Anda di halaman 1dari 28

MODUL TEORI MATA KULIAH

FISIKA

PENYUSUN :
Andjar Pudji,ST.MT

PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN GAWAT DARURAT


JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES SURABAYA
2015
MODUL TEORI MATA KULIAH
FISIKA

PENYUSUN :

Andjar Pudji,ST.MT

PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN GAWAT DARURAT


JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES SURABAYA
2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah


melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga Modul Mata Kuliah Fisika dapat
selesai tepat waktu.

Modul ini disusun untuk dijadikan pedoman bagi mahasiswa Program


Studi D-IV Keperawatan Kampus Surabaya agar mudah mempelajari mata kuliah
Fisika.

Ucapan terimakasih tak terhingga dan penghargaan setinggi-tingginya


kami sampaikan kepada dosen pembimbing mata kuliah Fisika Program Studi D-
IV Keperawatan Kampus Surabaya dan semua tim penyusun yang telah
membantu dalam terselesaikannya Modul ini.

Kami menyadari bahwa Modul ini masih terdapat banyak kekurangan,


oleh karena itu kritik dan saran selalu kami harapkan, semoga Modul ini
bermanfaat bagi mahasiswa Program Studi D-IV Keperawatan Kampus Surabaya
dan pihak-pihak yang membutuhkan.

Surabaya, Juli 2015

Penyusun

1
LEMBAR PENGESAHAN

Modul Mata Kuliah Etika Keperawatan ini telah diperiksa dan dinyatakan
layak dipergunakan sebagai Modul Pembelajaran pada Program Studi DIV
Keperawatan Gawat Darurat Surabaya

Surabaya, 11 Juli 2015


Program Studi DIV Keperawatan Gawat Darurat Surabaya
Ketua

Dwi Adji Norontoko, S.Kep, Ns.,M.,Kep


NIP. 196309171990031002

2
Mengetahui
Jurusan Keperawatan
Ketua

Mohammad Najib, SKp., MSc


NIP. 196502221990032001

3
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i
LEMBAR PENGASAHAN..ii
DAFTAR ISI.....iii
MODUL III
I. Termodinamika..1
II. Biolistrik7
DAFTAR PUSTAKA20
SOAL.21

3
I. Tujuan Pembelajaran Umum
Setelah proses pembelajaran mahasiswa diharapkan mampu
menganalisis pemahaman termodinamika dan biolistrik dalam
keperawatan.
II. Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah perkuliahan diharapkan mahasiswa dapat memahami dan
menganalisis :
A. Termodinamika
B. Biolistrik
III. Pokok Pembelajaran
A. Termodinamika
B. Biolistrik
IV. Uraian Materi
IV.I. TERMODINAMIKA

I. HUKUM TERMODINAMIKA

Termodinamika adalah suatu pengetahuan tentang transformasi energi


kedalam usaha.

a) Hukum Ke-Nol Termodinamika


Dalam keadaan adibiotik suatu gas ideal dalam ruangan tertutup pemuaian
sangat lambat, tidak ada panas yang dimasukkan maupun dilepaskan.
Dari proses ini dapat diperoleh
dE = -pdv
Pada uraian hukum I termodinamika:
dE = nCv.dT
Maka :
N Cv.dT = -pdv
b) Hukum I Termodinamika
Suatu zat diubah dari keadaan 1 ke keadaan 2 menurut lintasan tertentu
maka panas Q yang diberikan itu akan diserap dan menyebabkan usaha
sebesar W (yang diukur dalam satuan panas) dengan demikian dapat di
katakan energi untuk bekerja sebesar :
E = Q-W atau Q=E+W
Q = E-W

