Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pusat Kesehatan Masyarakat atau biasa disingkat puskesmas merupakan suatu kesatuan
organisasi fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga
membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan kesehatan secara
menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.
Puskesmas berperan sebagai pusat pelayanan kesehatan strata pertama menyelenggarakan
kegiatan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu, dan
berkesinambungan, yang meliputi pelayanan kesehatan perorang (private goods) dan
pelayanan kesehatan masyarakat (public goods). Dengan kata lain, puskesmas merupakan
lembaga kesehatan yang menjangkau masyarakat di wilayah terkecil.
Dalam melaksanakan perannya di masyarakat tersebut, puskesmas tidak berdiri sendiri.
Puskesmas dibantu dengan adanya Puskesmas Pembantu, yaitu unit pelayanan kesehatan
berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan
puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil, dan juga dengan adanya Puskesmas
Keliling yaitu unit pelayanan kesehatan keliling yang dilengkapi dengan kendaraan bermotor
dan peralatan kesehatan, peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga yang berasal dari
puskesmas yang berfungsi memberi pelayanan kesehatan kepada daerah terpencil.
Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya merupakan puskesmas yang bertugas melaksanakan
pelayanan kesehatan masyarakat maupun pelayanan kesehatan medis di wilayah kelurahan
Malaka Jaya. Dengan kata lain puskesmas tersebut mempunyai wewenang dan tanggung jawab
atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah Kelurahan Malaka Jaya, yang
merupakan kelurahan dengan luas wilayah terkecil di kecamatan Duren Sawit.

1. Profil Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya

Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya terletak di kecamatan Duren Sawit. Puskesmas


tersebut terletak di Jl. Teratai Putih Raya No. 1 RT. 008, RW. 06, Kec. Duren Sawit, Kel.
Malaka Jaya, Jakarta timur 13460. Kelurahan tersebut merupakan kelurahan dengan luas
terkecil di kecamatan Duren Sawit dengan luas 98,18 Ha. Kelurahan Malaka Jaya memiliki
134 RT dan 13 RW.

1
Batas Wilayah
Tabel 1.1. Batas Wilayah Kelurahan Malaka Jaya

Demografi
Jumlah penduduk di kelurahan Malaka Jaya adalah sebanyak 36,381 jiwa, dengan laki-
laki sebanyak 17,851 jiwa dan perempuan sebanyak 18,530 jiwa serta terdapat 12,106 kepala
keluarga.

2
Tabel 2.2. Penyebaran Penduduk Berdasarkan Usia di Kelurahan Malaka Jaya

Program
Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya memiliki 20 program, yaitu:

1. BP umum
2. BP paru dan kusta ( P2ML)
3. BP Gigi
4. BP KIA
5. BP KB
6. MTBS
7. Kamar Obat
8. UKS
9. UKGS
10. RW siaga
11. CHN
12. Posyandu Balita
13. Posyandu Lansia
14. Kesling
15. P2M DBD
16. PTM
17. Gizi
18. PKPR

3
19. Surveilens
20. Posbindu PTM

Program yang akan penulis bahas lebih lanjut dalam makalah ini adalah program kamar
obat yang terdapat pada Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya.

B. KAMAR OBAT
Pelayanan kefarmasian pada saat ini telah berubah paradigmanya dari orientasi obat
kepada pasien yang mengacu pada asuhan kefarmasian (Pharmaceutical Care). Sebagai
konsekuensi perubahan orientasi tersebut, apoteker/asisten apoteker sebagai tenaga farmasi
dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku agar dapat berinteraksi
langsung dengan pasien.
Pelayanan kefarmasian meliputi pengelolaan sumber daya (SDM, sarana prasarana,
sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan serta administrasi) dan pelayanan farmasi klinik
(penerimaan resep, peracikan obat, penyerahan obat, informasi obat dan
pencatatan/penyimpanan resep) dengan memanfaatkan tenaga, dana, prasarana, sarana dan
metode tatalaksana yang sesuai dalam upaya mencapai tujuan yang ditetapkan.
Kamar obat Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya bertujuan sebagai suatu program yang
mampu mengelola penerimaan dan penyimpanan obat serta penyerahan obat berdasarkan resep
dokter. Dalam menyerahkan obat berdasarkan resep dokter, kamar obat Puskesmas Kelurahan
Malaka Jaya mempunyai tujuan agar apoteker/asisten apoteker yang bertugas juga mampu
untuk tidak hanya sebatas membaca resep, namun juga melakukan pengecekan atas
kelengkapan penulisan resep dan kerasionalan obat yang diberikan. Selain itu, kamar obat
Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya juga ingin menjadi suatu program yang mempunyai sistem
administrasi yang tersusun dengan baik, sehingga semua pencatatan yang berkaitan dengan
kegiatan di kamar obat mulai dari penerimaan obat, penyimpanan obat, resep yang diterima
setiap harinya, jumlah kunjungan setiap harinya, dan perencanaan tahunan dapat dilakukan
dengan baik.

