Anda di halaman 1dari 16

SISTEM TRANSPORTASI

Oleh

ARNA SUSILOWATI
NIM : 750415020

UNIVERSITATAS NEGERI GORONTALO


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN DASAR
2017

0
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sistem transportasi merupakan system peredaran darah Manusia termasuk
system peredaran darah tertutup. artinya darah mengalir pada pembuluh
darah. Sistem peredaran pada manusia juga di sebut system peredaran darah
rangkap , dalam satu kali edar, darah melewati jantung selama dua kali.saat darah
mengalir pada paru-paru dan saat darah beredar menuju ke seluruh tubuh .
peredaran darah dari jantung menuju paru-paru dan kembali ke jantung di
sebut peredaran darah kecil sementara itu .

1.2 Rumusan masalah


1. Bagaimana pengertian darah, dan macam-macam penyakitnya
2. Jelaskan struktur jantung, dan macam-macam penyakitnya
3. Jelaskan pengertian pembuluh darah, dan macam-macam penyakitnya

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami pengertian,system transportasi
2. Untuk mengetahui macam-macam penyakit yang ada dalam
sistim Transportasi
3. Untuk mengetahui dan memahami dan cara penanggulanganya

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Peredaran darah dan macam-macam penyakitnya


Sistem paredaran darah pada manusia termasuk system peredaran darah
tertutup. Artinya darah mengalir dari pembuluh darah. System peredaran darah
pada manusia juga di sebut peredarn darah rangkap. Artinya dalam satu kali
edar,darah melewati jantung sebanyak dua kali. Saat darah beredar pada paru-paru
dan saat darah beredar menuju seluruh tubuh. Peredarn darah dari jantung menuju
paru-paru dan kembali ke jantung di sebut peredaran darah kecil. Sementara itu,
saat darahberedar dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung
di sebut peredaran darah besar.

Sistem Peredaran Darah Manusia

Sistem peredaran darah mempunyai fungsi sebagai berikut.


1. Mengangkut zat makan dan zat sisa hasil metabolism
2. Mengangkut zat buangan dan substansi beracun menuju hati untuk di netralkan
3. Mengangkut zat buangan dan sustansi begrcun menuju ginjal untuk di buang
4. Mendistribusikan hormon dari kelenjer dan organ yang memproduksinnya ke
sel-sel tubuh yang membutuhkan
5. Mengatur suhu tubuh melalui aliran tubuh
6. Mencegah hilangnya darah melalui mekanisme pembekuan darah
7. Melindungi tubuh dari bakteri dan virus dengan mensirkulasikan antibodi dan
sel darah putih
Sistem peredaran darah memilik tiga komponen utama sebagai berikuti :

2
1. Darah, berfungsi sebagai medium pengangkut zat makanan, udara, dan zat
buangan
2. Jantung, berfungsi memompa darah sehingga dapat beredar ke seluruh tubuh
3. Pembuluh darah, sebagai saluran tempat darah beredar ke seluruh tubah
1. DARAH
Manusia rata-rata mempunyai enam liter darah atau sekitar 8% dari totalk
berat badan manusia. Apabila contoh di ambil kemudian di masukkan ke dalam
tabung reaksi lalu di sentrifugasi maka tampak darah tersusun atas 55% plasma
darah dan 45% sel-sel darah.

Bagian-Bagian Darah

a. Plasma darah
Plasma darah terdiri atas 90% air dan 10% sisanya zat-zat yang terlarut di
dalamnya. Kandungan plasma darah beserta fungsinya dapat anda cermati dalam
tabel berikut.
No Kandungan plasma darah Fungsi
1 air sebagai pelarut zat-zat lain
2 hormon mempengaruhi aktivitas organ yag dituju
3 karbon dioksida hasil respirasi sel yang dibawa ke paru-
paru untuk bibuang
4 sampah nitrogen hasil metabolism yang akan diekskresikan
ke ginjal

3
b. Sel-Sel darah
Di dalam darah terdapat tiga macam sel darah yaitu sel darah (eritrosit), sel
darah putih (leukosit), dan keeping darah(trombosit).

