Anda di halaman 1dari 9

TUGAS STRUKTUR BENDUNGAN

SEPULUH INFORMASI MENGENAI BENDUNGAN


DI DUNIA

Disusun Oleh:
IRFAN RIZALLI (14410030)

UNIVERSITAS MERDEKA MALANG


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN SIPIL
2017
LIMA BENDUNGAN DI LUAR INDONESIA

1. Bendungan Akosombo

Bendungan Akosombo terletak di Ghana, merupakan bendungan terbesar ketiga


berdasarkan kapasitas penyimpanan airnya. Dibangun di Sungai Volta, bendungan
menciptakan 8500 km2 Danau Volta, yang merupakan waduk terluas di dunia dengan
volume tampungan 144 miliar m3 air. Bendungan ini memiliki panjang puncak sekitar
700 m dan tinggi 134 m, dan melibatkan 12 juta m3 penggalian permukaan.
Bendungan ini dibangun tahun 1961-1966 dan difungsikan untuk keperluan
pembangkit listrik dengan enam unit generator turbo berkapasitas 128.000 kW, juga
dimanfaatkan oleh 300.000 warga sekitar untuk perikanan. Volta River Authority
memiliki bendungan dan IMPREGILO-Italia adalah kontraktor konstruksi utama.
Biaya pembangunan bendungan ini lebih dari 500 juta cedis(setara dengan Rp 5,5
triliun). Pembiayaan Bendungan ini didanai oleh aliansi investor dari Amerika Serikat,
Inggris dan International Bank rekonstruksi dan pembangunan, lembaga Bank Dunia.
2. Bendungan Kariba

Bendungan Kariba adalah bendungan terbesar di dunia berdasarkan kapasitas


penyimpanan airnya. Terletak di bekas Kariwa (Kariba) Gorge, bendungan ini
memiliki kapasitas penyimpanan 185 miliar m3 air dan luas permukaan 5.580 km2.
Danau Kariba memiliki panjang 280 km dan 32 km lebar di bagian terlebar.
Bendungan ini dibangun tahun 1955-1959 dan dirancang dengan banjir kala ulang
10.000 tahun. Bendungan ini memiliki tinggi 128 m, panjang 617 m, dan dibangun
menggunakan 1.036.000 m3 beton. Pada bendungan ini terdapat dua stasiun
pembangkit listrik gabungan 1.470 MW, yang merupakan sekitar 60% dari output
tenaga air untuk Zambia dan Zimbabwe.

3. Bendungan Aswan
Bendungan Aswan adalah bendungan yang terletak di kota Aswan, Mesir. Kota
Aswan adalah kota di katarak sungai Nil di Mesir. Dua dam membendung sungai
pada titik ini: Bendungan Tinggi Aswan (bahasa Arab ; alih aksara: as-Sad al-
Aly) yang lebih baru dan Bendungan Aswan yang lama atau Bendungan Rendah
Aswan.

4. Bendungan Hoover

Bendungan Hoover adalah bendungan di Black Canyon sungai Colorado, di


perbatasan antara negara bagian Arizona dan Nevada. Ketika konstruksinya selsai
tahun 1935, bendungan ini adalah fasilitas produsen listrik terbesar di dunia dan
struktur terbesar di dunia. Posisinya dilewati oleh Bendungan Grand Coulee tahun
1945.

5. Bendungan Bureya
Bendungan Bureya adalah bendungan terbesar di Timur Jauh Rusia dan merupakan
salah satu dari sepuluh bendungan terkuat di Rusia. Bendungan ini merupakan milik
RusHydro. Bendungan Bureya terletak di Sungai Bureya di wilayah Amur.
Bendungan ini memiliki kapasitas 2.010 megawatt, dengan output energi tahunan
rata-rata sebesar 7,1 miliar kilowatt per jam. Peletakan batu pertama bendungan itu
dilakukan pada 1985. Namun, pada 1989 pembiayaan untuk pembangunan bendungan
dipotong besar-besaran sehingga akhirnya pekerjaan tersebut terhenti cukup lama.
Unit pembangkit listrik tenaga air pertama bendungan dipasang pada 2003, yang unit
terakhir dipasang pada 2007. Tinggi bendungan tersebut ialah 140 meter, setara
dengan bangunan 50 lantai, membuat waduk ini menjadi bendungan tertinggi di Rusia.
Sekitar empat juta meter kubik semen ditempatkan di dalam bendungan. Sementara
berat Bendungan Bureya mencapai sekitar 15 juta ton. Bendungan Bureya
membentuk Reservoar Bureyskoye, yang luasnya 750 kilometer persegi dan terletak
di dua wilayah federal yakni wilayah Amur dan Khabarovsk Krai. Pengisian reservoar
hingga penuh membutuhkan waktu selama enam tahun. Balai turbin bendungan
terbentang sepanjang 150 meter. Cangkang Bendungan Bureya memanfaatkan kabel
listrik polietilena 500 kilowatt. Kabel ini digunakan untuk pertama kali di Rusia bagi
bendungan ini, dan hanya digunakan di dua tempat di seluruh dunia. Turbin hidro
berputar secepat 125 RPM. Setelah Bendungan Bureya beroperasi, kawasan Timur
Jauh dapat memperoleh energi murah dalam jumlah besar. Bendungan Bureya secara
signifikan mengurangi penggunaan bahan bakar impor di wilayah tersebut. Penurunan
sebesar 5,2 juta ton per tahun ini memungkinkan Rusia menghemat 4,7 miliar rubel
per tahun.

