Anda di halaman 1dari 17

KELOMPOK TANI

SUMBER ALAM
DESA CISIMEUT KECAMATAN LEUWIDAMAR
KABUPATEN SUMENEP PROPINSI BANTEN

Cisimeut, Juli 2017

Nomor : 12 /KT.LK/VII/2017 Kepada


Lampiran : 1 (satu) berkas Yth. Bapak Kepala Dinas Lingkungan
Perihal : Permohonan Bantuan Embung Hidup dan Kehutanan
Propinsi Banten
di-
SERANG

Assalamualaikum War. Wab.


Salam silaturrahim kami sampaikan, semoga kita senantiasa dalam
lindungan Allah SWT, amien.
Selanjutnya disampaikan dengan hormat, bahwa untuk terlaksananya
Program Prasarana dan Sarana Kehutanan pada Dinas Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Propinsi Banten serta dalam rangka meningkatkan produktifitas
lahan dan ketersediaan air di desa Cisimeut kecamatan Leuwidamar , maka
bersama ini kami mengajukan permohonan bantuan pembuatan Embung.
Demikian surat permohonan ini kami buat dan atas perhatian serta
perkenan Bapak, kami sampaikan terimakasih.
Wassalamualaikum War. Wab.

Mengetahui :
Kepala Desa Cisimeut Ketua Kelompok Tani
Sumber Alam

IWAN HARTONO KUDIL


LEMBAR PENGESAHAN
Nomor : ..............................................

PROPOSAL
KEGIATAN PEMBUATAN EMBUNG
TAHUN 2018

KELOMPOK TANI HUTAN : SUMBER ALAM

KPH/HR : Hutan Rakyat


Desa : Cisimeut
Kecamatan : Leuwidamar
Kabupaten : Lebak
Provinsi : Banten

Disusun oleh

Penyuluh Kehutanan Pendamping Ketua Kelompok Tani Hutan


Sumber Alam

YAYA SUDARYA, A.Md KUDIL


NIP. 19580615 198903 1 005

Disahkan Oleh :
Kepala Balai Pengelolaan Hutan
Wilayah Lebak dan Tangerang
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Propinsi Banten

FIVA ZABRENO, A.KS


NIP. 19710418 199803 1 007
KATA PENGANTAR

Dampak kekeringan dan banjir kini dirasakan semakin besar dan resiko pertanian semakin
meningkat dan sulit diprediksi. Sementara itu, tekanan penduduk yang luar biasa
menyebabkan kerusakan hutan dan daur hidrologi tidak terelakkan lagi. Indikatornya, debit
sungai merosot tajam di musim kemarau, sementara di musim penghujan debit air meningkat
tajam. Rendahnya daya serap dan kapasitas simpan air di DAS ini menyebabkan pasokan air
untuk pertanian semakin tidak menentu. Kondisi ini diperburuk dengan terjadinya kekeringan
agronomis akibat pemilihan komoditas yang tidak sesuai dengan kemampuan pasokan airnya.

Untuk mengatasi kekeringan, maka salah satu strategi yang paling murah, cepat dan
efektif serta hasilnya langsung terlihat adalah dengan memanen aliran permukaan dan air
hujan di musim penghujan melalui water harvesting. Teknologi ini sudah berkembang sangat
pesat dan luas tidak saja di negara maju seperti Eropa, Amerika dan Australia, melainkan juga
di negara seperti China yang padat penduduk dan luas pemilikan lahannya sangat terbatas.
Upaya water harvesting yang dibarengi dengan memperbesar daya simpan air tanah di sungai,
waduk dan danau yang akan dapat menjaga pasokan sumber-sumber air untuk keperluan
pertanian, domestik, municipal dan industri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk
memanfaatkan limpahan air hujan adalah dengan membangun embung ( onfarm reservoir).