4
BAB II
HASIL EVALUASI PROGRAM

A. INPUT
1. Sumber Daya Manusia
Kamar obat di Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya hanya memiliki 1 orang petugas
yaitu Ratri Rifiana, Amd Far, yang juga menjadi seorang penanggung jawab program tersebut.
Selain menjadi penanggung jawab program kamar obat, Ibu Ratri Rifiana juga menjabat
menjadi penanggung jawab gudang obat dan wakil manajemen Puskesmas Kelurahan Malaka
Jaya.
Dalam melaksanakan kegiatan di kamar obat sehari-hari, Ibu Ratri Rifiana didampingi
oleh 1-2 orang mahasiswi kefarmasian yang sedang melakukan kegiatan magang di puskesmas
tersebut. Selain itu, Ibu Ratri Rifiana juga kerap dibantu oleh petugas dari program atau bagian
lain yang sedang tidak ada kegiatan. Pada akhirnya, Ibu Ratri Rifiana dapat dibantu oleh 2-3
orang setiap harinya.

2. Metode dan Perencanaan Kegiatan


Dalam merencanakan kegiatan dan standar pelayanan di kamar obat, Puskesmas
Kelurahan Malaka Jaya merancang sebuah rencana mutu pelayanan kamar obat, yaitu:

Tabel 2.1. Rencana Mutu Pelayanan Kamar Obat Puskesmas Kel. Malaka Jaya
No Proses Parameter Standar Verifikasi Peralatan Penanggu
Proses ng jawab
1 Menerima Resep harus Pasien Semua Kertas Petugas
resep dari jelas dan meletakkan pasien resep dan obat
pasien lengkap resep pada memahami tempat
kotak resep cara resep
yang telah meletakkan
disediakan resep
dengan rapi
dan benar

5
2 Penulisan Penulisan Ditulis sesuai Ketepatan Kertas Petugas
etiket obat etiket obat signa dari penulisan etiket obat
resep dokter resep (etiket
sudah tertulis
nama,
tanggal,
aturan
minum)
3 Mengisi Higienitas Jenis dan Jenis dan Plastik obat Petugas
obat petugas jumlah obat jumlah obat Kertas obat
sesuai dengan telah sesuai puyer
persediaan dengan ATK
obat yang ada persediaan
atas petunjuk yang ada.
dokter. Petugas
Petugas bertugas
memakai dalam
pakaian bersih kondisi
dan seragam bersih.
lengkap.
4 Menyerahka Pemanggilan Pasien Pasien telah Microphon Petugas
n obat ke nama pasien menerima obat menerima e obat
pasien sesuai nomor dari petugas obat sesuai
dan nama yang kamar obat resep
tertera di resep
5 Pencacatan Resep obat Petugas Petugas obat Buku Petugas
di buku mengisi buku telah register dan obat
register register secara memahami ATK
benar dan mencatat
lengkap kunjungan
pasien
puskesmas

6
yang dapat
resep
6 Layanan Sikap petugas - empati dan - tidak ada Etiket, Petugas
fasilitas obat ramah pelanggan plastik obat
kamar obat - sesuai dengan yang obat,
resep dokter komplain lumping
- sesuai dengan karena mortar,
permintaan kurang kertas
resep empati dan puyer,
- pakaian ketidakramah ATK
bersih dan an
berseragam - ketepatan
lengkap obat yang
- tidak berdebu diberikan
dan tertata rapi - ketepatan
penulisan
etiket
- petugas
bertugas
dengan
kondisi
bersih
- semua
sarana dan
prasarana
tidak berdebu
dan tertata
rapi

Tabel rencana mutu tersebut menjelaskan langkah-langkah kegiatan di kamar obat yang
harus dilaksanakan oleh petugas. Kegiatan di kamar obat dimulai dari penerimaan resep. Resep
yang diterima kemudian harus dilakukan pengecekan, apakah penulisan resep tersebut sudah
lengkap dan jelas. Setelah resep yang diterima sudah lengkap dan jelas, maka selanjutnya

