Anda di halaman 1dari 55

1

BAB I

TINJAUAN PUSTAKA

1.1.Konsep Dasar Keperawatan Keluarga

1.1.1. Definisi Keluarga

Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama

dengan keterikatan aturan dan emosional,dimana individu memiliki peran

masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga.(Friedman,1998).

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga

dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah satu atap

dalam keadaan saling ketergantungan.(Depkes RI)

1.1.2. Macam-macam struktur keluarga

Struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam,diantaranya adalah:

a. Partrilineal

Keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa

generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.

b. Matrilineal

Keluarga sedarah yang terdiri dari sanak keluarga saudara sedarah dalam

beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.

1
2

c. Matrilokal

Sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.

d. Partilokal

Sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.

e. Keluarga kawinan

Hubungan suami istri sebagai dasar yang menjadi bagian keluarga karena

adanya hubungan dengan suami atau istri.

1.1.3. Tipe Keluarga

Pembagian tipe keluarga tergantung pada korteks keilmuan dan orang yang

mengelompokkan secara tradisional keluarga,dikelompokan menjadi:

a) Keluarga Inti (Nuclear Family)

Adalah keluarga yang hanya terdiri dari ayah,ibu,dan anak yang diperoleh

dari keturunannya atau adopsi atau keduanya.

b) Keluarga Besar (Extended Family)

Adalah keluarga inti ditambah dengan sanak saudara,misalnya

nenek,kakek,keponakan,saudara sepupu,paman,bibi,dan sebagainya.

c) Keluarga Berantai (Serial Family)

Adalah keluarga yang baru terbentuk dari pasangan yang telah besar atau telah

kehilangan keluarganya.

d) Orang Tua Tunggal (Singel Parents Family)

2
3

Adalah keluarga yang terdiri dari salah satu orang tua dengan anak-anak

akibat perceraian atau ditinggal pasangannya.

e) Ibu Tanpa Anak Tanpa Perkawinan (The Unmarried Teenage Mother)

f) Orang Dewasa (Laki-laki dan Perempuan) yang tinggal sendiri tanpa pernah

menikah (The Single Adult Living Alone)

g) Keluarga Dengan Anak Tanpa Pernikahan Sebelumnya (The Non Marital

Heterosexual Cohabiting Family)

h) Keluarga yang dibentuk oleh pasangan yang berjenis kelamin sama (Gay atau

Lesbian Family)

1.1.4. Fungsi Keluarga

Menurut friedman (1998) fungsi keluarga terdiri dari 5 fungsi yaitu:

1. Fungsi Afektif ( The affective fuction )

Adalah fungsi keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesuatu

untuk mempersiapkan angggota keluarga berhubungan dengan orang

lain.

2. Fungsi Sosialisasi dan Tempat Bersosialisasi (Socialization and social

placement function )

Adalah fungsi mengembangkan dan tempat melatih anak untuk

berkehidupan sosial sebelum meninggalkan rumah untuk berhubungan

dengan orang lain diluar rumah.

3. Fungsi Reproduksi (The reproductive function )

3
4

Adalah fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga

kelangsungan keluarga.

4. Fungsi Ekonomi (The economic function )

Adalah keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara

ekonomi dan tempat untuk mengembangakan kemampuan individu

meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

5. Fungsi Perawatan/Pemeliharaan Kesehatan ( The health care function )

Adalah untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga

agar tetap memiliki produktivitas tinggi.Fungsi ini dikembangkan

menjadi tugas keluarga dibidang kesehatan.

1.1.5. Tugas Kesehatan Keluarga

Menurut Friedman (1998) tugas kesehatan keluarga memiliki 5

tugas,yaitu:

1) Mengenal masalah kesehatan keluarga

2) Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga

3) Merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan

4) Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan

keluarga

5) Memanfaatkan fasilitas yankes disekitarnya bagi keluarga

4
5

1.1.6. Fungsi dan Tugas Perawat Pada Setiap Tahap Perkembangan

Keluarga

Menurut Friedman (1998) fungsi dan tugas keluarga memiliki tahapan-

tahapan,diantaranya adalah:

a) Tahap I pasangan baru atau keluarga baru ( Beginning Family )

1.Bina hubungan intim dan kepuasan bersama

2.Menetapkan tujuan bersama

3.Membina hubungan dengan keluarga lain teman dan kelompok social

4.Merencanakan anak (kb)

5.Menyesuaikan diri dengan kehamilan dan mempersiapkan diri untuk

menjadi orang tua.

b) Tahap II keluargaChild-Bearing ( Kelahiran Anak Pertama )

1.Persiapan menjadi orang tua

2.Membagi peran dan tanggung jawab

3.Menata ruang untuk anak atau mengembangkan suasana ruangan yang

menyenangkan untuk anak

4.Mempersiapkan biaya atau dana child-bearing

5.Memfasilitasi role learning anggota keluarga

6.Bertanggung jawab memenuhi kebutuhan bayi sampai balita

7.Mengadakan kebiasaan keagamaan secara rutin

5
6

c) Tahap III keluarga dengan anak prasekolah

1.Memenuhi kebutuhan anggota keluarga seperti:kebutuhan tempat

tinggal,privasi,dan rasa aman

2.Membantu anak untuk bersosialisasi

3.Beradaptasi dengan anak yang baru lahir,sementara kebutuhan anak yang

lain

4.Mempertahankan hubungan yang sehat dalam maupun luar keluarga

(keluarga lain dan lingkungan sekitar)

