Anda di halaman 1dari 3

DASAR-DASAR ALIRAN FLUIDA

Tiga hal penting dalam alira fluida yaitu :

1. Prinsip kekekalan massa, dari mana dikembangkan persamaan kontinuitas


2. Prinsip energi kinetik, dari mana diturunkan persamaan-persamaan aliran
tertentu
3. Prinsip momentum, dari mana persamaan-persamaan yang menghitung
gaya-gaya dinamik yang dikerjakan oleh fluida yang mengalir bisa
ditentukan.

ALIRAN FLUIDA

Aliran satu dimensi yang sesungguhnya dari suatu fluida tak


kompresibel terjadi bila arah dan besar kecepatannya di semua titik sama.
Akan tetapi analisis aliran satu dimensi bisa diterima bila dimensi tunggalnya
ditentukan di sepanjang garis arus tengah dari aliran, dan bila kecepatan dan
percepatan yang tegak lurus pada garis tersebut dapat diabaikan. Dalam hal
ini, harga rata-rata dari kecepatan, percepatan dan ketinggian dianggap
menyatakan aliran sebagai suatu keseluruhan dan penyimpangan-
penyimpangan kecil bisa diabaikan.

Aliran dua dimensi terjadi bila partikel-partikel fluida bergerak dalam


bidang-bidang atau bidang-biadang yang sejajar dan pola-pola garis arusnya
sama di setiap bidang. Untuk suatu fluida ideal dimana tak ada tegangan geser
yang terjadi dan karenanya tidak ada torsi, gerakan rotasional dari partikel-
partikel fluida di sekitar pusat-pusat massanya sendiri tidak dapat terjadi.
Aliran seperti itu, yang dapat dinyatakan oleh suatu jarring (garis) aliran,
disebut aliran tak rotasional. Aliran rotasional yakni dimana kecepatan setiap
partikel berubah-ubah langsung sesuai jaraknya dari pusat putaran.
ALIRAN MANTAP

Aliran mantap terjadi bila kecepatan partikel suatu fluida yang


berurutan sama pada jangka waktu yang berurutan. Kecepatannya tetap
karena waktu atau berubah pada titik yang berbeda pada jarak. Aliran tak
mantap bila keadaan-keadaan di sembarang titik dalam fluida berubah
bersama waktu.

ALIRAN MERATA

Aliran merata terjadi bila besar dan arah kecepatannya tidak berubah
dari titik ke titik di dalam fluida. Aliran cairan dibawah tekanan melalui jalur-
jalur pipa yang panjang bergaris tengah tetap adalah aliran merata di bawah
baik aliran itu mantap ataupun aliran ataupun tak mantap. Aliran tak merata
terjadi bila kecepatan, kedalaman, tekanan, dan seterusnya berubah dari titik
ke titik dalam aliran fluida tersebut.

GARIS-GARIS ARUS

Garis-garis arus adalah kurva khayal yang ditarik melalui suatu fluida
untuk menunjukkan arah gerak di berbagai aliran dari sistem fluida. Sebuah
garis singgung di semabarang titik pada kurva menyatakan arah sesaat dari
kecepatan partikel fluida di titik itu. Arah rata-rata dari kecepatan dinyatakan
oleh garis-garis yang menyinggung garis-garis arus. Karena vektor
kecepatannya punya komponen nol yang tegak lurus ke garis arus, maka
jelaslah bahwa tidak akan bisa ada aliran yang memotong suatu garis arus
pada titik manapun.

TABUNG-TABUNG ARUS

Sebuah tabung arus menyatakan bagian dasar dari suatu fluida yang
mengalir dibatasi oleh sekelompok garis arus yang menyelubungi aliran. Jika
luas irisan penampang tabung arus cukup kecil, kecepatan titik tengah dari
sembarang irisan penampang bisa diambil sebagai kecepatan rata-rata untuk
irisan tersebut sebagai satu keseluruhan. Tabung arus akan menurunkan
persamaan kontinuitas untuk aliran tak kompresibel mantap satu dimensi.
PERSAMAAN KONTINUITAS

Persamaan kontinuitas merupakan hasil dari prinsip kekekalan massa


untuk aliran mantap, massa fluida yang melalui semua bagian dalam arus
fluida per satuan waktu adalah sama.

1 A1 V1 = 2 A2 V2 = konstan