Anda di halaman 1dari 155

LOGO

KISI KISI SOAL SERTIFIKASI


PENYULUH KKBPK
HASIL BELAJAR

PESERTA MAMPU
MENSOSIALISASIKAN
STANDAR KOMPETENSI
TEKNIS PENYULUH
KKBPK DALAM KERANGKA
SERTIFIKASI PENYULUH
KKBPK
INDIKATOR KEBERHASILAN
SETELAH PEMBELAJARAN INI DIHARAPKAN
PESERTA DAPAT:

1. Menjelaskan standar kompetensi teknis


Penyuluh KKBPK.

2. Menguraikan unjuk kerja dari standar


kompetensi teknis Penyuluh KKBPK

3. Mengkorelasikan standar kompetensi teknis


dalam sertifikasi Penyuluh KKBPK.
BATASAN PENGERTIAN
(PERKA BKKBN NO 2 TAHUN 2017 ttg
STANDAR KOMPETENSI PENYULUH KKBPK)

Standar adalah persyaratan teknis atau sesuatu yang


dibakukan, termasuk tata cara dan metode yang disusun
berdasarkan konsensus semua pihak/pemerintah/
keputusan internasional yang terkait dengan
memperhatikan syarat keselamatan, keamanan,
kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, pengalaman, serta
perkembangan masa kini dan masa depan untuk
memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya.
Kompetensi adalah karakteristik dan
kemampuan kerja yang mencakup aspek
pengetahuan, keterampilan, dan sikap
sesuai tugas dan/atau fungsi jabatan.

Kompetensi Teknis adalah kemampuan


kerja setiap PNS yang mencakup aspek
pengetahuan, keterampilan, dan sikap
kerja yang mutlak diperlukan dalam
melaksanakan tugas-tugas jabatannya.
1. Melakukan Pendataan Keluarga

Unit kompetensi ini berkaitan dengan


pengetahuan dan keterampilan dalam
melakukan pendataan keluarga termasuk
updating data keluarga sebagai basis data
untuk pelaksanaan penyuluhan
kependudukan, keluarga berencana dan
pembangunan keluarga.
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA
1.1. Peraturan Kepala BKKBN tentang
Pp No 87 Tahun 2014
1.Menyiapkan pendataan keluarga dipahami;
Ttg Perkembangan
1.2. Form F/I/PK/15 (Pendataan
KKBPK & SIGA
instrumen Keluarga/ Updating Data Keluarga)
disiapkan;

pendataan 1.3. Juknis


dipahami;
pendataan keluarga
Juknis Pendataan
1.4. Surat tugas/SK disiapkan;
Keluarga Th 2015
keluarga 1.5. Data keluarga tahun sebelumnya
diperiksa sesuai dengan isi form
Modul Pendataan
pendataan keluarga/updating data Keluarga Tahun 2015
keluarga;

1.6. Materi sosialisasi dan pelatihan Modul Mekop PKB,


pendataan keluarga/updating data LDF PKB Th 2012
keluarga disusun.
PENDATAAN KELUARGA
PP 87 Pasal 1 ayat 17:
Pendataan keluarga adalah tata cara
pengumpulan, pengolahan, penyajian,
dan pemanfaatan data demografi, data
Keluarga Berencana, data keluarga
sejahtera, dan data anggota keluarga
yang dilakukan oleh Pemerintah dan
Pemerintah Daerah bersama
masyarakat secara serentak setiap 5
(lima) tahun dan data yang dihasilkan
akurat, valid, relevan, dan dapat
dipertanggungjawabkan.
Penyiapan administrasi dikukuhkan dengan SK

Struktur Tingkat desa/kelurahan :


Penanggung jawab : Lurah/Kepala Desa
Manajer/Pembina : PKB/PLKB
pengumpulan data
Supervisor/Ketua Tim : PPKBD/Sub PPKBD
Pendataan Keluarga
Kader pendata : 1) Sub PPKBD
2) Kader Posyandu
3) Kader PKK
4) Karang Taruna
5) Mahasiswa
6) Remaja Masjid
7) dll (disesuaikan dengan potensi
yang ada di wilayah)
Pendataan dilakukan oleh kader
Pendataan dilakukan setiap lima tahun
Pendataan dilakukan dengan cara
kunjungan rumah
Pendataan menggunakan form F/I/PK
Diseminasi (pelatihan kader pendata)
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2. Melakukan 2.1. Jadual dan tahapan PP No 87 Tahun 2014


pendataan/updating data Ttg Perkembanga
pendataan/ keluarga disusun;
KKBPK & SIGA

updating 2.2. Koordinasi dengan pihak


terkait (lurah, ketua Juknis Pendataan
pendataan RW/RT, kader) dilakukan; Keluarga Th 2015

keluarga 2.3. Pendataan


Modul Pendataan
keluarga/updating data
Keluarga Tahun 2015
keluarga
disosialisasikan; Pedoman PBDKI,
2.4. Pengisian data pada form Ditlaptik th 2015
pendataan
keluarga/updating data
keluarga yang dilakukan
oleh kader diawasi;
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2. Melakukan PP No 87 Tahun 2014


2.5. Keluarga yang didata, Ttg Perkembanga
pendataan/ diwawancarai; KKBPK & SIGA
Data keluarga hasil
updating pendataan diolah dan
direkap; Juknis Pendataan
pendataan 2.6. Data keluarga yang telah Keluarga Th 2015

keluarga diolah, diverifikasi dan


Modul Pendataan
divalidasi.
Keluarga Tahun 2015
2.7. Hasil rekapitulasi pendataan
keluarga/updating data
Pedoman PBDKI,
keluaga dikirim secara
Ditlaptik th 2015
berjenjang ke Pusat;

2.8. Laporan Pendataan


Keluarga/Updating data
Keluarga disusun.
Updating dilakukan setiap tahun melalui
Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia
(PBDKI)
Updating pendataan tahun berikutnya
memakai formulir F/I/PBDKI/15
Sumber data updating dari F/I/PK/15 tahun
sebelumnya
Kegiatan untuk memutakhirkan Data
Keluarga Indonesia dengan cara melengkapi,
memperbaiki, merperbaharui, mencatat
mutasi dan mendata keluarga baru yang
belum ada dalam BDKI melalui kunjungan
rumah ke rumah dengan cara wawancara dan
atau observasi kepala keluarga, yang
dilakukan secara serentak
Rekapan hasil Pendataan keluarga dimulai
dari tingkt RT sampai degan pusat.

Hasil pendataan keluarga bermanfaat


untuk perencanan program, evaluasi
program, dan untuk pemenuhan
kebutuhan masyarakat (khususnya
keluarga pra ks/ks1
2. Membuat Peta Keluarga

Unit kompetensi ini berkaitan dengan


pengetahuan dan keterampilan dalam
membuat peta keluarga sebagai
gambaran untuk target sasaran
kinerja
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA
1.1. Acuan penyusunan peta PP No 87 Tahun 2014
1. Menyiapkan keluarga berdasarkan panduan Ttg Perkembangan
tata cara pencatatan dan KKBPK & SIGA
bahan pelaporan pendataan keluarga
dipahami dan diikuti;
penyusunan 1.2. Rekap data keluarga hasil Juknis Pendataan
pendataan keluarga/updating Keluarga Th 2015
Peta Keluarga data keluarga per RT
disiapkan;
Modul Pendataan
Keluarga Tahun 2015
1.3. Format peta keluarga
disiapkan;

1.4. Isi format peta keluarga


dijelaskan kepada kader KB;
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA
2.1. Keterangan nomor dan PP No 87 Tahun 2014
2.Menyusun Peta warna pada peta keluarga Ttg Perkembangan
dijelaskan;
KKBPK & SIGA
Keluarga
2.2. Rekapitulasi data keluarga
digambarkan dalam peta Juknis Pendataan
keluarga berdasarkan Keluarga Th 2015
nomor dan warna;
Modul Pendataan
2.3. Rancangan peta keluarga
Keluarga Tahun 2015
ang telah dibuat, divalidasi;
2.4. Laporan penyusunan peta
keluarga disusun.
Teknik Pembuatan Peta Keluarga
Sejahtera
a. Pembuatan peta diawali dengan membuat peta PUS pada
saat melakukan kunjungan kepada keluarga secara
berurutan menurut susunan/lokasi tempat tinggal (tidak
meloncat-loncat dari satu tempat/lokasi ke tempat/lokasi
lainnya).
b. Peta Keluarga Sejahtera dibuat oleh PPKBD/Sub PPKBD,
dengan bantuan para kader berdasarkan F/I/PK/15, dan
PLKB/PKB bertanggung jawab atas pelaksanaannya.
c. Skets peta digunakan untuk memudahkan kader dalam
melakukan pendataan keluarga. Skets Peta tersebut
dilengkapi dengan tanda tanda situasi wilayah RT,
RW/Dusun yang bersangkutan, misalnya tempat ibadah,
sungai, jalan dan bangunan penting lainnya.
Jenis stiker kupon keluarga dan artinya
a. Ketahanan Keluarga
1) Keluarga Punya Sasaran Tidak Ikut Kelompok Kegiatan : kupon
warna merah
2) Keluarga Tidak Punya Sasaran : kupon warna kuning
3) Keluarga Punya Sasaran Ikut Kelompok Kegiatan: kupon warna
biru

Pada kupon berwarna diberi angka sesuai dengan:


a) Angka 1 : keluarga punya balita
b) Angka 2 : keluarga punya remaja
c) Angka 3 : keluarga punya lansia
d) Angka 4 : keluarga ikut UPPKS
b. Status keluarga berencana

1) PUS peserta KB MKJP : kupon warna dasar biru


dengan No. 1 (IUD); No. 2 (MOW); No.3 (MOP); dan
No. 4 (Implant)
2) PUS peserta KB non MKJP : kupon warna dasar
hijau dengan No. 5 (Suntik); No. 6 (Pil); No. 7
(Kondom)
3) PUS peserta KB tradisional: kupon warna dasar
kuning dengan No. 8 (Tradisional)
4) PUS bukan peserta KB : kupon warna dasar hijau
dengan No. 9 (Hamil); No. 10 ( IAS) serta kupon
warna dasar merah dengan No. 11 (IAT); dan No. 12
(TIAL)
5) PUS bukan peserta KB lainnya : kupon warna
dasar kuning dengan No. 13 (lainnya)
c. Keluarga lainnya:

kupon warna dasar putih dengan silang hitam (bukan


PUS)
kupon warna dasar hitam dengan silang putih
(keluarga khusus)
kupon warna dasar putih polos (belum terdata)
CONTOH BLANKO PETA KELUARGA
3. Melakukan Pendataan IMP

