Anda di halaman 1dari 2

Latar Belakang Permasalahan

Ford Motor Company memproduksi mobil ditahun 1970 dengan proyek bernama Pinto.Mobil ini dibuat
untuk memenangkan persaingan kuat dari pesaingnya yaitu Volkswagen. Pinto memiliki berat 2.000
pound dan berlabel harga $ 2,000.-. Produk ini cukup sukses ditahun awal penjualan yang mencapai
penjualan sebesar 3.200.000 unit. Mereka mendesaign tangki bahan bakar mobil dibelakang poros
belakang (bumper bagian belakang) bukan diatas bagian mobil dengan harapan dapat menciptakan
bagasi mobil yang lebih besar.

Dengan design tersebut Ford dapat melakukan penghematan biaya dan harga produk mereka dapat
bersaing dipasaran. Mereka berharap laba besar tetapi mengabaikan keselamatan bagi para pengguna
mobil tersebut, yang berakibat ditahun 70 an Ford menarik 1.500.000 produknya karena banyaknya
kasus mobil meledak sebagai sebab akibat kesalah produksi pada tangki bahan bakar yang mudah
meledak disaat terjadi tabrakan, dan mereka juga banyak pengeluaran jutaan dollar karena pembelaan
diri dari adanya tuntutan hukum atas kelayakan produk tersebut.

Rubber Bladder

Etika Profesi

Secara pekerjaan proyek, mereka merancang dan mengembangkan produk secara cepat yaitu
membutuhkan waktu 3 tahun untuk mendesaign mobil Ford Pinto. Dalam pola pekerjaan proyek Ford
Pinto, para teknisi dan insinyur langsung bertanggung jawab kepada supervisor mereka selanjutnya
kepada Robert Alexander,Mac Donald, dan akhirnya Komite Perencanaan Produk Ford yang terdiri dari
Iacoca. Melalui rantai komando ini banyak laporan-laporan yang terlewatkan termasuk diantaranya hasil
tes adanya tumbukan, kecenderungan mobil meledak dalam kobaran api dalam kecepatan 21 mil
perjam, design pintu mobil yang sulit dibuka yang bisa berakibat penumpang dapat terperangkap
didalamnya.Cacatnya design Ford Pinto juga disebabkan karena perusahaan digerakkan oleh salesman
bukan insinyur,oleh sebab itu mobil mereka berfokus kepada styling bukan keselamatan dan berdasarkan
pengakuan seorang insinyur,mereka juga perduli akan keselamatan namun pernyataan mereka
diabaikan.

Secara kode etik profesi,para pekerja dalam tingkatan manajemen diatas melakukan pelanggaran dalam
profesi mereka, sebab mengambil suatu keputusan dengan sengaja, membahayakan serta mengabaikan
keselamatan public/lingkungan. Etika profesi dalam suatu organisasi harus diterapkan kedalam sistem
perusahaan dan menjadi budaya organisasi yang mengikat setiap individu pelaku profesi dalam
perusahaan.Hal ini perlu sebab etika dapat membentuk seseorang untuk dapat bertanggung jawab
dengan apa yang dihasilkannya, dan akhirnya hasil kerja mereka membawa dampak positif bagi diri
sendiri maupun orang lain.

Dampak berbahaya kecacatan mobil Ford pinto awalnya sudah diketahui oleh pihak perusahaan, namun
mereka lebih memilih untuk melakukan ganti rugi dibandingkan mengubah design tangki bahan bakar
yang membutuhkan biaya yang tinggi.Kesengajaan pihak Ford ini adalah suatu pelanggaran etika bisnis
yang tidak bertanggung jawab atas produk dan keselamatan bagi konsumennya.Dalam kasus ini Ford
company mengabaikan hak-hak konsumen mereka,menutupi kecacatan produk serta melakukan
kebohongan publik dengan bersembunyi dari kenyataan akan gagalnya produk Pinto.

Kebijakan bisnis harus memiliki etika, sebab etika dapat menimbulkan kepercayaan konsumen terhadap
suatu produk bisnis, yang dapat menjadi penentu keberhasilan perusahaan. Dalam kasus Ford,mereka
mengabaikan etika-etika dasar yang hanya berfokus untuk memenangkan persaingan,namun
mengabaikan kepercayaan,kualitas produk serta nama baik perusahaan.