Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER

VLAN

Disusun Oleh :

Wahyu L Wijayanto

1541160092

JTD 2E / 21

PRODI JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI MALANG

2017
I. Tujuan
Mengetahui prinsip kerja Virtual Local Area Network (VLAN)
Mengaplikasikan VLAN pada Cisco Packet Tracer

II. Dasar Teori


Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu
LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan)
sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur
yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN
yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan
sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. VLAN memungkinkan
beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada dalam jaringan switched
switched yang sama. Agar computer bisa berkomunikasi pada VLAN yang sama, setiap
computer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask yang sesuai dengan VLAN
tersebut. Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan setiap port dalam VLAN harus
didaftarkan ke VLAN. Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi dengan sebuah VLAN
tunggal disebut sebagai access port.

Sebuah VLAN memungkinkan seorang Administrator untuk menciptakan sekelompok


peralatan yang secara logic dihubungkan satu sama lain. Dengan VLAN, kita dapat
membagi jaringan switch secara logik berdasarkan fungsi, departemen atau project team .

Beberapa keuntungan menggunakan VLAN diantaranya :

Security Departemen yang memiliki data sensitive terpisah dari jaringan yang ada, akan
mengurangi peluang pelanggaran akses ke informasi rahasia dan penting.

Cost reduction Penghematan biaya dihasilkan dari tidak diperlukannya biaya yang
mahal untuk upgrades jaringan dan efisiensi penggunaan bandwidth dan uplink yang
tersedia.
Higher performance Dengan membagi jaringan layer 2 menjadi beberapa worksgroup
secara logik (broadcast domain) mengurangi trafik yang tidak diperlukan pada jaringan dan
meningkatkan performa.kjk

Broadcast storm mitigation Dengan membagi sebuah jaringan menjadi VLAN


mengurangi jumlah peralatan yang berpartisipasi dalam broadcast storm.

Improved IT staff efficiency Dengan VLAN pengelolaan jaringan lebih mudah, karena
user-user dengan kebutuhan jaringan yang sama berbagi VLAN yang sama.

Simpler project or application management Memiliki fungsi-fungsi terpisah


mempermudah pengelolaan sebuah project atau bekerja dengan aplikasi khusus

III. Prosedur

1. Mendisain jaringan VLAN yang diinginkan menggunakan packet tracer.

2. Memasukan alamat ip pada setiap host dalam VLAN.

3. Mengenalkan semua VLAN pada switch yang ada agar bisa terhubung melalui router.

4. Memprogram router menggunakan CLI pada option pilihan dalam router.

5. Lakukan pengetesan mengirim pesan antar VLAN yang sama lalu antar VLAN yang

berbeda.
IV. Hasil

Figure 1 gambar hasil desain 5 VLAN


Script pada router:

Router>enable
Router#vlan dayabase
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router#vlan database
% Warning: It is recommended to configure VLAN from config mode,
as VLAN database mode is being deprecated. Please consult user
documentation for configuring VTP/VLAN in config mode.

Router(vlan)#vlan 10 NAME staff


VLAN 10 modified:
Name: staff
Router(vlan)#vlan 20 NAME B
VLAN 20 modified:
Name: B
Router(vlan)#vlan 30 NAME C
VLAN 30 modified:
Name: C
Router(vlan)#vlan 40 NAME D
VLAN 40 modified:
Name: D
Router(vlan)#vlan 50 NAME E
VLAN 50 modified:
Name: E
Router(vlan)#exit
APPLY completed.
Exiting....
Router#config t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface gig 0/0.10
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 10
Router(config-subif)#ip address 12.34.56.1 255.255.255.240
Router(config-subif)#interface gig 0/0.20
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 20
Router(config-subif)#ip address 45.67.89.1 255.255.255.240
Router(config-subif)#interface gig 0/0.30
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 30
Router(config-subif)#ip address 23.34.45.1 255.255.255.240
Router(config-subif)#interface gig 0/0.40
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 40
Router(config-subif)#ip address 34.45.56.1 255.255.255.240
Router(config-subif)#interface gig 0/0.50
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 50
Router(config-subif)#ip address 45.56.67.1 255.255.255.240
Router(config-subif)#no sh
Router(config-subif)#exit
Router(config)#interface gig 0/0
Router(config-if)#no sh

V. Analisa

Dari hasil praktikum dapat diketahui bahwa, VLAN yang berbeda satu sama lain tidak dapat berkomunikasi tanpa adanya pihak ketiga yaitu
router. Namun jika antar sesasama satu VLAN maka dapat terhubung melalui switch karena masih satu jaringan.

VI. Kesimpulan
1. Mahasiswa dapat mengerti prinsip kerja dari VLAN tersebut.
2. Mahasiswa dapat mendisain dan mengaplikasikan VLAN pada cisco packet tracer.