Sel-Sel Darah

1. Sel darah merah (Eritrosit)


Karakteristik sel darah merah sebagai berikut.
a) Eritrosit merupankomponen utama sel darah merah yaitu sekitar 99%.
b) Berbentuk bikonkaf, sehingga memiliki permukaan yang tinggi
c) Tidak berinti, sehingga tidak bias hidup lama
d) Saat dalam rahim ibu, eritrosit di bentuk dalam hati dan limpa. Setelah di
lahirkan, eritrosit dibentuk di sumsum tulang. Misalnya di tulang dada, tulang
lengan atas, tulang kaki atas, dan tulang pinggul.
e) Umur eritrosit sekitar 120 hari. Setelah mati akan di rombak dalam hati
menjadi bilirubin dan biliverdin(zat warna empedu). Zat besi hasil
perombakan tersebut kemudian di kirim ke hati dan limpa untuk di gunakan
membentuk eritrosit baru.
2. Sel darah putih (leukosit)
Karateristik sel darah putih sebagai berikut:
a) Leukosit memiliki inti sel, sehingga dapat bertahan hidup berbulan-bulan
b) Tidak mengandung hemoglobin sehingga tidak berwarna merah
c) Ukurnya lebih besar dari pada eritrosit

4
d) Leukosit di bentuk di dalam sumsum merah, limpa, dan kelenjer getah bening
atau kilenjer limfe.
Sel darah putih berdasarkan krateristik sitoplasnya dapat di bagi menjadi
dua yaitu granulosit dan agranulosit
a) Granulosit merupakan sel darah putih yang sitoplasmanya bergranula.
Granalosit terdiri atas neutrofil ,eosinofil, dan basofil
1) Neutrofil merupakan sel darah putih yang granulanya menyerap zat warna
yang bersifat netral. Neutrofil ini merupakan komponen terbesar dalam sel
darah putih. Neutrofil berfungsi memakan kuman penyakit, contoh bacteri.
2) Eosinofil merupakan sel darah putih yang granulanya menyerap zat warna
yang bersifat asam. Jumlah eosinofil dalam sel darah putih sekitar 2%.
Fungsi sel ini untuk mengatasi jenis-jenis penyakit karena energi.
3) Basofil merupakan sel darah putih yang granulanya menyerap zat warna
yang bersifat basa. Basofil ini menghasilkan heparin yang berfungsi dalam
proses pembekuan darah.
b) Agranulosit merupakan sel darah putih yang sitoplasmanya tidak bergranula.
Kelompok sel ini meliputi linfosit dan monosit. Limposit tidak dapat bergerak
dan berfungsi untuk membentuk antibody yang berperan dalam menjaga
kekebalan tubuh. Sementara itu, monosit merupakan sel darah putih yang
dapat bergerak seperti Amoeba dan bersifat fagosit. Manosit ini diproduksi
pada jaringan limfe.
3. Keping darah (Trambosit)
Keping darah (trambosit) merupakan fragmen-fragmen besar sel yang di
sebut megakorosit. Karateristik keeping darah sebagai berikut.
a) Keping darah berukuran kecil, bentuknya tidak beraturan.
b) Keping darah tidak berinti sehingga berumur pendek.
c) Masa hidup keping darah +10-12 hari.
d) Dalam setiap milliliter darah terdapat keeping darah sekitar 200.000-400.000
butir.
Keping darah ini berperan dalam proses pengumpulan darah. Mekanisme
pengumpulan darah sebagai berikut.

5
Apabila pembuluh darah rusak,terluka atau terpotong maka darah akan
mengalir keluar dari pembuluh darah. Akan tetapi, darah tersebut akan berhenti
mengalir keluar karena terjadi proses pengumpulan darah.didalam plasma darah
terdapat trambosit yang akan pecah jika menyentuh permukaan yang kasar. Jika
trambosit pecah, enzim tramboplastin yang di kandungnya akan keluar bercampur
dengan plasma darah. Dalam plasma darah terdapat juga protrombin. Protrombin
akan di ubah menjadi thrombin oleh enzim tromboplastin. Perubahan
protrombinmenjadi tombin di picu oleh ion kalsium (Ca2+). Pembentukan
protrombin memelurkan vityamin K.
Thrombin berfungsi sebagai enzim yang dapat mengubah fibrinogen
menjadi fibren. Fibrinogen adalah suatu protein yang terdapat dalam plasma
sedangkan fibren adalah protein berupa benang-benang yang tidak larut dalam
mala mini. Benang-benang fibrin yang terbentuk akan saling bertautan sehingga
sel-sel darah merah beserta plasma akan terjaring dan menbentuk gumpalan.
Jaringan baru akan terbentuk menggantikan gumpalan tersebut dan luka akan
menutup.
c. Golongan darah
Seorang dikatakan mengalami kekurangan darahketija volume darahnya
kurang dari normal. Kekurangan darah dapat di sebabkan karena oleh penyakit
atau luka. Agar fungsi transportasi tidak terganggu diperlukan trafusi darah.
Meskipun semua jenis darah tampaknya sama, tetapi kandungan
proteinnya sangat beragam. Apabila protein asing yang yang tidak sesuai masuk
ke dalam tubuh maka tubuh akan berusaha untuk membunuhnya dengan cara
pengumpalan (aglutinasi). Protein asing tersebut dinamakan antigen atau
aglutinogen. Adapun penyebab timbulnya zat penolak dinamakan antibodi atau
aglutinin. Aglutinogen terdapat didalam eritrosit, sedangkan aglutinin terdapa
dalam plasma darah.
Pada tahun 1900 karl Landsteiner seorang ahli imunologi menemukan
perbesaan aglutinogen dan aglutinin yang terkandung dalam darah manusia. Atas
dasar inilah Landsteiner memperkenalkan system ABO yang membedakan darah
ke dalam empat golongan sebagai berikut.

