Anda di halaman 1dari 2

1.

Pengertian
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler,
bertambahnya ukuran fisik & struktur tubuh dalam arti sebagian atau keseluruhan
(Depkes, 2006)

Perkembangan adalah bertambahnya struktur & fungsi tubuh yang lebih kompleks
dalam kemampuan gerak dasar , gerak halus, bicara & bahasa sefrta sosialisasi &
kemandirian (Depkes, 2006) sedanfkan menurut Soetjiningsih (1995) perkembangan
adalah bertumbuhnya kemampuan (skill) dalam struktur & fungsi tubuh yang
kompleks dalam pola teratur & dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses
pematangan.

2. Tujuan
Sebagai acuan petugas dalam melaksanakan SPO pemantauan tumbuh kembang anak
terhadap cara pengukuran BB, TB, dan lingkar kepala.

3. Kebijakan
Keputusan Kepala UPTD Urusan Puskesmas Kawatuna tentang Pemantauan Tumbuh
Kembang

4. Referensi
www.indonesia-publichealth.com

5. Prosedur

Cara Pengukuran Berat Badan Anak

a. Petugas memberikan salam kepada pasien


b. Petugas melakukan konfirmasi identitas pasien
c. Petugas melakukan Inform Consent
d. Petugas menyiapkan alat dan bahan
e. Petugas menyiapkan anak yang akan ditimbanhg
1. Lepaskan pakaian yang tebal pada anak saat pengukuran, bila perlu
pakaian dalam saja
f. Petugas melakukan penimbangan
2. Tidurkan bayi pada meja timbangan, bila menggunakan timbangan
dacin, masukkan anak dalam gendongan, lalu kaitkan gendongan
ke timbangan, bila dengan berdiri ajak anak untuk berdiri diatas
timbangan injak tanpa dipegang.
3. Ketika menimbang BB bayi, tempatkan tangan petugas diatas
tubuh bayi (tidak menempel) untuk mencegah bayi jatuh saat
ditimbang.
4. Apabila anak tidak mau ditimbang ibu disarankan untuk
menimbang berat badannya lebih dulu, kemudian anak digendong
oleh ibu dan ditimbang. Selisih antara berat badan ibu bersama
anak & berat badan ibu sendiri menjadi berat badan anak.
g. Petugas membaca hasil timbangan
5. Tentukan hasil timbangan sesuai dengan jarum penunjuk pada
timbangan
h. Petugas mencatat hasil
Tentukan posisi berat badan anak sesuai dengan standar yang berlaku
yaitu apakah status gizi anak normal, kurang atau buruk.

Untuk menentukan berat badan ini dapat dilakukan dengan melihat


pada kurva KMS, apakah berat badan anak berada pada kurva
berwarna hijau, kuning, atau merah.

Cara pengukuran Tinggi Badan Anak

1. Usia < 2 Tahun


a. Petugas menyiapkan alat & bahan
b. Siapkan papan atau meja pengukur. Apabila tidak ada dapat digunakan pita
pengukur (meteran).
2. Petugas menyiapkan anak yang akan diukur tinggi badan.
3. Petugas melakukan pengukuran
a. Baringkan anak terlentang tanpa bantal, luruskan lutut sampai menempel pada
meja (posisi ekstensi)
b. Luruskan bagian puncak kepala & bagian bawah kaki (telapak kaki tegak lurus
dengan meja pengukuran) lalu ukur sesuai dengan skala yang tertera
c. Apabila tidak ada papan pengukur, hal ini dapat dilakukan dengan cara
memberi tanda pada tempat tidur (tempat tidur harus rata/ datar) berupa garis
atau titik pada bagian puncak kepala dan bagian tumit kaki bayi, lalu ukur
jarak antara kedua tanda tersebut dengan pita pengukur.
4. Petugas membaca hasil pengukuran
a. Petugas mencatat hasilnya
5. Usia 2 tahun atau lebih
a. Petugas menyiapkan alat & bahan
b. Petugas menyiapkan anak yang akan diukur tinggi badan
c.