Proposal Pengajuan Konservasi Air Melalui Pengembangan Embung ini disusun untuk
Sekiranya para petugas terkait dalam melakukan upaya melestarikan keberadaaan air.
Proposal ini supaya ditindaklanjuti dengan memberikan Bantuan untuk pembangunan embung,
Oleh sebab itu Kelompok Tani Sumber Agung mengajukan Proposal kepada Dinas Pertanian
kabupaten Tubab agar dapat memberikan Bantuan untuk pembangunanya. Semoga Proposal
ini dapat dipertimbangkan oleh pihak-pihak terkait agar dapatnya di perhatikan.
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Air merupakan sumber daya dan faktor determinan yang menentukan kinerja sektor
pertanian, karena tidak ada satu pun tanaman pertanian dan ternak yang tidak
memerlukan air. Meskipun perannya sangat strategis, namun pengelolaan air masih jauh
dari yang diharapkan, sehingga air yang semestinya merupakan sehabat petani berubah
menjadi penyebab bencana bagi petani. Indikatornya, di musim kemarau, ladang dan
sawah sering kali kekeringan dan sebaliknya di musim penghujan, ladang dan sawah
banyak yang terendam air.

Secara kuantitas, permasalahan air bagi pertanian terutama di lahan kering adalah
persoalan ketidaksesuaian distribusi air antara kebutuhan dan pasokan menurut waktu (
temporal) dan tempat ( spatial). Persoalan menjadi semakin kompleks, rumit dan sulit
diprediksi karena pasokan air tergantung dari sebaran curah hujan di sepanjang tahun,
yang sebarannya tidak merata walau di musim hujan sekalipun.

Oleh karena itu, diperlukan teknologi tepat guna, murah dan aplicable untuk mengatur
ketersediaan air agar dapat memenuhi kebutuhan air ( water demand) yang semakin
sulit dilakukan dengan cara-cara alamiah ( natural manner). Teknologi embung atau
tandon air merupakan salah satu pilihan yang menjanjikan karena teknologinya
sederhana, biayanya relatif murah dan dapat dijangkau kemampuan petani.

Embung atau tandon air merupakan waduk berukuran mikro di lahan pertanian ( small
farm reservoir) yang dibangun untuk menampung kelebihan air hujan di musim hujan. Air
yang ditampung tersebut selanjutnya digunakan sebagai sumber irigasi suplementer
untuk budidaya komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi ( high added value crops) di
musim kemarau atau di saat curah hujan makin jarang. Embung merupakan salah satu
teknik pemanenan air ( water harvesting) yang sangat sesuai di segala jenis
agroekosistem.

Di lahan rawa namanya pond yang berfungsi sebagai tempat penampungan air drainase
saat kelebihan air di musim hujan dan sebagai sumber air irigasi pada musim kemarau.
Sementara pada ekosistem tadah hujan atau lahan kering dengan intensitas dan
distribusi hujan yang tidak merata, embung dapat digunakan untuk menahan kelebihan
air dan menjadi sumber air irigasi pada musim kemarau. Secara operasional sebenarnya
embung berfungsi untuk mendistribusikan dan menjamin kontinuitas ketersediaan
pasokan air untuk keperluan tanaman ataupun ternak di musim kemarau dan penghujan.
II. Maksud Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari Pembangunan Embung yang diharapkan adalah
sebagai berikut :
1. Menampung air hujan dan aliran permukaan ( run off) pada wilayah sekitarnya serta
sumber air lainnya yang memungkinkan seperti mata air, parit, sungai-sungai kecil dan
sebagainya.
2. Menyediakan sumber air sebagai suplesi irigasi di musim kemarau untuk tanaman
palawija, hortikultura semusim, tanaman perkebunan semusim dan peternakan.
3. Melalui Pembangunan Embung bagi kelompok tani diharapkan akan semakin
memberikan kemudahan bagi petani khususnya anggota kelompok dalam memperoleh
air untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian mereka.
4. Untuk lebih mengenalkan penguasaan dan pemanfaatan teknologi pertanian (alsintan)
kepada para petani sehingga secara bertahap di samping untuk menghindari
pemanfaatan air dari sungai secara ilegal, sehingga pemenuhan kebutuhan terhadap air
untuk lahan pertanian dapat dilakukan secara merata dan adil.
5. Untuk memberikan tambahan income untuk kas kelompok melalui hasil dari jasa
pemanfaatan Embung oleh anggota Kelompok Tani Sumber Agung.
6. Untuk mengoptimalkan jadwal tanam petani, karena sudah dapat mengolah lahan
pertanian mereka dengan memanfaatkan air yang dapat dilakukan sepanjang tahun
tanpa harus terbatasi oleh kondisi musim (kemarau dan penghujan).

