Anda di halaman 1dari 13

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN EMOSIONAL PASANGAN HIDUP

TERHADAP PEMENUHAN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) LANSIA DI


DESA GOGIK KECAMATAN UNGARAN BARAT

SKRIPSI

Diajaukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar

Sarjana Keperwatan (S.Kep)

OLEH :
NI PUTU DESSY DIAN UTAMI
010113a078

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
2017
EMBAR PENGESAHAN

Artikel berjudul:

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN EMOSIONAL PASANGAN HIDUP


TERHADAP PEMENUHAN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) LANSIA DI
DESA GOGIK KECAMATAN UNGARAN BARAT

Disusun Oleh

OLEH :
NI PUTU DESSY DIAN UTAMI
010113a078

Telah diperiksa dan disetujui oleh Pembimbing Sripsi Program Studi S1


Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Ungaran, Januari 2017


Pembimbing Utama

(M. Imron Rosyidi, S.Kep.,Ns.,M.Kep)


NIDN. 06061278
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN EMOSIONAL PASANGAN HIDUP
TERHADAP PEMENUHAN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) LANSIA
DI DESA GOGIK KECAMATAN UNGARAN BARAT
*Ni Putu Dessy Dian Utami
**M. Imron Rosyidi***Puji Lestari
Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo
e-mail: putudessy078@gmail.com

ABSTRAK
Lansia secara umum memiliki ketergantungan dalam melakukan aktivita
sehari- hari. Beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu umur, fungsi kognitif,
penyakit, faktor kesehatan fisik, psikologis salah satunya dukungan emosional
keluarga dalam hal ini pasangan hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
Hubungan Antara Dukungan Emosional Pasangan Hidup Terhadap Pemenuhan
Activity Daily Living (ADL) Lansia di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat
Kabupaten Semarang.
Penelitian menggunakan metode analitik corelatif dengan pendekatan
cross sectional. Populasi penelitian lansia yang memiliki pasangan. Teknik
sampling purposive sampling, jumlah sampel 61 lansia yang memiliki pasangan.
Pengumpulan data menggunakan kuisioner dukungan emosional pasangan hidup
dan indeks barthel. Analisis data menggunakan uji chi-quare.
Hasil penelitian di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten
Semarang memperoleh dukungan emosional dalam kategori tinggi yaitu sebanyak
25 responden (41,0 %).Activity Daily Living(ADL) dalam kategori mandiri yaitu
sebanyak 38 responden (62,3 %). Hubungan antara dukungan emosional pasangan
hidup terhadap pemenuhan Activity Daily Living (ADL) lansia di Desa Gogik
Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang dengan p value sebesar 0,000.
Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pasangan lansia selalu
memberikan dukungan emosional berupa kasih sayang, empati dan kepedulian
agar lansia termotivasi untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Kata kunci :Dukungan Emosional Pasangan, ADL, Lansia


Kepustakaan :40 (2006-2015)
ABSTRACT
Eldery generally have a dependency in performing daily activities. Some
of the factors that influence such as age, cognitive function, disease, physical
health factors, psychological one of them is emotional support in this case from
spouse. The purpose of this study to determine the The Correlation between
Emotional Support at from Spouse and the Fulfillment of Activity Daily Living
(ADL) on The Elderly at Gogik Village West Ungaran subdistrict.
Research using corelative analytic method with cross sectional
approach. The study population elderly who have a spouse. Sampling technique
was purposive sampling, with sample number 61 elderly who have a spouse.
Collecting data used questionnaires emotional support and Barthel index. Data
analysis using chi-quare.