1
Jadi hukum I termodinamika membahas berapa besar energi yang diserap
bebas.
c) Hukum II Termodinamika
Ditemukan oleh Sadi Carnot (1796-1832) yang tertarik akan efesiensi dari
mesin uap. Pada tahun 1824 beliau sangat menaruh perhatian akan
mesin. Diberi energi berwujud panas pada suhu yang relative tinggi
mesin melakukan usaha mekanik. Konsep Carnot tentang sifat fisik
panas tidak betul, tetapi Carnot telah berhasil memperoleh perumusan
yang tepat tentang hukum II termodinamika ini dan tentang daya guna
maksimal dari mesin-mesin kalori, yang bekerja antara dua suhu
tertentu.
d) Hukum III Termodinamika
Interprestasi statistic dari entrophy adalah suatu pengukuran menyimpang
dari suatu sistem. Jika suhu diturunkan lebih lanjut segala sistem
masuk kedalam status orde besar. Vibrasi suatu kristal secara gradual
akan mati (berhenti) seraya atom berbeda pada temperature absolute
nol. Demikian pula kemungkinan vibrasi suatu zat padat akan berhenti.
Nernst (1906) telah melakukan eksperimen pada temperatur absolut nol,
beliau mengambil dua kesimpulan dari percobaan ini yang kemudian
diberi nama Hukum Termodinamika III atau disebut hukum Nernst.
Lim (s/p) T = 0
T=0
Pada T=0, K(nol absolut) perubahan entropy (zat homogen yang
isotropis)= konstan.
Lim (2V/2T)
T=0
Pada T = 0 mutlak maka koefisien dari seluruh subtansi cenderung kepada
nol.
I. Persamaan Energi Termodinamika
a) Persamaan Dengan Tekanan Atmosfir
Gas dalam satu ruangan apabila temperature ditingkatkan akan
meningkatkan tekanan.
b) Persamaan Dalam Gas Ideal / Perfect
Untuk volume konstan diperoleh P=T. Pada keadaan gas kinetic, tekanan
yang terjadi adalah akibat tabrakan molekul gas pada dinding ruang.
Jika volume diperbesar, gas akan lebih dilusi sehingga tabrakan makin
berkurang.
II. Persamaan Dengan Tekanan Bernoulli

2
a) Persamaan Bernoulli

Energi termodinamik dalam hubungan dengan tekanan parsial dari hukum


Dalton pada hukum gas ideal tekanan adalah proporsi dengan jumlah
molekul yang ada.

HUKUM DALTON

Molekul-molekul mengalami tabrakan elastis sempurna antara sesamanya


dan saling tukar menukar tenaga. Energi kinetic akan di konversikan
ke dalam energi potensial atau panas. Dan hasil dari tekanan air tak
mengakibatkan perubahan tingkat laku gas-gas yang lain.

b) Persamaan Gas Sejati


Pada waktu ekspirasi udara mengandung uap yang merupakan
saturasi/kejenuhan didalam paru-paru.
Tekanan total paru-paru :
Patm = PO2+PCO2+PH2O
PH2O= 47 mm Hg pada 370C
Dan jika udara ekspirasi ditampung dalam suatu ruangan dan dikeringkan
serta diusahakan pda volume konstan, maka akan diperoleh tekanan
total P1, sementara itu diusahakan jumlah mol dari O2, N2 dan CO2
konstan. Temperatur ruangan tersebut adalah T.
III.Persamaan Dalam Hubungan Dengan Energi Kinetis
Hukum Newton dipergunakan untuk menghitung tekanan gas ideal dan
diakomic gas atau dua atom untuk menghitung besarnya energi dalam.
Tekanan yang terjadi dalam ruangan tergantung dari tabrakan molekul-
molekul. Molekul-molekul energi kinetis tidak ada perubahan oleh
karena tabrakan pada dinding tegar dan kecepatan tergantung pada
tabrakan yang terjadi.
Persamaan Dalam Kelembapan
Dalam udara terdapat air salah satu cara untuk menyatakan banyaknya uap
air yang terkandung dalam udara ialah dengan menggunakan terkanan
parsial uap air. Bila udara mengandung uap air yang mempunyai
tekanan parsial yang jauh berbeda dari tekanan jenuh uap air pada suhu
waktu itu, akan dirasakan udara kering oleh karena keringat mudah
menguap begitu juga sebaliknya.
A. PENGATURAN SUHU TUBUH

3
Topografi Temperatur Badan Dan Kulit
Metode yang dapat dipakai untuk menghitung temperature kulit rata-rata
ialah :
0,07 Tkepala + 0,14 Tlengan + 0,05 Ttangan +0,07 Tkaki + 0,13 Tbetis
+0,09 Tpaha + 0,35 Tbatang tubuh
B. PENGETAHUAN TEMPERATUR TANPA UMPAN BALIK DAN
DENGAN UMPAN BALIK
i. Pengaturan Temperatur Tanpa Umpan Balik
Misal : sebuah logam di panaskan berarti temperature akan meninggi
dengan demikian logam tersebut akan memuai.
ii. Pengaturan Temperatur Dengan Umpan Balik
Panas dapat hilang dan masuk kedalam lingkungan dengan cara konveksi,
radiasi dan evaporasi, konduksi tidak pernah terjadi. Kehilangan panas
melalui radiasi dapat terjadi apabila temperature udara berhubungn
langsung dengan tubuh dan temperatur sekeliling obyek tersebut
sangat rendah. Kehilangan panas melalui konveksi apabila temperatur
sekeliling objek lebih rendah daripada suhu tubuh. Kehilangan panas
akibat evaporasi adalah hubungan antara output dari evaporasi kulitdan
pernapasan paru-paru.
C. TRANSFER PANAS (ALIH PANAS)

