Anda di halaman 1dari 8

Genesa minyak dan gas bumi, dari konsep dan bukti lapangan yang diperoleh selama

ini, menurut anda genesa minyak dan gas bumi cenderung kearah mana? Beri bukti dan
alasan yang mendukung !
Genesa minyak dan gas bumi dibedakan menjadi 2 yaitu: teori biogenic dan abiogenic
1. Teori biogenic
Berdasarkan teori ini material organic yang mati lalu terkubur dan tergenerasi menjadi
HC. Hidrokarbon berasal dari sisa maerial organic (algae, fragmen kayu, tumbuhan
darat tingkat tinggi). Setelah material tersebut mati, sisa material organic tersebut
terkumpul dan terendapkan dalam jumlah yang besar pada lingkungan air yang tenang.
Pengendapan tersebut disertai dengan pengendapan material sedimen seperti lanau,
lempung dan pasir, yang terendapkan dalam kondisi kurang akan oksigen sehingga
material tersebut terawetkan/ tidak terurai. Batuan yang mengandung material organic
cukup banyak, berpotensi sebagai penghasil minyak dan gas bumi yang biasa disebut
dengan batuan induk. Seiring dengan proses pengendapan, lapisan yang kaya akan
organic ini akan mengalami proses berupa :
Diagenesis : terjadi dikedalaman dangkal, temperature dan tekanan normal, penguraian
biogenic dibantu oleh bakteri dan reaksi abiogenic. Material organic akan melepaskan
metana, karbondioksida dan air. Proses ini menghasilkan biogenic methane.
Katagenesis : terjadi pada suhu sekitar 120 0C, dimana rantai panjang dari hydrogen
dan karbon akan terpecah menjadi kerogen. Pembentukan kerogen tergantung dari
material yang membentuknya. Kerogen yang didominasi oleh tumbuhan darat ingkat
tinggi, dan fragmen kayu akan cenderung membentuk gas alam. Sedangkan kerogen
yang didominasi algae & bagian lunak tanaman darat akan cenderung membentuk gas
alam dan minyak berat (heavy oil). Semakin tinggi suhu maka rantai HC yang pendek
akan terpecah membentuk minyak ringan (light oil).
Metagenesis : pada tahap ini suhu dan tekanan mendekati kondisi saat metamorfisme.
HC pada tahap ini berbentuk metana, ratio hydrogen dan karbon berkurang hingga
menyisakan karbon dalam bentuk grafit, lalu HC mulai cracking dan membentuk dry
gas.
2. Teori Abiogenik
Minyak dan gas bumi berasal dari system tata surya (kosmik) karena HC dan asam
amino diindikasikan ditemui pada meteorit dan batuan luar angkasa. Teori magmatic
juga mengatakan bahwa bumi mengandung karbida besi (iron carbide). Karbida besi
ini dapat bereaksi dengan air untuk membentuk metana dan HC lainnya. Hal ini
dikarenakan adanya gunung api yang mengeluarkan gas metana.
Berdasarkan bukti yang ada teori biogenic lebih terbukti sebagai teori benar mengenai
genesa HC. Berikut bukti-buktinya :
1. Akumulasi minyak dan gas bumi yang komersial terbatas hanya pada cekungan
sedimen
2. Chromatography gas digunakan sebagai sarana fingerprinting untuk
mencocokkan kesamaan material organic yang terdapat pada sebuah reservoir
HC dengan material organic batuan induk didekatnya.
3. Biomarker metode pollen menunjukkan rekonstruksi material organic
4. Gas kromatografi menunjukkan kesamaan pada minyak dengan tumbuhan.

Apakah setiap benuk dari hidrokarbon akan menghasilkan minyak dan gas bumi?
Sebutkan dan terangkan persyaratan apa saja yang harus dipenuhi agar terbentuk
minyak dan gasbumi !
Tidak, karena tidak semua molekul antara ikatan H-C akan menghasilkan HC. HC
tersebut harus mengalami proses diagenesis, katagenesis serta organic material yang
cukup untuk menghasilkan minyak dan gas bumi. Selain itu proses tersebut didukung
dengan adanya factor suhu dan tekanan yang akan menghasilkan cracking.

Bila diketahui hasil uji laboratorium SG minyak bumi pada suhu 16 0C = 0,65, hitung
nilai API ! termasuk dalam kategori kualitas apa minyak bumi tersebut?
API (American Petroleum Index) :
141,5
131,5
600
141,5
131,5 = 86,19

Klasifikasi kualitas HC berdasarkan nilai API :


Light oil > 31.1
Medium oil 22.3 31.1
Heavy oil 10 22.3
Extra heavy oil < 10

Terangkan dan beri sketsa !


a) Perbedaan utama antara suatu trap dan reservoir ! berilah masing-masing
contohnya !
Jebakan (trap) adalah adanya lapisan batuan permeabel dan berpori (reservoir
rock) ditumpangi atau dihalangi oleh batuan yang impermeabel yang berfungsi
sebagai pencegah larinya minyak ke tempat lain (caprock). Struktur-struktur
geologi yang dapat menjebak minyak dan gas tersebut dapat diklasifikasikan
sebagai berikut:
1. Jebakan struktural, yaitu jebakan yang terbentuk akibat deformasi batuan
batuan reservoar, seperti sesar, antiklin, dan lain lain.
2. Jebakan stratigrafis, yaitu jebakan yang terbentuk oleh pengendapan seperti
reef, kanal, delta atau erosi batuan reservoar eperti ketidaklarasan sudut
(angular unconformity).
3. Jebakan kombinasi, yaitu gabungan elemen elemen struktur dari kedua
bentuk di atas.
Reservoir wadah/ batuan tempat menampungnya fluida dalam hal ini yaitu HC,
dimana batuan tersebut harus mempunyai porositas dan permeabilitas yang
baik. Batuan ini mempunyai kemampuan menyimpan fluida seperti batu pasir
dimana minyak atau gas dapat berada di antara butiran batu pasir. Atau bisa
juga di batu gamping yang banyak rongga-rongganya. Intinya batu yang punya
rongga dan rongga-rongga ini terhubung satu sama lain.

b) Pengertian organic material dan kerogen ! berilah masing-masing contohnya !