Hubungan antara Dukungan Emosional Pasangan Hidup terhadap Pemenuhan


Activity Daily Living ( ADL) Lansia Di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat 1
The result of reasech Gogik Village West Ungaran Semarang Regency
obtain emotional support in high category, as many as 25 respondents (41.0%).
Activity Daily Living (ADL) in independent category of as many as 38
respondents (62.3%). The Correlation Between Emotional Support At From
Spouse And The Fulfillment Of Activity Daily Living (ADL) On The Elderly At
Gogik Village West Ungaran Subdistrict with a p value of 0.000.
Based on the results of the study are expected spouse of elderly always
provide emotional support in the form of affection, empathy and concern that
elderly motivated to perform daily activities independently.
Keywords: Emotional Support spouse, ADL, Elderly
Bibliography: 40 (2006-2015)
PENDAHULUAN
Setiap tahunnya jumlah lansia di (Setiati, 2009; Maslow, 2006).
Kabupaten Semarang khususnya di Friedman (2010) menyatakan
kecamatan Ungaran Barat mengalami keluarga juga merupakan salah satu
peningkatan. Tahun 2014 jumlah faktor yang dapat mempengaruhi
lansia di kecamatan Ungaran Barat akitivitas lansia. Keluarga termasuk
mencapai 2.883 orang dan meningkat didalamnya yaitu pasangan hidup
pada tahun 2015 mencapai 2.909 sebagai orang terdekat.
orang (BPS Kabupaten Semarang, Pasangan yang termasuk didalam
2016). Proses menua dianggap sebuah keluarga sebagai orang
sebagai suatu proses yang alamiah. terdekat yang mampu mengatasi
Lansia pada umumnya mengalami masalah fisik dan psikologis lansia
kemunduran akibat berbagai aspek dengan cara memberikan dukungan
kehidupan yang berpengaruh pada sosial. Dukungan sosial tersebut
pemenuhan aktivitas lansia sehari- seperti dukungan emosional. Sarafino
hari. Ketika Individu tidak mampu (2011) menyebutkan dukungan
melakukan aktivitas ini secara emosional mencakup ungkapan
mandiri, maka perlu bantuan dari empati, kepedulian dan perhatian
orang lain (Gallo et all,1998 dalam terhadap orang yang bersangkutan.
Dingwall 2014). Dukungan emosional seperti yang
Activity Daily Living (ADL) dijelaskan diatas juga didefinisikan
merupakan kegiatan rutin yang sebagai suatu bentuk menghibur
dilakukan setiap hari (Dingwall, untuk seseorang yang sedang
2014). Activity Daily Living (ADL) membutuhkan seperti seseorang yang
lansia pada umumnya adalah makan, sedang stress atau depresi. Menghibur
berpakaian, berjalan, toileting, mandi, telah didefinisikan sebagai prilaku
berpindah tempat, mengontrol BAB yang memiliki fungsi untuk
dan BAK, merias diri (rooming) dan meringankan seseorang yang merasa
berkomunikasi.Gangguan pemenuhan tertekan (Pierce And Barbara, 2013).
aktivitas pada lansia disebabkan oleh Kondisi seseorang ketika merasa
beberapa faktor. yang senang karena di hibur, akan
mempengaruhi, diantaranya adalah merangsang otak untuk menerima
umur, fungsi kognitif, penyakit, rangsangan tersebut melalui sistem
faktor kesehatan fisik, psikologis, saraf neuron. Otak berfungsi
sosial-ekonomi dan religius spiritual mengatur dan mengkoordinir gerakan,

Hubungan antara Dukungan Emosional Pasangan Hidup terhadap Pemenuhan


Activity Daily Living ( ADL) Lansia Di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat 2
prilaku, fungsi tubuh seperti Sehari-Hari memperoleh hasil fungsi
pengaturan keseimbangan, kognitif normal responden hampir
homeostasis, tekanan darah, detak berimbang, yaitu 50,5% lansia
jantung, keseimbangan hormonal, memiliki fungsi kognitif normal dan
mengatur emosi, ingatan dan aktivitas 49,5% lansia mengalami penurunan
motorik. fungsi kognitif, diperoleh hasil
Otak, yang terdiri dari ribuan presentase mandiri dalam melakukan
saraf neuron membawa informasi aktivitas sehari-hari yaitu sebesar
melalui neorotransmiter yang terdiri 69,9% dan kemandirian bermasalah
dari asetil, kolin, dopamine, sebesar 93,5%.
serotonin, epinefrin dan norefinefrin Berdasarkan hasil studi
yang akan mempengaruhi sikap, pendahuluan yang dilakukan oleh
emosi, prilaku seseorang peneliti di Desa Gogik Kecamatan
(Guyton,1997 dalam Price, 2006). Ungaran Barat pada tanggal 11
Dengan demikian, semakin kuatnya Oktober 2016 menggunakan metode
dukungan emosional yang diberikan wawancara dan metode observasi
oleh pasangan kepada lanjut usia menggunakan penilaian fungsional
diharapkan dukungan emosional Indekz Barthel penilaian pada 10
meliputi rasa cinta, kasih sayang dan lansia yang masih memiliki pasangan
kepedulian akan menjadi sebuah di Desa Godik didapatkan bahwa 5
modal agar lansia mampu melakukan lansia mampu melakukan aktivitas
Activity Daily Living (ADL) secara sehari-hari secara mandiri, 3 lansia
mandiri (Maramis, 1980 dalam Price mengalami ketergantungan rendah
2006). dan 2 lansia mengalami
Susilo (2015) melakukan ketergantungan sedang.
penelitian mengenai Hubungan Dari 5 lansia yang mampu
Fungsi Keluarga dalam Perawatan melakukan aktivitas mandiri, terdapat
Kesehatan dengan Aktivitas Lansia 4 dari lansia tersebut mendapatkan
Di Desa Mlatiharjo Kecamatan Gajah dukungan emosional seperti kasih
Kabupaten Demak, dari hasil sayang, kepedulian dan rasa cinta dari
penelitian tersebut didapatkan ada pasangan sehingga pasangan lansia
hubungan antara fungsi keluarga mengatakan lebih semangat dan
dalam perawatan kesehatan dengan termotivasi dalam melakukan
pemenuhan Activity Daily Living aktivitasnya sendiri, namun 1 lansia
(ADL) pada lansia dan penelitian yang mandiri kurang mendapat
tersebut menyatakan bahwa semakin dukungan emosional dari
baik keluarga dalam menjalankan pasangannya dengan alasan bahwa
fungsi perawatan kesehatan, maka semakin tua sudah jarang mendapat
kemampuan lansia dalam Activity waktu untuk saling memperhatikan,
Daily Living (ADL) juga akan memberikan kepedulian, rasa saling
terpenuhi. menyayangi berkurang. 3 lansia, yang
Penelitian yang dilakukan oleh mengalami ketergantungan rendah 1
Wagiarti (2014) berjudul Penurunan diantaranya mendapat dukungan
fungsi kognitif berhubungan dengan emosional dari pasangan seperti
ketidakmandirian Lansia Di Panti selalu merawat dan memberi
Sosial Dalam melakukan aktivitas kepedulian serta memenuhi semua

