Anda di halaman 1dari 13

Pencemaran adalah masuknya mahluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam air atau

udara, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Pencemaran juga dapat dikatakan
berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam,
sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan
peruntukkannya. Pencemaran terhadap lingkungan dapat terjadi di mana saja dengan laju yang
sangat cepat, dan beban pencemaran yang semakin berat akibat limbah industri dari berbagai
bahan kimia termasuk logam berat.

Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran di sebut polutan, yang salah satu
contohnya adalah sampah. Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah
berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat
keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada
hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.
Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka sampah
dapat dibagi menurut jenis-jenisnya.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi sampah:

# TANJUNG, Dr. M.Sc


Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai
semula

# RADYASTUTI, W. Prof. Ir (1996)


Sampah adalah sumber daya yang tidak siap pakai

# BASRIYANTA
Sampah merupakan barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik /
pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai atau dikelola dengan prosedur yang benar

# KAMUS LINGKUNGAN (1994)


Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk digunakan
secara biasa atau khusus dalam produksi atau pemakaian; barang rusak atau cacat selama
manufaktur; atau materi berlebihan atau buangan.

# PRIE G. S
Sampah adalah barang yang kita miliki tetapi sama sekali tidak pernah ada gunanya

# ECOLINK (1996)
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia
meupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis

# SETYO PURWENDRO
Sampah merupakan bahan padat buangan dari kegiatan rumah tangga, pasar, perkantoran,
rumah penginapan, hotel, rumah makan, industri ataupun aktivitas manusia lainnya sehingga
dengan kata lain, sampah merupakan hasil sampingan dari aktivitas manusia yang sudah tidak
terpakai

# WIJAYA JATI
Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktivitas manusia. Setiap altivitas manusia pasti
menghasilkan sampah
# DARMADI
Sampah merupakan produk buangan yang pada umumnya berbentuk benda padat, dengan
komposisi bahan organis dan anorganik

JENIS JENIS SAMPAH

Menurut Daniel (2009) terdapat tiga jenis sampah yang dibagi berdsarkan sifatnya, yaitu :

1. Sampah organik (dapat diurai (degradable)): sampah yang terdiri dari bahan-bahan
yang bisa terurai secara alamiah/biologis, seperti sisa makanan dan guguran daun.
Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah basah.
2. Sampah anorganik (tidak terurai (undegradable)): sampah yang terdiri dari bahan-
bahan yang sulit terurai secara biologis. Proses penghancurannya membutuhkan
penanganan lebih lanjut di tempat khusus, misalnya plastik, kaleng dan styrofoam.
Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah kering.
3. Sampah bahan berbahaya dan beracun (B3): limbah dari bahan-bahan berbahaya dan
beracun seperti limbah rumah sakit, limbah pabrik dan lain-lain.

Alex (2012) lebih menjelaskan jenis-jenis sampah lebih rinci sebagai berikut:

1. Berdasarkan Sumbernya

1. Sampah alam: sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses
daur ulang alami, seperti daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah.
2. Sampah manusia: hasil-hasil dari pencernaan manusia, seperti feses dan urin.
3. Sampah rumah tangga: sampah dari kegiatan di dalam rumah tangga, sampah yang
dihasilkan oleh kebanyakan rumah tangga adalah kertas dan plastik.
4. Sampah konsumsi: sampah yang dihasilkan oleh manusia dari proses penggunaan
barang seperti kulit makanan dan sisa makanan.
5. Sampah perkantoran: sampah yang berasal dari lingkungan perkantoran dan pusat
perbelanjaan seperti sampah organik, kertas, tekstil, plastik dan logam.
6. Sampah industri: sampah yang berasal dari daerah industri yang terdiri dari sampah
umum dan limbah berbahaya cair atau padat.
7. Sampah nuklir: sampah yang dihasilkan dari fusi dan fisi nuklir yang menghasilkan
uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidup dan juga manusia.