7
petugas akan melanjutkan kegiatan dengan mengisi etiket obat sesuai dengan signa yang
tertulis di resep obat, yaitu berkaitan dengan jumlah obat yang diminum setiap harinya dan
setiap kalinya, kapan obat harus diminum, serta penulisan nama pasien dan tanggal. Setelah
etiket obat telah diisi dengan lengkap, petugas kemudian akan memasukkan obat-obat yang
diminta ke dalam suatu plastic kecil bersamaan dengan etiketnya. Petugas kemudian akan
memanggil pasien sesuai dengan nomor urut antriannya, dan menyerahkan obat kepada pasien
disertai pemberian informasi mengenai obat yang diberikan tersebut. Petugas selanjutnya akan
melakukan pencatatan sehingga pada akhirnya program kamar obat akan mempunyai data
mengenai kunjungan pasien dan obat-obat yang diberikan.

3. Anggaran dan Penerimaan Obat


Kamar obat Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya tidak pernah membuat perencanaan
mengenai anggaran untuk stok obat. Hal ini dikarenakan pihak puskesmas kelurahan setiap
tahunnya rutin mendapatkan stok obat dan alat kesehatan sekali pakai dari kecamatan. Selama
tahun 2016, Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya menerima sebanyak 213.240 jumlah obat,
terdiri atas 258 jenis obat dan 9 vaksin. Selain itu, Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya juga
menerima stok obat untuk poli gigi dengan jumlah 211 obat pada tahun 2016. Alat kesehatan
sekali pakai yang diterima Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya pada tahun 2016 adalah
sebanyak 1.167, terdiri dari 10 jenis alat kesehatan. (Tabel penerimaan obat terlampir.)

B. PROSES
Kegiatan di kamar obat Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya berlangsung sejak pukul
07.30 16.00 setiap hari Senin Jumat. Pada pelaksanaannya, Ibu Ratri Rifiana selaku
penanggung jawab program kamar obat kerap dibantu oleh 1-2 orang mahasiswi kefarmasian
yang sedang magang di puskesmas tersebut. Selain itu, petugas dari program atau bagian lain
yang sedang tidak ada kegiatan juga turut membantu proses kegiatan di kamar obat.
Alur pelayanan di kamar obat adalah setelah pasien menerima resep dari dokter atau
bidan di poli, pasien membawa resep tersebut ke loket kamar obat dan kemudian meletakkan
resepnya pada sebuah kotak yang sudah disediakan. Pasien kemudian akan duduk menunggu
di kursi tunggu yang sudah disediakan di depan kamar obat. Pasien akan menunggu petugas
kamar obat membaca resepnya, memasukkan obat-obat yang diresepkan ke dalam plastik
bersamaan dengan etiketnya, dan memanggil pasien untuk menyerahkan obat.

8
Oleh karena sistem administrasi dan pendataan yang masih kurang baik, data kunjungan
pasien yang menerima resep di kamar obat untuk setiap harinya kurang terdata dengan baik.
Sementara untuk jumlah kunjungan per bulan dan per tahun sudah terdata dengan baik. Selama
tahun 2016, kamar obat menerima kunjungan sebanyak 34.093 pasien. Dari data kunjungan
setiap bulannya selama tahun 2016, diperoleh rata-rata kunjungan per bulannya sebanyak 2.841
pasien, dengan bulan Maret sebagai bulan dengan kunjungan terbanyak yaitu sebanyak 3.326
pasien.
Untuk jumlah penggunaan obat, kamar obat Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya setiap
tahunnya membuat daftar pemakaian 20 obat terbanyak, sebagai berikut:

Tabel 2.2. Pemakaian 20 Obat Terbanyak tahun 2016 di Puskesmas Kel. Malaka Jaya
No Nama Obat Total Pemakaian
2016
1 Amoksisilin kaplet 500 mg 120,248
2 Paracetamol tablet 500 mg 115,730
3 Kloraniramina mealeat (CTM) tablet 4 mg 96,702
4 Gliseril Gualakolat tablet 100 mg 73,662
5 Vitamin B Kompleks tablet 61,057
6 Deksametason tablet 0,5 mg 56,138
7 Antasida DOEN I tablet kunyah, kombinasi :Aluminium
48,020
Hidroksida 200 mg + Magnesium Hidroksida 200 mg
8 Prednison tablet 5 mg 42,932
9 Asam Askorbat (vitamin C) tablet 50 mg 36,934
10 Kalsium Laktat (Kalk) tablet 500 mg 25,571
11 Vitamin B12 50 mcg tablet 25,486
12 Cefadroxyl 500 mg 23,223
13 Ambroxol tab 20,843
14 Tiamin (vitamin B1) tablet 50 mg (HCL/Nitrat) 19,822
15 Piroksikam 20 mg 19,145
16 Kotrimosazol DOEN I (dewasa) Kombinasi :
17,165
Sulfametoksazol 400 mg, Trimetoprim 80 mg
17 Piridoksin (Vitamin B6) tablet 10 mg (HCL) 16,881
18 Amlodipin 5 mg 15,358

9
19 Simvastatin 10mg 15,246
20 Ferro Folat ( Tablet tambah darah ) 15,221

C. OUTPUT
Kamar obat Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya, seperti yang sudah dijelaskan di Bab
I, mempunyai tujuan yaitu sebagai suatu program yang bertanggung jawab dalam mengelola
penerimaan dan penyimpanan obat, serta penyerahan obat berdasarkan resep dokter. Dalam hal
penerimaan obat, expired date obat-obatan tersebut tentu menjadi hal utama yang diperhatikan.
Dalam laporan sasaran mutu pada tahun 2016 di Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya,
penerimaan obat dengan expired date lebih dari 6 bulan dari saat diterima mencapai 100%. Hal
tersebut menunjukkan bahwa tidak ada obat yang expired saat proses penerimaan pada tahun
2016.
Dalam menyerahkan obat dan memberikan informasi obat kepada pasien, tentu
pelayanan yang baik juga menjadi tujuan petugas kamar obat, seperti pada poin 6 Rencana
Mutu pelayanan kamar obat yang sudah dijelaskan di Bab II. Dalam hal pelayanan yang baik,
cepatnya pelayanan petugas kamar obat terhadap pasien yang menunggu menjadi salah satu
indikator yang dinilai oleh pihak puskesmas. Dari laporan sasaran mutu pada tahun 2016
mengenai pelayanan kamar obat yang dinilai melalui waktu tunggu pasien kurang dari 10 menit
dan kurang dari 15 menit, keduanya mencapai angka realisasi sebesar 100%. Hal tersebut
menunjukkan bahwa tidak ada pasien yang menunggu lebih dari waktu tersebut.
Selain tujuan diatas, kamar obat Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya juga mempunyai
tujuan menjadi sebuah program yang mempunyai sistem administrasi yang tersusun dengan
baik, sehingga semua pencatatan yang berkaitan dengan kegiatan di kamar obat mulai dari
penerimaan obat, penyimpanan obat, resep yang diterima setiap harinya, jumlah kunjungan
setiap harinya, dan perencanaan tahunan dapat dilakukan dengan baik. Hal ini nampak kurang
terlaksana dengan baik. Kamar obat di puskesmas tersebut kurang mempunyai sistem
administrasi dan pendataan yang rapi. Data-data yang mereka miliki tidak tersusun dan
tersimpan dengan rapi. Sebagai contoh, mereka tidak memiliki catatan mengenai jumlah
kunjungan pasien per harinya. Meskipun mereka memiliki data jumlah kunjungan per bulan di
dalam laporan penerimaan obat, data tersebut pun tidak tersimpan dengan rapi. Penanggung
jawab kamar obat harus menanyakan kembali keberadaan data tersebut kepada Kepala
Puskesmas.