Hubungan antara Dukungan Emosional Pasangan Hidup terhadap Pemenuhan


Activity Daily Living ( ADL) Lansia Di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat 3
kebutuhan pasangannya seperti METODE PENELITIAN
menyiapkan makanan setiap pagi, Desain pada penelitian ini adalah
menyarakan untuk istirahat saat lelah analitik korelatif. Penelitian
beraktivitas juga mengatakan sangat dilakukan dengan menggunakan cross
bahagia dan termotivasi karena sectional yaitu suatu penelitian untuk
merasa diperhatikan sehingga mempelajari korelasi antara dukungan
semangat melakukan aktivitas tanpa emosional pasangan hidup terhadap
bantuan pasangannya dan 2 lansia activity daily living ( ADL) lansia
mendapat mengatakan kurang dengan cara pengumpulan data
mendapatkan dukungan emosional sekaligus pada suatu saat (point time
dari pasangan lansia seperti approach) (Notoatmodjo, 2010).
kepedulian dan tidak penah mendapat Penelitian dilakukan pada lansia
pujian dari pasangannya diperoleh yang memiliki pasangan di Desa
darihasil wawancara lansia yang Gogik Kecamatan Ungaran Barat.
kurang mendapat dukungan Penelitian telah dilakukan pada
mengatakan merasa dirinya tidak Tanggal 14 Januari dan 15 Januari
dibutuhkan lagi dan melakukan 2017. Populasi dalam penelitian ini
aktivitas seadanya karena sudah tidak adalah semua lansia yang masih
ada semangat untuk beraktivitas. memiliki pasangan di Desa Gogik
Terdapat 2 lansia yang memiliki Kecamatan Ungaran Barat sejumlah
ketergatungan sedang diperoleh hasil 159 orang (berdasarkan hasil catatan
bahwa1 lansia kurang mendapat administrasi Desa Gogik Kecamatan
dukungan kasih sayang seperti saat Ungaran Barat bulan Januari-
sakit tidak diobati, tidak mau November 2016). Teknik
menyiapkan makanan, membantu pengumpulan data dalam penelitian
berpakaian, dan kebersihan diri ini menggunakan purposive sampling
pasangan dan 1 lansia yang mendapat yaitu cara pengambilan sampel yang
dukungan emosional yang baik didasarkan pada suatu pertimbangan
seperti pasangan lansia selalu tertentu yang dibuat oleh peneliti
memberi kasih sayang dan selalu sendiri.
membantu memenuhi kebutuhan Intrumen yang digunakan akan
pasangannya meski dalam keadaan dilakukan uji validitas relebih dahulu.
sakit dan semua aktivitas harus di Uji validitas dilakukan di Desa
bantu dari menyiapkan makanan, Nyatnyono memperoleh hasil Hasil
mandi hingga eliminasi dan yang lain. uji validitas kuesioner tentang
Lansia mengatakan senang dan dukungan emosional pasangan hidup
merasa sangat diper- dulikan meski dari 20 item didapatkan 3 item
dalam keadaan sakit sehingga lansia pertanyaan tidak valid. Pertanyaan
termotivasi untuk cepat sembuh. yang tidak valid telah diganti dan
Dari fenomena yang terjadi diatas dilakukan uji validitas ulang. Setelah
tertarik melakukan penelian mengenai dilakukan uji validitas dengan
Hubungan Antara Dukungan menyederhanakan pertanyaan
Emosional Pasangan Hidup Terhadap didapatkan 20 item pertanyaan valid
Activity Daily Living (ADL) Lansia di dengan dengan nilai r antara 0,550-
Desa Gogik Kecamatan Ungaran 0,875.
Barat.