5.Pembagian tanggung jawab anggota keluarga

6.Pembagian waktu untuk individu,pasangan,dan anak (tahap paling tepat)

7.Kegiatan dan waktu untuk stimulasi tumbuh kembang anak

d) Tahap IV keluarga dengan usia sekolah

1.Memberikan perhatian tentang kegiatan sosial anak,pendidikan,semangat

belajar

2.Tahap mempertahankan hubungan harmonis dalam perkawinan

3.Mendorong anak untuk mencapai perkembangan daya intelektual

4.Menyediakan aktivitas untuk anak

5.Menyesuaikan pada aktivitas komuniti dengan mengikut sertakan anak

e) Tahap V keluarga dengan anak remaja ( Families With Taengers )

1.Memberikan kebebasan yang seimbang dengan tanggung jawab mengingat

remaja yang sudah bertambah dewasa dan meningkat otonomi

2.Mempertahankan hubungan yang intim dengan keluarga

6
7

3.Mempertahankan komunikasi terbuka antara anak dengan orang tua,hindari

perdebatan,kecurigaan dan permusuhan

4.Perubahan sistem peran dan peraturan untuk tumbuh kembang keluarga

f) Tahap VI keluarga dengan anak dewasa atau pelepasan

1.Perluasan keluarga intim menjadi keluarga besar

2.Mempertahankan keintiman keluarga

3.Membantuh orang tua suami dan istri yang sedang sakit dan memasuki masa

tua

4.Mempersiapkan anak untuk hidup mandiri dan menerima kepergian

anaknya

5.Menata kembali fasilitas dan sumber yang ada pada keluarga

g) Tahap VII keluarga usia pertengahan ( middle age families )

1.Mempertahankan kesehatan

2.Mempunyai lebih banyak waktu dan kebebasan dalam arti mengelola minat

sosial dan waktu santai

3.Memulihkan hubungan antara generasi muda dan tua

4.Keakraban dengan pasangan

5.Memelihara hubungan atau kontrak dengan anak dan keluarga

6.Persiapan masa tua atau pension dan meningkatkan keakraban program

h) Tahap VIII keluarga lanjut usia

1.Mempertahan suasana rumah yang menyenangkan

2.Adaptasi dengan kehilangan pasangan,teman,kekuatan fisik dan pendapatan

7
8

3.Mempertahankan keakraban suami-istri dan saling merawat

4.Mempertahan hubungan dengan anak dan sosial masyarakat

5.Melakukan file review

1.2.Konsep Dasar Proses Keperawatan Keluarga

1.2.1. Pengkajian

Data besar yang dipergunakan mengkaji status keluarga adalah:

1.Sruktur dan karakteristik keluarga

2.Sosial,ekonomi,budaya

3.Faktor lingkungan

4.Riwayat kesehatan dan medis dari setiap anggota keluarga

5.Psikososial keluarga

Pada tahap ini hal-hal yang dikaji dalam keluarga adalah:

a.Data umum

b.Riwayat dan tahap perkembangan keluarga

c.Pengkajian keluarga

d.Struktur keluarga

e.Fungsi keluarga

f.Stres dan koping keluarga

g.Pemeriksaan fisik

h.Harapan keluarga

8
9

1.2.2. Diagnosa Keperawatan Keluarga

Tipologi dari diagnosa keperawatan

a.Diagnosa actual (terjadi defisit atau gangguan kesehatan)

b.Diagnosa resiko tinggi (ancaman kesehatan)

c.Diagnosa pontensial (keadaan sejahtera)

Daftar diagnosa keperawatan keluarga berdasarkan NANDA adalah:

1.Diagnosa keperawatan keluarga pada masalah lingkungan

2.Diagnosa keperawatan keluarga pada masalah struktur komunikasi

3.Diagnosa keperawatan keluarga pada masalah struktur peran

- Berduka atau antisipasi

- Berduka disfungsional

- Isolasi sosial

- Perubahan dalam proses keluarga

4.Diagnosa keperawatan keluarga pada masalah fungsi efektif

- Perubahan fungsi keluarga

- Perubahan menjadi orang tua

- Potensial peningkatan menjadi orang tua

- Berduka yang diantisipasi

5.Diagnosa keperawatan keluarga pada masalah fungsi sosial

6.Diagnosa keperawatan keluarga pada masalah fungsi keperawatan kesehatan

7.Diagnosa keperawatan keluarga pada masalah koping

9
10

1.2.3.Perencanaan

Langkah-langkah dalam mengembangkan rencana keperawatan

keluarga,antara lain:

1.Menentukan sasaran

Sasaran adalah tujuan umum yang merupakan tujuan akhir yang akan dicapai

melalui segala upaya.

2.Menentukan tujuan untuk objektif

Objektif adalah pernyataan yang lebih spesifik atau lebih terperinci tentang

hasil yang diharapkan dari tindakan keperawatan yang akan dilakukan.

3.Melakukan pendekatan dan tindakan keperawatan yang akan dilakukan dalam

memilih tindakan keperawatan sangat tergantung pada sifat masalah dan sumber-

sumber yang tersedia untuk memecahkan masalah.

4.Menentukan standar kriteria

Kriteria merupakan tanda atau indikator yang digunakan untuk mengukur

pencapaian tujuan,sedangkan standar menunjukkan performance yang diinginkan

untuk membandingkan bahwa perilaku yang menjadi tujuan tindakan keperawatan

telah dicapai.