Keadaan hipotermia digunakan pada operasi jantung sebagai proteksi


metabolism agar dapat mencegah keadaan anoksial/kekurangan
oksigen, aliran darah dapat berhenti pada waktu singkat yang tidak
membahayakan jaringan, oleh karena jaringan yang hipotermia
membutuhkan oksigen sangat rendah.

Energi panas yang hilang atau masuk ke dalam tubuh melalui kulit ada
empat cara :

Konduksi (Conduction)
Konveksi (Convevtion)
Radiasi (Radiation)
Evaporasi (Evaporation )

1) Konduksi (Conduction)
Konduksi ialah pemaparan panas dari suatu objek yang suhunya lebih
tinggi ke objek lain dengan jalan kontak langsung. Andaikan
pemaparan panas dinyatakan :

4
Jq = kalori/detik, maka :
Jq = Kecepatan pemaparan panas secara konduksi tergantung kepada besar
perbedaan temperatur dan konduktivitas termal dari bahan.
2) Konveksi (Convection)
Aliran konveksi yang dapat terjadi dikarenakan massa jenis udara panas
sangat ringan dibandingkan udara dingin. Konveksi secar alam dapat
terjadi oleh karena pemanasan yang asymetris. Gaya konveksi bisa
terjadi apabila angin secukupnya mengalir melewati tubuh. Pertukaran
panas dan gaya konveksi adalah berbanding lurus perbedaan
temperatur antara kulit dan udara dan kecepatan udara.
3) Radiasi (Radiation)
Radiasi adalah suatu transfer energy panas dari suatu permukaan objek ke
objek yang lain tanpa mengalami kontak dari kedua objek tersebut.
Eenergi=n.h.f
Benda hitam merupakan penyerap radiasi yang baik sehingga disebut
dengan radiator. Di bidang ilmu faal dikatakan bahwa panas tubuh
yang melakukan radiasi ke dalam udara dimana sebelumnya telah
memperoleh panas dari lingkungan.

4) Evaporasi (Evaporation)
Evaporasi adalah peralihan panas dari bentuk cairan menjadi uap.
Kehilangan panas lewat evaporasi terjadi apabila :
a. Perbedaan tekanan uap air antara keringat pada kulit dan udara ambien.
b. Temperature lingkungan rendah dari normal sehingga evaporasi dari
keringat dapat dapat terjadi dan dapat menghilangkan panas dari
tubuh;dan itu dapat terjadi apabila temperature basah kering dibawah
temperature kulit.
c. Adanya gerakan angin.
d. Adanya kelembaban.

Dengan demikian kehilangan panas melalui evaporasi melewati kulit dapat


ditulis dengan rumus :

Jq maksimum= 13,7-V0,5(Pkulit-Pudara)

D. TERMOGRAFI

Termografi adalah metode diagnosa yang didasarkan pada perbedaan


temperatur antar jaringan dari tubuh manusia. Distribusi temperatur

5
yang bervariasi ini bisa disebabkan karena faktor fisik eksternal dan
juga faktor internal seperti metabolisme dan aktivitas jaringan yang
dekat dengan kulit. Menurut Max Planck (1901), basis mengenai
besarnya radiasi pada tubuh manusia saat temperatur 300 K (27 oC)
akan memberika spektrum radiasi gelombang Infra Red berkisar antara
0,8 mikrometer hingga 1 milimeter. Grafik fungsi spektrum radiasi
sebagai fungsi temperatur dapat dilihat pada gambar berikut:

Termografi terdiri dari 2 jenis, yaitu:

1. Termografi dengan prinsip keseimbangan panas

Dibuat dari lempeng tipis nitrat sellulosa dan dilapisi dengan minyak
tipis pengabsorbsi panas.
Permukaan kulit yang telah mencapai keseimbangan panas >warna
pada suhu tertentu.
Pada kulit normal >hijau, bila suhu > terjadi perubahan warna
film sellulosa dari coklat menjadi kemerah-merah.