Unit kompetensi ini berkaitan dengan


pengetahuan dan keterampilan dalam
melakukan pendataan IMP (Institusi
Masyarakat dan Organisasi Non
Pemerintah) untuk mendukung
pelaksanaan tugas-tugas penyuluhan
kependudukan kepada masyarakat luas.
ELEMEN KRITERIA UNJUK KERJA REFERENSI

1.Menyiapkan
1.1.Pedoman pendataan IMP Pedoman
dipahami; Pembinaan
instrumen 1.2.Form K/0/IMP disiapkan; Imp,
Ditbinlap Th
1.3.Data sasaran berdasarkan
pendataan 2016
data tahun sebelumnya
IMP atau perkembangan data Juknis
IMP disiapkan; /Pedoman
1.4.Jadual pelaksanaan Pengelolaan
pendataan disusun. Data Rutin
Dalap Tahun
2015
Formulir Pendataan IMP menggunakan
K/O/PPKBD/15, K/O/Sub. PPKBD/15, dan
K/O/Pok KB/15

Pendataan IMP dilakukan saat dibentuk


dan diregister setiap tahun pada bulan
Januari.
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2. Melakukan
2.1. Jadual pelaksanaan
Pedoman
Pembinaan
pendataan IMP disusun;

pendataan IMP 2.2. Koordinasi dengan pihak


Imp, Ditbinlap
terkait (lurah, ketua RW/RT)
dalam rangka pendataan IMP
Th 2016
dilakukan;

2.3. Definisi dan ruang lingkup IMP Juknis


disebutkan; /Pedoman
2.4. Peran dan fungsi IMP Pengelolaan
dijelaskan; Data Rutin
2.5. Data IMP di wilayah kerja Dalap Tahun
disebutkan;
2015
2.6. Kader IMP yang didata,
diwawancarai;
Insitusi Masyarakat Pedesaan (IMP) adalah
wadah pengelolaan dan pelaksanaan
kegiatan program KKBPK di tingkat
desa/kelurahan. Dusun/RW dan RT kebawah
yang secara Nasional disebut PPKBD, Sub
PPKBD dan Kelompok KB.

Jenis IMP dalam program KKBPK terdiri dari


PPKBD
Sub PPKBD
Kelpompok KB
Pengertian lanjutan

PPKBD (Pembantu Pembina KB Desa): adalah seorang atau


beberapa orang kader yang secara sukarela berperan aktif
melaksanakan/mengelola program KKBPK ditingkat
desa/kelurahan. Memiliki tugas, tanggung jawab dan
wewenang hak penuh oleh pejabat berwenang sebagai
pembantu pembina penyelenggaraan Program KB
didesa/kelurahan untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan
dan pelayanan KB/KS, membina kelompok kegiatan,
mencatat dan melaporkan setiap kegiatan yang dilakukan
secara rutin.

Sub PPKBD adalah seorang atau beberapa orang kader


yang secara sukarela berperan aktif melaksanakan
/mengelola Program KKBPK di tingkat dusun/rukun(RW).
POLA PEMBINAAN KELUARGA OLEH IMP

Pola I : PPKBD langsung membina anggota


keluarga/ PUS/Peserta KB.

Pola II: PPKBD membina Sub PPKBD dan Sub


PPKBD membina anggota
keluarga/PUS/Peserta KB.

Pola III : PPKBD membina Sub PPKBD,


kemudian Sub PPKBD membina
kelompok KB, Kelompok KB
membina anggota keluarga
PUS/Peserta KB.
Pola IV: PPKBD membina Sub PPKBD,
kemudian Sub PPKBD membina
kelompok KB, Kelompok KB
membina Dasa Wisma dan Dasa Wisma
membina anggota keluarga/PUS/ Peserta
KB.

Pola V : PPKBD membina Sub PPKBD, kemudian Sub


PPKBD membina kelompok KB, Kelompok
KB membina Dasa Wisma dan Dasa Wisma
membina keluarga dan keluarga anggota
keluarga/PUS/Peserta KB.
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2. Melakukan
2.7. Data IMP yang telah
Pedoman
Pembinaan Imp,
diidentifikasi diklasifikasi;

pendataan IMP 2.8. Laporan naratif jumlah IMP


Ditbinlap Th
disusun dan direkap;

2.9. Data kader IMP yang telah


2016
diolah, diverifikasi dan
divalidasi. Juknis
2.10. Hasil rekapitulasi /Pedoman
pendataan IMP dikirim secara Pengelolaan
berjenjang ke Pusat; Data Rutin
2.11.Peta data Institusi Masyarakat Dalap Tahun
dan Organisasi Non
2015
Pemerintah dibuat;

2.12. Laporan pendataan IMP


Klasifikasi IMP adalah mencerminkan
kualitas dari IMP tersebut sesuai dengan
6 peran baktinya.

Klasifikasi IMP terdiri dari :


1. Dasar
2. Berkembang
3. Mandiri
Klasifikasi Dasar
Pengorganisasian (kepengurusan dan pembagian tugas sudah ada,
kecuali PPKBD dimungkinkan kepengurusannya tunggal sesuai kondisi
wilayah;
Pertemuan (belum rutin, belum ada rencana kerja, belum ada notulen);
Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE);
Pencatatan, pendataan dan pemetaan (pencatatan masih sederhana)
Pelayanan kegiatan KB secara sederhana meliputi:
Pelayanan ulang alkon,Penyaluran alkon kondom,Rujukan, UPPKS,
Bina keluarga (minimal ada satu bina keluarga)
Upaya Kemandirian (melaksanakan salah satu dari upaya kemandirian
atau tidak ada sama sekali).
Sebagai catatan, penentuan klasifikasi dasar tidak harus 6 peran bakti
dilaksanakan secara lengkap (khususnya butir 5, Pelayanan Kegiatan).
Klasifikasi Berkembang

Pengorganisasian (kepengurusan sudah dilengkapi pembagian


tugas yang jelas, kecuali untuk PPKBD dimungkinkan
kepengurusannya tunggal sesuai kondisi wilayah;
Pertemuan (rutin bulanan, ada rencana kerja dan notulen);
Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dan Konseling;
Pencatatan, pendataan dan pemetaan sudah mengikuti pola R/R;
Pelayanan kegiatan KB lebih lengkap meliputi:
Pelayanan ulang alkon,
Penyaluran alkon kondom,
Rujukan,
Uppks,
Bina keluarga (minimal ada satu atau dua bina keluarga);
dan
Upaya Kemandirian (melaksanakan dua kegiatan upaya
kemandirian).
Klasifikasi Mandiri
Pengorganisasian (kepengurusan sudah dilengkapi dengan
seksi-seksi);
Pertemuan (rutin bulanan, berjenjang, ada rencana kerja dan
notulen);
Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dan Konseling;
Pencatatan, pendataan dan pemetaan sudah mengikuti pola
R/R;
Pelayanan kegiatan KB lebih lengkap meliputi:
Pelayanan ulang alkon,
Penyaluran alkon kondom,
Rujukan,
UPPKS,
Bina Keluarga (ada tiga atau empat bina keluarga); dan
Upaya kemandirian (melaksanakan tiga kegiatan upaya
kemandirian).
4. Melakukan Pendataan Dokter
Bidan Mandiri (DBM) dan Faskes

Unit kompetensi ini berkaitan dengan


pengetahuan dan keterampilan dalam
melakukan pendataan Dokter Bidang
Mandiri (DBM) dan Fasilitasi Kesehatan
untuk mendukung pelaksanaan tugas-
tugas penyuluhan kependudukan kepada
masyarakat luas.
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

1.Menyiapkan
1.1. Pedoman Pedoman
pendataan DBM dan Pengelolaan
instrumen Faskes dipahami; data rutin
1.2. Form K/0/KB Pelayanan KB,
pendataan disiapkan; Ditlaptik,
1.3. Data sasaran DBM BKKBN, 2015.
DBM dan dan Faskes berdasarkan

Faskes data tahun sebelumnya


atau perkembangan
data DBM dan Faskes
disiapkan;
1.4. Jadual
pelaksanaan pendataan
Pendataan Faskes dan jaringan serta
jejaringnya (dokter, Bidan Mandiri)
dilakukan setiap kali dibentuk dan atau
diregistrasi setiap tahun pada bulan
Januari
Formulir yang digunakan dalam pendataan
faskes dan DBM adalah K/O/KB/15
Mencatat secara rutin hasil pelayanan KB
ditempat DBM dan melaporkannya ke
Faskes induk atau Faskes tingkat pertama
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2. Melakukan
2.1. Jadual pelaksanaan pendataan
DBM dan Faskes disusun;
Pedoman
2.2. Koordinasi dengan pihak terkait
Pengelolaan
pendataan (lurah, ketua RW/RT) dalam data rutin
DBM dan
rangka pendataan DBM dan
Pelayanan
KB, Ditlaptik,
Faskes dilakukan;

2.3. Definisi DBM dan Faskes


Faskes dipahami; BKKBN, 2015.
2.4. Peran dan fungsi DBM dan
Faskes dalam pelayanan KB
dijelaskan;

2.5. Data DBM dan Faskes di


wilayah kerja disebutkan;
Fasilitas Kesehatan KB (Faskes KB) adalah
fasilitas yang mampu dan berwenang
memberikan pelayanan Keluarga Berencana,
berlokasi dan terintegrasi di fasilitas
kesehatan tingkat pertama atau rujukan
tingkat lanjutan, yang dikelola oleh
pemerintah, pemerintah daerah, dan atau
swasta (termasuk masyarakat).
Faskes KB Statis adalah fasilitas kesehatan yang
dikunjungi oleh calon akseptor/klien untuk
mendapatkan pelayanan KB yang diinginkan, terdiri
atas fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP)
beserta jaringan dan jejaringnya, serta fasilitas
kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL).

Faskes KB Bergerak adalah tempat atau sarana


penunjang pelayanan KB dimana wilayah sasarannya
tidak memiliki akses pelayanan KB yang memadai
atau memiliki faskes KB statis tetapi belum
memenuhi standar pelayanan yang optimal.
Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)

adalah fasilitas kesehatan yang termasuk


didalamnya berupa :
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) atau yang
setara, adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya
kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih
mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk
mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya di wilayah kerjanya. Puskesmas bisa mempunyai
wilayah kerja/binaan (jaringan) yang memberikan
pelayanan KB, seperti Pustu, Pusling, dan
Poskesdes/Polindes.

