Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

PRAKTIKUM KIMIA DASAR


ANALISA SODA ABU

Oleh
Nurul Hidayah
05031181419012
Teknologi Hasil Pertanian

LABORATORIUM KIMIA UMUM


LABORATORIUM DASAR BERSAMA
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2015
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Dasar Teori

Natrium karbonat dikenal juga dengan soda abu atau soda cuci. Rumus
kimianya Na2CO3. Na2CO3 adalah garam natrium dari asam karbonat yang
mudah larut dalam air. Natrium karbonat murni berwarna putih, bubuk tanpa
warna yang menyerap embun dari udara, mempunyai rasa alkalin/pahit, dan
membentuk larutan alkali yang kuat. Kandungan natrium karbonat dalam soda
abu sekitar 40-90% dan sisanya berisi garam-garam lain. Penentuan
kandungan natirum karbonat dilakukan dengan menitrasi soda abu dengan
larutan standar asam klorida. Soda abu termasuk jenis garam basa, karena
berasal dari soda kuat dan asam lemah. Karena itulah analisa soda abu
termasuk dalam titrasi asam basa, yaitu titrasi asidimetri. Titrasi terhadap basa
bebas atau larutan garam yang berasal dari asam lemah dengan larutan standar
asam.
Natrium karbonat memeiliki beberapa fungsi dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai pembersih kotoran, sifat natrium karbonat yang mampu mengikat
kotoran atau mencampur minyak dengan air membuat senyawa kimia ini
dijadikan sebagai pembersih kotoran. Beberapa produk yang dihasilkan dari
senyawa ini adalah deterjen, sampo dan sabun. Pembuatan kaca adalah salah
satu kegunaan penting dalam natrium karbonat. Dapat menjadi fluks untuk
silika, dengan menurunkan titik cair campuran ke sesuatu yang dapat diterima
tanpa material khusus. "Soda kaca" ini mudah larut dalam air, jadi kalsium
karbonat ditambah pada campuran yang belum mencair untuk menghasilkan
kaca yang diproduksi tidak mudah larut dalam air. Jenis kaca ini disebut kaca
soda kapur, "soda" untuk natrium karbonat dan "kapur" untuk kalsium
karbonat. Sodium karbonat atau natrium karbonat berguna dalam berbagai
industri sebagai bahan baku, antara lain: industri sabun, industri gula, industri
gelas, industri obat, industri kertas, industri tekstil, industri metalurgi, industri
keramik. Sodium karbonat atau soda abu dalam perdagangan perdagangan
lebih dikenal dengan istilah alkali.
Dalam mineralogi natrium karbonat mengkristal dengan air membentuk
tiga hidrasi yang berbeda: Natrium karbonat dekahidrat (natron), Natrium
karbonat heptahidrat dan Natrium karbonat monohidrat (termonatrit). Natrium
karbonat larut dalam air, dan terjadi secara alami di daerah kering terutama
daerah endapan material (batuan evaporit) yang terbentuk ketika danau
musiman menguap. Endapan dari natron telah ditambang dari dasar danau
kering di Mesir kuno saat natron digunakan untuk pemumian dan pembuatan
awal kaca. Dapat diekstrak dari abu-abu tanaman yang tumbuh di tanah yang
kaya natrium. Dapat disintesis dalam jumlah besar dari garam natrium klorida
dan batu kapur dengan metode Solvay. Dapat dibuat dengan proses Leblanc,
proses Solvay, proses Hou, dan lainnya. Bisa dibuat dengan memanaskan
natrium bikarbonat menghasilkan air dan karbon dioksida:
2NaHCO3 Na2CO3 + H2O + CO2

1.2 Tujuan

Menentukan Kandungan Natrium Karbonat dalam Cuplikan Soda Abu.


BAB 2
ISI

2.1 Prosedur Percobaan

1. Timbang sebanyak 1 gram cuplikan soda abu dan larutkan dengan


aquadest hingga volumenya 100 ml.
2. Ambil 10 ml dan tambahkan 2 3 tetes indikator PP.
3. Titrasi dengan menggunakan larutan standar HCL 0,1 N hingga terjadi
perubahan warna.