2. Termografi dengan prinsip fotokonduktivitas

Dengan menggunakan kamera infra merah, panas yang dipancarkan


kulit berupa radiasi infra merah oleh susunan optis dijatuhkan ke
detektor infra merah menjadi diskontinu.
Oleh transduser infra merah diubah menjadi pulsa listrik kemudian
diperkuat dengan amplifier kemudian ditampilkan gambar di layar
Cathode Ray Tube (CRT).

6
Untuk mendapatkan hanya berkas infra merah saja pada transduser
dipakai filter transparan yang hanya melewatkan radiasi infra merah.

IV.2. BIOLISTRIK
I. Pengertian Biolistrik
Biolistrik adalah energi yang dimiliki setiap manusia yang bersumber
dari ATP (Adenosine Tri Posphate) dimana ATP ini di hasilkan oleh
salah satu energi yang bernama mitchondria melalui proses respirasi
sel. Biolistrik juga merupakan fenomena sel. Sel-sel mampu
menghasilkan potensial listrik yang merupakan lapisan tipis muatan
positif pada permukaan luar dan lapisan tipis muatan negative pada
permukaan dalam bidang batas/membran. Kemampuan sel syaraf
(neurons) menghantarkan isyarat biolistrik sangat penting.

Transmisi sinyal biolistrik (TSB) mempunyai sebuah alat yang


dinamakan Dendries yang berfungsi mentransmsikan isyarat dari
sensor ke neuron. Stimulus untuk mentringer neuron dapat berupa
tekanan, perubahaan temperature, dan isyarat listrik dari neuron lain.
Aktifitasi bolistrik pada suatu otot dapat menyebar ke seluruh tubuh
seperti gelombang pada permukaan air.

Pengamatan pulsa listrik tersebut dapat dilakukan dengan memasang


beberapa elektroda pada permukaan kulit. Hasil rekaman isyarat listrik
dari jantung (Electrocardiogran-ECG) diganti untuk diagnosa
kesehatan. Seperti halnya pada ECG, aktivitasi otak dapat dimonitor

7
dengan memasang beberapa elektroda pada posisi tertentu. Isyarat
listrik yang dihasilkan dapat untuk mendiagnosa gejala epilepsy,
tumor, geger otak dan kelainan otak lainya.

Bio-listrik adalah daya listrik hidup yang terdiri dari pancaran


elektron-elektron yang keluar dari setiap titik tubuh (titik energi) dan
muncul akibat adanya rangsangan penginderaan. Pikiran kita terdiri
dari daya listrik hidup, semua daya ini berkumpul didalam pusat akal
didalam otak dalam bentuk potensi daya listrik. Dari pusat akal, daya
ini kemudian diarahkan ke seluruh anggota tubuh kita, yang kemudian
bergerak oleh perangsangnya. Potensi daya listrik hidup ini, yang
tertimbun didalam pusat akal harus di tuntut oleh sesuatu supaya
mengalir untuk mengadakan gerakan tubuh kita atau bagian-bagian
tubuh lainnya.

Dengan demikian daya listrik hidup yang tertimbun di dalam pusat


akal sebagai potensi hanya dapat mengalir dan menjadi amal atau
gerakan apabila ia di tuntut untuk berbuat demikian.

II. Penerapan Biolistrik dalam Keperawatan


a) Electro Cardiography (EKG)
Elektrokardiograf (Electrocardiograph-EKG/ECG) adalah suatu gambaran
grafis dari beda potensial antara dua titik pada permukaan tubuh. EKG
biasanya direkam pada kertas grafik seperti terlihat dalam Gambar 1.
Dalam gambar tersebut terlihat ada dua macam kotak yaitu kotak besar
dan kecil. Kotak kecil mempunyai ukuran 1mm x 1mm, dan kotak
besar mempunyai ukuran 5mm x 5mm. Dalam EKG ada dua variabel
yang digunakan yaitu waktu dan tegangan. Variabel waktu dinyatakan
dalam arah mendatar, dan variabel tegangan dalam arah tegak. Skala
untuk variabel waktu adalah 0,04s/mm atau 25mm/s. Skala untuk
tegangan adalah 0,1mv/mm atau 10mm/mV.