1.2.4. Pelaksanaan

Pada kegiatan implementasi,perawat perlu memerlukan kontrak,sebelumnya

kegiatan ini bertujuan agar keluarga dan perawat mempunyai kesiapan secara psikis

pada saat manifestasi.Langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan sesuai

10
11

dengan rencana,dan didahului perawat menghubungi keluarga bahwa dilakukan

implementasi sesuai kontrak.

1.2.5. Evaluasi

Merupakan kegiatan yang membandingkan antara hasil implementasi dengan

kriteria dan standar yang telah ditetapkan untuk melihat keberhasilannya.Evaluasi

disusun dengan cara menggunakan SOAP yang operasional dengan pengertian S

adalah ungkapan perasaan dan keluhan yang dirasakan secara subjektif oleh keluarga

setelah diberikan implementasi keperawatan, O adalah keadaan objektif yang dapat

di indentifikasi oleh perawat menggunakan pengamatan yang objektif setelah

implementasi keperawatan, A adalah analisa perawat setelah mengetahui respon

subjektif dan objektif keluarga yang dibandingkan kriteria dan standar yang telah

ditentukan mengacu pada rencana keperawatan keluarga, P adalah perencanaan

selanjutnya terseralah perawat mengelakukan analisa data.

Evaluasi Sumatif yang bertujuan menilai secara keseluruhan terhadap

pencapaian diagnosa keperawatan apakah rencana diteruskan sebagian,diteruskan

dengan perubahan intervensi atau dihentikan.

1.3. Konsep Dasar Penyakit

1.3.1.Pengertian

Hipertensi adalah peningkatan tekanan sistole yang tingginya ketergantung

untuk individu yang terkena.Menurut WHO batas tekanan darah yang masih dianggap

normal adalah 140/90 mmHg dan tekanan darah sama atau diatas 160/95 mmHg

dinyatakan sebagai hipertensi.Batasan tersebut tidak membedakan usia dan jenis

11
12

kelamin,sedangkan batasan hipertensi dengan memperhatikan perbedaan usia dan

jenis kelamin dilanjutkan oleh Kapian sebagai berikut:

A. Pria usia < 45 tahun dikatakan hipertensi apabila tekanan darah pada waktu

berbaring diatas atau sama dengan 130/90 mmHg.

B.Pria usia > 45 tahun dikatakan hipertensi apabila tekanan darah diatas

145/95 mmHg.

C.Wanita tekanan darah diatas atau sama dengan 160/95 mmHg dinyatakan

hipertensi (penyakit kardiovaskuler,Edward K.Cheng).

1.3.2.Etiologi

a.Hipertensi esensial

-Hereditas

-Lingkungan

Sejumlah faktor-faktor yang telah dianggap terlihat dalam timbulnya

hipertensi termasuk intake gram,obesitas,pekerjaan biasanya keluarga dan keamanan.

Faktor-faktor yang mengubah lingkungan perjalanan hipertensi esensial:

- Umur - Lingkungan

- Bangsa - Intoleransi

- Sex - Berat badan

- Merokok - Aktivitas kemih

12
13

b.Hipertensi ginjal

- Gangguan dalam pengolahan Na+ dan cairan cairan oleh ginjal yang

menyebabkan ekspansi volume

- Perubahan selerasi ginjal

C.Hipertensi sekunder

Hampir semua bentuk sekunder berhubungan dengan perubahan sekresi

hormon dan fungsi ginjal.

1.3.3.Tanda dan gejala

Sebagian besar penderita dengan hipertensi tidak mempunyai gejala yang

berhubungan dengan peningkatan tekanan dan hanya akan dikenali pada saat

pemeriksaan fisik dengan gejala umum:

a.Gejala peningkatan tekanan

b.Sakit kepala

c.Jantung berdebar

d.Mudah lelah

e.Epitaksis

f.Hematuria

g.Pengelihatan mengabur disebabkan oleh perubahan retina

h.Payah jantung dan lain-lain (ilmu penyakit dalam,156-157)

13
14

1.3.4.Patofisilogi

Cemas/stress/takut

Adrenalin

Cartex Nedula

Adrenalin Aldosferon ADH

Td meningkat Na+ dan K+

Volume meningkat

Komperisasi/tekanan jantung

Tekanan darah meningkat

Banyak BAK

14
15

1.3.5.Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan laboratorium rutin yang dilakukan sebelum memulai tirai

bertujuan menentukan adanya kerusakan organ dan faktor resiko atau mencari

penyabab hipertensi,biasanya diperiksa urinalisa,darah perifer lengkap,kimia

darah(kalium,natrium,kreatinum,gula darah,kolesterol total,kolesterol HDL,dan

EKG)

Sebagai tambahan dapat dilakukan pemariksaan lain,seperti

klirens,kreatinin,gula darah,kolesterol total,kolesterol HDL dan EKG (kapita selekta

kedokteran,518)

1.3.6.Penatalaksanaan

1.Penatalaksanaan non farmakologi

- Penurunan berat badan

- Pengurangan asupan garam dan makanan

- Menghindari factor resiko

Merokok

Minum alcohol

Hiperlipidema

Stress

15
16

2.Penatalaksanaan farmakologi (OBAT)

Pengobatan hipertensi dilandasi oleh beberapa prinsip sebagai berikut:

- Pendebatan hipertensi sekunder

- Upaya penurunan tekanan darah dicapai dengan menggunakan obat anti hipertensi

Golongan obat yang sering digunakan antara lain:

- Diurentik

- Golongan penghambat simpatetik

- Beta bloker

- Vasolidator

16
17

BAB II

TINJAUAN KASUS

2.1.Gambaran Umum Lokasi PBL-T

2.1.1. Letak Geografis

Kelurahan seterio berjarak 3 km dari ibu kota kecamatan banyuasin 3/ kota

kabupaten banyuasin dan 53 km dari kota Palembang sehingga letak kelurahan

kedondong raye sebagai ibu kota kabupaten sangat strategis.Dengan luas 3000

Ha,sebelah utara berbatasan dengan rimba terap,sebelah timur berbatasan dengan

kendondong raye,selatan berbatasan dengan sukaraja baru,sebelah barat berbatasan

dengan lubuk lancing.