10
BAB III
PEMBAHASAN

Berdasarkan data input, proses, dan output program kamar obat Puskesmas Kelurahan
Malaka Jaya, didapatkan data-data berikut:
Sumber daya manusia yang tetap di kamar obat hanya satu orang, yaitu seorang ahli
madya farmasi yang juga menjadi penanggung jawab gudang obat dan wakil manajemen
Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya. Meskipun pada pelaksanaannya terdapat sekitar 2-3 orang
yang turut serta membantu berlangsungnya kegiatan di kamar obat, pertanggung jawaban atas
pendataan program kamar obat menjadi terganggu. Sistem administrasi dan pendataan di kamar
obat nampak kurang tersusun dengan rapi meskipun mereka sudah memiliki sistem pendataan
komputer tersendiri di dalam kamar obat, seperti pada pendataan kunjungan pasien per hari
yang tidak tersimpan dengan jelas. Data penerimaan obat per tahun juga tidak tersimpan
dengan rapi, padahal mereka sudah mempunyai komputer sendiri di kamar obat sehingga
seharusnya semua pendataan tersusun dan tersimpan dengan rapi di dalam sistem administrasi
mereka. Selain itu, mengacu pada Peraturan Mentri Kesehatan no. 30 tahun 2014 tentang
Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, pada pasal 1 disebutkan bahwa seorang ahli
madya farmasi adalah merupakan seorang tenaga teknis kefarmasian yaitu seseorang yang
bertugas membantu apoteker dalam pelayanan kefarmasian. Sehingga seharusnya puskesmas
juga memiliki seorang apoteker, yaitu seorang sarjana farmasi yang telah lulus sebagai
apoteker, sebagai SDM utama di program kamar obat. Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya
nampak sangat kekurangan SDM, cukup banyak orang yang menjadi penanggung jawab lebih
dari satu program di saat yang bersamaan. Hal tersebut sangat berpengaruh pada sistem
administrasi dan proses pendataan serta pertanggung jawaban atas data-data tersebut.
Meskipun pihak puskesmas telah membuat suatu rencana mutu pelayanan, namun pada
akhirnya yang menjadi parameter keberhasilan pelayanan hanya dilihat berdasarkan lama
menunggu pasien. Sedangkan kepuasan pasien dengan pelayanan petugas kamar obat tidak
begitu diperhatikan. Kamar obat Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya memang memiliki kotak
saran sehingga seharusnya pasien dapat memberikan pendapatnya apakah mereka puas atau
tidak terhadap pelayanan di kamar obat. Namun, penggunaan kotak saran tersebut tidak
berjalan dengan baik. Kotak saran tersebut seringkali terlihat kosong.

11
Pasokan obat yang diterima oleh pihak Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya juga tidak
mengalami kendala, jika melihat data-data yang diperoleh. Selama tahun 2016, penerimaan
obat dengan expired date lebih dari atau sama dengan 6 bulan dari saat diterima, mencapai
100% dalam pelaksanaannya, dengan target awal sebesar 90%. Data tersebut menunjukkan
bahwa selamatahun 2016, Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya tidak menerima satupun obat
yang expired. Hal tersebut juga terlihat dari data penerimaan obat pada tahun 2016, dimana
tidak terlihat adanya obat-obatan ataupun alat kesehatan yang perlu dikembalikan kepada pihak
kecamatan. Sehingga, pada tahun 2016, Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya menerima
sebanyak 213.240 obat dan 1.167 alat kesehatan sekali pakai dalam kondisi yang layak.

12
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya memiliki 20 program, salah satu diantaranya adalah
kamar obat yang tidak hanya bertujuan untuk menjadi suatu program yang mampu bertanggung
jawab terhadap penerimaan, penyimpanan, dan penyerahan obat sesuai dengan resep dokter,
tetapi juga menjadi suatu program yang mampu melakukan segala proses administrasi dan
pencatatan dengan baik mengenai penerimaan dan penyimpanan obat, jumlah kunjungan, dan
pemakaian obat. Dalam pelaksanaannya, proses pencatatan tersebut kurang berjalan dengan
baik berhubungan dengan kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki.
Penilaian keberhasilan pelayanan kamar obat seperti yang sudah direncanakan dalam
rencana mutu juga kurang terukur dengan baik. Tingkat keberhasilan pelayanan hanya dinilai
berdasarkan lama menunggu pasien, namun kepuasan pasien yang seharusnya dapat
disimpulkan melalui angket dalam kotak saran tidak dapat dilihat dikarenakan fungsi kotak
saran tersebut kurang berjalan dengan baik.

B. SARAN

1. Meningkatkan sumber daya manusia tidak hanya untuk program kamar obat, tetapi
seluruh bagian dan program di Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya agar dapat
memperlancar proses kegiatan dan memperbaiki sistem administrasi dan pendataan.
2. Menjalankan sistem angket melalui kotak saran di kamar obat agar dapat menilai
tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kamar obat.
3. Memanfaatkan tersedianya komputer di kamar obat sebagai tempat pendataan dan
penyimpanan semua data yang dimiliki oleh kamar obat sehingga semua data dapat
tersimpan dengan rapi dan dapat dijadikan bahan evaluasi setiap tahunnya.

13