2. Berdasarkan Bentuknya

Sampah adalah bahan baik padat atau cairan yang tidak dipergunakan lagi dan dibuang.
Menurut bentuknya sampah dapat dibagi menjadi :

1. Sampah Padat

Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair.
Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal, gelas dan
lain-lain. Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah
anorganik. Sampah organik Merupakan sampah yang berasal dari barang yang mengandung
bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari
peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada waktu pembersihan kebun
dan sebagainya. Berdasarkan kemampuan diurai oleh alam (biodegradability), maka sampah
dapat dibagi lagi menjadi:

1. Biodegradable: yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses
biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah
pertanian dan perkebunan.
2. Non-biodegradable: yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Dapat
dibagi lagi menjadi:

a) Recyclable: sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai

secara ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-lain.

b) Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah m

atau diubah kembali seperti tetra packs, carbon paper, thermo coal dan lain-lain.

1. Sampah Cair

Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan
dibuang ke tempat pembuangan sampah.

1. Sampah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet dan industri. Sampah ini

mengandung patogen yang berbahaya.

2. Sampah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan

tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen.

Sampah B3

Pengertian B3 atau Bahan Berbahaya dan Beracun menurut OSHA (Occupational Safety and
Health of the United State Government) adalah bahan yang karena sifat kimia maupun kondisi
fisiknya berpotensi menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia, kerusakan properti dan
atau lingkungan.

Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan
Berbahaya dan Beracun, B3 didefinisikan sebagai bahan yang karena sifat dan atau
konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat
mencemarkan dan atau merusak lingkungan hidup, dan atau dapat membahayakan lingkungan
hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya.

Salah satu peraturan yang mengatur pengelolaan B3 adalah Peraturan Pemerintah Nomor 74
Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. Dalam PP ini, B3
diklasifikasikan menjadi :

1. Mudah meledak (explosive), yaitu bahan yang pada suhu dan tekanan standar (25 0C,
760 mmHg) dapat meledak atau melalui reaksi kimia dan atau fisika dapat
menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak
lingkungan di sekitarnya.
2. Pengoksidasi (oxidizing), yaitu bahan yang memiliki waktu pembakaran sama atau
lebih pendek dari waktu pembakaran senyawa standar.
3. Sangat mudah sekali menyala (extremely flammable), yaitu B3 padatan dan cairan yang
memiliki titik nyala di bawah 0 derajat C dan titik didih lebih rendah atau sama dengan
35 0C.
4. Sangat mudah menyala (highly flammable), yaitu bahan yang memiliki titik nyala 0-
210C.
5. Mudah menyala (flammable).
6. Amat sangat beracun (extremely toxic);
7. Sangat beracun (highly toxic);
8. Beracun (moderately toxic), yaitu bahan yang bersifat racun bagi manusia dan akan
menyebabkan kematian atau sakit yang serius apabila masuk ke dalam tubuh melalui
pernafasan, kulit atau mulut.
9. Berbahaya (harmful), yaitu bahan baik padatan maupun cairan ataupun gas yang jika
terjadi kontak atau melalui inhalasi ataupun oral dapat menyebabkan bahaya terhadap
kesehatan sampai tingkat tertentu.
10. Korosif (corrosive), yaitu bahan yang menyebabkan iritasi pada kulit, menyebabkan
proses pengkaratan pada lempeng baja SAE 1020 dengan laju korosi lebih besar dari
6,35 mm/tahun, atau mempunyai pH sama atau kurang dari 2 untuk B3 bersifat asam
dan sama atau lebih besar dari 12,5 untuk yang bersifat basa.
11. Bersifat iritasi (irritant), yaitu bahan padat atau cair yang jika terjadi kontak secara
langsung, dan apabila kontak tersebut terus menerus dengan kulit atau selaput lendir
dapat menyebabkan peradangan.
12. Berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment), yaitu bahaya yang
ditimbulkan oleh suatu bahan seperti merusak lapisan ozon (misalnya CFC), persisten
di lingkungan (misalnya PCBs), atau bahan tersebut dapat merusak lingkungan.
13. Karsinogenik (carcinogenic), yaitu bahan yang dapat menyebabkan sel kanker.
14. Teratogenik (teratogenic), yaitu bahan yang dapat mempengaruhi pembentukan dan
pertumbuhan embrio.
15. Mutagenik (mutagenic), yaitu bahan yang menyebabkan perubahan kromosom
(merubah genetika).