Wilayah pemerintah terdiri dari 8 Rw dan 33 Rt.

2.1.2. Kependudukan

Jumlah penduduk kelurahan seterio:4.747 jiwa,terdiri dari 2.285 laki-laki dan

2.462 perempuan serta terdiri dari 1.083 kepala keluarga.Pada umumnya mata

pencarian mereka adalah petani,pedagang.PNS.

2.1.3. Sarana dan Prasarana Kesehatan

Diseterio tidak memiliki puskesmas yang ada hanya poliklinik atau balai

pegobatan satu unit dan posyandu berjumlah 3 unit.

17
18

2.2.TINJAUAN KASUS

2.2.1. Pengkajian

a. Indentitas Umum Keluarga

Nama : Ny S

Umur : 81 tahun

Suku : Melayu

Agama : Islam

Pendidikan : SD

Pekerjaan : Petani

Alamat :Desa Seterio

Nomor rumah : 12

Telepon :-

b. Komposisi Keluarga

Nama L/P Umur Hub.Keluarga Pendidikan Pekerjaan Status

keluarga

NyS P 81 Ibu SD Petani Sakit

18
19

3. Genogram

Keterangan :

: Laki-laki

: Perempuan

19
20

: Laki-laki/Perempuan yang meninggal

: Anggota keluarga yang sakit

4.Jenis tipe keluarga

Single Family keluarga y

5.Masalah yang terjadi dengan tipe keluargaang terdiri dari ibu

Didalam keluarga NyS tidak ada masalah dan keluarga ini terlihat

harmonis,tidak ada konflik.

6.Suku bangsa

Kepala keluarga (NyS) berasal dari suku Sumatra dan ibu juga.Bahasa yang

digunakan adalah bahasa daerah.Keyakinan yang berhubungan dengan pemahaman

terhadap penyakit.

7.Agama dan kepercayaan yang mempengaruhi kesehatan

Agama islam didalam keluarga tidak ada kepercayaan yang mempengaruhi

kesehatan.

20
21

8.Status sosial ekonomi keluarga

Pencarian nafkah NyS setiap hari adalah buru karet di tempat orang yang

bersama anaknya ia bekerja.

9.Status rekreasi keluarga

Keluarga NyS tidak pernah melakukan rekreasi ke tempat hiburan.Rekreasi

hanya berkumpul dengan keluarga,dan waktu luangnya nonton tv bersama dan suka

mendengar radio bersama.

2.2.2. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga

1.Tahap Perkembangan Keluarga saat ini

- Keluarga dengan anak pra sekolah

- Keluarga dewasa/pelapasan

2.Tahap Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi

Pada saat ini keluarga NyS dengan usia pertengahan dan memiliki anak usia remaja

dan dewasa.

3.Riwayat kesehatan keluarga

-Keluarga NyS memiliki penyakit hipertensi yang diderita oleh ibunya yaitu NyA

21
22

-Sumber pelayanan kesehatan yang digunakan keluarga biasanya berobat ke

bidan/perawat desa.

2.2.3. Pengkajian Lingkungan

a.Perumahan

Keluarga NyS tinggal dirumah sendiri,merupakan rumah tidak permanen

yang dibangun diatas tanah sendiri dengan luas tanah dengan atap genteng dan

lantai papan,ventilasi rumah NyS ada.

b.Sumber air bersih

Air mandi diambil dari sumur yang jernih dan tidak keruh.Sumber air minum

NyS adalah air sumur yang kemudian dimasak terlebih dahulu dengan

menggunakan kompor atau kayu bakar dan kondisi air tidak berasa dan tidak

berwarna tempat penampungan sementara di ember dan kondisi penampungan air

sementara terbuka.

c.Sistem pembungan sampah

Keluarga NyS biasanya membuangan sampah dibelakang rumah,kemudian

dibakar,kondisi tempat pembuangan sampah sementara terbuka.Jarak dari rumah

lebih dari 5 meter.

22
23

d.Sistem pembuangan kotoran rumah tangga

Rumah NyS memiliki jamban sediri yang jenisnya leher angsa.Keluarga

TnZ mempunyai tempat saluran pembuangan air limbah yang sejenis

resapan.Sebagian besar halaman rumah tidak dimanfaatkan.

e.Hewan peliharaan

Keluarga Ny tidak memiliki ternak.

Denah rumah

S
Ruang tamu Kamar

T B Dapur Ruang makan Kamar

U
Wc Kamar

F.Karakteristik tetengga dan komunitas

Kebiasaan antara tetangga jika sore hari duduk-duduk di depan rumah sambil

ngobrol-ngobrol antara tetangga tampak rukun dan harmonis.

23
24

2.2.4.Struktur Keluarga

1.Pola komunikasi keluarga

Setiap anggota keluarga NyS bebas menyampaikan pendapatan atau

keluhannya.Apabila ada masalah anggota keluarga NyS menyelesaikan bersama

dan musyawarah.

