Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN HASIL PELAKSANAAN PENYULUHAN

KESEHATAN REPRODUKSI
PADA SISWA-SISWI SMP PAWYATAN DAHA 2 KOTA
KEDIRI

DISUSUN OLEH:
1. Feby Fajar Rianatasari (1211B0091)
2. Fentri Novia A (1211B0092)
3. Hakim Tobroni HR (1211B0093)
4. Hendri Pratama (1211B0095)
5. Samuel Kaka (1211B0121)
6. Sefrianus Oe Leu (1211B0122)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SURYA MITRA HUSADA
KEDIRI
2013

LAPORAN HASIL PELAKSANAAN PENYULUHAN


KESEHATAN REPRODUKSI
DI SMP PAWYATAN DAHA 2 KOTA KEDIRI

A. Persiapan
Dalam mempersiapkan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang Kesehatan
Reproduksi pada hari Sabtu, 11 Mei 2013, mahasiswa STIKes Surya Mitra
Husada pertama sekali meminta izin kepada Kepala Sekolah SMP Pawyatan Daha
2 Kediri dan Wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan dengan membawa surat
pengantar dari Fakultas Keperawatan, kemudian mengkonfirmasi dengan bagian
Kurikulum untuk mengatur jadwal dan mengundang siswa-siswi kelas IX sebagai
peserta penyuluhan.
Pada hari Kamis, 9 Mei 2013 mahasiswa mempersiapkan materi dan
media yang akan digunakan pada penyuluhan. Media yang digunakan adalah
leaflet, dan laptop. Mahasiswa mengkonfirmasi kepada pihak sekolah untuk
menggunakan LCD milik sekolah. Pihak sekolah memberi izin menggunakan
LCD sekolah untuk penyuluhan. Dalam mempersiapkan materi penyuluhan
mahasiswa terlebih dahulu mengkonsulkan proposal penyuluhan kepada dosen
yang bersangkutan. Materi yang telah disusun dalam pre planning yaitu
menjelaskan defenisi dari kesehatan reproduksi, menjelaskan anatomi organ
reproduksi, dan bagaimana cara menjaga kesehatan reproduksi.

B. Pelaksanaan
Kegiatan penyuluhan ini dilakukan pada hari Sabtu, 11 Mei 2013, pukul
08.20-09.00 WIB, bertempat di Ruang Multimedia SMP Pawyatan Daha 2.
Adapun kepanitiaan dalam penyuluhan ini, yaitu:
Pelaksanaan penyuluhan kesehatan jiwa remaja diawali dengan
mengumpulkan para siswa kelas IX di ruang Multimedia SMP Pawyatan Daha 2.
Pelaksanaan penyuluhan Kesehatan Reproduksi oleh mahasiswa program S1
Keperawatan STIKes Surya Mitra Husada berlangsung dengan lancar. Peserta
penyuluhan pun mengikuti dengan antusias. Jumlah peserta penyuluhan melebihi
dari target awal karena ketertarikan remaja mengikuti penyuluhan dimana target
awal jumlah peserta 30 orang namun saat penyuluhan berlangsung jumlah peserta
ada 35 orang. Semua peserta mengikuti dengan baik dan antusias. Bukan hanya
siswa, bapak dan ibu guru pendamping yang mengajar biologi SMP Pawyatan
Daha 2 Kota Kediri juga mengikuti penyuluhan hingga akhir. Kegiatan ini
memberikan respon yang positif bagi siswa/siswi SMP Pawyatan Daha 2 Kota
Kediri untuk selalu menjaga kesehatan jiwa remaja sejak dini.
Selama kegiatan penyuluhan berlangsung peserta mengikuti dan
memperhatikan penyuluhan dengan baik. Dalam kegiatan ini dilakukan 3 sesi
yaitu pendahuluan, penyajian materi dan penutup. Materi disampaikan dengan
baik dan pertanyaan dari peserta dijawab siswa dengan baik.

C. Evaluasi
Kegiatan penyuluhan ini berlangsung dengan baik dan lancar. Hal ini
dibuktikan dengan peserta penyuluhan mengikuti dengan antusias memperhatikan
penyuluhan dari mahasiswa program Keperawatan STIKes Surya Mitra Huasada.
Beberapa siswa kelas IX mengajukan pertanyaaan diakhir penyuluhan dan ketika
penyuluh memberi pertanyaan peserta menjawab dengan baik.