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti
danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Menurut Keputusan Menteri
Negara Kepedudukan dan Lingkungan Hidup No.02/MENLH/I/1998, yang dimaksud dengan
polusi/pencemaran air adalah masuk/dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau
komponen lain kedalam air/udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, kurang atau
tidak dapat berfungsi lagi dengan peruntukannya.

Berdasarkan peruntukannya, air (tidak termasuk air laut) di bagi empat golongan, yaitu:
1. Golongan A, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa ada
pengolahan terlebih dahulu.
2. Golongan B, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk air minum.
3. Golongan C, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan.
4. Golongan D, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian, usaha perkotaan,
industri, dan pembangkit tenaga listrik.
Menurut WHO, ditetapkan empat tahapan pencemaran :
1.Pencemaran tingkat pertama
Pencemaran yang tidak menimbulkan kerugian pada manusia, baik dilihat dari kadar zat
pencemarannya maupun waktu kontaknya dengan lingkungan
2.Pencemaran tingkat kedua
Pencemaran yang mulai menimbulkan iritasi ringan pada panca indera dan alat vegetatif
lainnya serta menimbulkan gangguan pada komponen ekosistem lainnya
3.Pencemaran tingkat ketiga
Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang
kronis
4.Pencemaran tingkat keempat
Pencemaran yang telah menimbulkan dan mengakibatkan kematian dalam lingkungan karena
kadar zat pencemar terlalu tinggi

Berdasar Jenis Bahannya pencemar air dibedakan menjadi:


a. Bahan pencemar fisik
Bahan pencemar fisik diantaranya adalah sampah, lumpur, pasir, dan sebagainya.

b. Bahan pencemar kimia


Bahan pencemar kimia antara lain zat-zat organik bisa berupa lemak, minyak, detergen,
sabun, zat warna, karbohidrat, protein maupun zat-zat anorganik (unsur bebas, logam berat,
asam, basa, dan garam) dan zat radioaktif.

c. Bahan pencemar biologis


Bahan pencemar biologis dapat dibagi menjadi dua yaitu mikroorganisme patogen dan
mikroorganisme yang pertumbuhannya tidak terkendali (bloming ) karena eutrofikasi.
Mikroorganisme patogen terutama berasal dari tinja manusia. Ada 4 kelompok
mikroorganisme yang terkandung dalam tinja yaitu virus, bakteri, protozoa, dan cacing.
Mikroorganisme yang pertumbuhannya tidak terkendali antara lain adalah fitoplankton,
ganggang ,dan eceng gondok.

Pencemaran air dapat diamati dengan cara sebagai berikut

1. Pengamatan secara fisis

Pengamatan pencemaran air secara fisis dapat dilihat dari tingkat kejernihan air atau keruh
tidaknya air, perubahan suhu, dan apakah ada perubahan warna, bau dan rasa. Jika terdapat
perubahan-perubahan tersebut seperti air menjadi berwarna hitam, bau gas, dll berarti air
lingkungan sudah tercemari

2. Pengamatan secara kimiawi


Pengamatan air secara kimiawi dilakukan dengan mengamati zat pencemar yang terlarut di
dalam air kemudian melihat apakah terdapat perubahan pH.

3. Pengamatan secara biologis


Pengamatan secara biologis dengan mengamati keberadaan mikroorganisme dalam air seperti
ada tidaknya bakteri patogen (contohnya E. coli dan Salmonella). Air yang tercemar dan
mengandung bakteri patogen dapat membahayakan kesehatan manusia

Ciri-ciri Pencemaran

Air yang baik adalah air yang tidak tercemar secara berlebihan oleh zat-zat kimia atau
mineral terutama oleh zat-zat atau mineral yang berbahaya bagi kesehatan.