2.Struktur kekuatan keluarga

Anggota keluarga yang memegang keputusan adalah NyS namun sebelum

mengambil keputusan NyS mendiskusikan dengan NyA tetapi apabila tidak ada

dirumah maka NyS yang mengambil keputusan kemudian setelah NyA pulang

baru di diskusikan.

2.2.5. Fungsi Keluarga

1.Fungsi Afektif

Gambaran diri anggota keluarga rukun perasaan memiliki dan memiliki serba

perhatian dukungan keluarga terhadap anggota keluarga lain tampak baik.

2.Fungsi Sosialisasi

Orang tua selalu membimbing anaknya untuk berperilaku sopan,tidak dengan

orang tua saja tapi juga orang lain.Orang tua bebas memperhatikan dan kasih sayang

kepada anggota keluarga.Tanggung jawab membesarkan anak menjadi beban

24
25

bersama,walaupun sibuk bekerja NyS juga sering ikut kegiatan di

masyarakat,misalnya gotong royong dimana tempat tinggal.

3.Fungsi Perawatan Kesehatan

Keluarga NyS mampu mengenal masalah yang ada dalam keluarga dan

apabila ada salah satu keluarga yang sakit NyS segera mengobati dan membawa

keluarganya yang sakit segera berobat.Keluarga NyS merawat NyS dengan cara

membawa ke bidan/perawat dan mengatasi lingkungan rumah supaya tidak terjadi

komplikasi atau penyakit baru keluarga NyS.

4.Fungsi Reproduksi

NyS berusia 81 tahun merupakan usia yang tidak reproduksi lagi dan tidak

menggunakan kontrasepsi

5.Fungsi Ekonomi

Dalam keluarga NyS dan istri dan dua anaknya yang ikut membantu bekerja

dalam memenuhi kebutuhan primer cukup terpenuhi sedangkan kebutuhan sekunder

hanya sebagian.

2.2.6.Stres dan Koping Keluarga

Anggota keluarga NyS untuk berobat biasanya ke bidan desa namun

sebelumnya konsumsi obat bebas.

25
26

a.Stressor Jangka Pendek

- Menurut keluarga apabila ada masalah mereka menyelesaikannya dengan pelan-

pelan tidak buat stress.

- Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah jika ada masalah keluarga NyS

menghadapinya dengan tenang menyelesaikan dengan jalan musyawarah keluarga.

b.Stressor Jangak Panjang

Menurut keluarga apabila ada masalah,mereka menyelesaikan dengan pelan-

pelan tidak buat stress.Jadi stressor jangka panjang tidak ada.

c.Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Masalah

Jika ada masalah keluarga NyS menghadapinya dengan

tenang,menyelesaikan dengan jalan musyawarah keluarga.

d.Strategi Koping

Anggota keluarga NyS memecahkan masalah dengan cara bersama-sama

(musyawarah).Apabila keluarga tidak menemukan pemecahannya,keluarga NyS

meminta pendapat tetangga sebelumnya.

e.Strategi Adaptasi Disfungsional

Tidak terlihat adaptasi yang disfungsional.

26
27

2.2.7.Keadaan Gizi Keluarga

Keluarga NyS pemenuhan gizinya cukup dan keluarga ini berupaya untuk

memenuhi gizinya dengan makan yang bergizi tinggi.

2.2.8.Harapan Keluarga

Keluarga berharap jika ada keluarga yang sakit segera sembuh dari sakitnya

dan jangan ada anggota keluarga yang lain sakit.

2.2.9.Pemeriksaan Fisik

No Nama anggota keluarga

Variabel NyS

1. Riwayat penyakit saat ini Hipertensi

2. Keluhan yang dirasakan Sakit kepala

3. Tanda dan gejala Kepala pusing

4. Tanda-tanda vital TD:150/90mmHg

RR:22X/mnt

T:360C

P:84X/mnt

5. Riwayat penyakit Hipertensi

sebelumnya

6. Sistem kardiovaskuler Hipertensi

27
28

7. Sistem respirasi Hipertensi

8. Sistem gastro intestinal Normal

9. System persarafan Normal

10. System muskuleskletal Normal

11. System genetalia Normal

2.2.10.Diagnosa Keperawatan

1.Ketidak sanggupan keluarga memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang

sakit.

2.Ketidak mampuan menciptakan dan memelihara lingkungan.

2.2.11. Analisa Data

No Data Etiologi Masalah

1. Data subjektif NyS menderita -Ketidaksanggupan

NyS berumur 81 tahun penyakit hipertensi keluarga memberikan

dengan TD:150/90 perawatan kepada

mmHg,N:84x/mnt anggota keluarga

RR:22X/mnt yang sakit

Keadaan klien tampak berhubungan dengan

lesu keluarga mengetahui

28
29

-Adanya keluhan NyS cara perawatan yang

terhadap penyakit klien dibutuhkan keluarga

Data Objektif yang menderita sakit

-Klien mengatakan

2. kepalanya pusing Kurang peduli dengan -Ketidakmampuan

-Keluarga klien lingkungan rumah dan menciptakan dan

menyatakan penyakit cara perawatan dirumah memelihara

klien sering kambuh lingkungan

Data subjektif berhubungan dengan

Klien mengatakan kurang pengetahuan

rumanya kurang terawat keluarga tentang

rapi karena mereka sibuk kesehatan keluarga

bekerja

Data objektif

Halaman rumah tidak

terawatt dan tidak

dimanfaatkannya

29
30

2.2.12.Perumusan masalah

1.Ketidak sanggupan keluarga memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang

sakit hipertensi.

