Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH DOKUMENTASI KEPERAWATAN

KONSEP DAN TEKNIK DOKUMENTASI PADA TATANAN


PERAWATAN RAWAT JALAN
DOSEN PEMBIMBING : GANDES WIDYA H, S.Kep. Ns.

DISUSUN OLEH :
1. Andriana Yustika R 201601004
2. Antoni Risky Carlino 201601005
3. Beta Noviantikasari 201601009
4. Dewi Fitriani 201601013
5. Dian Ummy Frastika 201601016
6. Nur Hamdyah 201601048
7. Sabar Antomi 201601057

KELOMPOK 5
TINGKAT 1.A

PRODI DIPLOMA III KEPERAWATAN


AKADEMI KEPERAWATAN PEMKAB. PONOROGO
Jl. Dr. Ciptomangunkusumo No. 82 A Ponorogo
Tahun 2016/2017
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan judul Konsep dan Taknik Dokumentasi pada tatanan
perawatan rawat jalan. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas
kelompok mata kuliah Dokumentasi Keperawatan.
Dalam menyusun makalah ini kami banyak memperoleh bantuan serta
bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami ingin menyampaikan
ucapan terimakasih kepada :
1. Dosen mata kuliah Dokumentasi Keperawatan yakni Ibu Gandes Widya H,
S.Kep. Ns. yang telah banyak meluangkan waktu guna memberikan
bimbingan kepada kami dalam penyusunan makalah ini.

2. Kedua orang tua kami yang senantiasa memberi dukungan baik secara
moril maupun materil selama proses pembuatan makalah ini.

3. Teman-teman mahasiswa tingkat IA kelompok 5 Program Studi DIII


Keperawatan Pemerintah Kabupaten Ponorogo angkatan 2016/2017 yang
selalu memberikan dukungan dan saran serta berbagi ilmu pengetahuan
demi tersusunnya makalah ini.

Makalah ini bukanlah karya yang sempurna karena masih memiliki banyak
kekurangan, baik dalam hal isi maupun sistematika dan teknik penulisannya. Oleh
karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna
sempurnanya makalah ini. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat, bagi
penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.
Ponorogo, 30 Januari 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

SAMPUL DEPAN ................................................................................. i


NAMA ANGGOTA KELOMPOK ...................................................... ii
KATA PENGANTAR ........................................................................... iv
DAFTAR ISI .......................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1
1.1 Latar Belakang........................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................. 2
1.3 Tujuan Makalah ...................................................................... 2
1.4 Manfaat Makalah .................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................... 3
2.1 Esensi Mineral ........................................................................ 3
2.2 Perananan Mineral Dalam Kehidupan.................................... 4
2.3 Fungsi Mineral ........................................................................ 4
2.4 Pengaturan Pencernaan ........................................................... 5
2.4.1 Makro Mineral .............................................................. 5
2.5 Proses Reabsorbsi Normal ...................................................... 6
2.6 Bahan Makanan yang Mengandung Mineral.......................... 10

BAB III PENUTUP ............................................................................... 11


3.1 Kesimpulan ............................................................................. 11
3.2 Saran ....................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 13

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dibagian rawat jalan akan dibedakan mengenai laporan pelayanan


KIA atau genekologi, begitu njuga mengenai pencatatan pelaporan
mengenai keluarga berencana begitu disetiap bagian yang berbeda karena
setiap pelayanan memberikan dan membutuhkan data yang berbeda.
Dari segi pelayanan, datab pasien rawat jalan dan pasien rawat
dibedakana menjadi : pasien dapat menunggu dan pasien yang segera
ditolong. Pasien yang dapat menunggu mendapatkan pelayanan adalah
berobat jalan yang datang dengan perjanjian dan pasien yangh datang tidak
dalam keadaan gawat darurat.
Menurut kedatangannya pasien dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
pasien baru dan pasien lama. Pasien baru adalah pasien yang pertama kali
datang dirumah sakit untuk keperluan pengobatan. Pasien lama adalah
pasien yang sebelumnya pernah datang kerumah sakit dapat terjadi karena
: dikirim oleh dokter praktik diluar rumah sakit. Dikirim oleh rumah sakit
lain, puskesmas, atau jenis pelayanan kesehatan lainnya atau kemauan
sendiri.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana prosedur penerimaan pasien rawat jalan?
2. Bagaimana system dokumentasi pelayanan pasien rawat jalan?
3. Bagaimanana system dokumentasi pasien rawat jalan?
4. Bagaimana prosedur penerimaan pasien rawat jalan?
1.3 Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain :
1. Mengetahui prosedur penerimaan pasien rawat jalan
2. Mengetahui system dokumentasi pelayanan pasien rawat jalan
3. Mengetahui system dokumentasi pasien rawat jalan
4. Mengetahui prosedur penerimaan pasien rawat jalan