Adapun beberapa indikator bahwa air sungai telah tercemar adalah sebagai berikut:
a. Adanya perubahan suhu air. Air yang panas apabila langsung dibuang ke lingkungan akan
mengganggu kehidupan hewan air dan mikroorganisme lainnya.
b. Adanya perubahan pH atau konsentrasi ion Hidrogen. Air normal yang memenuhi syarat
untuk suatu kehidupan mempunyai pH berkisar antara 6,5 7,5.
c. Adanya perubahan warna, bau dan rasa air. Air dalam keadaan normal dan bersih pada
umumnya tidak akan berwarna, sehingga tampak bening dan jernih, tetapi hal itu tidak
berlaku mutlak, sering kali zat-zat beracun justru terdapat pada bahan buangan industri yang
tidak mengakibatkan perubahan warna pada air. Timbulnya bau pada air lingkungan secara
mutlak dapat dipakai sebagai salah satu tanda terjadinya pencemaran. Apabila air memiliki
rasa berarti telah terjadi penambahan material pada air dan mengubah konsentrasi ion
Hidrogen dan pH air.
d. Timbulnya endapan, koloidal, bahan terlarut. Bahan buangan yang berbentuk padat,
sebelum sampai ke dasar sungai akan melayang di dalam air bersama koloidal, sehingga
menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam lapisan air. Padahal sinar matahari sangat
diperlukan oleh mikroorganisme untuk melakukan fotosintesis.
e. Adanya mikroorganisme. Mikroorganisme sangat berperan dalam proses degradasi bahan
buangan dari limbah industri ataupun domestik. Bila bahan buangan yang harus di degradasi
cukup banyak, maka mikroorganisme akan ikut berkembang biak. Pada perkembangbiakan
mikroorganisme ini tidak tertutup kemungkinan bahwa mikroba patogen ikut berkembang
biak pula.
f. Meningkatnya radioaktivitas air lingkungan. Zat radioaktif dari berbagai kegiatan dapat
menyebabkan berbagai macam kerusakan biologis apabila tidak ditangani dengan benar, baik
efek langsung maupun efek tertunda.

Jenis Pencemaran Air


Menurut Darmano (1995), pencemaran air terdiri dari bermacam-macam jenis, antara lain:
a. Pencemaran Mikroorganisme dalam Air
Berbagai kuman penyebab penyakit pada makhluk hidup seperti bakteri, virus, protozoa, dan
parasit sering mencemari air. Kuman yang masuk ke dalam air tersebut berasal dari buangan
limbah rumah tangga maupun buangan dari industri peternakan, rumah sakit, tanah pertanian
dan lain sebagainya. Pencemaran dari kuman penyakit ini merupakan penyebab utama
terjadinya penyakit pada orang yang terinfeksi. Penyakit yang disebabkan oleh pencemaran air
ini disebut water-borne disease dan sering ditemukan pada penyakit tifus, kolera, dan disentri.
b. Pencemaran Air oleh Bahan Anorganik Nutrisi Tanaman
Penggunaan pupuk nitrogen dan fosfat dalam bidang pertanian telah dilakukan sejak lama
secara meluas. Pupuk kimia ini dapat menghasilkan produksi tanaman yang tinggi sehingga
menguntungkan petani. Tetapi dilain pihak, nitrat dan fosfat dapat mencemari sungai, danau,
dan lautan. Sebetulnya sumber pencemaran nitrat ini tidak hanya berasal dari pupuk pertanian
saja, karena di atmosfer bumi mengandung 78% gas nitrogen . Pada waktu hujan dan terjadi
kilat dan petir, di udara akan terbentuk amoniak dan nitrogen terbawa air hujan menuju
permukaan tanah. Nitrogen akan bersenyawa dengan komponen yang kompleks lainnya.