2.Ketidak mampuan menciptakan dan memelihara lingkungan.

2.2.13.Prioritas Masalah

1.Hipertensi

No Kriteria Skala Bobot Skoring Pembenaran

1. Sifat masalah: 3 1 3/3 x 1=1 Masalah tidak ada atau

(kurang sehat) kurang sehat karena

dengan mudah

kemungkinan masalah

dapat diubah

2. Kemungkinan 2 1 2/2 x 1=1 Masalah dapat diubah

masalah dapat apabila keluarga

diubah.mudah melaksanakan anjuran

yang diberikan

3. Potensial masalah 3 1 3/3 x 1=1 Hipertensi dapat

untuk dicegah (tinggi) dicegah apabila

keluarga telah mampu

30
31

mendeteksi secara dini

adanya hipertensi

4. Menonjolnya masalah 2 1 2/2 x 1=1 Keluarga sadar akan

(harus secara ditanya) adanya masalah tapi

tidak segera

mananganinya

TOTAL : 4

31
32

2.Kesehatan Lingkungan

No Criteria Skala Bobot Scoring Pembenaran

1. Sifat masalah: 2 1 2/3x1=2/3 -Ancaman

(ancaman) kesehatan,karena

apabila lingkungan

tidak sehat maka akan

dapat menimbulkan

penyakit baru

2. Kemungkinan 1 2 1/2x2=1 -Adanya kemanpuan

masalah dapat dari keluarga untuk

diubah: sehat dan keungan

(sebagian) keluarga cukup

3. Potensial masalah 2 1 2/3x1=1/3 -Keluarga mengerti

untuk dicegah tentang kesehatan

32
33

(cukup) lingkungan tetapi

kondisi lingkungan

untuk diubah

4. Menonjolnya 2 1 2/2x1=1 -Keluarga mengerti

masalah tentang lingkungan

(harus segara rumah sehat tetapi

ditangani) tidak bisa diubah

karena tidak ada waktu

TOTAL: 31/3

33
34

2.2.3.Perencanaan

N Diagnosa Tujuan Evaluasi Hipertensi

o keperawa Tujuan Tujuan Ktiteria Standar

tan umum khusus

1 Ketidak Keluarga Dalam Keluarga yang Keluarga 1.Diskusik

sanggupa NyAda waktu 30 memiliki dapat an tentang

n pat mnt OS pengetahuan menyebutka pengertian

keluarga mengam telah tentang penyakit n tentang 2.Beri

memberi bil melakuk hipertensi,etiolog penyakit pengetahu

kan tindakan an i,tanda dan hipertensi an

perawata yang pertemua gejala,pencegaha dan keluarga

n kepada diperluka n dan n dan pengobatan penanggula tentang

anggota n untuk memberi nnya perawatan

keluarga mengatak kan kepada

yang an penyuluh anggota

sakit kesehata an keluarga

berhubun n keluarga yang sakit

gan tersebut dapat 3.Tanyaka

keluarga menjelas n kepada

mengetah kan keluarga

ui cara beberapa pengertian

34
35

perawata hasil dan

n yang seperti: perawatan

dibutuhk - keluarga

an pengertia

keluarga n

yang -etiologi

menderit -akibat

a sakit -tanda

dan

gejala

pencega

han

pengobat

an

2. Ketidak Keluarga Dalam Keluarga dapat Keluarga Anjurkan

mampua mampu waktu 60 menciptakan mengerti untuk

n mencipta mnt lingkungan yang lingkungan menjaga

mencipta kan setelah sehat dan bersih yang sehat kesehatan

kan da lingkung penyuluh dan bersih lingkunga

memelih an yang an n

35
36

ara sehat kesehata Anjurkan

lingkung berhubun n keluarga

an gan keluarga selalu

berhubun dengan NyA membutuh

gan kurangny dapat kan

dengan a mengerti jendela

kurang pengetah tentang dan pintu

pengetah uan pentingn Anjurkan

uan kesehata ya keluarga

keluarga n lingkung membersi

tentang keluarga an hkan

kesehata rumah halaman

n yang rumah

keluarga memenu Anjurkan

hi syarat keluarga

kesehata menutup

n BAK

sampah

36
37

2.2.4.Pelaksanaan

No Diagnosa keperawatan Tanggal Implementasi/Pelaksanaan

1. Ketidak sanggupan keluarga -Mendiskusikan tentang

memberikan perawatan kepada pengertian hipertensi

anggota keluarga yang sakit -Memberikan pengetahuan

berhubungan dengan keluarga keluarga tentang perawatan

mengetahui cara perawatan yang kepada anggota keluarga yang

dibutuhkan keluarga yang menderita sakit

sakit -Menanyakan kepada keluarga

tentang pengertian dan

perawatan keluarga

2. Ketidak mampuan menciptakan dan -Menganjurkan untuk menjaga

memelihara lingkungan yang sehat kebersihan lingkungan rumah

berhubungan dengan kurang -Menganjurkan keluarga selalu

pengetahuan tentang kesehatan membuka jendela dan pintu

keluarga -Menganjurkan keluarga

menutup BAK sampah

37
38

2.2.5.Evaluasi

No Diagnosa keperawatan Tanggal Evaluasi

1. Dp 1 1.Struktur

a.Keluarga NyS dapat

bekerja sama dengan

mahasiswa

b.Keluarga NyS mengerti

maksud dan tujuan

2.Proses

