Anda di halaman 1dari 2

1.

Dasar hukum audit lingkungan


UU RI Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
KEPMEN LH Nomor KEP-42 MENLH/11/1994 Tentang Pedoman Umum
Pelaksanaan Audit Lingkungan
Peraturan Menteri LH No. 3 Tahun 2013 tentang Audit Lingkungan Hidup
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 30 Th 2000 : Tentang Audit Wajib
2. Deklarasi stocholm merupakan deklarasi yang mempertimbangkan perlunya
suatu pandangan umum dan prinsip-prinsip umum untuk mengilhami dan
membimbing seluruh manusia dalam pelestarian dan peningkatan lingkungan
manusia

Deklarasi Rio merupakan rangkaian dari 27 prinsip universal yang bisa


membantu mengarahkan tanggung jawab dasar gerakan internasional terhadap
lingkungan dan ekonomi.

3.
Audit Lingkungan Hidup diwajibkan kepada:
Usaha dan/atau Kegiatan tertentu yang berisiko tinggi terhadap lingkungan
hidup; dan/atau
Usaha dan/atau Kegiatan yang menunjukkan ketidaktaatan terhadap peraturan
perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Kriteria penetapan usaha dan/atau kegiatan berisiko tinggi yang diwajibkan


melakukan audit lingkungan hidup yang diwajibkan secara berkala:

1. jika terjadi kecelakaan dan/atau keadaan darurat menimbulkan dampak yang


besar dan luas terhadap kesehatan manusia dan lingkungan hidup;

2. hasil audit lingkungan hidup yang diwajibkan secara berkala harus dapat
dijadikan acuan untuk melakukan perbaikan pengelolaan lingkungan bagi
penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan yang diberikan perintah audit
lingkungan hidup yang diwajibkan secara berkala;

3. Audit lingkungan hidup yang diwajibkan secara berkala dikecualikan bagi


kegiatan infrastruktur kecuali pembangunan bendungan/waduk.

Daftar jenis usaha yang wajib melakukan audit lingkungan secara berkala:

1. Bidang Perindustrian

Industri Semen (yang dibuat melalui produksi klinker) yang menerima


limbah B3 bukan dari kegiatan sendiri sebagai bahan baku dan atau
bahan bakar pada proses klinker.
Industri Petrokimia

Industri bahan aktif pestisida

Industri amunisi dan bahan peledak

2. Bidang Pekerjaaan Umum

Pengoperasian Bendungan/ Waduk atau Jenis Tampungan Air lainnya

3. Bidang Sumber Daya Energi dan Mineral

Kegiatan Pengolahan Minyak dan Gas Bumi

Kegiatan Transmisi Migas

Eksploitasi mineral berikut pengolahannya dengan melakukan


penempatan taiing di bawah laut (submarine tailing disposal) atau di
darat (tailing storage facility).

Eksploitasi bahan galian radioaktif, termasuk pengolahan, penambangan


dan pemurnian

e. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan tinggi bendungan 15


m atau luas genangan 200 ha.

f. Pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 x 1000 MW

4. Bidang Pengembangan Nuklir

Pengoperasian Reaktor Daya (PLTN) atau reaktor nondaya dengan daya


100 MWt atau 2MWt x < 100 MWt

5. Bidang Pengelolaan B3 dan Limbah B3

Kegiatan pengelolaan limbah B3 sebagai kegiatan utama