LIMA BENDUNGAN DI INDONESIA

1. Bendungan Wilalung

Bendungan Wilalung juga dikenal sebagai Bendungan Lawang 9 atau Bendungan


Pintu 9 merupakan salah satu bangunan peninggalan Kolonial Belanda. Bendungan
ini berlokasi di Dukuh Babalan, Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus,
Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

2. Bendungan Sigura-gura

Bendungan Sigura-Gura adalah bendungan terbesar kedua di Indonesia setelah


Bendungan Sutami yang berfungsi untuk menjamin ketersediaan volume air dan
besarnya energi air yang diperlukan bagi pembangkit tenaga listrik di PLTA Sigura-
Gura. Bendungan ini terletak 23,3 km dari hulu Sungai Asahan (Danau Toba), atau 1
km di hilir Air Terjun Sigura-Gura. Bendungan Sigura-Gura mulai dibangun pada
bulan Mei 1978 dan selesai bulan Desember 1981, Bendungan Sigura-Gura berjenis
struktur Beton Gravity dengan tinggi bendungan 46 meter dari dasar Sungai Asahan.
Bendungan yang dibangun oleh Jepang ini digunakan sebagai pembangkit tenaga
listrik untuk Pabrik Aluminium.
3. Bendungan Sutami

Bendungan Sutami, disebut juga Waduk Ir. Sutami, Waduk Karangkates, atau
Bendungan Karangkates, merupakan bendungan yang menciptakan suatu waduk
karena tertahannya aliran Sungai Brantas. Bendungan ini terletak di Kecamatan
Sumberpucung, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Bendungan ini
dikelola oleh Perum Jasa Tirta I. Air bendungan ini berasal dari mata air di Gunung
Arjuno dan ditambah air hujan. Bendungan ini berfungsi sebagai pengendali banjir
dengan kala ulang 50 tahun setara 1.650 m3/detik, pembangkit listrik dengan daya 3 x
35.000 kWh (488 juta kWh/tahun), penyediaan air irigasi 24 m3/dt pada musim
kemarau (seluas 34.000 ha) melalui pengaliran ke hilir, pariwisata dan perikanan darat.

4. Bendungan Gajah Mungkur

Waduk Gajah Mungkur adalah sebuah waduk yang terletak 6 km di selatan Kota
kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Perairan danau buatan ini dibuat dengan
membendung sungai terpanjang di pulau Jawa yaitu sungai Bengawan Solo. Mulai
dibangun pada akhir tahun 1970-an dan mulai beroperasi pada tahun 1978. Waduk
dengan wilayah seluas kurang lebih 8800 ha di 7 kecamatan ini bisa mengairi sawah
seluas 23600 ha di daerah Sukoharjo, Klaten, Karanganyar dan Sragen. Selain untuk
memasok air minum Kota Wonogiri juga menghasilkan listrik dari PLTA sebesar 12,4
MegaWatt. Untuk membangun waduk ini pemerintah memindahkan penduduk yang
tergusur perairan waduk dengan transmigrasi bedol desa ke Sitiung, wilayah Provinsi
Sumatera Barat. Waduk Gajah Mungkur juga merupakan tempat rekreasi yang sangat
indah. Di sini tersedia kapal boat untuk mengelilingi perairan, juga sebagai tempat
memancing. Selain itu dapat pula menikmati olahraga layang gantung (Gantole).
Terdapat juga taman rekreasi "Sendang" yang terletak 6 km arah selatan Kota
Wonogiri. Pada musim kemarau, debit air waduk akan kecil dan sebagian dari dasar
waduk kelihatan. Dasar waduk yang di pinggiran dimanfaatkan oleh masyarakat
setempat untuk menanami tanaman semusim, seperti jagung. Waduk ini direncanakan
bisa berumur sampai 100 tahun. Namun, sedimentasi yang terjadi menyebabkan umur
waduk ini diperkirakan tidak akan lama. Perum Jasa Tirta Bengawan Solo kewalahan
untuk melakukan perawatan terhadap Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri yang
menjadi tugasnya. Kerusakan daerah aliran sungai (DAS) yang parah menyebabkan
sedimentasi waduk sangat tinggi.

5. Bendungan Jatiluhur

Bendungan Jatiluhur terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Provinsi


Jawa Barat (9 km dari pusat Kota Purwakarta). Bendungan itu dinamakan oleh
pemerintah Waduk Ir. H. Juanda, dengan panorama danau yang luasnya 8.300 ha.
Bendungan ini mulai dibangun sejak tahun 1957 oleh kontraktor asal Perancis
Compagnie Francaise DEntreprise, dengan potensi air yang tersedia sebesar 12,9
miliar m3/tahun dan merupakan waduk serbaguna pertama di Indonesia. Di dalam
Waduk Jatiluhur, terpasang 6 unit turbin dengan daya terpasang 187 MW dengan
produksi tenaga listrik rata-rata 1 milyar kWh setiap tahun, dikelola oleh Perum Jasa
Tirta II. Selain itu, bendungan ini memiliki fungsi penyediaan air irigasi untuk
242.000 ha sawah (dua kali tanam setahun), air baku air minum, budi daya perikanan
dan pengendali banjir.