Anda di halaman 1dari 2

Nomor : 003/WLB-ADM/X/2014 Denpasar, 28 Oktober 2014

Lampiran : -
Perihal : Surat Peringatan

Kepada Yth :
Direktur CV. HIKMAH NIAGA
Di - Tempat

Dengan hormat,
Menindaklanjuti Surat Peringatan II yang kami kirimkan per tanggal 08 Oktober 2014 , dimana
sudah kami sampaikan sebelumnya agar Bapak dapat mengambil langkah yang pasti untuk
mengejar keterlambatan progress Proyek Pembangunan SD 17 Dauh Puri. Namun sampai saat
ini , setelah kami lakukan perhitungan, progress yang tercapai per tanggal 27 Oktober 2014
adalah 61,28% dari rencana 94,16%, terlihat deviasi sangat besar , yaitu 32,88%.

Berdasarkan Keppress RI No. 80/2013 dan Kepmen PU No. 257/2014, Ketentuan Kriteria
kondisi suatu kontrak adalah sebagai berikut :
1. Suatu kontrak dinilai masuk dalam kategori kritis apabila :
a. Dalam periode I ( rencana pelaksanaan fisik 0 70 % ) dari kontrak
keterlambatan progress fisik lebih dari 15%.
b. Atau dalam periode II ( rencana pelaksanaan fisik 70 100 % ) dari kontrak
terjadi keterlambatan progress fisik lebih dari 10 % .
c. Atau dalam periode III ( rencana pelaksanaaan fisik 70 100 % ) apabila
pekerjaan belum selesai dan waktu pelaksanaaan sudah habis dan kontraktor
dikenakan denda .
2. Suatu kontrak dinilai dalam kategori terlambat apabila :
a. Di dalam periode I ( rencana pelaksanaan fisik 0 70 % ) dari kontrak terjadi
keterlambatan 10 15 % .
b. Atau dalam periode II ( rencana pelaksanaan fisik 70 100 % ) dari kontrak
terjadi keterlambatan progress fisik 5 10 % .
3. Dan suatu kontrak dinilai masih dalam batas wajar apabila keterlambatan progress
fisik masih dibawah nilai 10 % untuk fisik 0 70 % , dan dibawah 5 % untuk fisik 70
100 % .
Melihat penjabaran tersebut , bersama ini kami ingatkan kembali bahwa dengan kondisi saat ini,
terjadi keterlambatan 32,88 % , sesuai prosedur selanjutnya , dapat saja dilakukan Show Cause
Meeting atau Rapat Pembuktian .

Untuk itu , kami harap Bapak segera melakukan upaya-upaya sampai sisa batas waktu
pelaksanaan sesuai Kontrak , diantaranya :
- Memperbaiki sistim kerja dilapangan.
- Membuat metode pelaksanaan untuk pekerjaan yang tersisa.
- Menambah tenaga kerja secepatnya.
- Menambah jam kerja dengan metode lembur.
- Mendatangkan segera material yang akan dilaksanakan.
Serta segera melengkapi administrasi laporan pelaksanaan Harian , Mingguan , Bulanan,
Addendum ( bila ada ) , MCO dan Berita Acara .

Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih .

Konsultan Pengawas
PT. MITRA TRI SAKTI

I Nyoman Suasana, SE
Direktur Utama

Tembusan :

1. PPK Kegiatan Pembangunan Gedung Sekolah SD 17 Dauh Puri


2. PPTK Kegiatan Pembangunan Gedung Sekolah SD 17 Dauh Puri
3. Direksi Teknis
4. Arsip