Praktik Dokter, adalah dokter yang melaksanakan praktik


secara mandiri/perorangan, termasuk didalamnya dokter
umum maupun dokter spesialis.Praktik Dokter bisa
mempunyai wilayah kerja/binaan (jejaring) yang
memberikan pelayanan KB, seperti Praktik Dokter yang
belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan Praktik
Bidan.
Klinik Pratama atau yang setara, adalah klinik yang
menyelenggarakan pelayanan medik dasar.Klinik
Pratamabisa mempunyai wilayah kerja/binaan
(jejaring) yang memberikan pelayanan KB, seperti
Praktik Dokter yang belum bekerja sama dengan BPJS
Kesehatan dan Praktik Bidan.

Rumah Sakit Kelas D Pratama atau yang setara, adalah


rumah sakit umum yang hanya menyediakan pelayanan
perawatan kelas 3 (tiga) untuk peningkatan akses bagi
masyarakat dalam rangka menjamin upaya pelayanan
kesehatan perorangan yang memberikan pelayanan
rawat inap, rawat jalan, gawat darurat, serta pelayanan
penunjang lainnya.Rumah Sakit Kelas D Pratamabisa
mempunyai wilayah kerja/binaan (jejaring) yang
memberikan pelayanan KB, seperti Praktik Dokter yang
belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan
Praktik Bidan.
Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat
Lanjutan(FKRTL)
adalah fasilitas kesehatan yang termasuk
didalamnya berupa :

Klinik Utama atau yang setara, adalah klinik


yang menyelenggarakan pelayanan medik
spesialistik atau pelayanan medik dasar dan
spesialistik.
Rumah Sakit Umum, adalah rumah sakit yang
memberikan pelayanan kesehatan
padasemua bidang dan jenis penyakit.
Rumah Sakit Khusus, adalah rumah sakit
yang memberikan pelayanan utama pada
satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu,
berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur,
organ atau jenis penyakit.
Faskes KB Induk adalah Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama yang mempunyai wilayah
kerja/binaan(jaringan/jejaring) yang
memberikan pelayanan KB, seperti Pustu,
Pusling, Poskesdes, Polindes, Praktik Dokter,
dan Praktik Bidan.
Jaringan Pelayanan Puskesmas
terdiri dari:

Puskesmas Pembantu (Pustu), memberikan


pelayanan kesehatan secara permanen di suatu
lokasi dalam wilayah kerja Puskesmas.
Puskesmas Keliling (Pusling), memberikan
pelayanan kesehatan yang sifatnya bergerak
(mobile), untuk meningkatkan jangkauan dan
mutu pelayanan bagi masyarakat di wilayah kerja
Puskesmas yang belum terjangkau oleh
pelayanan dalam gedung Puskesmas.
Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)/Pos Bersalin
Desa (Polindes).
Jejaring Fasilitas Kesehatan KB terdiri dari :

Praktik Dokter, yang belum bekerjasama


dengan BPJS Kesehatan.

Praktik Bidan, adalah bidan yang


melaksanakan praktik secara
mandiri/perorangan.
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

Pedoman
2.6. DBM dan Tenaga Medis pada
2.Melakukan Faskes yang didata,
diwawancarai; Pengelolaan
pendataan 2.7. Data DBM dan Faskes diinput ke
data rutin
dalam Form K/0/DBM dan

DBM dan Faskes Pelayanan


KB, Ditlaptik,
2.8. Identitas dan maksud dan
tujuan pendataan DSB dan
Faskes Faskes dijelaskan; BKKBN, 2015.
2.9. Data DBM dan Faskes yang
telah diolah, diverifikasi dan
divalidasi;

2.10. Hasil rekapitulasi


pendataan DBM dan Faskes
dikirim secara berjenjang ke
Pusat.

2.11. Laporan pendataan DBM


5. Melakukan Fasilitasi dan
Koordinasi Kemitraan Kependudukan,
Keluarga Berencana dan
Pembangunan Keluarga.

Unit kompetensi ini berkaitan dengan


pengetahuan dan keterampilan dalam
melakukan fasilitasi dan koordinasi
dengan para pemangku kepentingan
dalam rangka menjalin kemitraan
strategis kependudukan, Keluarga
Berencana dan Pembangunan Keluarga
(KKBPK).
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

1.Menyiapkan 1.1.Pedoman kemitraan Modul , materi


dipahami; Penggerakan
bahan fasilitasi 1.2.Data lembaga kemitraan masyarakat,
dan koordinasi diinventarisasi; Pusdiklat KKB th
1.3.Surat tugas disiapkan; 2012
kemitraan
1.4.Materi fasilitasi dan
KKBPK koordinasi dalam rangka Modul
membangun kemitraan Kemitraan,
disusun; Pusdiklat, KKB,
1.5.PKS yang telah th 2012
ditetapkan, disiapkan.
Modul Mekop,
Pusdiklat th
Definisi kemitraan sebagai hubungan sukarela dan
bersifat kerja sama antara beberapa pihak, baik
pemerintah maupun swasta, yang semua orang
didalamnya setuju untuk bekerja sama dalam
meraih tujuan bersama
Langkah awal kemitraan adalah identifikasi dan
inventarisasi
Kunci utama terlaksananya kemitraan adalah
dengan menerapkan koordinasi, integrasi dan
sinkronisasi seluruh program-program dengan
lembaga-lembaga terkait yang berpartisipasi dalam
kemitraan tersebut.
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2.1. Jadual pelaksanaan fasilitasi


Modul , materi
2.Melakukan dan koordinasi kemitraan
Penggerakan
disusun;
masyarakat,
fasilitasi dan 2.2. Perjanjian kerjasama dengan
Pusdiklat KKB th
kemitraan dipahami;
2012
koordinasi 2.3. Kelompok
diusulkan
mitra
untuk
yang akan
di-PKS-kan,
diidentifikasi; Modul Kemitraan,
kemitraan 2.4. Kelompok yang menjadi sasaran
Pusdiklat, KKB, th
prioritas dipetakan; 2012
KKBPK 2.5. Ruang lingkup MoU yang
menjadi acuan pelaksanaan Modul Mekop,
kemitraan dijelaskan; Pusdiklat th 2012
2.6. Hubungan dengan mitra terkait
dibina dengan baik;

2.7. Informasi perkembangan KKBPK


disampaikan.
Definisi kemitraan sebagai hubungan
sukarela dan bersifat kerja sama antara
beberapa pihak, baik pemerintah maupun
swasta, yang semua orang didalamnya
setuju untuk bekerja sama dalam meraih
tujuan bersama
Kunci utama terlaksananya kemitraan
adalah dengan menerapkan koordinasi,
integrasi dan sinkronisasi seluruh
program-program dengan lembaga-
lembaga terkait yang berpartisipasi dalam
kemitraan tersebut.
Langkah awal kemitraan adalah
identifikasi dan inventarisasi potensi dan
stakeholder setelah itu dipetakan dengan
Net Map

NetMap adalah alat untuk


memetakan jaring kerja hubungan
kelembagaan dengan menggunakan
pendekatan kualitatif dan digunakan
untuk memahami dinamika jaringan
MANFAAT HASIL NETMAP:

1. Membantu dalam pengambilan keputusan


strategis

2. Membantu dalam meningkatkan pemahaman


mengenai suatu situasi/kondisi

3. Memperkuat perencanaan program


6. Menyusun Rencana Penyuluhan KKBPK

Unit kompetensi ini berkaitan dengan


pengetahuan dan keterampilan dalam
menyusun rencana penyuluhan keluarga
berencana yang sejalan dengan rencana
program KKBPK.
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

1. Menyiapkan
1.1. Data pendukung berupa sasaran
penyuluhan KKBPK disiapkan;
Modul Mekop,
1.2. Data pendukung berupa materi
Pusdiklat th
bahan penyuluhan KKBPK disiapkan 2012
sesuai sasaran;
penyusunan
Mekop KKBPK
1.3. Data pendukung berupa

rencana media/alat
KKBPK
bantu
disiapkan
penyuluhan
sesuai TK. Desa,
penyuluhan sasaran; Ditbinlap, 2008
1.4. Data pendukung berupa lokasi

KKBPK dan jadual penyuluhan KKBPK


disiapkan;

1.5. Pedoman penyusunan rencana R/ I/Pus/13


penyuluhan KKBPK dipahami;

1.6. Pedoman
dipahami
pelayanan
(ditempatkan
KB
pada
Data basis
pelayanan), SOP penanganan Program KKBPK
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2.Menyusun
2.1. Koordinasi dengan pihak terkait
(bidan, dokter, kader, RT/RW,
Modul Mekop,
PPKBD, PKK, Babinsa, Pusdiklat th
rencana Puskesmas) dalam rangka 2012
rencana penyuluhan dilakukan;
penyuluhan 2.2. Tahapan kegiatan penyuluhan
KKBPK dijelaskan;
Mekop KKBPK
KKBPK 2.3. Rancangan jadual pelaksanaan TK. Desa,
penyuluhan KKBPK disusun Ditbinlap, 2008
berdasarkan skala prioritas;

2.4. Komplikasi akseptor difasilitasi


di dalam rencana penyuluhan
KKBPK; R/ I/Pus/13
2.5. Rancangan rencana penyuluhan
KKBPK disampaikan kepada Ka
UPT/Koordinator/PPLKB.
Data basis
Program KKBPK
1.Perencanaan

a. Penentuan Sasaran
b. Pemilihan Materi
c. Dimana Pelaksanaannya
d. Kapan dilaksanakan
e. Metode Penyuluhan
f. Penentuan Media
2. Implementasi

a.Percaya Diri
b.Performance
c.Penguasaan Materi
d.Salam
e.Suara ( Bahasa Verbal )
f. Gerak Tubuh ( Bahasa Non Verbal )
g.Penggunaan Gaya Bahasa
h.Penggunaan Media Penyuluhan
i. Memperhatikan Budaya Daerah
3.Melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan KIE

Monitoring adalah salah satu komponen pokok dalam


manajemen yang memantau, mengendalikan dan
melaporkan pelaksanaan program, proyek dan kegiatan
yang telah dirumuskan sebelumnya agar efisien dan
efektif.