8
Gambar 1. Ukuran dan skala kertas rekaman EKG

Tiap-tiap siklus jantung dalam EKG terdidri atas beberapa komponen,


yang diberi nama berdasarkan definisi sebagai berikut :

Gelombang P adalah defleksi positif pertama sebelum kompleks QRS


Interval PR diukur dari permulaan gelombang P sampai permulaan
defleksi garis isoelektrik berikutnya. Interval ini adalah waktu yang
diperlukan impuls listrik dikonduksikan melalui atrium dan Simpul AV
sampai mulai timbul depolarisasi ventrikel.

Kompleks QRS
Kompleks QRS terdiri atas tiga gelombang yaitu Q, R, dan S. Gelombang
Q adalah defleksi negatif pertama sesudah interval PR. Gelombang R
adalah defleksi positif pertama sesudah gelombang P. Gelombang S
adalah defleksi negatif yang menyertai gelombang R. Pengukuran
kompleks QRS dimulai dari permulaan gelombang Q (atau gelombang
R jika Q tidak ada) sampai gelombang S mencapai garis isoelektrik
(atau tempat gelombang S akan mencapai garis isoelektrik jika garis
ini tidak melengkung ke dalam segmen ST). Segment ST adalah

9
bagian garis yang berlanjut dari ujung gelombang S sampai permulaan
gelombang T.

Gelombang T
Gelombang T adalah defleksi (dapat positif atau negatif) yang mengiringi
segment ST.

TITIK-TITIK SADAPAN (LEAD) EKG


Untuk keperluan diagnosis, ada 12 macam titik sadapan (lead) EKG,
seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 2 s/d 4. Sadapan ini terdiri
atas:
Sadapan Einthoven, terdiri atas tiga sadapan yaitu sadapan I, II, dan III
(Gambar 2)

Gambar 2. Sadapan Einthoven


Sadapan Goldbergeraugmented (Gambar 3), terdiri atas tiga sadapan yaitu
VR, VL, dan VF (atau disebut juga aVR, aVL, dan aVF)

10
Gambar 3. Sadapan Goldbergeraugmented
Sadapan precordial (sadapan dada), terdiri atas enam sadapan yaitu V1,
V2, V3, V4, V5, dan V6 (Gambar 4).

Gambar 4. Sadapan dada precordial

Bentuk sinyal dari 12 sadapan tersebut diperlihatkan dalam Gambar 5


dan6.

11
Gambar 5. Sinyal EKG 12 sadapan

Gambar 6. Bentuk sinyal EKG 12 sadapan

HEART RATE (HR)


Heart Rate adalah ukuran untuk menyatakan kecepatan denyut jantung,
yang dinyatakan dalam jumlah denyut per menit (beat per menit
bpm). Heartrate dapat diperoleh dari EKG dengan menghitung jumlah
gelombang R selama satu menit. Tetapi cara ini sering dianggap
kurang praktis, sehingga sering digunakan cara lain yang lebih cepat
yaitu misalnya dengan menghitung jumlah gelombang R selama 3
detik kemudian hasilnya dikalikan 20.
Nilai heartrate yang diperoleh dengan cara di atas adalah nilai heratrate
rata-rata. Disamping nilai heartrate rata-rata, terdapat juga nilai
heartrate sesaat. Heartrate sesaat diperoleh dengan mengukur perioda
jantung sesaat (perioda RR) seperti terlihat dalam Gambar 7. Nilai
heartrate (HR) sesaat merupakan kebalikan perioda jantung dikalikan
60, yaitu:
HR = 60/(R-R) bpm (beat per minute)

12
dengan R-R adalah periode jantung yaitu interval waktu dari gelombang R
ke gelombang R di sebelahnya, dengan satuan s (second). Satuan untuk
heartrate adalah bpm (beat per minute).

Gambar 7. Periode R-R

b) Electro Myography (EMG)

Elektromiografi (EMG) adalah teknik untuk mengevaluasi dan rekaman


aktivitas listrik yang dihasilkan oleh otot rangka. EMG dilakukan
menggunakan alat yang disebut Electromyograph, untuk menghasilkan
rekaman yang disebut Elektromiogram. Sebuah. Electromyograph
mendeteksi potensial listrik yang dihasilkan oleh sel-sel otot ketika sel-
sel ini elektrik atau neurologis diaktifkan. Sinyal dapat dianalisis untuk
mendeteksi kelainan medis, tingkat aktivasi, perintah rekrutmen atau
untuk menganalisabiomekanik gerakan manusia atau hewan.