Organic material merupakan material organic seperti alga, tumbuhan darat, dan
lainnya yang dijadikan sebagai sumber utama pembentuk source rock.
Kerogen adalah material organik yang terdapat di dalam material sedimen,
terdapat 4 tipe kerogen :
- Tipe I: bahan- bahan organic kerogen Tipe I merupakan alga dari
lingkungan pegendapan lacustrine dan lagoon.Tipe I ini dapat
mengkasilkan minyak ringan (light oil) dengan kuallitas yang bagus serta
mampu menghasilkan gas.
- Tipe II: merupakan campuran material tumbuhan serta mikroorganisme
laut. Tipe ini merupakan bahan utama minyak bumi serta gas.
- Tipe III: Tanaman darat dalam endapan yang mengandung batu bara. Tipe
ini umumnya menghasilkan gas dan sedikit minyak.
- Tipe IV: bahan-bahan tanaman yang teroksidasi. Tipe ini tidak bisa
menghasilkan minyak dan gas.
c) Pengertian petroleum dan bitumen ! berilah contoh !
Petroleum adalah cairan kental, berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang
mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi.
Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon,
sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan
kemurniannya. Pengertian lain (minyak batu, dari bahasa Greek petra batu
dan oleum minyak) merupakan sejenis cecair gelap dan pekat.
minyak eter: 40 - 70 C (digunakan sebagai pelarut)
minyak ringan: 60 - 100 C (bahan bakar kenderaan)
minyak berat: 100 - 150 C (bahan bakar kenderaan)
minyak tanah ringan: 120 - 150 C (pelarut dan bahan bakar untuk rumah
tangga)
kerosene: 150 - 300 C (bahan bakar enjin jet)
minyak gas: 250 - 350 C (minyak diesel/pemanas)
minyak pelincir: > 300 C (minyak mesin)
sisanya: tar, aspal, bahan bakar residu
Bitumen adalah cairan kental yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan
sedikit mengandung sulfur, oksigen, dan klor. Bitumen atau aspal merupakan
campuran hidrokarbon yang tinggi berat molekul. Bitumen diperoleh sebagai
produk sampingan dari penyulingan minyak bumi dapat digunakan sebagai atau
mengalami proses fisik dan kimia yang mengubah komposisi dalam rangka
untuk memberikan sifat tertentu. Ex: aspal alam, aslpal emulsi, aspal cair, aspal
buatan, aspal keras.

d) Tingkatan proses transformasi diagenetic suatu HC, sehingga dapat


menghasilkan produk minyak bumi pada kondisi oil window !
Generasi HC pada batuan induk :
Waples (1985), HC berasal dari material organik tumbuhan yang telah mati
pada masa lampau dengan proses pembentukan yang sangat rumit. Material
organik ini berasal dari tumbuhan dan alga yang terlindungi dengan baik pada
sedimen berbutir halus yang terendapkan pada daerah tanpa oksigen (anoksik).
Kandungan organik ini akan berubah oleh adanya reaksi kimia dan biologi pada
suhu yang rendah (diagenesis) yang terjadi selama proses transportasi dan
pengendapan.
Perubahan kimia pada tahapan ini akan berkurang dengan hilangnya kandungan
oksigen (O2) dari material organik dalam bentuk air (H2O) dan karbondioksida
(CO2). Material organik yang selama diagenesis berubah menjadi molekul
yang lebih besar dinamakan kerogen. Dengan bertambahnya kedalaman,
porositas dan permeabilitas sedimen akan menurun, sementara suhu akan naik.
Perubahan ini menyebabkan terhentinya aktivitas mikroba secara bertahap, dan
pada akhirnya proses diagenesis organik akan terhenti. Dengan naiknya suhu,
maka reaksi termal menjadi semakin penting.
Selama fase berikutnya (katagenesis), kerogen mulai memisah menjadi molekul
yang lebih kecil dan mudah bergerak. Katagenesis : terjadi pada suhu sekitar
120 0C, dimana rantai panjang dari hydrogen dan karbon akan terpecah menjadi
kerogen. Pembentukan kerogen tergantung dari material yang membentuknya.
Tahap katagenesis ini akan membentuk proses oil window dan gas window.
Kerogen yang didominasi oleh tumbuhan darat ingkat tinggi, dan fragmen kayu
akan cenderung membentuk gas alam. kerogen yang didominasi algae & bagian
lunak tanaman darat akan cenderung membentuk gas alam dan minyak berat
(heavy oil). Semakin tinggi suhu maka rantai HC yang pendek akan terpecah
membentuk minyak ringan (light oil). Kecederungan atau batas dimana oil akan
terbentuk hal itu lah yang disebut dengan oil window..

Pada tahap perubahan akhir (metagenesis), produk pokoknya akan terdiri dari
molekul gas yang lebih kecil. Kerogen yang terbentuk dari material organik
yang berbeda, atau pada kondisi diagenetik yang berbeda, akan memiliki
perbedaan secara kimia satu sama lain. Adanya perbedaan ini juga akan
memberi perbedaan pada karakteristik hidrokarbon yang dihasilkan.

Have a nice day