Evaluasi adalah salah satu komponen pokok dalam


manajemen yang secara sistematis mengumpulkan serta
menganalisis data dan informasi untuk menilai
kelayakan, serta pencapaian sasaran dan tujuan
program proyek dan kegiatan baik pada tahap
perencanaan, pelaksanaan maupun pasca
kegiatan.Indikator masukan (input)
7. Menyiapkan Materi Penyuluhan KKBPK

Unit kompetensi ini berkaitan


dengan pengetahuan dan
keterampilan dalam menyusun
materi penyuluhan KB yang akan
digunakan dalam pelaksanaan
penyuluhan KKBPK
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

1.Mengumpulkan
1.1. Buku pedoman teknis dan
operasional penyuluhan KB
Advokasi dan
bahan disiapkan; KIE program
1.2. Peraturan-peraturan terkait KKBPK, th
penyusunan disiapkan;
2012
1.3. PKB Kit (Leaflet, poster,
materi
brosur, dll) disiapkan;

penyuluhan KB 1.4. ABPK (alat bantu Modul KIE


pengambilan KKBPK,
keputusan)/lembar
disiapkan;
balik
Pusdiklat,201
1.5. Media penyuluhan KKBPK
2
melalui presentasi dikuasai.

PKB KIT
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2.Menyusun
2.1. Materi penyuluhan KKBPK
sesuai sasaran dikuasai;
Advokasi dan
2.2. Kerangka outline materi
KIE program
materi penyuluhan KKBPK sesuai KKBPK, th
penyuluhan
sasaran disiapkan;
2012
2.3. Bahan paparan penyuluhan

KB KKBPK
disusun;
sesuai sasaran
Modul KIE
2.4. Pointer penyuluhan KKBPK KKBPK,
sesuai sasaran disusun;
Pusdiklat,201
2.5. Pengunaan PKB Kit, ABPK,
dan alat peraga lainnya
2
dikuasai.

PKB KIE
Penyuluhan KKBPK /KIE Program KKBPK
Adalah kegiatan penyampaian informasi
dalam rangka meningkatkan pengetahuan,
sikap dan perilaku keluarga dan masyarakat
untuk mewujudkan keluarga berkualitas

Macam macam Penyuluhan/ KIE KKBPK


1. Penyuluhan Individual
2. Penyuluhan Kelompok
3. Penyuluhan Massa
8. Melaksanakan Advokasi, KIE dan
Penggerakan Program KKBPK

Unit kompetensi ini berkaitan dengan


pengetahuan dan keterampilan dalam
melaksanakan Advokasi KIE, dan
penggerakan program KKBPK sesuai
dengan prosedur dan ketentuan
perundang-undangan.
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

1.Menyiapkan
1.1. Buku pedoman teknis dan operasional
Advokasi, KIE, dan penggerakan
Advokasi dan KIE
program KKBPK disiapkan; program KKBPK, th
bahan 1.2. Peraturan-peraturan terkait Advokasi, 2012
KIE, dan penggerakan program KKBPK

pelaksanaan
disiapkan;

1.3. Bahan advokasi (regulasi, kebijakan,


Modul KIE KKBPK,
materi) disiapkan; Pusdiklat,2012
Advokasi, KIE, 1.4. KIE KB (Leaflet, poster, brosur, ABPK -
lembar balik, billboard, banner,
PKB KIT
dan spanduk, dll) disiapkan;
KIE KIT
1.5. Sarana penggerakan (Mobil Unit

penggerakan Penerangan - Mupen, Materi,


Megaphone, LCD, Laptop, dll) disiapkan Modul Penggerakan
program KKBPK 1.6. Prosedur Advokasi, KIE, dan
masyarakat,
penggerakan program KKBPK
dipahami.
Pusdiklat KKB,
2012
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2.Melaksanakan
2.1. Kelompok Sasaran advokasi adalah
Advokasi dan KIE
Lurah, Camat, Ka Puskesmas,
Kapolsek, Kodim, Tokoh Masyarakat
program KKBPK, th
penggerakan (Toma), Tokoh Agama (Toga), Tokoh 2012
Adat (Todat), dan/atau stakeholder

AKIE KB terkait lainnya diidentifikasi;


Modul KIE KKBPK,
2.2. Pelaksanaan program KKBPK yang
Pusdiklat,2012
akan dilakukan dikoordinasikan
dengan kelompok sasaran advokasi;

2.3. Kebijakan dan strategi program


Modul Penggerakan
KKBPK baru disampaikan; asarakat, Pusdiklat
2.4. Tipikal birokrasi kelompok sasaran KKB, 2012
advokasi dipahami;

2.5. Pemberian layanan advokasi kepada Pedoman IMP,


kelompok sasaran dilakukan sesuai
Dibinlap, 2016
dengan budaya, tradisi, dan
birokrasi;
PKB KIE
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2.6. Kelompok sasaran KIE program


Advokasi dan KIE
2.Melaksanakan KKBPK adalah masyarakat,
program KKBPK, th
keluarga, kader/Poktan
2012
penggerakan diidentifikasi;

2.7. Pesan-pesan dalam media KIE KB


Modul KIE KKBPK,
AKIE KB disampaikan
sasaran;
sesuai kebutuhan
Pusdiklat,2012
2.8. Pemberian layanan penggerakan
KIE kepada kelompok sasaran PKB KIE
dilakukan sesuai dengan budaya KIE KIT
dan tradisi

2.9. Kelompok sasaran penggerakan Modul Penggerakan


program KKBPK adalah kelompok masyarakat,
masyarakat: ormas, LSM, Pusdiklat KKB,
perguruan tinggi, sekolah-
2012
sekolah, swasta, diidentifikasi;
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

.10.
2 Pesan-pesan Advokasi dan KIE
2.Melaksanakan dalam media program KKBPK, th
penggerakan 2012
penggerakan disampaikan sesuai
Modul KIE KKBPK,
AKIE KB kebutuhan sasaran; Pusdiklat,2012
2.11. Masyarakat
sasaran dimobilisasi; PKB KIE
KIE KIT
2.12. Budaya dan
tradisi masing- Modul Penggerakan
masing sasaran masyarakat,
dipahami; Pusdiklat KKB,
2012
2.13. Laporan
pelaksanaan
Advokasi: Mencari dukungan, komitmen,
pengakuan mengenai sebuah masalah
tertentu dari para pengambil keputusan
maupun masyarakat luas

Tujuan Mencari dukungan dari pihak lain :


Mengurangi masalah
Menghilangkan praktik-praktik
diskriminatif
Kampanye yang efektif dan berkelanjutan
FUNGSI ADVOKASI

Mempromosikan suatu perubahan


dalam kebijakan, program dan
peraturan

Mendapatkan dukungan dari pihak-


pihak lain dengan menciptakan
lingkungan yang kondusif
Manfaat Advokasi

Membuat komitmen dan keputusan


Memastikan program-program yang
kita lakukan dapat dukungan dana
dan prasarana
Menginformasikan prioritas program
Menghadapi rintangan yang terus
menerus, sehingga timbul program
baru
Sasaran Advokasi
Para pengambil keputusan
Masyarakat yang telah mendapatkan hasil dari
program
LSM / LSOM

Teknik Advokasi
Loby
Petisi
Debat
Negosiasi
Demo
Perbedaan dan Persamaan
Perbedaan Persamaan
Advokasi KIE Advokasi dan
KIE
1 Mendukung masalah Merubah sikap mental, Prosesnya :
dengan melibatkan perilaku, terdiri dua 1. Identifikasi
orang lain atau kelompok 2. Penelitian
2 Saluran: lobi, petisi, Saluran : TV, radio, 3. Membuat
debat, negosiasi, demo iklan, surat khabar, strategi
spanduk, media 4. Monitor dan
tradisional evaluasi
3 Sasaran : Pengambil Sasaran : keluarga,
keputusan/kebijakan masyarakat, penduduk
4 Hasil : Kebijakan publik Hasil : meningkatkan
yang mendukung pengetahuan, sikap
dan perilaku
9. Melaksanakan Konseling KB

Unit kompetensi ini berkaitan dengan


pengetahuan dan keterampilan dalam
merencanakan, menyiapkan,
melaksanakan dan memberikan umpan
balik atas pemberian bantuan konsultasi
melalui konseling KKBPK.
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

1.1. Materi konseling Advokasi dan KIE


1. Menyiapkan dipahami;
program KKBPK, th
2012
konseling 1.2. Media konseling
disiapkan; Modul KIE KKBPK,
Pusdiklat,2012
1.3. Sasaran
konseling PKB KIE
diidentifikasi;
KIE KIT

1.4. Teknik konseling Panduan Konseling


dipahami sesuai KB
sasaran.
Buku Metode
kontrasepsi, alokon
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2.1. Pendekatan kepada sasaran


Advokasi dan KIE
2. Memberikan konseling dilakukan;
program KKBPK, th
2.2. Persoalan-persoalan yang
konseling 2012
dihadapi klien digali;

2.3. Saran penyelesaian masalah


Modul KIE KKBPK,
klien disampaikan;
Pusdiklat,2012
2.4. Rujukan atas penyelesaian
masalah-masalah penggunaan
alat kontrasepsi diberikan;
PKB KIE
2.5. Rekomendasi penyelesaian
KIE KIT
masalah-masalah yang bersifat Panduan konseling
umum (misalkan tindak lanjut KB
persoalan keluarga remaja, Buku Metode
balita, lansia) diberikan. kontrasepsi dan
alokok
Konseling merupakan proses pemberian
bantuan dari konselor kepada klien agar
klien dapat memahami masalahnya dan
mengambil keputusan dalam
menyelesaikan masalah

Unsur konseling terdiri dari: konselor, konseli


dan informasi
TUJUAN KONSELING

Membangun kemampuan untuk mengambil


keputusan bijak dan realistik.
Menuntun perilaku mereka dan mampu
mengemban konsekuensinya.
Memberikan informasi
Membantu klien dalam perubahan perilaku
KETRAMPILAN MIKRO
DALAM KONSELING
MEMBANTU KLIEN MENGAMBIL KEPUTUSAN
W
(Kondisi, Kemungkinan, Konsekuensi, Keputusan) A
KETRAMPILAN MENDENGAR DAN BERTANYA W
Menggunakan pertanyaan terbuka dan tertutup, pertanyaan
A
mendalam, refleksi isi (paraphrasing) dan refleksi perasaan N
C
KETERAMPILAN OBSERVASI DAN MEMANTAPKAN HUBUNGAN YANG
BAIK A
R
Memberikan perhatian, menggunakan tatapan mata yang sesuai dengan
budaya, menyimak ucapan verbal, kualitas suara dan bahasa tubuh A
Membangun hub. Yg baik

Memberi Pujian
Mengungkapkan persetujuan atau
kekaguman sehingga mendorong tingkah
laku yang baik, penghargaan terhadap
tindakan/usaha yang telah dilakukan klien
dengan baik.