Hubungan antara Dukungan Emosional Pasangan Hidup terhadap Pemenuhan


Activity Daily Living ( ADL) Lansia Di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat 4
Analisis univariat akan Tabel 4.2 Gambaran pemenuhan
menjelaskan data-data yang disajikan activity daily living (ADL) lansia di
dengan tabel distribusi frekuensi, Desa Gogik Kecamatan Ungaran
sehingga akan tergambar fenomena Barat Kabupaten Semarang
yang berhubungan dengan variabel
yang di teliti. Analisis univariat dalam Activity Daily Living Frekuensi Persentase
Penelitian ini adalah gambaran (ADL) (%)
Ketergantungan Ringan23 37,7
dukungan emosional pasangan hidup
Mandiri 38 62,3
lansia di Desa Gogik Kecamatan Total 61 100,0
Ungaran Barat dan juga untuk Dari Tabel 4.2 distribusi
mengetahui Gambaran Pemenuhan frekuensi activity daily living (ADL
ADL lansia di Desa Gogik diketahui bahwa paling banyak
Kecamatan Ungaran Barat. responden dengan Activity Daily
Analisa bivariat untuk Living (ADL) dalam kategori mandiri
mengetahui hubungan dukungan yaitu sebanyak 38 responden (62,3
keluarga dengan kemandirian lansia. %).
Analisa data yang digunakan untuk Tabel 4.3 Hubungan dukungan
mengetahui hubungannya adalah uji emosional pasangan hidup
Chi Square. Untuk melihat tingkat terhadap pemenuhan Activity Daily
kemaknaan 95% ( 0,05) Living (ADL) lansia di Desa Gogik
(Notoatmodjo, 2010). Etika penelitian Kecamatan Ungaran Barat
menekan prinsip prinsip dalam etika Kabupaten Semarang
yang berlaku, meliputi: lembar Dukungan Activity Daily Living (ADL Total p-
persetujuan (Informed Consent), emosional value
Ketergantungan Mandiri
tanpa nama (Anominity), kerahasiaan Ringan
(Confidentiality), menghormati hak N % N % N %
Rendah 14 73,7 5 26,3 19 100 0,000
asasi manusia (dignity) dan Sedang 6 35,3 11 64,7 17 100
kesepakatan (Fidelity). Tinggi 3 12,0 22 88,0 25 100
HASIL PENELITIAN 23 37,7 38 62,3 61 100
Tabel 4.1 Distribusi frekuensi Berdasarkan tabel 4.3 dapat
dukungan emosional pasangan diketahui bahwa hasil uji statistik
hidup lansia di Desa Gogik menggunakan Uji chi square dengan
Kecamatan Ungaran Barat taraf signifikansi 5 % (0,05)
Kabupaten Semarang. didapatkan p value sebesar 0,000.
Dukungan Frekuensi Persentase Nilai p value tersebut menunjukkan
emosional (%)
bahwa ada hubungan dukungan
Tinggi 25 41,0
Sedang 17 27,9 emosional pasangan hidup terhadap
Rendah 19 31,1 pemenuhan Activity Daily Living
Total 61 100,0 (ADL) lansia di Desa Gogik
Dari Tabel 4.1 distribusi Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten
frekuensi dukungan emosional Semarang.
diketahui bahwa sebagian besar
responden mempunyai dukungan
emosional dalam kategori tinggi yaitu
sebanyak 25 responden (41,0 %).

