Anda di halaman 1dari 46

B.

Definisi
Karsinoma Bronkogenik adalah tumor ganas paru primer yang berasal dari
saluran nafas.Di dalam kepustakaan selalu di laporkan peningkatan insiden kanker paru
secara progresif, yang bukan hanya sebagai akibat peningkatan umur rata-rata manusia
serta kemampuan diagnostik yang lebih baik namun oleh karena memang karsinoma
bronkogenik lebih sering terjadi (Pengatar Ilmu Penyakit paru).
Karsinoma bronkogenik adalah tumor ganas paru primer yang berasal dari saluran napas.
( Hood Al sagaff, dkk ).
Kanker paru adalah tumor berbahaya yang tumbuh diparu, sebagian besar kanker
paru berasal dari sel-sel didalam paru tapi dapat juga berasal dari bagian tubuh lain yang
terkena kanker. ( Zerich 150105 Weblog, by Erich )
Karsinoma bronkogenik atau kanker paru dapat berupa metastasis atau lesi
primer. Tumor ganas dapat ditemukan di bagian tubuh mana saja. Metastasis pada kolon
dan ginjal merupakan tumor ganas yang paling sering ditemukan di klinik, keduanya
dapat menyebabkan tumor paru. Metastasis tumor paru sering ditemukan terlebih dahulu
sebelum lesi primernya diketahui. Hal yang berbahaya adalah pada keadaan klinis lokasi
lesi primer sering tidak diketahui selama hidup klien (Muttaqin, 2007).
Karsinoma bronkogenik adalah tumor ganas paru primer yang berasal dari
saluran pernafasan Di dalam kepustakaan selalu dilaporkan adanya peningkatan insiden
kanker paru secara progresif, yang bukan hanya sebagai akibat peningkatan umur rata-
rata manusia serta kemampuan diagnosis yang lebih baik, namun karsinomabronkogenik
memang lebih sering terjadi (Alsagaff&mukty, 2002).
C. Etiologi

Seperti kanker pada umumnya, etiologi yang pasti dari karsinoma bronkogenik masih
belum diketahui, namun diperkirakan bahwa inhalasi jangka panjang dari bahan
karsinogenik merupakan faktor utama, tanpa mengesampingkan kemungkinan peranan
predisposisi hubungan keluarga ataupun suku bangsa/ras serta status immunologis.
Bahan inhalasi karsinogenik yang banyak disorot adalah rokok.
1. Pengaruh rokok:
Bahan-bahan karsinogenik dalam asap rokok adalah antara lain : polomium 210
dan 3,4 benzypyrene. Penggunaan filter dikatakan dapat menurunkan resiko
terkenanya karsinoma bronkogenik, namun masih tetap lebih tinggi dibanding
dengan bukan perokok.
Didalam jangka panjang yaitu, 10-20 tahun, merokok:
a. 1-10 batang / hari meningkatkan resiko 15 kali
b. 20-30 batang / hari meningkatkan resiko 40-50 kali
c. 40-50 batang /hari meningkatkan resiko 70-80 kali.
2. Pengaruh Industri
Yang paling banyak dihubungkan dengan karsinogenik adalah asbestos, yang
dinyatakan meningkatkan resiko kanker 6-10 kali. Menyusul kemudian industri
bahan-bahan radioaktif, penambang uramium mempunyai resiko 4 kali populasi
pada umumnya. Paparan industri ini baru nampak pengaruhnya setalah 15-20
tahun.
3. Pengaruh Penyakit Lain
Tuberkulosi paru banyak dikaitkan sebagai faktor predisposisi karsinoma
brinkogenik, melalui mekanisme hyperplasi metaplasi - karsinoma insitu-
karsinoma - bronkogenik sebagai akibat adanya jaringan parut tuberkulosis.
4. Pengaruh Genetik dan Status imunologis
Pada tahun 1954, Tokuhotu dapat membuktikan adanya pengaruh keturunan yang
terlepas daripada faktor paparan lingkungan, hal ini membuka pendapat bahwa
karsinoma bronkogenik dapat diturunkan. Penelitian akhir-akhir ini condong
bahwa faktor yang terlibat dengan enzim Aryl Hidrokarbon Hidroksilase (AHH).
Status immonologis penderita yang dipantau dari cellular mediated menunjukan
adanya korelasi antara derajat deferensiasi sel, stadia penyakit, tanggapan
terhadap pengobatan serta prognosis. Penderita yang energi umumnya tidak
memberikan tanggapan terhadap pengobatan dan lebih cepat meninggal.
D. Klasifikasi
Karsinoma Bronkogenik.
a. Karsinoma epidermoid (skuamosa).
b. Bagian Atas Formulir
Laporan Pendahuluan CA Bronko
Seperti kanker pada umumnya, etiologi yang pasti dari karsinoma bronkogenik masih
belum diketahui, namun diperkirakan bahwa inhalasi jangka panjang dari bahan
karsinogenik merupakan faktor utama, tanpa mengesampingkan kemungkinan peranan
predisposisi hubungan keluarga ataupun suku bangsa/ras serta status immunologis.
Bahan inhalasi karsinogenik yang banyak disorot adalah rokok.
1. Pengaruh rokok:
Bahan-bahan karsinogenik dalam asap rokok adalah antara lain : polomium 210
dan 3,4 benzypyrene. Penggunaan filter dikatakan dapat menurunkan resiko
terkenanya karsinoma bronkogenik, namun masih tetap lebih tinggi dibanding
dengan bukan perokok.
Didalam jangka panjang yaitu, 10-20 tahun, merokok:
a. 1-10 batang / hari meningkatkan resiko 15 kali
b. 20-30 batang / hari meningkatkan resiko 40-50 kali
c. 40-50 batang /hari meningkatkan resiko 70-80 kali.
2. Pengaruh Industri
Yang paling banyak dihubungkan dengan karsinogenik adalah asbestos, yang
dinyatakan meningkatkan resiko kanker 6-10 kali. Menyusul kemudian industri
bahan-bahan radioaktif, penambang uramium mempunyai resiko 4 kali populasi
pada umumnya. Paparan industri ini baru nampak pengaruhnya setalah 15-20
tahun.
3. Pengaruh Penyakit Lain
Tuberkulosi paru banyak dikaitkan sebagai faktor predisposisi karsinoma
brinkogenik, melalui mekanisme hyperplasi metaplasi - karsinoma insitu-
karsinoma - bronkogenik sebagai akibat adanya jaringan parut tuberkulosis.
4. Pengaruh Genetik dan Status imunologis
Pada tahun 1954, Tokuhotu dapat membuktikan adanya pengaruh keturunan yang
terlepas daripada faktor paparan lingkungan, hal ini membuka pendapat bahwa
karsinoma bronkogenik dapat diturunkan. Penelitian akhir-akhir ini condong
bahwa faktor yang terlibat dengan enzim Aryl Hidrokarbon Hidroksilase (AHH).
Status immonologis penderita yang dipantau dari cellular mediated menunjukan
adanya korelasi antara derajat deferensiasi sel, stadia penyakit, tanggapan
terhadap pengobatan serta prognosis. Penderita yang energi umumnya tidak
memberikan tanggapan terhadap pengobatan dan lebih cepat meninggal.
D. Klasifikasi
Karsinoma Bronkogenik.
a. Karsinoma epidermoid (skuamosa).