c. Pencemar Bahan Kimia Anorganik


Bahan kimia anorganik seperti asam, garam dan bahan toksik logam lainnya seperti timbal
(Pb), kadmium (Cd), merkuri (Hg) dalam kadar yang tinggi dapat menyebabkan air tidak enak
diminum. Disamping dapat menyebabkan matinya kehidupan air seperti ikan dan organisme
lainnya, pencemaran bahan tersebut juga dapat menurunkan produksi tanaman pangan dan
merusak peralatan yang dilalui air tersebut (karena korosif). Limbah anorganik biasanya tidak
dapat membusuk dan sulit didegradasi oleh mikroorganisme. Limbah anorganik pada
umumnya berasal dari industri yang menggunakan unsur-unsur logam seperti Arsen (As),
Kadmium (Cd), Timbal (Pb), Krom (Cr), Kalsium (Ca), Nikel (Ni), Magnesium (Mg), Air
Raksa (Hg), dan lain-lain. Industri yang mengeluarkan limbah anorganik seperti industri
electroplating, industri kimia, dan lain-lain. Bila limbah anorganik langsung dibuang di air
lingkungan, maka akan terjadi peningkatan jumlah ion logam di dalam air. Ion logam yang
berasal dari logam berat, bila terbuang ke air lingkungan sangat berbahaya bagi kehidupan
khususnya manusia.
d. Pencemar Bahan Kimia Organik
Bahan kimia organik seperti minyak, plastik, pestisida, larutan pembersih, detergen dan masih
banyak lagi bahan organik terlarut yang digunakan oleh manusia dapat menyebabkan kematian
pada ikan maupun organisme air lainnya. Lebih dari 700 bahan kimia organik sintetis
ditemukan dalam jumlah relatif sedikit pada permukaan air tanah untuk diminum di Amerika,
dan dapat menyebabkan gangguan pada ginjal, gangguan kelahiran, dan beberapa bentuk
kanker pada hewan percobaan di laboratorium. Tetapi sampai sekarang belum diketahui apa
akibatnya pada orang yang mengonsumsi air tersebut sehingga dapat menyebabkan keracunan
kronis. Limbah organik biasanya dapat membusuk atau terdegradasi oleh mikroorganisme.
Oleh karena itu, bila limbah industri terbuang langsung ke air lingkungan akan menambah
populasi mikroorganisme di dalam air. Bila air lingkungan sudah tercemar limbah organik
berarti sudah terdapat cukup banyak mikroorganisme di dalam air, maka tidak tertutup
kemungkinan berkembangnya bakteri patogen.
Sumber/penyebab Pencemaran Air
1.Limbah Industri
Limbah industri mengandung berbagai macam zat berbahaya, salah satunya logam berat.
Contoh logam berat: timbal (Pb), Kadmium (Cd) dan merkuri atau raksa (Hg) yang sangat
berbahaya bagi manusia. Logam berat (Merkuri) dapat masuk kedalam tubuh manusia
melalui hewan laut yang sudah tercemar dan jika dikomsumsi manusia dapat menyebabkan
gangguan atau kerusakan sistem saraf. Penyakit yang disebabkan karena penimbuna logam
berat seperti ini disebut minamata

Limbah industri yang dibuang ke perairan dan mengendap dapat menyebabkan hal-hal
sebagai berikut:

a. Pendangkalan perairan

b. Air menjadi kotor dan berubah warna menjadi hitam

c. Muncul bau karena penguraian oleh dekomposer berlangsung tidak sempurna.

Penguraian limbah dan bangkai organisme oleh dekomposer menghasilkan zat anorganik
dalam jumlah yang melimpah. Hal ini menyebabkan ganggang dan enceng gondok tumbuh
subur di perairan.

Agar limbah pabrik tidak menjadi sumber polutan, dapat dilakukan dengan cara-cara sebagia
berikut:

a. Setiap limbah pabrik harus mempunyai penampungan dan instalasi pengolahan limbah
sehingga aman apabila limbah dibuang ke perairan.

b. Menanam tanaman sejenis alang-alang di sekitar tempat pembuangan limbah. Tumbuhan


ini berfungsi untuk menyerap zat-zat racun dari limbah air.

c. Memberikan sanksi hukum yang tegas bagi perusahaan yang sengaja membuang limbah
tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu

2. Limbah Pertanian

Limbah pertanian yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan adalah pemakaian pupuk
buatan yang berlebihan. Sebagian pupuk yang tidak diserap tanaman akan terbuang bersama
aliran air. Akibatnya perairan banyak mengandung zat hara. Hal ini dapat menyebabkan
tumbuhan tumbuhan air berkembang biak dengan sangat cepat. Peristiwa ini disebut
eutrofikasi. Misalnya,terjadi blooming algae. Eutrofikasi menyebabkan sinar matahari yang
akan masuk ke dalam perairan terhalang permukaan air yang dipenuhi ganggang. Akibatnya
proses fotosintesis oleh fitoplankton terhambat, dan mengakibatkan kadar O2 dalam air
menurun,