Hubungan antara Dukungan Emosional Pasangan Hidup terhadap Pemenuhan


Activity Daily Living ( ADL) Lansia Di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat 5
PEMBAHASAN bentuk dukungan emosional dalam
1.Gambaran dukungan emosional penelitian dilihat dari aspek
pasangan hidup lansia di Desa kenyamanan sebagian besar
Gogik Kecamatan Ungaran Barat responden menyatakan bahwa (47,5
Kabupaten Semarang %) pasangannya selalu menghibur
Berdasarkan hasil penelitian Tabel saya ketika saya lelah beraktivitas
4.1 diketahui bahwa sebagian besar dan (41,0 %) pasangan saya selalu
responden mempunyai dukungan membuat saya bahagia saat saya
emosional kategori tinggi yaitu berada di rumah.
sebanyak 25 responden (41,0 %), Selain menghibur, wujud kasih
sebagian juga memperoleh dukungan sayang sebagai salah satu bentuk
emosional rendah (31,1%). dukungan emosional yang
Dilihat dari hasil analisis penelitian ditunjukkan pasangan terhadap
pada dukungan emosional pasangan responden dalam penelitian ini juga
kategori tinggi didapatkan 59,0 % dapat dilihat dari hasil penelitian
lansia menjawab pasangan selalu dimana sebagian besar responden
mengingatkan untuk istirahat yang menyatakan bahwa (55,7%)
cukup setelah beraktivitas. pasangan saya selalu menghormati
Hasil penelitian menunjukan setiap keputusan yang telah saya
presentase jawaban untuk menilai buat dalam hal ini sebagai seorang
aspek perhatian selanjutnya yaitu laki-laki dalam sebuah penikahan
60,7% pasangan lansia menjawab adalah panutan keluarga yang
selalu menenangkan saya ketika saya mengambil dan menentukan sebuah
merasa sedih karena tidak mampu keputusan baik keputusan untuk diri
melakukan aktivitas hal ini berkaitan sendiri ataupun untuk kepentingan
dengan pasangan lansia sebagai keluarga.
pendamping hidup menggunakan Hasil analisis penelitian
komunikasi yang baik untuk berikutnya ditemukan bahwa
menenangkan pasangan ketika merasa responden pada penelitian aspek
sedih. keterbukaan didapatkan bahwa (31,1
Hasil analisis penelitian berikutnya %) lansia menjawab pasangan saya
membuktikan bahwa wujud perhatian kadang- kadang mengajak diskusi
pasangan dalam menunjang untuk mengatasi masalah yang timbul
kemandirian lansia melakukan karena penyakit saya (60,7 %), dan
aktivitas dibuktikan dari analisis Pasangan saya mengajak saya
jawaban diperoleh pasangan lansia mengatasi masalah dengan cara
selalu manawarkan bantuan apabila bertukar pendapat dengan saya
saya tidak mampu melakukan (67,2%).
aktivitas (55,7 %). Pernyataan tersebut memperoleh
Keluarga memberikan perhatian hasil yang berbeda pada
dalam bentuk lain dibuktikan dalam kenyataannya dibuktikan dari hasil
penelitian diperoleh 62,3 % penelitian mengukur aspek pujian
pasangan lansia selalu memberi lansia menjawab pasangan saya
dukungan untuk tetap menjalankan kadang memuji tindakan saya dalam
aturan-aturan Tuhan. Berdasarkan melakukan kegiatan sehari hari
hasil analisis penelitian diketahui (50,9%). Hal ini mungkin disebabkan

Hubungan antara Dukungan Emosional Pasangan Hidup terhadap Pemenuhan


Activity Daily Living ( ADL) Lansia Di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat 6
oleh Pada masa usia madya (42-59 sebagian besar 61-65 tahun dan
tahun) dan usia lanjut, seseorang sebagian besar lansia masih bekerja
mengalami perubahan peran dimana dari hal tersebut berbagai aktivitas
mereka harus melakukan perubahan yang dapat dilakukan sendiri secara
peran yang sulit dan menimbulkan mandiri.
emosi (Rubenstein, 2010). Zaszkia (2008) meneliti tentang
Hasil penelitian Bernard faktor-faktor yang mempengaruhi
(2006) menunjukkan bahwa laki-laki kemandirian lansia dalam pemenuhan
yang menikah, jauh lebih baik secara Activity Daily Living (ADL) Lansia di
fisik, social, dan psikologis Panti Sosial Tresna Werdha Budi
dibandingkan perempuan yang Mulia 4 Margaguna Jakarta Selatan
menikah. Senada dengan ini, Mugford memperuleh hasil terdapat hubungan
dan Laly (2008) serta Rubenstein antara kondisi kesehatan, kondisi
(2010) dalam penelitiannya ekonomi, kehidupan beragama
menemukan bahwa perempuan lebih dan dukungan keluarga dengan
banyak melaporkan perasaan kemandirian lansia.
frustrasi, ketidakpuasaan, adanya Faktor yang mempengaruhi tingkat
masalah perkawinan, dan keinginan kemandirian lansia dalam melakukan
untuk bercerai dari pada suami. Para aktivitas sehari-hari seperti usia,
istri lebih banyak mengalami imobilitas dan mudah jatuh (Ediawati,
kecemasan dan dalam keadaan 2012) Hal tersebut sesuai dengan
nervous breakdown (perasaan tidak hasil penelitian dimana menurut
berdaya, cemas, kuatir dan fisik analisis penelitian salah satu hal yang
merasa sakit), menyalahkan diri mempengaruhi tingkat kemandirian
sendiri atas ketidak sesuaian antara responden dalam penelitian ini adalah
harapan dengan kenyataan dalam usia responden yang rata-rata masih
perkawinannya. perkawinannya tergolong dalam usia lansia yaitu
(Mugrofd, 2008). lansia awal usia 60-62 tahun dimana
2.Gambaran pemenuhan Activity pada usia ini lansia masih mampu
Daily Living (ADL) lansia di Desa mentoleransi aktivitas sehari-hari
Gogik Kecamatan Ungaran Barat yang bisa dilakukan sendiri.
Kabupaten Semarang memenuhi kebutuhan sehariharinya.
Berdasarkan hasil penelitian Menurut Mutadin (2012) juga
diketahui bahwa sebagian besar mengatakan bahwa untuk dapat
responden mempunyai Activity Daily mandiri seseorang membutuhkan
Living (ADL) mandiri dalam kesempatan, dukungan dorongan dari
beraktivitas yaitu sebanyak 38 keluarga serta lingkungan di
responden (62,3 %). ADL dalam sekitarnya, agar dapat mencapai
kategori mandiri pada sebagian besar otonomi atas diri sendiri. Selain itu
responden tersebut dapat dilihat dari kemandirian bagi orang lanjut usia
hasil penelitian yang menunjukkan dapat dilihat dari kualitas hidup.
bahwa semua responden dengan ADL Hasil penelitian selain mandiri
mandiri dapat melakukan semua ditemukan lansia kategori
aktivitas tanpa bantuan orang lain. ketergantungan ringan sebanyak 23
Dilihat dari hasil penelitian responden (37,7%) dibuktikan dengan
didapatkan bahwa usia lansia hasil penelitian didapatkan lansia

