Anda di halaman 1dari 14

DPLH Peternakan Ayam 2014

DOKUMEN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (DPLH)


PETERNAKAN AYAM DESA LAWAK
KECAMATAN NGIMBANG, KABUPATEN LAMONGAN

1. Penanggung Jawab Kegiatan


Identitas Pemrakarsa Setiaji
Nama Perusahaan UD. RIZKY
Kegiatan Peternakan Ayam
Jabatan Pemilik
Alamat RT 003/RW 001, Desa Lawak, Kecamatan Ngimbang,
Kabupaten Lamongan

2. Lokasi Kegiatan
Lokasi kegiatan Peternakan Ayam meliputi wilayah administrasi pemerintahan, koordinat
lokasi serta batas-batas lokasi kegiatan seperti dijelaskan dibawah ini.
2.1. Wilayah administrasi pemerintahan
Wilayah administrasi pemerintah kegiatan Peternakan Ayam adalah sebagai berikut:
- Desa : Lawak
- Kecamatan : Ngimbang
- Kabupaten : Lamongan
- Provinsi : Jawa Timur

2.2. Koordinat lokasi kegiatan


Lokasi Peternakan Ayam terletak pada koordinat sebagai berikut:
A. 720'3.03"LS C. 720'6.07"LS
11211'43.70"BT 11211'39.05"BT
B. 720'6.02"LS D. 720'3.39"LS
11211'43.05"BT 11211'39.08"BT
Gambaran mengenai kordinat lokasi kegiatan disajikan pada Gambar 1.

2.3. Batas-batas lokasi kegiatan


Batas-batas lokasi kegiatan Peternakan Ayam adalah sebagai berikut:
- Sebelah utara : Jalan PU Bina Marga
- Sebelah selatan : Sawah
- Sebalah timur : Sawah
- Sebelah barat : Sawah
Gambaran mengenai batas-batas lokasi kegiatan disajikan pada Gambar 2.

10
DPLH Peternakan Ayam 2014
Gambar 1. Lokasi Kegiatan

10
DPLH Peternakan Ayam 2014
Gambar 2. Batas-batas lokasi kegiatan

10
DPLH Peternakan Ayam 2014
3. Bidang Usaha dan/atau Kegiatan
Usaha yang dilakukan adalah peternakan ayam UD. RISKY berdasarkan Surat Izin
Usaha Perdagangan (SIUP) Kecil Nomor 2857/13.18/SIUP-K/VIII/2009.A.

4. Mulai Beroperasi
Peternakan Ayam mulai beroperasi pada lokasi kegiatan pada tahun 2003.

5. Deskripsi Usaha dan/atau Kegiatan Peternakan Ayam


Kegiatan Peternakan Ayam ini dibangun diatas tanah seluas 15.000 m2. Pada lokasi
kegiatan terdapat 4 gudang pemeliharaan ayam dengan 2 gudang telah digunakan dan terisi
penuh serta 2 gudang belum digunakan. Kondisi eksisting pada lokasi kegiatan dapat
dilihat pada Gambar 3, sedangkan layout mengenai lokasi kegiatan Peternakan Ayam
disajikan pada Gambar 4.

Gambar 3. Kondisi eksisting bangungan pada lokasi Peternakan Ayam

5.1. Rincian bangunan Peternakan Ayam


Uraian mengenai penggunaan lahan serta jenis bangunan pada Peternakan Ayam disajikan
pada Tabel 1.

Tabel 1. Penggunaan Lahan Pada Peternakan Ayam


Penggunaan
No Jenis Bangunan Jumlah Luas (m2)
Lahan
Gudang pemeliharaan ayam 4 5.472
1 Area tertutup Gudang sekam dan kotoran ayam 1 1.344
Kantor dan kelengkapannya 1 272,25
RTH 6.315,6
2 Area terbuka -
Area parkir 1.596,15
Total Luas Lahan 15.000
Sumber : Peternakan Ayam, 2014