Penggunaan insektisida yang bertujuan mengurangi jumlah hama penyerang lahan pertanian
ternyata dapat menyebabkan pencemaran. Penggunaan insektisida yang terus menerus dan
secara berlebihan akan mengganggu keseimbangan ekosistem. Penggunaan insektisida dapat
membunuh makhluk hidup yang sebenarnya bermanfaat dalam membantu penyerbukan
tanaman atau predator bagi hama. Hama juga dapat menjadi kebal akibat penggunaan
insektisida yang terus menerus, yang suatu saat akan terjadi ledakan jumlah hama.

DDT ( Dikloro Difenil Triloretana ) merupakan salah satu jenis insektisida berbahaya,
senyawa DDT tidak dapat terurai di alam. Zat pencemar ini dapat masuk dan tertimbun dalam
tubuh manusia karena tidak dapat dicerna.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran air akibat
limbah pertanian adalah:

a. Pemakaian pupuk buatan sesuai dosis yang telah ditentukan


b. Tidak melakukan pemupukan ketika turun hujan
c. Menggunakan pestisida yang mudah terurai oleh alam dan dosis yang tepat.
d. Menggunakan bahan-bahan organik dalam mengolah limbah

3. Limbah Rumah Tangga


Kegiatan rumah tangga tiap hari menghasilkan sampah dan air buangan yang mengandung
detergen. Dalam jumlah besar apabila limbah masuk ke perairan akan menyebabkan
pencemaran ekosistem perairan. Selanjutnya, sampah akan diuraikan oleh mikroorganisme.
Proses penguraian tersebut mengakibatkan kandungan oksigen dalam perairan menurun.
Penurunan kandungan oksigen akan merugikan biota perairan. Pencemaran air oleh limbah
detergen mengakibatkan mikroorganisme pengurai mati, akibatnya sampah yang menumpuk
tidak cepat terurai . Hal ini mengakibatkan pendangkalan perairan dan dapat menimbulkan
banjir.

4. Limbah Hasil Tambang


Bocornya kapal-kapal tanker pengangkut benda cair misalnya minyak bumi dapat
menyebabkan pencemaran air. Adanya lapisan minyak pada perairan, menyebabkan perairan
oksigen tidak dapat berdifusi dengan ke dalam air. Hal ini berpengaruh terhadap
mikroorganisme perairan secara langsung. Selain itu juga mengakibatkan sinar matahari tidak
mampu menembus seluruh permukaan laut, sehingga fitoplankton tidak dapat berfotosintesis.

DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN

1. DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN

1. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen


(O2) yang dapat menyebabkan kematian.

2. Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air (eurtrofikasi)

3. Tersumbatnya penyaring reservoir dan menyebabkan perubahan ekologi

4. Sebagai penyebab banjir. Jika musim hujan tiba, maka di berita anda akan disajikan
materi banjir. Banjir terjadi karena penumpukan sampah yang menyumbat dan
mendangkalkan selokan-selokan, sungai serta danau.

5. Sumber air bersih menghilang, Air yang bersih sangat dibutuhkan makhluk hidup,
namun jika pencemaran di air sudah terjadi air bersih lambat laun akan menghilang
sehingga seluruh makhluk bumi ini terancam punah.

6. Pencemaran air sangat merusak ekosistem, tidak heran telah banyak tumbuhan dan
hewan yang punah karena ekosistem rusak.

7. Kerugian bagi pencari ikan yang di sekitar sungai, muara, danau dan laut yang telah
digunakan sebagai tempat penangkapan ikan menggunakan bom. Zat kimia sulit
untuk hilang sehingga ikan enggan datang ke tempat itu lagi dan menjadi sulit untuk
menangkap dan mencarinya.