Kanker ini berasal dari permukaan epitel bronkus.Perubahan epitel termasuk


metaplasia, atau displasia akibat merokok jangka panjang, secara khas
mendahului timbulnya tumor.Terletak sentral sekitar hilus, dan menonjol
kedalam bronki besar.Diameter tumor jarang melampaui beberapa centimeter dan
cenderung menyebar langsung ke kelenjar getah bening hilus, dinding dada dan
mediastinum.
b. Karsinoma sel kecil.
Biasanya terletak ditengah disekitar percabangan utama bronki.Tumor ini timbul
dari sel sel Kulchitsky, komponen normal dari epitel bronkus.Terbentuk dari
sel sel kecil dengan inti hiperkromatik pekat dan sitoplasma sedikit.Metastasis
dini ke mediastinum dan kelenjar limfe hilus, demikian pula dengan penyebaran
hematogen ke organ organ distal.
c. Adenokarsinoma (termasuk karsinoma sel alveolar).
Memperlihatkan susunan selular seperti kelenjar bronkus dan dapat mengandung
mukus.Kebanyakan timbul di bagian perifer segmen bronkus dan kadang
kadang dapat dikaitkan dengan jaringan parut local pada paru paru dan fibrosis
interstisial kronik.Lesi seringkali meluas melalui pembuluh darah dan limfe pada
stadium dini, dan secara klinis tetap tidak menunjukkan gejala gejala sampai
terjadinya metastasis yang jauh.
d. Karsinoma sel besar.
Merupakan sel sel ganas yang besar dan berdiferensiasi sangat buruk dengan
sitoplasma yang besar dan ukuran inti bermacam macam.Sel sel ini
cenderung untuk timbul pada jaringan paru - paru perifer, tumbuh cepat dengan
penyebaran ekstensif dan cepat ke tempat tempat yang jauh.
e. Gabungan adenokarsinoma dan epidermoid.
f. Lain lain.
1) Tumor karsinoid (adenoma bronkus).
2) Tumor kelenjar bronchial.
3) Tumor papilaris dari epitel permukaan.
4) Tumor campuran dan Karsinosarkoma.
5) Sarkoma.
6) Tak terklasifikasi
7) Mesotelioma.
8) Melanoma.
Pembagian praktis untuk tujuan pengobatan (Sudoyono, 2007).
a. SCLC (small ceel lung cancer)

Karsinoma sel kecil biasanya terletak di tengah di sekitar percabangan utama


bronki.Karsinoma sel kecil memiliki waktu pembelahan yang tercepat dan
prognosis yang terburuk dibandingkan dengan semua karsinoma
bronkogenik.Sekitar 70% dari semua pasien memiliki bukti-bukti yang ekstensif
(metastasis ke distal) pada saat diagnosis, dan angka kelangsungan hidup 5 tahun
kurang dari 5%. Gambaran histologi karsinoma sel kecil yang khas adalah
nominasi sel-sel kecil hampir semuanya diisi oleh mukus dengan sebaran
kromatin dan sedikit sekali/tanpa nukleoli.Bentuk sel bervariasi dan fusiform,
poligonal, dan bentuk seperti limfosit.
b. NSCLC (non small cell lung cancer) karsinoma skuamosa, adenokarsinoma,
karsinoma sel besar
1) Karsinoma Epidermoid/ Karsinoma Sel Skuamos
Perubahan karsinoma sel skuamosa biasanya terletak sentral di sekitar hilus,
dan menonjol ke dalam bronki besar.Diameter tumor jarang melampaui
beberapa sentimeter dan cenderung menyebar secara langsung ke kelenjar
getah benig hilus, dinding dada dan mediastinum.Karsinoma sel skuamos
seringkali disertai batuk dan hemoptisis akibat iritasi atau ulserasi,
pneumonia, dan pembentukan abses akibat obstruksi dan infeksi
sekunder.Karena tumor ini cenderung agak lambat dalam bermetastasis, maka
pengobatan dini dapat memperbaiki prognosis.
2) Adenokarsinoma
Adenokarsinoma memperlihatkan susunan seluler seperti kelenjar bronkus
dan dapat mengandung mukus.Kebanyakan dari jenis tumor ini timbul di
bagian perifer segmen bronkus dan kadang-kadang dapat dikaitkan dengan
jaringan parut lokal pada paru dan fibrosis interstisial kronik.Lesi sering kali
meluas ke pembuluh darah dan limfe pada stadium dini, dan sering
bermetastatis jauh sebelum lesi primer.
3) Karsinoma Sel Besar
Karsinoma sel besar adalah sel-sel ganas besar dan berdiferensiasi sangat
buruk dengan sitoplasma yang besar dan ukuran inti bermacam-macam.Sel-
sel ini cenderung muncul pada jaringan paru perifer, tumbuh cepat dengan
penyebaran ekstensif dan cepat ke tempat-tempat yang jauh.
E. Manifestasi klinis
1. Gejala Awal
Stridor lokal dan dipnea ringan yang mungkin disebabkan oleh obstruksi bronkus
2. Gejala Umum
Karsinoma sel kecil biasanya terletak di tengah di sekitar percabangan utama
bronki.Karsinoma sel kecil memiliki waktu pembelahan yang tercepat dan
prognosis yang terburuk dibandingkan dengan semua karsinoma
bronkogenik.Sekitar 70% dari semua pasien memiliki bukti-bukti yang ekstensif
(metastasis ke distal) pada saat diagnosis, dan angka kelangsungan hidup 5 tahun
kurang dari 5%. Gambaran histologi karsinoma sel kecil yang khas adalah
nominasi sel-sel kecil hampir semuanya diisi oleh mukus dengan sebaran
kromatin dan sedikit sekali/tanpa nukleoli.Bentuk sel bervariasi dan fusiform,
poligonal, dan bentuk seperti limfosit.
b. NSCLC (non small cell lung cancer) karsinoma skuamosa, adenokarsinoma,
karsinoma sel besar
1) Karsinoma Epidermoid/ Karsinoma Sel Skuamos
Perubahan karsinoma sel skuamosa biasanya terletak sentral di sekitar hilus,
dan menonjol ke dalam bronki besar.Diameter tumor jarang melampaui
beberapa sentimeter dan cenderung menyebar secara langsung ke kelenjar
getah benig hilus, dinding dada dan mediastinum.Karsinoma sel skuamos
seringkali disertai batuk dan hemoptisis akibat iritasi atau ulserasi,
pneumonia, dan pembentukan abses akibat obstruksi dan infeksi
sekunder.Karena tumor ini cenderung agak lambat dalam bermetastasis, maka
pengobatan dini dapat memperbaiki prognosis.
2) Adenokarsinoma
Adenokarsinoma memperlihatkan susunan seluler seperti kelenjar bronkus
dan dapat mengandung mukus.Kebanyakan dari jenis tumor ini timbul di
bagian perifer segmen bronkus dan kadang-kadang dapat dikaitkan dengan
jaringan parut lokal pada paru dan fibrosis interstisial kronik.Lesi sering kali
meluas ke pembuluh darah dan limfe pada stadium dini, dan sering
bermetastatis jauh sebelum lesi primer.
3) Karsinoma Sel Besar
Karsinoma sel besar adalah sel-sel ganas besar dan berdiferensiasi sangat
buruk dengan sitoplasma yang besar dan ukuran inti bermacam-macam.Sel-
sel ini cenderung muncul pada jaringan paru perifer, tumbuh cepat dengan
penyebaran ekstensif dan cepat ke tempat-tempat yang jauh.
E. Manifestasi klinis
1. Gejala Awal
Stridor lokal dan dipnea ringan yang mungkin disebabkan oleh obstruksi bronkus
2. Gejala Umum