2.2 Hasil Percobaan

1. Data Hasil Percobaan


Nomor Skala Awal Skala Akhir V. HCL 0,1 M Keterangan
Titrasi 1 0 8,8 8,8 Bening
Titrasi 2 0 8,5 8,5 Bening
Titrasi 3 0 9 9 Bening
Volume rata-rata = 8,76 ml
2. Data Hasil Perhitungan
Diketahui:
V. Labu ukur = 100 ml
V. Titrasi (Na2CO3) = 10 m
V. HCL = 8,76 ml
N HCL = 0,1 N
BM. Na2CO3 = 106
Berat sampel = 1 gram
.
...12( 23)
.
% Na2CO3 = x 100%
( )

100
.8,76 .0,1 .12(106)
10
%Na2CO3 = x 100%
1000

%Na2CO3 = 46,428 %

2.3 Pembahasan
Pada Analisa Soda Abu atau disebut juga Natrium karbonat ( Na2CO3)
merupakan analisa yang menerapkan aplikasi titrasi asam basa. Dengan
larutan standar atau titran menggunakan HCL yang bersifat asam dan larutan
analit berupa Natrium karbonat bersifat basa, maka titrasi ini disebut juga
dengan titrasi asidimetri. Titrasi asidimetri merupakan titrasi terhadap basa
bebas atau larutan garam yang berasal dari asam lemah dengan larutan standar
asam. Pada mulanya soda abu ditimbang dengan menggunakan neraca analitik
sebanyak 1 gram dan larutkan dengan aquadest sebanyak 100 ml pada labu
ukur 100 ml. Larutan yang telah diencerkan tadi diambil sebanyak 10 ml dan
diteteskan 2-3 tetes indikator PP . Saat larutan diteteskan dengan indikator PP
(C20H14O4) maka larutan tersebut akan mengalami perubahan warna menjadi
ungu muda (gambar 1.1). Hal ini dikarenakan indikator PP akan bereaksi
dengan larutan yang bersifat basa sehingga membuat larutan tersebut berubah
warna menjadi ungu muda.
Larutan tadi dititrasi dengan menggunakan larutan standar bersifat asam,
yaitu HCL agar dapat bereaksi. Erlenmeyer pada saat dititrasi harus digoyah
secara perlahan, agar larutan Natrium karbonat dapat tercampur dengan
merata dengan HCL. Titik akhir dari titrasi ini ditandai dengan pengamatan
visual melalui perubahan warna menjadi bening(1.2) akibat pencampuran dari
indikator phenolptalin. Saat Natrium karbonat dan HCL dicampur akan
terbentuk sebuah reaksi, yaitu: Na2CO3 + 2HCL 2NaCL + H2O + CO2
sebenarnya H2O dan CO2 berasal dari asam karbonat yaitu H2CO3, namun
asam ini akan langsung terurai dan menjadi H2O dan CO2. Proses titrasi dapat
dilakukan secara berulang agar mendapatkan hasil yang akurat, setidaknya
larutan tadi dititrasi sebanyak 3 kali. Soda terbagi atas 3 macam, yaitu: soda
abu (Na2CO3), soda kue (NaHCO3) dan soda api (NaOH). Perbedaan antara
ketiga macam soda ini terletak pada penggunaannya, soda abu berguna dalam
industri keramik, kaca dan lainnya. Sedangkan soda kue digunakan sebagai
pelembut air dan pengembang kue. Dan soda api digunakan dalam pembuatan
sabun, sampo dan lainnya. Menurut teorinya kandungan natrium karbonat
dalam soda abu berkisar 40-90%. Pada percobaan dapat diketahui kandungan
natrium karbonat dalam soda abu sebesar 46,428%.
BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Analisa soda abu menggunakan aplikasi dari titrasi asam basa.


2.Titrasi yang menggunakan larutan standar yang bersifat asam dan larutan
analit yang bersifat basa disebut titrasi asidimetri.
3. Kandungan natrium karbonat dalam cuplikan soda abu dapat ditentukan
dengan metode titrasi.
4. Kandungan natrium karbonat dalam soda abu berkisar antara 40-90%.
5. Titik akhir titrasi pada analisa soda abu di tandai dengan perubahan
warna pada analit menjadi bening.
6. Asam karbonat yang dihasilkan akibat reaksi pencampuran Na2CO3
dan HCL membentuk H2O dan CO2.
7. Reaksi saat pencampuran natrium karbonat dan HCL, yaitu:
Na2CO3 + 2HCL 2NaCL + H2O + CO2
8. Soda terbagi 3, soda abu (Na2CO3), soda kue (NaHCO3) dan soda api
(NaOH).
9. Natrium karbonat dapat dibuat dari proses Leblanc, proses Solvay dan
proses Hou.
10. Natrium bikarbonat yang dipanaskan akan menghasilkan natrium
karbonat, air dan karbon diokasida.
DAFTAR PUSTAKA

Wikipedia. 2015. Natrium Bikarbonat. Online:


https://id.wikipedia.org/wiki/Natrium_bikarbonat. Diakses 09 Juli
2015.
Wikipedia. 2015. Natrium Karbonat. Online:
https://id.wikipedia.org/wiki/Natrium_karbonat. Diakses 09 Juli 2015.
Ginting, Tjurmin. 2014. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Universitas Sriwijaya:
Indralaya.
LAMPIRAN

Gambar 1.1

Gambar 1.2