Anda di halaman 1dari 3

PANDUAN ASUHAN KEPERAWATAN (PAK)

APENDICITIS AKUT

Asuhan keperawatan pada pasien dengan peradangan


akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing. Infeksi
yang bisa mengakibatkan peradangan akut sehingga
1 Pengertian (Definisi) memerlukan tindakan bedah segera untuk mencegah
komplikasi yang umumnya berbahaya. (Wim de Jong et al.
2005 dalam Aplikasi Asuhan Keperawatan berdasarkan
Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC Jilid 1, 2015)
1. Nyeri samar/ tumpul di daerah epigastrium disekitar
umbilicus atau periumbilikus pada gejala khas awal
2. Nyeri tekan lokal pada abdomen kuadran kanan
bawah titik Mc Burney. Nyeri terasa lebih tajam dan
jelas letaknya, sehingga merupakan nyeri somatik
setempat.
2 Asesmen Keperawatan
3. Adanya mual, muntah
4. ADL : tidak toleransi terhadap aktifitas
5. Demam derajat rendah suhu 375 - 385 oC
6. Pengkajian : bio,psiko,social,spiritual,budaya
7. Laboratorium : leukositosis ( 10.000-18.000/mm3)

1. Nyeri akut (00132 )


3 Diagnosa Keperawatan 2. Hipertermi (00007)
3. Resiko kekurangan volume cairan (00028)
1. Nyeri terkontrol
2. Suhu tubuh dalam batas normal ( 365-375 oC )
4 Kriteria Evaluasi/ Nursing Outcome
3. Kebutuhan cairan adekuat

1. Manajemen nyeri : relaksasi, destraksi (1400)


a. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
termasuk karasteristik, durasi, frekwensi, kualitas,
faktor presisi, lokasi nyeri, karakteristik, kualitas,
dan derajat nyeri
b. Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan
c. Kaji pengalaman nyeri dan kultur yang
mempengaruhi respon nyeri
d. Lakukan teknik relaksasai, distraksi, guidende
5 Intervensi Keperawatan imagery
e. Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi
nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan, dan
kebisingan
Anjurkan pasien untuk meningkatkan istirahat
f. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian
analgetik tergantung tipe dan berat nyeri
g. Monitor tanda-tanda vital sebelum dan sesudah
pemberian analgetik
2. Hipertermi (3786)
a. Monitor tanda-tanda vital
b. Monitor IWL
c. Monitor warna dan suhu kulit
d. Monitor intake dan output cairan pasien
e. Lakukan tapid sponge
f. Anjurkan pasien membatasi aktivitas
g. Berikan rehidrasi cairan secara oral
h. Kompres pasien pada bagian lipatan paha dan
aksila menggunakan air biasa atau hangat
i. Kolaborasi pemberian antipiretik
j. Kolaborasi pemberian cairan intravena
3. Manajemen mual, muntah (1450)
a. Motivasi pasien untuk memonitor mualnya sendiri
b. Motivasi pasien untuk belajar manajemen mual
sendiri
c. Lakukan pengkajian mual secara lengkap yang
terdiri dari frekuensi, durasi, faktor presipitasi,
berat mual.
d. Observasi respon ketidaknyamanan nonverbal
terutama pada bayi dan anak,
e. Observasi riwayat mual sebelumnya
f. Observasi riwayat pengobatan
g. Observasi pengaruh mual terhadap kualitas hidup
h. Pastikan efektifitas pemberian obat antiemetik
untuk mengatasi mual
i. Lakukan pengandalian faktor lingkungan yang
mempengaruhi mual
j. Ajarkan pasien teknik nonpharmakologi untuk
mengatasi mual(hipnotis, relaksasi, guiden
imagery, terapi musik, distraksi, akupresur)
k. Anjurkan pasien untuk istirahat dan tidur untuk
mengurangi mual
l. Anjurkan pasien untuk sering melakukan
kebersihan mulut
m. Berikan informasi kepada pasien tentang mual,
penyebab mual, dan berapa lama tu akan
berlangsung
n. Anjurkan pasien mengkonsumsi makanan tinggi
karbohidrat dan rendah lemak.

4. Observasi tanda-tanda vital (6680)


a. Monitor tekanan darah, nadi, suhu, dan status
pernapasan.
b. Monitor tekanan darah pasien saat tidur, duduk,
berdiri dan setelah penggantian posisi
c. Monitor tekanan darah pasien setelah pemberian
obat, jika mungkin
d. Monitor tekanan darah, dadi, dan respirasi
sebelum,saat, dan setelah aktivitas
e. Monitor dan laporkan tanda dan gejala
hiponatremia dan hipernatremia
f. Monitor irama dan nilai jantung
g. Monitor bunyi jantung
h. Monitor irama dan nilai pernapasam
i. Monitor bunyi paru
j. Monitor warna kulit, suhu, dan kelembaban
k. Monitor tanda sianosis periper
5. Kolaborasi pemasangan infuse (4190)
6. Kolaborasi pemberian obat (2314)
1. Cara menurunkan nyeri
2. Perawatan luka
6 Informasi dan Edukasi 3. Pengontrolan infeksi
4. Mobilisasi bertahap
5. Aktifitas di rumah
Mengevaluasi respon subjektif dan objektif setelah
dilaksanakan intervensi dan dibandingkan dengan NOC
7 Evaluasi
serta analisis terhadap perkembangan diagnosis
keperawatan yang telah ditetapkan
8 Penelaah Kritis Sub komite mutu keperawatan
Nurarif, Amin Huda. Kusuma, Hardhi. Aplikasi Suhan
Keperawatan berdasarkan Diagnisa Medid &
NANDA. Edisi Revisi Jilid 1. Mediaction
Punlishing. Jogjakarta : 2015
Herdman, T. Heather. NANDA Internasional : Diagnosis
9 Kepustakaan Keperawatan Definisi dann Klasifikasi 2012-
2014. EGC. Jakarta : 2012
Bulechek, Gloria M., Butcher, Howard K., Dochterman,
Joanne M., Wagner, Cheryl M. 2013. Nursing
Interventions Clasiification (NIC) Sixth Edition.
United States of America : Elsevier