Contoh :
Hari ini Ibu kelihatan segar sekali
Tujuan Konseling KB
Membantu Klien dalam :

1.Proses perubahan perilaku


2.Memahami informasi tentang
reproduksi sehat
3.Memaknai Kontrasepsi efektif efisien
4.Memulai dan melanjutkan KB
5.Meluruskan informasi tentang
metode kontrasepsi KB dengan benar
10. Melaksanakan pembinaan
kader IMP

Unit kompetensi ini berkaitan dengan


pengetahuan dan keterampilan dalam
melaksanakan pembinaan kader IMP
dalam rangka memperluas akses
pelaksanaan penyuluhan program
KKBPK
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

1.Menyiapkan
1.1. Pedoman
dipahami;
pembinaan IMP
Advokasi dan
1.2. Data IMP yang menjadi sasaran
KIE program
bahan binaan disiapkan berdasarkan KKBPK, th 2012
wilayah;
pelaksanaan
PKB KIE
1.3. Sasaran pembinaan IMP

pembinaan disebutkan;
KIE KIT
1.4. Materi dan/atau bahan

kader IMP penunjang/ media (berupa


materi untuk KIE kepada
Pedoman
masyarakat) untuk pembinaan
kader IMP disiapkan; Pembinaan IMP,
1.5. Jadual pelaksanan pembinaan Ditbinlap. 2012
kader IMP disusun.

Data basis IMP


Inventarisasi data IMP berdasarkan
kuantitas dan kualitas
Persiapkan materi pembinaan sesuai
masalah IMP
Lihat jadwal rutin pertemuan rutin IMP,
pertemuan PPKBD, pertemuan, Sub.
PPKBD
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

Advokasi dan
2.1. Program baru (baik materi ataupun

2.Melaksanakan media program KKBPK) disosialisasikan


kepada kader IMP
kelompok maupun perorangan;
baik secara
KIE program
pembinaan 2.2. Kader IMP perorangan didatangi untuk KKBPK, th 2012
berkoordinasi melaksanakan program

kader IMP
KKBPK;

2.3. Program KKBPK yang sudah PKB KIE


dilaksanakan
pertemuan
dievaluasi
formal/non-formal
dalam
kader
KIE KIT
IMP;

2.4. Pelatihan yang dibutuhkan oleh kader


IMP diidentifikasi;
Pedoman
2.5. Kader IMP diikutsertakan dalam Pembinaan IMP,
penggerakkan
KKBPK;
pelaksanaan program
Ditbinlap. 2012
2.6. Laporan pembinaan kader IMP
disusun.
Data basis IMP
Langkah pembinaan IMP, terdiri dari :
Persiapan, pelaksanaan, monev dan
pelaporan

Tujuan pembinaan IMP:


meningkatkan dan memantapkan kepedulian
dan peran serta PPKBD, Sub-PPKBD dalam
menyelenggarakan berbagai kegiatan yang
berkaitan dengan kebijakan pengendalian
kuantitas penduduk melalui pengendalian
kelahiran, penurunan angka kematian, dan
pengarahan mobilitas penduduk.
Jenis pembinaan
1. Langsung, kunjungan rumah, pertemuan
rutin, momentum kegiatan Kb
2. Tidak Langsung: stdy banding, lomba
kader, leaflet, buku, dsb

Aspek Pembinaan :
Pengetahuan program KKBPK,
keterampilan
Mengelola program KKBPK
Semangat kerja/ motivasi
kemandirian institusi
11. Mengembangkan Media
Advokasi, KIE, Konseling

Unit kompetensi ini berkaitan dengan


pengetahuan dan keterampilan dalam
mengembangkan media Advokasi, KIE,
Konseling yang akan digunakan dalam
melaksanakan penyuluhan dan konseling.
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

1.Menyiapkan 1.1.Tujuan pengembangan Advokasi dan KIE


media advokasi, KIE, program KKBPK, th
alat dan bahan Konseling dipahami; 2012

untuk 1.2.Alat dan bahan yang


Modul KIE KKBPK,
dibutuhkan untuk Pusdiklat,2012
pengembangan pengembangan media
advokasi, KIE, Konseling PKB KIT
media advokasi, KIE KIT
dijelaskan dan
KIE, Konseling Sumber bacaan lain
disiapkan;
Kasus / rumor
1.3.Prosedur/Pedoman
advokasi, KIE, Konseling
dipahami.
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2.Mengembang
2.1. Teknik
pengembangan
dan metode
media
Advokasi dan
advokasi, KIE, Konseling KIE program
kan media dijelaskan; KKBPK, th
advokasi,
2.2. Kebutuhan sasaran
2012
penggunaan media
diidentifikasi;
KIE, 2.3. Rancangan media media Modul KIE
Konseling advokasi, KIE, Konseling KKBPK,
dibuat;

2.4. Media media advokasi, KIE,


Pusdiklat,201
Konseling yang telah dibuat, 2
dikonsultansikan dengan
pimpinan terkait.
PKB KIE
CIMEL , PAKERTI, 2007

Cerdas dimana pesan mampu mengungkapkan


masalah advokasi, baik dalam bentuk pernyataan
atau pertanyaan, teaser, yang berbasis bukti
didukung fakta yang sahih
iSTIMEWA dimana pesan advokasi dirancang sangat
menonjol dan mampu bersaing dibandingkan dengan
uangkapan atau tayangan aneka pesan lain
Manusiawi pesan advokasi memuat emosi manusiawi
yang menarik yang menyentuh perasaan target
subyek sasaran
Elegan pesan advokasi yang santun, bukan
menonjolkan aspek kekonyolan, lawak yang salah
tempat
Lokalbahasa menampilkan pesan berbahasa lokal
yang mencuatkan nilai dan latar budaya setempat.
Pesan serupa ini lebih mudah dipahami oleh target
subyek sasaran advokasi.
CIMEL 2
Cerita mengandung swarefleksi permasalahan advokasi
seiring irama, alur isi cerita secara dramatis menuju titik
puncak pesan advokasi. Apa jadinya seandainya upaya
advokasi gizi buruk, tidak dilakukan, dampak buruknya isi
otak bolong, kecerdasan otak kosong menghilang tak
tergantikan.
Inovatif diupayakan menampilkan bentuk dan isi pesan yang
segar, baru, sesuatu yang orisinil. vokasi
Mudah diingat
Evaluasi swadiri suatu pesan advokasi seolah mengingatkan,
memperolok, menertawakan swadiri yang mengetengahkan
masalah advokasi agar dihayati secara bersama, menjadi
milik bersama lalu dicarikan solusi kebijakan masalah
Lokal isu advokasi atau masalah advokasi setempa
12. Melaksanakan Pembinaan Peserta KB

Unit kompetensi ini berkaitan dengan


pengetahuan dan keterampilan dalam
melaksanakan pembinaan peserta KB
yang potensial untuk mewujudkan
program KB lestari
ELEMEN KRITERIA UNJUK KERJA REFERENSI

1.1.Tujuan pembinaan Buku /Pedoman


1.Menyiapkan sasaran peserta KB Pengelolaan Data
dipahami; rutin Dalap,
bahan 1.2.Data peserta KB
ditlaptik, 2105

disiapkan dan Data basis ybs


pembinaan dijelaskan; Modul KIE KKBPK,
Pusdiklat,2012
1.3.Prosedur/Pedoman
peserta KB pembinaan peserta KB PKB KIE
KIE KIT
dipahami.
Sumber bacaan lain
Kasus / rumor
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2.Melakanakan
2.1. Data peserta KB dipilah dan Advokasi dan KIE
dikelompokkan ke dalam program KKBPK, th
pembinaan pengunaan alat kontrasepsi 2012
(MKJP dan Non MKJP);
peserta KB 2.2. Data peserta KB dijadikan Modul KIE KKBPK,
sebagai sasaran pembinaan Pusdiklat,2012
peserta KB;

2.3. Pembinaan peserta KB


PKB KIT
KIE KIT
dilakukan secara
berjenjang;
Buku pedoman
2.4. Laporan pembinaan peserta
pengelolaan data
KB disusun. rutin Dallap, Th
2015
Pembinaan peserta KB dilakukan secara rutin dan
berjenjang oleh Penyuluh KB bersama IMP

Tujuan pembinaan
untuk membina kelestarian alokon yang dipakai
Memantapkan pemakaian alokon sesuai kondisi
akseptor
Meminimalisir tingkat drop out

Materi pembinaan :
Disesuaikan dengan data sasaran meliputi
Program KKBPK
Laporan pembinaan dibuat dalam visum dan
dinamisasi RR jika ada perubahan
13. Menyusun Rencana Pelayanan KB

Unit kompetensi ini berkaitan dengan


pengetahuan dan keterampilan dalam
menyusun rencana pelayanan
keluarga berencana yang sejalan
dengan rencana pembangunan
keluarga berencana nasional.
ELEMEN KRITERIA UNJUK KERJA REFERENSI

1.Menyiapkan 1.1.Data sasaran yang akan Juknis / buku


dilayani, disiapkan; pedoman
bahan 1.2.Kesiapan pelayanan KB pengelolaan
penyusunan dikoordinasi dengan data pelayanan
pihak terkait (bidan, KB, Ditlaptik,
rencana dokter, kader, RT/RW, 2012
pelayanan KB PPKBD, PKK, Babinsa,
Puskesmas); Data basis ybs
1.3.Prosedur/Pedoman Renja ybs
penyusunan rencana
pelayanan KB dipahami. Buku Metode
kontrasepsi dan
alokon.
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2.Menyusun
2.1. Tahapan kegiatan
Juknis / buku
pelayanan KB dijelaskan;
pedoman
2.2. Rancangan jadual
rencana pengelolaan
pelaksanaan pelayanan KB
disusun berdasarkan skala
data pelayanan
pelayanan KB prioritas; KB, Ditlaptik,
2.3. Komplikasi akseptor 2012
difasilitasi di dalam rencana
pelayanan KB; Data basis ybs
2.4. Rancangan rencana Renja ybs
pelayanan KB disampaikan Buku Metode
kepada Ka UPT/
kontrasepsi dan
Koordinator/PPLKB.
alokon.
Membuat rencana pelayanan KB, yang
berisi data calon PB, tempat pelayanan,
waktu pelayanan KB
Menyiapkan calon peserta KB
Koordinasi dgn pihak Medis dan Membantu
menyiapkan infomed consent jika
diperlukan
Melaporkan renja pelayanan pada Ka UPT
pada saat meeting
14. Melakukan Pendampingan
Calon Akseptor KB

