Anda di halaman 1dari 8

*

**

NOTA KESEPAHAT'AN

ANTARA

,

,

PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA

DENGAN

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

NOMOR: 2! 0/Um/PB/XX|I201 7

NOMOR: Bl33llvB0l7

TENTANG

PERLINDUNGAN HUKUM PROFESI GURU

Pada hari ini Kamis, tanggal dua puluh, bulan April, tahun dua ribu tujuh belas,

bertempat diJakarta, yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Dr. UNIFAH ROSYIDI, U.Pd., selaku KETUA Uiiuttrt PENGURUS BE$AR PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA, dalam hal ini bertindak untuk

dan atas nama PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRU,

berkedudukan di Jalan Tanah Abang lll Nomor 24, Jakarta Pusat, selanjutnya

disebut PIHAK KE$ATU.

2. JENDERAL POLI$I Drs. M. TITO KARNAVIAN, M.A., Ph.D., selaku KEPALA

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONE$IA, dalam hal ini bertindak untuk

dan atas nama KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

berkedudukan di Jalan Trunojoyo 3, Kebayoran Baru, Jakarta 12110,

(POLRI),

selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

PIHAK KESATU

PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA selanjutnya secara bersama-sama disebut

PARA PIHAK, terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:

a. bahwa PIHAK KESATU merupakan organisasi profesi guru yang

berfungsi

untuk memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karir, wawasan

kependidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan, dan pengabdian kepada masyarakat serta benvenang menetapkan dan menegakkan kode etik guru,

memberikan bantuan hukum pada guru, memberikan perlindungan profesi

guru, melakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru serta

memajukan pendidikan nasional;

b. bahwa PIHAK KEDUA merupakan alat negara yang berperan dalam

memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat

dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri; dan

c. bahwa PARA PIHAK telah menandatangani Nota Kesepahaman antara Polri

dengan PGRI Nomor: Bl3lll2012 dan Nomor: T0lUmlPBlY\X12012

26 Januari 2012 tentang Perlindungan Hukum Profesi Guru, yang telah

tanggal

berakhir masa berlakunya pada tanggal 26 Januari 2017.

Dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan sebagai berikut:

1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan

Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 3209);

2. Undang-Undang Nomor 2 fahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik

lndonesia (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2002 Nomor 2,

Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4168);

3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

(Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara

Republik lndonesia Nomor 4301);

4. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran

Negara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran

Negara Republik lndonesia Nomor 45);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hubungan dan Kerja Sama Kepolisian Negara Republik lndonesia (Lembaran

Negara Republik lndonesia Tahun 2008 Nomor 167);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 74 rahun 2008 tentang Guru (Tambahan

Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4941);

7. Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan

Tata Kerja Kepolisian Negara Republik lndonesia; dan

8. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik lndonesia Nomor 12 Tahun

2014 tentang Panduan Penyusunan Kerja Sama Kepolisian Negara Republik

lndonesia.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, PARA PIHAK sepakat untuk melanjutkan

kerja sama dalam rangka Perlindungan Hukum Profesi Guru melalui Nota

Kesepahaman ini, dengan ketentuan sebagai berikut:

.

i

,

BAB I

MAKSUD DAN TUJUAN

Pasal 1

(1) Maksud Nota Kesepahaman ini sebagai pedoman bagi PARA PTHAK dalam

rangka Perlindungan Hukum Profesi Guru.

(2) Tujuan Nota Kesepahaman ini untuk meningkatkan

sinergi dan koordinasi

PARA PIHAK dalam rangka Perlindungan Hukum Profesi Guru.

BAB II

RUANG LINGKUP

Pasal 2

Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi:

a. pertukaran data daniatau informasi;

b. penegakan hukum terhadap profesi guru;

c. bantuan pengamanan; dan

d. peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

BAB Iil

BAB III

PELAKSANAAN

Bagian Kesatu Pertukaran Data dan/atau lnformasi

Pasal 3

(1) PARA PIHAK saling menukar data dan/atau informasi terkait penegakan

hukum terhadap profesi guru yang disampaikan secara tertulis.

(2) Dalam keadaan sangat mendesak, pertukaran data dan/atau informasi dapat

disampaikan secara lisan selanjutnya ditindaklanjuti dengan permintaan secara tertulis.

(3) PARA PIHAK wajib bertanggung jawab menjaga kerahasiaan data dan/atau

informasi yang diterima, serta tidak dapat diberikan kepada pihak lainnya.

Bagian Kedua

Penegakan Hukum terhadap Profesi Guru

Pasal 4

(1) PIHAK KESATU menyampaikan laporan atas dugaan tindak pidana terkait

dengan profesi guru kepada PIHAK KEDUA.

(2) PIHAK KEDUA melaksanakan penegakan hukum terhadap profesi guru

antara lain tindakan kekerasan, ancaman/intimidasi baik dari peserta didik,

orang tua peserta didik maupun pihak lainnya.

(3) PARA PIHAK berkoordinasi dalam rangka penegakan hukum terhadap profesi

guru.

Bagian Ketiga

Bagian Ketiga

Bantuan Pengamanan

Pasa! 5

(1) PIHAK KESATU dapat meminta bantuan pengamanan kepada PIHAK KEDUA yang disampaikan melalui permintaan secara tertulis.

