Anda di halaman 1dari 10

PEMANFAATAN TENAGA SURYA TIPE KOTAK KAYU

SEDERHANA MENGGUNAKAN KOIL SEBAGAI PEMANAS


AIR

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA

TUGAS ENERGI TERBARUKAN NON BIOMASSA

Oleh :
EGI FAHLIKA 1141400058
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tentu saja menginginkan suatu perubahan dimana
setiap rumah tangga mempunyai air panas yang selalu tersedia setiap waktu. System air panas ini
atau air untuk mandi adalah proses dimana setiap manusia ingin menggunakan dan memakainya
disaat mandi dan juga pemakaian lainnya. Air panas ini juga sudah banyak terpakai dan
digunakan seperti di rumah-rumah, hotel dan lainnya. System air panas ini dimaksudkan untuk
memberikan kenyamaan dan kesegaran bagi manusia. Jadi air panas ini sangat bermanfaat bagi
kita terutama disaat pemakaian mandi pagi dan juga malam hari,dan lain sebagainya.
Seiring berjalannya waktu semakin bertambah pula jumlah populasi Manusia di Bumi,
maka dengan demikian kebutuhan energi akan semakin bertambah. Untuk memenuhi kebutuhan
energi tersebut maka dibutuhkan juga pengembangan teknologi yang lebih efisien seiring
semakin terbatasnya sumber energi yang tersedia di Alam.
Salah satu titik penggunaan energi yang cukup besar di Indonesia adalah penggunaan air panas
(solar water heater) di setiap rumah-rumah, hotel, dan rumah sakit. Di masa yang akan datang
diyakini akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat dan
pemanasan global yang telah berlangsung. Manusia senantiasa menginginkan hal baru dalam
efisiensi dan hidup yang lebih praktis, hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya
adalah bagaiamana penghematan biaya air panas secara maksimal.

Tujuan
Percobaan ini bertujuan untuk merancangan Solar Water Heater untuk air sanitasi dalam
rumah tangga
Mengetahui suhu keluaran air dari Solar Water Heater
LANDASAN TEORI

a. Matahari
Matahari adalah suatu bola dari awan gas dengan suhu yang sangat panas. Diameter bola
matahari adalah 1,39 x 109 km, sedangkan jauh rata-rata dengan bumi adalah 1,5 x 1011 km.
Matahari berputar pada sumbunya dengan kecepatan sekali putar dalam empat minggu. Karena
matahari terdiri dari kumpulan awan gas dan tidak solid maka bagian ekuatorialnya berputar
sekali dalam 27 hari sedangkan kutub-kutubnya berputar sekali dalam 30 hari. Suhu efektif pada
permukaan besarnya 5760 K, sedang pada inti temperaturnya dapat mencapai lebih kurang 8 x
106 sampai dengan 40 x 106 K [1].

b. Perpindahan Panas
Perpindahan panas (kalor) dapat didefinisikan sebagai berpindahnya energi dari satu
daerah ke daerah lainnya sebagai akibat dari beda suhu antara daerah-daerah tersebut (Kreith dan
Prijono, 1997). Pada umunya ada tiga cara pemindahan panas yang berbeda yaitu konduksi,
konveksi dan radiasi.
Konduksi atau hantaran diartikan sebagai perpindahan panas dari partikel-partikel yang
lebih energik dari suatu zat ke partikel-partikel yang berdekatan kurang energik, sebagai akibat
dari interaksi antara partikel-partikel tersebut. Jadi, untuk terjadi perpindahan panas dengan
hantaran, harus ada perbedaan suhu dari partikel-partikel yang berdekaan. Konduksi dapat terjadi
pada zat padat, cair dan gas. Dalam zat cair dan gas, konduksi terjadi karena ada tumbukan dan
difusi molekul-molekul selama mereka bergerak secara acak.
Konveksi adalah perpindahan panas yang disertai dengan perpindahan zat perantaranya.
Perpindahan panas secara konveksi terjadi melalui aliran zat. Perpindahan kalor secara pancaran
atau radiasi adalah perpindahan kalor suatu benda ke benda yang lain melalui gelombang
elektromagnetik tanpa medium perantara. Bila pancaran kalor menimpa suatu bidang, sebagian
dari kalor pancaran yang diterima benda tersebut akan dipancarkan kembali (re-radiated),
dipantulkan (reflected) dan sebagian dari kalor akan diserap.
c. Logam Kuningan
Kuningan adalah logam yang merupakan campuran dari tembaga (Cu) dan seng (Zn).
Tembaga merupakan komponen utama dari kuningan, dan kuningan biasanya diklasifikasikan
sebagai paduan tembaga. Warna kuningan bervariasi dari coklat kemerahan gelap hingga ke
cahaya kuning keperakan tergantung pada jumlah kadar seng. Seng lebih banyak mempengaruhi
warna kuningan tersebut. Kuningan lebih kuat dan lebih keras dari pada tembaga, tetapi tidak
sekuat atau sekeras baja. Kuningan sangat mudah untuk dibentuk kedalam berbagai bentuk,
sebuah konduktor panas yang baik, dan umumnya tahan terhadap korosi dari air garam. Karena
sifatsifat tersebut kuningan kebanyakan digunakan untuk membuat pipa, tabung, sekrup, alat
musik, dan aplikasi kapal laut.
METODE PELAKSANAAN
a. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Proyek ini dilaksanakan pada tangga. Hingga . 2017. Adapun lokasi pengujian
dan pengambilan data dilakukan di halaman kostan jl gang anggrek no 3