6
1) Golongan darah A
Apabila eritrosit seseorang mengandung aglutinogen A, sedangkan plasma
darahnya mengandung aglutinin B(anti-B) maka orang tersebut bergolongan
darah A.
2) Golongan darah B
Apabila eritrosit seseorang mengandung aglutinogen B, sedangkan plasma
daranya mengandung aglutinin a (anti-A) maka orang tersebut bergolongan
darah B.
3) Golongan darah AB
Apabila eritrosit seseorang mengandung aglutinogen A dan aglutinogen B,
sedangkan plasma darahnya tidak mengandung aglutinin maka orang tersebut
bergolongan darah AB
4) Golongan darah O
Apabila eritrosit seseorang mengandung aglitinogen, sedangkan plasma darah
mengandung aglutinin a dan aglutinin B maka orang tersebut bergolongan
darah O.
Tabel golongan darah
Golongan darah aglutinogen aglutinin
A A B
B B a
AB A dan B -
O - a dan B

2.2 Macam- Macam Penyakit


1) Anemia
Anemia merupakan penyakit kekurangan darah hemoglobin, fe, dan
ritrosit dalam tubuh. Gejalanya muka pucat, lesu, sakit kepala, dan gangguan
menstruasi.
2) Leukumia
Leukemia merupakan kondisi produksi sel darah putih melebihi batas
normal. Leukemia dapat twrjadi karena adanya jaringan penghasil sel-sel darah
tumbuh secara abnormal. Leukemia juga di sebabkan oleh infeksi virus, terkena

7
sinar radioaktif, terkena zat-zat kimia, serta factor keturunan (genetis). Gejala
penyakit ini yaitu pucat, lesu, demam, dan pendarahan.
3)Thalesemia
Thalesemia merupakan penyakit yang di sebabkan oleh adanya gangguan
produksi hemoglobin dan eritrosit. Thalasemia merupakan penyakit
keturunan/genetic. Gejalanya antara lain anemia, pembesaran limfa, bentuk tulang
abnohormal, dan gangguan pertumbuhan.
4) Sickle cell
Sickle cell merupakan suatu penyakit yang di tandai dengan benntuk sel
darah merah menyerupai bulan sabit. Sel darah merah yang berbentuk bulan sabit
tersebut mudah saling tindih pada pembuluh darah. Akibatnya, sel darah tersebut
menyumbat pembuluh darah dan terjadi hemotisis(pecah). Selain itu, sel darah
merah dengan bentuk bulan sabit memiliki daya ikat yang lemah terhadap
oksigen.

2.3 Struktur Jantung dan Macam-Macam Penyakitnya


A. Jantung
a) Struktur jantung
Jantung merupakan organ yang sangat penting pada proses peredaran
darah. Jantung manusia terdiri atas empat ruang, yaitu atrium kanan dan kiri serta
ventrikel kanan dan kiri. Secara struktur, dinding atrium lebih tipis daripada
dinding ventrikel. Hal ini karena ventrikel kiri memerlukan kekuatan yang lebih
besar untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Struktur Jantung

