Anda di halaman 1dari 7

Landing Gear (Ban Pesawat) dan

Strukturnya
Bab 1 Pendahuluan
Ban adalah peranti yang menutupi velg suatu roda. Ban adalah bagian penting
dari kendaraan darat, dan
digunakan untuk mengurangi getaran yang disebabkan ketidakteraturan
permukaan jalan, melindungi roda
dari aus dan kerusakan, serta memberikan kestabilan antara kendaraan dan
tanah untuk meningkatkan
percepatan dan mempermudah pergerakan. Sebagian besar ban yang ada
sekarang, terutama yang
digunakan untuk kendaraan bermotor, diproduksi dari karet sintetik, walaupun
dapat juga digunakan dari
bahan lain seperti baja. Ban pesawat terbang dirancang secara khusus untuk
mampu menahan beban
yang berat, memberikan rasa nyaman pada penumpang, dan bertahan ketika
pesawat bergerak di
landasan dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Sebenarnya, ukuran ban pesawat terbang hampir sama dengan ukuran ban
mobil. Memang ukuran ini
tampak kecil bila dibandingkan dengan ukuran pesawat. Mengapa dipilih ban
kecil, sebab ban dengan
ukuran yang terlalu besar menyulitkan ban tersebut menahan torsi berat
pesawat.
Ban pesawat bukan ban yang padat. Di dalamnya ada gas/udara dengan
tekanan yang cukup besar,
sekitar enam kali lebih besar dari tekanan ban mobil penumpang. Tekanan
sebesar ini dibutuhkan untuk
menahan berat pesawat yang besar. Kelenturan atau deflection (perbedaan
tinggi ban sebelum dan
sesudah dipasang) ban pesawat sekitar 2 3 kali lebih besar dari ban mobil.
Kelenturan yang tinggi ini membuat penumpang pesawat lebih nyaman ketika
pesawat hendak mendarat.
Ban pesawat juga diharapkan mampu bertahan ketika pesawat bergerak dengan
kecepatan sekitar 340
km/jam atau sekitar dua kali kecepatan maksimum mobil. Jadi, jangan lihat
kecilnya, tapi lihat
kemapuannya.
Bab 2. Tinjauan pustaka
Suspensi adalah kumpulan komponen tertentu yang berfungsi meredam kejutan,
getaran yang terjadi pada
kendaraan akibat permukaan jalan yang tidak rata yang dapat meningkatkan
kenyamanan berkendara dan
pengendalian kendaraan. Sistem suspensi kendaraan terletak diantara bodi
(kerangka) dengan roda. Ada
dua jenis utama suspensi yaitu :
1. Sistem suspensi dependen atau sistem suspensi poros kaku (rigid)
Roda dalam satu poros dihubungkan dengan poros kaku (rigid), poros kaku
tersebut dihubungkan ke bodi
dengan menggunakan pegas, peredam kejut dan lengan kontrol (control arm)
Awalnya semua kendaraan menggunakan sistem ini. Sampai sekarang sebagian
besar kendaraan berat
seperti truck, masih menggunakan sistem ini, sedangkan kendaraan niaga
umumnya menggunakan sistem
ini pada roda belakang.
2. Sistem suspensi independen atau sistem suspensi bebas.
Antara roda dalam satu poros tidak terhubung secara langsung, masing-masing
roda (roda kiri dan kanan)
terhubung ke bodi atau rangka dengan lengan suspensi (suspension arm), pegas
dan peredam kejut.
Goncangan atau getaran pada salah satu roda tidak mempengaruhi roda yang
lain. Umumnya kendaraan
penumpang menggunakan sistem ini pada semua poros rodanya, sedangkan
kendaraan niaga umumnya
menggunakan sistem ini pada roda depan sedangkan pada poros roda belakang
menggunakan sistem
suspensi dependen pada poros roda belakang. Tipe MacPherson strut dan
double-wishbone termasuk
dalam jenis sistem ini.
Komponen utama
1. Pegas
Dengan sifat pegas yang elastis, pegas berfungsi untuk menerima getaran atau
goncangan roda akibat
dari kondisi jalan yang dilalui dengan tujuan agar getaran atau goncangan dari
roda tidak menyalur ke bodi
atau rangka kendaraan.
Beberapa tipe pegas yang digunakan pada sistem suspensi :
- Pegas ulir (coil spring), dikenal juga dengan nama per keong, jenis yang
digunakan adalah pegas ulir -
tekan atau pegas ulir untuk menerima beban tekan.
- Pegas daun (leaf spring), umumnya digunakan pada kendaraan berat atau
niaga dengan sistem suspensi
dependen.
- Pegas puntir atau dikenal dengan nama pegas batang torsi (torsion bar spring),
umumnya digunakan
pada kendaraan dengan beban tidak terlalu berat.