b. Alat dan Bahan yang digunakan


Alat
Adapun alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain :
- Palu/Martil
- Bor Tangan
- Termometer
- Obeng
- Gergaji
- Bak Penampungan
- kayu

Bahan
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain :

Nama Spesifikasi Jumlah


Pipa Tembaga 0,15 inch 5 meter
Plat Seng 60 x 60 cm 1 buah
Triplek 60 x 60 cm 1 buah
Glasswool 80 x 80 cm 1 buah
Styrofoam 60 x 60 cm 1 buah
Termometer Air raksa 100C 1 buah
Kaca 62 x 62 cm tebal 5mm 1 buah
Botol Minum 1,5 Liter 1 buah
Selang air 15/16 inch 1 Meter
Paku 1/4 inch 20 buah
Kabel tis 10 cm 10 buah
Lem Power Glue 1 buah

c. Metode Pengujian
Pengujian yang kami lakukan pada percobaan ini adalah mengetahui suhu air panas yang
keluar dari alat yang kami buat.
d. Perancangan dan Pembuatan alat

Pemanas air yang akan dibuat dan dirancang ini adalah pemanas air dengan menggunakan energy
matahari. Air melewati pipa kuningan yang sudah dijemur matahari disehingga terjadi kontak
perpindahan panas antara pipa dan air.

- Penentuan Dimensi dan Pembuatan Solar Water Heater


kapasitas dan dimensi SWH untuk memanas kan air yang kami buat ini adalah panjang
60cm dan lebar 60m dengan menggunakan pipa kuningan sepanjang 5m dan diameter pipa 1 inci
dan inchi.. Bahan-bahan yang kami gunakan untukpercobaann ini adalah kaca 1 buah dengan
ketebalan 5mm.
- Penentuan dimensi dan pembuatan kotak kayu
Berikutnya adalah perancangan kotak kayu untuk tempat pemanas, kayu terbuat dari jendela
(kayu) tebal dengan 2cm, panjang 205cm, lebar 80cm sebanyak 1 papan dipaku dengan rapat
dengan bentuk kotak persegi panjang. Kotak kayu dibaung setinggi 60 cm dengan kemiringan
15O
Hasil dan Pembahasan

Data pengujian pada bab ini merupakan data yang diambil dari hasil percobaan sebagai berikut
Percobaan menggunakan volume air sebanyak 1,5 Liter.