8
Atrium kiri dan kanan dipisahkan oleh sekat yaitu septum atrioreum/
septum interventrikularis. Saat embrio sekat atrium belum tertutup, sehingga pada
sekat ini terdapat lubang. Lubang tersebut di namakan foramen ovale, sedangkan
atrium dan ventrikel di namakan septum atrioventrikularis.
Selain sekat jantung juga memiliki ketup yang disebut valvula. Katup
jantung yang berada di antara atrium kanan dan ventrikel kanan di sebut
valvulabikuspidalis. Katup-katup tersebut berfungsi untuk menjaga agar darah
dalam jantung tidakkembali ke tempat semula.
Otot jantung (miokardium) mremiliki struktur seperti otot lurik tetapi
bercabang-cabang. Otot jantung di sarafi oleh saraf tidak sadar. Saraf tesebut
menempel di jantung bagian tengah, di antara dua bilik sebagai berkas yang
menyebar/berkas His.
Saat melakukan fungsinya, jantung berdenyut dengan siklus kontraksi-
relaksi.periode relaksasi yaitu atrium menguncap dan ventrikel mengembang
(relaksasi) kondisi ini di sebut diastole. Pada umumnya, orang dewasa yang
normal memiliki tekanan sistol kurang kebih 120 mmHg dan tekanan diastole
kurang lebih 80 mmHg. Tekanan darah ini dapat di ketahui menggunakan alat
tensimeter atau spigmomanometer.
B. Macam-macam penyakit pada jantung
1.) jantung koroner
Penyakit ini di sebabkan adanya penyumbangan pada artikel kecil di
dinding jantung yang terjadi karena penebalan dinding jantung sebelah dalam.
Akibatnya, aliran darah menjadi kurang kancar. Penyumbatan ini dapat
maenyebabkan sel-sel otot jantung mengalami kematian sehingga terjadi
gangguan dalam kontraksi otot.
2.) Gagal jantung
Gagal jantung HEART FAILURE merupakan penyakit jantung yang
paling menakutkan.biasanya jantung penderita berdetak tidak normal atau
berdetak sebagaimana mestinya.
3.) Pericarditis
Pericarditis adalah penyakit radang yang mengitari lapisan jantung yang
disebabkan oleh infeksi. Namun penyakit ini jarang terjadi.

9
4.) Irama Jantung Abnormal
Jantung secar normal berdetak 60-100 kali per menit (sekitar 100
ribu/hari). Jantung yang berdetak tidak normal disebut arryhytmia atau
dysrhythmia. Jantung yag berdetak lambat (di bawah 60 kali/menit) disebut
bradyarrhytmia, sedangkan yang cepat (berdetak di atas 100 kali/menit) disebut
tachyarrhytmia.
5.) Heart Valve Disease
Penyakit ini merupakan gangguaan jantung akibat rusaknya katup jantung.
Katup jantung ini berfungsi sebagai pengatur aliran darah yang masuk searah
menuju jantung.
6.) Cardiomyopathies
Gangguan otot jantung yang ditandai dengan adanya pembesaran atau
pengecilan jantung secara tidak normal, sehingga jantung menjadi kaku.
Akibatnya jantung biasa melemah sehingga jantung memompa secara tidak
normal.

C. Pengertian Pembuluh Darah dan Penyakitnya


Pembuluh darah pada manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu arteri
dan vena.
a.) Pembuluh nadi (Arteri)
Istilah arteri biasa di gunakan untuk pembuluh darah yang alran darahnya
mengalir meninggalkan jantung. Arteri berfungsi membawa dari jantung. Dinding
arteri terdiri atas tiga lapisan yaitu lapisan terdalam yang berypa sel-sel epitel
yang disebut endothelium. Dan lapisan tengahterdiri atas otot polos. Lapisan
tengah ini berfungsi mengatur aliran darah dan tekanan darah. Sementar itu,
lapisan terluar berupa jaringan ikat yang kuat dan elastis.
Arteri ada dua, yaitu arteri pulmonalis dan aorta. Arteri pulmonalis
berfungsi membawa darah kaya O2 dari jantung menuju paru-paru. Aorta
berfungsi membawa darah kaya O2 dari jantung ke seluruh tubuh. Arteri
bercabang-cabang hingga membentuk pembuluh yang diameternya lrbih
kecil.pembuluh ini di sebut arteriola, Arteriola bercabang-cabang lagi hingga
membentuk saluran halus yang berhubungan langsung dengan jaringan.