1
1.4 Manfaat
Hasil pembelajaran ini diharapkan dapat mempumyai manfaat bagi penulis
dan pembaca.
1. Manfaat bagi penulis, pengkajian ini memberikan pengetahuan tentang
fungsi-fungsi dari mineral.
2. Manfaat dari pembaca, pengkajian ini dapat digunakan sebagai bahan
kajian atau referensi tambahan bagi dunia ilmu kesehatan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Prosedur Penerimaan Pasien Rawat Jalan


1. Pasien baru
Setiap pasien baru diterima ditempat penerimaan pasien dan akan
diwawancarai oleh petugas untuk mendapatkan data identitas pasien,
hasil anamesis atau keluhan utama, riwayat sekarang, riwayat penyakit
yang pernah diderita, riwayat penyakit keluarga, hasil pemeriksaan fisik,
laboratorium, pemeriksaan khusus lainnya, diagnotik dan pengobatan
ataupun tindakan. Pencakupan data ini harus diisi selambat-lambatnya
1x24 jam setelah pasien diperiksa.
Setelah pasien mendapatkan pelayanan yang cukup dari poliklinik,
ada mungkin beberapa kelanjutannya antara lain :
1. Pasien boleh langsung pulang
2. Pasien diminta datang kembali. Pasien diberi slip perjanjian oleh
petugas poliklinik untuk datang kembali lagi pada hari dan tanggal
yang telah ditetapkan.
3. Pasien dirujuk atau dikrim ke rumah sakit lain.
4. Pasien baru dirawat (menjalani rawat inap)
2. Pasien lama
Pasien lama adalah pasien yang datang dengan masalah kesehatan
yang sama seperti kunjungan yamg sebelumnya. Pasien lama datang
ketempat peneriamaan pasien yang telah ditentukan. Kedatangan pasien
lama ini dapat dibedakan :
1. Pasien lama datang dengan perjanjian
2. Pasien yang datang tidak dengan perjanjian
3. Pasien gawat darurat. Pasien yang datang ketempat penerimaan
gawat darurat yang dibuka selama 24 jam, dimana disini pasien
akan terlebih dahulu ditolong baru penyelesaian administrasinya.
Berbeda dengan prosedur pelayanan pasien baru dan pelayanan
pasien lama, pasien gawat darurat ditolong terlebih dahulu.

3
Beberapa kemungkinan kelanjutan dari pasien gawat darurat antara
lain :
1. Pasien bisa langsung pulang
2. Pasien dirujuk dirumah sakit lain
3. Pasien harus dirawat (menjalani rawat inap)

2.2 System Dokumentasi Pelayanan Pasien Rawat Jalan


1. Rawat jalan
Dibagian rawat jalan akan dibedakan mengenai laporan pelayanan
KIA atau pelayanan genekologi, begitu juga mengenai pencatatan
pelaporan keluarga berencana, setiap bagian akan berbeda karena setiap
pelayanan memberikan dan membutuhkan data yang berbeda sesuai
kebutuhan
a. Pasien baru
Setiap pasien baru diterima ditempat penerimaan pasien dan akan
diwawancarai oleh petugas untuk mendapatkan data identitas pasien,
hasil anamesis atau keluhan utama, riwayat sekarang, riwayat
penyakit yang pernah diderita, riwayat penyakit keluarga, hasil
pemeriksaan fisik, laboratorium, pemeriksaan khusus lainnya,
diagnotik dan pengobatan ataupun tindakan. Pencakupan data ini
harus diisi selambat-lambatnya 1x24 jam setelah pasien diperiksa.
b. Pasien lama
Pasien yang datang untuk melakukan pemeriksaan atau tindakan
ulang.
c. Pasien gawat darurat
Pasien yang datang ketempat penerimaan gawat darurat yang
dibuka selama 1x24 jam, dimana disini pasien akan lebih dahulu
ditolong baru penyelesaian administrasi.

4
2. Tujuan pencatatan
a. Untuk menciptakan komunikasi yang efektif dan efisien pada sesame
tim kesehatan timj yang terllibat, sehingga dapat mencegah tumpang
tindih, pengulangan dan kesenjangan dalam pelayanan atau asuhan
keperawatan.
b. sebagai sumber informasi bagi setiap petugas kesehatan yang terlibat
dalam pelayanan.
c. sebagai bahan bukti untuk mutu pelayanan dan sekaligus untuk
tanggungjawab dan tanggung gugat.
d. sebagai sumber data untuk penelitian dan pendidikan
e. Sebagai dokumentasi keperawatan pasien rawat jalan yang sah untuk
membuktikan bahwa tindakan, obat dan makanan serta sebgainay
sudah diberikan sesuai dengan rencana ketentuan dan juga
berhubungan dengan penagihan rekening pasien