8. Akibat penggunaan pestisida yang berlebihan selain membunuh hama dan penyakit,
juga membunuh serangga dan makhluk berguna terutama predator

9. Kematian biota kuno, seperti: plankton, ikan, bahkan burung

10. Penetrasi sinar dan oksigen yang menurun dengan adanya minyak dapat
mengganggu kehidupan tanaman-tanaman.

2. DAMPAK TERHADAP KESEHATAN


Dampak Polusi Air Bagi Kesehatan Manusia
Polusi air sendiri dapat membahayakan kesehatan manusia, bahaya yang ditimbulkan
adalah berupa penyakit. Penyakit yang disebabkan oleh Polusi Air dibagi menjadi dua macam
yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular.
1. Penyakit Menular
Penyakit menular, sesuai namanya penyakit menular dapat menular dari orang satu ke
orang yang lain. Berbagai macam penyakit menular dari polusi air disebabkan oleh beberapa
hal, yakni: Virus yang terdapat dalam air yang tercemar, bakteri, protozoa, metazoa, dll. Selain
penyebab dari luar seperti yang telah sebutkan tadi penyakit juga akan mudah menyerang tubuh
jika kekebalan tubuh kita lemah, untuk itu kita harus berusaha menjaga kesehatan tubuh dan
memakan makanan yang seimbang.
Secara umum, gangguan yang terjadi akibat pencemaran air dapat dikelompokkan menjadi
empat sebagai berikut:

1) Water diseases
Merupakan penyakit yang ditularkan langsung melalui air minum, seperti kolera, tifus, dan
disentri.
2) Water washed diseases
Merupakan penyakit yang berkaitan dengan kekurangan air hygiene perorangan, seperti
scabies, infeksi kulit dan selaput lender, trachoma dan lepra.
3) Water based diseases
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh bibit penyakit yang sebagian siklus kehidupannya
berhubungan dengan schistosomiasis.
4) Water related vectors
Adalah penyakit yang ditularkan oleh vector penyakit yang sebagian atau seluruhnya
perindukanya berada di air, seperti malaria, demam berdarah dengue, dan filariasis.

Contoh beberapa penyakit menular yang dapat tersebar melalui air yang tercemar:
Jenis Mikroba Penyakit Gejala
Virus
Virus Hepatitis A Hepatitis A Demam, sakit kepala, sakit perut, kehilangan
selera makan, pembengkakan hati sehingga
tubuh menjadi kuning

Virus Polio Poliomyelitis Tenggorokan sakit, demam, diare, sakit pada


tungkai dan punggung, kelumpuhan dan
kemunduran fungsi otot
Bakteri
Vibrio Cholerae Kolera Diare yang sangat parah, muntah-muntah,
kehilangan cairan sangat banyak sehingga
menyebabkan kejang dan lemas

Escherichia coli Diare Buang air besar berkali-kali dalam sehari,


(strain patogen) kotoran encer (mengandung banyak air),
terkadang diikuti rasa mulas atau sakit perut

Salmonella typhi Tifus Sakit kepala, demam, diare, muntah-muntah,


peradangan dan pendarahan usus.

Shigella dysentriae Disentri Infeksi usus besar, diare, kotoran


mengandung lendir dan darah, sakit perut
Protozoa
Entamoeba histolytica Disentri amuba (sama seperti disentri oleh bakteri)

Balantidium coli Balantidiasis Peradangan usus, diare berdarah

Giardia lamblia Giardiasis Diare, sakit perut, terbentuk gas dalam


perut, bersendawa, kelelahan
Metazoa
(cacing parasit)
Ascaris lumbricoides Ascariasis Demam, sakit perut yang parah,
(cacing gelang) malabsorbsi, muntah-muntah, kelelahan
Taenia saginata Taeniasis Gangguan pencernaan, rasa mual,
(cacing pita) kehilangan berat badan, rasa gatal di anus

Schistosoma sp. schistosomiasis Gangguan pada hati dan kantung kemih


(cacing pipih) sehingga terdapat darah dalam urin, diare,
tubuh lemas, sakit perut yang terjadi
berulang-ulang.