10
b.) Pembuluh balik (vena)
Vena digunakan untuk pembuluh darah yang aliran darahnya mengalir
kembali menuju jantung. Vena terdapat tiga macam yaitu vena cava inferior
superior, yang berfungsi membawa darah yang kaya CO2 dari tubuh bagian
atas, vena cava inferior membawa darah kaya CO2 dari tubuh bagian bawah serta
vena pulmonalis yang berfungsi membawa darah kaya CO2 dari paru-paru.
Vena lebih mudah dilihat mata, karena vena berada di lapisan atas dekat
dengan permukaan kulit dan berwarna kebiruan.pembuluh ini di mulai dari
pembuluh darh kapiler.berdasarkan aliran darahnya,pembuluh darah ada dua
macam yaitu:
1. Pembuluh darah yang meninggalkan jantung terdiri atas arteri,arteriola dan
kapiler.
2. Pembuluh darah yang masuk ke jantung terdiri atas vena dan venula.
D. Macam-macam penyakit pada pembuluh darah
a. Hipertensi
Hipertensi di sebabkan oleh tekanan darah yang tinggi di dalam arteri.
Terjadi bila nilai ambang tekanan sistolik antara 140-200 mmHg atau lebih, dan
nilai ambang tekanan distolik antara 90-110 mmHg atau lebih.
b. Varises
Varises merupakan pelebaran pembuluh darah balik (vena). Varises
biasanya trjadi di kaki terutama di bagian betis. Sementara itu, varises terjadi di
dekat anus disebut ambeien. Varises di sebabkan oleh pembengkakan vena.
c. Sklerosis
Arteri mempunyai sifat elastic. Arterioskllerosis dan atherosclerosis dapat
mengakibatkan hal-hal berikut.
1. Kekurangan iksigen pada organ-organ tertentu.
2. Meningkatkan tekanan darah secara keseluruhan.
3. Penumpukan lemak di arteri koroner dapat menghambat sel-sel darh.

11
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Peredaran darah atau system transportasi, saat jantung berkontraksi, atrium
dan ventrikel mengembang serta menguncup secara bargantian. Apabila atrium
mengembang jantung mengisap darah dari seluruh tubuh melalui pembuluh balik
(vena kava superior dan vena kava inferior). Darah yang diisap ini masuk ke
atrium kanan dan darah dari vena pulmonalis yang kaya oksigen masuk ke atrium
kiri.
Bila atrium menguncap maka ventrikel mengembang dan darah mengalir
dari atrium ke ventrikel,. Ventrikel merupakan bagian jantung yang berfungsi
memompa darah meninggalkan jantung.
Saat ventrikel menguncap dari ventrikel kiri, darah yang kaya oksigen di
pompa ke seluruh tubuh melalui aorta, sedangkan yang kaya CO2 di pompa dari
ventrikel kanan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Setelah darah terpompa
keluar, otot ventrikel mengendur dan mengalami relaksasi.

12
DAFTAR PUSTAKA

Kimball, j.w.1988. Biologi. Edisi kelima.jakarta:Erlangga.

Mader, S.S. 1988. Biologi. 6 thn Edition.new York: The McGraw-Hill Companies

Wigahati Hadi Omegawati.Biologi. 2010. PT.intan. pariwara

13
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat ALLAH yang maha Esa, serta
rahmat dan hidayahnya kami dapat Menyelesaikan tugas makalah ini tepat pada
waktu yang telah di tentukan dengan kemampuan kami yang terbatas.
Saya menyadari bahwa di dalam pembuatan makalah ini tidak lepas dari
batuan berbagai pihak , untuk itu dalam kesempatan ini saya mengucapkan
banyak-banyak terima kasih kepada semua pihak terutama kepada keluarga kami
, dan kepada samua pihak yang membantu ter hadap partisipasinya .
Saya menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, saya
telaah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan ytang di miliki
sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya ,saya dengan rendah hati
dan dengan tangan terbuka menerima masukan , dan usul guna penyempurnaan
makalah ini.

Gorontalo, Juni 2017

i14
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... i

DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang .................................................................................. 1

1.2 Rumusan masalah ............................................................................... 1

1.3 Tujuan ................................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 2

2.1 Peredaran darah dan macam-macam penyakitnya ........................... 2

2.2 Macam- Macam Penyakit ................................................................ 7

2.3 Struktur Jantung dan Macam-Macam Penyakitnya .......................... 8

BAB III PENUTUP .............................................................................................. 12

3.1 Kesimpulan ....................................................................................... 12

Daftar Pustaka ....................................................................................................... 13

ii15