2.3 System Dokumentasi Pasien Rawat Jalan


Pasien dirumah sakit dapat dikategorikan sebagai pasien poliklinik atau
rawat jalan dan pasien rawat inap. Dari segi pelayanan, data pasien rawat
jalan dibedakan menjadi dua,yaitu :
1. Pasien yang dapat menunggu dan pasien yang harus sgera ditolong
2. Pasien yang menunggu mendapatkan pelayanan adalah pasien yang
berobat jalan yang datang dengan perjanjian dan pasien yang tidak dalam
keadaan darurat
Menurut jenis kedatangannaya, pasien dapat dibedakan dapat menjadi
dua, yaitu pasien lama dan pasien baru.
Pasien baru adalah pasien yang datang pertama kali kerumah sakit untuk
keperluan berobat sedangkan pasien lama adalah pasien yang pernah
datang sabelumnya kerumah sakit untuk keperluan berobat. Kedatangan
pasien kerumah sakit dapat terjadi karena : dikirim oleh dokter praktik
diluar rumah sakit, dikirim oleh rumah sakit lain, puskesmas, atau sejenis
pelayanan lainnya atau bhakan datang dengan kemauan sendiri.

5
2.4 Prosedur Penerimaan Rawat Jalan
a. Pasien baru
Setiap pasien baru diterima ditempat penerimaan pasien(TTP dan
akan memperoleh nomor pasien yang akan digunakan sebagai kartu
pengenal. Kartu pengenal ini harus dibawa pada saat kunjungan
berikutnya kerumah sakit yang sama, baik sebagai rawat jalan maupuj
rawat inap.
Setiap pasien baru akan diwawancarai oleh petugas untuk
mendapatkan data identitas dan akan diisikan pada formulir ringkasan
riwayat klinik. Data dari ringkasan klinik diantaranya berisi : dokter
penanggung jawab poliklinik, nomor pasien(nomor rekam medic) nama
pasien, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, status keluarga, agama,
pekerjaan. Ringkasan riwayat klinik juga dipakai sebgai dasar pembuatan
kartu indeks utama pasien (KIUP).
Setelah pasien mendapat pelayanan dari poliklinik, ada
kemungkinan kelanjutannya yaitu :
1. Pasien boleh langsung pulang
2. Pasien diminta datang kembali dengan di beri slip perjanjian oleh
petugas poliklinik untuk datang kembali pada hari dan tanggal yang
harus ditetapkan.
3. Pasien dirujuk atau dikrim oleh rumah sakit lain
4. Pasien harus dirawat (menjalani rawat inap)

b. Pasien lama
Pasien lama dalah pasien yang datang dengan maslah kesehatan
yang sama ssperti pada kunjungan sebelumnya. Pasien lama langsung
datang ketempat penerimaan pasien yang telah ditentukan, kedatangan
pasien lama ini dapat dibedakan :
1. Pasien yang datang dengan oerjanjian
2. Pasien yang datang tidak dengan perjanjian
3. Pasien yang datang saat gawat darurat

6
Pasien datang ketempat penerimaan pasien gawat darurat. TTP
untuk pasien gawat darurat diberikan pelayanan 24 jam. Berbeda dengan
pasien baru dan lama, pasien gawat darurat ditolong terlebih dahulu,
penyelesaian administrasi diselesaikan setelah pasien mendapatkan
pelayanan yang cukup. Beberapa kemungkinan kelanjutannhya pasien
yang gawat darurat adalah :
1. Pasien langsung buisa langsung pulang
2. Pasien dirujuk dan dikirim kerumah sakit lain
3. Pasien baru dirawat ( menjalani rawat inap)

7
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pasien dirumah sakit dapat dikategorikan sebagai pasien [poliklinik atau
rawat jalan dan pasien rawat inap. Dari segi pelayanan, data pasien rawat
jalan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu: pasien dapat menunggu dan pasien
harus segera ditolong, pasien yang menunggu mendapatkan pelayanan adalah
pasien yang berobat jalan yang datang dengan perjanjian dan pasien tidak
dalam keadaan darurat. Menurut jenis kedatnagnnya pasien dapat dibedakan
menjadi 2,yaitu : pasien lama dan pasien baru. Pasien baru adalah pasien yang
pertama kali datang kerumah sakit untuk keperluan berobat, sedangkan pasien
lama adalah pasien yang pernah datang sebelumnya kerumah sakit untuk
keperluar berobat. Kedatangtan pasien kerumah sakit dapat terjadi karena :
dikirim oleh dokter praktik luar rumah sakit, dikirim oleh rumah sakit lain,
puskesmas, atau jenis pelayanan lainnya atau bahkan datang karena
kemamuan sendiri

3.2 Saran

8
DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/307379189/Mineral-pdf
http://informasiana.com/fungsi-dan-sumber-mineral-bagi-tubuh/
Sediaoetama.Ahmad Djaeni.1987.Ilmu Gizi.Jakarta:Dian Rakyat