a.keluarga dapat terlihat aktif

dalam diskusi

b.keluarga menunjukkan minat

terhadap kegiatan atau tindakan

yang dilakukan

c.keluarga dapat memberikan

respon verbal dan nonverbal

yang baik

d.keluarga kooperatif selama

kegiatan berlangsung

3.Hasil

a.keluarga dapat menjelaskan

38
39

penyakit yang diakibatkan

makanan yang berkolesterol

tinggi

b.keluarga mengerti tentang

penyakit hipertensi itu sendiri

dan keluarga mengerti tentang

parawatan penyakit hipertensi

1.Struktur

2. Dp 2 Keluarga NyS dapat bekerja

sama dengan mahasiswa

2.Proses

a.keluarga dapat terlihat aktif

dalam diskusi

b.keluarga menunjukkan minat

terhadap kegiatan atau tindakan

yang dilakukan

c.keluarga dapat memberikan

respon verbal dan nonverbal

yang baik

d.keluarga dapat menutup

BAK sampah dan membuka

39
40

pintu dan jendela rumah serta

mau membersihkan rumah

3.Hasil

a.keluarga dapat menjelaskan

kebersihan lingkungan

b.keluarga dapat menyebutkan

manfaat lingkungan sehat

c.keluarga dapat menyebutkan

manfaat pintu dan jendela

dibuka

d.keluarga dapat menyebutkan

penyakit yang diakibatkan oleh

lingkungan yang kurang sehat

40
41

Satuan Acara Pengajaran ( SAP )

Pokok Bahasan : Hipertensi

Waktu : 30 menit

Hari/tanggal : Kamis/19 mei 2011

Kegiatan : Penyuluhan

Perserta : Keluarga NyS

A.Analisa Situasi

Seluruh masyarakat desa seterio

B.Tujuan Instruksional Umum

Setelah mengikuti penyuluhan keluarga diharapkan dapat memahami cara

perawatan penyakit hipertensi.

C.Tujuan Instruksional Khusus

-Menyebutkan tentang pengertian penyakit hipertensi

-Menyebutkan tanda dan gejala penyakit hipertensi

-Menyebutkan penyebab penyakit hipertensi

-Menyebutkan cara perawatan dan pengobatan penyakit hipertensi

41
42

D.Sasaran

Keluarga NyS di desa seterio kecamatan banyuasin

E.Garis-garis Materi

-Pengertian penyakit hipertensi

-Penyebab penyakit hipertensi

-Tanda dan gejala penyakit hipertensi

-Cara perawatan dan pengobatan penyakit hipertensi

F.Pelaksanaan Kegiatan

Tahapan Kegiatan Penyuluhan Peserta Waktu

Pembukaan -Memberi salam -Menjawab salam 5 menit

-Memperkenalkan diri

-Menjelaskan maksud dan

tujuan

-Memberi pre test

-Pengertian penyakit -Memperhatikan 15 menit

hipertensi

Isi -Penyebab hipertensi -Memperhatikan

-Tanda dan gejala -Memperhatikan

42
43

hipertensi

- Penatalaksanaan dan -Memperhatikan

pengobatan hipertensi

Penutup -Evaluasi : memberikan -Menjawab pertan 10 menit

pertanggung jawaban pada yaan

keluarga

-Memberikan perawatan -Tersenyum

applause dan pujian

-Salam penutup -Menjawab

G.Pengorganisasian

Mederator :Ibu Dian Anggraini,S.kom,SKM

Penyajian :Evi Haryati

Fasilitator :Leaplet

H.Metode :-Diskusi

43
44

J.Evaluasi

-Keluarga mampu menyebutkan pengertian penyakit hipertensi.

-Keluarga mampu menyebutkan penyebab penyakit hipertensi.

-Keluarga mampu menyebutkan tanda dan gejala penyakit hipertensi.

-Keluarga mampu menyebutkan penatalaksanaan dan pengobatannya.

44
45

Lampiran Materi

Pokok Bahasan : Penyakit Hipertensi

Waktu : 30 menit

Hari/tanggal : Kamis/19 Mei 2011

Kegiatan : Penyuluhan

Peserta : Keluarga NyS

A.Pengertian

Hipertensi (darah tinggi) adalah penyakit kelainan jantung dan pembuluh

darah yang di tandai dengan peningkatan tekanan darah yang lebih dari

160/95mmHg.

B.Penyebab penyakit darah tinggi

-Faktor keturunan -Kebiasaan hidup

-Ciri perorangan -Pola makan

C.Gejala

-Gejala peningkatan tekanan darah -Mudah marah

-Sakit kepala -Telinga berdenging

45
46

-Jantung berdebar -Sulit dan susah tidur

-Penilaian berkurang

D.Pencegahannya

-Menghindari kegemukan

-Membatasi konsumsi lemak

-Makan banyak buah dan sayur segar

-Membatasi alkohol

-Berhenti merokok

46
47

STRATEGI PELAKSANAAN

Nama Mahasiswa

Nama KK

Hari/Tanggal

Pertemuan

I.Proses Keperawatan

A.Kondisi Keluarga

DO

DS

B.Diagnosa Keperawatan

C.Tujuan

D.Tindakan Keperawatan Keluarga

II.Strategi Keperawatan

1.Salam trapuetik

47
48

Selamat siang bapak/ibu perkenalkan nama saya Evi haryati,saya berasal dari

Akper Sapta Karya Palembang.Tujuan saya kemari untuk mengadakan pengkajian

keperawatan keluarga.