2. Peredam kejut
Peredam kejut berfungsi untuk meredam beban kejut atau goncangan atau
getaran yang diterima pegas.
Peredam kejut, shock absorber, shock breaker, atau damper adalah sebuah alat
mekanik yang didesain
untuk meredam hentakan yang disebabkan oleh energi kinetik. Peredam kejut
adalah bagian penting
dalam suspensi kendaraan bermotor, roda pendaratan pesawat terbang, dan
mendukung banyak mesin
industri. Peredam kejut berukuran besar juga digunakan dalam arsitektur dan
teknik sipil untuk mengurangi
kelemahan struktur akibat gempa bumi dan resonansi.
Dalam kendaraan, alat ini berfungsi untuk mengurangi efek dari kasarnya
permukaan jalan. Tanpa
peredam kejut, kendaraan dapat terlempar, seperti energi yang disimpan dalam
per dan lalu dilepaskan
pada kendaraan, barangkali melebihi gerakan suspensi. Kontrol gerakan berlebih
pada suspensi tanpa
peredam kejut diredam secara paksa oleh per yang kaku, yang dapat
menyebabkan ketidaknyamanan
dalam berkendara. Peredam kejut diperkenankan menggunakan per yang lembut
yang mengontrol
gerakan suspensi dalam merespon gundukan atau lubang. Dan juga,
berhubungan dengan pelambatan
efek fisik dalam ban itu sendiri, mengurangi gerakan naik turun per. Karena ban
tidak selembut per, untuk
meredam hentakan ban mungkin dibutuhkan shock yang kaku yang lebih ideal
untuk kendaraan
Peredam kejut pneumatik dan hidraulik umumnya mengambil bentuk sebuah
silinder dengan piston yang
bergerak di dalamnya. Silinder harus diisi dengan cairan kental, seperti minyak
hidraulik atau udara. Cairan
ini diisikan ke dalam dashpot. Peredam kejut berbasis per umumnya
menggunakan per keong atau per
daun. Per ideal itu sendiri, bukanlah peredam kejut seperti per yang hanya
menyimpan dan tidak
menghilangkan atau menyerap energi. Kendaraan biasanya menggunakan dua
per atau palang torsi yang
berfungsi sebagaimana peredam kejut hidraulik. Dalam kombinasi ini, peredam
kejut secara khusus
menyediakan piston hidraulik yang menyerap dan menghilangkan getaran. Per
tidak dianggap sebagai
peredam kejut.
Peredam kejut harus menyerap atau menghilangkan energi. Desainnya harus
dipertimbangkan, oleh
karena itu harus dibuat ketika mendesain atau memilih sebuah peredam kejut
adalah ke mana energi akan
pergi. Umumnya, dalam kebanyakan dashpot, energi diubah ke dalam panas di
dalam cairan kental.
Dalam silinder hidraulik, minyak hidraulik akan memanas. Dalam silinder udara,
udara panas selalu
dilepaskan ke atsmofer. Dalam tipe dashpot yang lain, seperti elektromagnetik,
energi yang hilang dapat
disimpan dan bisa digunakan kemudian jika diperluka.
3. Lengan suspensi
Lengan suspensi atau suspension arm hanya terdapat pada sistem suspensi
dependen, terpasang pada
bodi atau rangka kendaraan, berfungsi untuk memegang rangka roda
kendaraan. Pergerakan yang
komplek pada roda agar dapat sinkron dengan pergerakan pergerakan lengan
suspensi maka terdapat ball
joint pada pengikatan lengan suspensi dengan rangka roda.
Ban Pesawat
Ban Bias dan Ban Radial
Perbedaan mendasar dari Ban Bias dan Radial terletak pada susunan benang
yang mengikat,berikut
perbedaan detailnya:
Perbedaan ban bias dan ban radial
Ban pada dasarnya diklasifikasikan ke dalam dua struktur sebagai berikut:
Struktur Bias
Ban dengan struktur bias adalah yang paling banyak dipakai. Dibuat dari banyak
lembar cord yang
digunakan sebagai rangka (frame) dari ban. Cord ditenun dengan cara zig-zag
membentuk sudut 40
sampai 65 derajat sudut terhadap keliling lingkaran ban.
Struktur Radial
Untuk ban radial, konstruksi carcass cord membentuk sudut 90 derajat sudut
terhadap keliling lingkaran
ban. Jadi dilihat dari samping konstruksi cord adalah dalam arah radial terhadap
pusat atau crown dari
ban. Bagian dari ban berhubungan langsung dengan permukaan jalan diperkuat
oleh semacam sabuk
pengikat yang dinamakan Breaker atau Belt. Ban jenis ini hanya menderita
sedikit deformasi dalam
bentuknya dari gaya sentrifugal, walaupun pada kecepatan tinggi. Ban radial ini
juga mempunyai Rolling
Resistance yang kecil.