a. Batuk
Kemungkinan akibat iritasi yang disebabkan oleh tumor.batuk mulai sebagai
batuk kering tanpa membentuk sputum.tetapi berkembang sampai titik dimana
dibentuk sputum yang kental dan porulen dalam berrespon terhadap infeksi
skunder
b. Hipotesis
Sputum bersemu darah karena sputum melalui permukaan tumor yang mengalami
ulserasi.
c. Anoreksia
yaitu lelah dan kurangnya berat badan.
F. Patofisiologi
Asap rokok mengandung 60 macam karsinogen (termasuk benzen, nitrosamin
[NNK], dan oksidan) yang dapat menyebabkan mutasi DNA. Dikemukakan bahwa
kanker paru terjadi pada perokok yang tidak memiliki kemampuan metabolisme untuk
mendetoksifikasi karsinogen secara adekuat. Tumor paru terjadi dari banyak pajanan
karsinogen dan bukan karena satu kejadian pencetus (serangan berulang); diperkirakan
bahwa perlu antara 10 sampai 20 mutasi genetika untuk menciptakan sebuah tumor.
Beberapa mutasi yang lebih sering yang telah teridentifikasi meliputi : Penghilangan
lengan pendek kromosom, Aktivasi onkogen, Inaktivasi gen supresor tumor.Dalam
bronkus yang terpajan karsinogen, sel-sel diplastik menjadi karsinoma in situ, kemudian
karsinoma bronkogenik. Sel-sel kanker memproduksi faktor pertumbuhan autokrin (mis,
faktor pertumbuhan epitel, faktor pertumbuhan jaringan, peptida pelepas gastrin, faktor
pertumbuhan menyerupai insulin) yang mendorong pertumbuhan tumor.Tipe kanker paru
bergantung pada sel asal yaitu :
Karsinoma paru non small cell (NSCLC)
1. Adenokarsinoma muncul dari sel kelenjar dalam epitel bronkus dan lokasinya
sering kali perifer;bermetastasis sejak dini
2. Tipe kanker paru tersering, terutama pada wanita
3. Meliputi karsinoma bronkiolar-alveolar yang muncul dari bronkiolus terkecil dan
septum alveolus;sering tampak sebagai infiltrat dan bukan massa pada foto
rontgen, tidak berhubungan dengan merokok.
Skuamosa muncul dari epitel skuamosa bronkus dan sering berlokasi sentral;sering
menyebabkan kanker okulta dan bermetastasis dengan lambat.Sel besar (large cell)
kemungkinan berasal dari adenokarsinoma maupun skuamosa, tetapi kanker jenis ini
sangat anaplastik (tumbuh tanpa bentuk atau struktur) sehingga asal selnya tidak bisa
teridentifikasi;tumor agresif dengan metastasis awal.

Karsinoma sel kecil small cell (SCLS) muncul dari sel neuro endokrin di dalam
bronkus;tumor ini merupakan tumor yang sangat agresif dan biasanya sudah
bermetastasis saat terdiagnosa (Brashers, 2007).
G. Stadium klinis
Pembagian stadium klinis kanker paru berdasarkan sistem TNM menurut International
Union Against (IUAC)/The American Joint Comittee on Cancer (AJCC) 1997 yang
dikutip oleh Nuzulul (2011) adalah sebagai berikut:
Stadium Klinis Kanker Paru
STADIUM TNM
Karsinoma
tersembunyi
Tx, N0,
M0
Spuntum mengandung sel-sel ganas tetapi tidak dapat
dibuktikan adanya tumor primer atau metastasis
Stadium 0 Tis, N0, M0 Karsinoma in situ
Stadium
IA
T1, N0, M0 Tumor termasuk T1 tanpa adanya bukti metastasis pada
kelenjar getah bening regional atau tempat yang jauh
Stadium
IB
T2, N0, M0 Tumor termasuk klasifikasi T2 dengan bukti metastasis
pada kelenjar getah bening regional atau tempat yang jauh
Stadium IIA T1, N1, M0 tumor termasuk klasifikasi T1 dengan bukti hanya terdapat
metastasis ke peribrokial ipsilateral atau hilus kelenjar
limfe ; tidak ada metastasis ke tempat yang jauh
Stadium
IIB
T2, N1, M0 atau
T3, N0, M0
tumor termasuk klasifikasi T2 atau T3 dengan atau tanpa
bukti metastasis ke peribronkial ipsilateral atau hilus
kelenjar limfe ; tidak ada metastasis ke tempat yang jauh
Stadium
IIIA
T3, N1, M0 atau
T1-3, N2, M0
tumor termasuk klasifikasi T1, T2, atau T3 dengan atau
tanpa bukti adanya metastasis ke peribronkial
Stadium
IIIB
T berapa pun, N3,
M0 atau T4, N
berapa pun, M0
tumor dengan metastasis hilus kontralateral atau kelenjar
getah bening mediastinum atau ke skalenus atau kelenjar
limfe supraklafikular ; atau setiap tumor yang
diklasifikasikan sebagai T4 dengan atau tanpa metastasis
ke kelenjar getah bening regional ; tidak ad metastasis ke
tempat yang jauh
Stadium
IV
T berapa pun, N
berapa pun, M1
Keterangan :
Status Tumor Primer (T)
1. T0 : Tidak terbukti adanya tumor primer
2. Tx : Kanker yang tersembunyi terlihat pada sitologi bilasan bronkus, tetapi
tidak terlihat pada radiogram atau bronkoskopi.
3. Tis : Karsinoma in situ.
4. T1 : Tumor berdiameter 3 cm dikelilingi paru atau pleura viseralis yang
normal.
5. T2 : Tumor berdiameter > 3 cm atau ukuran berapa pun yang sudah
menyerang pleura viseralis atau mengakibatkan ateletaksis yang meluas ke
hilus; harus berjarak > 2 cm distal dari karina.
6. T3 : Tumor ukuran berapa saja yang langsung meluas ke dinding
dada,diafragma, pleura mediastinalis, dan perikardium parietal atau tumor di