2.Evaluasi

Apakah bapak/ibu bisa mengulang tujuan kami mendata dan mengkaji

keluarga bapak/ibu.

3.Kontrak

Topik : Bagaimana kalau kita bicara tentang keluarga bapak/ibu?

Waktu : Mau berapa lama kita bicara? Bagaimana kalau kita bicara sekitar 1

jam? Apakah bapak/ibu bersedia?

Tempat : Kita bicara dimana? Bagaimana kalau kita diruang tamu bapak/ibu?

III.Kerja

Selamat siang bapak/ibu dalam keluarga bapak ada berapa anggota

keluarganya?Apakah ada yang menderita sakit?Apakah ada yang tinggal dirumah

bapak/ibu yang mempunyai anak balita,ibu hamil,dan lansia?

IV.Terminasi

1.Evaluasi respon keluarga

48
49

-Evaluasi subjektif : Bagaimana tanggapan bapak/ibu setelah kami lakukan

pengkajian.

-Evaluasi objektif

2.Rencana tindakan keperawatan

Mulai besok kami lakukan pengkajian keluarga bapak/ibu dan memberikan

penyuluhan kepada keluarga bapak.

3.Kontrak

Topik : Bagaimana kalau besok siang kita bicara lagi?Topik besok tentang

keluarga bapak/ibu?

Waktu : Besok saya akan memberikan penyuluhan sekitar 30 menit.

49
50

STRATEGI PELAKSANAAN

Nama Mahasiswa : Evi Haryati

Nama KK : NyS

Hari/Tanggal : Rabu/18 Mei 2011

Pertemuan : Ke dua

I.

A.Kondisi Keluarga

DO

DS

B.Diagnosa Keperawatan

Ketidak mampuan keluarga menciptakan lingkungan yang sehat berhubungan

dengan berkurangnya pengetahuan kesehatan keluarga.

C.Tujuan

Keluarga dapat memelihara lingkungan rumah.

II.Strategi Keperawatan

1.Salam terapuetik

50
51

Selamat sore bapak/ibu masih ingat dengan saya?saya dari Akper Sapta Karya

Palembang tujuan saya kemari adalah melakukan intervensi pada keluarga bapak atau

ibu dengan cara penyuluhan.

2.Evaluasi

Apakah bapak/ibu bisa menjelaskan penyakitnya apa?

3.Kontrak

Topic :Bagaimana kalau kita bicara tentang

pengertian,penyebab,tanda dan gejala maupun pengobatan penyakit hipertensi?

Waktu :Berapa lama kita bicara,bagaimana kalau kita berbicara sekitar

30 menit,apakah bapak/ibu bersedia?

Tempat :Bagaimana kita bicara diruang tamu?

IV.Kerja

Selamat siang bapak/ibu dalam keluarga bapak ada yang menderita penyakit

hipertensi?dan bapak membiasakan bakar sampah disamping rumah?maka dari itu

saya akan jelaskan pengertian,tanda dan gejala penyakit hipertensi maupun

pengobatannya dan juga saya disini akan menjelaskan akibat dari lingkungan yang

kurang memenuhi syarat kesehatan.

IV.Terminasi

51
52

1.Evaluasi respon keluarga

-Evaluasi subjektif :bagaimana bapak/ibu setelah saya berikan

penyuluhan?

-Evaluasi objektif :saya sudah mengerti sekarang

2.Rencana Tindakan Keperawatan

Ibu,saya minggu depan akan ke sini untuk melakukan evaluasi terhadap apa

yang saya berikan hari ini.

3.Kontrak

Topik : Bagaimana kalau kita bicara lagi minggu depan dengan topik

mengevaluasi

Waktu : Minggu depan saya akan datang kemari sekitar 30 menit

Tempat : Kalau kita bicara di rumah ibu bagaimana?

52
53

STRATEGI PELAKSANAAN

A.Proses Keperawatan

1.Kondisi Nama Mahasiswa : Evi Haryati

Nama KK : NyS

Hari/Tanggal : Rabu/18 Mei 2011

Pertemuan : Ke tiga

DS : NyA sudah mengerti tentang penyakit hipertensi

(pengertian,penyebab,tanda dan gejala,pencegahan,dan

pengobatan)

DO : NyA tampak tentang

2.Diagnosa :Hipertensi

B.SP Tindakan Keperawatan

1.Orientasi

53
54

A.Salam terapuetik

Selamat siang,sesuai janji kita kemarin saya akan mengevaluasi sejauh mana

ibu mengerti tentang penyakit hipertensi.

B.Evaluasi/validasi

Apakah bapak masih bisa mengingat penyuluhan yang saya berikan minggu

kemarin?

C.Kontrak

Topik : Bagaimana kalau ibu ulangi lagi tentang penyakit hipertensi

sesuai dengan yang saya lakukan minggu kemarin

Tempat : Mau dimana kita bercakap-cakap..?bagaimana kalau

diruang tamu

Waktu : 30 menit

2.Kerja

- Apakah pengertian hipertensi?

- Apakah penyebab hipertensi?

- Apakah tanda dan gejala hipertemsi?

- Apakah pencegahan hupertensi?

54
55

- Apakah pengobatan hipertensi?

3.Terminasi

A.Evaluasi subjektif

Apakah ibu sudah mengerti tentang penyakit hipertensi setelah saya ulangi lagi?

B.Evaluasi objektif

Coba ibu ulangi penjelasan saya tadi?

C.Rencana tindakan lanjut

Sudah ibu waktu kita sudah habis,kapan-kapan saya ke sini lagi.

55

Beri Nilai