Hubungan antara Dukungan Emosional Pasangan Hidup terhadap Pemenuhan


Activity Daily Living ( ADL) Lansia Di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat 7
masih memerlukan bantuan saat naik Lansia yang mengamai masalah
turun tangga (24,6%), lansia yang pada buang air kecil dengan hasil
mengalami ketergantungan ringatn jawaban lansia menyatakan beberapa
menyatakan bahwa sulit untuk lansia harus dibantu dalam buang air
menaiki tangga karena merasa tidak kecil ini di dukung dari faktor tempat
mampu dan takut jatuh, kemampuan tinggal dimana kondisi lantai yang
otot lansia yang sudah mulai menurun licin dan tempat buang air kecil yang
membuat lansia untuk malas kurang memungkinkan bagi lansia
melakukan suatu aktivitas dan lebih untuk melakukan buang air kecil
bergantung dengan orang lain secara mandiri. Keluarga lansia
terutama keluarga. kurang memperhatikan kondisi
Selain itu lansia mengalami lingkungan yang cocok untuk lansia
kesulitan dalam buang air besar agar lansia terhindar dari resiko jatuh
diperoleh kadang mengalami akibat lingkungan.
inkontinensia (21,3%). Hasil analisis Analisis penelitian juga
hal ini kemungkinan disebabkan didapatkan sebagian lansia dibantu
karena pola makan lanisa yang kurang dalam berpakaian (8,2%).
sehat dan kurang memperhatikan Ketidakmandirian lansia dalam
asupan serat dan cairan yang aktivitas pada umumnya dipengaruhi
diperlukan oleh tubuh juga lansia oleh faktor fisik dan minat lansia
yang rata-rata mengatakan kurang dalam merawat diri. Lansia
menyukai makan sayuran dan buah- merupakan populasi rentan yang lebih
buahann sehingga lansia sering besar kemungkinannya untuk
mengalami inkontinensia. Seperti mengalami masalah kesehatan akibat
yang dijelaskan (Potter & Perry 2006) paparan berbagai risiko lebih tinggi
lansia yang mengalami kemunduran atau rentan daripada populasi yang
fisik terutama melemahnya fungsi lainnya.
organ salah satunya adalah Hubungan dukungan emosional
melemahnya motilitas usus untuk pasangan hidup terhadap
mengolah atau mencerna makanan pemenuhan Activity Daily Living
menyebabkan lansia sering (ADL) lansia di Desa Gogik
mengalami konstipasi Kecamatan Ungaran Barat
Hasil analisis penelitian selain Kabupaten Semarang
masalah inkontinensia juga Berdasarkan tabel 4.3 Dari hasil uji
didapatkan masalah buang air kecil statistik didapatkan responden
pada lansia dimana sebagian lansia di sebagian besar mempunyai Activity
bantu dalam buang air kecil (13,1%). Daily Living (ADL) dalam kategori
Kerentanan bersifat multidimensi mandiri dengan dukungan emosional
yaitu dipengaruhi oleh faktor tinggi yaitu sebanyak 22 responden
keterbatasan sumber daya, faktor (88,0 %), p value sebesar 0,000. Nilai
perubahan status kesehatan, faktor p value tersebut menunjukkan bahwa
risiko kesehatan, faktor marjinalisasi. ada hubungan dukungan emosional
Kondisi tersebut dapat mempengaruhi pasangan hidup terhadap pemenuhan
tingkat kualitas hidup lansia dalam Activity Daily Living (ADL) lansia di
menjalani masa tuanya. Desa Gogik Kecamatan Ungaran
Barat Kabupaten Semarang.