2. Penyakit Tidak Menular


Penyakit menular, dari namanya dapat diambil kesimpulan bahwa penyakit tidak
menular adalah jenis penyakit yang tidak dapat menular dari orang satu ke orang lain. Banyak
hal yang menyebabkan penyakit tidak menular menyerang manusia, diantaranya adalah
kandungan yang terdapat didalam air yang tercemar. Kandungan air tercemar yang berpotensi
menyebabkan penyakit tidak menular kepada manusia diantaranya:
1) Kadnium
Kadnium adalah logam berat yang banyak digunakan pada industri pipa PVC, pembuatan
karet, dan pabrik kaca.
Apabila Kadnium terserap tubuh manusia dapat mengakibatkan gangguan pada pembuluh
darah, sehingga tekanan darah menjadi tinggi dan dapat menyebabkan gagal jantung. Serta
mengakibatkan kerusakan pada organ ginjal dan hati, pelunakan tulang sehingga tulang-tulang
punggung terasa nyeri.
2) Kobalt
Logam kobalt banyak digunakan dalam industri sebagai bahan campuran untuk pembuatan
mesin pesawat, magnet, alat pemotong atau penggiling, serta untuk pewarna kaca, keramik,
dan cat.
Apabila tubuh manusia menerima Kobalt dalam jumlah banyak dapat menyebabkan gagal
jantung dan edema (pembengkakan jaringan akibat akumulasi cairan dalam sel).
3) Merkuri
Merkuri banyak digunakan dalam proses industri pembuatan klorin, juga terdapat pada baterai,
cat, plastik, termometer, lampu tabung, kosmetik dan hasil pembakaran batu bara. Tubuh
manusia menerima merkuri terutama dari konsumsi hewan-hewan air yang telah tercemar
merkuri.
Efek merkuri, pada wanita hamil dapat menyebabkan janin menjadi cacat mental. Tubuh yang
terpapar merkuri dalam jangka waktu lama dapat mengalami kerusakan ginjal, saraf dan
jantung. Pada konsentrasi rendah merkuri dapat menimbulkan sakit kepala, depresi, dan
perubahan perilaku.
4) Timbal
Pencemaran air oleh logam Timbal dapat berasal dari berbagai sumber, seperti : rembesan
dari sampah kaleng yang mengandung timbal, cat yang mengandung timbal, bahan bakar
bertimbal, pestisida, korosi pipa-pipa yang mengandung timbal.
Adapun efek yang ditimbulkan Logam Timbal bagi tubuh manusia seperti:
Pada wanita hamil dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur dan kematian janin.
Pada anak-anak dapat menyebabkan cacat mental dan gangguan fisik. Pada orang dewasa
meningkatkan risiko terkena hipertensi (tekanan darah tinggi).
5) dan lain sebagainya.
Penyakit tidak menular tidak akan menyerang tubuh kita jika kita menjaga kesehatan
dan kebersihan serta selalu menjaga agar kekebalan tubuh dalam kondisi terbaik dengan cara
istirahat yang cukup dan makan makanan yang seimbang.

Pengelolaan Sampah Dengan Konsep 4R

1. Reuse (menggunakan kembali) yaitu penggunaan kembali sampah secara


langsung,baik untuk fungsi yang sama maupun fungsi lain.
2. Reduce (mengurangi) yaitu mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya
sampah.
3. Recycle (mendaur ulang) yaitu memanfaatkan kembali sampah setelah mengalami
proses pengolahan.
4. Replace ( Mengganti )
Yaitu mengganti barang-barang yang tidak tahan lama dan bisa menghasilkan banyak
sampah dengan bahan yang awet dan menghasilkan hanya sedikit sampah. Misalnya
gelas kaca. Untuk mengurangi sampah dan barang menjadi tahan lama, Gelas kaca
bisa kita ganti dengan gelas plastik yang tidak mudah pecah.

Namun, selain cara mengatasi masalah sampah dengan 4R, ada beberapa cara lagi untuk
menangani sampah yang berserakan di mana-mana. Yaitu.
1. Penimbunan Sampah
Yaitu penanganan sampah dengan cara menimbun sampah di bawah tanah. Menimbun
sampah ini bertujuan agar bisa mempercepat penguraian dan mencegah timbulnya bau.

2. Pembakaran Sampah
Yaitu penanganan sampah dengan cara membakar habis sampah agar musnah

3. Pengelompokan Sampah
Yaitu dengan mengelompokkan/memisahkan jenis sampah Organik dan Anorganik agar
mudah di daur ulang.