Unit kompetensi ini berkaitan dengan


pengetahuan dan keterampilan dalam
melakukan pendampingan calon
akseptor KB guna mencapai
keberhasilan program KB dari para
akseptor
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

1.Menyiapkan 1.1. Prosedur Advokasi dan KIE


program KKBPK, th
pendampingan 2012
bahan dan
calon akseptor KB
materi Modul KIE KKBPK,
dipahami; Pusdiklat,2012
pendampingan 1.2. Data sasaran
PKB KIE
calon akseptor KIE KIT
disiapkan.
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2.1. Waktu dan tempat Juknis / buku


2.Melakukan pelayanan disepakati pedoman
dengan calon akseptor; pengelolaan data
pendampingan 2.2. Alat transportasi pelayanan KB,
pelayanan KB difasilitasi; Ditlaptik, 2012
pelayanan 2.3. Pendampingan layanan
Data basis ybs
calon akseptor KB bagi calon akseptor KB
dilakukan;

KB 2.4. Pendampingan pasca


Buku Metode
pelayanan KB diberikan;
kontrasepsi dan
2.5. Laporan pendampingan alokon.
calon akseptor KB
disusun. Modul peran PKB
dalam Pelayanan
Memastikan data calon PB yang akan dilayani
Menyiapkan dan memantapkan calon peserta
KB
Koordinasi dgn pihak Medis dan Membantu
menyiapkan infomed consent jika diperlukan
Melakukan kunjungan pasca pelayanan
Memberikan informasi efek samping yang
rinci serta hal hal g harus dipatuhi setelah
peyanan KB
Melaporkan kepada Ka UPT pada saat
meeting dan membuat visum
15. Melakukan Pendampingan
Komplikasi Peserta KB

Unit kompetensi ini berkaitan dengan


pengetahuan dan keterampilan dalam
melakukan pendampingan komplikasi
peserta KB untuk memenuhi
kebutuhan peserta KB yang
mengalami komplikasi
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

1.1.Prosedur Juknis pengelolaan data


1. Menyiapkan rutin pelayanan KB,
pendampingan Ditlaptik, 2012
bahan dan komplikasi peserta Materi peran PKB dalam
pelayanan KB, Modul
materi KB dipahami;
penjenjangan, Pusdiklat,
1.2.Laporan peserta 2012
pendampingan
KB yang mengalami R/I/KB/15
komplikasi K/IV/KB/15
K/I/KB/15
dipelajari.
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2.1. Kebutuhan berkas pendukung


Juknis pengelolaan
2.Melakukan untuk pengobatan
data rutin
disampaikan;
pelayanan KB,
pendampingan 2.2. Alat transportasi pelayanan KB
Ditlaptik, 2012
difasilitasi;

komplikasi 2.3. Pendampingan


penanganan
pelayanan
komplikasi
Materi peran PKB
peserta KB dilakukan oleh dalam pelayanan
peserta KB para pihak terkait; KB, Modul
2.4. Pendampingan pelayanan penjenjangan,
pasca penanganan komplikasi Pusdiklat, 2012
peserta KB diberikan oleh para
pihak terkait; R/I/KB/15
2.5. Laporan pendampingan K/IV/KB/15
komplikasi peserta KB K/I/KB/15
disusun.
Komplikasi adalah gangguan kesehatan
akibat pemakaian alat/obat/cara kontrasepsi
Melakukan rujukan komplikasi ke faskes
terdekat
Koordinasi dengan kepala desa/Lurah serta
mitra terkait untuk penanganan komplikasi
baik berupa support dan transfortasi peserta
KB ybs
Mengantar dan melakukan pendampingan
ke faskes
Melakukan kunjungan ulang pasca
penanganan komplikasi
16. Menginisiasi dan Memfasilitasi
Pembentukan Kelompok Bina-bina
(BKB, BKR, BKL), PIK-R/M, dan UPPKS

Unit kompetensi ini berkaitan dengan


pengetahuan dan keterampilan dalam
menginisiasi dan memfasilitasi
pembentukan Bina-bina (BKB, BKR,
BKL), PIK-R/M, dan UPPKS untuk
mendukung pelaksanaan penyuluhan
program KKBPK
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

1.1. Tujuan pembentukan Poktan Data hasil Pendataan


1.Menyiapkan dan UPPKS dipahami; keluarga
1.2. Data sasaran bina-bina (BKB,
bahan inisiasi BKR, BKL), PIK-R/M, dan Buku Pedoman
UPPKS disiapkan; pengelolaan data rutin
dan fasilitasi 1.3. Dokumentasi untuk pemberian Dallap tahun 2015
K/0/Poktan dan UPPKS
pembentukan fasilitasi pembentukan bina-bina
(BKB, BKR, BKL), PIK-R/M, dan R/ I/ Poktan dan UPPKS
Bina-bina (BKB, UPPKS disiapkan;
Modul Pembangunan
1.4. Materi fasilitasi pembentukan
Keluarga, BKKBN, 2012
BKR, BKL), PIK- (struktur organisasi, kegiatan
bina-bina, sasaran dan target)
Buku pedoman
R/M, dan disusun dan disosialisasikan;
Pembentukan dan
1.5. Jadual pelaksanaan inisiasi dan
pengelolaan masing
UPPKS fasilitasi pembentukan (BKB,
masing Poktan
BKR, BKL), PIK-R/M, dan
UPPKSdisusun.
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2.1. Dokumen persyaratan pembentukan


Data hasil Pendataan
2.Menginisiasi bina-bina (BKB, BKR, BKL), PIK-
keluarga
R/M,dan UPPKS diperiksa dan

dan dilengkapi;
Buku Pedoman
2.2. Pendekatan dan koordinasi dengan
pengelolaan data
memfasilitasi
pihak terkait;

2.3. Pembentukan kepengurusan bina-bina rutin Dallap tahun


difasilitasi;
2015
pembentukan 2.4. Pembuatan dan pengesahan SK
K/0/Poktan dan
Kepengurusan difasilitasi;
UPPKS
bina-bina (BKB, 2.5. Penyusunan kegiatan bina-bina,
R/ I/ Poktan dan
sasaran dan target difasilitasi;
UPPKS
BKR, BKL), PIK- 2.6. Peta sasaran untuk mengetahui
potensi, sasaran, dan kebutuhan
Modul Pembangunan
R/M, dan 2.7.
masyarakat diinventarisasi;

Laporan fasilitasi pembentukan Keluarga, BKKBN,


disusun. 2012
UPPKS
Buku pedoman
PEMBENTUKAN
POKTAN BKB

Identifikasi Potensi dan masalah


Pelaksanaan KIE
Menggalang kesepakatan
Menyiapkan sumberdaya
Pengorganisasian Kelompok BKB
Merencanakan pertemuan kegiatan
Langkah Pembentukan
Poktan BKL
Persiapan inventarisir sasaran dan
galang kesepakatan
Pembentukan Kelompok
Penggalangan Kesepakatan
Inventarisasi sasaran dan tenaga ahli
Pemilihan Kader
Pembekalan kader
Pengesahan Kelp
Langkah-Langkah Pembentukan Meliputi :

Sarasehan anggota kelompok remaja


dalam rangka pembentukan PIK
Mahasiswa
Melakukan Advokasi dan koordinasi
dengan STAKEHOLDER, TOMA,TOGA
untuk memperoleh dukungan/persetujuan
pembentukan PIK R/M
Menyusun program kegiatan.
Meresmikan pembentukkan PIK R/M
(launching).

121
Apa Syarat Pembentukan
Kelompok UPPKS ?
5. Anggota diutamakan Pasangan
1. Memiliki pengurus. usia subur, peserta KB dan
Keluarga Pra-Sejahtera.

2. Mengadakan 6. Berkelompok.
pertemuan rutin.

3. Melakukan usaha 7. Melakukan tanggung


ekonomi produktif. jawab bersama (renteng).

4. Melakukan pencatatan 8. Mengadakan proses


administrasi. belajar usaha
(tenaga terampil).

26 27
Bagaimana Proses Membentuk Kelompok?

5. Menghubungi kepala desa untuk


1. Kader /PLKB mengumpulkan mendapat ijin (SK Pembentukan
data potensi keluarga di desa Kelompok) persetujuan
atau lingkungan. menyelenggarakan
UPPKS

2. Mengadakan pertemuan 6. Memilih kelompok UPPKS


antar sesama anggota masyarakat.

7. Mencari keterangan
3. Mengadakan kesepakatan
tentang kegiatan usaha
menyelenggarakan kegiatan
yang akan menguntungkan
UPPKS.
dan memiliki pasar.

4. Membentuk pengurus
kelompok.

42 43
8 LANGKAH MENINGKATKAN PENGHASILAN
KELUARGA

Membentuk Susunan
Pengurus Kelompok Pengurus Kelompok

Ketua
Kelompok
1.Menentukan aktivitas
kelompok.