III. Tarhet Yang Ingin Dicapai


Sedangkan target yang ingin dicapai dari rencana Pembangunan Embung Untuk
Pertanian tersebut adalah:
1. Tertampungnya air hujan dan aliran permukaan ( run off) pada wilayah sekitarnya
serta sumber air lainnya yang memungkinkan.
2. Tersedianya air untuk suplesi irigasi di musim kemarau untuk tanaman palawija,
hortikultura semusim, tanaman perkebunan semusim dan peternakan.
3. Para petani anggota kelompok Tani Sumber Agung secara efisien dan efektif dapat
melakukan pengairan untuk lahan pertanianya pada saat mereka membutuhkannya.
4. Secara bertahap para anggota kelompok Tani dapat mengubah cara pengolahan
pertanian dilakukan secara tradisional menjadi bentuk dan cara yang lebih profesional
sebagai wujud peningkatan kualitas anggota kelompok.
5. Kelompok mampu meningkatkan income permanen dari usaha pemanfaatan jasa
Embung oleh anggota kelompok. 6. Kelompok dengan mudah dapat mengatur jadwal
dan pola tanam karena sudah dapat mengolah lahan pertanian mereka sepanjang
tahun, kendati pada saat musim kemarau.
IV. Pengelola Bantuan Kegiatan

Pengelola Bantuan Bantuan Pembanguan Embung yang diharapkan akan dikelola oleh
Kelompok Tani Sumber Agung Desa Tlogoagung Kecamatan Bancar yang
pemanfaatannya sebesar-besarnya akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan
semua anggota kelompok dan pengembangan usaha kelompok. Namun demikian,
pendampingan dan binaan dari Dinas Pertanian tetap diharapkan mengingat masih
saratnya keterbatasan yang dimiliki oleh kelompok maupun personal anggotanya.
V. Rencana Pelaksanaan Kegiatan yang Diajukan
Rencana kegiatan yang akan diajukan berupa Jalan Usaha Tani sepanjang 750
meter.
II. GAMBARAN UMUM

A. PROFIL DESA
1. Nama
Nama Desa : Nayagati
Kecamatan : Leuwidamar
Kabupaten : Lebak
2. Letak Desa
- sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Muncang
- sebelah selatan berbatasan dengan Desa Cisimeut Raya
- sebelah Barat berbatasan dengan Desa Bojongmenteng
- sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatn Muncang
3. Luas Desa
Desa Nayagati Memiliki Luas Desa 1.268 Ha, berdasarkan perutungannya terdiri
dari :
- Lahan Darat : 1.095 Ha
- Lahan Sawah : 173 Ha
- Lahan Tanah Petani : 179 Ha
4. Jumlah Penduduk
Desa Nayagati memiliki jumlah penduduk 5.835 jiwa terdiri dari :
laki laki : 3.110 Jiwa
perempuan : 2.825 Jiwa
Kepala Keluarga : 1.401 KK
5. Kelembagaan Desa
Perangkat Desa : .. Orang
BPD : 1 Orang
LMD : 1 Orang
RW : 5 Orang
RT : 11 Orang
Karang Taruna : 1 Kelompok
PKK : 1 Kelompok
Kelompok Tani : 2 Kelompok
B. PROFIL KELOMPOK TANI
Gambaran umum Kelompok Tani Harapan Mulya, Desa Nayagati Kecamatan
Leuwidamar Kabupaten Lebak adalah sebagai berikut :