bronkus utama yang terletak 2 cm dari distal karina, tetapi tidak melibatkan

Homepage

CATEGORIES

Art & Photos

Automotive

Business

Career

Data & Analytics


Design

Devices & Hardware

Economy & Finance

Education

Engineering

Entertainment & Humor

Environment

Food

Government & Nonprofit

Health & Medicine

Healthcare

Internet

Investor Relations

Law

Leadership & Management


Lifestyle

Marketing

Mobile

News & Politics

Presentations & Public Speaking

Real Estate

Recruiting & HR

Retail

Sales

Science

Self Improvement

Services

Small Business & Entrepreneurship

Social Media

Software
Spiritual

Sports

Technology

Documents

Travel

Others

SHARE & DOWNLOAD


Laporan Pendahuluan CA Bronko

Karsinoma sel kecil small cell (SCLS) muncul dari sel neuro endokrin di dalam
bronkus;tumor ini merupakan tumor yang sangat agresif dan biasanya sudah
bermetastasis saat terdiagnosa (Brashers, 2007).
G. Stadium klinis
Pembagian stadium klinis kanker paru berdasarkan sistem TNM menurut International
Union Against (IUAC)/The American Joint Comittee on Cancer (AJCC) 1997 yang
dikutip oleh Nuzulul (2011) adalah sebagai berikut:
Stadium Klinis Kanker Paru
STADIUM TNM
Karsinoma
tersembunyi
Tx, N0,
M0
Spuntum mengandung sel-sel ganas tetapi tidak dapat
dibuktikan adanya tumor primer atau metastasis
Stadium 0 Tis, N0, M0 Karsinoma in situ
Stadium
IA
T1, N0, M0 Tumor termasuk T1 tanpa adanya bukti metastasis pada
kelenjar getah bening regional atau tempat yang jauh
Stadium
IB
T2, N0, M0 Tumor termasuk klasifikasi T2 dengan bukti metastasis
pada kelenjar getah bening regional atau tempat yang jauh
Stadium IIA T1, N1, M0 tumor termasuk klasifikasi T1 dengan bukti hanya terdapat
metastasis ke peribrokial ipsilateral atau hilus kelenjar
limfe ; tidak ada metastasis ke tempat yang jauh
Stadium
IIB
T2, N1, M0 atau
T3, N0, M0
tumor termasuk klasifikasi T2 atau T3 dengan atau tanpa
bukti metastasis ke peribronkial ipsilateral atau hilus
kelenjar limfe ; tidak ada metastasis ke tempat yang jauh
Stadium
IIIA
T3, N1, M0 atau
T1-3, N2, M0
tumor termasuk klasifikasi T1, T2, atau T3 dengan atau
tanpa bukti adanya metastasis ke peribronkial
Stadium
IIIB
T berapa pun, N3,
M0 atau T4, N
berapa pun, M0
tumor dengan metastasis hilus kontralateral atau kelenjar
getah bening mediastinum atau ke skalenus atau kelenjar
limfe supraklafikular ; atau setiap tumor yang
diklasifikasikan sebagai T4 dengan atau tanpa metastasis
ke kelenjar getah bening regional ; tidak ad metastasis ke
tempat yang jauh
Stadium
IV
T berapa pun, N
berapa pun, M1
Keterangan :
Status Tumor Primer (T)
1. T0 : Tidak terbukti adanya tumor primer
2. Tx : Kanker yang tersembunyi terlihat pada sitologi bilasan bronkus, tetapi
tidak terlihat pada radiogram atau bronkoskopi.
3. Tis : Karsinoma in situ.
4. T1 : Tumor berdiameter 3 cm dikelilingi paru atau pleura viseralis yang
normal.
5. T2 : Tumor berdiameter > 3 cm atau ukuran berapa pun yang sudah
menyerang pleura viseralis atau mengakibatkan ateletaksis yang meluas ke
hilus; harus berjarak > 2 cm distal dari karina.
6. T3 : Tumor ukuran berapa saja yang langsung meluas ke dinding
dada,diafragma, pleura mediastinalis, dan perikardium parietal atau tumor di
bronkus utama yang terletak 2 cm dari distal karina, tetapi tidak melibatkan