2. Melakukan Inisiatif
untuk kelompok.

Sekretaris Bendahara

3. Melakukan pencatatan
untuk kelompok.

Seksi seksi
(jika diperlukan saat usaha berkembang)
Mekanisme Pembentukan PPKS

1. Menetapkan Organisasi Pelaksana


Organisasi pelaksana pusat
pelayanan keluarga sejahtera bersifat
institusional yang menyelenggarakan
pelayanan dan berpedoman pada
Pedoman Penyelenggaraan yang
ditetapkan, serta tidak bertentangan
dengan peraturan perundang-
undangan yangmengatur tentang
Pegawai Negeri Sipil.
Mekanisme (Lanjutan)...
2. MenyiapkanTenagaPengelola
a. Tenaga tetap (pegawai BKKBN)
b. Tenaga outsourcing (kontraklepas)
c. Relawan(pengurusPIKKR/M, Pramuka, dll

3. Melatih Tenaga Pengelola


Melatih tenaga pengelola pelayanan konseling dan pembinaan
dimaksudkan untuk:
1) Memberikan informasi terkini tentang bidang-bidang pelayanan;
2) Memberikan Teori Dan Dasar-Dasar Komunikasi, Konseling dengan
Metode yang sudah diterapkan di beberapa tempat
3) Memberi dasar pengembangan mekanisme pelayanan pada Pusat
Pelayanan Keluarga Sejahtera;
4) Memberikankesempatan untuk role play, studi banding ketempat
Pelayanan lain, serta mengembangkan metode dan media yang
dapat Digunakan untuk layanan keluarga sejahtera.
Mekanisme (Lanjutan)...
4. Menggerakan Peran Serta Masyarakat
a. Advokasi
b. KIE
c. Sosialisasi

5. Menyiapkan sarana dan prasarana


Menyiapkan sarana dan prasarana yang berkaitan
dengan mekanisme pelayanan, yaitu:
a. Loket/ruang pengajuan permohonan pelayanan;
b. Tempat/ruang pelayanan konseling sesuai jenis
pelayanan;
c. Alat bantu konseling/Media dan peralatan lain
yang diperlukan;
Mekanisme (Lanjutan)...

6. MenyiapkanTenaga Konselor
a. Konselortetap
b. OnCall Konselor(professional, TOGA,
TOMA, staf lembagaterkait)
7. Menyiapkan Pola Pelayanan
a. Perorangan/kelompok
b. Rujukan
c. Home Visi
17. Melaksanakan Pembinaan
Kelompok Bina-bina (BKB, BKR, BKL),
PIK-R/M, dan UPPKS

Unit kompetensi ini berkaitan dengan


pengetahuan dan keterampilan dalam
melaksanakan pembinaan kelompok
bina-bina (BKB, BKR, BKL), PIK-R/M,
dan UPPKS untuk mendukung
pencapaian program KKBPK
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

1.1. Tujuan pembinaan peserta Buku Pedoman


1.Menyiapkan Kelompok Bina-bina (BKB, pengelolaan data
BKR, BKL), PIK-R/M, dan rutin Dallap tahun
materi UPPKS dipahami; 2015
1.2. Bahan dan materi yang K/0/Poktan dan
pembinaan dibutuhkan untuk UPPKS
melakukan pembinaan R/ I/ Poktan dan
kelompok bina-bina (BKB, UPPKS
BKR, BKL), PIK-R/M, dan
UPPKS disiapkan;
Modul
Pembangunan
1.3. Pedoman pembinaan
Keluarga, BKKBN,
Kelompok Bina-bina (BKB,
2012
BKR, BKL), PIK-R/M, dan
UPPKS dipahami. Buku pedoman
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2.1. Updating data Kelompok Bina- Buku Pedoman


2.Melaksanakan bina (BKB, BKR, BKL), PIK-R/M, pengelolaan data
dan UPPKS dilakukan; rutin Dallap tahun
pembinaan 2.2. Peta dan Sasaran Kelompok 2015
bina-bina (BKB, BKR, BKL), PIK- K/0/Poktan dan
Poktan dan R/M, dan UPPKS diidentifikasi; UPPKS
R/ I/ Poktan dan
UPPKS 2.3. Pembinaan melalui pertemuan
dan/atau kunjungan langsung UPPKS
ke Kelompok bina-bina (BKB,
BKR, BKL), PIK-R/M, dan Modul Pembangunan
UPPKS dilakukan; Keluarga, BKKBN,
2.4. Identifikasi Masalah dan 2012
rekomendasi/solusi yang harus
dilakukan pada masing-masing Buku pedoman
kelompok difasilitasi. Pembentukan dan
pengelolaan masing
masing Poktan
PEMBINAAN
1. Pembinaan dilakukan secara berjenjang oleh
Penyuluh KKBPK dengan dukungan IMP dan para
kader di tingkat lini lapangan

2. Pembinaan secara rutin melalui kunjungan rumah


dan pertemuan rutin poktan ,

3. Materi pembinaan meliputi RR, kegiatan dan


materi dalam poktan ybs serta pemecahan masalah
masalah yang muncul
STRATIFIKASI BKB
BKB Dasar,
Kepengurusan: 1 orang.
Legalitas: SUDAH memiliki SK
Jumlah kader: 1 orang/kelompok umur.
Jumlah Kader yang dilatih: kriterianya < 50% dari jumlah kader yang
sudah ada.
Pertemuan Penyuluhan : 2 bulan 1 kali.
Kesertaan ber-KB anggota kelompok < (lebih kecil) dari 50%.
Sarana penyuluhan: BKB Kit, media penyuluhan, media interaksi
belum dimanfaatkan keberadaannya.
Pemantauan: belum dilakukan.
Pencatatan dan Pelaporan: belum dilaksanakan.
Pemantauan Tumbuh Kembang: belum mengisi KKA.
keterpaduan dan pengembangan dengan kegiatan lain: dalam
kelompok BKB Dasar belum melaksanakan.
Pembinaan: tidak ada.
BKB Berkembang

Legalitas: sudah memiliki SK pembentukan kelompok BKB yang


ditandatangani oleh Kepala Desa/Lurah.
Jumlah kader: jumlah kader adalah 1-2 orang/kelompok umur.
Jumlah Kader yang dilatih: kriterianya < 75% dari jumlah kader yang
sudah ada. Kepengurusan: jumlah pengurus 1-2 orang.
Pertemuan Penyuluhan : 1 bulan 1kali.
Kesertaan ber-KB anggota kelompok 50%-75%.
Sarana penyuluhan : BKB Kit, media penyuluhan, Media Interaksi sudah
dimanfaatkan keberadaannya.
Pencatatan dan Pelaporan : sudah dilaksanakan tetapi belum teratur.
Pemantauan Tumbuh Kembang : telah dilakukan dengan cara sendiri
mengisi KKB.
Keterpaduan dan Pengembangan dengan Kegiatan Lain : dalam kelompok
BKB Berkembang dalam rencana melaksanakan.
Pembinaan : 3 bulan sekali dengan sektor terkait.

BKB Paripurna
Legalitas: Sudah ada SK
Kepengurusan: jumlah pengurus >2 orang.
Jumlah kader: jumlah kader adalah >2 orang/kelompok umur.
Jumlah Kader yang dilatih: kriterianya >75% dari jumlah kader yang
sudah ada.
Pertemuan Penyuluhan: penyuluhan yang dilakukan adalah 2kali 1
bulan.
Kesertaan ber-KB anggota kelompok >75%
Sarana penyuluhan: BKB Kit, media penyuluhan, Media Interaksi
ada/lengkap dan mengembangkan.
Pencatatan dan Pelaporan: sudah dilaksanakan secara teratur.
Pemantauan Tumbuh Kembang: telah dilakukan dengan cara
mengisi KKA/Kartu Tumbuh Kembang.
Keterpaduan dan pengembangan dengan kegiatan lain: dalam
kelompok BKB Paripurna sudah melaksanakan keterpaduan.
Pembinaan: 1 bulan sekali dengan sektor terkait
STRATIFIKASI BKR

BKR Dasar
Legalitas: Sudah ada SK
Kepengurusan : orang.
Jumlah kader : jumlah kader adalah 1 orang.
Jumlah Kader yang dilatih :kriterianya < 50% dari jumlah kader
yang sudah ada.
Pertemuan Penyuluhan : penyuluhan yang dilakukan adalah 2
bulan 1kali.
Kesertaan ber-KB anggota kelompok < (lebih kecil) dari 50%.
Sarana penyuluhan: media penyuluhan, Media penyuluh belum
dimanfaatkan keberadaannya.
Pemantauan: belum dilakukan.
Pencatatan dan pelaporan: belum dilaksanakan.
Keterpaduan dan pengembangan dengan kegiatan lain: dalam
kelompok BKR Dasar belum melaksanakan.
Pembinaan : tidak ada.
BKR Berkembang

Legalitas: sudah ada SK


Kepengurusan: jumlah pengurus 1-2 orang.
Jumlah kader: jumlah kader adalah 1-2 orang.
Jumlah Kader yang dilatih: kriterianya < 75% dari jumlah
kader yang sudah ada.
Pertemuan Penyuluhan: penyuluhan yang dilakukan adalah
1 bulan 1kali.
Kesertaan ber-KB anggota kelompok 50%-75%.
Sarana penyuluhan: media penyuluhan, Media Interaksi
sudah dimanfaatkan keberadaannya.
Pemantauan: kadang-kadang dilakukan (3 bulan sekali).
Pencatatan dan pelaporan: sudah dilaksanakan tetapi
belum teratur.
Keterpaduan dan pengembangan dengan kegiatan lain:
dalam kelompok BKR Berkembang dalam rencana
melaksanakan.
Pembinaan : 3 bulan sekali dengan sektor terkait.
BKR Paripurna

Legalitas: sudah memiliki SK


Kepengurusan : jumlah pengurus >2 orang.
Jumlah kader : jumlah kader adalah >2 orang.
Jumlah Kader yang dilatih :kriterianya >75% dari jumlah
kader yang sudah ada.
Pertemuan Penyuluhan : penyuluhan yang dilakukan adalah
2kali 1 bulan.
Kesertaan ber-KB anggota kelompok >75%.
Sarana penyuluhan: media penyuluhan, Media Interaksi
ada /lengkap dan mengembangkan.
Pemantauan: dilakukan 1 bulan sekali.
Pencatatan dan pelaporan: sudah dilaksanakan secara
teratur.
Keterpaduan dan pengembangan dengan kegiatan lain:
dalam kelompok BKR Paripurna sudah melaksanakan
keterpaduan.
Pembinaan : 1 bulan sekali dengan sektor terkait.
STRATIFIKASI BKL

BKL Dasar

Legalitas: sudah ada SK


Kepengurusan : jumlah pengurus 1 orang.
Jumlah kader : jumlah kader adalah 1 orang
Jumlah Kader yang dilatih :kriterianya < 50% dari jumlah kader
yang sudah ada.
Pertemuan Penyuluhan : penyuluhan yang dilakukan adalah 2
bulan 1kali.
Kesertaan ber-KB anggota kelompok < (lebih kecil) dari 50%
Sarana penyuluhan: media penyuluhan, Media Ipenyuluh belum
dimanfaatkan keberadaannya.
Pemantauan : belum dilakukan.
Pencatatan dan pelaporan : belum dilaksanakan.
Keterpaduan dan pengembangan dengan kegiatan lain: dalam
kelompok BKL Dasar belum melaksanakan.
Pembinaan: tidak ada.
BKL Berkembang