1. a. Nama Kelompok Tani : Harapan Mulya


b. Alamat Kelompok Tani : Kp.Kawungkembang Desa Nayagati
Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak
c. Tahun Berdiri : Tahun 2008

2. Struktur Organisasi dan susun pengurus


a. struktur Organisasi

Pelindungan
Kepala Desa Nayagati
MUROH

Ketua
Kelompok
MUROH
Bendahara Sekertaris
Sardi SaePUdin

Seksi Hutan Rakyat Seksi Pembibitan Seksi Ekomi Seksi Produksi


MUROH MUROH MUROH MUROH

A N G G O T A

3. Kelompok Tani Harapan Mulya belum memiliki badan hukum, namun kelembagaan
kelompok Tani Harapan Mulya.
4. Administrasi Kelompok
Buku Kas
Buku Notulen
Buku Tamu
Buku Rencana Kegiatan
Buku Inventaris Kelompok
6. Inventarisasi Perlengkapan
Saung meeting
III. PROFIL USAHA KELOMPOK

Jenis kegiatan usaha saat ini yang sedang dikerjakan adalah kegiatan usaha
pembuatan persemaian albazia, Hortikultura dimana kegiatannya berupa usaha tani hutan
rakyat dan Kebun Rakyat Tumpangsari. Prinsif yang dianut adalah optimalisasi
pemanfaatan lahan melalui pengembangan usaha HR / KR Tumpangsari terkait dengan
pelestarian fungsin dan manfaat hutan untuk kesejahteraan masyarakat.
a. Mitra Usaha Kelompok :
Pengusaha Kayu
Penangkar Bibit
b. Rencana Kegiatan Usaha
Dalam rangka mengembangkan Kegiatan Uasah Kelompok Tani Harapan Mulya pada
tahun 2017 ini merencanakan usaha Hutan Rakyat.
III. PELAKSANAAN KEGIATAN

3.1 Lokasi Pelaksanaan Pembangunan Embung

Pengembangan lokasi embung harus memenuhi persyaratan lokasi dan persyaratan


petani dan kelompok tani.
A. Persyaratan Lokasi
1. Daerah pertanian lahan kering/perkebunan/ peternakan yang memerlukan pasokan air
dari embung sebagai suplesi air irigasi. 2. Air tanahnya sangat dalam
3. Bukan lahan berpasir
4. Terdapat sumber air yang dapat ditampung baik berupa air hujan, aliran permukaan
dan mata air atau parit atau sungai kecil.
5. Wilayah sebelah atasnya mempunyai daerah tangkapan air atau wilayah yang
mempunyai sumber air untuk dimasukkan ke embung, seperti mata air, sungai kecil atau
parit dan lain sebagainya.

