine, bau dan jumlah, drainase dan jumlah drainase.
13. buka sarung tangan dan cuci tangan.
14. Evaluasi rrespon klien
15. Dokumentasikan : identitas, rasa nyeri, warna, bau dan jumlah urine,
drainase dan konsistemsi drainase.

Prosedur irigasi kandung kemih pada klien post operasi BPH


1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan dan alasannya.
2. Cuci tangan dan beri privacy. tempatkan klien pada posisi yang nyaman.
3. Letakkan label cairan irigasi yang digunakan : tanggal, waktu, tipe cairan
4. Siapkan cairan (steril ), isi selang infus dengan cairan, keluaran udara
dalam selang.
5. Lumen kateter 3 cabang, bagian irigasi desinfeksi dengan cairan antiseptik
dan hubungkan dengan selang infus
6. Lepaskan sarung tangan
7. Atur tetesan infus sesuai intruksi dokter
8. Bila urine merah/ ada bekuan darah, tingkatkan irigasi tetesan sampai
dengan bersih

4
9. ganti cairan irigasi bila dibutuhkan, jangan biarkan botol cairan irigasi
kosong
10. gunakan sarung tangan, kosongkan urine bagbila dibutuhkan. perhatikan
prinsip steril.

2.6 Evaluasi
a) Observasi klien terhadap adanya bekuan darah pada urin dan sedimen.
b) Tanyakan klien adanya keluhan nyeri dn adanya demam
c) bandingkan urin output dengan cairan irigasi total
d) kaji kelancaran tetesan infus cairan irigasi, lapor medik bila terjadi
obstruksi irigasi.

5
Daftar Pustaka

Suharyanto Toto, 2009. Asuhan Keperawata Pada Klien Dengan Gangguan


Sistem Perkemihan. Jakarta: TIM.

STIKes Santa Elisabeth, 2012. Evaluasi Keterampilan Klinik Keperawatan


Medikal Bedah. Medan : STIKes Santa Elisabeth.