Hubungan antara Dukungan Emosional Pasangan Hidup terhadap Pemenuhan


Activity Daily Living ( ADL) Lansia Di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat 8
Menurut hasil penelitian yang didapatkan hasil (67.6 %)
didapatkan ada hubungan antara memberikan dukungan emosional.
dukungan emosional pasangan hidup Dukungan emosional yang
terhadap ADL lansia ini dibuktika diberikan berupa kepedulian anggota
dengan lansia yang medapat keluarga terhadap kemandirian lansia
dukungan emosional tinggi dalam aktivitas sehari-hari. Tidak
menyatakan perhatian dan kasih semua lansia memperoleh hasil
sayang yang diberikan pasangannya mendapat dukungan emosional yang
membuat lansia lebih semangat dalam baik dari keluarga hasil penelitian
melakukan aktvitas, dalam penelitian juga didapatkan, responden yang
rata-rata lansia berumur 60-62 tahun mengalami ketergantungan ringan
(lansia awal) dan umur pasangan 45- sebanyak 14 responden mendapatkan
59 tahun (madya) dalam hal ini lansia dukungan emosional rendah dari
dan pasangan yang memiliki pasangan dengan presentase (73,7%).
kedekatan semakin erat karena Dalam teori kepribadian menurut
mereka memandang kehidupan masa Ericson (19021994) menyatakan
tua yang dijalani berdua karena anak- lansia (yang usianya diatas 60 tahun)
anak sudah dewasa dan berkeluarga merasa hidup mereka sudah dekat
sehingga segala sesuatu dilakukan dengan akhir hayat dan pada masa ini
dan dijalani berdua sehingga lansia kasih sayang dari lingkup keluarga
dan pasangan lansia saling terdekat merupakan kenikmatan
memberikan dukungan sosial tersendiri. Hal ini menunjukkan
terutama dukungan emosional. bahwa perawatan oleh keluarga akan
Dukungan emosional seperti yang menguntungkan tidak hanya secara
dijelaskan diatas juga didefinisikan fisik tapi juga psikologis lansia
sebagai suatu bentuk menghibur (Hardywinoto, 2009).
untuk seseorang yang sedang Lansia yang kurang mendapat
membutuhkan seperti seseorang yang dukungan emosional, lansia akan
sedang stress atau depresi. Menghibur mengalami ketidaknyamanan, yang
telah didefinisikan sebagai prilaku menyebabkan terjadinya respon
yang memiliki fungsi untuk negatif dalam diri lansia.
meringankan seseorang yang merasa Dari hasil penelitian juga didapat
tertekan(Pierce And Barbara, 2013) . meskipun mendapatkan dukungan
Hasil penelitian tersebut didukung emosional yang rendah dari pasangan,
oleh penelitian Siti Khulaifah (2013), namun hal tersebut tidak
dengan hasil penelitian menunjukkan mempengaruhi lansia dalam
adanya hubungan antara dukungan melakukan aktivitas sehari-hari.
keluarga dengan kemandirian Lansia yang mendapat dukungan
memperoleh hasil ada hubungan emosional rendah mampu melakukan
antara dukungan keluarga dengan aktivitas secara mandiri pada hasil
kemandirian lansia dalam pemenuhan penelitian didapatkan sebesar 26,3 %.
aktifitas sehari-hari di Dusun Kemandirian lansia dipengaruhi oleh
Sembayat Timur Kecamatan Manyar beberapa faktor seperti dalam hal ini
Kabupaten Gresik. Sedangkan pada faktor fisik, kemungkinan besar
bentuk dukungan emosional mempengaruhi lansia untuk

