Anda di halaman 1dari 28

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena rahmat


dan karunia-Nya buku saku Pencegahan Tenggelam pada Anak dapat
diselesaikan. Menurut WHO tahun 2011, diperkirakan 360.000 orang
meninggal karena tenggelam, sehingga tenggelam menjadi salah satu
masalah kesehatan masyarakat yang utama di seluruh dunia.
Menurut data registri penyebab kematian tahun 2011di 15 kabupaten/
kota, di Indonesia sebagian besar kejadian tenggelam sering terjadi pada
kelompok umur 1-4 tahun. Anak usia dibawah 5 tahun menempati tingkat
kematian tertinggi akibat tenggelam di seluruh dunia. Tenggelam merupakan
penyebab kematian nomor tiga pada kelompok umur 5-14 tahun setelah
kecelakaan lalu lintas dan demam berdarah. Hampir 80% korban meninggal
akibat tenggelam adalah laki-laki. Tenggelam merupakan penyebab kematian
nomor 5 pada laki-laki pada kelompok umur 15-24 tahun.
Upaya pengendalian yang utama adalah mencegah dan menghindari
masyarakat dari faktor risiko yang menyebabkan terjadinya tenggelam
pada anak (0-18 tahun), diikuti dengan upaya sosialisasi kepada guru dan
orang tua yang sangat erat hubungannya dengan pengawasan terhadap
anak. Keberhasilan upaya tersebut sangat membutuhkan pemahaman,
kesadaran, dan peran aktif masyarakat.
Buku saku ini ditujukan kepada petugas kesehatan dan masyarakat
khusus sebagai panduan dan informasi tentang faktor risiko terjadinya
tenggelam yang harus dihindari, serta upaya pencegahan yang dapat
dilakukan sehingga masyarakat dapat berperan secara aktif dalam upaya
pengendalian cedera akibat tenggelam.
Jakarta, Februari 2015
Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular

Dr. Ekowati Rahajeng, SKM.M.Kes


NIP. 196006101982022001

Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak I


II Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................. I
DAFTAR ISI......................................................... III

APA YANG DIMAKSUD DENGAN TENGGELAM?..... 1


APA SAJA FAKTOR-FAKTOR RISIKO TENGGELAM?. 2
BAGAIMANA CARA MENCEGAH
TERJADINYA TENGGELAM?.................................... 6
TIPS CARA MENCEGAH TERJADINYA
TENGGELAM........................................................... 11
UPAYA APA SAJA YANG DAPAT DILAKUKAN
UNTUK MENCEGAH TENGGELAM?........................ 14
BAGAIMANA PENANGANAN KORBAN
NYARIS TENGGELAM?............................................ 15
PENGERTIAN........................................................... 19
NOMOR TELEPON PENTING................................... 20
PESAN PENTING..................................................... 21

TIM PENYUSUN...................................................... 23

Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak III


IV Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak
APA YANG
DIMAKSUD DENGAN
TENGGELAM?

T enggelam adalah terbenamnya sebagian


atau seluruh tubuh ke dalam air yang
menyebabkan kematian akibat kekurangan
oksigen ketika cairan air masuk ke dalam
tubuh melalui saluran pernapasan, sedangkan
nyaris tenggelam adalah kesulitan bernafas
sewaktu terbenam di dalam air.

Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak 1


APA SAJA FAKTOR-
FAKTOR RISIKO
TENGGELAM?
FAKTOR-FAKTOR RISIKO TENGGELAM
ADALAH :
1. Umur
Sebagian besar kejadian tenggelam sering
terjadi pada kelompok umur 1-4 tahun,
dan kejadiannya menurun seiring dengan
bertambahnya usia. Anak usia dibawah
5 tahun menempati tingkat kematian
tertinggi di seluruh dunia. Tenggelam
merupakan penyebab kematian nomor
tiga pada kelompok umur 5-14 tahun
setelah kecelakaan lalu lintas dan demam
berdarah.