Percobaan pengukuran ini dilakukan pada hari Senin,1 Mei 2017 dan pada kondisi lingkungan
31C.
No Pukul Suhu Awal(C) Waktu Suhu Akhir Keterangan
(menit) (C)
1 10:06 25 4,1 31 Cerah
2 10:17 25 3,82 30 Cerah
3 10:30 25 4,23 29 Cerah
4 10:41 25 3,91 29 Cerah
Rata-rata 4,015 29,75
Laju alir : Volume/Waktu = 1,5 Liter/4,015 Menit = 0,374 Liter per menit
Percobaan pengukuran ini dilakukan pada hari Senin,1 Mei 2017 dan pada kondisi lingkungan
32C.
No Pukul Suhu Awal(C) Waktu Suhu Akhir Keterangan
(menit) (C)
1 11:18 25 3,98 33 Cerah
2 11:33 25 3,77 32 Cerah
3 11:44 25 4,37 31 Cerah
4 11:58 25 3,68 30 Cerah
Rata-rata 3,95 31,5
Laju alir : Volume/Waktu = 1,5 Liter/3,95 Menit = 0,379 Liter per menit
Percobaan pengukuran ini dilakukan pada hari Senin,1 Mei 2017 dan pada kondisi lingkungan
32C.
No Pukul (WIB) Suhu Waktu Suhu Akhir Keterangan
Awal(C) (menit) (C)
1 12:20 25 3,74 33 Cerah
2 12:42 25 3,69 32 Cerah
3 12:53 25 3,91 32 Cerah
4 13:13 25 4,28 33 Cerah
Rata-rata 3,78 32,5
Laju alir : Volume/Waktu = 1,5 Liter/3,9 Menit = 0,384 Liter per menit

Jumlah energy yang diterima oleh air dihitung berdasarkan interval waktu. Jumlah air yang
dipanaskan dengan laju aliran konstan untuk satuan menit adalah 1,5 Liter. Untuk, jumlah energy
yang diterima oleh air dapat dihitung menggunakan persamaan berikut.
= (2 1)
Dimana :
Q = Kalor yang diserap air (J)
m = massa air (kg)
Cp = Kalor Spesifik (4,2 Kj / Kg C)

Untuk percobaan pertama panas yang diterima


1 = (2 1)
Q = (0,374 Kg)(4,2kJ/Kg C)(29,75-25)C
Q = 7,4613 kJ W= 0,00207 Kwh
Untuk percobaan kedua panas yang diterima
2 = (2 1)
Q = (0,379 Kg)(4,2kJ/Kg C)(31,5-25)C
Q = 10,3467 kJ W=0,00287 Kwh
Untuk percobaan ketiga panas yang diterima
3 = (2 1)
Q = (0,384 Kg)(4,2kJ/Kg C)(32,5-25)C
Q = 12,096 kJ W= 0,00336 Kwh
Solar Water Heater (SWH) kotak kayu sederhana dirancang dengan tujuan untuk
memanaskan air agar digunakan dalam rumah tangga sebagai mandi dan kebutuhan lain.
Percobaan menggunakan air sebanyak 1,5. SWH yang telah dipanaskan terlebih dahulu diluar
ruangan selama 2 jam. Air dimasukkan dari bagian inlet, data suhu keluaran tiap masing masing
percobaan ditunjukan pada table percobaan. Dari ketiga percobaan rata-rata suhu yang
didapatkan 29.75, 31.5, 32.5 C. Suhu keluaran ini masih kurang maksimal, karena suhu air
hangat yang biasanya digunakan untuk mandi sekitar 36-40 C. kalor yang diterima air berturut-
turut sebagai berikut 7.46, 10.34, 12.09 kJ. Penghematan listrik yang dicapai jika menggunakan
SWH tipe ini mencapai 0,00336 Kwh. Dengan biaya pembuatan SWH tipe ini sebesar
Rp.83.500.
Kesalahan dalam pembuatan alat ini yang pertama adalah penggunaan kaca yang terlampau tebal
sehingga panas matahari yang masuk menuju koil panasnya kurang maksimal. Kedua, panjang
koil yang digunakan 5 m, sehingga air cepat keluar di bagian inlet, hal ini dikarenakan desain
yang hanya berukuran 60x60 sehingga menyebabkan tidak dapat menambah panjang dari koil
pemanas, kegita, tidak menggunakan alumunium di sekitar diniding agar panas didalam SWH
tetap terjaga.
KESIMPULAN

Dari hasil perancangan dan pengujian yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan
antara lain yaitu:
Telah dibuat dan dirancang sebuah Solar Water Heater untuk pemanas air sederhana
dengan spesifikasi sebagai berikut:
- Panjang : 60
- Lebar : 60
- Diameter pipa :
- Tebal kaca : 5mm
- Tebal Glaswool : 1cm
- Tebal alumunium : 2mm
- Kapasitas air : 1,5 Liter
Biaya pembuatan Solar Water Heater tipe ini sebesar Rp. 83.500,-
Energi panas air yang diterima untuk air selama pengujian adalah 7,4 kJ, 10,34 kJ,
12,096kJ.