Pemanfaatan EMG Dalam Ilmu Kesehatan

Ada banyak aplikasi untuk penggunaan EMG. EMG digunakan secara


klinis untuk diagnosis masalah neurologis dan neuromuskular. Hal ini
digunakan diagnosa oleh laboratorium kiprah dan oleh dokter terlatih
dalam penggunaan biofeedback atau penilaian ergonomis. EMG juga
digunakan dalam berbagai jenis laboratorium penelitian, termasuk
mereka yang terlibat dalam biomekanik, kontrol motor, fisiologi
neuromuskuler, gangguan gerak, kontrol postural, dan terapi fisik

Sinyal EMG digunakan dalam aplikasi klinis dan biomedis. EMG


digunakan sebagai alat diagnostik untuk mengidentifikasi penyakit
neuromuskuler, menilai nyeri punggung bawah, kinesiologi, dan
gangguan kontrol motor. sinyal EMG juga digunakan sebagai sinyal

13
kontrol untuk perangkat palsu seperti buatan tangan, lengan, dan
tungkai bawah.

Prosedur Kerja EMG

Ada dua jenis EMG digunakan secara luas: EMG permukaan dan
intramuskular (jarum dan fine-kawat) EMG. Untuk melakukan EMG
intramuskular, jarum elektroda atau jarum mengandung dua elektroda-
kawat halus dimasukkan melalui kulit ke dalam jaringan otot. Seorang
yang sudah terlatih atau profesional (seperti physiatrist, ahli saraf, atau
terapis fisik) mengamati aktivitas listrik ketika memasukkan elektroda.
Kegiatan insersional memberikan informasi berharga tentang keadaan
otot dan saraf yang innervating. Otot normal saat kegiatan istirahat,
sinyal-sinyal listrik normal ketika jarum dimasukkan ke dalamnya.
Kemudian aktivitas listrik dipelajari ketika otot yang diam. Aktivitas
spontan abnormal mungkin menunjukkan beberapa saraf atau
kerusakan otot. Kemudian pasien diminta untuk kontrak otot lancar.
Bentuk, ukuran, dan frekuensi potensi unit motor yang dihasilkan
tentukan. Kemudian elektroda ditarik beberapa milimeter, dan sekali
lagi kegiatan ini dianalisa sampai setidaknya 10-20 unit telah
dikumpulkan. Setiap lagu elektroda hanya memberikan gambaran yang
sangat lokal dari aktivitas seluruh otot. Karena otot berbeda dalam
struktur batin, elektroda harus ditempatkan pada berbagai lokasi untuk
mendapatkan penelitian yang akurat.

Intramuscular EMG dapat dianggap terlalu invasif atau tidak perlu dalam
beberapa kasus. Sebaliknya, permukaan elektroda dapat digunakan
untuk memantau gambaran umum aktivasi otot, sebagai lawan
kegiatan hanya beberapa serat seperti yang diamati menggunakan
EMG intramuskular. Teknik ini digunakan dalam beberapa jenis,
misalnya, di klinik fisioterapi, aktivasi otot dipantau menggunakan
EMG permukaan dan pasien memiliki stimulus auditori atau visual
untuk membantu mereka tahu kapan mereka mengaktifkan otot
(biofeedback).

14
Sebuah unit motor didefinisikan sebagai satu neuron motor dan semua
serat otot itu innervates. Ketika kebakaran unit motor, dorongan
(disebut potensial aksi) dilakukan menuruni neuron motor ke otot.
Daerah mana kontak saraf otot disebut sambungan neuromuskuler,
atau akhir pelat motor. Setelah potensial aksi ditransmisikan di
persimpangan neuromuskuler, suatu potensial aksi adalah elicited di
semua serat otot diinervasi dari unit motor tertentu. Jumlah dari semua
aktivitas elektrik ini dikenal sebagai potensial aksi unit motor
(MUAP). Kegiatan ini elektropsikologi dari unit motor multiple sinyal
biasanya dievaluasi selama EMG sebuah. Komposisi unit motor,
jumlah serat otot per unit motor, jenis metabolisme dari serat otot dan
berbagai faktor lainnya mempengaruhi bentuk potensi motor unit di
myogram tersebut.