2 Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak


2. Jenis kelamin
Hampir 80% korban meninggal akibat
tenggelam adalah laki-laki. Tenggelam
merupakan penyebab kematian nomor
5 pada laki-laki pada kelompok umur
15-24 tahun.

3. Akses terhadap air


Kondisi lingkungan di sekitar air mempengaruhi
kemudahan maupun hambatan akses ke
air seperti kolam, danau, waduk sungai,
pantai, saluran air, galian pasir, sumur,
dan lain-lain. Semakin mudah akses ke
air akan meningkatkan risiko kejadian
tenggelam.

4. Bencana banjir
Kondisi geografis kepulauan di Indonesia
pada musim penghujan dapat menyebabkan
bencana banjir. Bencana banjir tersebut
dapat menimbulkan korban jiwa akibat
tenggelam.

Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak 3


5. Transportasi air
Indonesia sebagai negara maritim
memiliki banyak transportasi air. Kondisi
transportasi air yang tidak aman seperti
tidak laik berlayar, tidak dilengkapi dengan
alat-alat keselamatan, kelebihan muatan
dan faktor cuaca buruk menjadi penyebab
terjadinya kecelakaan transportasi air.

6. Mengkonsumsi alkohol dan obat


obatan terlarang
Hal ini dapat menyebabkan penurunan
kesadaran maupun gangguan fungsi

4 Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak


tubuh lainnya sehingga mempengaruhi
kemampuan konsentrasi, koordinasi/
keseimbangan, dan refleks/kewaspadaan
seseorang saat berenang.

7. Epilepsi/Ayan
Hasil penelitian dan pengalaman di berbagai
negara, anak dengan epilepsi memiliki risiko
lebih besar mengalami tenggelam di kolam
renang atau kamar mandi, dibandingkan
dengan anak tanpa epilepsi.

8. Kurangnya pengawasan
Hasil penelitian di beberapa negara
menunjukkan hampir seluruh kejadian
tenggelam terjadi pada siang hari (97%)
dan sebagian besar kejadian tenggelam
pada anak terjadi ketika orang tua atau
pengasuh dengan kondisi konsentrasinya
terganggu.

Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak 5


BAGAIMANA CARA
MENCEGAH TERJADINYA
TENGGELAM?
1. TENGGELAM AKIBAT/SAAT KEGIATAN
SEHARI-HARI
Kasus nyaris tenggelam banyak ditemukan
pada kegiatan sehari-hari seperti di dalam
rumah (ember, bak mandi, bathtub) dan
diluar rumah (kolam renang, sumur,
saluran air, galian pasir, sungai, waduk,
danau, dan laut).
Upaya-upaya pencegahan :
a. Anak-anak perlu belajar berenang. Anda
dapat membantu mencegah insiden
tenggelam dengan mengajarkan aturan
keselamatan dasar dan keterampilan
berenang anak-anak.
b. Ajarkan anak-anak berenang dengan
beberapa aturan kunci: Selalu berenang
dengan seorang teman, jangan menyelam
ke dalam kolam yang tidak diketahui

6 Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak


kedalaman airnya. Saat masuk langsung
ke air, yakinkan yang pertama masuk
ke dalam kolam adalah kaki apabila tidak
mengetahui kondisi kedalaman kolam.
c. Pastikan kamar mandi dalam kondisi
tertutup apabila tidak digunakan. Jangan
biarkan anak berada di kamar mandi tanpa
pengawasan langsung orang dewasa.
Pastikan anak tahu bahwa kamar mandi
bukan tempat bermain.
d. Jangan biarkan anak-anak sendirian
di sekitar bak mandi, sumur air, atau
kolam renang.
e. Kosongkan semua kontainer cair segera
setelah digunakan. Jauhkan semua kontainer
kosong dari jangkauan anak-anak. Jangan
meninggalkan wadah kosong di halaman
atau di sekitar rumah karena apabila
terisi air dapat menjadi sumber bahaya
tenggelam.
f. Buatkan pagar di sekeliling sumur air,
kolam dan tidak dapat dijangkau oleh
anak.

Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak 7


2. TENGGELAM DI LOKASI WISATA
Lokasi wisata yang berisiko terhadap
kejadian tenggelam antara lain di kolam
renang, wahana permainan air, arung
jeram, air terjun, sungai, danau, pantai,
dan laut. Hal-hal yang harus diperhatikan
di lokasi wisata oleh pengunjung wisata,
antara lain adalah:
a. Memperhatikan rambu-rambu peringatan
di lokasi wisata air.
b. Menggunakan alat pelindung diri (APD).
c. Memperhatikan kondisi fisik atau
kesehatan (tidak mengkonsumsi
alkohol dan
obat-obatan terlarang).
d. Anak harus selalu di bawah pengawasan
orang tua.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pengelola


wisata :
a. Mempersiapkan alat komunikasi
bila terjadi keadaan darurat seperti
Handy-Talkie (HT), peluit, kentongan,
8 Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak
alat pengeras suara, sirine, dan lain-
lain.
b. Menyediakan rambu-rambu
peringatan dan alat keselamatan
yang memadai.
c. Menyediakan pengawas dan
penolong (lifeguard).
d. Menyediakan sarana dan prasarana
kesehatan (kotak P3K, pos kesehatan,
petugas kesehatan).

3. TENGGELAM AKIBAT FAKTOR LAIN


(KECELAKAAN TRANSPORTASI,
BENCANA, DLL)
a. Pastikan anak-anak memakai jaket
pelampung ketika di kapal, di tepi air,
di dermaga, atau tepi sungai.
b. Jangan biarkan anak bersandar di pagar
kapal laut/ferry.
c. Memastikan kedalaman air pada
anak-anak saat bermain di tempat
yang ada genangan air.
d. Waspada untuk setiap bahaya bawah

Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak 9


air sebelum membiarkan anak-anak
melompat. Pastikan saat anak-anak yang
melompat ke dalam air, yang pertama
masuk ke air adalah kaki, bukan kepala.
e. Pilih tempat berenang di daerah yang
aman. Pastikan anak dan supervisor/
instruktur sadar apa yang harus dilakukan
dalam arus air, yaitu untuk berenang
sejajar dengan pantai sampai keluar
dari arus sebelum kembali ke pantai.
f. Jangan berenang melawan arus air,
apabila melawan arus akan terjadi
kelelahan dan mengakibatkan tenggelam.
g. Pada anak jangan mengkosumsi alkohol,
narkotika dan zat adiktif lainnya (napza)
karena dapat meningkatkan risiko
tenggelam.

10
10Buku Saku
BukuPengendalian
Saku Pengendalian
Tenggelam
Tenggelam
pada Anak
pada Anak
TIPS CARA MENCEGAH
TERJADINYA TENGGELAM
1. Anak-anak perlu belajar berenang sejak usia
dini sehingga dapat mencegah terjadinya
tenggelam.
2. Ajarkan anak-anak berenang dengan
beberapa aturan kunci:
Selalu berenang dengan seorang
teman,
Jangan menyelam ke dalam air yang
tidak diketahui kedalamannya.
Yakinkan yang pertama masuk
ke dalam kolam adalah kaki.
3. Apabila meninggalkan anak di rumah,
toilet harus ditutup.
4. Pastikan anak tahu bahwa toilet bukan
tempat mainan.
5. Jangan membiarkan anak-anak berendam
sendirian di bak mandi atau di kolam
renang.

Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak 11


6. Jangan biarkan anak-anak bermain
di sekitar wadah air (ember, kontainer,
bak mandi) yang terisi tanpa pengawasan.
7. Pastikan kolam dipagari dan memiliki
kunci. Jangan biarkan anak diluar
pengawasan anda saat anda melakukan
pekerjaan halaman atau kegiatan outdoor
lainnya, terutama pada sumur terbuka,
irigasi atau drainase parit yang berada
di sekitarnya.
8. J a n g a n b e r c a n d a b e r l e b i h a n
di tempat-tempat berisiko seperti kolam,
galian-galian, sungai, danau, dan laut.
9. Jangan menimpa teman pada saat
melompat ke dalam air.
10. Mengawasi anak pada saat menggunakan
alat bantu renang tiup (seperti ban
pelampung plastik dan sayap air) karena
bisa mengempis (contoh: seorang anak
yang sering menggunakan sayap air dapat
belajar untuk melompat ke dalam kolam
pada saat ada dorongan).