B. Persyaratan Petani/Kelompok Tani


1. Bersedia menyediakan lahan untuk embung tanpa ganti rugi dan dinyatakan dalam
surat pernyataan.
2.Kelompok tani yang terpilih adalah kelompok tani yang telah ada sebelumnya, bukan
kelompok tani yang baru dibentuk karena ada kegiatan ini.
3. Bersedia mengoperasikan, memelihara bangunan secara berkelompok dan bersedia
menanggung biaya operasional dan pemeliharaan dan dinyatakan dalam surat
pernyataan. C. Survey CP/CL Penanggung jawab kegiatan (Dinas Pertanian
Kabupaten/Kota) menentukan Calon Lokasi dan Calon Kelompok Tani sesuai dengan
persyaratan yang telah ditentukan pada butir A dan B. D. Pencatatan Koordinat Lokasi
embung yang akan dibuat supaya dicatat koordinat dan lokasi geografisnya yang meliputi
: Lintang Ketinggian bujur (dpl) dengan menggunakan Global Positioning System (GPS)
atau dengan ekstrapolasi peta topografi yang tersedia. Data koordinat sumur resapan ini
selanjutnya diperlukan untuk menyusun sistem basis data pengelolaan lahan dan air
sekaligus memantau kinerja pelaksanaan kegiatan yang telah berjalan. E. Desain
Sederhana Desain sederhana dibuat oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota bersama
dengan petani/kelompok tani. Desain diusahakan sesederhana mungkin agar dapat
dibaca oleh pelaksana (petani/kelompok tani) di lapangan. Dalam penyusunan Desain
perlu diperhatian hal-hal sbb: 1. Melakukan observasi lapangan untuk menentukan
kontruksi embung yang paling sesuai dengan kondisi lokasi setempat. Misalnya pada
kondisi tanah yang porus, dinding embung harus lebih kuat dan kedap air. Embung dapat
dibangun dengan memanfaatkan alur alami, saluran drainase, menampung mata air atau
menggali tanah, atau langsung menampung air hujan. 2. Menentukan letak geografis
embung. Dalam menentukan letak embung harus diperhatikan posisi lahan dan areal
pertanaman, lokasi sumber air, ketinggian dan kemiringan lahan. Sebaiknya letak
embung lebih tinggi dibandingkan lahan usahatani agar distribusi dan pengaliran air ke
lahan pertanian/peternakan dapat dilakukan dengan sistem gravitasi. 3. Daerah atas calon
lokasi embung sebaiknya merupakan daerah tangkapan air hujan, yang aliran
permukaannya dapat diarahkan masuk ke embung. F. Pengadaan Bahan dan Peralatan
Pengadaan bahan dan peralatan dilaksanakan oleh petani/kelompok tani agar mengikuti
pedoman pengelolaan anggaran yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan
Lahan dan Air. G. Konstruksi Konstruksi pembangunan embung dilakukan oleh pelaksana
yang telah ditunjuk (kelompok tani) dan dilaksanakan secara padat karya agar petani
mampu mengembangkan embung dan merasa ikut memiliki sejak dini. Pelaksanaaan
pembuatan embung dilakukan dalam beberapa tahap antara lain : 1. Bentuk permukaan
embung Gambar 1. Bentuk Permukaan Embung (Tidak Beraturan) Sesuai Kondisi Di
Lapangan a. Bentuk permukaan embung disesuaikan dengan kondisi di lapangan b.
Volume galian merupakan volume air yang akan ditampung. Besaran volume yang dibuat
minimal 170 m3. Besaran volume embung ini akan tergantung kepada konstruksi embung
yang akan digunakan atau ada partisipasi dari masyarakat. Embung dengan kontruksi
sederhana (tanpa memperkuat dinding) dimungkinkan akan lebih luas dari volume
minimal tersebut.
Gambar 2. Sketsa Bentuk Embung Tampak Atas Dan Samping 2. Menggali Tanah
Penggalian dapat pula dilakukan di dekat alur alami/saluran drainase/mata air untuk dapat
dijadikan sebagai sumber pengisian air ke dalam embung. 3. Dinding pinggir embung
Dinding pagar embung dibuat miring atau tegak dengan kedalaman 2 s/d 2,5 m
(tergantung kondisi lapangan). Tanggul dibuat agak tinggi untuk menghindari kotoran
yang terbawa air limpasan. 4. Memperkokoh dinding embung
a. Prinsip tahapan ini adalah agar embung tidak mudah retakdan air yang telah berada
embung tidak bocor. Jika struktur tanah yang ada kuat dan memungkinkan air di embung
tidak bocor, maka kegiatan ini tidak diperlukan. Penguatan dinding embung ini juga dapat
dilakukan pada bagian-bagian tertentu yang rawan bocor, seperti pada Gambar 3.
Gambar 3. Dinding Embung Yang Tidak Diperkokoh (Tanah Asli) b. Untuk memperkokoh
dinding embung, ada beberapa bahan yang bisa digunakan tergantung dari
bahan/material yang mudah diperoleh di lokasi dan biaya yang tersedia. Adapun
bahan/material yang dapat dipakai untuk dinding embung antara lain pasangan batu bata,
pasangan batu kali, pasangan beton. Proses pembuatan dinding embung seperti
membangun kolam, kemudian permukaan dinding embung dapat dilapisi dengan adukan
pasir dan semen. c. Jika diperlukan dasar embung dapat dipasangi batu bata/batu kali
yang dilapisi semen agar tidak bocor. d. Untuk mengurangi longsor pada dinding embung,
dapat dibuat tangga atau undakan di sekeliling dinding selain dapat juga berfungsi untuk
mempermudah pengambilan air.
Gambar 4. Tangga Atau Undakan Di Sekeliling Dinding Embung 4. Pembuatan saluran
pemasukan ( inlet). Pembuatan saluran pemasukan berupa sudetan dari saluran air ke
embung sangatlah penting. Saluran pemasukan dibuat untuk mengarahkan aliran air yang
masuk ke dalam embung, sehingga tidak merusak dinding/tanggul. Saluran pemasukan
ini dapat dilengkapi dengan pintu pembuka/penutup berupa sekat balok yang mudah
dibuka dan ditutup. 5. Membuat pelimpas air/saluran pembuangan ( outlet). Pelimpas air
sangat diperlukan bagi embung yang dibuat pada alur alami atau saluran drainase. Hal ini
untuk melindungi bendung sekaligus mengalirkan air berlebih. Demikian pula pembuatan
saluran pembuangan bagi embung. Secara skematis embung dapat direpresentasikan
pada gambar berikut:
Gambar 5. Desain Sederhana Embung