10
DPLH Peternakan Ayam 2014
Gambar 4. Layout kegiatan

10
DPLH Peternakan Ayam 2014
5.2. Penggunaan sumberdaya
Kegiatan Peternakan Ayam pada pelaksanaannya memanfaatkan sumberdaya yang meliputi
sumberdaya energi, sumberdaya manusia serta sumberdaya air bersih, dimana uraian
mengenai masing-masing pemanfaatannya dijelaskan sebagai berikut:
a. Sumberdaya energi
Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, Peternakan Ayam ini mendapat pasokan
energi listrik dari PLN region Jawa Timur dengan kapasitas 100.000 VA untuk
keperluan operasional pada 4 gudang pemeliharaan. Tingginya kebutuhan listrik untuk
gudang pemeliharaan ini dikarenakan gudang pemeliharaan dilengkapi dengan sistem
pendingin dan exhaust fan yang selalu menyala.
b. Sumberdaya manusia
Sumberdaya manusia yang terlibat dalam kegiatan ini adalah 10 orang pekerja untuk
kegiatan pemeliharaan ayam.
c. Sumberdaya air bersih
Pada kegiatan operasionalnya, Peternakan Ayam ini mendapatkan sumber air bersih
yang berasal dari sumur bor yang berada di area kegiatan. Peternakan Ayam ini
memanfaatkan air bersih untuk keperluan sanitasi pekerja dan pemenuhan kebutuhan
minum ayam, dimana kebutuhan air minimum untuk pekerja berdasarkan SNI 03-7065-
2005 tentang Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing adalah 50 liter/orang/hari dan
untuk kebutuhan minum ayam adalah 20.000 liter/hari. Rincian mengenai kebutuhan air
bersih untuk kegiatan operasional Peternakan Ayam dapat dilihat pada Tabel 2 dibawah
ini.

Tabel 2. Kebutuhan Air Bersih Untuk Kegiatan Operasional Peternakan Ayam


Kebutuhan domestik Jumlah (orang) Total Kebutuhan Air (liter/hari)
1 Sanitasi Pekerja 10 500
Kebutuhan domestik 500
Kebutuhan
Kebutuhan non domestik Total Kebutuhan Air (liter/hari)
(liter/hari)
1 Kebutuhan minum ayam 20.000 20.000
Kebutuhan non domestik 20.000
Kebutuhan air bersih total 20.500
Sumber : Analisa konsultan, 2014

Kebutuhan air bersih tersebut kemudian menimbulkan air limbah dari kegiatan sanitasi
pekerja. Sedangkan dari tahap pemeliharaan ayam (kebutuhan non-domestik) tidak
menghasilkan air limbah karena seluruh air habis terpakai dalam proses pemeliharaan.
Timbulan air limbah diperkirakan 80% dari kebutuhan air bersihnya, sehingga dari aktivitas
sanitasi pekerja dihasilkan air limbah sebesar :

10
DPLH Peternakan Ayam 2014
Air limbah domestik = 80% x kebutuhan air untuk keperluan sanitasi
= 80 % x 500 liter/hari
= 400 liter/hari
Air limbah domestik tersebut kemudian dialirkan langsung ke saluran drainase kota.
Neraca air pada kegiatan operasional Peternakan Ayam dapat dilihat pada Gambar 5.

Kebutuhan Saluran Drainase


Air Limbah
Domestik Kota
400 liter/hari
500 liter/hari 400 liter/hari
Sumber
20.500 liter/hari
Kebutuhan Non Habis untuk tahap
Domestik pemeliharaan ayam
20.000 liter/hari 20.000 liter/hari

Gambar 5. Neraca air pada tahap operasional Peternakan Ayam

5.3. Tahap pelaksanaan usaha dan/atau kegiatan


Kegiatan yang berlangsung pada usaha Peternakan Ayam ini adalah pendatangan ayam,
pemeliharaan serta pemanenan. Masing-masing tahap pelaksanaan kegiatan tersebut akan
dijelaskan sebagai berikut:
Tahap Pendatangan Ayam
Ayam didatangkan dari supplier menggunakan kendaraan Truk yang memiliki izin
pengangkutan dan dipastikan barang yang diangkut sesuai dengan aturan mengenai tonase
pengangkutan. Ayam yang didatangkan adalah anak ayam berumur 1 hari.
Tahap Pemeliharaan
Tahap pemeliharaan ini dilakukan didalam gudang pemeliharaan berukuran 1.368 m2.
Gudang pemeliharaan terdiri atas dua lantai, dimana masing-masing lantai memiliki
kapasitas pelihara sebanyak 18.000 ekor ayam, sehingga untuk satu gudang dapat
menampung 36.000 ekor ayam.

Gambar 6. Kondisi Gudang Pemeliharaan Ayam

10
DPLH Peternakan Ayam 2014
Pada tahap pemeliharaan ini tidak menimbulkan dampak bau karena gudang pemeliharaan
dilengkapi dengan fasilitas exhaust fan yang dilengkapi dengan cerobong setinggi 12 m
sehingga udara buangan tidak mengganggu lingkungan sekitar gudang. Dampak yang
mungkin ditimbulkan dari tahap pemeliharaan ini adalah timbulan limbah padat dari sekam
bekas media dan kotoran ayam. Sekam bekas dan kotoran ayam tersebut akan dikumpulkan
setelah seluruh ayam dipanen dan akan dilakukan penggantian sekam baru untuk
pemeliharaan ayam baru. Sekam bekas dan kotoran tersebut dikumpulkan dan dilakukan
penyimpanan pada gudang penyimpan sekam bekas sampai dilakukan pengambilan oleh
pihak ketiga untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Tahap Pemanenan
Tahap pemanenan dilakukan apabila ayam sudah siap untuk dijual (setelah melalui 35 hari
tahap pemeliharaan). Para konsumen akan datang dengan menggunakan kendaraannya
masing-masing kemudian para pekerja melakukan pemilihan, penimbangan serta
pemindahan ayam kedalam kendaraan konsumen (Gambar 7). Kendaraan yang biasanya
digunakan untuk pengangkutan ayam adalah Truk atau Pick up yang dilengkapi dengan
keranjang ayam (Gambar 8).