karina, tanpa mengenai jantung, pembuluh darah besar, trakea, esofagus, atau
korpus vertebra.
7. T4 : Tumor ukuran berapa saja dan meluas ke mediastinum, jantung,
pembuluh darah besar, trakea, esofagus, korpus vertebra, rongga
pleura/perikardium yang disertai efusi pleura/perikardium, satelit nodul
ipsilateral pada lobus yang sama pada tumor primer.
Keterlibatan Kelenjar Getah Bening Regional (N)
1. N0 : Tidak dapat terlihat metastasis pada kelenjar getah bening regional
2. N1 : Metastasis pada peribronkial dan/atau kelenjar hilus ipsilateral
3. N2 : Metastasis pada mediastinal ipsilateral atau kelenjar getah
bening subkarina.
4. N3 : Metastasis pada mediastinal atau kelenjar getah bening hilus
kontralateral; kelenjar getah bening skalenus atau supraklavikular
ipsilateral atau kontralateral.
Metastasis Jauh (M)
1. M0 : Tidak diketahui adanya metastasis jauh
2. M1 : Metastasis jauh terdapat pada tempat tertentu misalnya otak
H. Pemeriksaan penunjang
a. Radiologi
1) Massa Radiopaque di paru
2) Obstruksi jalan nafas dengan akibat atelektasis
3) Pneumonia
4) Pembesaran Kelenjar Hilar
5) Tumor Pancoast.Ca. Bronchogenik yang terdapat disuperior pulmonary
sulcus, pada apek lobus superior.
6) Kelainan pada pleura
7) Kelainan tulang
b. Bronkografi
Adapun gambaran bronkografi yang dianggap patognomonik adalah obstruksi
stenosis irreguler, stenosis ekor tikus dan indentasi cap jempol.
c. Sitologi
Dahak yang representatif dapat diperoleh melalui batuk spontan, dengan bantuan
aerosol ( 20% propylene glycol dalam larutan 10% NaCl. Dihangatkan sampai
kurang lebih 45-50 C.)atau melalui bilasan/sikatan aspirasi bronkial.Tatalaksana
pada Lung Cancer Detection Program di New York adalah sbb. Saliva dan post
nasal discharge dikeluarkan dahulu, lalu penderita disuruh batuk dalam , dahak
yang dihasilkan segera difiksasi, kesemuanya ini dilakukan pada 3 hari berturut-
turut, sebaiknya pada pagi hari.
d. Endoskopi

Meliputi pemeriksaan laringoskopi dan bronkoskopi serta bilasan bronkial,


kerokan/sikatan serta biopsi. Tujuan pemeriksaan bronkoskopi ( serat optik )
adalah :
1. Mengetahui perubahan pada bronkus akibat kanker paru.
2. Mengambil bahan untuk pemeriksaan sitologis.
3. Memperhatikan perubahan pada permukaan tumor/mukosa untuk
memperkirakan jenis keganasan.
4. Menilai keberhasilan terapi.
5. Menentukan operbilitas kanker paru.
e. Biopsi
Bahan biopsi dapat diperoleh melalui cara biopsi perkutaneus transbronkial
ataupun open biopsi. Sedangkan bahannya dapat berupa jaringan kelenjar
regional jaringan pleura ataupun jaringan paru.
I. Penatalaksanaan
1. Penatalaksanaan Nonbedah
a. Terapi Oksigen
Jika terjadi hipoksemia perawat dapat memberikan oksigen via masker/ nasal
kanula sesuai dengan permintaan.
b. Terapi Obat
Jika klien mengalami bronkospasme dokter dapat memberikan obat golongan
bronkodilator (seperti pada klien asma)dan kartikosterid untuk mengurangi
bronkospasme,inflamasi dan edema.
c. Kemoterapi
kemoterapi merupakan pilihan pengobatan pada klien dengan kanker
paru,terutama pada small cell ling cancer karena metastasis.kemoterapi dapat
juga digunakan bersamaan dengan terapi bedah. Obat-obat kemoterapi yang
biasanya diberikan untuk menangani kanker,tumor,termasuk kombinasi dari obat-
obat tersebut.
Cyclophosphamide,deoxorubicin,methotrexate,dan procarbazine
Etoposidedan cisplatin
Mitomycin,vinblastine,dan cisplatin.
d. Imunoterapi
Banyak klien kanker paru mengalami gangguan imun. Obat imunoterapi
(cytokin) biasa di berikan.
e. Terapi Radiasi
Terapi dilakukan dengan indikasi sebagai berikut :

Homepage

CATEGORIES
Art & Photos

Automotive

Business

Career

Data & Analytics

Design

Devices & Hardware

Economy & Finance

Education

Engineering

Entertainment & Humor

Environment

Food

Government & Nonprofit

Health & Medicine


Healthcare

Internet

Investor Relations

Law

Leadership & Management

Lifestyle

Marketing

Mobile

News & Politics

Presentations & Public Speaking

Real Estate

Recruiting & HR

Retail

Sales

Science
Self Improvement

Services

Small Business & Entrepreneurship

Social Media

Software

Spiritual

Sports

Technology

Documents

Travel

Others

SHARE & DOWNLOAD


Laporan Pendahuluan CA Bronko
Meliputi pemeriksaan laringoskopi dan bronkoskopi serta bilasan bronkial,
kerokan/sikatan serta biopsi. Tujuan pemeriksaan bronkoskopi ( serat optik )
adalah :
1. Mengetahui perubahan pada bronkus akibat kanker paru.
2. Mengambil bahan untuk pemeriksaan sitologis.
3. Memperhatikan perubahan pada permukaan tumor/mukosa untuk
memperkirakan jenis keganasan.
4. Menilai keberhasilan terapi.
5. Menentukan operbilitas kanker paru.
e. Biopsi
Bahan biopsi dapat diperoleh melalui cara biopsi perkutaneus transbronkial
ataupun open biopsi. Sedangkan bahannya dapat berupa jaringan kelenjar
regional jaringan pleura ataupun jaringan paru.
I. Penatalaksanaan
1. Penatalaksanaan Nonbedah
a. Terapi Oksigen
Jika terjadi hipoksemia perawat dapat memberikan oksigen via masker/ nasal
kanula sesuai dengan permintaan.
b. Terapi Obat
Jika klien mengalami bronkospasme dokter dapat memberikan obat golongan
bronkodilator (seperti pada klien asma)dan kartikosterid untuk mengurangi
bronkospasme,inflamasi dan edema.
c. Kemoterapi
kemoterapi merupakan pilihan pengobatan pada klien dengan kanker
paru,terutama pada small cell ling cancer karena metastasis.kemoterapi dapat
juga digunakan bersamaan dengan terapi bedah. Obat-obat kemoterapi yang
biasanya diberikan untuk menangani kanker,tumor,termasuk kombinasi dari obat-
obat tersebut.
Cyclophosphamide,deoxorubicin,methotrexate,dan procarbazine
Etoposidedan cisplatin
Mitomycin,vinblastine,dan cisplatin.
d. Imunoterapi
Banyak klien kanker paru mengalami gangguan imun. Obat imunoterapi
(cytokin) biasa di berikan.
e. Terapi Radiasi
Terapi dilakukan dengan indikasi sebagai berikut :
Klien tumor paru yang operable tetapi risiko jika dilakukan pembedahan
Klien adenokarsinoma / sel skuomosa inoperable yang mengalami pembesaran
kelenjar getah bening pada hilus ipsilateral dan mediastinal.
Klien dengan Ca. Bronkus dengan oat cell.
Klien kambuhan sesudah lobektomi atau pneumonektomi.
2. Penatalaksanaan Pembedahan.
Tujuan pada pembedahan kanker paru sama seperti penyakit paru lain, untuk
mengankat semua jaringan yang sakit sementara mempertahankan sebanyak mungkin
fungsi paru paru yang tidak terkena kanker.
a. Toraktomi eksplorasi.
Untuk mengkomfirmasi diagnosa tersangka penyakit paru atau toraks khususnya
karsinoma, untuk melakukan biopsy.
b. Pneumonektomi pengangkatan paru)
Karsinoma bronkogenik bilaman dengan lobektomi tidak semua lesi bisa
diangkat.
c. Lobektomi (pengangkatan lobus paru).
Karsinoma bronkogenik yang terbatas pada satu lobus, bronkiaktesis bleb atau
bula emfisematosa; abses paru; infeksi jamur; tumor jinak tuberkulois.
d. Resesi segmental.
Merupakan pengankatan satau atau lebih segmen paru.
e. Resesi baji.
Tumor jinak dengan batas tegas, tumor metas metik, atau penyakit peradangan
yang terlokalisir. Merupakan pengangkatan dari permukaan paru-paru berbentuk
baji (potongan es).
f. Dekortikasi.
Merupakan pengangkatan bahan bahan fibrin dari pleura viscelaris)
J. Komplikasi
1. Esofagitis,hilang 1 minggu sampai dengan 10 hari sesudah pengobatan.
2. Pneumonitis,pada rontgent terlihat bayangan eksudat didaerah penyinaran