Hubungan antara Dukungan Emosional Pasangan Hidup terhadap Pemenuhan


Activity Daily Living ( ADL) Lansia Di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat 9
meningkatkan minat dalam tersebut menyebabkan menurunnya
melakukan ADL secara mandiri. daya tarik terhadap pasangan yang
Hasil penelitian responden yang juga berpengaruh terhadap hubungan
mendapat dukungan emosional seksualitas (Jahja, 2011).
rendah tetapi mampu melakukan SIMPULAN
aktivitas mandiri rata-rata berusia 61- Dari hasil penelitian didapatkan
62 tahun dan tidak bekerja. Dalam hal bahwa sebagian besar reponden
ini kemampuan lansia dilihat dari Dukungan emosional dalam kategori
umur menjadi faktor bahwa umur tinggi yaitu sebanyak 25 responden
mempengaruhi lansia dalam (41,0 %). Activity Daily Living (ADL)
beraktivitas dan begitu juga dengan dalam kategori mandiri yaitu
pekerjaan. Pekerjaan merupakan sebanyak 38 responden (62,3 %). Ada
suatu kegiatan untuk memperoleh hubungan yang signifikan atara
penghasilan dan digunakan untuk dukungan emosional pasangan hidup
memenuhi kebutuhan sehari-hari. terhadap pemenuhan Activity Daily
Selain faktor umur dan ekonomi, Living (ADL) lansia di Desa Gogik
Hasil penelitian diatas didukung oleh Kecamatan Ungaran Barat dengan p
(Setiati, 2009; Maslow,2006) value sebesar 0,000. Diharapkann
menyebutkan selain dukungan pasangan lansia dapat saling memberi
keluarga faktor lain yang dukungan emosional meliputi
mempengaruhi kemandirian lansia perhatian, kasih sayang, kepedulian
adalah mempengaruhi ADL lansia dan cinta kasih satu sama lain.
diantaranya adalah umur, fungsi Dengan adanya perhatian, kepedulian
kognitif, penyakit, faktor kesehatan dan kasih sayang dari pasangan akan
fisik, psikologis, sosial-ekonomi dan membantu lansia terhidar dari
religius spiritual. Lansia yang sudah masalah psikologis yang dapat
tidak bekerja dalam hal ini membuat menimbulkan penyakit pada lanisa
pasangan lansia merasa bahwa kurang yang akan menghambat lansia dalam
berminat memberikan dukungan, memenuhi kebutuhan dasar lansia
sehingga dapat disimpulkan bahwa tersebut.
faktor ekonomi juga sangat SARAN
mempengaruhi pasangan dalam 1. Bagi Pasangan lansia diharapkann
memberikan dukungan emosional. pasangan lansia dapat saling
Menurut Maslow (2006) memberi dukungan emosional
menyebutkan faktor yang meliputi perhatian, kasih sayang,
mempengaruhi aktivitas sehari-hari kepedulian dan cinta kasih satu
seperti penyakit, konsep diri dan sama lain. Dengan adanya
tahap perkembangan dan lansia perhatian, kepedulian dan kasih
memiliki keunikan tersendiri. sayang dari pasangan akan
Memasuki masa lansia umumnya membantu lansia terhidar dari
mulai dihinggapi adanya kondisi fisik masalah psikologis yang dapat
yang bersifat patologis berganda, menimbulkan penyakit pada lanisa
misalnya tenaga berkurang, energi yang akan menghambat lansia
menurun, gigi makin rontok, kulit dalam memenuhi kebutuhan dasar
keriput, tulang makin rapuh. lansia tersebut.
Perubahan fisik pada pasangan

Hubungan antara Dukungan Emosional Pasangan Hidup terhadap Pemenuhan


Activity Daily Living ( ADL) Lansia Di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat 10
2. Keluarga lansia Diharapkan seluruh tenaga
Diharapkan keluarga sebagai orang kesehatan untuk meningkatkan
terdekat lansia juga memberikan derajat kesehatan masyarakat
dukungan sosisal terutama terutama kesehatan dan
dukungan emosional karena kesejahteraan para lanjut usia
dengan mmeberikan kasih sayang, dengan cara memperluas wawasan
perhatian dan empai pada lansia, mengenai kebutuhan dasar lansia
lansia merasa terhibur dan merasa dan menjadikan tenaga kesehatan
nyaman berada dilingkungan sebagai sumber bantuan untuk
rumah sehingga lansia termotivasi meningkatkan kualitas hidup
untuk melakukan aktivitas secarta pasangan lansia dan mewujudkan
mandiri. tenaga kesehatan yang holistik.
3. Tenaga kesehatan

DAFTAR PUSTAKA Price, A & Wilson .(2013).


Departemen Kesehatan Republik Patofisiologi konsep klinis
Indonesia. (2014). Riset proses proses penyakit
Kesehatan Dasar (Edisi 4), Volume satu.
(Riskesdas) 20013. Jakarta : Jakarta: EGC.
Badan Penelitian dan Saryono Setiawan, dan Ari. (2011).
Pengembangan Kesehatan Metodologi Penelitian
Departemen Kebidanan.Yogyakarta:Num
ed
Friedman et al.2010. Buku Ajar Setiati, Siti. 2009. Pedoman Praktis
Keperawatan Keluaga: Riset, Perawatan Kesehatan untuk
Teori, & Praktik. Edisi 5. Mengasuh Orang Usia
Alih Bahasa: Achir Yani et Lanjut. Jakarta: PKUI
al. Jakarta: EGC

Hurlock, E. 2011. Psikologi


Perkembangan. Jakarta:
Erlangga
Maslow,Abraham H.1984.Motivasi
dan Kepribadian: Teori
Motivasi dengan Ancangan
Hirarki Kebutuhan Manusia
(judul asli: Motivation and
Personality). Diterjemahkan
oleh Nurul Iman. Jakarta:
PT. Pustaka Binaman
Pressindo
Notoatmodjo Soekidjo.(2010).
Metodologi penelitian
kesehatan. Ed.Rev. Jakarta:
Rineka Cipta

Hubungan antara Dukungan Emosional Pasangan Hidup terhadap Pemenuhan


Activity Daily Living ( ADL) Lansia Di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat 11