12 Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak


11. Pastikan pelampung anak dalam keadaan
mengembang/tidak bocor/kempes.
12. Lakukan gerakan pemanasan (pelemasan)
sebelum dan sesudah berenang.

PENGAWASAN ORANG TUA ITU PENTING!


Jika mendaftarkan anak dalam pelajaran
berenang, ingat bahwa hal itu tidak akan selalu
mencegah tenggelam. Keterampilan berenang
tidak dapat menjamin anak tidak tenggelam.
Pastikan jika anak berenang hanya ketika
diawasi orang dewasa. Ketika mengunjungi
kolam renang umum atau swasta, pastikan
bahwa anak-anak diawasi dengan ketat dan
diajarkan mengenai aturan keselamatan
didalam air.

Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak 13


UPAYA APA SAJA YANG
DAPAT DILAKUKAN
UNTUK MENCEGAH
TENGGELAM?
1. Memasang pengaman (pagar, lantai yang
kasar, pembatas, rambu-rambu atau tanda
peringatan) di sekitar akses ke air (kolam
renang, sumur, saluran air, genangan galian
pasir, sungai, waduk, danau, dan laut).
2. Menyediakan alat keselamatan (pelampung,
galah/bambu/kayu panjang, tali, kelapa
kering, botol plastik/jerigen/galon kosong
tertutup, ban dalam terisi angin, sekoci, dan
lain lain), P3K dan APD (Alat Pelindung
Diri).
3. Mengajarkan anak-anak dasar keterampilan
berenang dan teknik penyelamatan yang
aman.

14 Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak


BAGAIMANA
PENANGANAN
KORBAN NYARIS
TENGGELAM?
1. MEMASTIKAN PENOLONG MENGETAHUI,
MEMAHAMI, DAN DAPAT MELAKSANAKAN
PRINSIP 3 AMAN :
Aman diri sendiri : memastikan memakai
Alat Pelindung Diri (APD) dan mampu
melakukan pertolongan
Aman lingkungan : memastikan lingkungan
ditempat kejadian aman dari bahaya
misalnya terdapat binatang yang berbahaya,
benda-benda yang membahayakan, dan
lain-lain.
Aman korban : memastikan korban
ditempat yang aman (sudah tidak di air).
2. BAGI PENOLONG YANG TIDAK BISA
BERENANG :
a. Dapat meminta bantuan masyarakat
sekitarnya dengan cara berteriak dan

Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak 15


menghubungi ke nomor telepon darurat.

b. Melemparkan benda-benda yang


dapat mengapung kearah korban seperti
pelampung, tali, kelapa kering, botol plastik
jerigen/galon kosong tertutup, ban dalam
terisi angin, dan lain-lain.

c. Mengulurkan galah/bambu/kayu panjang,


tali, kemudian menarik korban ke darat atau
tempat yang aman.

16 Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak


3.
BAGI PENOLONG YANG BISA
BERENANG:
a. Dapat meminta bantuan masyarakat
sekitar dengan cara berteriak dan
menghubungi ke nomor telepon
darurat.

b. Penolong mendekati korban dan


menarik korban ke darat atauketempat

yang aman.

Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak 17


c. Menggunakan alat keselamatan
(pelampung, galah/bambu kayu panjang,
tali, kela
pa kering, botol plastik jerigen
jerigen galon kosong tertutup, ban dalam
terisi angin, sekoci, dan lain-lain) untuk
mendekati korban.
4. SETELAH KORBAN DIPINDAHKAN
KE TEMPAT YANG AMAN, SEGERA
MENCARI PERTOLONGAN DAN DIBAWA
KE FASILITAS KESEHATAN TERDEKAT
SERTA MELAPORKAN KE PIHAK BERWAJIB
(POLISI).