TEN SUMENEP

DAFTAR ANGGOTA

No Nama Jabatan Alamat

1 HISYAM Ketua Desa Andulang


2 ZAINURI Sekretaris Desa Andulang
3 H. HALILI Bendahara Desa Andulang
4 THAYYIB K. Sie. Saprodi Desa Andulang
5 FAUZI Sie. Pemasaran Desa Andulang
6 SIHWI Sie. Produksi Desa Andulang
7 H.ZUHDI Sie. Pengo. Hsl Desa Andulang
8 SAHWAWI Sei. PHP Desa Andulang
9 MUASIN Anggota Desa Andulang
10 BADRI Anggota Desa Andulang
11 BUNAWI Anggota Desa Andulang
12 BUNIS Anggota Desa Andulang
13 BUSTANI Anggota Desa Andulang
14 DULHAINI Anggota Desa Andulang
15 H. MUFID Anggota Desa Andulang
16 H. SUHAPIYA Anggota Desa Andulang
17 JOKO WAHYUDI Anggota Desa Andulang
18 K. ZAINI Anggota Desa Andulang
19 MUAWI Anggota Desa Andulang
20 MUJIB Anggota Desa Andulang
21 ZAINAL Anggota Desa Andulang
22 H. SAMAD Anggota Desa Andulang
23 R. ERPAN Anggota Desa Andulang
24 RIDAWI Anggota Desa Andulang
25 SALEH Anggota Desa Andulang
26 H. AINUN NAJIB Anggota Desa Andulang
27 HASYIM Anggota Desa Andulang
28 SYAMSUL Anggota Desa Andulang
29 ZAKKI Anggota Desa Andulang
JUMLAH

Ketua Kelompok Tani


PETANI AGUNG

HISYAM

P R O P O S A L
KEGIATAN PENGEMBANGAN JARINGAN IRIGASI
TINGKAT USAHA TANI

JITUT
KELOMPOK TANI
PETANI AGUNG
DESA ANDULANG KECAMATAN GAPURA
KABUPATEN SUMENEP