1. Evaluasi Struktur
Kegiatan dilaksanakan dilakukan di ruangan tertutup yaitu ruangan belajar,
tepatnya di di Ruang Multimedia SMP Pawyatan Daha 2. Kegiatan dimulai pukul
08.00 wib dan diakhiri pukul 10.00wib. Semua alat yang dibutuhkan tersedia dan
tidak ada kendala. Pembukaan berlangsung selama 10 menit, penyampaian materi
selama 30 menit dan penutup selama 10 menit. Peserta penyuluhan yang
mengikuti ada 35 orang yang terdiri dari para siswa kelas VIII. Media yang
digunakan berupa LCD, leaflet dan pengeras suara.
2. Evaluasi Proses
Semua peserta penyuluhan mengikuti dengan antusias, hal ini terlihat saat
di awal penyuluhan semua peserta mengikuti arahan dari penyuluh. Saat penyuluh
diberi pertanyaan, beberapa siswa kelas IX mencoba menjawab dengan baik. Saat
penyuluhan ada 80% peserta siap menerima penyuluhan, 70% peserta memberi
respon, 10% peserta mengajukan pertanyaan tentang akibat Tidak Menjaga
Kesehatan Reproduksi.

3. Evaluasi Hasil
Diakhir penyuluhan 80% peserta di rasa mengerti tentang materi yang
telah disampaikan yaitu tentang kesehatan reproduksi dan penyakit kelamin
akibat tidak menjaga kesehatan reproduksi, anatomi dan fisiologi alat kelamin pria
dan wanita, macam-macam penyakit kelamin dan penyebabnya, faktor risiko
penyebab penyakit kelamin pada remaja, tanda dan gejala infeksi kelamin serta
pencegahan penyakit kelamin.

D. KESIMPULAN DAN SARAN


1. Kesimpulan
Kesehatan reproduksi menurut WHO adalah suatu keadaan fisik, mental
dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam
segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta
prosesnya.Definisi kesehatan reproduksi menurut hasil ICPD 1994 di
Kairo adalah keadaan sempurna fisik, mental dan kesejahteraan sosial dan tidak
semata-mata ketiadaan penyakit atau kelemahan, dalam segala hal yang berkaitan
dengan sistem reproduksi dan fungsi dan proses.
Pengertian kesehatan reproduksi ini mencakup tentang hal-hal sebagai
berikut:
1) Hak seseorang untuk dapat memperoleh kehidupan seksual yang aman
dan memuaskan serta mempunyai kapasitas untuk bereproduksi;
2) Kebebasan untuk memutuskan bilamana atau seberapa banyak
melakukannya;
3) Hak dari laki-laki dan perempuan untuk memperoleh informasi serta
memperoleh aksebilitas yang aman, efektif, terjangkau baik secara ekonomi
maupun kultural;
4) Hak untuk mendapatkan tingkat pelayanan kesehatan yang memadai
sehingga perempuan mempunyai kesempatan untuk menjalani proses kehamilan
secara aman.Secara garis besar dapat dikelompokkan empat golongan faktor yang
dapat berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi yaitu :

1. Faktor sosial-ekonomi dan demografi (terutama kemiskinan, tingkat


pendidikan yang rendah, dan ketidaktahuan tentang perkembangan seksual dan
proses reproduksi, serta lokasi tempat tinggal yang terpencil).
2. Faktor budaya dan lingkungan (misalnya, praktek tradisional yang
berdampak buruk pada kesehatan reproduksi, kepercayaan banyak anak banyak
rejeki, informasi tentang fungsi reproduksi yang membingungkan anak dan remaja
karena saling berlawanan satu dengan yang lain, dsb).
3. Faktor psikologis (dampak pada keretakan orang tua pada remaja,
depresi karena ketidakseimbangan hormonal, rasa tidak berharga wanita pada pria
yang membeli kebebasannya secara materi, dsb).
4. Faktor biologis (cacat sejak lahir, cacat pada saluran reproduksi pasca
penyakit seksual menular dsb).
Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan baik. Hal ini dibuktikan dari
respon positif, antusias dan ketertarikan para siswa kelas VIII di SMP Pawyatan
Daha 2 Kediri mendengar penyuluhan Infeksi Kesehatan Reproduksi Remajaa.
2. Saran
Bagi penyuluhan berikutnya disarankan agar mengadakan penyuluhan
tentang Infeksi Menular Seksual yang prevalensi pengetahuan remajanya akan
Infeksi Menular Seksual masih minim.