18 Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak


PENGERTIAN
Masyarakat khusus adalah masyarakat
yang sudah mendapatkan edukasi
manajemen pertolongan penanganan
korban nyaris tenggelam di area berisiko.
Anak adalah usia 0-18 tahun.
APD (Alat Pelindung Diri) adalah alat yang
mempunyai kemampuan untuk melindungi
seseorang yang fungsinya mengisolasi
sebagian atau seluruh tubuh dari potensi
bahaya di tempat kerja (Permen Tenaga
Kerja dan Administrasi No. 8 tahun 2010
tentang APD), atau kelengkapan yang
wajib digunakan saat bekerja sesuai
bahaya dan risiko kerja untuk menjaga
keselamatan pekerja itu sendiri dan orang
di sekelilingnya.
CPR atau Cardiopulmonary Resuscitation
atau dalam bahasa Indonesia disebut
Resusitasi Jantung Paru adalah sebuah
langkah darurat yang dapat menjaga

Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak 19


pernapasan dan denyut jantung seseorang.
CPR membantu sistem peredaran darah
pasien dengan memasok oksigen melalui
mulut pasien dan memberikan kompresi
dada untuk membantu jantung memompa
darah.
NOMOR
TELEPON
PENTING
DAFTAR TELPON KEDARURATAN/
PUBLIC SAFETY CENTRE
Keamanan/Polisi
+
112/Polisi terdekat
Pemadam Kebakaran:
113
Kesehatan (Gawat Darurat):
118 / 119
SAR (Search And Rescue):
115
20 Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak
PESAN
PENTING
Pesan-Pesan :
Pastikan ada orang dewasa yang
mengawasi ketika anak berenang atau
bermain di air dan berada di tempat yang
mudah terlihat.
Masukkan kaki lebih dahulu ke dalam air
jika tidak tahu kondisi air dan kedalamannya.
Kenakan jaket pelampung ketika berada
di dalam transportasi air.
Jangan berenang sendirian.
Jangan berenang di tempat yang tidak
dikenal tanpa pengawasan orang dewasa.
Jangan mendorong atau melompati orang
lain ketika berenang atau bermain di air.
Berteriak minta tolong jika hampir tenggelam.
Jika melihat orang lain hampir tenggelam
jangan mencoba menyelamatkannya
sendirian, berteriaklah minta tolong dan
datangi orang dewasa sekitar.
Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak 21
SEBAIKNYA BERENANG SEBAIKNYA BERENANG
JANGAN SENDIRIAN DIDAMPINGI ORANGTUA

JANGAN LUPA SEBAIKNYA


MENGUNAKAN APD MENGGUNAKAN APD

22 Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak


TIM PENYUSUN
Pengarah :
Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular

Tim Penyusun :
Dr. Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes
Titi Sari Renowati, SKM, MScPH
dr. Sorta Rosniuli, M.Sc
Setyadi, ST, M.Kes
Resti Dwi Hasriani, SKM
drg. Ayumi Suryani
Cicilia Nurteta, SKM
Sri Lestari, SKM, M.Epid
Yolmisatri, SKM
Sukro Basuki, S.Sos
dr. Fristika Mildya

Kontributor :
AKBP Drs. Elbin Darwin, SH
(Korlantas Polri)
Agung Adri Laksono (Bappenas)
Dra. Akda Nuraini (Kementerian Perhubungan)
Tinitah S. Amrantasi, S.Sos, M.Si (Kementerian
Perhubungan)
Ismoyowati, SKM, M.Kes (PPKNI)
Anna Maria Sirait, M.Kes (Badan Litbangkes)
Akhmad Furqonudin, AMK
(AGD Dinkes DKI)
Gde Yulian Yogadhita
(WHO Perwakilan Indonesia)

Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak 23


24 Buku Saku Pengendalian Tenggelam pada Anak