Konsep asuhan keperawatan pada pasien Ca Bronko


A. Pengkajian
1. Identitas pasien : nama,usia, jenis kelamin,tanggal lahir,alamat,nomer register
2. Riwayat kesehatan sekarang : Apa yang diderita pasien misalnya nyeri pada dada
, dan sesak nafas.
3. Riwayat kesehatan masa lalu
Apakah dahulu pasien mempunyai penyakit paru obstruksi menahun

Homepage

CATEGORIES

Art & Photos

Automotive

Business

Career

Data & Analytics

Design

Devices & Hardware


Economy & Finance

Education

Engineering

Entertainment & Humor

Environment

Food

Government & Nonprofit

Health & Medicine

Healthcare

Internet

Investor Relations

Law

Leadership & Management

Lifestyle

Marketing
Mobile

News & Politics

Presentations & Public Speaking

Real Estate

Recruiting & HR

Retail

Sales

Science

Self Improvement

Services

Small Business & Entrepreneurship

Social Media

Software

Spiritual

Sports
Technology

Documents

Travel

Others

SHARE & DOWNLOAD


Laporan Pendahuluan CA Bronko
Konsep asuhan keperawatan pada pasien Ca Bronko
A. Pengkajian
1. Identitas pasien : nama,usia, jenis kelamin,tanggal lahir,alamat,nomer register
2. Riwayat kesehatan sekarang : Apa yang diderita pasien misalnya nyeri pada dada
, dan sesak nafas.
3. Riwayat kesehatan masa lalu
Apakah dahulu pasien mempunyai penyakit paru obstruksi menahun

4. Riwayat kesehatan keluarga


Apakah keluarganya ada yang menderita penyakit paru
5. ADL (activity dialy lifing )
1) Aktivitas/ istirahat.
Gejala : Kelemahan, ketidakmampuan mempertahankan kebiasaan rutin,
dispnea karena aktivitas.
Tanda : Kelesuan (biasanya tahap lanjut).
2) Sirkulasi.
Gejala : JVD (obstruksi vana kava).
Bunyi jantung : gesekan pericardial (menunjukkan efusi).
Takikardi/ disritmia.Jari tabuh.
3) Integritas ego.
Gejala : Perasaan taku. Takut hasil pembedahan, menolak kondisi yang berat/
potensi keganasan.
Tanda : Kegelisahan, insomnia, pertanyaan yang diulang ulang.
4) Eliminasi.
Gejala : Diare yang hilang timbul (karsinoma sel kecil).
Peningkatan frekuensi/ jumlah urine (ketidakseimbangan hormonal, tumor
epidermoid)
5) Makanan/ cairan.
Gejala : Penurunan berat badan, nafsu makan buruk, penurunan masukan
makanan.
Kesulitan menelan, haus/ peningkatan masukan cairan.
Tanda : Kurus, atau penampilan kurang berbobot (tahap lanjut)
Edema wajah/ leher, dada punggung (obstruksi vena kava), edema wajah/
periorbital (ketidakseimbangan hormonal, karsinoma sel kecil) Glukosa dalam
urine (ketidakseimbangan hormonal, tumor epidermoid).
6) Nyeri / kenyamanan.
Gejala : Nyeri dada (tidak biasanya ada pada tahap dini dan tidak selalu pada
tahap lanjut) dimana dapat/ tidak dapat dipengaruhi oleh perubahan posisi.
Nyeri bahu/ tangan (khususnya pada sel besar atau adenokarsinoma) Nyeri
abdomen hilang timbul.
7) Pernafasan.
Gejala : Batuk ringan atau perubahan pola batuk dari biasanya dan atau
produksi sputum. Nafas pendek, pekerja yang terpajan polutan, debu industry,
Serak,paralysis pita suara.

Riwayat merokok
Tanda : Dispnea, meningkat dengan kerja
Peningkatan fremitus taktil (menunjukkan konsolidasi)
Krekels/ mengi pada inspirasi atau ekspirasi (gangguan aliran udara), krekels/
mengi menetap; pentimpangan trakea ( area yang mengalami lesi). Hemoptisis.
8) Keamanan.
Tanda : Demam mungkin ada (sel besar atau karsinoma)
Kemerahan, kulit pucat (ketidakseimbangan hormonal, karsinoma sel
kecil)
9) Seksualitas.
Tanda : Ginekomastia (perubahan hormone neoplastik, karsinoma sel besar)
Amenorea/ impotent (ketidakseimbangan hormonal, karsinoma sel kecil).
10) Penyuluhan.
Gejala : Faktor resiko keluarga, kanker(khususnya paru), tuberculosis,
Kegagalan untuk membaik.
B. Diagnosa Keperawatan
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif, b/d peningkatan jumlah/perubahan mukus
/viskositas sekret, keterbatasan gerakan dada, /nyeri, kelemahan,kelelahan.
2. Nyeri akut b/d invasi kanker ke pleura, dinding dada.
3. Pola pernafasan tidak efektif b/d obstruksi trakeobronkialoleh sekret,
perdarahan aktif, penurunan ekspansi paru, proses inflamsi
4. Kerusakan pertukaran gas b/d gangguan aliran udara ke alveoli atau ke bagian
utama paru, perubahan membran alveoli (atelektasis , edema paru , efusi,
sekeresi berlebihan,/perdarahan aktif).
5. Ansietas b/d ketakutan /ancaman akan kematian , tindakan diagnostik, penyakit
kronis.
6. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d intake inadekuat, peningkatan
metabolisme, proses keganasan.
C. Intervensi
1) Diagnosa : Bersihan Jalan nafas tidak efektif b/d peningkatan jumlah/viskositas
sekret,
keterbatasan gerakan dada/nyeri, kelemahan/kelelahan
Tujuan : Bersihan jalan nafas efektif.
Kriteria ;
a. Menunjukan potensi jalan nafas.
b. Cairan sekret mudah dikeluarkan/dibatukan.