Legalitas: Sudah ada SK


Kepengurusan: jumlah pengurus 1-2 orang.
Jumlah kader: jumlah kader adalah 1-2 orang.
Jumlah Kader yang dilatih: kriterianya < 75% dari jumlah
kader yang sudah ada.
Pertemuan Penyuluhan: penyuluhan yang dilakukan adalah 1
bulan 1 kali.
Kesertaan ber-KB anggota kelompok 50%-75%.
Sarana penyuluhan: media penyuluhan, Media Interaksi
sudah dimanfaatkan keberadaannya.
Pemantauan : kadang-kadang dilakukan (3 bulan sekali).
Pencatatan dan pelaporan : sudah dilaksanakan tetapi belum
teratur.
Keterpaduan dan Pengembangan dengan Kegiatan Lain :
dalam kelompok BKL Berkembang dalam rencana
melaksanakan.
Pembinaan : 3 bulan sekali dengan sektor terkait.
BKL Paripurna

Legalitas: Sudah ada SK


Kepengurusan: jumlah pengurus >2 orang.
Jumlah kader: jumlah kader adalah >2 orang.
Jumlah Kader yang dilatih :kriterianya >75% dari jumlah
kader yang sudah ada.
Pertemuan Penyuluhan: penyuluhan yang dilakukan adalah
2kali 1 bulan.
Kesertaan ber-KB anggota kelompok >75%.
Sarana penyuluhan: media penyuluhan, Media Interaksi
ada /lengkap dan mengembangkan.
Pemantauan: dilakukan 1 bulan sekali.
Pencatatan dan Pelaporan: sudah dilaksanakan secara
teratur.
Keterpaduan dan pengembangan dengan kegiatan lain:
dalam kelompok BKL Paripurna sudah melaksanakan
keterpaduan.
Pembinaan: 1 bulan sekali dengan sektor terkait.
STRATIFIKASI UPPKS

UPPKS Dasar
Legalitas: Sudah ada SK
Modal berasal dari satu sumber, dibawah 2,5 juta rupiah.
Kepengurusan: jumlah pengurus 1 orang (tidak lengkap).
Jumlah Kader yang dilatih :kriterianya < 50% dari jumlah
kader yang sudah ada.
Produksi menggunakan alat bantu sederhana.
Jangkauan pemasaran di lingkup Desa.
Pertemuan rutin minimal 3 bulan sekali.
Pembukuan tidak lengkap/tidak teratur.
Kesertaan ber-KB anggota kelompok < (lebih kecil) dari
50%.
Pencatatan dan Pelaporan : belum dilaksanakan.
Keterpaduan dan Pengembangan dengan Kegiatan Lain :
dalam kelompok UPPKS Dasar belum melaksanakan.
Pembinaan: tidak ada.
UPPKS Berkembang
Legalitas: Sudah ada SK
Modal berasal dari 2 sumber, 2,5 juta5 juta rupiah.
Produksi menggunakan alat teknologi.
Kepengurusan: sudah ada (ketua, sekretaris, bendahara
dan satu seksi).
Jumlah Kader yang dilatih: kriterianya < 75% dari jumlah
kader yang sudah ada.
Pertemuan rutin 2 bulan sekali.
Pembukuan lengkap tetapi belum teratur.
Jangkauan pemasarannya tingkat kecamatan dan
kabupaten.
Kesertaan ber-KB anggota kelompok 50%-75%.
Pencatatan dan Pelaporan: sudah dilaksanakan tetapi
belum teratur.
Keterpaduan dan pengembangan dengan kegiatan lain:
dalam kelompok UPPKS Berkembang dalam rencana
melaksanakan.
Pembinaan: 2 bulan sekali dengan sektor terkait.
UPPKS Mandiri
Legalitas: Sudah ada SK
Modal berasal dari 3 sumber atau lebih, di atas 5 juta rupiah.
Pertemuan Rutin satu bulan sekali.
Kepengurusan: lengkap.
Pengurus sudah dilatih ATTG.
Menggunakan alat produksi tepat guna yang lebih maju.
Jangkauan pemasaran antar kabupaten/provinsi.
Kesertaan ber-KB anggota kelompok >75%.
Pemantauan: dilakukan 1 bulan sekali.
Pencatatan dan Pelaporan: sudah dilaksanakan secara teratur.
Keterpaduan dan pengembangan dengan kegiatan lain: dalam
kelompok UPPKS Paripurna sudah melaksanakan keterpaduan.
Pembinaan: 1 bulan sekali dengan sektor terkait.
18. Melakukan Monitoring dan
Evaluasi Program KKBPK

Unit kompetensi ini berkaitan dengan


pengetahuan dan keterampilan dalam
melakukan monitoring dan evaluasi
program KKBPK
ELEMEN KRITERIA UNJUK KERJA REFERENSI

1.1. Pedoman monitoring dan


Renja per periode
1.Menyiapkan evaluasi program KKBPK
ybs
dipahami;

instrumen 1.2. Bahan (data, kuisioner, pedoman


Visum ybs
teknis dan operasional) yang

monitoring diperlukan untuk pelaksanaan


monitoring dan evaluasi Modul pertemuan
disiapkan; rutin kader
dan evaluasi 1.3. Surat tugas disiapkan;

1.4. Dokumentasi untuk pelaksanaan Modul mekop


monitoring dan evaluasi
disiapkan;

1.5. Jadual pelaksanaan monitoring


dan evaluasi program KKBPK
disusun.
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2.Melakukan
2.1. Petunjuk pengisian kuisioner diikuti;
Laporan bulanan
2.2. Parameter pengukuran pencapaian
program KKBPK yang akan
Pedoman
monitoring dan dimonitoring dan dievaluasi ditentukan; pengelolaan data
2.3. Pencapaian program KKBPK diisi di rutin dalap ,
evaluasi dalam form instrumen monitoring dan
evaluasi;
BKKBN, 2012
2.4. Permasalahan dalam pelaksanaan
program KKBPK program KKBPK diidentifikasi; Pedoman
2.5. Kondisi ketidaksesuaian dalam pengelolaan data
pelaksanaan program KKBPK dicatat;
rutin pelayanan KB,
2.6. Instrumen monitoring dan evaluasi
dikembangkan sesuai kebutuhan;
BKKBN, 2012
2.6. Rekomendasi perbaikan dan solusi atas
hasil monitoring dan evaluasi disusun;

2.7. Pendampingan bagi tim monev terpadu


program KKBPK dilakukan.
Monev Program KKBPK tingkat Desa/Kelurahan
dilakukan oleh PKB sendiri dan atau beserta
mitra kerja / Tim KB Desa ( Kades/ Lurah,
Ketua TP. PKK, PPKBD,Perangkat Desa,
Toga,toda.toda, Babinsa, Binmaspol)
Jadwal kegiatan disusun bersama sama pada
saat Rakordesa atau forum rapat rutin lainnya
di tingkat Desa/Kelurahan
Monev dilakukan secara rutin dan berjenjang
Forum monev bisa formal dan informal melalui
pemantauan kegiatan poktan atau pertemuan
rutin kader
Monev adalah
proses pelaksanaan kegiatan program
KKBPK dikaitkan dengan rencana
operasional yang sdh ada
Menginventarisir dan mengidentifikasi
masalah yang muncul yg menjadi kendala
pelaksanaan program
Memecahkan dan memberi solusi serta
kesepakatan tindak lanjut dari
permasalahan yang muncul
Hasil monev dijadikan bahan evaluasi
program sebelumnya dan sbg sumber
perencanaan operasional waktu yang akan
datang.
19. Menyusun Laporan Kegiatan
KKBPK

Unit kompetensi ini berkaitan dengan


pengetahuan dan keterampilan dalam
menyusun laporan kegiatan KKBPK
berdasarkan hasil pencapaian
program KKBPK.
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

1.1. Format standar dan sistematika Pedoman pengelolaan


1.Menyiapkan penyusunan laporan dipahami; data rutin dalap ,
1.2. Bahan yang diperlukan untuk BKKBN, 2012
bahan penyusunan laporan disiapkan; Pedoman pengelolaan
data rutin pelayanan
penyusunan 1.3. Dokumentasi yang diperlukan
untuk mendukung akuntabilitas KB, BKKBN, 2012
Laporan bulanan
laporan laporan disiapkan;
bulan lalu
1.4. Teknik penyusunan laporan
Renja per periode ybs
kegiatan kegiatan dikuasai.
Visum ybs
Mengumpulkan catatan catan yang menjadi
sumber untuk pembuatan laporan bulanan
yaitu :
Kegiatan poktan poktan yang ada
Pertemuan rutin yang dilakukan
Koordinasi dengan PPKBD
Hasil pelayanan KB di faskes
Hasil KIE dan kunjungan rumah
Menghubungi kader yang ditunjuk atau
langsung mendatangi faskes dan jejaring serta
jaringannya untuk mencatat hasil pelayanan
KB
ELEMEN KRITERIA UNJUK REFERENSI
KERJA

2.1. Koordinasi dengan pihak lain yang


Pedoman pengelolaan
2.Menyusun terkait dengan program KKBPK yang
harus dilaporkan, dilakukan;
data rutin dalap ,
2.2. Capaian program KKBPK dihitung dan
BKKBN, 2012
laporan ditulis ke dalam laporan kegiatan; Pedoman pengelolaan
2.3. Permasalahan-permasalahan dalam data rutin pelayanan
KB, BKKBN, 2012
kegiatan pelaksanaan program diidentifikasi dan
ditulis di dalam laporan;
Laporan bulanan
2.4. Usulan perbaikan dan peningkatan
bulan lalu
KKBPK kualitas program KKBPK disampaikan;
Renja per periode ybs
2.5. Laporan kegiatan mingguan, bulanan,
dan tahunan dikonsolidasi;
Visum ybs
2.6. Laporan disampaikan secara
berjenjang.
Menuangkan semua kegiatan dan hasil
pelayanan dalam formulir F/I/DAL/15
Membuat narasi laporan yang berisi
masalah masalah yang ditemui baik
yang sudah ditindak lanjuti maupun yang
perlu ditindak lanjuti tingkat atas
Menyampaikan laporan dalam forum staff
meeting dan dalam forum rakor Desa
Membuat tembusan laporan untuk Kepala
Desa.