Beberapa istilah dalam struktur ban :
Tread adalah bagian telapak ban yang berfungsi untuk melindungi ban dari
benturan, tusukan obyek dari
luar yang dapat berusak ban. Tread dibuat banyak pola yang disebut Pattern.
Breaker dan Belt adalah bagian lapisan benang ( pada ban biasa terbuat dari
tekstil , sedang ban radial
terbuat dari kawat) yang diletakkan diantara tread dan Casing. Berfungsi untuk
melindungi serta meredam
benturan yang terjadi pada Tread agar tidak langsung diserap oleh Casing.
Casing adalah lapisan benang pembentuk ban dan merupakan rangka dari ban
yang menampung udara
bertekanan tinggi agar dapat menyangga ban.
Bead adalah bundelan kawat yang disatukan oleh karet yang keras dan
berfungsi seperti angkur yang
melekat pada Pelek.
Ban pesawat terbang dirancang untuk pemakaian kasar sebagai akibat dan
operasionalnya berulang-ulang
mulai dari ketika pesawat tinggal landas sampai mendarat, membawa awak
pesawat yang bebannya
sangat berat dengan tingkat kecepatan paling tinggi. Perkembangan ban
pesawat terbang memerlukan
dukungan produsen ban yang bisa menerapkan teknologi tertinggi. Secara
menyeluruh hal ini agar kualitas
keamanannya terjamin dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien sekelas
pesawat penumpang
Airbus A380 Jetliner, dimana kecepatan pesawat sejak tinggal landas sampai
mendarat mencapai lebih
dari 370 km/h, ditambah lagi berat pesawat ketika tinggal landas lebih dari 560
ton. Bridgestone mensuplai
ban radial pesawat terbang mengaplikasikan teknologi struktur radial tertinggi
(disingkat RRR*) dengan
tingkat elastisitas kekuatan kawat terbaik. *RRR = Revolutionarily Reinforced
Radial.
Awal pesawat udara dan pesawat kecil banyak menggunakan ekor-roda (atau
skid ) dalam konvensional,
atau-dragger pengaturan ekor, di mana roda pendaratan utama terletak di depan
atau maju dari pusat
gravitasi dari pesawat. Pengaturan populer di pesawat modern adalah landing
gear roda tiga , dengan gigi
utama yang terletak di belakang atau belakang dari pusat gravitasi, dan gigi
hidung terletak maju yang
membawa sekitar 20% dari berat statis pesawat. pesawat besar seperti badan
komersial pesawat-lebar
dan pesawat militer seperti C-5A menggunakan multiple-roda bogie untuk
menopang berat besar dan,
dalam kasus C-5A, untuk memberikan arahan medan lembut dan kemampuan
lepas landas. Lihat juga
pesawat militer .
Metode menerima sebagian besar menyerap energi karena pendaratan adalah
udara-minyak strut disebut
sebuah oleo. Komponen dasar adalah silinder luar yang berisi minyak campuran
udara dan piston batin
yang memampatkan minyak melalui lubang . Aliran minyak melalui lubang
tersebut meteran oleh pin
variabel-diameter yang melewati lubang sebagai stroke gigi. Aliran minyak yang
berlaku bervariasi
kekakuan dari kompresi gigi. Ban pesawat terbang dirancang secara khusus
untuk mampu menahan
beban yang berat, memberikan rasa nyaman pada penumpang, dan bertahan
ketika pesawat bergerak di
landasan dengan kecepatan yang cukup tinggi. Sebenarnya, ukuran ban
pesawat terbang hampir sama
dengan ukuran ban mobil. Memang ukuran ini tampak kecil bila dibandingkan
dengan ukuran pesawat.
Mengapa dipilih ban kecil, sebab ban dengan ukuran yang terlalu besar
menyulitkan ban tersebut
menahan torsi berat pesawat. Ban pesawat bukan ban yang padat. Di dalamnya
ada gas/udara dengan
tekanan yang cukup besar, sekitar enam kali lebih besar dari tekanan ban mobil
penumpang. Tekanan
sebesar ini dibutuhkan untuk menahan berat pesawat yang besar. Kelenturan
atau deflection (perbedaan
tinggi ban sebelum dan sesudah dipasang) ban pesawat sekitar 2 3 kali lebih
besar dari ban mobil.
Kelenturan yang tinggi ini membuat penumpang pesawat lebih nyaman ketika
pesawat mendarat. Ban
pesawat juga diharapkan mampu bertahan ketika pesawat bergerak dengan
kecepatan sekitar 340 km/jam
atau sekitar dua kali kecepatan maksimum mobil.

https://www.4shared.com/web/preview/pdf/V2BxQPnL