Homepage

CATEGORIES

Art & Photos

Automotive

Business

Career

Data & Analytics

Design

Devices & Hardware

Economy & Finance

Education

Engineering
Entertainment & Humor

Environment

Food

Government & Nonprofit

Health & Medicine

Healthcare

Internet

Investor Relations

Law

Leadership & Management

Lifestyle

Marketing

Mobile

News & Politics

Presentations & Public Speaking


Real Estate

Recruiting & HR

Retail

Sales

Science

Self Improvement

Services

Small Business & Entrepreneurship

Social Media

Software

Spiritual

Sports

Technology

Documents

Travel
Others

SHARE & DOWNLOAD


Laporan Pendahuluan CA Bronko
Riwayat merokok
Tanda : Dispnea, meningkat dengan kerja
Peningkatan fremitus taktil (menunjukkan konsolidasi)
Krekels/ mengi pada inspirasi atau ekspirasi (gangguan aliran udara), krekels/
mengi menetap; pentimpangan trakea ( area yang mengalami lesi). Hemoptisis.
8) Keamanan.
Tanda : Demam mungkin ada (sel besar atau karsinoma)
Kemerahan, kulit pucat (ketidakseimbangan hormonal, karsinoma sel
kecil)
9) Seksualitas.
Tanda : Ginekomastia (perubahan hormone neoplastik, karsinoma sel besar)
Amenorea/ impotent (ketidakseimbangan hormonal, karsinoma sel kecil).
10) Penyuluhan.
Gejala : Faktor resiko keluarga, kanker(khususnya paru), tuberculosis,
Kegagalan untuk membaik.
B. Diagnosa Keperawatan
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif, b/d peningkatan jumlah/perubahan mukus
/viskositas sekret, keterbatasan gerakan dada, /nyeri, kelemahan,kelelahan.
2. Nyeri akut b/d invasi kanker ke pleura, dinding dada.
3. Pola pernafasan tidak efektif b/d obstruksi trakeobronkialoleh sekret,
perdarahan aktif, penurunan ekspansi paru, proses inflamsi
4. Kerusakan pertukaran gas b/d gangguan aliran udara ke alveoli atau ke bagian
utama paru, perubahan membran alveoli (atelektasis , edema paru , efusi,
sekeresi berlebihan,/perdarahan aktif).
5. Ansietas b/d ketakutan /ancaman akan kematian , tindakan diagnostik, penyakit
kronis.
6. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d intake inadekuat, peningkatan
metabolisme, proses keganasan.
C. Intervensi
1) Diagnosa : Bersihan Jalan nafas tidak efektif b/d peningkatan jumlah/viskositas
sekret,
keterbatasan gerakan dada/nyeri, kelemahan/kelelahan
Tujuan : Bersihan jalan nafas efektif.
Kriteria ;
a. Menunjukan potensi jalan nafas.
b. Cairan sekret mudah dikeluarkan/dibatukan.

c. Bunyi nafas jelas.


d. Whezing(-)/berkurang
Intervensi
1. Auskultasi bunyi dada, untuk karakter bunyi nafas dan adanya sekret.
2. Bantu untuk nafas dalam efektif anjurkan batuk dengan posisi duduk.
3. Observasi jumlah dan karakter sputum/aspirasi sekret.
4. Lakukan penghisapan dengan menggunakan suction. Bila klien tidak dapat
batuk.
5. Dorong masukan cairan/oral sedikitnya 2500 CC/hari dalam toleransi jantung.
6. Kolaborasi : Berikan/bantu dengan IPBB , spirometri, meniup botol
7. Gunakan oksigen humidifikasi/nebulizer ultrasonik . Berikan cairan tambahan
melalui IV sesuai indikasi.
8. Berikan bronkodilator, ekspektoran, atau analgetik sesuai indikasi.
2) Diagnosa keperawatan :Nyeri akut/kronis invasi kanker ke pleura, dinding dada.
NOC:
- Tingkat kenyamanan perasaan senang secara fisik & psikologis
- Prilaku mengendalikan nyeri
- Nyeri: efek merusak terhadap emosi dan prilaku yang diamati
- Tingkat nyeri: jumlah nyeri yang dilaporkan
Kriteria evaluasi:
- Menunjukkan perilaku bebas nyeri
- Menunjukkan teknik relaksasi secara individu yang efektif
- Mengenali factor penyebab dan menggunakan tindakan untuk mencegah
nyeri.
- Durasi nyeri berkurang
- Pola tidur yang baik
- Tidak mengalami gangguan dalam tanda-tanda vital
Intervensi NIC:
1. Lakukan pengkajian nyeri yang komprehensif meliputi lokasi,
karakteristik,awitan, durasi dan frekuensi ,kulaitas, intensitas atau keparahan
nyeri dan factor presipitasinya.
2. Minta pasien untukmenilai nyeri pada skala 0-10
3. Berikan informasi tentang nyeri seperti penyebab nyeri, beberapa lama akan
menyesal dan antisipasi ketidaknyamananakibat prosedur
4. Ajarkan pengunaan teknik non farmakologis (relaksasi, imajinasi terbimbing,
terapi musik dan lain-lain.
5. Bantu pasien untuk lebih berfokus pada aktifitas dan rasa tidak nyaman,
dengan pengalihan melalui televisi ,radio, tape dan interaksi dengan
pengunjung.