Uji konduksi saraf juga sering dilakukan pada waktu yang sama sebagai
EMG untuk mendiagnosa penyakit saraf.

Beberapa pasien dapat menemukan prosedur agak menyakitkan,


sedangkan yang lain hanya mengalami sedikit ketidaknyamanan ketika
jarum dimasukkan. Otot atau otot sedang diuji mungkin sedikit sakit
untuk satu atau dua hari setelah prosedur.

Hasil Kerja EMG

1. Hasil Normal
Jaringan otot saat istirahat biasanya elektrik aktif. Setelah aktivitas listrik
yang disebabkan oleh iritasi subsidi penyisipan jarum,
Electromyograph harus mendeteksi ada aktivitas spontan abnormal
(yaitu, otot pada istirahat harus elektrik diam, dengan pengecualian
daerah sambungan neuromuskuler, yang, dalam keadaan normal ,
sangat spontan aktif). Ketika otot secara sukarela dikontrak, potensial
aksi mulai muncul. Sebagai kekuatan kontraksi otot meningkat, serat
otot lebih banyak dan lebih menghasilkan potensial aksi. Ketika otot
sepenuhnya dikontrak, ada akan muncul sebuah kelompok teratur

15
potensi tindakan tarif yang bervariasi dan amplitudo (a perekrutan
lengkap dan pola interferensi)

2. Hasil Abnormal
EMG digunakan untuk mendiagnosa penyakit yang umumnya dapat
diklasifikasikan ke dalam salah satu kategori berikut: neuropati,
penyakit sambungan neuromuskuler dan myopathies.

Penyakit neuropatik memiliki karakteristik berikut mendefinisikan EMG:

Sebuah amplitudo potensial aksi yang dua kali normal karena


peningkatan jumlah serat per unit motor karena reinervasi dari serat
denervasi

Peningkatan durasi aksi potensi

Penurunan jumlah unit motor di otot (seperti yang ditemukan


menggunakan teknik nomor motor unit estimasi

Penyakit miopati memiliki karakteristik EMG menentukan:

Penurunan durasi tindakan potensial

Penurunan di daerah tersebut untuk rasio amplitudo potensial aksi

Penurunan jumlah unit motor di otot (dalam kasus yang sangat parah
saja)

Karena individualitas masing-masing pasien dan penyakit, beberapa


karakteristik ini mungkin tidak muncul dalam setiap kasus.

c) Electro Retinography (ERG)


Elektroretinogram biasa disingkat dengan ERG adalah tes mata yang
mengevaluasi fungsiretina, film yang melapisi bagian
dalam mata.Uji ERG membantu mendiagnosa penyakit pada retina.
Selama uji ERG, sel-sel retina (batang dankerucut) melepaskan sejuml
ah kecil listrikketika ada kilatan cahaya. Jika

16
kita tahu persisseberapa banyak
cahaya memasuki mata danberapa banyak listrik keluar, kita bias
mengetahui bagaimana batang dan kerucutbekerja. Untuk mengambil
listrik dari retina,lensa kontak khusus ditempatkan pada
permukaan mata.
seperti pada gambar dibawah ini:

Pada uji ERG, pasien akan memakai tambalan


mata dan duduk dalam ruangan gelap selama
30 menit. Kemudian peneliti akan menempel elektroda ke
dahi pasien dan tidak menimbulkan rasa sakit, begitu juga semua
penggunaan elektroda dalam tes ini. setelah itu tambalan pada mata
dilepaskan. Permukaan mata pasien akan mati
rasa dengan tetes mata,dan lensa kontak yang akan
ditempatkan padamata pasien. Pasien tidak dapat
melihat,kemudian disorotkan cahaya, dan mata akan berkedip. Yang
berkedip adalah lensa kontak pada mata ketika disorot cahaya.

d) Electro Encephalography (EEG)


Elektroensefalogram (EEG) adalah Alat untuk
merekam aktifitas dari otak dengan menggunakan pena yang menulis
di atas gulungan kertas.Tes ini mampu menunjukkan tanda
penyakit alzheimerdan epilepsy. Sumber lain menjelaskan bahwa EEG

17
adalah sebuah pemeriksaan penunjang yang berbentuk rekaman
gelombang elektrik sel saraf yang berada di otak yang memiliki tujuan
untuk mengetahui adanya gangguan fisiologi fungsi otak.