(2) Dalam situasi mendesak, permintaan bantuan pengamanan dapat disampaikan secara lisan selanjutnya ditindaklanjuti secara tertulis.

Bagian Keempat

Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia

Pasal 6

(1) PARA PIHAK secara bersama-sama dapat menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia tentang perlindungan hukum

profesi guru.

(2) Penyelenggaraan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi pelatihan, seminar, workshop, simposium, Focus Group Drsccussrbn (FGD),

atau kegiatan lain yang disepakati.

BAB IV

SOSIALISASI

Pasal 7

(1) Nota Kesepahaman ini disosialisasikan oleh PARA PIHAK baik di tingkat

pusat maupun tingkat daerah/wi layah.

(2) Sosialisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), baik secara sendiri-sendiri

maupun bersama-sama oleh PARA PIHAK.

(3) Sasaran sosialisasi meliputi:

a. pengurus dan anggota PGRI;

b. pegawai negeri pada Polri; dan

c. pemangku kepentingan.

BAB V

PENANGGUNG JAWAB

Pasal 8

(1) Penanggung jawab penyelenggaraan Nota Kesepahaman ini, dilaksanakan oleh PARA PIHAK dengan menunjuk wakil-wakilnya sesuai dengan ruang

lingkup tugas dan fungsi masing-masing pihak.

(2) Wakil PARA PIHAK sebagaimana dimaksud pada ayat (1), adalah:

a. PIHAK KESATU:

1)

tingkat pusat menunjuk Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PGRI;

2)

tingkat provinsi menunjuk Ketua Pengurus Provinsi PGRI; dan

3)

tingkat kabupaten/kota menunjuk Ketua Pengurus Kabupaten/Kota

PGRI.

b. PIHAK KEDUA:

1)

tingkat Mabes Polri menunjuk Kepala Biro Kerja Sama Kementerian

Lembaga (Karokerma KL) Sops Polri;

2)

tingkat Polda menunjuk Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda; dan

3)

tingkat Polres/Polresta/Polrestabes/Polres Metro menunjuk Kepala

Bagian Operasi (Kabagops).

BAB VI

TINDAK LANJUT

Pasal 9

(1) Nota Kesepahaman ini akan ditindaklanjuti oleh PARA PIHAK dengan

menyusun Pedoman Kerja dan/atau Perjanjian Kerja Sama yang merupakan

satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Nota Kesepahaman ini.

(2) Pedoman Kerja dan/atau Perjanjian Kerja Sama sebagaimana dimaksud pada

ayat (1),

disusun oleh kelompok kerja yang beranggotakan penruakilan dari

PARA PIHAK'

(3) Pedoman

(3) Pedoman Kerja dan/atau Perjanjian Kerja

pada ayat (1),

diselesaikan paling

Sama sebagaimana dimaksud

lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak

ditandatanganinya Nota Kesepahaman ini.

BAB VII

MONITORING DAN EVALUASI

Pasal 10

PARA PIHAK secara bersama-sama melakukan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan Nota Kesepahaman ini secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali

dalam setahun.

BAB VIII

PEMBIAYAAN

Pasal 11

Segala biaya yang timbul dari pelaksanaan Nota Kesepahaman ini dibebankan

kepada anggaran PARA PIHAK secara proporsional sesuai dengan peraturan

perundang-undangan.

BAB IX

KETENTUAN LAIN

Bagian Kesatu

Addendum

Pasal 12

(1) Hal-hal yang belum diatur dalam Nota Kesepahaman ini, akan diatur kemudian oleh PARA PIHAK dalam addendum yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Nota Kesepahaman ini.

(2) Addendum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dilakukan atas

persetujuan PARA PIHAK.

Bagian Kedua

Bagian Kedua

Perbedaaan Penafsiran

Pasal 13

'

Apabila dikemudian hari terjadi perbedaan penafsiran dalam pelaksanaan Nota

Kesepahaman ini, akan diselesaikan oleh PARA PIHAK secara musyawarah untuk

mufakat.

Bagian Ketiga

Masa Berlaku

Pasal 14

(1) Nota Kesepahaman ini berlaku selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal

(2)

(3)

ditandatangani oleh PARA PIHAK.

Nota Kesepahaman ini dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan

berdasarkan kesepakatan PARA PIHAK, dengan terlebih dahulu dilakukan koordinasi paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum berakhir masa berlakunya

Nota Kesepahaman ini.

Nota Kesepahaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat diakhiri sebelum habis masa berlakunya, dengan ketentuan pihak yang bermaksud

mengakhiri Nota Kesepahaman wajib memberitahukan maksud tersebut secara tertulis kepada pihak lainnya.

BAB X

PENUTUP

Pasal 15

Nota Kesepahaman ini

dibuat dan ditandatangani pada hari, tanggal, bulan dan

Kesepahaman, dalam rangkap

2 (dua) asli, masing-masing bermeterai cukup, dan mempunyai kekuatan hukum

yang sama setelah ditandatangani oleh PARA PIHAK.

tahun sebagaimana disebutkan pada awal Nota

AH ROSYIDI, M.Pd.