Daftar Pustaka
Elizabeth, J. Corwin.2008. Buku Saku Patofisiologis. Jakarta: ECG

Homepage

CATEGORIES

Art & Photos

Automotive

Business

Career

Data & Analytics

Design

Devices & Hardware

Economy & Finance

Education

Engineering

Entertainment & Humor

Environment

Food
Government & Nonprofit

Health & Medicine

Healthcare

Internet

Investor Relations

Law

Leadership & Management

Lifestyle

Marketing

Mobile

News & Politics

Presentations & Public Speaking

Real Estate

Recruiting & HR

Retail
Sales

Science

Self Improvement

Services

Small Business & Entrepreneurship

Social Media

Software

Spiritual

Sports

Technology

Documents

Travel

Others

SHARE & DOWNLOAD


Laporan Pendahuluan CA Bronko
Daftar Pustaka
Elizabeth, J. Corwin.2008. Buku Saku Patofisiologis. Jakarta: ECG
Suyono, Slamet. 2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. Edisi 3. Balai Penerbit
FKUI : Jakarta.
Herdman, Heather T. 2010. Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2009-
2011.Jakarta : EGC. Allih bahasa: Made Sumarwati, Dwi Widiarti, Etsu Tiar.
Wilkinson, M. Judith. 2007. Buku Saku Diagnosis Keperawatan edisi 7. Jakarta :EGC.

/ 18

Laporan Pendahuluan CA Bronko


Documents
on Nov 06, 2015 121 views
DESCRIPTION

TRANSCRIPT

related

Samsung Relative Evaluation Report on S1, iPhone7,566,139 views


Web- 4,293,966 views
Presentaciones Exitosas3,559,588 views
Sorority Appearance Guidelines2,835,257 views
- - 2,710,590 views
Terry Hendrix NFL Lawsuit2,596,651 views
Exit 6 Starbucks letter2,588,374 views
Postal Service traffic ticket tussle2,453,609 views
Jade Helm Martial Law WW3 Prep Document 12,437,824 views
Como fazer Fichamento de Texto ou Livro2,431,228 views

STARTUP - Share & Download Unlimited


a

/ 18

Laporan Pendahuluan CA Bronko


Documents
on Nov 06, 2015 121 views
DESCRIPTION

TRANSCRIPT

related

Samsung Relative Evaluation Report on S1, iPhone7,566,139 views


Web- 4,293,966 views
Presentaciones Exitosas3,559,588 views
Sorority Appearance Guidelines2,835,257 views
- - 2,710,590 views
Terry Hendrix NFL Lawsuit2,596,651 views
Exit 6 Starbucks letter2,588,374 views
Postal Service traffic ticket tussle2,453,609 views
Jade Helm Martial Law WW3 Prep Document 12,437,824 views
Como fazer Fichamento de Texto ou Livro2,431,228 views

STARTUP - Share & Download Unlimited

/ 18

Laporan Pendahuluan CA Bronko


Documents
on Nov 06, 2015 121 views
DESCRIPTION

TRANSCRIPT

related

Samsung Relative Evaluation Report on S1, iPhone7,566,139 views


Web- 4,293,966 views
Presentaciones Exitosas3,559,588 views
Sorority Appearance Guidelines2,835,257 views
- - 2,710,590 views
Terry Hendrix NFL Lawsuit2,596,651 views
Exit 6 Starbucks letter2,588,374 views
Postal Service traffic ticket tussle2,453,609 views
Jade Helm Martial Law WW3 Prep Document 12,437,824 views
Como fazer Fichamento de Texto ou Livro2,431,228 views

STARTUP - Share & Download Unlimited

/ 18

Laporan Pendahuluan CA Bronko


Documents
on Nov 06, 2015 121 views
DESCRIPTION

TRANSCRIPT

related

Samsung Relative Evaluation Report on S1, iPhone7,566,139 views


Web- 4,293,966 views
Presentaciones Exitosas3,559,588 views
Sorority Appearance Guidelines2,835,257 views
- - 2,710,590 views
Terry Hendrix NFL Lawsuit2,596,651 views
Exit 6 Starbucks letter2,588,374 views
Postal Service traffic ticket tussle2,453,609 views
Jade Helm Martial Law WW3 Prep Document 12,437,824 views
Como fazer Fichamento de Texto ou Livro2,431,228 views

STARTUP - Share & Download Unlimited


/ 18
Laporan Pendahuluan CA Bronko
Documents
on Nov 06, 2015 121 views
DESCRIPTION

TRANSCRIPT

related

Samsung Relative Evaluation Report on S1, iPhone7,566,139 views


Web- 4,293,966 views
Presentaciones Exitosas3,559,588 views
Sorority Appearance Guidelines2,835,257 views
- - 2,710,590 views
Terry Hendrix NFL Lawsuit2,596,651 views
Exit 6 Starbucks letter2,588,374 views
Postal Service traffic ticket tussle2,453,609 views
Jade Helm Martial Law WW3 Prep Document 12,437,824 views
Como fazer Fichamento de Texto ou Livro2,431,228 views

STARTUP - Share & Download Unlimited

/ 18

Laporan Pendahuluan CA Bronko


Documents
on Nov 06, 2015 121 views
DESCRIPTION

TRANSCRIPT
related

Samsung Relative Evaluation Report on S1, iPhone7,566,139 views


Web- 4,293,966 views
Presentaciones Exitosas3,559,588 views
Sorority Appearance Guidelines2,835,257 views
- - 2,710,590 views
Terry Hendrix NFL Lawsuit2,596,651 views
Exit 6 Starbucks letter2,588,374 views
Postal Service traffic ticket tussle2,453,609 views
Jade Helm Martial Law WW3 Prep Document 12,437,824 views
Como fazer Fichamento de Texto ou Livro2,431,228 views

STARTUP - Share & Download Unlimited

on Nov 06, 2015 121 views


DESCRIPTION

TRANSCRIPT

related

Samsung Relative Evaluation Report on S1, iPhone7,566,139 views


Web- 4,293,966 views
Presentaciones Exitosas3,559,588 views
Sorority Appearance Guidelines2,835,256 views
- - 2,710,590 views
Terry Hendrix NFL Lawsuit2,596,651 views
Exit 6 Starbucks letter2,588,374 views
Postal Service traffic ticket tussle2,453,609 views
Jade Helm Martial Law WW3 Prep Document 12,437,824 views
Como fazer Fichamento de Texto ou Livro2,431,228 views

STARTUP - Share & Download Unlimited

/ 18

Laporan Pendahuluan CA Bronko


Documents
on Nov 06, 2015 121 views
DESCRIPTION

TRANSCRIPT

related

Samsung Relative Evaluation Report on S1, iPhone7,566,139 views


Web- 4,293,966 views
Presentaciones Exitosas3,559,588 views
Sorority Appearance Guidelines2,835,256 views
- - 2,710,590 views
Terry Hendrix NFL Lawsuit2,596,651 views
Exit 6 Starbucks letter2,588,374 views
Postal Service traffic ticket tussle2,453,609 views
Jade Helm Martial Law WW3 Prep Document 12,437,824 views
Como fazer Fichamento de Texto ou Livro2,431,228 views

STARTUP - Share & Download Unlimited