Cara Kerja EEG

Aktivitas listrik dari otak penderita direkam oleh elektroda perak yang
dipasang oleh teknisi yang terlatih padakulit kepala. Elektroda ini
dihubungkan secara berpasangan diatas bagian otak yang berdekatan
sehingga arus terdeteksi oleh satu elektroda, akan berbeda yang
terdeteksi oleh elektroda pasangannya, perbedaan voltase ini akan
menggerakkan pena. Jika pada bagian otak bermuatan negative dan
satunya lagi pada bagian otak bermuatan positif, pena akan bergerak ke
bawah. Jika situasinya terbalik, pena akan bergerak ke atas.Jika tidak
ada arus dari kedua bagian otak di bawah elektroda mempunyai arus
yang sama, pena akan menggambar garis datar. Biasanya ada 8 pena
berurutan dan rangkaian akhir dari garis ini mengukur baik kekuatan
fluktuasi perbedaan voltasemaupun frekuensi. Pemeriksaan ini
berlangsung selama 45-47 menit dan menghasilkan gambar gelombang
otak selama 5 menit. Jika seseorang tegang, EEG akan menunjukkan
pola pengaktifan yang tidak sinkron dan bervoltase rendah. Meski
demikian, pola ini mirip dengan pola pada orang yang tenang, yang
melakukan tugas mental seperti menghitung. Dengan demikian bila
seseorang tegang ketika melakukan tes EEG, EEG hanya menunjukkan
otak terangsang tetapi tidak menunjukkan apa yang merangsangnya.

Kegunaan EEG

EEG digunakan terutama untuk meneliti epilepsy dan penyakit


Alzheimer, juga mengidentifikasi individu yang harus dirujuk untuk
melayani pemeriksaan lebih lanjut jika penyakit otak adalah penyebab
dari epilepsinya. EEG biasa digunakan dalam menentukan diagnosis
penyakit epilepsi dengan mengidentifikasi setiap keabnormalan pada
otak seperti lesi yang memicu serangan epilepsi. Dokter dapat

18
menentukan diagnosis dengan mengamati pola kejang pada
EEG. Meskipun EEG digunakan untuk meneliti penyakit epilepsy dan
Alzheimer, EEG tidak dapat mendiagnosis penyakit mental
Schizofrenia, alasannya EEG dari orang yang terganggu mentalnya
biasanya normal. Tes EEG juga tidak mungkin dapat membedakan
EEG dari orang jenius dengan orang yang tidak pintar karena EEG tes
yang relative sederhana tentang distribusi dan kuantitas
aktivitas listrik dari otak.

19
DAFTAR PUSTAKA

Anonym.http://reikinaqs.wapsite.me/Biolistrik. Diambil pada 25


Februari 2016 pukul 09.00
Materi dari dosen

20
SOAL
1. Suatu zat diubah dari keadaan 1 ke keadaan 2 menurut lintasan tertentu
maka panas Q yang diberikan itu akan diserap dan menyebabkan usaha
sebesar W (yang diukur dalam satuan panas) dengan demikian dapat di
katakan energi untuk bekerja, bunyi dari..
a. Hukum Termodinamika I
b. Hukum Termodinamika II
c. Hukum Termodinamika III
d. Hukum Newton I
e. Hukum Dalton
2. Pemaparan panas dari suatu objek yang suhunya lebih tinggi ke objek
lain dengan jalan kontak langsung disebut dengan.
a. Konduksi
b. Konveksi
c. Radiasi
d. Evaporasi
e. Reboisasi
3. Suatu transfer energy panas dari suatu permukaan objek ke objek yang
lain tanpa mengalami kontak dari kedua objek tersebut disebut
dengan
a. Konduksi
b. Konveksi
c. Radiasi
d. Evaporasi
e. Reboisasi
4. Suatu gambaran grafis dari beda potensial antara dua titik pada
permukaan tubuh merupakan pengertian dari
a. EEG
b. EKG
c. EMG
d. ERG
e. FEC

21
5. Alat untuk merekam aktifitas dari otak dengan menggunakan pena
yang menulis di atas gulungan kertas merupakan pengertian dari
a. EEG
b. EKG
c. EMG
d. ERG
e. FEC
6. Alat yang digunakan secara klinis untuk diagnosis masalah neurologis
dan neuromuscular adalah .
a. EEG
b. EKG
c. EMG
d. ERG
e. FEC

22