Gambar 7. Tahap Pemindahan Ayam Kedalam Kendaraan Pengangkut

Gambar 8. Kendaraan pengangkut ayam, a) Truk; b) Pick Up

10
DPLH Peternakan Ayam 2014
Tahap pelaksanaan usaha Peternakan Ayam ini secara sederhana disajikan dalam bentuk
diagram alir sebagai berikut (Gambar 9)

Pendatangan Ayam oleh supplier


(ayam berumur 1 hari)

Pemeliharaan Sekam bekas dan


(35 hari) kotoran ayam

Pemanenan Ayam

Pengangkutan oleh konsumen


Gambar 9. Diagram Alir Tahap Pelaksanaan Usaha Peternakan Ayam

Dari kegiatan Peternakan Ayam dihasilkan sampah domestik yang dihasilkan secara
langsung oleh para pekerja dengan besaran sampah yang dihasilkan adalah 3 kg/hari
dengan analisa sebagai berikut.
Berdasarkan SNI 19-3983-1995 tentang Spesifikasi Timbulan Sampah untuk Kota Kecil,
ditentukan jumlah sampah yang dihasilkan adalah 0,3 kg/orang/hari, maka:
Sampah domestik = 10 x 0,3 kg/orang/hari
= 3 kg/hari
Sampah domestik tersebut kemudian dikumpulkan dan dibakar pada lokasi kegiatan.

5.4. Kegiatan pendukung


Peternakan Ayam ini tidak melakukan kegiatan pendukung selain kegiatan pemeliharaan
ayam.

5.5. Kapasitas
Daya Tampung : Kapasitas penampungan ayam adalah 36.000 144.000 ekor.
Distribusi : Pemanenan dilakukan setiap 35 hari sekali dan didistribusikan ke
wilayah Jawa Timur.

5.6. Sarana penunjang


Sarana penunjang yang terdapat di lokasi kegiatan Peternakan Ayam ini antara lain kamar
mandi, musholla, kantor dan mess karyawan.

10
DPLH Peternakan Ayam 2014
5.7. Kesesuaian lokasi dengan tata ruang
Berdasarkan RTRW Kabupaten Lamongan Tahun 2011-2031, lokasi kegiatan Peternakan
Ayam berada pada Rencana Pola Ruang WP V dengan Rencana sebagai Kawasan Sawah
Tadah Hujan. Namun, mengingat kegiatan bertujuan untuk mendukung pemenuhan
kebutuhan pangan serta melakukan budidaya terhadap ternak, maka lokasi kegiatan telah
sesuai dengan RTRW Kabupaten Lamongan Tahun 2011- 2031.
Hasil overlay lokasi kegiatan dengan peta RTRW Kabupaten Lamongan tahun 2011-2031
dipresentasikan pada Gambar 10.

5.8. Perijinan yang dimiliki


Perijinan yang dimiliki oleh Peternakan Ayam adalah sebagai berikut:

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Kecil Nomor 2857/13.18/SIUP-K/VIII/2009.A


tanggal 19 Agustus 2009 oleh Kantor Perijinan Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Tanda Daftar Perusahaan Nomor 13.18.5.51.04909 tanggal 19 agustus 2009 oleh Kantor
Perijinan Pemerintah Kabupaten Lamongan.

5.9. Matrik Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)


Matrik Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Peternakan Ayam yang meliputi
matrik upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup
ditabulasikan secara berurutan pada bab selanjutnya.

10
DPLH Peternakan Ayam 2014
Gambar 10 Kesesuaian lokasi kegiatan dengan RTRW 2011-2031

10
MATRIK
DAFTAR PUSTAKA

KepMenKes RI No. 1405/MENKES/ SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan


Kerja Perkantoran dan Industri.

PerGub Jatim No. 10 Tahun 2009 tentang Baku Mutu Udara Ambien Dan Emisi Sumber
Tidak Bergerak Di Jawa Timur.

PerGub Jatim No. 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Industri Atau Kegiatan
Usaha Lainnya di Propinsi Jawa Timur.

PerMen PU No. 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran


Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.

PP No. 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis
Sampah Rumah Tangga.

SNI 19-3983-1995 tentang Spesifikasi Timbulan Sampah untuk Kota Kecil.


LAMPIRAN ADMINISTRASI